Pembayaran di Lazada Ditahan dengan Alasan Tidak Jelas, Hati-hati Bagi Seller!

Perkenalkan nama saya Dessy Lestari. Saya adalah seller di Lazada dengan nama MANJI WATCH. Saya baru berjualan di Lazada selama 1 bulan saja. Awalnya di minggu pertama lancar, uang hasil jualan saya sebesar Rp1.102.000 sudah dibayarkan. Namun masalah muncul di hari-hari berikutnya, pembayaran saya periode 5-11 Oktober 2020 tidak dibayarkan sampai batas harinya.

Saya komplain ke live chat Lazada seller center dan saya disuruh menunggu sampai hari Rabu 14 Oktober 2020. Namun di tanggal 14 Oktober 2020 juga tidak ada pembayaran. Saya chat lagi dan jawabanya hanya standar, mohon maaf dan mohon menunggu sampai tanggal 17 Oktober 2020.

Karena tidak ada kejelasan juga, saya chat lagi dengan komplain keras. Akhirnya saya mendapatkan email tanggal 17 Oktober yang berkata mohon menunggu 2×24 jam akan diberikan informasi/dibayarkan hasil penjualan saya. Namun setelah saya tunggu sampai 19 Oktober 2020 gak ada juga pembayaran juga. Saya chat lagi ke partner agent-nya dan mereka berjanji akan membayarkan di hari Selasa maksimal pukul 23:59 20 Oktober 2020.

Akan tetapi sampai tanggal 21 Oktober 2020 pembayaran saya di periode 5-11 Oktober dan 12-18 Oktober tidak dibayarkan dan tidak ada email kejelasan dari mereka.

Saya chat lagi, akun saya semua normal, tapi tiba-tiba di pukul 11:50 sehabis saya marah-marah dan komplain, akun saya langsung ditutup oleh mereka dengan alasan melanggar kebijakan dan saya gak bisa live chat dengn mereka lagi. Saya email di email sebelumnya juga gak ada balasan. Rincian semua dana saya yang ditahan Rp4.911.000 sampai saya menulis surat terbuka ini gak ada kejelasan dari pihak Lazada.

Jika ada yang membaca ini dan berjualan di Lazada, hati-hati saja karena ini bisa menimpa kalian. Akun dinonaktifkan saat pembayaran masih tertunda. Sangat aneh dan sangat tidak bagus pelayanan Lazada. Bahkan mereka gak ada nomor telpon yang bisa dihubungi, email tidak pernah dibalas dari tanggal 13 Oktober sampai 21 Oktober, sama sekali gak ada balasan dari pihak Lazada.

Hati-hati buat seller dan pembeli juga! Hati-hati Lazada sangat buruk pelayananya dan prosedurnya sangat tidak jelas!

Dessy Lestari
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Lazada Indonesia:
[Total:36    Rata-Rata: 3.1/5]
Tanggapan Lazada atas Surat Ibu Dessy Lestari

Redaksi yang terhormat, Menanggapi surat pembaca di Media Konsumen tertanggal 22 Oktober 2020, mengenai “Pembayaran di Lazada Ditahan Dengan Alasan...
Baca Selengkapnya

Loading...

83 komentar untuk “Pembayaran di Lazada Ditahan dengan Alasan Tidak Jelas, Hati-hati Bagi Seller!

  • 22 Oktober 2020 - (10:11 WIB)
    Permalink

    Klaim yang diajukan kurang begitu lengkap sis. Mungkin bisa di attach detail pesanannya, meliputi no pesanan, akun yang memesan, dan alamat pemesanan. Karena kita juga salah satu penjual di Lazada yang sudah aktif berjualan selama 3 tahun di toko kami https://www.lazada.co.id/shop/xplod-clothing
    tetapi belum pernah ada kendala seperti yang dijelaskan diatas.

    Tuduhan “melanggar kebijakan” itu luas sekali cakupannya, bisa meliputi duplikasi iklan, pesanan palsu, penggunaan lebih dari 1 akun dll. Nanti pasti dijelaskan oleh pihak Lazada.

    Sebagai informasi Lazada adalah platform dengan sistem deteksi FRAUD paling canggih dibandingkan dengan platform marketplace lainnya seperti Shopee dan tokopedia. Indikasi pesanan palsu dan praktek – praktek menyimpang di Lazada akan mendapatkan pinalti keras yang akan berujung pada per-nonaktifan akun seperti disebutkan diatas.

    2
    18
    • 22 Oktober 2020 - (14:18 WIB)
      Permalink

      Ya seharusnya ada penjelasan antara ke dua blh fihak…hingga gak ada misskom sprti ini…

      3
      2
    • 22 Oktober 2020 - (16:35 WIB)
      Permalink

      mudah2an bentar lagi anda mengalaminya, jangan sok, yg udh 5tahun aja juga bisa begitu, apa lagi baru 3tahun belum tau aja

      5
      1
      • 22 Oktober 2020 - (17:44 WIB)
        Permalink

        Saya dulu pernah mengalami kejadian serupa. Pembayaran ditahan oleh Lazadut dengan alasan ada transaksi mencurigakan. Saya minta bukti mereka tidak bisa buktikan. 2 bulan kemudian baru mereka bayar setelah komplain berkali-kali.
        Hati-hati kalau mau jadi partner Lazadut. Harus kuat modal dan mental

        • 23 Oktober 2020 - (00:18 WIB)
          Permalink

          Saya sudah 3 tahun Jualan belum pernah kejadian seperti ini, 3 akun saya semuanya normal

          1. coba cek pengembalian barangnya biasa pelangaran paling banyak disana mas

          coba cek juga produk yang mas jual, sekarang lazada udah mulai ketat klo kita jual barang bermerk tapi kita gak punya legalitas/surat ini berjual kita bisa kena pidana..

          Rekan saya kena pidana dan dituntut oleh pemilik brand/merk, tuntutannya lumayan hampir 100jt, ciri2nya sama awal akunnya gak terima pembayaran mingguan, 1 minggu jalan tiba2 akun nya diblokir, 2 minggu kemudian workshopnya didatengin polisi, pihak lazada dan pihak dari brand tsb

          Alasan kenapa akun diblokir supaya kita gak bisa ngerubah kontak dan alamat

          coba cek dulu mas, mas yakin gak ngelanggar
          semua tertulis dikebijakan saat awal mendaftar

          3
          1
          • 23 Oktober 2020 - (20:12 WIB)
            Permalink

            Bisa tahu seluk beluk dan aturan kepemilikan merk?

      • 22 Oktober 2020 - (19:16 WIB)
        Permalink

        namanya orang gan hahah taudeh dia orang dalem apa bukan , pake sok sok ngomong sistem fraud paling canggih gatau aja banyak seller yg kaya kita di giniin hahaha

        3
        2
        • 25 Oktober 2020 - (10:39 WIB)
          Permalink

          “Seller yg kaya kita diginiin” bagaimana maksudnya ? kita juga Seller Lazada yang aktif berjualan sampai hari ini. Bahkan link toko kita sudah kita sertakan diatas dan bisa dibuka oleh siapapun yang aktif di Forum ini. Coba dibaca lagi komentar dari Seller lain yang lebih berpengalaman, mereka memahami peraturannya, kemungkinan kasusnya, dan kasus – kasus lain yang berhubungan dengan Lazada.

          Seperti kasus ongkir 46jt ke Papua kemaren yang ternyata adalah kesalahan Seller dalam menginput berat di Sistem. Sistem Lazada menggunakan satuan KG sedangkan sistem di marketplace lain menggunakan satu GRAM yang akhirnya mengharuskan Penulis menulis surat klarifikasi sebanyak 3x..
          https://mediakonsumen.com/2020/10/07/surat-pembaca/permasalahan-saya-diselesaikan-dengan-baik-oleh-lazada

          Kami adalah marketplace spesialis yang menjual produk di berbagai platform marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Kami menuangkan seluk beluk berjualan di marketplace dan e-commerce di website kami buah dari pengalaman di bidang ini sejak 2013
          http://xplodcompany.com/category/xplod-techno-corp-seo-expert-internet-marketing-di-solo/marketplace-spesialis-seluk-beluk-marketplace-dan-ecommerce-indonesia/

          Senada dengan komentar Anda dibawah kami, bahwa berjualan di Toko Ijo dan Toko Orange memang masih memiliki celah yang tidak akan kita ekspose disini. Di Lazada penjual tidak bisa main – main karena sistem pinalti mereka adalah yang paling ketat dibandingkan platform lain. Jika penjual berhasil mengelabui sistem Toko Ijo dan Toko Orange mungkin mereka tidak akan bisa berhasil di Lazada.

          Salam..

        • 25 Oktober 2020 - (13:47 WIB)
          Permalink

          @Oka Rizky

          Apa penyebab toko anda yang baru buka sebulan sudah laris manis seperti itu.?

          Jangan jangan ada sesuatu yang anda akal akali. Begitulah kecurigaan Marketplace.

          Marketplace curiga toko yang cepat Laris Manis padahal baru sebulan buka.

          Transaksi di minggu pertama sukses dan tidak ada masalah karena itu belum terlihat toko anda laris manis.

          Namun ketika terjadi transaksi barang laku berturut turut itulah yang menggambarkan bahwa toko anda Laris Manis.

          Toko baru dengan Modus menaikkan Rating Toko secara instan.

          1. Pembeli adalah orang yang bekerjasama dengan penjual.

          Seolah olah banyak pembeli, ternyata pembeli dan penjual adalah orang yang sama/ bekerjasama.

          2. Pembeli langsung yang anda alihkan pembayarannya di toko online.

          3. Pengiriman Gosend yang terlalu sering. Agar transaksi cepat selesai, rating toko cepat naik.

          4. Barang kw yang tidak di beri kode : grade A1, A+, kw super. Seharusnya barang kw wajib di beri kode berapa level KW nya.

          Hal demikian itulah yang menyebabkan bayaran dari Marketplace di Pending, agar Toko baru ini tidak gencar lagi melakukan akal akalan nya.

          Akun yang di nonaktifkan (saat pembayaran belum di terima) tidak ada hubungannya dengan itu, bisa jadi hal tersebut terjadi karena efek seller yang terlalu berambisi meminta uang nya di kirim dengan segera, padahal itu adalah hukuman yang wajib ditunggu.

          Bagi anda (toko baru) yang pembayarannya pending. Harus menunggu dengan sabar. Jangan berambisi seperti pada kasus ini yang malah akhirnya akun di nonaktifkan sementara.

          • 25 Oktober 2020 - (14:19 WIB)
            Permalink

            hai , oke disini saya langsung aja ya sebut brand .

            oke saya jual jam tangan original seperti alexandre christie seiko casio dll , bisa di cek toko saya di lapak2 lain di shopee tokped dll ya , kenapa bisa laris manis? semua ada trik dan strategi nya bos , apa iya toko gabisa laris di awal2 buka? kalo soal order fiktif , kan anda mungkin mencium ada order fiktif , oke disini saya jelasjan , semua order saya datang dari seluruh penjuru indonesia , apa iya bisa order fiktif dan akun pembeli berbeda (daftar jadi pembeli harus pakai nomor hp yg berbeda)

            menarik jika anda menanyakan kenapa bisa laris manis , oke disini di dunia marketplace ada namanya iklan di dalam marketplace (produk bersponsor) dan diluar marketplace (google ads) ada juga namanya tipe promosi voucher(gratis ongkir)

            namanya promosi akan mendatangkan traffic , di dalam traffic pasti ada calon pembeli , saat mereka datang ke toko saya mereka melihat barang2 saya (tidak cuma 1-10 barang yg saya jual) dan mereka tertarik dengan gratis ongkir.

            akhirnya mereka membeli produk saya , di dalam marketplace toko yang sering dikunjungi calon pembeli akan mendapatkan exposure yang besar dan membuat produknya ada di atas kolom pencarian dan apalagi toko saya harga nya sangat bersaing maka itu toko saya yang terbilang baru bisa mendapatkan banyak order di sini.

            jika penjelasan saya kurang jelas , anda bisa sreaching di google dengan keyword bagaimana menjadi penjual sukses walaupun masih baru buka toko online.
            disana dijelaskan semua .

            1 lagi , jika anda berfikir begitu seharusnya ada aturan tertulis “bagi penjual baru tidak boleh menerima order lebih banyak dari penjual lama”

            oke?

          • 25 Oktober 2020 - (14:21 WIB)
            Permalink

            oh ya 1 lagi , saya sudah menunggu dengan sabar hasil penjualan saya 1 minggu penuh dan disaat waktu pembayaran tidak dibayar tanpa pemberitahuan apa apa , parahnya lagi di minggu berikutnya masih sama saja tidak dibayarkan , jadi hukum menunggu yang anda jelaskan masih berlaku? thanks

          • 25 Oktober 2020 - (18:43 WIB)
            Permalink

            Nama toko di platform lainnya apa ya ? Mungkin link tokonya nya bisa di attach di forum ini agar kita bisa belajar mengenai teknik mengiklan yang baik dan benar.
            Boleh di attach toko penulis yang ada di Shopee atau toko yang di Tokopedia.
            Terima kasih..

    • 22 Oktober 2020 - (19:13 WIB)
      Permalink

      gini sis , gimana saya mau attch pesanan disini akun saya aja langsung di nonaktifkan , dan ga ada penjelasanya dari mereka sis , sekarang pakai logika aja sis , kalo melanggar kebijakan kenapa dari awal dikasih orderan? kenapa udah 2 minggu pembayaran baru di masalahkan? kenapa ga sebelumnya? paling canggih? banyak sis yg ketipu disisni seller yang kaya saya juga banyak sis lebih banyakin main ke forum2 jualan sis , saya jualan ga baru sis di ijo orange udah 5 tahun lancar jaya.

      update dari mereka pembayaran saya ditahan karena ada pesanan yg dikasih bintag 1 oleh pembeli , masuk akal gak? canggih tuh sistem? pembeli kasih bintang 1 dibekukan uang seller?

      3
      1
    • 25 Oktober 2020 - (13:17 WIB)
      Permalink

      @Xplod

      Marketplace yang terbaik saat ini, adalah Tokopedia dan Shopee. Hanya dua itu saja.

      Bukalapak sejak tahun 2017 sampai sekarang adalah Marketplace terburuk.

      Dan Lazada malah lebih buruk dari Bukalapak.

    • 26 Oktober 2020 - (19:53 WIB)
      Permalink

      paling canggih? wkwkwkkwkwkwkwk.paling banyak korban tuti itu konsumen lazzada.canghih dari mananya tong?

  • 22 Oktober 2020 - (18:09 WIB)
    Permalink

    Langsung datengin aja ke kantor nya kebiasaan kalo begitu tuman emang harus dikerasin kalo dr awal udah sabar menunggu tapi ga ada hasil/kejelasan.itu Hak Bpk/ibu segera urus. Gpp dateng langsung bawa bukti2 nya bilang mau ketemu atasan nya jngn ketemu bawahan nya percuma ga nyambung. Segera di urus jangan entar entar malah ga beres nanti nya. Mereka juga pasti malu dan takut. Dan jngn lupa bikin pernyataan di tanda tangani kedua belah pihak dengan materai 6rb. Semoga membantu dan tidak terjadi hal seperti ini lagi dikemudian hari. Semngat

    • 22 Oktober 2020 - (19:15 WIB)
      Permalink

      ke kantor nya udah di capital place gatot subroto saya udah datang gaboleh naik dengan alasan covid-19 hahaha , mana ada psbb udah ga ada woy , satpamnya ngotot saya gaboleh masuk , saya suruh telpon ke lazada di lantai 20 mereka tetep gamau ketemu , jadi gimana? kan udah ketahuan anehnya

      3
      1
      • 23 Oktober 2020 - (00:31 WIB)
        Permalink

        Apa boleh permasalahan ini saya angkat ke forum seller, siapa tau ada yang bisa bantu disana?

        soalnya mustahil banget diblokir dan dihold payment klo tidak ada masalah.

  • 22 Oktober 2020 - (19:25 WIB)
    Permalink

    alah lazada emang gitu gue jualan dimari ya duit gue 5 juta melayang ditahan engga jelas dengan alasan penyalahgunaan data , gue buat toko 2 disini pake ktp gue semua awal lancar lama2 bayaran gue ditahan gara2 masalah ktp gue sendiri gue mau kesono gatau alamatnya skrg akun gue juga gabisa dibuka , lazada malu woy udha bnyk nih yg komplen sama lo!!!

  • 22 Oktober 2020 - (20:15 WIB)
    Permalink

    Biasanya penyelesaian transaksi terlalu cepat
    Ini biasanya terjadi pada seller baru
    Mereka pasti sangat curiga
    Seller baru kok perputaran uangnya terlalu cepat
    Indikasi gestun bisa juga

    • 25 Oktober 2020 - (14:23 WIB)
      Permalink

      mereka harusnya bisa melacaknya dan memberi bukti mana aja yg transaksi mencurigakan kan canggih sistemnya katanya , tapi ga ada pemberitahuan dan maaf pembeli saya semua berbeda akun dan alamatnya seluruh indonesia.

  • 23 Oktober 2020 - (00:22 WIB)
    Permalink

    Saya sudah 3 tahun Jualan belum pernah kejadian seperti ini, 3 akun saya semuanya normal

    1. coba cek pengembalian barangnya biasa pelangaran paling banyak disana mas

    coba cek juga produk yang mas jual, sekarang lazada udah mulai ketat klo kita jual barang bermerk tapi kita gak punya legalitas/surat ijin berjual kita bisa kena pidana..

    Rekan saya kena pidana dan dituntut oleh pemilik brand/merk, tuntutannya lumayan hampir 100jt, ciri2nya sama awal akunnya gak terima pembayaran mingguan, 1 minggu jalan tiba2 akun nya diblokir, 2 minggu kemudian workshopnya didatengin polisi, pihak lazada dan pihak dari brand tsb

    Alasan kenapa akun diblokir supaya kita gak bisa ngerubah kontak dan alamat

    coba cek dulu mas, mas yakin gak ngelanggar
    semua tertulis dikebijakan saat awal mendaftar

    • 23 Oktober 2020 - (08:01 WIB)
      Permalink

      Wah gawat juga ya. Tapi saya lihatmasih banyak yg jual kw. Mungkin yg punya brand sering sweeping pasar.

      • 24 Oktober 2020 - (00:35 WIB)
        Permalink

        Biasanya tinggal nunggu waktu tim investigasi aja

        penjual sekarang kan pada curang nama produknya apa, gambarnya apa

        klo produk fashion yang saya tau baru merk ripcurl dan vans doang soalnya temen saya yang kena itu jual produk kw dari bandung

        intinya lazada sedang sortir penjual barang2 kw karena dilazada sekarang banyak pemilik brand yang ikut mendaftar ke lazada sebagai official

  • 24 Oktober 2020 - (11:35 WIB)
    Permalink

    brand mah gamungkin masalah ampe gini mas , saya kena kaya gini juga saya jualan brand pasar kok , gimana mau di tuntut emang duplikat , saya jual barang brand asli pasar original .

    kalo mau ngomong begini , ya kenapa ga dari awal aja di blokir? sistem masa gabisa kenalin barang asli atau palsu dari harga aja udah beda hahaha , kenapa harus sampai orderan selesai semua baru di blokir , gitu aja sih logikanya

    • 25 Oktober 2020 - (00:33 WIB)
      Permalink

      Temen Saya Yang kena itu juga sama mas, uang yang ketahan lebih banyak, yang harusnya terbayar itu 85jt lebih itu belum termasuk barang yang masih dalam pengiriman

      tapi semua dibalikin lagi kok mas katanya

      klo untuk barang saya no comment saya kurang ngerti juga, mungkin temen saya lagi apes atau sipemilik brandnya yang cemburu

      • 25 Oktober 2020 - (12:38 WIB)
        Permalink

        betul kalo memang produk ga sesuai merek dan gambar mungkin bisa dibilang pelanggaran , tetapi jika sesuai? dan tidak dibayarkan dan tiba2 di bekukan? tanda tanya dong hehehe , dan bila memang ada tak sesuai pembeli bisa mengajukan pengembalian dan sampai 7 hari kedepan setelah barang diterima dan itu tidak masalah dan tidak akan masuk ke akun pembayaran penjula kan , kenapa sampai bisa uang ditahan dan ga ada kejelasan?

    • 25 Oktober 2020 - (10:52 WIB)
      Permalink

      Gak mungkin gimana ? Negara kita sedang berperang melawan pelanggaran HKI atau Hak Akan Kekayaan Intelektual kog. Untuk melindungi pemilik Brand UMKM atau Brand Lokal, pendaftaran hak paten digratiskan dan dipermudah. Marketplace dan E-Commerce juga pasti berperan dalam menjaga hak paten dan originalitas sebuah produk. Apalagi Brand luar negeri kebanyakan punya OFFICIAL STORE di platform Marketplace dan E-Commerce.

      Marketplace dan E-Commerce itu bekerja dengan Sistem UGC gan atau USER GENERATED CONTENT, sistem itu akan bekerja dengan menindak sebuah produk atau iklan berdasarkan laporan dari pembeli atau pengguna. Semua platform teknologi menggunakan sistem itu baik Marketplace, E-Commerce bahkan Sosial Media.

      Perhatikan sosial media seperti FB, Twitter, Youtube, dll apakah mereka akan memblokir sebuah postingan ? Tidak.
      Mereka menghapus dan menurunkan sebuah postingan berdasarkan laporan. Begitu juga di Platform Marketplace dan E-Commerce.

      • 25 Oktober 2020 - (12:35 WIB)
        Permalink

        hai xplod yang terhormat , mohon maaf saya jualan adalah brand jam tangan yang sangat banyak dijual oleh semua marketplace di indonesia dan emang pasar umum , kalo anda berpikiran seperti itu jadi buat apa ada marketplace? cuma untuk pemilik brand resmi? yang lain gaboleh jual produk yang sama? kalo begitu namanya bukan marketplace lagi namanya yaaa oficiall store produk A atau B contoh ada orang jual PLAYSTATION 4 itukan brand dari sony kalo pikiran anda seperti di atas orang lain gabisa jualan produk dari sony? dan harus ada izin atau kerja sama dengan sony langsung? , namanya marketplace penjual bebas menjual barang apapun kecuali barang palsu dan berbahaya ,dan anda kayaknya mengerti betul dengan sistem dalamnya lazda anda pekerja disana? kalo iya , tolong saja sampaikan ke atasan anda masalah ini ya , jangan cuma jadi akun samar2 mau kasih klarifikasi tapi ga mau mengatas namakan LAZADA , sudah banyak kasus seperti saya disini , jika memang saya ada pelanggaran kenapa saya ga menerima email sebelumnya? kenapa sebelum tidak dibayarkan selama 2 periode saya masih bisa menerima order? dan steatment anda mengenai SISTEM LAZADA yang canggih , jika canggih pasti tidak sampai 2 minggu permasalahan saya berlarut2 heheh , kalo anda cuma melihat SOP di tempat anda bekerja (LAZADA) akan beda dengan SOP di marketplace lainya sangat berbeda.

        • 25 Oktober 2020 - (12:43 WIB)
          Permalink

          Komentar kita bukan ditujukan kepada Anda, melainkan kepada Sdr. Ferry sebagai tanggapan atas komentar Sdr. Panda terkait kasus “Rekan dari Sdr. Panda” yang kena kasus terkait BRAND

          Coba dibaca komentar pengguna lain secara lengkap dan tetap berpikiran jernih dalam menanggapi. Karena forum ini juga bisa digunakan untuk berkomentar dan menanggapi komentar dari akun lain..Terima kasih…

          • 25 Oktober 2020 - (12:50 WIB)
            Permalink

            saya juga menanggapi komentar itu kok , jadi sampaikan saja salam saya dengan atasan anda di lazada ya semoga uang saya dibayarkan dan cepat selesai , dan oh ya suruh balas email saya seenggaknya ya telpon saya ya , semoga dengan kehadiran anda anda bisa memberi tahu banyak sekali yg kecewa ke lazada .

  • 25 Oktober 2020 - (13:14 WIB)
    Permalink

    Memang sulit mengedukasi seseorang dengan pikiran yang tertutup. Meskipun sudah dijelaskan berkali – kali tetap mengedepankan opini yang tidak beralasan. Pembaca bisa menyimpulkan sendiri mengenai kredibilitas akun yang besangkutan. Salam..

  • 25 Oktober 2020 - (13:21 WIB)
    Permalink

    Menurut saya, komunikasi yang lancar & kondusif antara korporasi (marketplace) & user (seller/buyer) itu sangat penting.

    Jadi:
    1. Kalau marketplace “menghukum,” ngomong yang JELAS & LENGKAP & TRANSPARAN lah, supaya user bisa ngerti dengan jelas di mana salahnya, & sebaliknya kalau perlu bisa dengan gampang memberikan bukti2 pembanding.

    2. Kalau user bertanya, dijawab lah dengan serius & bener2, jangan sekedar copas, karena setiap permasalahan user itu UNIK. Mungkin ada mirip2nya, tapi umumnya tidak 100% sama dengan masalah user lain.

    3. Jangan “mentang2” ada MK ini, lalu kemudian user yang suratnya tayang di MK jadi “dapat prioritas” ketimbang user yang komplen2 via CS (PADAHAL INI KAN JALUR YANG RESMI) tapi tidak/belum nulis surat.

    4. Jangan juga kemudian “memanfaatkan pihak ketiga” (contohnya MK ini) sebagai saluran komplen dari user. Kalau begitu kenapa gak sekalian aja marketplace bilang “CS via surat di MK.”

    5. Bagi para jubir marketplace yang entah dengan sukarela ataupun tidak rajin balas komen, lebih solutif kalau Anda mendorong/memotivasi marketplace untuk melaksanakan “KOMUNIKASI yang lancar & kondusif” seperti yang saya tulis di atas, khususnya juga poin nomor 1 s.d. 4.

    Catatan: saya 100% buyer & 0% seller, saya pelanggan marketplace sebelah & seumur hidup kira2 cuma 1 x mampir di marketplace ini, saya SADAR bahwa user (buyer/seller) ada yang curang/melanggar baik sengaja maupun tidak, tapi inti yang saya omongkan cuma 1: saya merasa bahwa mayoritas/semua marketplace TIDAK membangun KOMUNIKASI yang baik dengan user-nya, & lebih melakukan pendekatan atasan yang otoriter terhadap bawahannya alias “pokoknya gua bilang elu melanggar, elu cari sendiri pelanggarannya yang mana, elu gak layak gua beri tahu (atau jangan2 gua juga gak tahu pasti apa pelanggarannya wkwkwk); kalau gak puas, bikin aja surat di MK, siapa tahu entar lebih dapat tanggapan.”

    Di mana kemudian, ketika akhirnya surat tayang di MK & akhirnya marketplace mengaku “melakukan kesalahan terhadap user,” ending-nya selalu bikin surat tanggapan resmi (yang sebetulnya banyak copas nya juga) di mana di bagian paling bawah pasti ditulis: silakan user menghubungi CS via e-mail, telepon, sosmed bla bla bla.
    Lah justru karena CS tidak solutif, makanya muncul surat di MK tersebut.

  • 25 Oktober 2020 - (13:34 WIB)
    Permalink

    Lho kog jadi ngalor – ngidul kemana – mana ? Hahaha..
    Anda pribadi tidak punya permasalahan dengan akun dan marketplace, tetapi rajin berkomentar di ranah marketplace dan e-commerce di Forum ini.

    Mungkin lebih bijaksana kalo kasus yang hubungannya dengan pengguna selaku PENJUAL atau SELLER, ditanggapi oleh PENJUAL jg. Karena Hak dan Kewajiban pengguna selaku PENJUAL dan PEMBELI cukup berbeda. Apalagi Anda mengkonfirmasi bahwa Anda “100% Buyer dan 0% Seller” yang jelas pemahaman Anda di ranah SELLER 0

    1
    2
    • 25 Oktober 2020 - (13:48 WIB)
      Permalink

      Karena saya 100% buyer, saya punya “permasalahan” dengan marketplace secara umum, seperti yang saya tulis di komen tersebut
      & menurut saya, komen saya “tidak ngalor ngidul,” karena isi surat menunjukkan bahwa memang tidak ada komunikasi yang baik.

      Memang pemahaman seller saya 0. Lalu apa kemudian tidak boleh saya usul ke marketplace untuk lebih berkomunikasi terhadap seller maupun buyer?
      Kecuali Anda sudah berasumsi bahwa isi surat tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, bahwa marketplace sudah memberitahukan dengan jelas apa kesalahan seller, tapi seller aja yang tidak mau terima & kemudian bikin heboh di MK ini…

      & seperti Anda juga pernah tulis di komen Anda di atas, forum ini bebas berkomentar, khususnya terhadap ISI SURAT.

      Saya bukan “tidak punya permasalahan.” Saya kuatir “tidak” itu adalah “belum,” seperti yang sudah saya jawabkan terhadap komen Anda di sebelah.

      Harap Anda pun juga bisa membaca komen dengan jernih, & melihat usul yang diberikan penulis komen itu berguna atau tidak bagi kepentingan umum bersama, ketimbang cuma memandang dari 1 pihak saja.

      • 25 Oktober 2020 - (14:13 WIB)
        Permalink

        @Samuel Wijaya

        Komenan anda memang berisi, tapi bahasnya terlalu melebar kemana mana.

        Bener yang di sebut @Xplod, bahwa anda itu ngalor ngidul.

        • 25 Oktober 2020 - (14:43 WIB)
          Permalink

          Hai, ketemu lagi di sini.
          Ketimbang Anda respon ke saya, apa tidak lebih baik Anda melakukan hak jawab ke komen Anda yang menuduh seller/penulis berlaku curang.
          Sudah dijawab tuh.
          Silakan dibalas ulang.

      • 25 Oktober 2020 - (18:37 WIB)
        Permalink

        Boleh gan memberikan usulan asal waktu dan tempatnya sesuai. Di Surat Pembaca ini kasusnya adalah Seller dari Lazada. Sebagai salah satu individu paling aktif di Forum ini seharusnya sudah bisa menyimpulkan bahwa apabila kasusnya benar dan ada kesalahan dari pihak marketplace akan diberikan tanggapan dalam waktu dekat.

        Terkait tanggapan yang diberikan merupakan bentuk komunikasi pihak marketplace dengan akun yang bersangkutan dan tidak untuk konsumsi publik. Meskipun begitu ada beberapa tanggapan yang di ekspose di Surat Pembaca dibawah ini

        https://mediakonsumen.com/2020/10/23/tanggapan/tanggapan-lazada-indonesia-atas-surat-pembaca-bapak-arlan

        https://mediakonsumen.com/2020/10/04/surat-pembaca/respon-telepon-dari-lazada-atas-surat-saya

        Jika memang klaim dan kasusnya benar tentang adanya “Pelanggaran” yang tidak bisa dibuktikan oleh Lazada pasti nanti akan ditanggapi. Ditunggu saja dalam beberapa hari ke depan..

        • 25 Oktober 2020 - (19:09 WIB)
          Permalink

          maaf saya tdk mau promosi di forum ini hehehe jadi gausah cantumkan nama toko lain dan saya juga masalah di lazada aja , teknik promosi yang baik? sudah umum pasang iklan dimana banyak tempatnya , toh bapak sudah berjualan 3 tahun kan? sudah pasti taulah cara pasang google ads dan ads2 yang lain hehehe , jika belum bisa kontak saya kok di 088211234658 nanti saya ajari sampai bapak xplod mengerti

          • 25 Oktober 2020 - (21:05 WIB)
            Permalink

            Lho bagaimana ? kan bisa dilihat oleh khalayak ramai nanti mengenai tokonya di platform lain seperti Shopee dan Tokopedia. Agar bisa dinilai secara terbuka mengenai kredibilitas toko penulis. Seperti dugaan, mungkin ada indikasi “Pelanggaran” juga di Marketplace Ijo dan Orange ya ? Hahaha..

            Toko kami bisa dilihat kog
            di Shopee https://shopee.co.id/xplodcompany
            di Lazada https://www.lazada.co.id/shop/xplod-clothing/
            dan tokopedia https://www.tokopedia.com/xplod-cloth

            Mungkin maksudnya Lazada Ads ya, bukan Google Ads karena 2 perusahaan itu jelas berbeda. Jujur kita tidak tahu cara Lazada Ads untuk bisa efektif. Kita juga menggunakan Tokopedia Ads, dan Shopee Ads tetapi belum maksimal. Mungkin bisa di Share nama tokonya di Tokopedia dan Shopee agar bisa kita pelajari..

  • 25 Oktober 2020 - (14:49 WIB)
    Permalink

    inti kronologi nya :

    saya buka toko baru dilazada pada bulan 09-2020 , saya menjual jam tangan original alexandre christie dll , yang mana semua penjual di marketplace menjual brand itu jadi ga ada permasalahan (kekayaan intelektual) karena brand ini adalah brand pasara umum bukan pribadi .

    di pembayaran pertama pembayaran saya di bayar sesuai jadwal , dan saya tetap berjualan dengan menambah SKU di lazada (dan tidak ada masalah)

    pada awal oktober 2020 , saya mulai banyak orderan karena saya memakai google ads dan produk bersponsor di produk saya dan itu dinamakan iklan berbayar , saya mengirim orderan dengan tepat waktu , di tanggal 13 oktober harusnya saya menerima pembayaran saya periode 5-11 oktober , tapi di tanggal 13 tidak dibayarkan dan esok nya tanggal 14 oktober saya masih belum menerima pembayaran juga , saya melakukan live chat ke agent PSC dan mereka bilang akan dibayarkan paling lambat 14 oktober jam 23:59 oke saya terima dan menunggu .

    sampai di tanggal 14 oktober jam 23:59 belum dibayarkan juga , dan saya melakukan chatt ke agent PSC lagi dan mereka bilang akan di cek lebih dahulu dan meminta bukti mutas rekening saya , dan saya kasih ke mereka dan mereka nyuruh menunggu paling lambat tanggal 15 oktober akan ada penjelasan tapi sampai berganti tanggal 16 oktober masih tidak ada email sama sekali dari lazada.

    17 oktober saya kembali melakukan chat ke psc agent dan mereka masih memberikan jawaban yang itu itu saja “mohon menunggu” , dan akhirnya di jam 20:00 mereka memberi email ke saya yang berisi akan ada kabar lengkap paling lambat 2×24 jam yang berarti di tanggal 19 oktober , di 19 oktober saya tidak juga menerima email.

    di tanggal 20 oktober yang harusnya saya menerima pembayaran periode 12-18 oktober saya juga tidak menerima nya , dan saya me chat agent psc lagi dan saya disuruh menunggu lagi paling lambat 20 oktober jam 23:69 akan dibayarkan sekaligus oke disini saya tenang dan menunggu.

    di tanggal 21 oktober saya juga belum menerima pembayaran dan email sama sekali dari lazada , jadi saya menanyakan kembali ke agent psc dan jawabnaya masih “mohon menunggu” apa pantas setelah seller komplain seperti ini masih saja tidak menerima penjelasan lengkap dan tidak menerima pembayaran? disini kondisi toko saya aktif dan normal , saya juga masih menerima order cukup banyak .

    tanggal 22 oktober saya masih belum menerima email dan pembayaran jadi saya memutuskan tidak mengirim orderan bertotal 19 orderan karna ini sudah tidak jelas , saya chat ke agent psc lagi jawabnya masih tidak jelas dan sangat mengecewakan “mohon menunggu kak sedang di usahakan melakukan pembayaran” “mohon maaf atas ketidaknyamanan yg kakak alami saay ini pembayaran kakak sedang dalam proses pembayaran” saya terus mendesak jika segera di bayarkan setidaknya dijelaskan secara detail kendala yang saya alami dan di pukul 11:50 akun saya di nonaktifkan dan hanya ada email soal penonaktifkan akun saya yg katanya poin pelanggaranya tinggi dan ada pemebrian bintang 1 oleh pembeli dan itu hanya 1 nomor order (tdk ada email sama sekali dari awal saya berjualan sampai dinonaktifkan soal poin pelanggaran yg saya dapatkan)

    dan sampai sekarang tanggal 25 oktober saya tdk ada menerima penjelasan sama sekali dari pihak LAZADA mengenai permasalahan saya dan saya belum menerima HAK SAYA YAITU PEMBAYARAN HASIL PENJUALAN SAYA.

    jika memang LAZADA mempunyai sistem canggih tidak akan berlarut2 seperti ini masalahnya , dan harusnya mengenai pembayaran sepertinya hanya butuh 1 hari saja bukan? di setiap saya chat ke agent psc jawabanya sama saja seperti bot yang sedang bekerja , jika lazada benar dengan apa yang mereka yakini bahwa mereka marketplace yang kompeten mereka akan memberikan penjelasan secara detail dan memberikan solusi bukan hanya diam dan diam saja …

    jadi kesimpulanya memang disini ada komunikasi yang sabgat buruk oleh lazdaa ke seller ditambah tidak ada line telpon yang bisa menghubungkan lazada ke seller .

    mungkin yang membaca ini bisa mengambil kesimpulan dari segala sisi yang ada , dan bagi juru bicara lazada yang menyamar menjadi pembaca di MK bisa memberitahu apa yang terjadi ke atasan mereka.

    • 25 Oktober 2020 - (16:37 WIB)
      Permalink

      @Oka Rizky

      Kesimpulan :

      1. Lazada, marketplace terburuk, lebih buruk dari Bukalapak.

      2. Lazada hampir tidak di toleh pembeli.

      Pembeli yang mampir di Lazada adalah pembeli yang sedang membuka Facebook, secara tidak sengaja melihat iklan barang yang nongol di sisi halaman Facebooknya. Yang iklan itu menggiring mereka ke marketplace Lazada. Jadi, bisa dibilang, kalau tidak ada Facebook, Lazada sudah lama bangkrut.

      Namun untuk pembeli yang memang niat mencari barang, kebanyakan yang mereka buka adalah marketplace Tokopedia dan Shopee. Kedua marketplace itu adalah yang terbaik saat ini.

    • 31 Oktober 2020 - (18:32 WIB)
      Permalink

      Halo kak, utk kasus ini kelanjutannya gimana ya? Apakah dana dibayarkan atau tidak ke rekening ayau masoh ditahan oleh lazada

  • 25 Oktober 2020 - (21:59 WIB)
    Permalink

    lah kan ketahuan sempit wawasan anda , google ads bisa koneksi ke akun apa saja , kok beda? haduh kasian ya? lucu , sok menjadi sok pintar , ini forum pengaduan bukan forum adu pintar sih mas , apalagi showoff toko sendiri , tapi silahkan di lihat yaaa:)

    https://shopee.co.id/grandemaniaonline
    1 aja saya mah gausah pamer banyak2 , harga dan barang bisa anda survey sendiri ada pelanggaran apa saja?

    sudah lihat? bagai saya jual emas anda jual logam .

    he he he he he

    3
    1
  • 26 Oktober 2020 - (11:33 WIB)
    Permalink

    No HP yg di Shopee dengan yang dipublikasi diatas beda ya. Toko sendiri bukan itu ? Haha..

    • 26 Oktober 2020 - (11:41 WIB)
      Permalink

      hahaha , kok makin lucu ya anda kaya emang mau gimana sih? mas atau siapa nomor hp toko sama nomor pribadi beda , kalo kecil2an kaya kamu sih sama pasti nomor hp nya ya? hp nya 1 aja ya? maaf maasss kalo mau cari2 kesalahan anda ga ada hak kecuali emang anda orang dalam lazada , mana ada nomor toko sama pribadi sama kecuali anda karyawan hehe

  • 26 Oktober 2020 - (12:22 WIB)
    Permalink

    Grande Mania Online yang dimaksud punya toko di Lazada, ini link nya
    https://www.lazada.co.id/shop/grande-mania-online/
    Hahaha..

    Kalo praktek yang dilakukan adalah dropship atau menduplikasi toko lain di Lazada memang ketat sekali. Praktek scrapper yang bisa dilakukan di Marketplace Orange dan Ijo tidak bisa dilakukan di Lazada.
    Ini sedikit info tentang apa itu praktek Scrapping http://xplodcompany.com/mengenal-scraper-praktek-copy-paste-akun-marketplace-dari-gambar-hingga-deskripsi-produk/

    Semoga bisa membantu..

    • 26 Oktober 2020 - (14:46 WIB)
      Permalink

      @Oka Rizky

      Apakah benar anda pedagang yang hanya Dropship. Seperti yang dikatakan @Xplod itu.

      Dropship Haram.
      Dropship menzalimi pasar.
      Dropshipper adalah pekerjaan hina.

      Uang dropship tidak berkah. Sudah banyak orang yang bertobat.
      Tobatlah wahai dropshipper.

      1
      1
      • 26 Oktober 2020 - (16:11 WIB)
        Permalink

        Hanya DROPSHIPER ga kok , kalo barang di XPlod baru DROPSHIPER jualanya jas ujan sama sendal hahaha saya mah langsung ke distributor nya beli stok 🤣 pekerjaan yg haram ya jablay mas bukan penjual , penjual mau sistem apa pun halal

      • 26 Oktober 2020 - (17:29 WIB)
        Permalink

        Lha ini lagi bocah @Muhammad, semua dibilang haram, emang apa dalilnya dropship haram?

    • 26 Oktober 2020 - (16:10 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya ya mas Xplod toko saya banyak saya mempunyai karyawan 4 dan semua buka toko , jadi artinya saya ga punya cuma 1 nama toko , oh iya mas mohon maaf ya saya gak peduli dengan anda sebenarnya tapi saya baca di semua postingan anda di kasus orang lain anda selalu menyerang pihak seller dan selalu membawa nama toko anda , ini teknik promosi anda? Jangan mas gratis sih gratis tapi ga gitu , semua yang anda bicarakan disini makin ga ada arahnya melenceng dari maksud saya menulis di sini , DROPSHIPER ( seller miskin yang beli sama orang dulu) maaf kami tidak seperti itu mungkin malah anda yg seperti itu 😃 mohon maaf sekali ya mas XPlod jujur saya enek dan muak sih sama komenan anda tidak bermanfaat sama sekali , dan seeprti nya anda juga bukan kelas dgn saya dari segi harga (rata2 10rb) dan promosi (selalu bawa nama toko di forum ini dengan mencari salah seller lain)
      Mending mas bayar atau topup di google ada mas 😊 mohon jika tidak ada sangkut paut dengan masalah yg saya hadapi gausah showwwww off ya? Sungguh enggak keren mas 🙂

      • 26 Oktober 2020 - (17:46 WIB)
        Permalink

        Nah bener banget ini, si @Xplod ini suka bales comments orang tp skalian ngiklan lapaknya doi. Dan saya pernah klik link tokonya, kayaknya mas @Xplod ini punya warung kelontong ya tp skalian buka cabang di marketplace juga, soalnya saya liat jualannya sendal, baygon, kecap, jas hujan dan sejenis jualan warung2 kelontong di gang2 gitu hehehe

        • 26 Oktober 2020 - (17:59 WIB)
          Permalink

          haha , ya gitu tapi entah ya dia bener punya toko online itu apa engga soalnya pengetahuanya 0 banget dari jawaban2 nya .
          kelontong apa tukang lontong dia bro? hahaha

          2
          1
  • 26 Oktober 2020 - (16:24 WIB)
    Permalink

    Walah masih ngeles lagi..Haha…
    Tadi ngakunya Owner, sekarang karyawannya 4 dan yang bikin toko karyawannya..
    Jadi yang bikin Manji Watch di Lazada siapa ini ? Wkwk..
    Sedangkan toko online Grande Mania Online yang dimaksud milik penulis di Shopee, sudah punya toko sendiri di Lazada di Link ini https://www.lazada.co.id/shop/grande-mania-online/
    Semoga beruntung dengan kasusnya ya.. 🙂

    • 26 Oktober 2020 - (17:58 WIB)
      Permalink

      lihat kan balasan dari mas ini , jelas sekali dia menelusuri wkwkwkw jelas dia orang dalam bisa dilihat di semua surat terbuka disini , dia selalu hadir entah apa maksudnya , gak yakin saya anda penjual , mas namanya owner mas toko bikin 1 karyawan 1 toko di semua platform mas , mas ngerti ga maksudnya? gak ngerti ya? oh iya lupa , masnya cuma ……
      udah lah mas xplod mending urus di surat lain aja jadi moderator nya , ga berkelas mas nya , makin kemana2 konteks nya mas , mau tau bisnis saya main sini mas saya ongkosin

      good luck mas

      • 26 Oktober 2020 - (18:46 WIB)
        Permalink

        Tidak perlu ditelusuri kog, cukup ketik di Google “Grande Mania Online” nanti keluar cabang toko itu di semua platform marketplace. Yang bisa dipastikan bukan toko milik penulis Surat Pembaca ini, mengingat toko yang dimaksud sangat kredibel dan sudah ada di Lazada.

        Kita ada disini untuk menjawab tuduhan Anda yang diulang 4x di kolom komentar mengenai kami adalah salah satu pihak dari Lazada. Dikomentar ini Anda menulis “Gak yakin saya, (kalo) Anda penjual” yang Kontradiktif dengan kalimat Anda di bagian bawah dimana Anda menyebut “show off toko dia sendiri”

        Anda terus menerus mengulang bahwa kami adalah pihak Lazada, dan Anda juga terus mengulang bahwa kami mempromosikan toko kami sendiri.

        Mari kita ambil kesimpulan dari Surat Pembaca ini. Surat pembaca ini disampaikan oleh Seller Lazada Manji Watch yang mengaku kena blokir dan suspend karena melanggar peraturan Lazada. Kredibilitas Manji Watch sendiri cukup diragukan karena penulis malah meng-attach nama toko lain yang sudah punya akun di Lazada dan satu komentar bertolak belakang dengan komentar lainnya.

        Ditambah lagi akun yang digunakan sebagai penulis bernama “Oka Rizky” sedangkan Surat Pembaca dibuat dengan nama “Dessy Lestari”. Jadi siapa sebetulnya penulis ini ? Silahkan disimpulkan sendiri.

        Di ranah Seller sendiri kita bisa menyimpulkan bahwa Seller dengan catatan transaksi wajar dan normal tidak akan terkena Suspend dan Pinalty dari Lazada. Meskipun demikian cukup banyak praktek yang dilakukan Seller “Nakal” untuk mengakali dan memanipulasi sistem yang akan berakibat pada Akun Seller yang di Suspend dan Diblokir.

        Sudut pandang kita dalam menilai kasus seperti ini adalah sebagai sudut pandang sesama Seller. Seller di marketplace dan e-commerce juga menghadapi berbagai praktek merugikan seperti praktek duplikasi iklan, penjualan palsu, dll yang menyebabkan ekosistem berbisnis di ranah marketplace menjadi tidak sehat.

        Untuk itu kita perlu mengedukasi masyarakat yang punya kepentingan sebagai Seller agar pembaca sekalian dapat menyimpulkan mana yang benar dilakukan, mana yang tidak benar, mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak.

        Selebihnya kita mengamati perkembangan kasus ini dan menunggu jawaban dari pihak Lazada. Terima kasih atas perhatiannya.. 🙂

      • 1 Desember 2020 - (09:49 WIB)
        Permalink

        Sudah keluar tanggapan dari Lazada. Sebetulnya dari awal sudah bisa disimpulkan sih. Jangan diulangi lagi ya.. HAHA..
        Buat yang penasaran terkait kasus ini, ini tanggapan dari Lazada.
        https://mediakonsumen.com/2020/11/18/tanggapan/tanggapan-lazada-atas-surat-ibu-dessy-lestari
        Sudah jelas bahwa yang bersangkutan, melakukan pelanggaran yang berulang. Mungkin pelakunya masih muda dan tidak paham konsekuensi dari perbuatannya. Bahkan yang bersangkutan tidak tahu kapan harus menyerah, ketika berargumen dengan yang lebih ahli.
        Salam.. 🙂

  • 26 Oktober 2020 - (16:37 WIB)
    Permalink

    malah penulis sama komentator yang bentrok di sini. apa komentator nya perwakilan dari lazada ini?

    • 26 Oktober 2020 - (17:24 WIB)
      Permalink

      Hahahaha iya ih, lagian udah mau 2021 masih aja jualan/belanja di marketplace gak jelas gitu. Tuh amazon atau alibaba sekalian biar gak ribet.

        • 26 Oktober 2020 - (20:34 WIB)
          Permalink

          @Oka Lestari

          Nah tuh udah tau, ngapain juga main sama anaknya. Lansung ke bapaknya aja atau kakeknya sekalian, udah ketauan lebih mature, lebih mapan dan lebih berpengalaman dari anaknya.

    • 26 Oktober 2020 - (18:00 WIB)
      Permalink

      sepertinya iya , lihat dari jawaban dia di awal sangat membanggakan sistem CANGGIH lazada , ujungnya show off toko dia sendiri dan cari2 miss dari saya hahaha , udah ketauan sih sebenrnya

  • 26 Oktober 2020 - (18:02 WIB)
    Permalink

    @Kepada yang asal ceplas ceplos

    Hati hati dengan ucapan kalian, komen di media konsumen jangan seperti komen di grup WA. Harus di pikir yang matang dulu sebelum berkata kata. Karena tulisan anda akan terus tayang bertahun tahun. Akan dibaca banyak orang.

    Rejeki orang jangan di singgung.

    Jangan saling singgung, apalagi saling membanggakan jenis usaha yang kalian lakukan. Selagi semua HaLaL ya jangan di permasalahkan.

    Derajat Manusia tidak dinilai dari Harta yang mereka punya. Tapi di lihat dari seberapa besar Manfaat dari harta itu.

    Pekerjaan juga tidak dinilai dari besarnya uang yang di hasilkan. Tapi seberapa besar Manfaat dari pekerjaan itu.

    Kita ini dulunya sama sama dari setetes air. Apalah yang kalian banggakan.

    • 26 Oktober 2020 - (18:12 WIB)
      Permalink

      bisa dilihat komentar anda soal “dropshiper haram” “dropshiper hina” “dropshipper pekerjaan dosa”
      mas yang jadi dropshipper banyak , tau app messho? itu dropshipper loh mas , banyak ibu rumah tangga jadi dropshipper , mohon di liat komen anda sendiri ya .
      jangan jadi bunglon mas , ga bagus mas namanya MUNAFIK.

      • 26 Oktober 2020 - (19:13 WIB)
        Permalink

        @Oka Rizky

        Ketika menemukan tulisan yang menghalalkan Dropship, anda lega.

        Siapa yang menulis Dropship halal, ya kalian para pelaku Dropship.

        Penyebar agama takut mengungkap lantang bahwa Dropship Haram karena merasa sudah terlambat. Dropship sudah menyebar sampai pada pemuka agama itu sendiri.

        Semoga kalian sadar, setan semakin cerdas menutup nutupi kebenaran.

    • 26 Oktober 2020 - (18:37 WIB)
      Permalink

      Thanks @Ibra Malik, nah ini baru jelas. Jangan kayak ustad judgemental @Muhammad diatas aja yg cuma bisa bilang halal haram doank tanpa ada dasar/dalilnya.

    • 26 Oktober 2020 - (18:51 WIB)
      Permalink

      @ibra malik

      Reseller dan Dropshipper adalah sesuatu yang sangat berbeda.

      Yang di bahas itu adalah pekerjaan Reseller. Reseller memang HaLaL.

      Coba kalian lihat video yang di bahas ustad langsung. Disitu jelas berbeda. Ketika membahas Dropshipper tidak menyinggung Reseller.

      Jika membahas Reseller dan Dropshipper bagaikan membahas Kurma dan Babi. Sehingga harus di bahas secara terpisah. Jangan di sandingkan.

      Begitulah setan menipu daya. Tidak mungkin orang akan menerima kenyataan bahwa Dropshipper adalah pekerjaan hina. Karena pekerjaan ini sudah menyebar sampai pada kalangan orang penyebar agama. Sehingga penyebar agama itu memainkan dalil dalil.

  • 26 Oktober 2020 - (18:50 WIB)
    Permalink

    Tidak perlu ditelusuri kog, cukup ketik di Google “Grande Mania Online” nanti keluar cabang toko itu di semua platform marketplace. Yang bisa dipastikan bukan toko milik penulis Surat Pembaca ini, mengingat toko yang dimaksud sangat kredibel dan sudah ada di Lazada.

    Kita ada disini untuk menjawab tuduhan Penulis yang diulang 4x di kolom komentar mengenai kami adalah salah satu pihak dari Lazada. Di satu komentar Penulis menulis “Gak yakin saya, (kalo) Anda penjual” yang Kontradiktif dengan kalimat Penulis di bagian bawah dimana Penulis menyebut “show off toko dia sendiri”

    Penulis terus menerus mengulang bahwa kami adalah pihak Lazada, tetapi Penulis juga terus mengulang bahwa kami mempromosikan toko kami sendiri.

    Mari kita ambil kesimpulan dari Surat Pembaca ini. Surat pembaca ini disampaikan oleh Seller Lazada Manji Watch yang mengaku kena blokir dan suspend karena melanggar peraturan Lazada. Kredibilitas Manji Watch sendiri cukup diragukan karena penulis malah meng-attach nama toko lain di Shopee yang sudah punya akun di Lazada dan satu komentar bertolak belakang dengan komentar lainnya.

    Ditambah lagi akun yang digunakan sebagai penulis bernama “Oka Rizky” sedangkan Surat Pembaca dibuat dengan nama “Dessy Lestari”. Jadi siapa sebetulnya penulis ini ? Silahkan disimpulkan sendiri.

    Di ranah Seller sendiri kita bisa menyimpulkan bahwa Seller dengan catatan transaksi wajar dan normal tidak akan terkena Suspend dan Pinalty dari Lazada. Meskipun demikian cukup banyak praktek yang dilakukan Seller “Nakal” untuk mengakali dan memanipulasi sistem yang akan berakibat pada Akun Seller yang di Suspend dan Diblokir.

    Sudut pandang kita dalam menilai kasus seperti ini adalah sebagai sudut pandang sesama Seller. Seller di marketplace dan e-commerce juga menghadapi berbagai praktek merugikan seperti praktek duplikasi iklan, penjualan palsu, dll yang menyebabkan ekosistem berbisnis di ranah marketplace menjadi tidak sehat.

    Untuk itu kita perlu mengedukasi masyarakat yang punya kepentingan sebagai Seller agar pembaca sekalian dapat menyimpulkan mana yang benar dilakukan, mana yang tidak benar, mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak.

    Selebihnya kita mengamati perkembangan kasus ini dan menunggu jawaban dari pihak Lazada. Terima kasih atas perhatiannya.. 🙂

    • 26 Oktober 2020 - (19:02 WIB)
      Permalink

      Kok gw malah tambah bingung, jadi sebenarnya yang punya toko @Oky Lukman atau @Desy Ratnasari sih?

    • 26 Oktober 2020 - (19:39 WIB)
      Permalink

      mas kan saya udah bilang saya ga perlu analisa data anda mas , anda siapa? pihak berwenang? lucu ya anda hehehe , dan lagi anda mengedepankan sistem lazada , mas lebih baik kalo anda polisi online mas nya kerja sama saya aja mas 🙂

  • 27 Oktober 2020 - (16:29 WIB)
    Permalink

    Jadi ini endingnya gimana @Oka Rizky, @Xplod, @Muhammad ? Kok nanggung gini sih? Parah nih kalian bikin drama tapi nggak dikelarin! #PenontonKecewa

  • 1 Desember 2020 - (09:46 WIB)
    Permalink

    Ini Endingnya Om, dari kita selaku Seller sendiri sebetulnya sudah bisa menyimpulkan dari awal. Tetapi buat yang penasaran terkait kasus ini, ini tanggapan dari Lazada.
    https://mediakonsumen.com/2020/11/18/tanggapan/tanggapan-lazada-atas-surat-ibu-dessy-lestari
    Sudah jelas bahwa yang bersangkutan, melakukan pelanggaran yang berulang. Mungkin pelakunya masih muda dan tidak paham konsekuensi dari perbuatannya. Bahkan yang bersangkutan tidak tahu kapan harus menyerah, ketika berargumen dengan yang lebih ahli.
    Salam.. 🙂

 Apa Komentar Anda mengenai Lazada Indonesia?

Ada 83 komentar sampai saat ini..

Pembayaran di Lazada Ditahan dengan Alasan Tidak Jelas, Hati-hati Bagi…

oleh Oka Rizky dibaca dalam: 1 min
83