Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Tiket GarudaMiles Terbit dengan Jadwal yang Salah Setelah Dua Kali Proses OTP, Konsumen Justru Dikenakan Penalti 21 Oktober 2026 Andi K Beri komentar Bank UOB, Call Center, Customer Service, Garuda Indonesia, GarudaMiles, Kompensasi kerugian, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Layanan Pelanggan, OTP, Pemesanan tiket online, Penalti, Pengaduan Konsumen, Sistem bermasalah, Syarat dan Ketentuan, Tiket Pesawat, Transaksi gagal, Transparansi Informasi, Verifikasi Pembayaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya ingin menyampaikan keluhan atas pengalaman saya saat melakukan pemesanan tiket penerbangan menggunakan GarudaMiles melalui sistem Garuda Indonesia pada 19 Oktober 2026. Saya bermaksud memesan tiket penerbangan Garuda Indonesia rute Medan–Jakarta untuk tanggal 25 Oktober 2026, dengan jadwal keberangkatan pukul 10.25 WIB dan kedatangan pukul 12.50 WIB. Namun, ketika melakukan proses verifikasi OTP melalui Bank UOB, sistem Garuda Indonesia mengalami kendala sehingga proses pemesanan kembali ke halaman sebelumnya. Saya kemudian melakukan refresh dan memasukkan OTP untuk kedua kalinya. Sebagai bukti, saya menerima dua SMS dari Bank UOB yang masing-masing berisi kode OTP untuk transaksi GARUDA REDEM dengan nominal Rp132.650. Kedua SMS tersebut menunjukkan adanya dua kali proses OTP terkait transaksi penukaran GarudaMiles. Setelah proses tersebut, tiket yang diterbitkan justru memiliki jadwal penerbangan pukul 06.00 WIB dan tiba pukul 08.25 WIB. Jadwal tersebut berbeda dari jadwal yang semula saya pilih. Adapun detail tiket yang terbit adalah: Nama penumpang: Andi K. Booking reference: EA***R Nomor tiket: 126-214****094 Nomor penerbangan: GA0183 Tanggal penerbangan: 25 Oktober 2026 Jadwal yang terbit: 06.00–08.25 WIB Jadwal yang semula dipilih: 10.25–12.50 WIB Saya telah menghubungi call center Garuda Indonesia di nomor 021-23519999 untuk meminta bantuan mengoreksi jadwal penerbangan tersebut. Namun, saya diinformasikan bahwa perubahan jadwal akan dikenakan penalti sebesar Rp50.000 dan pemotongan 20% dari GarudaMiles yang digunakan untuk penukaran tiket. Saya sangat menyayangkan hal ini. Saya memahami bahwa perubahan jadwal atas permintaan penumpang dapat tunduk pada ketentuan tiket yang berlaku. Akan tetapi, dalam kasus ini, saya tidak bermaksud memilih jadwal penerbangan pukul 06.00 WIB. Perbedaan jadwal baru saya ketahui setelah tiket diterbitkan, setelah sebelumnya terjadi kendala saat proses verifikasi OTP. Saya juga telah memiliki bukti SMS OTP dari Bank UOB yang menunjukkan dua kali proses verifikasi untuk transaksi GARUDA REDEEM. Oleh karena itu, saya meminta Garuda Indonesia untuk memeriksa riwayat transaksi, waktu penerbitan tiket, dan data pemesanan guna memastikan bagaimana jadwal penerbangan yang berbeda tersebut dapat terbit. Menurut saya, konsumen tidak seharusnya langsung dibebankan penalti dan kehilangan sebagian GarudaMiles sebelum penyebab permasalahan diperiksa secara menyeluruh. Melalui Media Konsumen, saya berharap manajemen Garuda Indonesia dapat menindaklanjuti pengaduan ini secara serius dengan: Memeriksa riwayat pemesanan dan transaksi GarudaMiles pada 19 Oktober 2026, termasuk dua proses OTP yang saya terima dari Bank UOB. Mengoreksi jadwal penerbangan menjadi pukul 10.25–12.50 WIB pada 25 Oktober 2026, sesuai jadwal yang semula saya pilih, sepanjang penerbangan tersebut tersedia. Membebaskan saya dari penalti Rp50.000 dan pemotongan 20% GarudaMiles karena koreksi ini berkaitan dengan kendala yang terjadi selama proses pemesanan, bukan perubahan jadwal yang saya kehendaki. Memberikan tanggapan dan penyelesaian secara tertulis. Saya berharap Garuda Indonesia bersedia menyelesaikan permasalahan ini secara adil dengan mempertimbangkan kronologi dan bukti yang tersedia, bukan semata-mata menerapkan penalti perubahan jadwal. Saya tetap mengutamakan penyelesaian secara baik melalui komunikasi dengan pihak Garuda Indonesia. Semoga pengaduan ini menjadi perhatian untuk meningkatkan keandalan sistem pemesanan serta kualitas pelayanan kepada pelanggan. Terima kasih kepada Media Konsumen atas ruang yang diberikan untuk menyampaikan pengaduan ini. Andi K. Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.