Dana di Bukalapak Dibekukan

Nama saya Rani, saya berjualan di Bukalapak sudah cukup lama. Beberapa hari yang lalu saya ada penjualan voucher melalui Bukalapak dengan nomor transaksi 192370425465 yang diklaim oleh Bukalapak adanya transaksi fiktif, dilakukan di akun yang sama. Yang membuat saya bingung, Bukalapak itu kan pasti sudah dapat melihat akun saya sebagai penjual dan orang yang membeli. Ini kan pakai email saya, nomor telepon saya dan nomor rekening yang saya cantumkan pun rekening saya.

Saat saya menanyakan hal terkait, Bukalapak tidak dapat memberikan komentar dengan alasan confidential. Lalu Bukalapak mengirimkan email yang berisikin saya harus menyertakan KTP pembeli, penjual dan barang yang diterima. Saya pun beranggapan ini merupakan hal yang confidential, karena ini bukan terkait pinjaman. Ini adalah transaksi jual beli, lalu harus saya sendiri yang konfirmasi ke pembeli? Lah terus fungsinya Bukalapak apa? Bukankah sebagai mediatornya?

Kalau mesti saya juga yang konfirmasi untuk apa transaksi di Bukalapak? Saya COD saja tanpa melibatkan Bukalapak. Mohon agar Bukalapak menjadi media e-commerce yang transparan. Komplain melalu call center pun kita begitu sulit dan tidak ada jalan keluar menurut saya. Mereka akan melempar ke tim terkait! Yang saya bingung tim terkait ini tidak bisa untuk dihubungi, hanya mereka yang bisa menghubungi kita.

Siti Maharani
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:
[Penilaian Rata-rata: 2.3]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Pembaca Ibu Siti Maharani

Jakarta, 11 September 2019 Kepada Yth: Pengelola Rubrik Surat Pembaca MediaKonsumen.com Perihal: Dana di Bukalapak diBekukan Dengan Hormat, Terima kasih...
Baca Selengkapnya

Loading...

2 komentar untuk “Dana di Bukalapak Dibekukan

  • 6 September 2019 - (20:19 WIB)
    Nah, betul sih ini, seller demi untuk dapat menerima dana yang “ditahan” oleh BL (yang notabene salah satu fungsinya harusnya adalah “mengamankan” seller dari buyer yang gak bayar) “diharuskan” mengejar buyer & kemudian minta data2 pribadi mereka termasuk KTP (yang sudah terbukti sering disalah-gunakan).

    Kalau seller tidak bersedia, berarti otomatis BL tidak mau meneruskan dana.

    Ini kok agak janggal ya alur prosedurnya, karena asumsi dasarnya adalah “seller berupaya menipu.”
    Bukannya dengan berasumsi demikian (“praduga bersalah”) berarti malah BL yang harus memberikan bukti2 “praduga bersalah” tersebut kepada seller (ataupun buyer)?
    Kalau di dunia nyata, polisi yang harus menemukan bukti dulu, baru menangkap orang. Buktinya pun harus ditunjukkan, tidak asal ngomong “kami punya bukti.”

    Bukan sebaliknya menangkap orang dulu, terus orang tersebut harus membuktikan bahwa dia tidak bersalah.
    Memang mantap ini para online shop & marketplace, “peraturan” & “undang2” mereka lebih sakti daripada peraturan penegak hukum maupun pengadilan. Bravo.

    • 6 September 2019 - (20:27 WIB)
      Keluhan saya baru dimuat oleh media konsumen baru hari ini, dan menuruf email yg saya terima,transaksi telah dibatalkan dan proses pengembalian 14 hari, namun saya masih dikejar pembeli karna pengembalian blm masuk, cuma saya sih agak kapok gan pakai bukalapak, saya agak rumit dengan sistem penyelesaian hal seperti ini, tidak ada SLA yg jelas, semoga kasus ini berakhir hanya disaya,

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Dana di Bukalapak Dibekukan

Siti Maharani 1 menit
2