Keluhan Surat Pembaca Shopee Menolak Memperbaiki Dokumen Pajak 16 Maret 2025 Yulius Halim 9 Komentar Customer complaint handling, Customer Service, Data penjualan, Dokumen, dokumen negara, e-Commerce, Faktur pajak, Faktur pajak penjualan, Invoice, Jualan Online, Kesalahan Data, Marketplace, pajak penjualan, Pajak Pertambahan Nilai, Shopee Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya adalah penjual online di Shopee yang telah berjualan selama 5 tahun. Selama ini, kami telah menyerahkan dokumen perusahaan untuk keperluan invoice dan faktur pajak. Selama 5 tahun tersebut, Shopee selalu memberikan invoice dan faktur pajak dengan benar, yaitu atas nama perusahaan kami. Namun, kendala muncul pada bulan Februari ini. Beberapa dokumen invoice dan faktur pajak tiba-tiba berubah atas nama pribadi. Padahal secara perpajakan hal ini tidak diperbolehkan, karena semua dokumen sudah terdaftar atas nama perusahaan. Kami pun mengajukan keberatan pada tanggal 10 Maret 2025, saat kami menerima invoice dan faktur pajak yang salah tersebut. Anehnya, pada tanggal 13 Maret 2025, Shopee menolak keberatan kami dengan alasan kesalahan dalam pengisian formulir. Ada beberapa hal yang tidak masuk akal dalam kasus ini: Kami tidak pernah mengisi formulir apa pun, karena selama 5 tahun terakhir dokumen invoice dan faktur pajak selalu sesuai. Ada satu faktur pajak yang masih menggunakan nama perusahaan, sementara yang lainnya salah. Di atas ini adalah screenshot dokumen faktur pajak yang dikirimkan bersamaan, tapi masih benar. Saya merasa Customer Service (CS) Shopee menganggap remeh pentingnya dokumen perpajakan. Padahal, dalam perpajakan, setiap dokumen harus akurat dan tidak boleh ada kesalahan. Saya harap Shopee dapat lebih memperhatikan kebutuhan seller, tidak memperlakukan seller secara semena-mena, serta lebih taat dalam hal perpajakan. Yulius Halim Surabaya, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bob16 Maret 2025 - (13:40 WIB)Permalink Memang sudah keterlaluan. Kalau bukan bot, yah anda tau lah CS Shopee paling mikir “gua cuma dibayar berapa, kenapa gua musti repot2?”. Kelihatannya susah sekali eskalasi ke orang yang ngerti atau bisa bantu. Entah karena si CS memang ngak niat, atau kalau eskalasi jadi kena semacam penalti. Dari pihak atasan juga kayanya mereka liat penjual cuma sebagai dompet yang harus dikuras sebanyak2nya. Cara bisnisnya kurang beretika dan bisa dibilang culas. Mungkin karena mereka ujung2nya maunya mayoritas barang jual sendiri ala Amazon. Sudah benar2 madesu jualan online di marketplace. 1 Login untuk Membalas
Paijo17 Maret 2025 - (16:40 WIB)Permalink Shopee bnyak diisi orang orang botol..terutama bagian business development nya itu sungguh botol..mreka bikin kebijakan seller harus secepatnya bisa kirim barang, telat sehari aja langsung kna pinalti. Eh skrg liat aja shopee express lemotnya kirim paket me pembeli ? Ketika seller terpaksa buru buru kirim supaya gak kna pinalti akhirnya paket overload di gudang shopee, akhirnya shopee keteter sendiri tuk anter paket yg membludak itu…mampooooosss 2 Login untuk Membalas
Syahrul23 Maret 2025 - (07:24 WIB)Permalink Apalagi Driver shopeefood lagi parah argonya ,, dikit dikit suspend 1 0 Login untuk Membalas
Honda17 Maret 2025 - (15:20 WIB)Permalink Yg jahat bukan cs Shopee tapi tim penindakan / tim terkaitnya.. Kalo kita lapor ke cs kan oleh cs laporan itu sering diteruskan ke tim terkait / penindakan / IT nah orang orang yg di tim ini yg jahat. Mreka gak mau repot layani komplain seller. Boleh dites, boleh dicek, semua seller yg brani komplain 2-3x aja apalagi kalo sampe brani bantah keputusan mreka pasti algoritma tokonya dikunci hingga langsung terlempar dari daftar toko terlaris. Omzet yg sebulan bisa di atas 100 juta lgsung drop jadi 5-10 juta saja bila ada toko yg brani bantah keputusan mreka. Shopee kelak pasti bangkrut akibat ulah tim terkaitnya ini yg ga mau repot melayani komplen seller hingga seller yg dianggap bawell langsung mreka matikan tokonya (toko tetap boleh buka tapi gak disebar link nya hingga gak menjangkau pembeli, mirip driver ojol yg ketika disuspend langsung gak dapat penumpang) 2 Login untuk Membalas
Mike18 Maret 2025 - (13:00 WIB)Permalink Betul bro. Ane ada komplain berat sama shopee sampe 2x close dan 1x masalah selesai. Beberapa hari kemudian ada barang best seller ane di take down dihapus karena melanggar, padahal bukan terlarang. Terus seller cina yg jualan dan buka toko di tangerang dibiarkan produknya. Curiga org2 cina dari shopee. Belum lg pembeli maling, nipu tukar barang pake bebas pengembalian. Untungnya ane selalu menang karena barang baru tersegel dan ada video packing. Jd skr mending seller fokus jualan di toped, lazada, tiktok shop dan blibli. Jualan di shopee naikan harga dari marketplace lainnya biar pembeli beralih ke marketplace lain. 1 Login untuk Membalas
yoel17 Maret 2025 - (20:52 WIB)Permalink Org2 yg kerja di shopee yg jahat, sabotase aja viralin biar d tutup 1 Login untuk Membalas
ilham19 Maret 2025 - (00:06 WIB)Permalink Memang parah shopee, semena mena sama seller, viralin biar tutup shopee Login untuk Membalas
MUSTOPA22 Maret 2025 - (13:12 WIB)Permalink Mungkin akun Coretax pembeli sedang ada masalah. Di coretax kan otomatis muncul akun utama (direktur) dan akun wajib pajak (cv) Login untuk Membalas
Yulius HalimPenulis artikel27 Maret 2025 - (06:26 WIB)Permalink beberapa hari setelah dimuat, kami sudah dihubungi oleh Shopee mengenai hal ini lalu 2 dari 3 Invoice diperbaiki oleh mereka sementara yang satunya tidak bisa katanya. Sementara untuk Faktur Pajak tidak bisa diperbaiki karena lebih dari tanggal 15 Maret 2025 (sedangkan komplain saya sudah sejak 11 Maret 2025). Jadi saya tetap rugi banyak untuk pajak masukan karena keterlambatan dan keengganan Shopee dalam menanggapi komplain. Dengan ini komplain ini saya tutup. Terima kasih Login untuk Membalas