Masalah Pengajuan Pemasangan IndiHome Secara Online

Pada tanggal 28 Juni 2021 yang lalu, saya mengajukan pemasangan IndiHome yang baru di wilayah Gunungsitoli, Sumatera Utara, dengan mendaftar secara online di website IndiHome dan mendapatkan nomor registrasi MYIR-10339817830003. Biaya pemasangan baru di saat itu adalah Rp150.000.

Keesokan harinya, saya pun dihubungi dari petugas verifikasi IndiHome dan semua berjalan dengan baik. Setelah beberapa hari kemudian, saya dihubungi oleh sales di wilayah setempat atas nama Siska dengan menanyakan saya mendaftar melalui siapa, dan saya pun jawab bahwa saya mendaftar secara online. Sales tersebut menyatakan akan datang ke lokasi untuk melakukan survey terlebih dahulu.

Setelah beberapa hari tidak ada kabar, saya pun mem-follow up proses pemasangannya, dan diinformasikan oleh yang bersangkutan bahwa port/ODP di lokasi yang saya ajukan pemasangan sedang dalam kondisi penuh, sehingga tidak bisa dilakukan pemasangan baru.

Setelah beberapa hari kemudian, saya dihubungi kembali oleh yang bersangkutan dan ditawari untuk pemasangan baru dengan cara penarikan kabel dari port ODP di area yang lebih jauh, tetapi dengan tambahan biaya kepada para teknisi sebesar Rp100.000. Saya pun bersedia dengan tawaran tersebut. Hanya saja, yang bersangkutan meminta saya untuk mengirimkan data pendaftaran yang baru. Saya pun keberatan karena data pendaftaran telah saya submit secara online, dan jika mendaftar secara online, saya berhak mendapatkan promo upgrade paket Essential secara free selama 3 bulan.

Karena saya menolak untuk mengajukan data pendaftaran yang baru, yang bersangkutan pun menolak dan memblokir WhatsApp saya.

Hingga pertengahan bulan Juli, saya sering mem-follow up proses pemasangan IndiHome ini dengan Call Center 147. Sayangnya, oleh petugas Call Center, hanya bisa dibantu dengan membuat tiket pengajuan percepatan tanpa solusi yang pasti bagaimana proses pengajuan pemasangan ini bisa segera dilakukan.

Saya kembali melakukan pendaftaran menggunakan data baru dari anggota keluarga dengan nomor registrasi MYIR-10343924070001. Lalu dihubungi oleh teknisi di wilayah setempat, dan hanya ditanyakan mendaftar melalui apa dan siapa. Ketika dijawab bahwa pendaftarannya secara online, teknisi tersebut pun tidak memberi kabar apa-apa lagi.

Setelah beberapa lama, saya tidak ingat persis waktunya, saya pun dihubungi oleh bagian Customer Care dari Telkom Pematang Siantar yang menginformasikan bahwa port ODP di lokasi yang saya ajukan pemasangan baru ini sedang penuh, sehingga tidak dapat dilakukan pemasangan baru. Akhirnya saya pun melupakan pendaftaran ini dan tidak pernah menghubungi Call Center lagi.

Tanggal 13 Agustus 2021 yang lalu, saya dikabari oleh teknisi di wilayah Gunungsitoli bahwa port ODP sudah tersedia di lokasi yang saya ingin pasang, sehingga saya sudah bisa mendaftar kembali. Berdasarkan informasi ini, saya pun melakukan pendaftaran kembali secara online setelah melihat bahwa promo free upgrade Essential selama 3 bulan seperti sebelumnya, masih tercantum pada informasi di website IndiHome. Hanya saja biaya pemasangan baru naik menjadi Rp 500.000.

Sama seperti sebelumnya, keesokan harinya, saya dihubungi oleh bagian verifikasi IndiHome dan semuanya sudah dikonfirmasi tanpa masalah, diinformasikan juga bahwa proses pemasangan akan dilakukan dalam waktu 3 – 5 hari mendatang.

Setelah sekitar 3-5 hari kemudian, saya pun mem-follow up proses pengajuan pemasangannya dengan menghubungi Call Center 147, juga melalui akun Twitter IndiHomeCare. Baik oleh Call Center, maupun akun Twitter IndiHomeCare, hanya dibuatkan tiket percepatan seperti sebelumnya.

Hampir setiap hari sejak saat itu, saya sering mem-follow up perkembangan proses pengajuan pemasangan ini, dan selalu hanya direspon bahwa tiket sedang in-progress dan diminta untuk bersabar menunggu perkembangannya.

Pada tanggal 25 Agustus 2021 yang lalu, teknisi IndiHome di wilayah Gunungsitoli atas nama Arman menghubungi saya bahwa pengajuan pemasangan IndiHome yang baru ini bisa dibantu oleh yang bersangkutan dengan mengirimkan data pendaftaran yang baru. Lalu saya menolak mengirimkan data yang baru, karena saya sudah mengajukan pendaftaran secara online. Teknisi pun mengkonfirmasi bahwa pemasangan tidak bisa dilakukan jika mendaftar secara online. Padahal, saya sudah mengkonfirmasi dengan Call Center 147 bahwa promo di website berlaku secara nasional, dan pengajuan pemasangan ini bisa diproses meskipun saya mendaftar secara online.

Saya kembali menghubungi Call Center 147 dan diberi tiket yang baru dengan nomor IN109524794, tiket yang sebelumnya dengan nomor IN109079157 pun sudah tidak ada kabar beritanya lagi.

Setelah sekitar sebulan sejak terakhir kali saya mengajukan pemasangan IndiHome ini, tidak pernah ada kabar dari sales maupun teknisi di wilayah Gunungsitoli.

Pada hari Minggu, 12 September 2021, saya dihubungi oleh Customer Care atas nama Tina, dari Telkom Pematang Siantar seperti yang sebelumnya pernah di bulan Juli, yang menyampaikan bahwa informasi dari teknisi di wilayah Gunungsitoli, port ODP untuk pemasangan baru di lokasi yang saya ajukan, tidak tersedia.

Saya pun heran, karena sebelumnya saya diinformasikan oleh teknisi setempat bahwa port ODP tersedia, sehingga saya melakukan pendaftaran secara online kembali. Tetapi karena saya mendaftar secara online, pengajuan pemasangan baru saya tidak diproses, dan harus mengajukan pendaftaran baru melalui teknisi setempat jika ingin diproses.

Saya pun menyampaikan informasi ini kepada petugas Customer Care atas nama Tina tersebut, dan petugas Customer Care berkilah bahwa mungkin tidak semua wilayah bisa diproses pengajuan pemasangannya secara online. Padahal, saya sudah dikonfirmasi dari Call Center 147 kalau pengajuan pemasangan baru secara online bisa diproses dan berlaku secara nasional, begitu juga dengan promo yang ditawarkan di website resmi IndiHome.

Petugas Customer Care lalu mengatakan bahwa komplain saya akan dikoordinasikan dengan sales dan teknisi di wilayah Gunungsitoli untuk segera dicarikan solusinya di hari Senin, mengingat hari Minggu adalah hari libur. Tetapi sejak hari Minggu hingga saat ini, tidak pernah ada kabar perkembangannya lagi.

Berdasarkan runut kejadian ini, saya pun mencatat beberapa hal sebagai berikut:

  • Sales maupun teknisi di wilayah Gunungsitoli, selalu menanyakan di awal, proses pengajuan pemasangan baru dilakukan melalui apa dan siapa. Jika melakukan pendaftaran secara online, maka pengajuan pemasangannya tidak diproses dan justru diabaikan.
  • Jika memang port ODP tidak tersedia, tentunya bisa diinformasikan segera, sejak pengajuan pemasangan baru ini saya ajukan secara online di pertengahan Agustus yang lalu. Sebaliknya, setelah sekian lama tidak ada kabar dan tidak ada perkembangan, tiba-tiba diinformasikan bahwa port ODP tidak tersedia. Saya melihat ada sikap tidak profesional yang ditampilkan oleh sales maupun teknisi di wilayah Gunungsitoli dengan sengaja mendiamkan pengajuan pemasangan baru yang saya lakukan secara online.
  • Baik teknisi di wilayah Gunungsitoli, Call Center 147, dan Customer Care dari Telkom Pematang Siantar, sering memberikan informasi yang tidak sejalan, padahal jika semuanya bekerja by system, seharusnya informasi yang disampaikan kepada pelanggan dan calon pelanggan bisa sejalan dan konsisten, tidak membingungkan pelanggan dan calon pelanggan.
  • Ketika melaporkan masalah seperti ini ke Call Center 147, pihak Call Center tidak bisa memberikan solusi yang pasti, selain hanya dengan membuat tiket komplain yang entah diajukan ke pihak mana, tanpa informasi adanya proses eskalasi jika komplain tersebut tidak bisa diselesaikan dengan baik, maupun periode SLA untuk memastikan bahwa komplain bisa diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Respon yang diberikan selalu sama, bahwa tiket sedang in-progress dan pelanggan ataupun calon pelanggan diminta untuk menunggu perkembangan selanjutnya. Pola seperti ini memberikan kesan bahwa pihak Call Center bekerja seperti robot, bukan seperti manusia yang seharusnya bisa membantu menyelesaikan masalah dengan solusi yang mungkin saja berbeda, tetapi efektif dan efisien.
  • Telkom sebagai perusahaan BUMN tentunya diisi oleh orang-orang profesional dengan kualitas kerja terbaik, tetapi melihat masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan, berlarut-larut tanpa solusi yang jelas, dan bahkan memunculkan kesan bahwa terjadi pembiaran terhadap adanya orang-orang yang tidak bisa bekerja secara profesional di lingkungan Telkom; merupakan fakta yang sangat disayangkan, mengingat di tengah tuntutan perkembangan zaman, saat ini Indonesia sedang berusaha bisa bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Banyak program Pemerintah di hampir semua lini pemerintahan yang mengutamakan efektivitas dan efisiensi, tetapi orang-orang di lingkungan Telkom justru menampilkan sikap tidak profesional dan menimbulkan situasi yang kontra-produktif. Kejadian ini tentunya berpotensi merugikan masyarakat sebagai pelanggan dan calon pelanggan, sekaligus berpotensi merugikan Telkom sendiri sebagai perusahaan yang beresiko kehilangan pelanggan dan calon pelanggan.

Harapan saya, Manajemen Telkom bisa memberikan perhatian untuk permasalahan yang saya laporkan, sekaligus memberikan solusi terbaik.

Terima kasih.

Peter Mendrofa
Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara


Update (24 September 2021): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan apresiasi atas tindak lanjut oleh pihak Telkom sbb:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • semoga cepat dipasang ..

    jangan lupa, jika berlanggana belum 1 tahun mau berhenti akan terkena pinalti 1 juta

  • Klo ada jaringan ISP lain di wilayah bapak, si ijo, si biru, si jingga ato yg lain nya (selain si merah 😅), daftar ISP lain saja

  • saya juga mengalami hal serupa daftar di online lewat myindihome dan dapat info Terminal fiber disana penuh,
    lalu di hubungi oleh sales akan di usahakan mencari port dari pelanggan yang sudah cabut, dengan syarat saya mendaftar ulang lewat dia, lalu saya iyakan walaupun harga nya lebih malah tapi masih oke lah masih di bawah 400 kalau di hitung2 juga biaya kuota sekeluarga sebelum 2 ini bisa abis 800-900, lalu saya daftar ulang saat dia datang dan melakukan Regis saya iseng nanya kenapa harus daftar ulang? dia menjawab "kalau lewat online sales ga dapet fee apa2 ini aja kalau fee nya keluar saya bayar lg ke teknisi buat ongkos cari cabutan port" saya paham dan maklum malah salut kok malah sales nya yg ngasih tips teknisi,selang 2 hari indihome saya terpasang karena ada tetangga saya yg sudah cabut berlangganan dan port nya bisa di pakai untuk rumah saya, dan karena saya merasa terbantu saya pun memberi tips untuk sales dan teknisinya

    intinya sabar dan jangan egois jika kita membutuhkan produk mereka, buatlah pilihan yg tepat dan jangan memaksakan kehendak karena di lapangan kita ga tau seperti apa persis kendalanya

    dan saya pun menanyakan pertanyaan lagi?
    emang kalau penuh ga bisa di tambah kapasitas nya?
    lalu dia jawab
    " bisa tapi biaya nya sangat besar dan proses nya ga sebenyar karena jalir distribusi nya habis jadi akan memakan biaya banyak, hitung2annya ga masuk mungkin atau g profit" owhh saya pun ngangguk2 paham

    • Anda dikadalin awkowwkwo
      Mereka dah biasa begitu kok. Saya aja dipalak 500 ribu. Lalu karna kasian di turunin jadi 200 ribu wkwkkwkw nota aja ga ada buat apaan. Awalnya sih dia bilang buat biaya perpanjangan kabel. Ahirnya apa ? Kabelnya pd berserakan di rumah saya dan ntah dia narik panjangnya berapa. Dan sebenernya TELKOM jga melarang transaksi di lapangan seperti ini (ini saya taunya belakangan).

      TELKOM tau mengenai teknisi nakal seperti ini ? Sangat tau karna ini udah penyakit lama. Serius ni kalo ada provider lain selain Indihome pasti saya pasang aja. Permasalahannya cma ada indihome.

      Yang lebih mengerikan itu data pribadi yang dikirim ke teknisi. Ini serius ya, itu data takutnya di salahgunakan. Mereka nilep uang kita dengan alih2 odp penuh atau jarak kejauhan itu aja mereka dah lihai sekali. Takutnya data dipakai kriminal atau data dijual.

      Saya sendiri sudah mulai "memaklumi" keadaan seperti ini. Tapi kalo misalkan sampai ke jadian data di jual belikan, ini serius keterlaluan sekali.

      • untungnya saya ga ketemu oknum yg meminta uang tambahan sampai 500rb, saya memberi karena keinginan saya sendiri karena terbantu, dia membantu kalau mau dibantu carikan port cabutan harus daftar ulang biar dia salesnya dapet fee dr kantor katanya

        • Ya memang ngga 500 ribu tapi dipalak 400 ribu( anda nulis sendiri di atas) wkwkwk. Males sih kalo mau berdebat wkwkw. Intinya adalah teknisi dilarang transaksi di lapangan itu sudah ketentuan dari TELKOM ! Anda mau berdalih silahkan, anda bebas beropini.

          • Mohon maaf atas ketidak nyamanan bapak/ibu dalam proses pendaftaran Indihome.
            Saya dicky gulo dari Indihome Plaza Telkom Jakarta utara.
            Terkait laporan bapak/ibu kami telah baca dan pahami, namun disini saya perlu jelaskan bahwa pendaftaran indihome yg sebenarnya tdk seribet atau sesulit yg bapak/ibu ceritakan, dari penjelasan bapak/ibu bahwa sebelumnya sudah mendaftar melalui situs resmi indihome.co.id/147 namun respon dan pemasangan terlambat, ini dikarenakan situs indihome.co.id/147 adalah layanan nasional dimana setiap hari antrian pendaftaran seluruh indonesia akan dilayani satu persatu belum lagi penanganan gangguan dari pelanggan yg sdh berlangganan. Itulah yg menyebabkan keterlambatan proses pemasangan.

            Jika bapak/ibu mau pasang indihome kami sangat sarankan mendaftaran langsung ke sales indihome di masing regional/wilayah, jika bapak/ibu mendaftar di sales maka selain mendapatkan harga resmi juga penjelasan paket indihome, syarat dan ketentuan berlangganan, tagihan, akan djelaskan oleh team sales dilapangan. Dan pemasangan bisa selesai 1 hari kerja dan max 3x24/jam jika lewat dari waktu yg ditentukan maka saleslah yg bertanggung jawab untuk mengfollow up kembali ke pihak fcc telkom pusat.

            Terkait laporan yang saya tanggapi ini, bahwa pamasangan yg di maksud yaitu di wilayah kota gunung sitoli, pulau nias, sumatra utara, kebetulan saya juga dari nias saya dicky gulo dari nias barat, dan sekarang saya kerja diindihome jakarta utara,
            Perlu kami jelaskan juga bahwa tidak semua wilayah sudah tercover jaringan indihome, untuk wilayah kota gunung sitoli, pulau nias, sumatra utara, BELUM ADA JARINGAN INDIHOME/KABEL FIBER. jadi dalam hal ini terkait kendala yg bapak/ibu laporkan alasan tidak terpasang karena belum ada jaringan fiber di lokasi.

            Namun masih ada alternatif lain untuk bisa menggunakan produk dari telkom yaitu ORBIT Wifi wireles (tanpa tarik kabel) modem bisa dibawa kemana-mana.

            Itu saja tanggapan dari saya kurang lebih saya mohon maaf
            Terimakasih.

            Anda bisa hubungi kami :
            081296848522 via whatsapp
            Atau kunjungin situs Indihome:
            https://indihome-jakarta.co.id

    • Selamat pagi, mungkin boleh dibaca baik-baik kembali runut kejadiannya; di sana saya sudah informasikan juga bahwa saya pernah ditawari dengan alternatif solusi penarikan kabel dari ODP yang lebih jauh tapi dengan biaya tambahan, dan di waktu itu saya sudah setuju, tetapi kemudian tidak dilanjutkan karena saya tetap memilih diproses dengan data pendaftaran secara online yang sudah di-submit sebelumnya. Selain itu, saya pun pernah menunggu ketersediaan ODP-nya kembali sejak sebelumnya mengajukan pemasangan di akhir Juni dan tidak dapat dilanjutkan karena ODP tidak tersedia, lalu kembali mendaftar secara online di pertengahan Agustus berdasarkan informasi ketersediaan dari mereka.
      Pada dasarnya, saya tidak masalah untuk diproses pendaftarannya secara online maupun offline melalui sales maupun teknisi, dan ini saya sudah sampaikan ke pihak Telkom. Saya tetap memilih untuk diproses dengan pendaftaran secara online karena promo free upgrade UseeTV Essential selama 3 bulan hanya berlaku untuk pendaftaran secara online. Ibarat Anda membeli produk yang sama dari 2 toko yang berbeda, di mana keduanya menjual dengan harga yang sama, tetapi Anda bisa mendapatkan benefit atau bonus tertentu dari salah satu toko, tentunya sangat lumrah jika Anda akan membeli produknya di toko yang menawarkan benefit atau bonus tersebut. Jadi, persoalan kesabaran, egoisme, ataupun pemaksaan kehendak yang Anda asumsikan tidaklah relevan.

      • Saya sangat paham kronologinya. Gini, pada intinya teknisi2 di tempat anda ini memang maunya cuan maximal. Mengapa mereka memaksa mendaftar lewat teknisi2 itu ya karna mereka biar dapat bonus. Ini serius ya, kalau anda ingin cepat terpasang langsung saja ikuti teknisinya ( kalau emang bener2 butuh internet dan tidak ada provider lain ). Pasti langsung dipasang. Bahkan kalo odp di tempat anda kosong sekalipun mereka akan mati2an cari odp kosong agar anda bisa jadi pelanggannya sehingga bonus mereka cair.

        Ada tapi nya. Resiko data pribadi anda bisa disalahgunakan karna anda mengirim foto ke perorangan bukan ke website langsung.

        Kalau anda emang suka fight saya dukung sekali. Ya semoga saja dengan di muatnya surat ini mereka para teknisi di sekitar rumah anda mendapat instruksi khusus dari pusat. Dan data anda aman.

        tapi jika masih terbengkalai jga, mau ngga mau harus menyesuaikan diri di tengah para pak ogah ini.

        Kalo saya pribadi lebih suka efisiensi. Jadi tentu saya pilih yang tercepat. Karna di tempat saya kebutuhan internet sangat penting guna menunjang pekerjaan.

        Saya doakan semoga dapat jalan terbaik.

        • Terima kasih atas dukungannya Bu Sisca. Benar sekali, saya memang sedang membutuhkan fasilitas internet tersebut, hanya saja sifatnya memang belum begitu urgent di beberapa waktu yang lalu, sehingga saya masih bisa menunggu walaupun aktivitas saya menjadi terganggu. Tidak seperti di Jakarta, di Gunungsitoli tidak banyak pilihan untuk provider internet, hanya ada satu lagi selain IndiHome. Karena berbagai pertimbangan, saya tetap pilih IndiHome dulu, tapi tentunya provider yang lain tersebut sudah termasuk pilihan alternatif jika memang tetap tidak ada solusi dari Telkom.

          Puji Tuhan, saat ini pihak Telkom sudah merespon dengan lebih baik, dan masih dalam proses, semoga bisa segera selesai. Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk kita semua, dan tentunya kita juga berharap bisa sekaligus membantu Telkom melakukan pembenahan, sehingga kinerja perusahaan semakin lebih baik dalam melayani kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

      • Teknisinya kerja sama sama sales itu,kalo order lewat web sales ga dapat fee ,kalo lewat sales si sales yg daftarin pasti dapat fee, pake alasan klasik odp full, bagus anda bawa ke media konsumen, biar di pecat tu tenaga outsourcing Telkom yg main2 dgn calon pelanggan

    • Selamat sore, mungkin boleh dibaca baik-baik kembali runut kejadiannya; di sana saya sudah informasikan juga bahwa saya pernah ditawari dengan alternatif solusi penarikan kabel dari ODP yang lebih jauh tapi dengan biaya tambahan, dan di waktu itu saya sudah setuju, tetapi kemudian tidak dilanjutkan karena saya tetap memilih diproses dengan data pendaftaran secara online yang sudah di-submit sebelumnya. Selain itu, saya pun pernah menunggu ketersediaan ODP-nya kembali sejak sebelumnya mengajukan pemasangan di akhir Juni dan tidak dapat dilanjutkan karena ODP tidak tersedia, lalu kembali mendaftar secara online di pertengahan Agustus berdasarkan informasi ketersediaan dari mereka.
      Pada dasarnya, saya tidak masalah untuk diproses pendaftarannya secara online maupun offline melalui sales maupun teknisi, dan ini saya sudah sampaikan ke pihak Telkom. Saya tetap memilih untuk diproses dengan pendaftaran secara online karena promo free upgrade UseeTV Essential selama 3 bulan hanya berlaku untuk pendaftaran secara online. Ibarat Anda membeli produk yang sama dari 2 toko yang berbeda, di mana keduanya menjual dengan harga yang sama, tetapi Anda bisa mendapatkan benefit atau bonus tertentu dari salah satu toko, tentunya sangat lumrah jika Anda akan membeli produknya di toko yang menawarkan benefit atau bonus tersebut. Jadi, persoalan kesabaran, egoisme, ataupun pemaksaan kehendak yang Anda asumsikan tidaklah relevan.

  • Hadeh tahu, oh tahu
    Penulis egoisnya dimana? Saya lihat sepertinya dia melakukan hal benar sesuai dengan SOP pemasangan online Indihome.
    Sepertinya gan tahu itu karyawan atau punya kerabat yang kerja disitu deh, jadi inti yang saya tangkap dari penjelasan anda ujung-ujungnya bahwa TIDAK boleh pasang online yah, Harus sama sales offline gitu kan? Lalu apa gunanya pendaftaran online?

    Kesulitan pemasangan ini semua karena Telkom Indihome yang tidak mau berbenah atau memperbaiki berdasarkan masalah-masalah sebelumnya. Dari tahun 2018 lalu sampai sekarang sistem di pusat dengan di lapangan mengenai odp selalu tidak sinkron. Kalau belum sinkron jangan dulu dibikin pemasangan online.
    Sales offline sudah benar melakukan pekerjaannya yaitu mendapatkan pelanggan baru. jika saya menjadi sales, saya akan melakukan hal demikian. Jadi sebenarnya harus juga diganti atau ada penyesuaian baru terhadap format bonus kepada sales atau teknisinya.
    Jika tidak ada perubahan, maka pemikiran orang-orang seperti Tahu, Tahu oh Tahu ini yang menyebarkan tips yang tidak sesuai dengan ........ Ah sudahlah, sudah tidak tau mau tulis apa.

    • Ngga ada egoisnya sama sekali malah menurut saya. Sepertinya penulis ini memang tipikal orang yang suka menaati aturan. Dan cukup selektif. Taat SOP juga.

      Ya begitulah gan. Kalo orang culas malah dibelain macam Tahu itu. Makanya mereka terbiasa begitu. Kalo ga dapet uang tambahan kerjaan ga jalan. Bhahaha

  • Telkom masih BUMN bukan sih ? Harusnya sih jangan dianggap lumrah. Yang ditakutkan, ternyata ODP nya ada yang kosong, tapi ditahan tahan sama oknum. Atau ada yang sudah berhenti, tapi tidak dicabut cabut dari ODP nya. Kalau di swasta sih, ya terserah deh mau gimana

  • banyak oknum dilapangan pak
    klo daftar online, pemain dilapangan ga dapet apa apa,
    jadi mereka mengutamakan yg daftar via mereka.

    klo mau cepat ya kudu lewat mereka yg dilapangan.

    saran saya klo ada pilihan lain, lebih baik pilih yg lain

  • Tanggal 5 Agustus lalu saya pengajuan pasang Indihome. Alhamdulillah tidak sampai 3 hari sudah terpasang dan dapat digunakan.

  • Selamat malam.

    Terima kasih Bapak/Ibu yang sudah memberikan atensi, baik dalam bentuk dukungan, maupun dalam bentuk kritik dan saran atas laporan yang saya publikasikan di Media Konsumen. Terima kasih juga untuk Media Konsumen yang telah memfasilitasi publikasi laporan ini.

    Dengan dipublikasikannya laporan ini, pihak Telkom pun segera bertindak cepat dengan menghubungi saya, kemudian melakukan koordinasi sekaligus perbaikan secara internal. Juga sudah disampaikan permintaan maaf oleh pihak-pihak terkait dari Telkom setempat, baik dari Customer Care 147, Customer Care di Pematang Siantar – Sumatera Utara, maupun Pimpinan Telkom Cabang Sibolga – Sumatera Utara; dan diakui bahwa ada potensi unsur kesengajaan oleh pihak mitra Telkom di Gunungsitoli terkait penundaan pemasangan jaringan baru yang telah saya ajukan sejak lama.

    Diinformasikan bahwa pihak Telkom setempat segera melakukan assessment terkait potensi bisnis terhadap kebutuhan penambahan ODP di lokasi rumah keluarga saya di Gunungsitoli, dan penambahan jaringan baru pun bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Saya sangat mengapresiasi gerak cepat pihak Telkom dalam mengatasi permasalahan yang saya laporkan terkait ketersediaan ODP tersebut.

    Saat ini jaringan IndiHome telah terpasang dengan baik di rumah keluarga saya di Gunungsitoli, terima kasih kepada pihak-pihak terkait di Telkom yang segera berupaya merealisasikan dan mengawal proses pemasangan jaringan baru ini, walaupun masih tersisa kekecewaan dengan adanya kenaikan biaya pemasangan awal; seandainya pengajuan pemasangan jaringan ini dikerjakan sebelum Agustus yang lalu, maka biaya pemasangan awal yang harus saya bayarkan tentunya lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pemasangan awal yang harus saya bayarkan saat ini.

    Laporan ini tidak saya sampaikan untuk menjatuhkan pihak tertentu, tetapi semoga proses ini bisa menjadi pembelajaran bersama, sekaligus membantu Telkom menjadi perusahaan BUMN kebanggaan Indonesia dengan kinerja yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Terima kasih.