Masalah Reaktivasi Kartu Halo

Saya adalah pengguna setia Kartu Halo Telkomsel. Sudah kurang lebih 8 tahun saya menggunakan Kartu Halo dengan nomer 0811514***. Saya akui saya memang salah, telat sampai 3 bulan untuk pembayaran tagihan Kartu Halo saya sebesar 300 ribu rupiah lebih, tetapi waktu saya membayarnya saya tidak tahu nomer saya tersebut sudah diblokir total.

Saat saya hidupkan ponselnya, kartunya tidak terdeteksi. Pada awalnya saya kira kartu saya rusak, ternyata waktu saya bawa ke Grapari terdekat, ternyata diinformasikan bahwa nomer saya sudah terblokir. Waktu itu juga saya minta buka blokir sama CS-nya, tapi saya diminta reaktivasi lagi dengan mengisi formulir reaktivasi dari Telkomsel.

Setelah saya isi formulir tersebut dan fotokopi KTP, saya diminta menunggu proses selama kurang lebih 72 jam. Waktu itu tanggal 15 November 2019. Setelah 72 jam saya menunggu, tetapi nomer saya belum juga bisa digunakan. Saya hubungi CS di 188, dan saya disuruh menunggu lagi. Dari tanggal 18 November 2019 sampai hari ini 23 November 2019, saya sudah puluhan kali menelepon ke 188 agar prosesnya dipercepat, tetapi jawabannya sama dilakukan laporan percepatan.

Dari CS A-Z mungkin sudah saya hubungi, tetapi progress reaktivasi Kartu Halo saya tidak ada solusi sama sekali. Dari 72 jam sampai 1 minggu lebih tidak ada progress sama sekali dari Telkomsel. Kalau diminta estimasi, mereka tidak berani kasih saya kepastian kapan bisa digunakan kembali.

Nomer telepon tersebut terhubung ke akun sosmed dan email saya. Pertanyaan saya reaktivasi butuh waktu berapa lama? Sudah 1 minggu lebih saya menunggu ketidakpastian dari Telkomsel, masa perusahaan sebesar Telkomsel tidak bisa handle cuma 1 nomer untuk aktivasi. Prosedur reaktivasi cuma 72 jam, tetapi satu minggu lebih nomer Kartu Halo saya belum bisa digunakan.

Faisal Amrullah
Banjarmasin, Kalimantan Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Telkomsel:
[Total:88    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

6 komentar untuk “Masalah Reaktivasi Kartu Halo

  • 24 November 2019 - (11:59 WIB)
    Permalink

    Berarti blokirnya baru2 saja ya, selama kira2 2 bulan sebelumnya masih bisa dipakai nomornya?
    Bukannya biasanya ketika telat bayar diberi peringatan (dikontak) ke nomor tersebut ataupun ke nomor alternatif?

    Sungguh saya heran bercampur sedih menyaksikan kinerja operator telekomunikasi di sini. Cuma ada beberapa, tapi kualitasnya setara *jeleknya* (walaupun mungkin boleh dikata bahwa yang milik negara ini secara umum *bagusan sedikiiit*, tapi cuma sedikit banget bagusan nya).

    Aktivasi nomor by system (via komputer) itu cuma sekedar pencet status on off. KECUALI KALAU NOMORNYA SUDAH HILANG & diberikan ke orang lain ya…
    Soalnya pernah ada SP di sini (operator yang sama pula) di mana kartunya YANG SEDANG AKTIF tiba-tiba mendadak non-aktif karena DIAMBIL-ALIH ULANG oleh pemilik nomor sebelumnya yang notabene adalah pelanggan korporat.
    Bagaimana, absurd gak tuh???

    Jadi saya sungguh curiga dengan proses re-aktivasi yang makan waktu mingguan ini.

    & seperti saya sering bilang, enak kan, deadline yang DIBIKIN SENDIRI tinggal DI-EXTEND SENDIRI… Sudah umum tuh hal beginian, mulai dari CS online shop/marketplace sampe bahkan bank & perusahaan asuransi. Heran, bukannya meningkatkan kualitas kok malah cari enaknya sendiri saja. Coba, di lain pihak, kalau konsumen yang minta extend deadline, bagaimana?

    Sejak dari semula, setahu saya, pelanggan pascabayar mendapatkan servis yang lebih prioritas dibanding prabayar (mengingat yang pascabayar secara umum bulanannya lebih mahal & juga karena identitasnya lebih terkonfirmasi). Kelihatannya memang semakin ke sini semakin dipersamakan saja sekarang antara pascabayar dengan prabayar, lebih2 dengan sekarang semakin gencar usaha mem-pascabayar-kan para pelanggan.

    Sekali lagi, mengherankan, yang sudah bagus (pelayanan yang lebih maksimal) malah sekarang semakin menjelek.
    Saya curiga ini memang keputusan dari atas.

    Semoga bisa segera dapat terselesaikan permasalahannya.

    Catatan: saya & segenap keluarga besar juga pelanggan pascabayar sudah belasan/puluhan tahun.

  • 24 November 2019 - (13:48 WIB)
    Permalink

    semoga Telkomsel membaca surat pembaca ini.
    reaktivasi atau aktivasi nomer itu harusnya cepet banget, hitungan detik aja gak sampe berhari-hari.
    follow terus ke 188 atau ke GraPARI, jangan bosan² kalo memang masih menginginkan nomer tersebut.

    jangan² itu nomer cantik, trus sudah ada yang ngincer, makanya susah diaktivasi.

    saya juga pengguna kartuHALO sejak tahun 2006. menurut saya, noker pasca bayar terbaik ya kartu HALO. pernah coba Matrix (Indosat) dan Xplor (XL Prioritas), akhirnya ditutup semua dan tersisa no HALO saja.

  • 24 November 2019 - (21:57 WIB)
    Permalink

    Masalahnya tidak sesimpel yang pelanggan pikirkan, ada faktor x yang membuat proses reaktivasi kHalo yang sudah terblokir menjadi tertunda, atau bahkan gagal. Kalau cuma soal proses reaktivasi, mungkin tidak butuh waktu berhari-hari, dalam hitungan menit mungkin sudah selesai, apalagi pelanggan sudah datang GraPARI.

    Mengenai faktor x hanya Telkomsel yang tahu, tetapi jika boleh saya berasumsi, kemungkinan terhambatnya reaktivasi kHalo yang sudah terblokir adalah karena terjadi kemacetan pembayaran hingga 3 bulan. Ini hanya sebatas asumsi, tidak bermaksud untuk menjustifikasi pihak manapun.

    kHalo sebagai produk pascabayar alias berlangganan, perlu perhatian khusus
    dari pelanggan soall tagihan bulanan. Jumlah tagihan sementara selalu di-update via SMS atau dapat dipantau melalui app myTelkomsel, sedangkan tagihan akhir untuk pemakaian bulan berjalan tertera di halam tagihan myTelkomsel dan dikirim via email.

    Sebagai kartu pascabayar, pihak operator tentu akan mempertimbangkan soal kelancaran dalam pembayaran tagihan, terlepas dari pelanggan lama atau baru. Kita sebagai pelanggan harus selalu membayar tagihan tepat waktu, sehingga komunikasi lancar.

    • 24 November 2019 - (22:28 WIB)
      Permalink

      Nah, kalau soal “asumsi,” memang kita semua cuma sekedar adu “asumsi,” karena memang yang tahu penyebab sebenarnya ya cuma mereka yang tahu.

      Nah, yang BUKAN “asumsi” adalah: angka 72 jam yang pertama x disampaikan.
      Lanjut akhirnya tidak lagi mau menyebutkan berapa lama, karena sudah susah dibilang dalam satuan jam, & entah kenapa tidak mau menyebutkan aja sekalian 14 hari kerja misalnya (yah mungkin karena sadar sendiri betapa absurd-nya minta waktu segitu lama untuk re-aktivasi…).

      Intinya, kalau memang mau di-black list (yang saya tidak yakin, karena toh ybs hanya lupa membayar, bukan tidak punya uang — ini “asumsi saya” loh ya) ya tinggal bilang saja blacklist, supaya konsumen tinggal pindah saja ke lain hati.
      Konsumen berhak mendapatkan kepastian, sementara kondisi saat ini apa masalah yang dihadapi, tidak mau disampaikan kepada konsumen, demikian juga time frame pun tidak ada.

      Selain itu, pihak Telkomsel juga tidak bisa disebutkan sebagai perusahaan dengan sistem komputerisasi yang tercanggih, buktinya sudah nyata dari keluhan2 soal kuota & pulsa yang masih saja terjadi. Sehingga bukan sesuatu yang mustahil bahwa ada masalah teknis (walaupun yang ANEHNYA adalah bahwa 1 minggu pun belum juga bisa dipecahkan).

    • 25 November 2019 - (06:48 WIB)
      Permalink

      Kalau bicara soal asumsi, boleh donk saya ikut berasumsi soal setelah saya menghubungi kembali 188, setiap saya sebutkan nomer saya mereka selalu berulang menanyakan nomer saya dan menegaskan sudah benarkah nomer yang disebutkan. Terus menanyakan lagi apa digit nomer tsb. Asumsi saya, nomer saya tersebut sudah tidak ada di sistem mereka, sampai saya marah kepada CS nya saya bilang saya sudah pakai nomer tsb lebih dari 8 tahun, dan kartu nama saya semua tertera nomer tsb tidak mungkin saya salah menyebutkannya. Sampai ada 1 CS perempuan menyebutkan nomer bapak tidak ada, tapi coba saya cek lagi katanya. Setelah saya marah habis-habisan kepada CS tsb, saya tutup telpon saya dan saya coba telpon lagi diterima dengan CS yang lain dari nada bicaranya CS ini “junior”, nah disini saya coba pancing terus dan dia berulang kali tidak dapat menjawab pertanyaan saya dan selalu meminta saya menunggu dan tidak mematikan telpon kemungkinan dia tanya kepada yang lebih senior, disini saya menemukan jawaban ternyata nomer saya tidak muncul di sistem. Saya rekam semua pembicaraan saya, kalau kalau nanti mereka berdalih alasan ini itu. Kenapa sih saya perusahaan sebesar Telkomsel menjadi seperti ini.

      • 25 November 2019 - (12:11 WIB)
        Permalink

        Nah, kayaknya memang semakin ngeri saja kualitas operator telekomunikasi yang 1 ini (baca: semakin menurun secara drastis).
        Kelihatannya & kayaknya (asal ngomong aja nih, secara kondisinya kok super mencurigakan sementara dari pihak sono diem2 aja & cuma bisa nyuruh nunggu aja), *entah error/ketidak-sengajaan entah sengaja*, nomor “terblokir” tersebut dihapus/terhapus dari sistem. Mengerikan memang kalau benar demikian.

        Tapi di pihak lain, kalau memang betul ter-delete, sebetulnya re-create pun tidak ada masalah bukan (lah mereka kan juga sudah biasa bikin nomor baru). Cuma mungkin prosedurnya yang tidak sesimpel sekedar re-aktivasi, mungkin butuh otorisasi atau apa lah, jadi tidak bisa *terlalu* cepat (yah, minimal lebih lama lah dibanding sekedar re-aktivasi).
        Nah masalahnya pasti mereka tidak mau ngaku kalau nomor sudah ter-delete/di-delete. Jadilah diulur-ulur seperti ini.

        Soal sengaja atau tidak, kalau saya sih lebih condong ke tidak sengaja alias ada error di sistem komputerisasi mereka. Bisa juga ada bug, atau malah bekas di-hacked orang wkwkwk.
        Mungkin juga karena kondisinya agak “unik,” di mana jangka waktunya sampe 3 bulan, sementara (mungkin) kondisi yang normal tidak sampe selama itu. Sehingga dengan kondisi yang kurang normal tersebut menyebabkan program komputernya puyeng & akhirnya error & meng-erase nomor tersebut.
        Demikian kira2 asumsi ngawur saya (yang fyi sempat belajar teknik informatika)…

        Sekedar sharing, salah 1 nomor Halo saya adalah “bekas” nomor prabayar, terlihat dari jumlah digitnya yang lebih banyak 1 digit dibanding nomor Halo yang lain2nya yang ada di keluarga saya. Sehingga secara sistem pasti “segala sesuatu dimungkinkan,” cuma tinggal kemauan & mungkin juga waktu/prosedur yang dibutuhkan.

 Apa Komentar Anda mengenai Telkomsel?

Ada 6 komentar sampai saat ini..

Masalah Reaktivasi Kartu Halo

oleh faisal_amrullah dibaca dalam: 1 min
6