Shopee Tidak Serius Mengatasi Kasus Penipuan dan Penyalahgunaan SPayLater yang Melibatkan Akun Penjual

Pada tanggal 5 Juli 2021 pukul 17:57 WIB ada panggilan telepon WhatsApp masuk dari nomor +1(307)227 2257 dengan deskripsi dan foto profil Shopee, bagaikan akun resmi Shopee. Saya angkat telepon tersebut dengan loud speaker agar terdengar jelas dan kencang. Saya pengguna layanan e-commerce Shopee sebagai pembeli, maupun penjual sparepart elektronik (hanya sambilan) di Shopee kurang lebih 3 tahun.

Kemudian dia mengatakan “Selamat sore, kami dari tim Shopee apakah benar kami terhubung dengan pemilik akun Shopee atas nama ahsannurfalah? Selamat bapak beruntung mendapatkan voucher cashback sebesar Rp2.000.000 dalam rangka meningkatkan penjualan di Shopee dan tolong untuk dipromosikan aplikasi Shopee ke kerabat dll”.

Dia pun memberitahu status member saya yang awalnya Gold, akan ditingkatkan ke member Platinum dan menanyakan apakah aplikasi Shopee-nya sudah di-update atau belum. Pihak yang mengaku Tim Shopee tersebut berbicara dengan sangat profesional.

Saat itu saya masih menganggap nomor telepon +1 merupakan nomor resmi, sebab ketika aktivasi akun telegram ada telepon masuk dari nomor +1 dan ketika invite Zoom dll ada nomor telepon +1. Dia memberi tahu akan ada telepon yang nanti masuk, agar diingat nomor undian dari telepon tersebut, dengan nomor +6289501207790 pukul 18:01 WIB.

Seperti biasa, saya mengangkat telepon dengan memencet tombol loud speaker, sehingga membutuhkan sedikit tambahan waktu untuk mendengar pesan suara yang masuk. Suara yang saya tangkap saat itu, dia mengatakan “Shopee anda adalah **** sekali lagi ****”. Setelah itu saya diminta untuk menyebutkan nomor undian tersebut.

Lalu dia memberitahukan bahwa fitur Shopee PayLater saya belum diaktifkan dan meminta untuk mengaktifkannya sebagai syarat mendapatkan voucher cashback Rp2.000.000. Saya tertarik, lalu mengaktifkan fitur tersebut. Saya tidak merasa curiga dan berfikir negatif saat itu.

Setelah itu dia memberi opsi penerimaan cashback melalui 2 cara, yaitu via saldo Shopee Pay atau rekening bank. Saat itu saya memilih opsi kirim melalui rekening bank. Kemudian dia mengatakan “Pembicaraan saat ini diakhiri dulu dan akan digantikan oleh rekannya”. Lalu ada telepon masuk dengan nomor +1(205)346 0546 pukul 18:45 WIB.

Seperti biasa saya mengangkat telepon dengan memencet tombol loud speaker agar terdengar jelas dan kencang. Ia mengatakan “Selamat malam, dengan bapak Ahsan Nurfalah, kami dari tim Shopee pak, bapak tolong buka aplikasi Shopee-nya, klik akun saya, klik pesanan saya, klik bayar pesanan“. Pas momen ini terasa seperti area abu-abu / kayak gak sadar.

Kemudian dia menanyakan posisi saya, perkiraan berapa lama ke ATM dan meminta saya untuk ke ATM, tetapi saya bilang tidak bisa karena sudah tutup waktu itu. Ia menanyakan saya apakah memiliki akun Akulaku. Saya katakan belum punya dan diminta membuat akun Akulaku.

Karena prosesnya ribet, saya tanyakan kenapa prosesnya tidak langsung di kantor Shopeenya saja. Ia beralasan sedang PPKM, percakapan waktu itu terlalu panjang lebar, sehingga saya memutuskan untuk mematikan telepon tersebut. Beberapa lama kemudian ia menelepon saya berkali-kali. Sampai kesal akibat terganggu, dan terlalu bertele-tele untuk mendapatkan voucher cashback, saya mencoba angkat kembali telepon tersebut dan saya bilang via saldo Shopee Pay saja.

Setelah itu dia meminta untuk log out akun Shopee saya dan menunggu selama 4 jam dari pukul 19:27 WIB untuk diproses. Setelah itu dia memutuskan telepon tersebut.

Sekitar 10 menit kemudian ada SMS percobaan penggantian PIN Shopee saya. Saya merasa curiga terhadap akun saya dan kembali log in. Saya cek, terjadi 2 transaksi voucher ke akun Firyucell sebesar Rp1.129.786 dan Rp348.450. Dengan cepat saya klik batalkan pesanan tersebut. Lalu saya cek limit saldo Shopee PayLater yang semulanya Rp1.500.000 menjadi hanya Rp21.764 (momen tambah panik).

Kemudian ada chat masuk dari penjual (firyucell) “Kenapa pesanan dibatalkan kak?”. Saya bertanya “2 transaksi voucher apa ini?”. Tiba-tiba saya ditelepon kembali oleh orang sebelumnya pada pukul 19:43 WIB dengan nomor +1(205)346 0546, dan dia memaksa saya untuk log out serta matikan koneksi internet saya. Dia mengatakan “Saldo Shopee pay bapak sedang kami proses, bapak bisa lihat di menu Shopee Pay-nya, sedang diproses sebesar 2 juta”. Ketika Saya lihat di menu Shopee Pay memang ada transaksi top up sebesar Rp2.000.000 status sedang dalam proses.

Saya tanya kenapa saldo Shopee PayLater saya jadi berkurang? Ia mengatakan “Silahkan bapak bisa cek Shopee PayLater-nya, di situ tidak ada tagihannya, intinya tidak akan muncul tagihan ke bapak”. Ketika Saya cek memang tidak ada tagihan di menu Shopee Pay later waktu itu.

Saya tanya lagi “Akun firyucell ini siapa?” Ia mengatakan “Firyucell ini akun kerjasama dari Shopee pak, dalam hal voucher Cashback”. Dengan alasan cukup logis dan jawaban yang sangat meyakinkan (saat itu saya saking percaya), lalu dia mengatakan “Bapak log out dulu di aplikasi Shopee-nya, biar bisa cepet diproses”. Saya log out dari aplikasi Shopee pada pukul 19:50 WIB.

Keesokan paginya tanggal 6 Juli 2021 pukul 05:45 WIB, saya mencoba mengecek kembali ke akun saya dan saldo Shopee Pay tidak bertambah serta timbul tagihan Shopee PayLater, akibat dari 2 transaksi tersebut. Ketika saya cek, status pesanan telah selesai dan ada penilaian bintang 5 segala.

Segera saya telpon call center resmi Shopee 1500702 dari nomor yang tertara di aplikasi Shopee resmi. Saya ceritakan kronologi kejadian dan meminta untuk membatalkan transaksi tersebut. Aksi yang dapat dilakukan saat itu, akun Shopee saya ditutup sementara.

Pada tanggal 6 Juli 2021 pukul 10.56 WIB terdapat e-mail masuk dari Shopee bahwa akun saya sudah dibuka kembali dan saya cek dapat diakses kembali. Karena trauma serta kesal akibat kejadian tersebut, saya menelepon kembali ke Call Center Shopee untuk membatalkan transaksi tersebut. Tetapi hanya diminta untuk menunggu jawaban melalui email.

Keesokan harinya tanggal 7 Juli 2021 pukul 21:31 WIB, saya berinisiatif chat akun firyucell karena saya curiga firyucell ini berkomplot. Melalui chat di aplikasi Shopee, Ia mengetahui akun Shopee saya “ahsannurfalah” di-hack oleh orang lain dan Ia mengatakan bahwa uang akibat transaksi tersebut sudah “diamankan” oleh firyucell. Saya memintanya untuk melaporkan kasus ini ke Customer Service Shopee, tetapi Ia tidak mau.

Ia ingin menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan dengan via chat WhatsApp nomor 085849651742 dan tidak mau merespon lagi melalui chat di aplikasi Shopee. Ketika saya hubungi, nomor Whatsapp-nya tidak mau mengangkat telepon. Dalam chat WhatsApp, Ia ingin secepatnya diberikan nomor rekening. Sesaat setelah saya sudah mengirimkan nomor rekening bank untuk pengembalian uang tersebut, dengan alasan sibuk firyucell, tiba-tiba memblokir chat WhatsApp dan chat Shopee saya.

Saya melaporkan lagi ke CS Shopee terkait hal tersebut beserta bukti-bukti yang saya kirimkan, dan hasilnya hanya diminta untuk menunggu melalui telepon dan email.

5 hari kemudian telepon masuk 1500702 dari Shopee dan meminta untuk menceritakan ulang kronologi kejadian (Saya jelaskan lagi kronologi tersebut) serta diminta untuk menunggu jawaban lagi melalui email. Saya melapor lagi ke CS Shopee melalui chat aplikasi Shopee dan diminta nomor yang dapat dihubungi dan email aktifnya.

12 hari kemudian telepon masuk 1500702 dari Shopee dan meminta untuk menceritakan ulang kronologi kejadian lagi. Saya saat itu sedang pelaporan ke pihak berwajib dan saya berjanji akan mengirimkan foto Surat Kronologi Kejadian karena capek menjelaskan ulang hal yang sama).

Setelah selesai pelaporan dari pihak berwajib, saya kirimkan foto Surat Kronologi Kejadian di atas materai beserta bukti sebelumnya melalui CS Shopee di aplikasi, serta diminta untuk menunggu jawaban lagi melalui email dan hasilnya NIHIL.

19 hari kemudian telepon masuk 1500702 dari Shopee dan meminta untuk menceritakan ulang kronologi kejadian (Sudah yang ke-4 kalinya Ia menanyakan hal tersebut dan Saya sudah kirimkan foto Surat Kronologi Kejadian sebelumnya, tetapi Ia mengaku belum mengecek laporan yang masuk). Sejam kemudian, Ia membalas melalui email bahwa belum menerima foto Surat Kronologi Kejadian yang dimaksud. Dengan respon tersebut saya kirimkan lagi melalui email, foto Surat Kronologi Kejadian saya beserta bukti lainnya.

Sampai surat ini dibuat akun Shopee atas nama firyucell masih bebas leluasa membawa kabur uang Shopee PayLater saya tanpa adanya HUKUMAN.

Saya dapat simpulkan, laporan saya sebelumnya melalui CS hanya angin berlalu saja. Data bukti screenshot, foto, dll, hilang di tangan CS Shopee dan tidak disampaikan ke bagian tim terkait. Menelepon hanya meminta menceritakan lagi, menceritakan lagi, menceritakan lagi kronologi kejadian dan respon ketika ditelepon santai terus sampai mengulur-ngulur kasusnya. Tanggapan selalu hanya “Lepas Tangan” (Tidak ada Perkembangan tindak lanjut kasus terutama dengan si firyucell).

Melalui surat ini, saya menyatakan berdasarkan bukti data yang saya miliki. Mungkin kronologi kejadian ini bermanfaat agar mencegah banyaknya korban penipuan online yang akan terjadi kedepannya serta menjadi pembelajaran untuk ekstra hati-hati bagi kawan semua yang telah membaca surat ini.

Ahsan Nurfalah
Kab. Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai pengalaman ini:
[Total:128    Rata-Rata: 4.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

70 komentar untuk “Shopee Tidak Serius Mengatasi Kasus Penipuan dan Penyalahgunaan SPayLater yang Melibatkan Akun Penjual

  • 2 September 2021 - (09:01 WIB)
    Permalink

    Betul mesti hati2. Jgn terbujuk dapat cashback dll. Tp ts sendiri sangat ceroboh. Padahal kalau bs membaca di MK. Ni termasuk banyak yg terjadi kasus ini. Dan murni kesalahan sendiri karena memberikan akses kepada penipu.

    19
    1
  • 2 September 2021 - (09:24 WIB)
    Permalink

    Secara sah, sadar dan legal memberikan otentikasi kode OTP kepada penipu.

    “sebagai syarat mendapatkan voucher cashback Rp2.000.000. Saya tertarik, lalu mengaktifkan fitur tersebut.” Alhamdulilah tertarik.

    Belajar dari kasus2 lain jgn diladenin telpon dari +1. jangan tergiur cashback 2jt. aktif dishopee hampir 3thn tapi celah kecolongan sangat besar pak. padahal shopee sering banget kasih peringatan di dashboard terkait penipuan.

    pelajaran berharga semoga kedepannya lebih hati hati pak. sudah jadi bubur, semoga ada solusi terbaik dari shopee. Yang sebenarnya dicase ini shopee tidak salah.

    20
    2
    • 2 September 2021 - (22:26 WIB)
      Permalink

      Jgn mudah tergiur dg hadiah/cashback fiktif bnyak bnyak di manfaatin oleh oknum yg tdk bertanggung jawab

    • 3 September 2021 - (08:25 WIB)
      Permalink

      Sdah dibilang berkali2 jngan kasih OTP biar ke tim sophe, tiap sms otp masuk juga pasti ada peringatan itu, jadi masih mau nyalahin orang lain??
      Begitu denger hadiah langsung aja mau disuruh kasih otp, yg namanya hadiah itu gak mngkin ada syarat minta otp apapun aplikasi yg dipakai…
      Kalo alasannya penelpon bisa tau data saya jadi saya yakin itu resmi, kembali lagi otp itu hanya untuk kita, kalo dia minta udah pasti penipuan

  • 2 September 2021 - (11:14 WIB)
    Permalink

    Ahh semua juga salah kejahatan seperti ini di biarkan shopee, seperti ada orang dalam yg bermain, akun dan data2 semua konsumen yg pegang shopee, kenapa tidak di cari kenapa ada kebocoran data, dan sering banget kejadian seperti ini, harusnya keamanannya lebih di perketat apalagi sudah bekerja sama dengan pinjol, lebih baik setiap transaksi pinjol ada namanya konfirmasi via telp, atau mesin penjawab, misalkan ada transaksi pinjol, dengan menerangkan: pihak shopee tidak pernah mengadakan voucher, promo, hadiah dalam bentuk apapun. Dan transfer pinjolnya jangan hari itu juga cair atu hitungan menit harusnya 1x 24jam baru cair biar konsumen bisa berpikir jernih…

    Benahi shopee dengan segala keamananya
    Klo ga akan menjadi sarang penjahat Online
    Dan di tinggalkan konsumen

    17
    7
    • 2 September 2021 - (22:30 WIB)
      Permalink

      Betul kyknya ada orang dlam yg membocorkan data soalnya bisa thu segalanya tntg data customer

    • 2 September 2021 - (23:40 WIB)
      Permalink

      isaya jadi seller pasti emosi dituduh penipu. lucu nih anda. ngapain seller yg lapor ke cs shopee. sadar oi, anda yg salah

      4
      2
    • 3 September 2021 - (08:14 WIB)
      Permalink

      Bisa baca kan dari awal kronologi kejadiannyab, yang salah ya pemilik akun
      Bukan shopee nya
      Yang salah yang punya akun sudah jelas2 penelpon berbelit2 dan berulang2 masih diladeni
      Bego sih
      Makan apa sih

      4
      1
    • 3 September 2021 - (08:27 WIB)
      Permalink

      Mau bocor kayak apa kalo kita gak kasih otp juga gak bakal ketipu.. Tinggal kita aja mudah tergiur hadiah abal2 apa nggak, saat pertama dapat hadiah cek dlu keasliannya, jngan lngsung iyain aja minta otp

      3
      1
    • 3 September 2021 - (11:35 WIB)
      Permalink

      Wawasanmu terlalu sempit bro. Shoppe bca bri dll semua sudah aman, bobol model2 kyak gt gk semudah dlu, tny aja sama mantan2 pembobol coding. Tpi seaman amannya klo kita kasih akses data ke org lain ya jelas tanpa bobol pun org luar bisa acak2. Trus masalah soal org dlm ada yg terlibat, itu argumenmu ngawur.

      Nih gw bocorin, analisaku penipu tau nmor tlfon pemilik bkn krn kebocoran data, krn sy & keluarga sy pakai shope gk prnah tuh dihubungin, kemungkinan itu korban kena link phising atau salah klik virus (iklan2 yg byk saat browsing/download apk yg mengandung virus), kemudian seller shopper yg jual voc itu sy yakin 99% itu akunnya dia sndiri. Cek aja di sosmed dah byk yg jual akun2 shoppe, makin besar rate seller/tokonya, makin tinggi harganya

  • 2 September 2021 - (12:17 WIB)
    Permalink

    https://surveyheart.com/form/61023052b773c3182d3dd359
    (Email yang di berikannya syarat undian shopee berhadiah)

    Assalamualaikum KK, saya huflatul Khamisah beberapa Minggu yang lalu hari Kamis tanggal 29-07-2021 saya kena tipu undian berhadiah shopee dan mengatas namakan staff shopee. Bahwa nomor saya mendapatkan undian berhadiah 3 JT. Mereka bilang ini mau di hadiah tunaikan atau dijadikan uang belanja dshopee ?? Saat itu saya percaya karna saya memang sering berbelanja di shopee jadi mereka meminta kode OTP dan saya juga lagi butuh uang jadi saya mau ditunaikan ke rekening. Padahal disitu sudah ditulis jangan berikan pada siapa pun. Tapi say berikan karna saya merasa ini beneran. Dan saya berikan semua yang mereka suruh, karna katanya apliasi shopee ada ga gguan sistem jadi mereka memakai akun saya. Kata mereka hanya sebentar. Dan mereka menyuruh saya mendownload aplikasi easycash melakukan pinjaman. Katanya diajarkan sampe selesai mendapatkan undian. Saya menuruti. Karna saya memang lagi buntu. Dan d aplikasi easy cash gagal karna tidak mencantumkan foto usaha saya.alu mereka bilang download lagi ada kami. Saya pun menuruti. Ternyata KTP saya digunakan untuk melakukan pinjaman saya pun juga menuruti. Dan akhirnya mereka berhasil menipu saya. Saya pun juga menuruti apa kata merke. Dan samapai sekarang saya menanyakan Giman aplikasi dan tagihan di ada kami. Mereka menjawab harus lanjutkan lagi tahap selanjutnya untuk mengikuti syarat selanjutnya. Untuk mendapatkan akun saya kembali. 😭🙏 Tolong saya. Saldo saya Rp. 119.300 lumayan menurut saya karna saya jualan pulsa. Tapi skrg mau apalagi kena tipu.
    Saya juga sudah melaporkan semuanya ke shopee.id belum ada tanggapan
    Dan juga sudah mengirim email karna saya di tipu harus pinjam uang di ada kami. Tapi belum juga ada balasan 🙏

    Dan saya juga disuruh cs. Shopee download aplikasi ada kami lalu melakukan pinjaman Rp. 700 RB selama 7 hari. Saya mengikuti dan akhirnya selesai semua mereka gak ada kabarnya lagi. Dan nomor wa GK aktif lagi. 😭😭😭 Dan saat ini saya yang ditagih. Saya gak akan membayar karna saya sendiri tidak memakai sepeser pun.

    +62 812-3631-2697

    +1 (226) 270-6124

    +62 877-9404-8972

    +1 (346) 416-8022

    Tolonglah selesaikan. Saya pusing di tenor katanya saya banyak tagihan.
    Saya disini tertipu undian. Dan mereka menyuruh pinjaman online dan sudah di lakukan di ada kami. Skrg mereka yg mengaku dari pihak shopee dan ada kami nelpon saya mempunyai banyak tagihan. (Mereka berjanji akan membayar semua tagihan di shopee maupun ada kami)

    Tapi saat ini semuanya meneror nomor hp KK, ibu, dan bapak saya

    Saya sudah banyak mengadu ke pihak shopee. Tapi balasannya selalu 1-3 hari kerja baru diinfokan sudah mengeluh dan lapor tapi tetap saja ditagih. Gimana pihak shopee ini selesai kan masalahnya. ?????? Solusinya juga gak ada. Tapi malah menagih dan menagih. Nyesal saya belanja di shoppe.

    Tolong lah selesai kan penipu berkedok undian ini. 🙏🙏🙏
    Aplikasi @shopee sudah saya jelaskan ke semua cs.nya berbeda-beda namanya. Tapi suruh jelas kan secara berulang- ulang terus dan email-nya juga begtu. Daan Samapi sekarang hanya bilang tagihan tetap dibebankan pada pemilik akun. Jadi apa solusinya atas penipuan ini. Dan bagaimana cara kasus ini cepat hilangnya. Bukannya ditagih terus. Giliran uang ditagih. Tapi masalah konsumen tanggapannya lama sekali. kapan lah kasus say ini selesainya

    6
    14
    • 2 September 2021 - (21:33 WIB)
      Permalink

      Buset, ini sih 100% kesalahan ente. Saat urgent butuh uang, otak tolong digunakan juga. Suruh download pinjol aja mau, wkwkwk… ente sih bener-bener parah, penipuan jelas gitu aja bisa ketipu. Kirim kode otp, suruh download pinjol, wkwkwk.. parah parah.. sekarang sabar aja, pake otak buat cara bayar ya gan, jangan ga dipake lagi, tar ketipu lagi

      8
      2
    • 18 September 2021 - (16:43 WIB)
      Permalink

      Halo kak aku juga mengalami kejadian yang sama kaya kakak aku masih dibawah umur bagaimana aku harus menghadapi ini kak.

  • 2 September 2021 - (12:48 WIB)
    Permalink

    Kesalahan nte trlalu banyak bro..
    Udh ketauan mau nipu, diboongin lagi dikit malah ksh kpercayaan lagi.
    Penjual itu jelas tidak salah.
    Sop penjual saldo gt ketat bro, pembeli akan ditanya bbrpa hal dlu.. Penjual jelas menemukan kjanggalan dan berniat mngmbalikan, tp nte dg penuh prcaya diri menghakimi terus menerus bhwa penjual mrupakn salah satu komplotan. Penjual mana yg gak sakit hati pnya itikad baik malah terusan dihakimi. Untuk knpa penjual menghilang saya rasa wajar. Krna krna brlebihan mnghakimi dia.

    20
    • 3 September 2021 - (07:24 WIB)
      Permalink

      Setuju sekali. Sebagai sesama seller dan pemakai akun shopee saya justru kasihan sama seller firyucell. Dari chat ss jelas2 dia sudah berbaik hati mau membantu. Minta no rek penulis untuk di tf balik dana nya. Tapi malah di maki-maki, dituduh komplotan. Pake tulisan capslock gede2 juga penulisnya. Andai saja anda tidak berbelit-belit menuduh dan mengirimkan no rek, mungkin dana anda bisa kembali. CMIIW

      • 3 September 2021 - (11:41 WIB)
        Permalink

        Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

        Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

        Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat makany penipu sering pakai cara itu,shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya

  • 2 September 2021 - (12:50 WIB)
    Permalink

    Kejadiannya sama seperti yg saya alami,,bahkan saya sudah memberi tahu kode otp dan lain2nya sampai saya disuruh ke atm segala,,tp untungnya saya cuma tertipu 89rb itupun pesenan saya dibatalkan sama pelakunya.. karena saya waktu itu masih agak ragu2 jd sebelum saya ksh tau kode otp dan lainnya saldo di bank bca yg biasa transaksi shopee saya pindahkan dl saldonya ke bank lain dan saya sisahkan cuma 2rb,,dan kebeteluan jg saldo shopeepay saya tuh cuma ada 3rban,,dan untungnya saya menolak waktu pelakunya menyuruh saya untuk aktifkan shopeepay later dengan alasan pencairan lewat shopee pay ada kendala..krna saldo atm kosong jd pelakunya menyuruh saya ke atm untuk isi saldo dan mereka akan menelepon lg tp untungnya saya tidak lakukan,,setengah jam kemudian saya liat akun shopee saya ada chat masuk pemesan pulsa dan lain2,karna kaget saya lgsg batalin semua dan saya lihat pesenan saya jg dibatalkan pelaku,bahkan saldo shopee pay saya yg cuma 3rban aja dikuras,,akhirnya saya tlpn call center shopee dan bca,,saya jg memblokir mbanking saya…jd intinya buat pembelajaran kita semua jgn pernah ksh kode otp atau lainnya yg bersifat pribadi dengan alasan apapun,,apa lagi yg mengatasnamakan undian shopee,toped dan lainnya..klo saya pribadi cukup untuk kali ini saja kejadiannya..semoga yg laen jg bisa lebih berhati2 untuk kedepannya

    6
    1
    • 3 September 2021 - (08:32 WIB)
      Permalink

      Parah?? Yg salah pemakainya bukan shopeenya..
      Saya bnyak dpat untung dari shopee..
      Jadilah pemakai yg cerdas, selama tidak bagi2 otp nggak mungkin akun di jebol..

      1
      1
  • 2 September 2021 - (13:15 WIB)
    Permalink

    Ini kyaknya terorganisir bgt.. Semua bermula dr iming2 CB 2 jt ato apalah yg ditanggapi, untuk itu gk usah ditanggapi, ini pekerjaan apa y makan duit haram nipu orang.. Tapi yg sy sayangkan jg nurut aja apa maunya penipu online ini, dan kalo sudah kejadian seller lain yg disalahkan. Semuanya kan harus ada bukti nyata.. Semoga jadi pembelajaran bagi sy dan pembaca agar tak mudah menanggapi hal2 terkait uang mudah yg justru jadi perangkap penipuan online

    5
    1
  • 2 September 2021 - (15:27 WIB)
    Permalink

    Udah punya akun shopee sekitar 3 tahunan, sebagai pembeli dan penjual, level udah golden, tapi masih tergiur iming-iming / hadiah cashback? Sangat disayangkan, begitu mudah ditipu hanya dengan iming-iming uang.

    8
    1
    • 4 September 2021 - (13:42 WIB)
      Permalink

      Saya pengguna e-commerce Shopee sebagai pembeli sudah -+3 tahun, sebagai penjual -+1 tahun. Saya hanya sekedar belanja jika sedang perlu saja. Dan Saya jualan cuma sambilan mengisi waktu. Bukan berarti Saya serba tau seluk-beluk tentang Shopee.

  • 2 September 2021 - (15:36 WIB)
    Permalink

    Ngasih OTP ke orang lain lalu tertipu, tapi malah menyalahkan toko orang lain. Toko di shopee itu cuma sekedar jualan. Tidak selamanya terkait dengan penipuan. Penipunya bisa menggunakan akun dan OTP itu untuk beli voucher game, pulsa, dsb, di toko manapun, tanpa perlu tokonya bekerjasama dengan si penipu. Setelah OTP diberikan dan transaksi berhasil, tentu uangnya langsung melayang dan tidak bisa dikembalikan lagi.

    Sudah banyak kasus penipuan seperti ini. Saran saya lebih berhati-hati menghadapi penipu, jangan mudah percaya kasih OTP, identitas diri, dll karena sudah pasti penipuan. Dan kalau sudah tertipu, jangan salahkan orang lain, salahkan kebodohan diri sendiri kenapa bisa tertipu seperti itu.

    • 2 September 2021 - (19:34 WIB)
      Permalink

      Mungkin kau saja bang yg ga tau, ada ko toko 1 komplotan sama penipu… (Salah satunya toko hp), Ada ko yg buat laporan di media konsumen beberapa x…

      • 2 September 2021 - (20:07 WIB)
        Permalink

        Penipu yang menggunakan akun pinjol untuk beli HP bukan berarti toko HPnya bekerja sama dengan penipu tersebut. Bagi penipu, mereka bisa beli apa saja yang mereka mau menggunakan akun korbannya. Beli HP, Laptop, TV, dll pun tidak masalah. Bukan berarti tokonya pasti kerja sama dengan penipu tersebut.

        Penipu yang pintar tahu bahwa kalau barang itu harus dikirim ke alamat penipu, tidak seperti voucher game yang bisa langsung digunakan. Seperti kasus ini akun korban digunakan untuk beli voucher.

        Parahnya korban di sini bukannya introspeksi atas kelalaiannya malah menuduh penjualnya terlibat dengan penipuan. Kalau dia ikut menipu, tidak akan balas WA korbannya lagi. Setelah uangnya didapat langsung blokir.

        2
        1
        • 3 September 2021 - (17:28 WIB)
          Permalink

          Kasusnya sama kaya saya…kita jg yg harus tanggung jwb atas angsuran Spinjaman yg jelas2 uangny saja ga saya pake…udah uninstal aj..akun shoppe

  • 2 September 2021 - (15:50 WIB)
    Permalink

    Wah… Wah… lagi² org yg mudah percaya thd uang kaget… Langsung percaya dan kasih semua termasuk kode OTP.
    Padahal shopee secara berkala selalu kirim message untuk hati² thd penipuan dan jangan berikan kode otp kepada siapapun termasuk yg mengaku dari Shopee.

    Sudah curiga dan batalkan transaksi, masih percaya lagi dan logout app… dgn harapan masuk duitnya, hadehhh..

    Shopee mungkin baiknya hapus saja fitur Spaylater.. terlalu sering penipuan di sini ke org² yg mmg tidak / kurang info ttg OTP.

    11
  • 2 September 2021 - (16:52 WIB)
    Permalink

    “….Setelah itu saya diminta untuk menyebutkan nomor undian tersebut.”

    Kode OTP nih maksudnya ?

    Saya kok justru kasihan sama penjualnya yah ?
    orangnya juga baik” jelaskan bahkan duit mau dibalikan tapi situ malah main semprot asal tuduh.
    sapa yg ga jengkel diperlukan begini ?
    Klo saya yg jadi penjual nya digitukan , uda gua semprot balik , transaksi tetap sy terusin aja, biarin situ mampus kena tagihan utang.

    Maaf aja yah ini ibaratnya uda dikasih hati tapi ga tau berterima kasih.
    Situ pakai kata “Niat baik” tapi chatmu sendiri kelakuannya justru ga baik.
    Ga heran penjualnya ga mau tanggapi lagi bahkan diblokir.
    Kelihatan sekali tuh penjual nya jengkel setengah mati gara” chat mu sendiri.

    Lagian itu penjual ngapain hubungi CS shopee ga ada urusannya, ga bakal pengaruh juga,
    cari dukungan supaya bebas tagihan ? melalui tangannya dia ?

    11
    • 2 September 2021 - (20:09 WIB)
      Permalink

      Betul, penjualnya sudah berbaik hati berniat membantu malah dituduh seperti itu. Seharusnya penjualnya tidak perlu berbaik hati mau mengembalikan uangnya, karena malah penjualnya yang akan kehilangan uang karena tidak diganti oleh Shopee. Korban lah yang seharusnya introspeksi diri atas kebodohannya selama ini yang mau saja mengikuti semua perkataan penipu itu.

      • 3 September 2021 - (11:46 WIB)
        Permalink

        Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

        Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

        Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat makany penipu sering pakai cara itu dibanding beli barang, shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya.
        Ane paham krn ane pantau dunia pertuyulan

        2
        1
        • 3 September 2021 - (13:38 WIB)
          Permalink

          Jangan berandai-andai, lihat saja kasus penipuan online selama ini, ada enggak yang tokonya sampai ikut terlibat. Bagi penipu, kunci penipuan itu adalah sistem pembayaran. Setelah penipunya berhasil menguasai sistem pembayaran korban, dia bisa membeli apa saja yang dia mau. Buat apa repot-repot buat toko online yang malah beresiko dananya ditahan oleh marketplacenya. Voucher itu bisa dipakai atau dijual lagi lho.

          • 3 September 2021 - (13:52 WIB)
            Permalink

            Justru kamu yg berandai andai.
            Sy ini kasih FAKTAnya, BUKTI LAPANGAN, bukan cuma opini. Dan soal toko sy gk pernah bilang buat sendiri (bahasa pertuyulannya ternak akun). Tpi yg jelas toko itu BELI. Sekali lg BELI. Mereka beli dg harga 500rb-3,5jt per akun. Biasany toko jual sampai diatas 3jt itu krn lvl tolonya udah tinggi plus ditambah rekening. Apabila gk ada rekening mereka bisa bikin rekening aspal. Kalaupun gk ada rekening, mereka jg bisa cairin saldo yg ada di shopepay melalui QRIS.

            Jgnkan shoppe, akun toko tokped, BL, Lazada, dll itu jg diperjualbelikan dg motif yg beragam. Mereka modal 3jt an tapi untung bisa puluhan bahkan ratusan jt. Ada yg dipake untk gestun hasil menipu sperti kejadian penulis, ada yg dipakai untk kepentingan refund, ada yg dipakai untk bug, ada jg yg dipke buat kejar cashback.

            Klo ingin lebih tau, bisa sharing sama cybercrime atau coba investigasi para pemain pertuyulan.
            Sekali lg sy ngomong berdasarkan FAKTA, BUKTINYA ADA, bukan opini seperti kamu

        • 3 September 2021 - (14:50 WIB)
          Permalink

          Mana faktanya penipu harus buat toko online terlebih dahulu agar bisa nipu? mana link beritanya? Itu bukan fakta namanya.

          Buat apa penipu harus keluar uang jutaan rupiah terlebih dahulu untuk beli toko online padahal yang harus dia lakukan hanyalah memperdaya korbannya. Kalau dia modal toko untuk menipu, pasti akan diblokir dengan mudah oleh marketplacenya karena banyaknya korban yang komplain di satu toko tesebut. Jangankan dapat puluhan juta, baru beberapa juta saja pasti langsung diblokir. Belum balik untung tuh penipunya.

          Selama ini penipu hanya memperdaya korban untuk kasih OTP. Setelah itu mereka bebas belanja di mana saja tidak terbatas di satu toko. Lihat di surat pembaca sebelum-sebelumnya, apakah penipuannya terjadi dengan melakukan pembelian di satu toko saja?

          Toko online yang dipakai untuk gestun memang ada, tapi itu bukan penipuan, tapi untuk mengakali sistem di marketplace demi keuntungan mereka sendiri. Dalam hal ini yang dirugikan adalah marketplacenya. Tapi untuk penipuan ke customer, tidak perlu buat toko online terlebih dahulu.

          • 3 September 2021 - (17:26 WIB)
            Permalink

            Tinggalin nomor WA mu biar sy kasih bukti. Sy sudah bilang sy punya BUKTI,FAKTA LAPANGAN. Krn byk kenalan sy dlu yg main begituan. Mulai dari goresto punya gojek, mereka bikin resto dlu setelah itu mereka belanja sendiri pakai akun gojeknya sendiri untuk meraup keuntungan cashback. Tim cyber pun juga sudah paham alur mainnya mereka. Tapi metode gk akan disebar secara rinci di berita karena mengantisipasi adanya penyalahgunaan/ditiru oleh org lain.
            Makanya sy kan bilang, tanya tim cyber, jgn pakai opinimu sendiri apalg pengalamanmu yg sempit yg hanya tau sebatas diberita saja.
            Tinggali no wa mu/telemu, saya tunjukkan buktinya biar km gk ngeyel.

          • 3 September 2021 - (17:30 WIB)
            Permalink

            https://youtu.be/gnoAUjoyLhc

            https://youtu.be/at2WoDCC88E

            Tuh ada 2 berita, kamu simak pelan2. Disitu dijelaskan penipu melakukan transaksi fiktif dengan cara membuat akun penjual(toko) & pembeli palsu.

            Tolong klo jd org rendahkan hatimu untuk belajar apa yg blm kamu tahu secara mendalam

            2
            1
        • 4 September 2021 - (12:55 WIB)
          Permalink

          Lha, link YouTube yang anda kirim tuh penipuan cashback. Penipu membuat akun penjual dan pembeli demi mendapatkan cashback dari toko online. Yang dirugikan adalah toko onlinenya.

          Beda kasusnya dengan yang ini. Di kasus ini yang dirugikan adalah pembeli. Pembeli diperdaya untuk memberikan OTP sehingga akunnya bisa digunakan oleh si penipu. Anda bilang penipunya sengaja membuat toko online untuk bisa menipu pembeli itu. Belum pernah ada kasus penipu harus buat toko online terelbih dahulu. Saya sudah bilang kalau penipu sudah dapat OTP, dia bisa belanja di mana saja, tidak perlu belanja di toko si penipu.

          Jadi beda kasusnya cuy dan anda gagal kasih bukti yang sama dengan kasus ini.

          • 4 September 2021 - (13:29 WIB)
            Permalink

            Kamu itu udah polos bukanya rendah hati belajar & menganalisa malah ngeyel.
            Emang kamu lebih pintar dari tim cyber? Dan catat sekali lg, SY ADA KENALAN YG MELAKUKAN HAL YG SAMA & METODE/CARA YG SAMA SPERTI KASUS DIATAS, Sehingga sy paham bagaimana mereka bermain. Dan kenapa kenalan sy membelikan voucher & bukan barang? Karna voucher bukan bentuk fisik sehingga proses transaksi lebih cepat tanpa harus melalui ekspedisi. Kenalan sy gk akan beli voucher untuk dijual lg, itu buang2 waktu, makanya mreka rela beli toko mahal2 supaya pencairan shopepaylaternya lancar. Dan toko mereka juga minim dibanned karena mereka bisa gunakanan byk cara spy toko mereka aman & gk dianggap sebagai wadah MONEY LAUNDRY & kamu adalah salah satu org yg sudah TERKECOH.
            Tuh kamu cek toko yg bersangkutan, akunnya sudah gak bisa dibuka lagi karena mereka memodifikasi lagi akun toko mereka sehingga mereka bisa melancarkan aksinya kembali.

            Ayo taruhan 100jt kita ungkap siapa seller di shope tersebut apakah ada koneksi antara seller dan penipu atau tidak seperti dugaanmu?
            Sy ulang2 ya, SY PUNYA BUKTI LAPANGAN, SY PUNYA BUKTI TERTULIS, BUKAN OPINI DOANG KAYAK KM.
            DAN GK USAH BYK OMONG, TINGGALI NO WA MU, SY KASIH BUKTI BAGAIMANA BANYAK MAFIA YG MENCARI TOKO SHOPPE UNTUK DIBELI DG HARGA 500-3JT AN. KALAU KM MASIH MEMBANTAH, SY MAKIN CURIGA JANGAN2 KAMU ADALAH SALAH SATU MAFIA PENIPUAN

    • 2 September 2021 - (21:08 WIB)
      Permalink

      Memang kalau ngomong itu gampang, jgn diladenin kalau ada telpon masuk dr (+1) atau lainnya yg mengatasnamakan shoppe.mereka tahu nama kita dsb, siapa yg ga percaya.
      Yah mohon bersabar, ini musibah. Buat pelajaran buat kita kita dan yg lain nya.

  • 2 September 2021 - (19:38 WIB)
    Permalink

    Lu orang awam, udah tau jadi korban penipuan, niat dibalikin duitnya sama seller malah balik nuduh komplotan, sok keras pula, chat pakai huruf kapital, berasa kek “jago” banget. Sekarang diblok? Mampus, bayar tuh hutang, lain kali jangan bodoh lagi di dunia online. Sekian.

    • 3 September 2021 - (11:49 WIB)
      Permalink

      Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

      Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

      Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat dibanding beli barang makany penipu sering pakai cara itu,shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya, ditambah dg kesiap sediaan dicomplain korban, bahasa2 halus yg seolah olah balikin uang itu dipakai untk menghindari kecurigaan & unsur pidana.
      Dah lah jgn mau dibodoh bodohi. Ane paham krn dlu ane dah pantau dunia pertuyulan mafia2 model begitu

      1
      3
      • 3 September 2021 - (16:07 WIB)
        Permalink

        Aku ja berhati² bang ,saldo shoope paylater itu jadi incaran oknum yg nga bertanggung jawab,jangan mudah tergiur sama cashbak banyak bang,,,,,,,
        cashback ohhh cashback,,,,,,siapa yg nga mau!!!

  • 2 September 2021 - (19:42 WIB)
    Permalink

    kaya lagu “dan terjadi lagi kisah lama yg terulang kembali uwo uwoh” intinya sophee ndablek ora peduli sma konsumen

      • 3 September 2021 - (11:49 WIB)
        Permalink

        Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

        Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

        Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat dibanding beli barang makany penipu sering pakai cara itu,shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya, ditambah dg kesiap sediaan dicomplain korban, bahasa2 halus yg seolah olah balikin uang itu dipakai untk menghindari kecurigaan & unsur pidana.
        Dah lah jgn mau dibodoh bodohi. Ane paham krn dlu ane dah pantau dunia pertuyulan mafia2 model begitu

  • 2 September 2021 - (23:23 WIB)
    Permalink

    ini berarti seller tau dia tertipu, jadi ga ada isikan saldonya,belum sempat batalkan, malah penipu udh tekan terima dan uang jadi masuk di seller. Coba chat aja lagi seller nya baik” dan minta maaf, kalo Dy mmg bukan komplotan (menurutku bukan), harusnya bakal mau kok.. krna dr awal juga dia mmg berniat bantuin.

    • 3 September 2021 - (08:21 WIB)
      Permalink

      Tapi toko firyucell memang mencurigakan. saya kunjungi, disitu hanya ada transaksi voucher bernilai besar mayoritas 1jt. Kecenderungannya memang 1 komplotan dengan penipu.

      4
      1
      • 3 September 2021 - (11:51 WIB)
        Permalink

        Memang, yg bela sellernya spertinya bodoh juga. Nih gw bocirin, kenapa kok cuma ada transaksi voucher? Ya krn transaksi voucher itu transaksi yg gk ribet & prosesnya cepat, beda klo beli barang. Makanya penipu pakai cara itu. Sedangkan sellernya itu 99% sy yakin itu tokonya sendiri. Toko hasil darimana? Yg jelas toko hasil BELI. Makin besar rate tokonya makin tinggi pula harga jualnya. Jual beli begituan dah marak

        2
        2
  • 3 September 2021 - (00:05 WIB)
    Permalink

    Yang beginian yg bikin penipu terus kenyang dan ada motivasi untuk terus menipu ….

  • 3 September 2021 - (00:11 WIB)
    Permalink

    Dari banyaknya yg komen,
    Seperti tdak ada yg memihak penulis..
    Itu penjual udah baik hati bos…

    Moga penjual tidak ada di forum ini..

    1
    3
    • 3 September 2021 - (11:51 WIB)
      Permalink

      Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

      Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

      Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat dibanding beli barang makany penipu sering pakai cara itu,shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya, ditambah dg kesiap sediaan dicomplain korban, bahasa2 halus yg seolah olah balikin uang itu dipakai untk menghindari kecurigaan & unsur pidana.
      Dah lah jgn mau dibodoh bodohi. Ane paham krn dlu ane dah pantau dunia pertuyulan mafia2 model begitu

      1
      1
      • 4 September 2021 - (00:57 WIB)
        Permalink

        Jika memang demikian
        Ntuk membuktikan nya
        Kasih aja nomer shopepay
        Jangan kasih nomer rekening

  • 3 September 2021 - (07:51 WIB)
    Permalink

    Ya elu nya aja yg ******, kode OTP ngasih sembarangan, pengguna lama masa ga tau bedakan kode OTP dgn kode undian,, si seller udah niat baik tp di maki2 dituduh sembarangan,, seller itu jelas tdk mau melaporkan ke CS shopee, krn dia toko gestun alias toko penyedia layanan transfer saldo yg bayar pakai aplikasi pinjaman online sperti akulaku, kredivo dan sejenisnya. Krn klo lapor dan ketahuan pihak shopee bakal di blokir tokonya.

    • 3 September 2021 - (13:44 WIB)
      Permalink

      Betul, penyebab dari semua ini adalah kebodohan pembelinya mau-maunya kasih kode OTP ke orang lain. Setelah tertipu dia dengan bodohnya main tuduh ini tuduh itu. Kalau mau kejar, kejar tuh orang yang ngaku-ngaku dari Shopee yang jelas-jelas penipunya.

  • 3 September 2021 - (08:57 WIB)
    Permalink

    Padahal kalo ngomong baik2 itu seller udah kooperatif bgt, malah nyolot padahal salah sendiri, udah sering bgt namanya OTP diperingatkan jangan dikasih siapapun, termasuk pihak Shopee, malah karena nafsu hadiah buru2 kasih, tolong coba koreksi diri sendiri dulu sblm nyolot ke sellernya, user2 bodoh yg gampang ditipu gini yg bikin e-commerce susah berkembang, dikit2 nyalahin sistem

    1
    2
    • 3 September 2021 - (11:52 WIB)
      Permalink

      Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

      Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

      Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat dibanding beli barang makany penipu sering pakai cara itu,shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya, ditambah dg kesiap sediaan dicomplain korban, bahasa2 halus yg seolah olah balikin uang itu dipakai untk menghindari kecurigaan & unsur pidana.
      Dah lah jgn mau dibodoh bodohi. Ane paham krn dlu ane dah pantau dunia pertuyulan mafia2 model begitu

      1
      4
  • 3 September 2021 - (09:06 WIB)
    Permalink

    Buat yg ngebelain si penjual, coba cek tokonya. Produk yg dijualnya gak jelas, hanya buat kamuflase aja. Udah jelas ini akun dibuat untuk money laundry, penampungan transaksi2 fraud. Yg lebih menyedihkan, akun2 seperti ini bisa bebas beroperasi di Shopee. 👎😈

    5
    4
    • 3 September 2021 - (11:52 WIB)
      Permalink

      Betul, yg bela tokonya sama2 bodohnya. Wajar lah mereka gk paham dunia pertuyulan.
      Padahal itu sellernya 99% tokonya sendiri.

      Siapa bilang seller mau balikin duitnya? Itu cuma gimmick, jgn mau dibodohi. Seller ngmong gt spy dia seolah olah nunjukin klo dia bukan malingnya/seller original spy gk diblokir shopee.

      Analisaku, 99% itu bukan sekongkol lg, tpi itu tokonya dia sendiri. Dia dpt toko drimana? Dia dpt dari beli. Jual beli begituan udh marak. Makin tinggi rate tokonya makin tinggi harganya.

      Coba pikir logis, klo misal km penipunya trus cairin saldo dg beli voucher, buat apa vouchernya? Beda lg klo tokonya itu toko sendiri, maka transaksi voucher itu transaksi yg paling cepat dibanding beli barang makany penipu sering pakai cara itu,shg ketika transaksi berhasil, penipu tinggal cairin saldonya yg sudah masuk di tokonya. Dan tidak lupa penipu kasih bintang 5 tokonya spy rate tokony makin bagus biar gk dicurigai calon2 korban lainnya, ditambah dg kesiap sediaan dicomplain korban, bahasa2 halus yg seolah olah balikin uang itu dipakai untk menghindari kecurigaan & unsur pidana.
      Dah lah jgn mau dibodoh bodohi. Ane paham krn dlu ane dah pantau dunia pertuyulan mafia2 model begitu

      4
      3
      • 3 September 2021 - (13:18 WIB)
        Permalink

        Nah ini yang Saya maksud, produk yang Ia jual hanya maya saja tanpa fisik (barang) jadi tidak terdeteksi Alamat asli pengirimnya. Saya analisis ulang & Jelas akun palsu buat money laundry.

        2
        1
  • 3 September 2021 - (11:13 WIB)
    Permalink

    Komentar ada yang pro, kontra, netral & mungkin ada yang curhat. Semua pasti diminta pertanggungjawabannya di dunia maupun di akhirat. Inti dari artikel yang Saya buat berdasarkan bukti data yang Saya punya, Saya tidak asal menjudge (menghakim) / menilai penjual (firyucell) dan shopee.

    3
    2
  • 3 September 2021 - (13:26 WIB)
    Permalink

    Ia (firyucell) berpura-pura sudah mengamankan uang akibat kejadian, tapi disuruh buru-buru kirim nomor rekening & minta diselesaikan secara kekeluargaan melalui whatsapp & gk mau jawab chat di shopee lagi. Setelah di whatsapp saya minta video call dulu (agar memastikan memang benar Saya berbicara dengan orang yang bersangkutan), tetapi ia menolak. Saya bicarakan baik2 di WA, walaupun diawal chat shopee Saya sempat emosi (karena momen masih panik). Dan Ia maksa minta no rekening (no rek yng satu lagi sudah di blokir karena hampir kebobolan) ya sudah, Saya kasih no rek bsm (no. Rek yng masih aman). Setelah itu langsung di blokir chat whatsapp Saya.

    Saya chat menggunakan no WA yg lain ke “firyucell” : mengenai masalah tadi uang Rp 1,3 yng mau ditransfer ke rekening yng sudah dikirim sebelumnya. Saya mohon maaf atas ucapan yng kurang berkenan, dan kita sama menjaga nama baik supaya usaha jualan kita tidak tercemar nama baiknya. Terima kasih.

    Nunggu responnya sampai sehari (entah maksudnya apa)

    Respon dari “firyucell” : ini kemarin yang top up saldo ovo di saya (kirim screenshot yang sudah di crop hanya 1 teks saja, seperti ada yng ganjil) jadi bukan saya yang seharusnya anda kejar. Mohon jangan ganggu saya lagi.

    Chat Whatsapp di blokir lagi.
    Intinya Ia Ingkar janji & perkataan tidak bisa dipegang (tidak jujur). (awal bilang, uangnya sudah diamankan dan akan dikembalikan, tetapi malah sebaliknya dan menghindar)

    3
    2
    • 3 September 2021 - (13:54 WIB)
      Permalink

      Penjualnya tidak akan mengembalikan uang anda. Karena kalau dikembalikan berarti dia yang bodoh dan rugi, malah dia yang akan kehilangan uangnya.

      Secara sistem transaksi itu sudah sah, pembeliannya menggunakan akun anda dan OTPnya sudah benar. Kalau mau lapor, silahkan lapor ke Shopee, tapi saya yakin shopee akan mengatakan hal yang sama.

      Kesalahan itu murni ada di pihak anda yang terlalu polos dan tidak sadar jika sedang ditipu. Seharusnya anda bisa menjaga OTP dengan baik. Kalau Anda memberikan OTP ke orang lain, berarti anda mengizinkan orang lain masuk ke akun anda dan menggunakannya semau mereka.

      2
      1
  • 3 September 2021 - (16:51 WIB)
    Permalink

    Kalau penjual adalah penjual asli, dan dia ganti rugi berarti dia bego namanya.. transaksi sah sesuai aturan yg berlaku dia yg rugi barang ilang
    Kalau penjual akun bohongan juga dia bego banget kalau mau balikin duitnya..

    Saya paham mau duit kembali, jadi seakan2 tidak ada transaksi. Tapi kalau penjual jujur, brrt penjual yg rugi (hilang barang), anda yg untung (apa bedanya sama penipu di awal? cm ganti korban).
    Kalaupun penjual bohongan, masa berharap malingnya balik nganterin ?

    Jadikan pengalaman saja… ilmu/pengalaman memang mahal.
    Shopee dari awal sudah mewanti2 jgn kasih OTP, korban dengan sukarela membagi. semua kejadian tersebut wajar & sah karena OTP dibagi (diberikan akses oleh korban).

    Penipu begini masih banyak beredar karena bnyk korban yang masih berharap dapet duit/rejeki/tajir dadakan.

    Semoga kehilangannya diganti berkali lipat di lain waktu.

    • 4 September 2021 - (12:51 WIB)
      Permalink

      Amin, berarti kasus seperti ini tidak ditanggapi dengan serius (Jadi semakin banyak yang berbuat kejahatan). Jangan berpikir cuma buat sekarang & diri sendiri saja, semisalnya (naudzubillah min dzalik) nanti atau mungkin menimpa kejadian seperti ini ke saudara / tetangga sekitar anda karena mereka banyak belum tahu tentang kasus-kasus modus penipuan, secara tidak langsung anda sendiri ikut terbebani.

      Inti Saya buat surat pembaca ini agar Shopee serius mentuntaskan kejadian penipuan online yang sedang marak saat ini.

      1
      2
  • 3 September 2021 - (19:17 WIB)
    Permalink

    Sudah banyak kasus begini. Intinya kalau memang benar dapat undian atau hadiah tidak akan pernah pihak shopee atau ecommerce meminta OTP atau informasi akun secara mendetail.

    • 8 September 2021 - (00:47 WIB)
      Permalink

      Shopee disuruh menuntaskan penipuan online dengan cara apa pak ? Mengembalikan uang bapak ? Sedangkan malingnya gak ketangkep. Ya tetep gak tuntas. Mudah mudahan laporan polisi nya berjalan terus, dan malingnya tertangkap. Kalau dari sisi shopeenya, menurut saya sistemnya sudah cukup bagus. Verifikasinya sudah 2 tahap. Bahkan bapak dapat pemberitahuan mengenai percobaan perubahan PIN. Yang kurang dari shopee mungkin pelayanan setelahnya. Dimana bapak disuruh bercerita berulang ulang. Saya sih berharap uang bapak bisa kembali. Tapi ya masa Shopee diharapkan menuntaskan penipuan online yang disebabkan oleh OTP yang kita berikan. Sedangkan OTP itu dibuat guna mengurangi resiko akun digunakan orang lain. Shopee harus tambah fitur apa lagi? Ada saran mungkin pak ? Agar yang lain bisa terhindar dari penggunaan akun oleh orang lain ?

      • 15 September 2021 - (21:44 WIB)
        Permalink

        sya juga pernah kya gni dengan bdoh nya ngsih otp k penipu, spaylatter sya hbis yang lmitnya 750rb, sya langsung bkin laporan k cs shopee nya, dri stu akun sya langsung di ttup, di kira slesai taunya mlah di tgih sma dc shopee, sya gk mau byar itu bukan transaksi sya, smpe sya unreg krtu prdna sya, kejadiannya agustus taun 2020, kirain udah gk bkalan nagih lagi soalnya udah di jelasin juga sma suami, taunya nagih nagih lagi via wa k suami sya totalnya jdi gede pula, mau login k akunnya juga tteh akunnya gk aktif, gmna dong klo gtu,

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 70 komentar sampai saat ini..

Shopee Tidak Serius Mengatasi Kasus Penipuan dan Penyalahgunaan SPayLa…

oleh Ahsan dibaca dalam: 5 menit
70