Kecewa dengan Pelayanan Grab terhadap Mitranya

Mungkin sudah nasib driver ojek online yang harus mengganti paket yang hilang.

Kejadian ini tepatnya hari Rabu tanggal 9 September 2020. Sekitar pukul  15:15 saya mendapatkan orderan Grab Ekspres Sameday untuk 6 paket. Pickup poin pertama di Jl. Pilar 3 Kedoya dengan tujuan akhir Jl. Griya Kumala Sunter blok B dengan ongkos kirim Rp74.000,-.

Setelah saya selesai pickup semua paket tersebut saya segera mungkin mengantarkan semua paket ke alamat masing-masing. Pada saat saya mengantarkan paket yang ke-4 semua masih aman-aman saja. Musibah datang saat saya mengantarkan paket ke-5 sekitar pukul 16:50 tepatnya dengan tujuan Springhill Kemayoran Tower Lotus.

Di Springhill saya harus mengantarkan paket ke lobby apartemen dan saya parkir motor di parkiran. Setelah saya selesai mengantarkan paket betapa kagetnya saya melihat paket yang ke-6 (terakhir) pengantaran tidak ada di motor saya. Di parkiran tidak ada security yang mengawasi, saya coba tanya petugas parkir di pintu keluar beliau tidak lihat.

Akhirnya saya coba datang ke rumah customer tersebut dengan maksud mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Customer minta ganti rugi sesuai harga paket yang dibeli. Karena harganya sangat mahal Rp1.986.500, saya meminta waktu sekitar 3 hari pakai surat pernyataan di atas materai dengan jaminan KTP dan STNK motor saya. Tetapi customer tidak mau dan minta diganti hari itu juga.

Saya coba telepon call center Grab untuk meminta solusi, beliau bilang harap tunggu. Saya sampai berkali-kali telepon call center Grab jawaban masih proses. Saya terus menunggu sampai akhirnya customer membawa saya ke pos RW setempat. Dari pos RW saya di bawa ke Pos Polisi Sunter.

Di pos polisi saya ceritakan kronologinya. Betapa kagetnya saya seorang polisi bilang: “Hilang hari ini harus ganti hari ini juga”. Lalu saya coba hubungi call center Grab kembali dan lagi-lagi beliau bilang masih proses berjalan. Saya sudah bingung saya coba hubungi keluarga saya dan rekan-rekan ojek online yang ada di grup. Istri saya nangis dan bilang di rumah tidak ada simpanan sama sekali.

Akhirnya saya sedikit lega ketika rekan ojek online berinisiatif mengumpulkan dana pinjaman dadakan. Sambil nunggu rekan-rekan saya selesai mengumpulkan dana pinjaman saya coba hubungi call center Grab lagi, dan jawabannya tetap sama masih proses berjalan.

Sekitar pukul 22:45 rekan-rekan ojek online datang ke Pos Polisi Sunter untuk mengganti semua kerugian customer. Setelah proses ganti rugi selesai saya pulang dan tiba di rumah pukul 00:10.

Sampai di rumah saya coba hubungi call center Grab kembali untuk menutup orderan yang masih belum saya selesaikan di aplikasi driver saya dan menanyakan apakah ada pergantian dari Grab mengenai ganti rugi itu? Jawabannya pun sama sedang dalam proses berjalan mohon tunggu untuk aplikasi nanti akan ditutup dari sistem.

Keesokan harinya Kamis tanggal 10 September saya buka kembali aplikasi Grab driver saya, orderan pun belum terselesaikan by system. Saya coba hubungi call center Grab kembali jawabannya pun sama. Sekitar pukul 11.00 saya buka kembali aplikasi saya masih seperti itu. Sekitar pukul 11:40 saya buka kembali aplikasi saya sudah bisa digunakan lagi.

Saya telepon call center Grab lagi menanyakan apakah uang yang saya keluarkan diganti dari pihak Grab jawabannya pun sama masih proses berjalan mohon tunggu. Saya coba lewat email jawabannya tunggu 24 jam sampai 48 jam ke depan. Tetapi sampai saat ini tidak ada kejelasan mengenai uang yang saya keluarkan untuk ganti rugi tersebut. Sekarang saya harus mencicil sehari minimal Rp50.000,- untuk mengganti uang teman saya.

Yang saya ingin hanya kejelasan dari Grab mengenai uang yang saya keluarkan untuk mengganti semua kerugian customer, apakah dapat penggantian atau tidak. Itu saja dari sejak kejadian yang saya tanyakan. Yang sampai saat ini tidak ada solusinya.

Rahmat Hidayat
Kembangan, Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Grab Indonesia:
[Total:399    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan Resmi Grab Indonesia atas Surat Bapak Rahmat Hidayat

Salam hangat dari Grab Indonesia. Kepada Bapak Rahmat Hidayat dan Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com, Pertama-tama kami sangat berterima kasih atas...
Baca Selengkapnya

Loading...

33 komentar untuk “Kecewa dengan Pelayanan Grab terhadap Mitranya

  • 16 September 2020 - (10:09 WIB)
    Permalink

    Miris juga bacanya. Selama ini digembar-gemborkan bahwa driver ini sebagai mitra (yang seharusnya posisinya setara dengan pihak aplikator), tapi kenyataannya pihak driver menanggung risiko lebih besar dibanding benefit yang diterima. Risiko kecelakaan lalu lintas, kehilangan barang dll, seharusnya juga ditanggung oleh pihak aplikator, melalui asuransi. Sayangnya pelayanannya lambat seperti contoh di atas. Di sisi lain, saya salut atas solidaritas sesama driver ojol yg rela patungan buat menolong driver yg kena musibah. 👍

    Tetap semangat gan! 💪

    29
    2
    • 16 September 2020 - (17:56 WIB)
      Permalink

      1. Bapak ini cukup ceroboh meninggalkan tanggung jawab nya. Semestinya ada inisiatif untuk negosiasi dengan customer agar dapat bertemu tanpa meninggalkan barang yang lain. Saya paham beberapa customer memang brengsek sok kaya raya mentang² tinggal di gedung ga mau capek² turun.
      2. Customer nya brengsek ga mau nyamperin aja. Entah ini bener atau tidak, sepertinya bapak ini harus banget nyamperin dan terpaksa meninggalkan barang yg lain karena hanya punya dua tangan seperti kita semua. Seperti si customer.
      3. Polisi nya brengsek, ngga ada itu hukum mengatur hilang hari ini ganti hari ini. Ceritanya bakal beda kalo ada pihak yg mendampingi bapak ini.
      4. Semoga bapak baca point 4 ini, biasanya pihak marketplace memberikan asuransi kepada customer selama barang dalam perjalanan pak. Jadi hal ini harus dipastikan dulu karena pihak customer ini, jika dia mengasuransikan barang nya, maka dia menerima keuntungan 2x lipat dengan merugikan bapak. Perlu diperiksa kembali.
      5. Pihak grab sepertinya tidak akan bertanggung jawab penuh mengingat ini terjadi tidak lepas dari kecerobohan driver.

      Bagaimanapun kecerobohan bapak ini, menurut saya customer perlu lebih bijak menyikapi masalah dan menerima permintaan keringanan bapak ini. Toh dia sudah meminta nya. Tapi ini Jakarta, wajar bila orang orang tidak mudah percaya.

      Saya cuma bisa nyumbang masukan di atas, dan berdoa. Semoga bapak dimudahkan urusannya. 🙏

      30
      1
      • 16 September 2020 - (18:30 WIB)
        Permalink

        Setuju dengan pendapat bapak. Jika paket ini adalah barang pembelian dari marketplace, seharusnya sudah tercover asuransi. Konsumen tinggal kontak marketplace-nya saja untuk asuransi kehilangan, tidak perlu berurusan langsung dengan driver. Toh drivernya sudah datang untuk klarifikasi, tidak membawa kabur tanpa kabar. Urusan penggantian yg hilang, biarlah diurus pihak Grab n asuransi kepada pihak penjual (pengirim).

        Yang bikin miris dari kisah di atas adalah penyelesaian masalah secara personal, padahal pihak driver bekerja atas nama korporasi (Grab). Seharusnya pihak Grab gerak cepat membantu ketika ada masalah seperti ini. Bayangkan apabila kasus paket kiriman hilang karena kecelakaan lalu lintas misalnya, apakah pihak Grab akan lepas tangan juga dan driver yg harus mengganti rugi paket sendiri, biaya berobat ke rumah sakit sendiri dan biaya memperbaiki motornya sendiri?

        17
        1
        • 17 September 2020 - (13:46 WIB)
          Permalink

          Grab itu emang cumabbjanji doang ,sy berharap penerintah mengusut tuh aflikator ini

          10
          1
      • 16 September 2020 - (23:28 WIB)
        Permalink

        Bukan nya ceroboh, sy sudah konfirmasi customer yg di Springhill beliau tidak mau keluar malah driver harus menitipkan pesanan nya di lobby (customer adalah raja).

        Untuk paket yang hilang itu info dr grab tadi siang setelah artikel ini terbit tidak ada asuransi dan tidak ada penggantian.

        2
        2
        • 17 September 2020 - (07:22 WIB)
          Permalink

          Miris yah, yg seperti ini namanya bukan kemitraan, tapi penghisapan sosial. Karena pihak korporasi hanya mau untungnya saja, tapi tidak mau menanggung bersama risiko yg dihadapi driver. ☹️

      • 17 September 2020 - (06:57 WIB)
        Permalink

        Mohon maaf nih sebelumnya buat pak Aruna. Anda tidak bisa menyalahkan pihak driver. Bukannya saya membela driver tapi saya pernah berada diposisi driver. Pak Aruna tidak tau kan rasanya antar 6 paket yang ukurannya besar besar. Boro boro pihak grab kasih bantuan ke driver berupa tas yang ukurannya besar juga seperti kurir ninja express. Pihak grab taunya cuma cuan doang. Mitra lagi apes ga pernah ditolong.

        Driver ini juga sebenernya lebih beruntung. Karena saya pernah dapat cerita dari driver lain. Bahkan dia kehilangan 5 barang paketannya saat dia pick up barang yang ke 6. Lokasinya di depan wtc mangga 2.

        1
        2
        • 17 September 2020 - (07:15 WIB)
          Permalink

          Drivernya parkir dmn???sy juga pernah bawa barang yg besar2…kalau barang d tinggal d motor y salah pakde…Kan barangan bapak itu tinggal 2…knp g mau d bawa atau titip k security…pintar2 lah kalau bekerja…bukan ngajarin tapi kasih tau…saya juga driver sameday g punya tas atau apapun itu lah…

          6
          5
      • 18 September 2020 - (11:15 WIB)
        Permalink

        Untuk driver,mungkin ceroboh dan lagi apes,anda tidak usah berharap lebih ke grab,jelas tdk diganti,lebih baik sabar,cari kerja ,ngegrab cuma sementara…mau ngojek sampe tua?saya punya aplikasi driver saya matiin….mereka operaror ibarat manis sepah dibuang…

    • 16 September 2020 - (13:13 WIB)
      Permalink

      Kalau harus dibawa semua ky nya tidak bisa DECH… Maaf tangan manusia hanya 2 sedangkan untuk barang/paket nya lumayan tidak bisa masuk tas.

      • 16 September 2020 - (17:58 WIB)
        Permalink

        1. Bapak ini cukup ceroboh meninggalkan tanggung jawab nya. Semestinya ada inisiatif untuk negosiasi dengan customer agar dapat bertemu tanpa meninggalkan barang yang lain. Saya paham beberapa customer memang brengsek sok kaya raya mentang² tinggal di gedung ga mau capek² turun.
        2. Customer nya brengsek ga mau nyamperin aja. Entah ini bener atau tidak, sepertinya bapak ini harus banget nyamperin dan terpaksa meninggalkan barang yg lain karena hanya punya dua tangan seperti kita semua. Seperti si customer.
        3. Polisi nya brengsek, ngga ada itu hukum mengatur hilang hari ini ganti hari ini. Ceritanya bakal beda kalo ada pihak yg mendampingi bapak ini.
        4. Semoga bapak baca point 4 ini, biasanya pihak marketplace memberikan asuransi kepada customer selama barang dalam perjalanan pak. Jadi hal ini harus dipastikan dulu karena pihak customer ini, jika dia mengasuransikan barang nya, maka dia menerima keuntungan 2x lipat dengan merugikan bapak. Perlu diperiksa kembali.
        5. Pihak grab sepertinya tidak akan bertanggung jawab penuh mengingat ini terjadi tidak lepas dari kecerobohan driver.

        Bagaimanapun kecerobohan bapak ini, menurut saya customer perlu lebih bijak menyikapi masalah dan menerima permintaan keringanan bapak ini. Toh dia sudah meminta nya. Tapi ini Jakarta, wajar bila orang orang tidak mudah percaya.

        Saya cuma bisa nyumbang masukan di atas, dan berdoa. Semoga bapak dimudahkan urusannya. 🙏

        • 16 September 2020 - (23:31 WIB)
          Permalink

          Bukan nya ceroboh, sy sudah konfirmasi customer yg di Springhill beliau tidak mau keluar malah driver harus menitipkan pesanan nya di lobby (customer adalah raja).

          Untuk paket yang hilang itu info dr grab tadi siang setelah artikel ini terbit tidak ada asuransi dan tidak ada penggantian.

      • 17 September 2020 - (07:19 WIB)
        Permalink

        Kan barang tinggal 2 pak….Kan antar barang ke-5,,yg ilang paket ke6…dibawa aja kok susah… setidaknya titip d pos security pakde…saya juga driver sameday…g pernah tinggalin barang d motor…klo ilang y salah saya sendiri…banyak solusi pakde…intinya klo d tinggal d motor y jelas salah driver…

  • 16 September 2020 - (10:49 WIB)
    Permalink

    Masya Allah,,,yg sabar pak,,,,moga segera diganti Allah dengan yg lebih besar. Aamiin. Bulan lalu sy juga ketipu transaksi online sebesar Rp 2.202.000. Saya berdoa dan saya pasrahkan semua sama Allah. Saya mendoakan pelakunya agar disadarkan.
    Alhamdulillah di bulan September ini sy dapat ganti dgn mendapatkan kartu pra kerja dengan nilai rupiah yang lebih besar.
    Tetap semangat bekerja, terus beribadah, tambahin dgn sholawat dan sedekah . Tetapi tetap cecar cs grab agar ada solusi juga dari grab. Demikian.

  • 16 September 2020 - (11:32 WIB)
    Permalink

    Maaf, saya serius gak ngerti, jadi coba saya tanya: itu memang prosedurnya bisa ber-paket2 di-pickup sekaligus semuanya, baru kemudian setelah semuanya terkumpul, baru diantar 1 1? Jadi bukan pickup 1 antar 1 demikian seterusnya?

    Sekali lagi, saya nanya ini karena saya gak ngerti & gak tahu. & saya bukan menyalahkan driver, apabila ybs memang mengikuti prosedur dari perusahaan.

    Soalnya kalau memang betul seperti itu prosedurnya, kan yah memang rawan bagi si driver untuk kehilangan barang di tengah perjalanan.
    Ya kali setiap x berhenti parkir & masuk ke lobi semua barang yang belum sempat terantarkan mesti dibawa juga seluruhnya masuk lobi? Apa memang begitu prosedurnya?

    & yang jelas & adil & seharusnya memang: kalau sudah terbukti bahwa driver tidak melakukan kesalahan & telah berbuat sesuai prosedur perusahaan, sudah selayaknya perusahaan juga menolong & melindungi driver *kalau memang bener ybs sudah berbuat sesuai prosedur* & tidak nyolong sendiri barang tersebut.

    • 16 September 2020 - (13:10 WIB)
      Permalink

      Untuk order paket grab sameday maupun Gojek sameday memang prosedur nya seperti itu. Pickup barang dahulu semua, setelah di ambil baru di antar sesuai alamat masing-masing. Kecuali paket grab instan/Gojek instan tidak ada penumpukan paket.

  • 16 September 2020 - (15:00 WIB)
    Permalink

    waduh pak sudah dipastikan belum pihak dirugikan sudah menyelesaikan pesanan diaplikasi (barang sudah diterima)? kl misalkan belum bisa jadi dia komplain pesanan dan masalah belum selesai.

  • 16 September 2020 - (17:47 WIB)
    Permalink

    Seblumnya saya mau tanya. Apakah benar harga barang tersebut nilainya segitu. Apa sampean tidak mencoba tanya kepada pengirimnya? Karena di cerita Anda, tidak menjelaskan komunikasi Anda sama si pengirim.

    Yang sabar yah pak. Allah tidak tidur kok.

    • 16 September 2020 - (23:34 WIB)
      Permalink

      Untuk pengirim nya sudah bekali” di TLP tidak di angkat. Sudah coba WA tidak di baca. Untuk penggantian sebesar itu sudah di pastikan sesuai dengan yg tertera di aplikasi shopee pelanggan

  • 17 September 2020 - (00:42 WIB)
    Permalink

    Banyak orang yang berkomentar bahwa anda Ceroboh, namun anda merasa tidak Ceroboh.

    Meskipun banyak alasan ini itu yang bisa anda jelaskan dan masuk akal, namun nyatanya barang customer jauh dari pengamanan dan hilang.

    Untung untung barang customer yang hilang itu bukan termasuk barang langka, edisi terbatas, atau barang yang memiliki kenangan manis. Bila sejenis itu, sudah pasti kehilangan itu tidak bakal bisa tergantikan dengan nominal uang. Dan ceritanya akan semakin panjang karena anda wajib menemukan barang yang hilang sampai dapat.

    Walaupun demikian, masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan, karena untung saja bukannya motor yang hilang, sehingga anda masih bisa mengumpulkan rejeki lagi.

    Sehubungan dengan tidak adanya asuransi dan tidak ada penggantian kerugian dari Grab, maka anda harus memikirkan kembali dana Talangan teman grup yang sudah terpakai. Apakah mereka semua rela uang itu di ikhlaskan untuk anda. Atau anda wajib mengganti dengan cara di angsur.

    Mungkin saja memang benar anda tidak ceroboh namun anda kena Apes. Seringlah berdoa agar apa yang anda kerjakan selalu dalam LindunganNya.

    • 17 September 2020 - (07:08 WIB)
      Permalink

      Maaf nih yah pak Muhammad. Anda tidak tau rasanya jadi kurir Grab Sameday. Menurut saya driver memang benar tidak melakukan kecerobohan. Coba pake logika anda, bawa 6 barang dan diantarkan ke 6 lokasi berbeda, terus kalo barangnya ukurannya besar ditaro dimana? Otomatis ditaro diatas jok dan diiket. Ga mungkin dong saat diantarkan ke apartemen semua barangnya dilepas iketannya terus digendong sampe di depan respsionis apartemen.

      Duh ga tau rasanya jadi ojol berasa jadi orang serba tau

      GAK ADA OTAK

      1
      1
      • 17 September 2020 - (07:25 WIB)
        Permalink

        Maaf ni Baitul…ane jg driver sameday…baca bener2 donk…itu dia tinggal 2 barang aj…yg ilang barang ke6…UD hukumnya kalau barang g boleh d tinggal d motor bos…Semua driver jg tau itu….kalau g bs d bawa y titip pos security jg bisa atau titip tempat lainnya jg bisa(g harus d gendong kemana2)…jgn merasa Anda doank driver sameday…
        Kalau semua barang d gendong kemana kayak Lo berarti lo
        *Gak ad otak*

        2
        1
      • 17 September 2020 - (09:31 WIB)
        Permalink

        Kata kata anda itu lebih cocok buat yang nyuri barang itu mas.

        Pencuri itu terlalu tega, orang susah kok tetap di zolimi juga.

        Yang sudah bersumbangsih mengumpulkan dana talangan. Walaupun itu tetap Harus di ganti lagi, namun sudah tercatat besar pahalanya karena bersifat penyelamat orang yang terzolimi.

        Ini hanya sekelumit resiko dalam mencari rizki yang halal, ujian banyak banget, pantaslah setiap tetes keringat pencari rizki halal mengandung pahala yang luar biasa.

        1
        1
    • 17 September 2020 - (22:18 WIB)
      Permalink

      Buat para pemain sameday sekiranya dpt anteran ke gedung ,terus csnya kaga mw diajak kerja sama mending return balik aja ke seller ,ingat segala kehilangan apa pun alasannya pihak aplikator mah lepas tangan

  • 17 September 2020 - (03:13 WIB)
    Permalink

    Apa ini pak muhammad yang sering ceramah buat hci?
    Kalo memang iya pak muhammadnya,gak ceramah lagi ya pak?

  • 17 September 2020 - (09:34 WIB)
    Permalink

    Ini sebuah kecerobohan yang harus ditanggung semdiri..gak bisa grab disalahkan karena hampir setiap saat grab selalu mengirim pesan mengingatkan mitranya untuk selalu berhati – hati dengan paket kirimannya..kalo tidak memungkinkan untuk dijaga maka titiplah paket 6ang masih ada ke satpam atau tukang parkir atau ambil paket sesuai sop grab baik ukuran maupun beratnya..diluar itu kalo ada kehilangan atau kerusakan maka driver harus bertanggung jawab sama paketnya..INI ADALAH KECEROBOHAN DRIVER JADI GRAB GAK BISA DISALAHKAN..kalo anda driver sejati maka pasti sudah tahu resiko hilang kalo paker ditinggal tanpa penjagaan..

  • 17 September 2020 - (22:42 WIB)
    Permalink

    Sy tw memang kondisi sedang sulit dan susah… Lapangan kerja sangat.. Sangat. .sangat susah…. Cmn saran saya segeralah tinggalkan kemitraan dgn grab… Begitupun dg sy adalah mitra grab dan pemain sameday… Tpi semakin kesini grab bkan memitrakan mitranya sebagai manusia tpi lebih ke komoditi perusahaan saja… Mw y jalanin salah y buang, tdk peduli kondisi sebenarnya seperti apa… Dri penangan masalah, argo, aturan, kebijakan, yg tdk transfaran dan sulit di ikutin ritmenya untuk sumber penghasilan…niat lilahitala keluar dri rumah nyari rizki buat keluarga tpi kenyataan di lapang anyep, dpt rame 1-2hari doang itupun dg tdk manusiawi argonya.. Sisanya anyep… Beda dg grab dlu… Utk saat ini dan semoga seterusnya mudah2an sy bsa lepas dan tdk tergantung lgi sbgai mitra grab… Meskipun jujur kehidupan sy tambah sulit sekarang dg kondisi covid tpi ttp dg komitmen saya… Sy tdk mw lgi bermitra dg grab…

  • 18 September 2020 - (06:11 WIB)
    Permalink

    potongannya aja yang gede buat asuransi lah buat inilah buat itulah kenyataannya ketika mitranya menghadapi suatu permasalahan pihak grab malah cuek cuek saja jadi ya itulah aplikasi grab bisa kita lihat sendiri. Grab parah

 Apa Komentar Anda mengenai Grab Indonesia?

Ada 33 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Pelayanan Grab terhadap Mitranya

oleh Rahmat Hidayat dibaca dalam: 2 min
33