Seller Tidak Mengirimkan Kekurangan Barang, Shopee Lepas Tangan.

Saya adalah Platinum Member Shopee Loyalti yang melakukan pembelian 2 barang di Shopee tanggal 3 Desember 2020 di merchant 99KOutlet dengan nomor pesanan :201203KB6QQ1x6. Rincian  barang sbb: 1) Polka Midi Dress dan 2) Back Long Jumpsuit.

Barang dikirim seller per tanggal 4 Desember 2020, namun ternyata setelah dicek barang tersebut terlalu kecil sehingga saya melakukan proses retur pada tanggal 5 Desember 2020 melalui kurir Antaraja dengan layanan Same Day Service (yang mana barang tersebut telah diterima di tangan seller Shopee pada hari dan tanggal yang sama.

Sehari setelah Polka Midi Dress saya  terima saya mengajukan garansi tambahan 3 hari sesuai ketentuan agar proses retur dapat saya terima dengan harapan agar transaksi saya terlindungi oleh pihak Shopee. Sebelum masa garansi tsbt habis saya mengajukan pengembalian dana.

Namun setelah mengajukan diskusi dengan pihak penjual  via chat mereka minta saya membatalkan pengajuan pembatalan tersebut. Setelah saya batalkan ternyata pihak 99KOutlet, belum megirimkan kembali produk returan saya yang sebelumnya sudah mereka terima. Dengan ini berarti saya hanya menerima 1 barang dan 2 barang yang saya beli di Shopee.

Tiap hari saya tanyakan perkembangan melalui pihak penjual/ seller yang menjanjikan kepada saya  untuk mengirimkan barang kekurangan tersebut namun hingga 18 Desember 2020 belum dikirim dikirim juga, walau seller masih berada di 1 kota dengan saya pembeli area JABODETABEK.

Hingga akhirnya saya menghubungi CS Shopee untuk membantu dengan kendala saya namun jawaban CS Shopee hanya  menyarankan di masa depan untuk tidak membatalkan pengajuan pengembalian dana tanpa memberikan solusi.

Respon pihak Shopee

Di sini saya sebagai customer Shopee apalagi Platinum member yang katanya mendapatkan prioritas merasa dirugikan dan disepelekan dengan tidak diberikan perlindungan konsumen. Hal ini tentu berbeda dengan marketplace hijau sebelah yang walaupun garansi masa pengembalian sudah habis namun bila terbukti ada kecurangan seller dalam hal ini tidak mengirimkan kekurangan barang atau tidak mengirimkan barang retur, mereka masih dapat menahan dana penjual.

Setelah melihat berbagai review toko 99KOutlet, banyak customer shopee juga mengalami kejadian serupa dengan melihat banyaknya rating bintang 1 yang diberikan kepada toko. Saya masih berharap ada kejelasan pihak Shopee mengenai pengembalian dana saya atas tidak dikirimkannya barang oleh merchant mereka di Shopee.

Sangat sulit bagi saya untuk kembali percaya kepada Shopee bila kejadian ini tidak diberikan solusi dan terkesan ya sudahlah. Seharusnya perusahaan sebesar Shopee dapat menangani customer handling dengan lebih baik demi terjaga nama baik perusahaan di mata customers, karena dengan trust customers lah sebuah industri dapat berkembang dengan baik.

Anna Puri
Jakarta Timur


Catatan redaksi (diperbarui 20/12/2020): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:36    Rata-Rata: 2.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

26 komentar untuk “Seller Tidak Mengirimkan Kekurangan Barang, Shopee Lepas Tangan.

  • 18 Desember 2020 - (13:10 WIB)
    Permalink

    Seller minta membatalkan pengajuan pembatalan kenapa malah diturutin? Kan barangnya belum terima 1. Harusnya biarkan saja. Kalau seller tidak balas bisa minta bantuan shopee untuk refund dana. Masih 1 kota datengin aja ke tempat seller.

    14
    • 18 Desember 2020 - (18:49 WIB)
      Permalink

      Pengajuan pengembalian saya batalkan karena permintaan seller dan sy pikir mereka memang punya niat baik utk mengirimkan barang sesuai yang mereka janjikan. Sy paham selama pandemic mungkin agak sulit bagi seller. Niat saya baik but saya masih berharap seller menepati janji.
      Terkadang niat baik tidak selalu di sambut baik.

      3
      5
      • 18 Desember 2020 - (23:50 WIB)
        Permalink

        Sabar ya mbak, semoga ada jalan keluar yg terbaik nt. Semoga kedepanny bisa lebih hati2. Tetep aja masalah ini bukan sepenuhnya salah mbak. Dg adany postingan ini kita semua dapat pembelajaran yg berharga. Tp dsini kebanyakan yg komen pada nyalahin mbak sepenuhnya, mereka itu sok ngerasa paling pinter sndiri. Itu pemikiran orng tol*l sebenarny. Klw orng pinter ma cara ngomongny gak bakalan kyk gtu, kyk orng cm lulusan SD

        2
        7
        • 19 Desember 2020 - (05:18 WIB)
          Permalink

          Yes and I realized that. Mereka menyalahkan kenapa tidak lihat rating toko dulu. Well bagi sebagian orang ketika mereka berbelanja mereka sudah melihat rating tapi tetap saja kejadian serupa terulang. Unsur Unsur penipuan sudah terpenuhi ketika customer bayar & barang tidak dikirim oleh bad seller & itu banyak terjadi. Saya hanya minta hak sebagai konsumen terpenuhi & terlindungi. Kembalikan uang saya atau at least kirim kekurangan barang tersebut.
          Beberapa kejadian penipuan online marak terjadi 100% karena memang mental penipu sellers none of these wouldn’t happen if theyre trusted sellers.
          Maka kewajiban Shopee sebagai 3rd party di sini berperan, bukan begitu?

          1
          4
      • 22 Desember 2020 - (11:55 WIB)
        Permalink

        “Saya pikir mereka memang punya niat baik..” -saya pikir- ini adalah masalah anda. Anda kalau melanggar aturan shopee karena niat anda “mau membantu” seller, ya ini sepenuhnya resiko anda. Kalau ternyata penjual tidak jujur jangan setelahnya menyalahkan shopee. Logikanya kan begutu. Bagaimana bisa shopee membantu anda kalau anda tidak sesuai aturan??

    • 19 Desember 2020 - (23:09 WIB)
      Permalink

      Ni murni kesalahn sendiri ga bs slhin pihak shopee.. nm ny juga blja online kita ga slg kenal mn boleh percaya..kita ajukan pgmblian dana kalo seller nya ga respon toh nnt jg otmtis sldo nya blik ke kita ngpn takut ..kalau btlin pgmblian dana y itu sudah resiko mba sendiri

  • 18 Desember 2020 - (14:35 WIB)
    Permalink

    Ini namanya dikadalin seller. Saya kalau mau beli barang online mesti cek rating sellernya. Kalau banyak bintang 1, biasanya seller bermasalah.
    Ya semoga sellernya masih ada rasa tanggung jawab.

    10
  • 18 Desember 2020 - (15:48 WIB)
    Permalink

    Tips belanja online, sy selalu lihat rating tokonya dulu.
    Minimal rating 4.7 baru sy mau beli

  • 18 Desember 2020 - (16:10 WIB)
    Permalink

    Wkwkwk anda baru lihat riview setelah anda ditipu? Wkwk
    Dimana2 lihat riview dulu, baru belanja

    5
    3
  • 18 Desember 2020 - (17:27 WIB)
    Permalink

    Platinum Member Shopee Loyalti? Mestinya udah pinter cara belanja online. Masih aja kayak newbie. Sering belanja di Shopee tapi bukan pembeli cerdas. Kena prank deh……

    7
    1
    • 18 Desember 2020 - (18:58 WIB)
      Permalink

      Sy sudah lama berbelanja di berbagai merchant dan berbagai jenis marketplace, dan sy paham bagaimana system mereka. Intentions saya untuk mengepost di sini supaya kejadian tidak terulang dan dapat mengedukasi pembeli yang lain agar tidak percaya kepada seller. Pembeli memperoleh keanggotaan khusus bisa karena berapa banyak mereka menghabiskan budget perbulan di marketplace jadi being newbie /novice or being pro isnt determined by being victim of a fraud sellers. We all could be a victim of product mis-selling.

      1
      6
      • 18 Desember 2020 - (21:45 WIB)
        Permalink

        Habis dibilang bukan pembeli cerdas (baca: bodoh) langsung dijawab dengan selingan bahasa inggris. Nilai sendiri aja yah……

        6
        1
  • 18 Desember 2020 - (18:30 WIB)
    Permalink

    Kalau ada masalah dalam pembelian, yang disalahkan selalu marketplace, padahal yang salah itu pembeli sendiri. Keputusan mengajukan pembatalan kepada seller sudah tepat karena seller tidak mengirim barang sesuai pesanan, tapi pembeli menuruti permintaan seller untuk membatalkan pengajuan pembatalan. Itu konyol!

    Platinum member bukan berarti marketplace yang harus bertanggung jawab jika pembeli yang salah. Keputusan return barang sudah tepat, kenapa kemudian membatalkan proses return? Inilah kekeliruan pembeli, dengan membatalkan return barang kepada seller, maka marketplace menganggap transaksi anda sudah selesai, sesuai dengan pesanan.

    So, yang keliru adalah anda, sebagai pembeli, bukan marketplace. Bijaklah dalam membuat keluhan, tidak menyalahkan pihak lain. Salahkan diri sendiri, kenapa membeli pada seller itu, kenapa sebelum check out gak di cek dulu review dari seller tersebut? Baru setelah kena masalah baru di cek review seller, udah terlambat.

    9
    1
    • 18 Desember 2020 - (19:03 WIB)
      Permalink

      Right they ripped off your money and we can’t blame them for that? That’s what i called oxymoron.
      Marketplace di ciptakan untuk penengah dan sebagai pihak ketiga bila hal hal seperti ini terjadi. Makanya dulu kaskus pun sistem rekber. So kalau ada kejadian barang tidak dikirim atau kurang apa salah pembeli?
      Peran penjual penting karena mereka yang membangun sistem kepercayaan ke masyarakat. Sekarang kalau penjual saja tidak dapat dipercaya dengan tidak mengirimkan barang, salah customer?
      Anda berarti tidak paham bagaimana suatu sistem marketing dan good Public relations yang baik untuk membangun image suatu company.
      Mungkin yang berpendapat hal ini adalah kesalahan customers bisa berarti bahwa anda adalah salah satu penjual tidak jujur di sebuah marketplace?

      10
      • 22 Desember 2020 - (12:01 WIB)
        Permalink

        Baca bagian HELP nya shopee, mba. Disana dijelaskan aturan-aturannya untuk melindungi pembeli dan penjual. Jangan mba bikin aturan sendiri trus dapet rugi malah nyalahin marketplace.

  • 18 Desember 2020 - (20:26 WIB)
    Permalink

    Jika dikomentari tentang marketplace dituduh seller, jika dikomentari tentang pinjol dituduh debt colector. Anda boleh tidak menerima kritik, tapi gak perlu menduga semua komentator seperti Anda pikirkan. Ini akun saya di Shopee: mzubir_id, silahkan cek apakah saya seller di Shopee!

    Salah Anda adalah membatalkan permintaan return kepada seller sebelum proses return selesai. Ketika Anda membatalkan, berarti sistem menganggap Anda telah menerima barang, dan itu adalah kesempatan bagi seller “nakal” untuk tidak memproses return Anda.

    So, gak usah menyalahkan pihak lain ketika anda sembrono dalam melakukan transaksi. Anda berhak komplain ke Shopee, setidaknya Shopee akan menindak seller tersebut. Slow down dalam menanggapi kritik, semoga kedepannya lebih berhati-hati.

    9
    1
    • 19 Desember 2020 - (05:00 WIB)
      Permalink

      Well sebagai konsumen Hak Hak Saya dilindungi undang undang & sebagai pihak ketiga Shopee wajib melindungi Para customer nya. So ketika ada kasus misalkan customer membeli barang & barang tersebut tidak dikirim Kan sesuai transaksi maka Saya boleh menuntut hak Saya sebagai konsumen & itu jelas tertuang dalam UU perlindungan konsumen. Policynya sudah jelas.
      Saya tidak menyerang pribadi seseorang dgn mengatakan seseorang “bodoh” dari situ terlihat seberapa rendah emotional intelligence bapak Firman.
      Jika menurut beberapa orang dengan tidak mengirimkan barang adalah Hal yang wajar dilakukan oleh penjual maka sy bisa pastikan anda hanya membiarkan tindak kriminal di dunia online terjadi.
      Semoga kita semua dijauhkan dari buyer buyer nakal.

      • 19 Desember 2020 - (14:53 WIB)
        Permalink

        Nah betul itu apa yg dikatakan oleh Hizkia, semurah murahnya barang atau hrga produk, kita belanja harus selalu perhatikan review atau rating dri toko tersebut.. percuma saya kita kluarkan duit tapi hanya dpt barang cacat atau yg tidak sesuai dg kondisi aslinya sama saja buang2 duit.. JADILAH PEMBELI yang CERDAS.. jangan mau kena tipu oleh SELLER NAKAL or BAD.

  • 18 Desember 2020 - (21:02 WIB)
    Permalink

    Salah seller adalah mengambil uang customers tanpa mengirimkan barang sesuai transaksi. Jika memang tidak niat menipu tinggal melakukan pengembalian via shopee pay dan pihak shopee dapat melindungi customer dengan menahan dana penjualan ataupun memblokir produk/toko tersebut. Win win solution. But then again like wise, semoga anda tidak pernah ketemu seller nakal yang tidak mau melakukan pengiriman barang kepada customer yang memang sudah menjadi hak customer karena sudah membayar barang dimaksud.
    Plus apa benefit dr menjadi platinum member bila perlindungan kepada customer tidak bisa diberikan?

    • 18 Desember 2020 - (22:19 WIB)
      Permalink

      Gni lho mbak, mau statusnya mbaknya platinum kek,diamond kek,ato apalah itu,kecerdasan dari seseorang dalam berbelanja adalah ketika sebelum melakukan transaksi, hal yang paling terutama dan sangat fatal untuk diperhatikan adalah “REVIEW”. Kita belanja di toko atau marketplace apapun yang kasat mata saja kita harus teliti barang yang mau kita ambil ada cacat produk atau tidak, apalagi ketika kita belanja di marketplace yg ga kasat mata seperti Sh*ppe* ato tok*pedi* dll,ketika kita tidak bs melihat barangnya secara langsung ya harusnya lihat review dulu track recordnya seperti apa,overall ratingnya berapa,perbandingan bintang 5 dengan bintang 1 seberapa banyak,dsb nya.
      Kalau mau tau, saya cuma customer dari salah satu marketplace yg statusnya hanya “CLASSIC”,artinya saya bukan tipe customer yg sering melakukan transaksi di marketplace digital sesering mbak nya,tp sekalinya saya ingin beli suatu produk yg saya perhatikan pertama kali dan terutama adalah “REVIEW”. Bagi saya, semurah apapun saya membeli suatu barang, saya harus liat review dulu baru beli krna ketika saya terburu2 membeli barang tanpa saya lihat reviewnya,maka uang yg saya keluarkan akan terbuang sia2 hanya untuk produk cacat atau bahkan tidak sesuai dengan thumbnail gambar dari toko. Lalu saya juga berpikir bahwa ketika ada kesalahan produk, maka saya tidak bs menjamin apakah saya bs meretur barang tersebut secara mudah atau malah dipersulit. Kalau mau ngomong soal rekber seperti kaskus, kan kasusnya mbaknya sudah menerima barangnya tetapi minta retur kan? Mau rekber juga kalo mbaknya sudah menerima barangnya ya otomatis uang dari mbaknya sudah diterima oleh seller kan? Urusan retur juga pada akhirnya jadi perkara antara mbaknya dengan sellernya kan?
      Panjang lebar saya nulis komentar intinya cuma satu : “JADILAH BUYER CERDAS DENGAN MENGUTAMAKAN REVIEW”

      9
      1
  • 18 Desember 2020 - (22:23 WIB)
    Permalink

    Ada kata “Sangat sulit bagi saya untuk kembali percaya kepada Shopee” seakan akan anda ngak akan pakai shopee lagi, padahal anda yg membutuhkan shopee…

    Coba aja Ke Tempat Lain Selaian Shopee Lu pasti Pusing pala kau…. Barang outstock aja masih di pajang dan bisa dibeli, trus di proses dan Kemudian Barang Jadi Ghoib dengan Paket berstatus Barang diterima.

    6
    1
    • 19 Desember 2020 - (05:05 WIB)
      Permalink

      Marketplace lain memiliki security system lebih baik dan memberikan asuransi perlindungan bagi para konsumer mereka. Like I said company is built by trust if there’s none mungkin bisa melihat kasus seperti Rakuten yang beberapa tahun silam booming kemudian menghilang. Progress ke depan sangat sangat ditentukan oleh pengguna itu sendiri so utk para Public Relations company they know how important it is to keep their customers satisfaction.

  • 19 Desember 2020 - (17:57 WIB)
    Permalink

    Komen2nya melebar kemana2 dan menjurus personal wkwkwkwk, ayolah kembali ke subjeknya aja. Ya itu sih mbak harusnya jangan diikutin permintaan seller utk membatalkan permintaan pengembalian dananya, tp nasi udah jadi bubur, kita makan aja buburnya. Pelajaran ke depan kalo mau retur kita ngeyel aja ttp ajukan pengembalian dana, penjual bisa memilih opsi “ajukan permasalahan ke pihak shopee”, nah disitu akan terbuka suatu forum antara penjual dan pembeli dengan shopee sebagai hakimnya, kita tinggal kuat2an ngasih bukti. Terus biarin shopee yang mikir utk memutuskan solusi apa yang akan diambil. Kadang bisa pembeli yg menang kadang seller yg menang, prosentasenya besar yg mana saya gak tau.. karna seller dan buyer masing2 memiliki kepentingan sendiri2 dimana masing2 gak mau rugi, kalo sudah ngomongin untung/rugi itu biasanya etika berbisnis udah susah diterapkan dalam bisnis jaman now ini.

    • 20 Desember 2020 - (11:52 WIB)
      Permalink

      Pihak Shopee International Indonesia melalui sdr. Benny telah responsif dalam menyelesaikan permasalahan saya dengan melakukan penggantian kerugian atas tidak dikirimkannya barang saya oleh salah satu selller mereka melalui penggantian voucher dengan nominal sesuai dengan harga barang yang tidak dikirimkan. Hal ini tentu sangat saya apresiasi selaku kosumen dan pengguna jasa Shopee International Indonesia.

      Maka untuk ini saya nyatakan bahwa permasalahan tersebut sudah selesai dan semoga ke depannya saya harapkan pihak Shopee dapat memberikan rasa aman bagi para pengguna dengan memberikan hukum /efek jera bagi para seller yang berlaku tidak jujur kepada pembeli, karena memang Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pihak Shopee dikarenakan transaksi terjadi di dalam lingkup PT Shopee bukan diluar Shopee Dan sudah seharusnya hak konsumen untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan, dijamin oleh Pasal 4 d Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

      Rgrds,

  • 20 Desember 2020 - (12:57 WIB)
    Permalink

    Enak ya kalo ada masalah sama Shopee tinggal ‘ngadu’ di Media Konsumen langsung diganti voucher, case closed wkwkwk

  • 21 Desember 2020 - (11:19 WIB)
    Permalink

    Aku langganan 99k emg pernah ada slaah kirim barang tp mereka tanggung jawab ko ongkir bolak balik diganti mereka pdhl daerahnya jauh dr si seller mungkin barang mba posisinya orderan mereka lg bnyk jd kayanya slowres . Uangku jg pernah di refund ko klo barang kosong mereka ga asal kirim aja konfirm dulu ke aku

 Apa Komentar Anda?

Ada 26 komentar sampai saat ini..

Seller Tidak Mengirimkan Kekurangan Barang, Shopee Lepas Tangan.

oleh Afriana Dyah dibaca dalam: 2 menit
26