Refund Malindo Air melalui Traveloka sudah 6 bulan Hanya Diterima Sebagian

Dear Media Konsumen dan Team Traveloka,

Sehubungan dengan surat yang saya ajukan ini, perihal proses refund pembelian tiket pesawat 7 penumpang pulang pergi ke Vietnam yang saya ajukan melalui Traveloka.

Berikut kode tiket Malindo Air:

  1. 8162117598783 & 8162117598287
  2. 8162117282303 & 8162117281979
  3. 8162117282372 & 8162117282643

Berikut lampiran pembelian dari Traveloka:

 

Jadi keberangkatan saya seharusnya adalah tanggal 20 Februari 2020, tapi sekitar awal Februari saya mendapat email bahwa semua tiket pulang yang saya beli dari Traveloka di reschedule oleh maskapai terkait. Otomatis reschedule jadwal tersebut mengakibatkan jadwal yang saya susun menjadi berantakan atau tidak sesuai. Akhirnya setelah berdiskusi, saya dan 6 penumpang lain memutuskan untuk membatalkan perjalanan tsb.

Hal pertama yang saya lakukan sebelum membatalkan adalah saya langsung telepon kedua belah pihak, Traveloka dan Malindo Air. Mereka setuju bahwa refund saya akan dikembalikan sepenuhnya 100% baik keberangkatan ataupun kepulangan. Jika ingin dipastikan bisa dicek rekaman pembicaraan saya dengan kedua pihak tsb, karena perusahaan besar seperti itu saya yakin menyediakan akses rekaman pembicaraan.

Akhirnya deal bahwa saya batal berangkat, dan proses refund pun dilakukan. Update tiket saya berubah menjadi waiting for approval. Yang jadi masalah disini adalah, saya katakan bahwa hanya tiket pulang yang direschedule, tiket pergi tidak. Jadi status tiket pergi saya statusnya hanya non refundable, padahal saya berulang kali memastikan pengembalian adalah 100%.

Tiket pulang saya sudah direfund ke dana saya yang kebetulan dibeli melalui kartu kredit sebelum akhir bulan Februari 2020. Itupun hanya harga tiket pokok, tanpa insurance, saya juga kehilangan dana installment fee, karena pembelian melalui cicilan kartu kredit. Yang nilainya sangat besar.

Sampai sekarang di bulan Agustus 2020, refund tiket keberangkatan yang saya ajukan belum diterima, padahal sudah melewati 6 bulan. Saya sudah email terus menerus, call centre yang menjawab selalu berbeda, sehingga saya kelelahan selalu follow up dari awal. Itu juga sepertinya hanya balasan template dikatakan “harap bersabar, kami akan menindaklanjuti kasus Anda ke maskapai terkait”.

Sesuai informasi tsb, akhirnya saya putuskan menghubungi langsung Malindo Air, saya terkejut bahwa dikatakan sampai sekarang Traveloka tidak ada mengajukan kekurangan dana saya tsb. Saya juga sudah email langsung ke Malindo Air Malaysia, tapi mereka bilang pengajuan tidak bisa dilakukan langsung seperti itu, harus tetap melalui third party atau agent yang saya gunakan yaitu Traveloka.

Sehingga sekarang Traveloka lah yang menghambat proses tsb. Jika email tidak ada progress, telepon call centre pun hanya dibuatkan laporan. Bahkan nomor laporan saya mungkin sudah puluhan, dan inbox email sudah ratusan.

Nominal yang saya ajukan disini tidak sedikit. Masih sisa diatas sepuluh juta lebih. Mungkin jika masih kategori sedikit saya bisa relakan, itung-itung beramal ke Traveloka.

Saya mengerti semua dirugikan dengan adanya pandemi ini, tapi jika dipikir ini adalah hak kami sebagai konsumen. Saya juga mengalami hal yang sama ditengah pandemi ini. Bahkan karena pembatalan, saya harus menanggung biaya installment fee, kerugian booking hotel, dan kerugian booking hal hal lain.

Saya harap dengan pembuatan surat konsumen ini, Traveloka bisa memfollow up kasus saya. Alangkah baiknya jika bisa selesai.

Terima kasih.

Erliena S.
Bekasi

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Traveloka:
[Total:1    Rata-Rata: 1/5]
Tanggapan Traveloka untuk Ibu Erliena S

Kepada Yth., Ibu Erliena S, Terima kasih telah menjadi pengguna setia Traveloka. Menanggapi surat yang ditujukan kepada Traveloka mengenai permintaan...
Baca Selengkapnya

 Apa Komentar Anda mengenai Traveloka?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Refund Malindo Air melalui Traveloka sudah 6 bulan Hanya Diterima Seba…

oleh Tio dibaca dalam: 2 menit
0