Keluhan Surat Pembaca MyRepublic Mengabaikan Uang Langganan 1 Tahun yang Sudah Saya Bayarkan di Depan 7 Oktober 20249 Oktober 2024 weimintoro 10 Komentar biaya ekstra, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Internet Service Provider, Koneksi internet, MyRepublic, Pembayaran di awal, SLA Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth, CS MyRepublic di tempat Dengan surat ini, kami sampaikan kronologis MyRepublic “merampas” uang langganan 1 tahun (nomor pelanggan: 1840223) yang sudah saya bayarkan di depan, dan saya sudah melaporkan ke CS sejak bulan Juni 2024, namun tidak ada solusi hingga saat ini. Saya berlangganan MyRepublic sejak sekitar April 2023 dengan paket speed 20 Mbps dengan harga sekitar Rp204.000 per bulan. Setelah setahun berlangganan, pada bulan Maret 2023 saya mendapat email penawaran dengan bonus merchandise. Ada 3 pilihan, yaitu upgrade speed 50 Mbps, upgrade speed 30 Mbps, dan advance payment 1 tahun sebesar Rp2.021.251,-. Saya memilih advance payment 1 tahun di depan (bayar 9 bulan, bonus 3 bulan). Pertimbangan saya memilih paket ini karena lebih ekonomis dibanding Rp204.000 per bulan. Selain itu, ada juga iming-iming merchandise yang sampai saat ini belum diberikan. Permasalahan pertama, tagihan yang muncul tidak sesuai dengan penawaran, yaitu seharusnya Rp2.021.251,-, namun terdebet Rp2.326.450,- yang terbayar tanggal 16 April 2024. Paket ini diinformasikan akan berakhir pada Mei 2025. Saya komplain ke CS MyRepublic dan diinformasikan bahwa selisih pembayaran akan di-refund ke saldo, namun hingga saat ini tidak terealisasi. Permasalahan kedua, muncul tagihan pada bulan Agustus sebesar Rp205.350,-. Saya komplain ke CS melalui email dan telepon call center, diinformasikan bahwa benar saya telah berlangganan 1 tahun, dan akan diajukan koreksi tagihan. Saya diminta untuk mengabaikan tagihan yang muncul. Bulan berikutnya, September 2024, kembali muncul tagihan akumulasi sebesar Rp410.700,-. Saya kembali menanyakan ke CS pada tanggal 5 September 2024, dan dijawab sama, akan diajukan koreksi tagihan, serta diminta mengabaikan tagihan tersebut. Hingga akhirnya, sekitar tanggal 16 September, internet di rumah saya disuspend dengan alasan saya menunggak tagihan, padahal jelas-jelas saya sudah membayar sampai Mei 2025. Ini merupakan kesalahan sistem oleh MyRepublic yang diakui oleh CS. Saya melapor ke CS via telepon dan dijawab bahwa akan diajukan aktivasi kembali dalam 1×24 jam karena ini merupakan kesalahan sistem. Saya diminta menunggu. Hingga 21 September, internet saya belum aktif juga. Saya lelah karena setiap hari harus menjelaskan dari awal lagi permasalahannya saat menghubungi CS. Saya kemudian menghubungi marketing yang membantu saat pemasangan. Dia membantu dan menginformasikan bahwa saya diminta membayar tagihan terlebih dahulu, dan nantinya akan diajukan koreksi tagihan dengan memo. Pembayaran 2 bulan yang saya lakukan tidak akan hangus, dan masa berlangganan akan diperpanjang hingga Juli 2025. Saya akhirnya melakukan pembayaran yang sebenarnya tidak perlu saya lakukan, dan baru aktif kembali pada tanggal 22 September 2024. Hak saya dirampas selama 1 minggu karena dianggap tidak membayar tagihan. Pada 26 September, saya menanyakan perkembangan kasus saya, apakah sudah dikoreksi dan masa berlangganan diperpanjang hingga Juli 2025. Dijawab bahwa masih dalam proses, dan akan ada pemberitahuan melalui telepon atau email. Saya juga menghubungi marketing, namun responsnya sangat lambat. Harus dihubungi berulang kali baru dijawab, itupun tidak maksimal. Pada 3 Oktober, saya kembali menanyakan update statusnya, dan dijawab sama, masih dalam proses, dan akan ada pemberitahuan melalui telepon atau email. Pada 5 Oktober 2024, saya kembali menerima email tagihan bulanan sebesar Rp316.350,-. Saya kembali dianggap memiliki tagihan dan dikenakan denda keterlambatan pembayaran sebesar Rp50.000,-. Lucu, saya sudah membayar tahunan sampai Mei 2025, ditambah 2 bulan hingga Juli 2025, tetapi masih dianggap terlambat membayar. Saya kembali menghubungi CS pada 5 Oktober 2024, namun tidak ada solusi. Saya hanya diminta menunggu, dan mereka akan melakukan follow up ke tim terkait. Poin yang ingin saya sampaikan adalah, hati-hati memilih provider internet jika tidak mau ribet di belakang hari, karena ini sangat menguras energi dan waktu. Saya tidak akan berhenti memperjuangkan apa yang sudah saya bayar. Ingat, bukan saya yang berutang tagihan kepada MyRepublic, tapi MyRepublic yang berutang pembayaran 1 tahun di muka yang saya lakukan, namun ingkar janji. Berikut saya lampirkan bukti tangkapan layar terkait permasalahan ini. Terima kasih. Hormat saya, Weimintoro Tegal, Jawa Tengah Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
dhan7 Oktober 2024 - (18:19 WIB)Permalink Sistem pembukuannya amburadul/urakan. Padahal bisa dikoreksi oleh accountingnya. Login untuk Membalas
Widarti8 Oktober 2024 - (09:47 WIB)Permalink Dr awal ga respect sm my republic. Nanya produk aja marketing nya ga niat. Untung ga jadi ngambil. Bener dugaan abis bayar setahun trs dkibulin. Duit qta dianggap amal jariyah. Ogah bener. BIG NO buat MY REPUBLIC Login untuk Membalas
Renyta8 Oktober 2024 - (16:45 WIB)Permalink CS di Indo mmg demikian. Mereka tidak pantas bekerja di bidang tsb , krn sgt tdk profesional. Selalu diangkat oleh orang yg berbeda , dan kembali ditanya masalahnya dari awal lg , tanpa merasa malu sama sekali . Sampai orang yg menghubungi jadi heran . Login untuk Membalas
Widarti9 Oktober 2024 - (08:35 WIB)Permalink Belum aj. Nanti kl berhenti berlangganan, tau2 marketingnya akan sering nelp ngasi paket dengan nembak harga, kek beda2 gt. Padahal sepanjang pake sering bgt ga ada sinyal, internet ngedrop dan ga ada perbaikan. Masuk kamar aja sinyal langsung ilang. Rugi pake FM. Login untuk Membalas
Dhodhee8 Oktober 2024 - (18:10 WIB)Permalink Abal-abal gitu cara kerjanya, sy paling ogah ngambil yg setahun dr ISP manapun, sya pakai FM, marketingnya bs bikin paket setahun bisa dipecah bulanan, jd jatuhnya murah Login untuk Membalas
Widarti9 Oktober 2024 - (08:36 WIB)Permalink Belum aj. Nanti kl berhenti berlangganan, tau2 marketingnya akan sering nelp ngasi paket dengan nembak harga, kek beda2 gt. Padahal sepanjang pake sering bgt ga ada sinyal, internet ngedrop dan ga ada perbaikan. Masuk kamar aja sinyal langsung ilang. Rugi pake FM. Login untuk Membalas
Prochiz8 Oktober 2024 - (23:52 WIB)Permalink Wah wajib nih di beritahukan ke masyarakat di komplek saya, yg mana di komplek saya sdh terpasang pemancar nya my republik Login untuk Membalas
Joey9 Oktober 2024 - (14:29 WIB)Permalink Hati hati dengan janji manis My Republic, saya juga punya pengalaman buruk dengan perusahaan sampah macam my republic. Hanya diberi janji manis tapi pelaksanaan kosong. Dan dengan mudahnya mengeluarkan kata maaf. Janji kunjungan pada hari H ( terkongirmasi melalui email) tetapi pada waktunya sampai, diberikan email penundaan, sedangkan konsumen sdh meluangkan waktu menunggu, mereka dengan seenaknya memrubahnya. Apalah bukanya perusahaan sampah my republic ini? Login untuk Membalas
Dwi8 Desember 2024 - (08:11 WIB)Permalink Jangan mau pakai Republik untuk wifi fiber, bener apa yang dibilangkan, di komplek kami awalnya sama di iming iming kan sales dengan harga promo, mana sistem my Republik ini “prabayar” Beda dengan plat merah sistem “pascaprabayar”, banyak salesnya juga nakal dan kalau komplen cs nya parah mending mikir mikir pakai wifi ini, mending pakai orbit yang bisa di pindah pindah Login untuk Membalas
Bagas26 September 2025 - (10:27 WIB)Permalink Halo kak, case ini selesia berapa pekan ya ? Saya juga alami case serupa dan saya justru ditagih biaya tahunan senilai 4 juta padahal saya sudha bayar berlangganan setahun. Sudah hampir 3 pekan masih belum selesai dan akhirnya sepekan ini internet saya disuspend. Telpon CS katanya maish di proses proses tapi belum ada update. Login untuk Membalas