Aturan Pengguna Tokopedia dalam Satu Alamat

Saya sangat kecewa dengan tim investigasi Tokopedia Care yang mengatakan mendeteksi adanya penggunaan lebih dari 1 akun per pengguna. Setelah sekian lama melakukan transaksi, baru pertama kali dikatakan demikian. Jumlah sangat kecil hanya Rp15.000, tapi karena saya merasa mempunyai 1 akun, maka saya berdiskusi secara alot di aplikasi Tokopedia.

Saya berkali-kali tanyakan 1 alamat di sini diisi beberapa kartu keluarga, bisa cek kepada RT setempat. 1 wifi digunakan beberapa rumah karena sharing, dan apakah dalam 1 rumah hanya boleh 1 anggota keluarga saja yang melakukan transaksi menggunakan kode promo? Selalu tidak dijawab. Padahal bisa dicek dari hp yang digunakan dan pembayaran yang digunakan, apakah sama?

Sungguh sangat kecewa, padahal setiap hari saya selalu berbelanja di Tokopedia.

Yati Sudaryati
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:15    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

23 komentar untuk “Aturan Pengguna Tokopedia dalam Satu Alamat

  • 21 Agustus 2020 - (08:59 WIB)
    Permalink

    Harusnya sih gak masalah yah. Sistem Tokopedia sepertinya sudah canggih, bisa ngasih promo kode voucher yang berbeda walaupun satu alamat. Tapi entahlah, mungkin Tokopedia udah gak butuh banyak jumlah pengguna seperti dulu waktu ngejar investor. Apalagi setelah kebobolan data 91 juta penggunanya. 🙈

    • 21 Agustus 2020 - (17:24 WIB)
      Permalink

      Ya , saya baru kejadian 1 x , dan nominal tidak besar , cb 15.000 beli pulsa , tapi beli produk lain yang ada cashback selalu baik baik aja. makannya agak kecewa kenapa seperti ini, tiap hari ruti beli makanan , dll juga.

      • 21 Agustus 2020 - (17:36 WIB)
        Permalink

        Ya tinggal beralih aja ke tempat lain kak. Udah tau kan kalo Toped skrg bukan yg nomer satu? Udah kesalip sama yg warna oren. Mungkin ini salah satu sebabnya, banyak pengguna yg pindah..hehe.

        • 22 Agustus 2020 - (15:45 WIB)
          Permalink

          Ya Ka, saya pakai 2 yang paling sering, buat perbandingan . Terima Kasih Ka

  • 21 Agustus 2020 - (09:11 WIB)
    Permalink

    Penggunaan Algoritma Tokopedia untuk mendeteksi 1 akun per pengguna itu sepertinya cakupannya luas sekali. Bukan hanya mendeteksi 1 HP untuk 1 akun saja, tetapi bisa juga 1 Gmail dalam 1 HP apakah pernah digunakan untuk login ke akun lain.

    Misalnya Gmail di HP kita ada banyak, sedangkan salah satu Gmail pernah digunakan untuk mendaftar di Tokopedia bisa jadi ikut terindikasi penggunaan lebih dari 1 akun.

    Belum lagi penulis mengklaim “1 wifi digunakan beberapa rumah karena sharing” ini pasti terindikasi 1 IP Address digunakan oleh lebih dari 1 Akun. Investigasi dan hasil seperti itu dilakukan oleh Sistem sih, jadi Tokopedia Care biasanya tidak menelisik sistemnya lebih dalam.

    • 21 Agustus 2020 - (17:28 WIB)
      Permalink

      Ya disini 1 wifi disharing beberapa rumah , dan saya sudah jelaskan juga kepada Tokopedianya, tapi tetap dikatakan pelanggaran, jadi saya bingung, pelanggaran karena apa, kalau misalnya dalam 1 rumah ada beberapa penghuni keluarga, berarti hanya boleh 1 orang saja yang boleh transaksi dengan me ggu akan kode promo? sedangkan pengguna tokopedia didalam rumah tersebut memiliki hp masing masing, akun masing masing ,pembayaran masing masing? jadi kalau ada promo ga boleh dishare ? apa mungkin seperti demikian ka?

    • 11 September 2020 - (09:07 WIB)
      Permalink

      Saya tertarik dg ini pak.
      Itu cukup logis, namun apakah sistemnya tokopedia dengan gmail itu bisa terintegrasi?
      karena jika gmail kita emang bisa multiple akun dalam 1 HP, namun multiple akun itu kan tidak bisa terdetejsi di sistemnya tokopedia, hanya gmail yg bisa mendeteksi.
      Mohon pnadangannya pak,

  • 21 Agustus 2020 - (10:52 WIB)
    Permalink

    Yang saya amati sejauh ini: SAMA SEKALI TIDAK ADA klarifikasi (hingga saat ini & sejauh yang saya tahu) bagaimana peraturan “pendeteksian akun ganda” dari marketplace yang 1 ini.

    Saya sih separo maklum juga, karena: kalau diketahui umum apa saja parameter2nya, bisa jadi “mempermudah” orang2 yang ingin “mengakali” pendeteksian tersebut.

    Sebetulnya kasus “dianggap akun ganda” macam begini dari jadul juga sudah banyak terjadi khususnya di dompet digital kan, bahkan beberapa juga sempat nulis surat di sini. & dari mereka juga tidak pernah “membocorkan” bagaimana mereka mendeteksi.

    Cuma yang sedikit jadi masalah di sini, ini marketplace (& bukan sekedar dompet) yang sudah sangat besar, sehingga user-nya juga sudah sangat banyak, sehingga akhirnya tidak bisa tidak akan ada “beberapa” (atau bahkan *banyak*) user yang “terkena” pendeteksian ini. Soal user-nya sih bisa bener2 bersalah ataupun tidak.
    Tapi yang jelas si marketplace sih *kemungkinan besar* gak akan “membocorkan resep rahasia” pendeteksian mereka.

    Jadi 1 1 nya hal yang bisa dilakukan oleh user (yang bener2 jujur & tidak ada niat “mengakali” sistem) ya cuma 1: sebisa/semaksimal mungkin menghindari kesamaan & penggunaan bersama alamat, kartu, norek, device dll antar user.
    Kalau memang dalam 1 rumah/keluarga ada beberapa user, memang “sebaiknya & demi kenyamanan user sendiri” ketika pake promo bergiliran atau 1 user saja per promo, jangan langsung bareng2 semua user pake promo yang sama.
    Itu pun belum menjamin gak bakalan kena tuduhan akun ganda, karena ada yang nulis di sini bahwa tanpa pake promo pun transaksi dipermasalahkan oleh pihak marketplace.
    Udah, gitu aja.

    Kalau marketplace-nya sih saya kira gak bakalan “takut” sekedar ditinggal 1 user, atau bahkan 1 keluarga user wkwkwk
    Sudah terlalu masif.
    Saya kira bagi mereka: mendingan kehilangan 1 keluarga user daripada bocor algoritma pendeteksian mereka, malah ruginya lebih besar.

    • 21 Agustus 2020 - (17:34 WIB)
      Permalink

      Terima Kasih Ka, sekarang saya lebih mengerti, ya di daerah saya alamat yang sama ada beberapa rumah, saya sedikit 15.000 yang dibatalkan karena pembelian pulsa menggunakan kode promo, hanya saja saya ga mengerti kenapa bisa. Kesalahan saya dimana, karena saya hanya memiliki 1 akun Tokopedia , tapi setelah share disini , bersyukur kaka kaka semua bantu jawab, saya belajar iklaskan saja. Terima Kasih Kaka Kaka semua sharingnya.

  • 22 Agustus 2020 - (02:19 WIB)
    Permalink

    Hahaha muncul lg kasus seperti ini. Woi tokopedia jawab dong. Gmn sih Manager PR nya gk ngejawab. Dulu jg ada kasus seperti ini gk dijawab jg. Pura2 bego/pura” gk membaca.
    Liat dong shopee dan marketplace laen, PR nya jawab surat tanggapan nya.
    Yg boleh pake promo 1 rumah/1keluarga hanya boleh karyawan tokopedia saja. Klo qt” dibilang melanggar. Klo keluarga mereka tokopedia gpp

    • 22 Agustus 2020 - (15:48 WIB)
      Permalink

      Ya, memang nilai tidak seberapa 15.000, tapi karena tidak jelas s/k nya bagaimana, yang jadi pertanyaan buat saya. Terima Kasih Ka

  • 22 Agustus 2020 - (20:28 WIB)
    Permalink

    Pernah kejadian nih, memang untuk sharing Wi-Fi pasti tidak bisa, kecuali menggunakan data seluler dengan device yang berbeda. Artinya perangkat smartphone langsung terdaftar pada sistem pengalamatan IP address dalam jaringan ISP atau bisa juga langsung terdaftar pada jaringan publik.
    System Tokopedia akan mendetect adanya pelanggaran bila transaksi menggunakan jaringan via WiFi shared.

    Marketplace lainnya juga memiliki system yang sama, coba aja.

    • 23 Agustus 2020 - (05:37 WIB)
      Permalink

      Ya , di daerah saya , wifi di sharing lebih dari beberapa rumah, dengan penghuni keluarga yang berbeda beda, wifi di sharing di karenakan hampir semua operator tidak terdapat sinyal.

  • 22 Agustus 2020 - (20:42 WIB)
    Permalink

    Hi Kak, masalah yang sama juga terjadi di saya pada bulan Agustus ini. Cashback Pulsa 10 ribu jika tidak salah ingat, di batalkan sepihak oleh pihak Tokopedia.

    Tanpa ada alasan yang jelas.

    Pernah tahun 2019 pembayaran Tagihan saya juga di nyatakan pernah di pakai bayar di account X, notabene account X itu tidak pernah di lakukan pembayaran transaksi Tagihan. Setelah email berulang kali, akhirnya Tokopedia kasih cashback manual meskipun jumlah nya sedikit tetapi tidak merasa melakukan itu, maka saya protes.

    • 23 Agustus 2020 - (05:39 WIB)
      Permalink

      Terima Kasih Sharingnya Ka, cashback pulsa 10.000 ada tanggapan ga Ka? saya juga cashback pulsa 15.000 dan transaksinya dibatalkan oleh Tokopedia.

  • 23 Agustus 2020 - (08:34 WIB)
    Permalink

    Nah karena penjelasan dari komentar sudah cukup jelas, sekarang kita patut bertanya “Kenapa sih Tokopedia melakukan hal seperti itu?” Jawabannya tentu saja untuk alasan keamanan.

    Sebelumnya ada pernah ada kasus “Penjahat Cashback” yang detail beritanya bisa dibaca https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190718201757-12-413444/polda-jatim-bekuk-sindikat-penipu-cashback-di-tokopedia . Setelah adanya kasus tersebut tidak mengherankan apabila sekarang Tokopedia memperbarui sistemnya untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi lagi.

    Di Marketplace lain, ada juga praktek “Penjualan Palsu” yang kadang dilakukan oleh sebuah akun dengan membeli barang sendiri, dan dikirimkan ke alamat yang sama berulang – ulang menghasilkan jumlah “Produk Terjual” hingga ratusan (meskipun sebetulnya produk dibeli sendiri dan barangnya kembali ke penjual).

    Praktek ini cukup menjadi perhatian serius di ranah marketplace, untuk menjaga ekosistem bisnis di platform mereka tetap adil. Kita dapat mengetahui banyak hal dalam dunia marketplace pada website yang membahas seluk beluk mengenai marketplace ini http://xplodcompany.com/category/xplod-techno-corp-seo-expert-internet-marketing-di-solo/marketplace-spesialis-seluk-beluk-marketplace-dan-ecommerce-indonesia/

    • 27 Agustus 2020 - (02:31 WIB)
      Permalink

      Astaga , menakutkan juga Ka, tapi kenapa bisa ber imbas kepada yang membeli real , tapi biarkanlah, saya sudah iklaskan Ka . Terima Kasih Ka sudah berbagi info.

  • 23 Agustus 2020 - (18:02 WIB)
    Permalink

    Saya mengalami yg lebih aneh. Akun pembeli saya dibilang melakukan pelanggaran yg gak disebut spt apa, dan berefek tidak bs mendapatkan benefit yg berupa promo cashback, jd setiap belanja dah gak bs pakai promo. Setelah ditanya, kesalahan saya ada pd 1 transaksi, yg setelah saya cek, ternyata toko (seller) nya terkena moderasi… Nah, toko yg kena mod, kenapa buyer yg terimbas?
    Kenal juga tidak tokonya, baru juga sekali belanja toko tsb, saya di jawa barat, toko jauh di jawa tengah.
    Itu pun kejadiannya sudah 1 bulan yl, dan baru skrg akun saya disalahkan.
    Memang toped MP yg aneh…
    Setiap ditanya kesalahan spt apa, mrk gak bisa jawab…

  • 2 September 2020 - (07:21 WIB)
    Permalink

    Saya dan keluarga sering pakai promo yang Sama , dulunya pas awal2 sih sempet kena pembayaran cashback, namun setelah saya complain Karena tertulis diperbolehoan untuk 1pengguna bukan per 1rumah atau 1keluarga.

    Afterhya itu sih dah ga pernah ada masalah lagi, Saya rasa yang penting bisa dibuktikan saja kalau tiap pengguna tersebut merupakan pribadi yang berbeda, bahkan Saya dan pacar yang sering cross pembayaran (byr belanjaan Saya dr bank dia atau bayar belanjaan dia dari bank Saya) juga tetap boleh saja. Mungkin bisa Coba verifikasi ovonya agar ada bukti kalau km hanya membayar untuk akun km saja.

    • 3 September 2020 - (15:56 WIB)
      Permalink

      Sudah saya bilang di komplainan aplikasi tokopedia, dirumah hanya 2 orang penghuni rumah yang menggunakan tokopedia, dengan pembayaran masing masing , bukti semua ada, NIK berbeda, akun berbeda, hp berbeda, hanya disini alamat rumah sama banyak , dengan beda KK tidak ada hubungan sama sekali, dan wifi sharing beberapa rumah. namun entah sangat diabaikan , walaupun baru sekali dan nominal tidak besar 15.000 tapi saya kurang bisa menerima nya, kenapa harus sepihak . tidak mendengar melihat memeriksa kembali komplainan. Terima Kasih untuk sharingnya

    • 3 September 2020 - (16:46 WIB)
      Permalink

      Ini sih namanya “mencobai” LOL (bayar dia pake bank saya, bayar saya, pake bank dia).
      Entar kalau pas kena giliran si SISTEM silakan kerja keras buang waktu tenaga & pulsa buat “minta keadilan” nya ya hehehe.

      Memang ngomongnya per 1 pengguna, cuma yang jadi problem sekarang adalah bagaimana pembuktiannya, & akhirnya, apakah pembuktian tersebut bisa diterima oleh marketplace ybs (yang selalu ngomong kalo keputusannya “sudah final”).
      Intinya yang mau saya omong begini: kalau mau coba2 silakan, kalau mau preventif menghindari sakit kepala yah mending cari jalan yang aman2 aja (walaupun mungkin memang bener kita yang bener, marketplace yang salah, tapi sakit kepalanya itu yang tidak bisa dinilai harganya).

      • 3 September 2020 - (17:34 WIB)
        Permalink

        Thanks Ka, sorry saya ada yang kurang paham, ya sekarang jadinya kalau ada promo pulsa salah satu saja yang ikut beli pulsanya , dan kalau ada promo , ga di share ke kerabat atau keluarga. berharap pihak Tokopedia ada baca keluhan konsumen, dan sistemnya bisa lebih bisa membedakan mana yang seharusnya .

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 23 komentar sampai saat ini..

Aturan Pengguna Tokopedia dalam Satu Alamat

oleh yati s dibaca dalam: <1 min
23