Keluhan Surat Pembaca Paket Hilang, J&T Cargo dan Shopee Tidak Mau Bertanggung Jawab 17 Juli 2025 Desy 17 Komentar Asuransi Pengiriman, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Ganti Rugi, J&T Cargo, Jualan Online, Klaim Kehilangan, Kompensasi kerugian, Kurir, Layanan kurir, Paket kiriman hilang, Shopee Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Saya admin Toko Shopee alfiyah1405 (Toko Bu Alfi) dari Pasuruan, Jawa Timur. Tanpa panjang lebar, langsung saja saya ke kronologi kejadian. Singkat cerita, ada 4 paket (4 resi) kiriman saya yang dinyatakan gagal kirim dan harus dikembalikan ke penjual (saya), yaitu 200976899292, 200975581315, 200974105079, dan 200974800404. Status keempat paket tersebut dinyatakan berhasil dikembalikan ke penjual/agen pada tanggal 28 Juni 2025. Di sini saya cukup kaget, karena saya sama sekali belum menerima paket pengembalian tersebut. Kemudian saya konfirmasi ke agen J&T Cargo (kurir pickup), dan katanya paket tersebut tidak ada. Aneh bukan? Paket tidak ada tapi kenapa dilaporkan berhasil dikembalikan? Berikut saya lampirkan informasi pengiriman dari 4 paket tersebut: Pada tanggal 30 Juni 2025 saya chat CS Shopee perihal permasalahan tersebut, dan hanya disuruh isi form klaim asuransi kerusakan/kehilangan. Sebagai informasi, saya sudah isi form ini sebelum saya menghubungi CS, tapi belum ada tanggapan. Akhirnya saya isi form lagi untuk kedua kalinya, dan saya mendapatkan email dari CS Lala dan Reno dengan tanggapan yang sama, yaitu menyatakan bahwa barang tersebut sudah dikembalikan ke gerai awal. Karena belum puas dengan tanggapan CS sebelumnya, tanggal 1 Juli 2025 saya kembali menghubungi CS Shopee terkait paket pengembalian yang belum saya terima. Mereka menjawab akan melakukan investigasi ke jasa kirim dan saya disuruh menunggu 3 hari kerja. Akhirnya, tanggal 3 Juli 2025 saya mendapat jawaban: “Pesanan 2506107MWJAAMF dengan nomor resi 200976899292 dan hasil investigasi jasa kirim bahwa pesanan kamu tidak bisa dilanjutkan proses klaim, dikarenakan pesanan ini batal kirim dan aktual paket masih berada di seller.” Mulai emosi saya, awal bilang barang sudah berhasil dikembalikan, sekarang bilang barang masih ada di saya, belum saya kirim. Mereka sedang melawak apa bagaimana? Lanjut tanggal 4 Juli 2025 saya hubungi CS lagi. Di sini saya belum menyerah untuk mendapatkan hak saya. Saya jelaskan kepada CS bahwa saya sudah konfirmasi ke agen (kurir yang biasa pickup paket saya) dan beliau menyatakan barang tersebut hilang, serta beliau sudah didenda sebesar Rp1.200.000 untuk 4 resi yang hilang tersebut. Mereka (CS Shopee) menyatakan akan melakukan investigasi (lagi) ke pihak ekspedisi, dan saya disuruh menunggu sampai hasil investigasi keluar. Akhirnya alhamdulillah, di tanggal 11 Juli 2025 saya mendapat balasan bahwa dana akan dikembalikan ke saldo penjual untuk nomor resi 200976899292. Terima kasih CS Yoga. Resi yang hilang ada 4, namun saya hanya mendapat ganti untuk 1 resi. Jadi ada 3 resi lagi yang belum mendapat ganti rugi. Tanggal 14 Juli 2025 saya kembali menghubungi CS untuk kesekian kalinya. Seperti biasa mereka hanya mengatakan bahwa kasus akan diteruskan ke tim terkait dan nantinya akan ada yang menghubungi saya via telepon. Benar adanya, ada telepon masuk ke HP saya, namun kami tidak bisa berbincang apa pun karena suara terputus-putus (tidak jelas), dan beliau bilang akan menghubungi lagi. Tapi sampai detik ini tidak ada lagi telepon masuk dari Shopee. Saya mendapat balasan dari CS Lukman. Beliau bertanya apa benar paket pengembalian belum diterima, dan saya diminta konfirmasi sampai jam 18.00. Saya sudah memberikan konfirmasi bahwa tidak ada satu pun paket yang saya terima. Saya juga menjelaskan panjang lebar mengenai konfirmasi dari ekspedisi bahwa barang tersebut hilang dan sudah didenda. Tidak lama, saya langsung mendapat balasan dari CS Lukman. Beliau bilang bahwa 4 resi tersebut masih berada di saya dan belum dikirim, dan kasus saya langsung ditutup. Saya tidak bisa memberi balasan lagi. Astaghfirullah. Di sini saya sudah hilang kesabaran, dan akhirnya memutuskan untuk menulis artikel di Media Konsumen ini. Saya hanya ingin mengatakan dengan jujur dan sungguh-sungguh bahwa paket tersebut sudah saya kirim. Kalau belum dikirim, tidak mungkin resi jalan dengan status “Paket sudah diserahkan ke ekspedisi.” Pun saya tidak menerima barang pengembalian tersebut. Bukti pengembalian yang diinput oleh agen J&T Cargo juga bukan resi saya. Mereka hanya memasang foto seadanya dan memberikan laporan bahwa barang pengembalian sudah saya terima. Dari situ sudah dapat dilihat bahwa jawaban tidak konsisten. Awal bilang barang pengembalian sudah saya terima, kemudian bilang bahwa barang tersebut masih di saya dan belum dikirim. Saya sudah konfirmasi berkali-kali ke Bapak Kurir yang pickup paket saya. Beliau menyatakan barang tersebut hilang dan beliau sudah didenda Rp1.200.000 untuk 4 resi di toko saya dan Rp300.000 untuk 1 resi di toko lain. Jadi total denda Rp1.500.000 untuk 5 resi. Resi saya yang hilang adalah 2 resi di pengiriman tanggal 10 Juni 2025 dan 2 resi di pengiriman tanggal 12 Juni 2025. Sebelum barang dikirim, saya selalu scan sendiri dan memasukkan data resi yang dikirim ke Excel. Sayangnya tidak bisa menyisipkan file Excel ke sini sebagai bukti bahwa barang tersebut benar-benar sudah dikirim. Di sini juga saya lampirkan chat saya dengan kurir pickup di tanggal 10 Juni 2025. Paket sudah beliau bawa dan dilakukan scan di kantor. Beliau sendiri bilang bahwa semua paket sudah di-scan. Kalau belum saya kirim dan barang masih ada di saya, tidak mungkin resi sudah jalan dan status berubah menjadi “Paket sudah diserahkan ke jasa kirim.” Saya hanya berharap ada itikad baik dari pihak J&T Cargo dan Shopee untuk mengganti barang saya yang hilang. Bukan soal nominal, tapi lebih ke profesionalitas dan kejujuran. Semoga bisa menjadi pembelajaran juga untuk seller lain, agar menyiapkan dokumen Serah Terima Paket tiap kirim, karena hari apes tidak ada di kalender, dan tidak semua orang jujur. Terima kasih kepada Media Konsumen sudah memberikan wadah bagi kami yang menjadi “korban” dari ketidakadilan sistem jual beli online. Desy Dwi Pasuruan, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Abby18 Juli 2025 - (09:46 WIB)Permalink Benar kata ibu, kalau status pelacakan sudah diterima, apalagi sudah sampai diteruskan ke kota tujuan, pasti ada fisik barangnya, minimal ada resi nya tertempel karna update status harus scan barcode resi. Mengenai ada info kalau barang masih di ibu, itu biasanya info dari cabang yang update terakhir, dalam hal ini cabang yang di jawa timur itu. Mereka mungkin info bahwa barang hanya berupa kotak kosong atau bahkan hanya plastik tempel resi saja. Ini bahaya lho, ibu bisa di anggap mengirim kotak kosong jika dibiarkan, maka sudah tepat menulis di media konsumen. Pertanyaannya, kenapa yang didenda kurir pickup? Apa dia mengakui kalau hilang ketika posisi barang di dia? Kalau sudah hilang ketika posisi barang di dia, kenapa bisa resi diteruskan sampai ke kota tujuan?? Siapa yang tukarkan dengan kotak kosong? Ini ibu perlu kejar dan tanyakan ke kurir tsb, sebab tidak mungkin paket tsb statusnya jalan tanpa scan barcode. 3 Login untuk Membalas
Abby18 Juli 2025 - (09:49 WIB)Permalink Dan di cabang sortir jnt ataupun agen, biasanya selalu ada cctv, jadi ibu bisa mintakan rekaman cctv juga untuk buktikan bahwa pelakunya bukan kurir pickup. Kan ada jam scan barcodenya itu ketika barang diterima, misal di resi yang belakangnya 0404, itu di scan di tanggal 10/06/2025 jam 16.23 di cabang pengirim. Itu ibu bisa minta lihat rekaman cctv di jam segitu. 3 Login untuk Membalas
DesyPenulis artikel18 Juli 2025 - (15:07 WIB)Permalink Pelacakan bisa “dimanipulasi” tanpa scan barcode resi yg tertempel kak. Resi bisa diinput manual (kata kurir yg pickup barang saya). Jadi untuk mengubah status pelacakan barang tersebut tidaklah sulit bagi mereka. Kata kurir pickup ada 2 kemungkinan : 1) barang jatuh dijalan, atau 2) diambil oleh supir truck yg ambil paket dari kantor Pasuruan ke Probolinggo. Kalau jatuh dijalan rasanya tidak mungkin karena memakai truck box, bukan truck bak terbuka, jadi hanya ada kemungkinan ke-2 Tapi entahlah, saya mencoba untuk tidak suudzon ke siapapun 😌 2 Login untuk Membalas
Hari18 Juli 2025 - (11:00 WIB)Permalink Kemungkinan kurir pickup/ admin yg di ada di tempat expedisi tersebut. Saya pernah alami, admin salah tempel resi. Saran kalau cargo, jangan tunggu pick up kurir. Datang sendiri ke gerai. Minta cetak resi. Sekarang juga kalau jualan saya di shopee, mau express,/hemat/cargo. Langsung saya dropship. Walau dari rumah ke tempat dropship ada sekitar 8-10kg. Jaga paket ilang sama kurir pickup🙏 2 Login untuk Membalas
poer18 Juli 2025 - (14:54 WIB)Permalink Klo jualan yg pihak Expedisi yg tempel resi, seharus anda yg penjual yg PRINT DAN TEMPEL SENDIRI, pihak Expedisi atau gerai cukup ScanBarcode, misal pkt anda ada 100pkt pihak expedisi tinggal ScanBarcode gk perlu NGEPRINT label tambah kerjaan itu, kecuali klo anda gk MODAL NGEPRINT maka seharus 100pkt anda ketik sendiri anda cetak sendiri anda tempel sendiri, di lokasi sisa ny pihak expedisi tinggal ScanBarcode aja Klo udh ScanBarcode minta 1lembar rekapan 1kertas yg 100pkt itu 1 Login untuk Membalas
DesyPenulis artikel18 Juli 2025 - (15:12 WIB)Permalink Resi saya cetak sendiri kak, dan saya tempel sendiri, jadi kurir pickup tinggal ambil barang dan di scan di kantor. Kadang juga langsung scan di rumah waktu ambil. Sedangkan untuk kirim ke gerai sendiri kami belum ada kendaraan, sedangkan paketan saya barang berat semua dan lebih dari 50 resi 🙏 Sebenarnya agak suudzon sama kurir pickup, tapi masih mencoba berpikir positif 😁🥲 2 Login untuk Membalas
Abo Cah18 Juli 2025 - (11:36 WIB)Permalink tambahin laporan polisi, kalao engga ekspedisi dan shopee ga akan kapok, pihak shopee sebagai pihak yg turut serta, kalau perlu cs yg menanggapinya juga diikutsertakan dalam laporan mungkin bisa kena pencurian, pemberian keterangan palsu 3 Login untuk Membalas
DesyPenulis artikel18 Juli 2025 - (15:15 WIB)Permalink Takut malah nambah biaya kak kalau lapor polisi 😂 2 Login untuk Membalas
Mas19 Juli 2025 - (19:01 WIB)Permalink Se7, laporan ke polisi pasti ada biayanya. 1 Login untuk Membalas
Dian18 Juli 2025 - (14:40 WIB)Permalink Miris.. tidak adakah audit internal dari xpdc dan aplikator terhadap kurirnya.. sudah banyak kurir karyawan asli xpdc memperkerjakan subkurir non karyawan dilapangan sebagai pengantar/penjemput paket. 1 Login untuk Membalas
DesyPenulis artikel18 Juli 2025 - (15:18 WIB)Permalink Entahlah kak, karena bukan gak mungkin juga orang2 dalam sendiri yang “bermain” untuk menghindari kerugian. Dan mengorbankan saya, sebagai seller 🥲 2 Login untuk Membalas
poer18 Juli 2025 - (14:48 WIB)Permalink 1 bungkus pkt jgn pelit2 LAKBAN, 2 itu kemungkinan pkt Bungkus ny sobek2 Mengakibatkan resi dan kemasan rusak, karna resi rusak beserta pkt, maka tangan2 JAHIL mulai Bekerja merapikan pkt2 tersebut agar aman di Selamatkan oleh tangan2 jahil Pengalaman sy, JGN PELIT LAKBAN, PERBAIKI BUNGKUS, model cara bungkus kyk gt gk rapet gk aman, akibatnya yg sy sebut TANGAN2 JAHIL mencoba utk menyelamatkan pkt2 itu di jalan agar aman di tangan JAHIL Kira2 itu Terima kasih Login untuk Membalas
DesyPenulis artikel18 Juli 2025 - (15:23 WIB)Permalink Paket saya full lakban + fragile merah kak. Yang ada di foto sampul itu adalah foto bukti laporan pengembalian paket yang diinput oleh ekspedisi di sistem mereka. Padahal jelas itu bukan paket saya. Yang saya sayangkan, kenapa harus memberikan laporan palsu jika memang sudah didenda? Seandainya ekspedisi memberikan laporan bahwa barang hilang, maka proses klaim asuransi bisa lancar prosesnya. Tapi karena ekspedisi memberikan laporan bahwa paket sudah berhasil dikembalikan ke agen/penjual, maka klaim asuransi jadi sulit. Karena pengambilan keputusan tim Shopee hanya mengacu pada laporan dari ekspedisi 😥 3 Login untuk Membalas
Adam18 Juli 2025 - (20:25 WIB)Permalink Pusing juga.. pergunakanlah media dengan baik.. kasih bintang 1 aja di Playstore atau AppStore nya.. sekalian ceritakan dengan singkat keluhannya.. biar tau rasa.. 😅 1 Login untuk Membalas
HANA19 Juli 2025 - (12:59 WIB)Permalink Sudah saya bintang 1 kak, saya bilang saya pesan barang COD baju tapi dikembalikan ke penjual. Padahal gak ada keterangan barang ilang 1 Login untuk Membalas
HANA19 Juli 2025 - (12:58 WIB)Permalink Kalau saya pesan COD baju, tapi pihak cs bilang barang Batal dikirim padahal sudah sampai di Kalimantan Barat waktu itu. Baju cod batal, makanya saya kesal, jadi pembeli atau penjual di manipulatif sama cs shoppe dan pick up 1 Login untuk Membalas
Andy20 Juli 2025 - (22:53 WIB)Permalink Kalau j&t cargo mah..udah kebiasaan..orang dulu barang saya dr 2,5 meter, pas sampai gerai kota tujuan cm sisa 1/2 meter.. pas ditelusuri itu ternyata pas perjlanan dari drop point ke gudang jakarta katanya sudah rusak, pdhl barang sdh dipacking bagus2.. tp j&t cargo nya gmau tanggung jawab dan pas ditlp juga dicuekin..dilempar sana sini ga ada kepastian.. Login untuk Membalas