Korban Phishing melalui Thread SMS Resmi UOB, Transaksi Rp9,7 Juta di Bahrain Dianggap Valid

Yth. Redaksi Media Konsumen,

Saya ingin menyampaikan keluhan sebagai nasabah Kartu Kredit UOB Indonesia, terkait transaksi sebesar Rp9.754.658 yang terjadi setelah saya menjadi korban phishing melalui SMS. Permasalahan utama dalam kasus ini adalah bahwa pesan phishing tersebut muncul di thread SMS resmi UOB yang sama dengan thread yang selama ini digunakan UOB untuk mengirimkan OTP dan notifikasi transaksi resmi kepada saya.

Pada 25 Juli 2026, saya menerima SMS yang menginformasikan bahwa 31.250 poin UOB akan hangus dan menawarkan penukaran melalui tautan yang tercantum dalam SMS tersebut. Karena pesan tersebut muncul pada thread SMS resmi UOB, saya secara wajar meyakini bahwa pesan tersebut merupakan komunikasi resmi dari UOB.

Saya mengikuti instruksi dalam pesan tersebut dan memasukkan OTP ketika diminta. Setelah itu, terjadi dua transaksi pada merchant STC BAHRAIN BSC CLOSED MANAMA BH, masing-masing sebesar Rp4.877.329, yang kemudian saya sanggah kepada UOB.

UOB kemudian menyatakan bahwa transaksi tersebut valid karena OTP berhasil digunakan dan proses autentikasi berhasil. Saya tidak menyangkal bahwa OTP telah digunakan. Namun, menurut saya, hal tersebut bukan inti permasalahannya.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saya dapat sampai memberikan OTP tersebut, yaitu karena adanya pesan phishing yang muncul pada thread SMS resmi UOB. Dalam tanggapannya, UOB tidak memberikan penjelasan mengenai bagaimana pesan phishing tersebut dapat muncul pada thread SMS resmi UOB, apakah telah dilakukan investigasi terhadap kemungkinan penyalahgunaan kanal SMS, maupun langkah yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Pada 31 Juli 2026, saya datang langsung ke kantor UOB Thamrin untuk menyampaikan keberatan dan meminta penyelesaian. Saya mengalami kesulitan mendapatkan penanganan dari bagian kartu kredit dan akhirnya dilayani oleh Customer Service perbankan, kemudian mengisi Formulir Pengaduan Nasabah secara tertulis.

Pada 19 Agustus 2026, UOB kembali menyampaikan hasil “Final Investigasi” dan tetap menyatakan transaksi menjadi tanggung jawab pemegang kartu. UOB kemudian menawarkan agar tagihan tersebut diubah menjadi cicilan dengan bunga 0% selama 12 bulan.

Tawaran cicilan tersebut tidak saya terima karena menurut saya tidak menyelesaikan pokok permasalahan dan tetap membebankan transaksi yang sedang saya sengketakan kepada saya.

Yang semakin mengkhawatirkan, saya kemudian menemukan beberapa laporan publik dari nasabah UOB lainnya dengan pola yang serupa, termasuk laporan yang telah muncul sejak 2025 dan kembali ditemukan pada 2026.

Saya memahami bahwa laporan publik tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kelalaian UOB. Namun, adanya laporan dengan pola serupa menurut saya patut mendapat perhatian dan penjelasan dari UOB, khususnya mengenai keamanan kanal komunikasi SMS yang digunakan untuk berkomunikasi dengan nasabah.

Saya telah berusaha menyelesaikan permasalahan ini secara langsung dengan UOB, namun sampai saat ini belum memperoleh penyelesaian yang menjawab substansi utama pengaduan saya.

Melalui Media Konsumen, saya berharap UOB dapat memberikan penjelasan mengenai bagaimana pesan phishing dapat muncul pada thread SMS resmi UOB, apakah terdapat kejadian serupa yang sebelumnya telah dilaporkan oleh nasabah, serta tindakan korektif dan pencegahan yang telah dilakukan, sekaligus memberikan penyelesaian yang adil atas transaksi yang saya sengketakan sebesar Rp9.754.658.

Hormat saya,

Yanuarizki
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Korban Phishing melalui Thread SMS Resmi UOB, Transaksi Rp 9,7 Juta di Bahrain Dianggap Valid”

No. 26/SK/CBRC/5677 Jakarta, 7 September 2026 Kepada Yth., Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Perihal: Penjelasan atas Sanggahan Transaksi Kartu Kredit UOB...
Baca selengkapnya

6 komentar untuk “Korban Phishing melalui Thread SMS Resmi UOB, Transaksi Rp9,7 Juta di Bahrain Dianggap Valid”

  • 29 Agustus 2026 - (06:44 WIB)
    Permalink

    Yang lain sdh tau modus penipuan seperti itu. Dia ini belum tau, percaya begitu saja. Dia kena apes saja. Lain kali perbanyak literasi

    • 29 Agustus 2026 - (07:34 WIB)
      Permalink

      MasyaAllah si paling literated. Betul, literasi penting. Tapi literasi seharusnya juga mengajarkan kita untuk melihat persoalan secara utuh, bukan otomatis menyalahkan korban. Kalau phishing bisa muncul di thread SMS resmi bank, pertanyaannya bukan hanya ‘kok korban percaya?’, tapi juga ‘kok pesan tersebut bisa sampai muncul di kanal yang dipercaya sebagai kanal resmi bank?

      • 29 Agustus 2026 - (09:52 WIB)
        Permalink

        Ya jawabannya tetap adalah “Bisa. Itu namanya phishing.” Penjelasan teknisnya lebih panjang lagi.

        Saya cuma concern 1-2 hal saja:
        – jelas SMS OTP tertulis “JANGAN BERIKAN OTP KEPADA SIAPAPUN TERMASUK BANK UOB” lah tetap saja kan para korban entah kepincut apa kok OTP diinput atau diinfokan ke sistem yang akhirnya menjebol CC. Di SMS juga disebutkan kode mata uang dan nominalnya, sudah patut waspada.
        – “Sekian poin Anda akan hangus”… Biasanya cek dan redeem poin via channel apa? Pernah via SMS kayak begitu? Gak cek dulu misal via app TMRW, UOB PIB, atau call center? Gak curiga ya link yang diberikan kok tidak standar alamat web bank atau ketika halaman web terbuka kok minta nomer cc, mmyy, dan cvv seperti mau checkout belanja onlen aja.

      • 30 Agustus 2026 - (21:00 WIB)
        Permalink

        kan udah ada yg komen klo itu fake bts, penjelasan apa itu fake bts silahkan cari sendiri dan gak perlu bertanya, koq bisa???seakan2 anda hidup di goa

 Apa Komentar Anda?

Ada 6 komentar sampai saat ini..

Korban Phishing melalui Thread SMS Resmi UOB, Transaksi Rp9,7 Juta di …

oleh Yanuarizki Yanuarizki ⏱ waktu baca: 2 menit
6