Keluhan Surat Pembaca Pengembalian Dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Tidak Semudah Saat Pemotongan Gaji Pegawai 28 Maret 2025 Nelson 7 Komentar BP Tapera, Customer complaint handling, Customer Service, dana pensiun, Instansi Pemerintah, Penarikan Dana, pencairan dana, Pensiunan, Rekening Tabungan, SLA, SOP, Standard Operating Procedures, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Verifikasi, Verifikasi Data Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih untuk Media Konsumen, atas kesempatan penayangan surat ini. Saya sebagai pensiunan PNS/ASN, mengajukan permohonan pengembalian dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang merupakan hak peserta, tapi layanannya sungguh menyita waktu. Tanggal 5 Februari 2025, saya mengajukan permohonan melalui sarana WhatsApp Salam Tapera 156 (08118156156). Setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap oleh petugas, diinfokan untuk menunggu proses selama 1 bulan. Tanggal 5 Maret 2025, sesuai waktu yang dijanjikan, saya menghubungi kembali sarana WhatsApp Tapera untuk melakukan konfirmasi pengembalian dana. Namun oleh petugas layanan, saya diminta untuk melengkapi kembali kelengkapan dokumen persyaratan. Selanjutnya saya diberikan nomor laporan dan diminta untuk menunggu lagi prosesnya selama 1 bulan. Karena mulai merasa kecewa dengan layanan melalui Whatsapp, pada hari itu juga, saya coba konfirmasi laporan saya melalui layanan e-mail layanan@tapera.go.id, dan mendapat jawaban untuk menunggu proses dalam 14 hari kerja. Tanggal 24 Maret 2025, mencoba konfirmasi melalui Whatsapp kembali, mendapat informasi “masih membutuhkan waktu dalam proses tindak lanjutnya”. Tanggal 25 Maret 2025 (14 hari kerja sejak tanggal 5 Maret 2025), saya coba kirim e-mail untuk konfirmasi pengembalian dana sesuai waktu yang dijanjikan, hasilnya mendapat informasi “Sedang dalam proses tindak lanjut tim kami. Karena sudah menunggu 1 bulan 20 hari dan tidak juga mendapatkan hak saya, akhirnya saya mencoba menggunakan Media Konsumen untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap layanan BP Tapera, semoga mendapat perhatian yang serius. Bagaimana rakyat akan dengan senang hati menerima & mendukung program Tapera, jika layanan pengembalian dana yang merupakan hak para peserta tidak semudah saat pemotongan gaji para peserta (pegawai)? Nelson S. Jakarta Pusat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Ktx28 Maret 2025 - (10:13 WIB)Permalink Buru buru amat pak udah tua, duitnya lagi mau diputerin dululah sama pengelola… Apalagi bapak pensiunan ASN, ga malu apa sama uang pensiun?! Enak banget ga kerja dapet gaji masih pula gembar gembor Tapera di umum… Malu pak malu 2 Login untuk Membalas
NelsonPenulis artikel28 Maret 2025 - (10:19 WIB)Permalink Terima kasih atas responnya. Maaf sy tdk dpt bnyk berkomentar terhadap respon anda, hanya mampu menyampaikan sebuah kutipan, semoga bermanfaat. “Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu” adalah kutipan dari Ali bin Abi Thalib. Terima kasih. Login untuk Membalas
8228 Maret 2025 - (18:38 WIB)Permalink Duit duit dia, apa urusan mu bilang memalukan? 1 Login untuk Membalas
Ktx28 Maret 2025 - (10:23 WIB)Permalink Malu sama karyawan Pabrik pak, yg udah ga ada pensiun, ga ribut tapera juga 1 Login untuk Membalas
NelsonPenulis artikel11 April 2025 - (16:50 WIB)Permalink Terima kasih untuk respon & komentar dr para pembaca. 1 Login untuk Membalas