Uang Transfer Nasabah Tak Jelas, BRI dan Jenius Saling Lempar Tanggung Jawab: Apakah Dana Kita Benar-Benar Aman?

Tanggal 3 September 2025 seharusnya menjadi hari biasa bagi saya. Pukul 07.00 pagi, saya melakukan transfer dari rekening Jenius ke rekening BRI saya sendiri. Transaksi berjalan mulus di aplikasi Jenius. Notifikasi sukses muncul, saldo terpotong. Namun, ketika saya cek rekening BRI saya, dana yang seharusnya masuk tidak pernah terlihat.

Awalnya saya berpikir ini hanya keterlambatan sistem. Saya tunggu beberapa jam. Saya tunggu seharian. Tidak ada perubahan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menunggu beberapa hari, berharap dana itu akan muncul dengan sendirinya. Tetapi harapan itu tinggal harapan—saldo rekening BRI saya tetap kosong, seakan-akan transaksi itu tidak pernah ada.

Karena dana tersebut penting, saya segera menghubungi CS Jenius. Jawaban yang saya terima sungguh mengecewakan, mereka meminta saya menunggu sampai tanggal 17 September 2025 untuk investigasi internal. Bayangkan, 14 hari kerja hanya untuk memeriksa ke mana dana nasabah pergi. Apa memang selama itu waktu yang dibutuhkan bank digital yang katanya serba cepat?

Tidak tinggal diam, saya juga menghubungi BRI. Namun, tanggapan dari pihak BRI justru membuat saya semakin kecewa. Mereka menyatakan tidak bisa membuat laporan atau melakukan investigasi apa pun sebelum ada konfirmasi resmi dari Jenius. Dengan kata lain, saya hanya disuruh menunggu tanpa ada solusi konkret. Seolah-olah BRI hanya menjadi “pihak pasif” yang menonton uang nasabahnya hilang.

Hari ini, 15 September 2025, saya akhirnya dihubungi oleh pihak Jenius. Mereka dengan enteng menyatakan bahwa transaksi sudah dinyatakan selesai di sistem mereka. Artinya, dana seharusnya sudah berada di BRI. Dengan kata lain, mereka melempar tanggung jawab ke pihak BRI.

Pada kesempatan itu saya juga meminta Jenius membuat evidence bahwa transaksi di Jenius benar-benar sukses, sekaligus meminta statement pendukung atau dokumen apa pun yang bisa saya gunakan untuk mengajukan komplain resmi ke BRI.

Usai menerima telepon itu, saya kembali menghubungi CS BRI. Saya berbicara dengan petugas bernama Mar***. Bukannya menawarkan bantuan atau solusi, ia justru mengatakan bahwa BRI tidak bisa membuat laporan terkait permasalahan ini dan meminta saya untuk “mendorong Jenius membuat laporan banding”. Dengan kata lain, saya—sang nasabah yang kehilangan uang—dipaksa menjadi kurir antara dua institusi keuangan besar yang saling tuding.

Pertanyaannya sederhana: Mengapa beban harus ada di pundak nasabah? Mengapa dua bank sebesar BRI dan Jenius tidak bisa berkoordinasi untuk mencari solusi, padahal dana yang dipermasalahkan adalah milik saya, bukan milik mereka?

Situasi ini sungguh menyakitkan dan membuka mata. Di mana letak keamanan dana nasabah yang selalu mereka gembar-gemborkan? Apa arti slogan “Aman dan Terpercaya” jika dana saya bisa hilang begitu saja dan saya hanya diberi bola panas untuk dilempar ke sana-sini?

BRI, sebagai bank besar milik negara, seharusnya bisa lebih sigap membantu. Bagaimana mungkin mereka menolak membuat laporan atas dana yang tidak masuk ke rekening saya? Seolah-olah mereka tidak peduli apakah dana saya benar-benar hilang atau tidak. Apakah seperti ini standar layanan bank dengan jutaan nasabah di seluruh Indonesia?

Jenius, yang mengaku sebagai bank digital modern, juga tidak lebih baik. Waktu penyelidikan yang memakan dua minggu sungguh bertolak belakang dengan citra mereka yang serba cepat dan smart. Bagaimana mungkin sebuah bank digital yang konon andal masih butuh dua minggu hanya untuk melacak uang nasabah?

Kasus ini bukan hanya tentang saya. Ini adalah potret buruknya koordinasi antara bank digital dan bank konvensional. Ini tentang bagaimana nasabah dibiarkan menderita di tengah tarik-menarik tanggung jawab antarinstitusi. Ini tentang bagaimana bank, yang seharusnya menjaga uang kita, malah membuat kita merasa uang kita bisa raib kapan saja.

Kejadian ini seharusnya menjadi alarm bagi semua nasabah. Apakah uang kita benar-benar aman di bank? Ataukah kita hanya menitipkan dana pada sistem yang bisa kapan saja gagal dan membuat kita kebingungan?

Sampai hari ini, saya masih tidak tahu apakah dana saya akan kembali atau tidak. Saya masih menunggu, masih harus menghubungi CS berkali-kali, dan masih harus mendengar alasan yang sama: “Kami sedang proses, mohon menunggu.” Seolah-olah waktu dan energi saya tidak ada harganya.

Kasus seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Bank, baik digital maupun konvensional, harus bertanggung jawab penuh atas setiap rupiah yang keluar dan masuk dari sistem mereka. Jangan sampai uang nasabah dianggap sebagai angka yang bisa hilang begitu saja tanpa konsekuensi.

Dinah Ridadiyanah
Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Uang Transfer Nasabah Tak Jelas, BRI dan Jenius Saling Lempar Tanggung Jawab: Apakah Dana Kita Benar-Benar Aman?”

Dengan hormat, Dalam rangka menanggapi surat pembaca dari Ibu Dinah Ridadiyanah berjudul “Uang Transfer Nasabah Tak Jelas, BRI dan Jenius...
Baca selengkapnya

4 komentar untuk “Uang Transfer Nasabah Tak Jelas, BRI dan Jenius Saling Lempar Tanggung Jawab: Apakah Dana Kita Benar-Benar Aman?

  • 16 September 2025 - (11:48 WIB)
    Permalink

    namanya doang JENIUS hasilnya RIDICOULOUS wkwkwkwkwkw
    semoga lekas masuk dana nya kak
    pepet terus ke JENIUS

  • 16 September 2025 - (11:49 WIB)
    Permalink

    Setau sy kalau kaya gini emang bikin laporan ke bank yg kita pake buat transfer. Nanti tunggu hasilnya, kalau bank tujuannya kan cuma nerima aja, kalau sukses pasti masuk. Kalau gak masuk biasanya krn ada kendala dr bank yg kirim

  • 16 September 2025 - (12:15 WIB)
    Permalink

    Bank BRI Sebagai Penerima Statusnya Pasif, 100% Tanggung jawaban ada di jenius kak.
    Saya tanggal 3 Sep 2025 tf dri OCBC KE BRI status berhasil, tapi saldo tidak diterima Bank BRI, Jadi saya mengajukan Laporan ke OCBC dan ternyata uang saya nyangkut di SISTEM BI FAST, harusnya pihak jenius memberikan informasi yang jelas jangan pingpong Nasabah

 Apa Komentar Anda?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Uang Transfer Nasabah Tak Jelas, BRI dan Jenius Saling Lempar Tanggung…

oleh dinah dibaca dalam: 3 menit
4