Seller Akulaku Wanprestasi, Pihak Akulaku Lepas Tangan

Saya adalah pengguna Akulaku. Berikut adalah kronologi pengalaman saya:

Tanggal 9 Mei 2021
Saya melakukan pembelian laptop Lenovo IdeaPad V110 Intel Celeron N3350 Ram 4 GB HDD 1TB Win 10, dari seller TEKNO GARAGE. Sebelum melakukan konfirmasi pembelian, saya menanyakan ketersediaan stok dan diinformasikan bahwa barang yang masih tampil berarti stok masih ada. Saya kemudian melakukan pembayaran, dan status di aplikasi menjadi “Barang dipersiapkan”.

Tanggal 10 Mei 2021
Saya menghubungi ulang seller karena status belum berubah, dan diinformasikan bahwa barang yang saya pesan stoknya habis dan disarankan untuk digantikan IdeaPad 110 dengan specifikasi dan harga yang sama. Saya pun mengiyakan, malamnya status barang sudah dikirim melalui ekspedisi SiCepat.

Tanggal 11 Mei 2021
Saya menerima pengiriman laptop dengan gembira, karena akan dipergunakan untuk anak saya belajar jarak jauh. Namun kegembiraan ini segera berganti menjadi kekecewaan saat saya melakukan pengecekan spesifikasi dan kondisi barang. Spesifikasi barang yang saya terima ternyata berbeda jauh dengan yang dijanjikan. Lebih mengecewakan lagi bahwa laptop ini tidak dapat dipegunakan karena tombol keyboard-nya tidak berfungsi sebagaimana mestinya (tombol yang dipencet dan tertampil berbeda jauh). Saya pun segera melakukan chat kepada seller meminta pengembalian barang. Namun belum mendapatkan respon.

Tanggal 12 Mei 2021
Saya mencoba mengubungi customer service Akulaku dan diinformasikan bahwa saya harus menunggu 14 hari kalender untuk melakukan klaim retur. Saya sempat mendesak customer service Akulaku untuk membantu proses pengembalian. Namun dinyatakan prosedur mereka harus saya ikuti. Sambil menunggu waktu berlalu saya mencoba untuk menghubungi ulang seller melalui fitur chat Akulaku, tapi tetap tidak direspon.

Karena penasaran saya mencoba menghubungi nomor service center yang tertera di kartu garansi. Namun tidak bisa tersambung karena nomor tidak ada. Di sini saya mulai merasa gelisah dan tidak nyaman. Saya kemudian melakukan browsing untuk mencari informasi mengenai seller TEKNO GARAGE. Alangkah kagetnya saya saat menemukan informasi bahwa ternyata saya bukanlah korban pertama.

Kejadian seperti yg saya alami sudah terjadi 3 – 4 kali sebelumnya pada rentang waktu 2020 – 2021. Satu hal yang masih membuat saya sedikit tenang, dimana semua kasus sebelumnya ditangani Akulaku hingga selesai dengan melakukan pengembalian dana dan limit. Harapan saya menjadi besar kembali, saya berpikir perusahaan sebesar Akulaku tentunya akan menghargai customernya dan memperlakukan dengan adil. Namun demikian saya tetap berusaha menghubungi seller lewat platform chat karena CS Akulaku tidak memberikan informasi kontak maupun alamat seller saat saya hubungi pertama kali.

Tanggal 24 Mei 2021
Saya menghubungi kembali Customer Service Akulaku karena tetap tidak mendapatkan respon dari seller. Saya diinformasikan bahwa saya harus mengirimkan bukti video unboxing, chat dan foto ketidaksesuaian. Karena saya sedang dinas saya menginformasikan CS Akulaku akan mengirimkan email paling lambat besoknya.

Tanggal 25 Mei 2021
Pada pukul 09.43 saya mendapatkan email reminder dari CS Akulaku untuk mengirimkan bukti-bukti yang diminta dan saya kirimkan emailnya pada pukul 13.40, karena saya harus menunggu upload file yang cukup besar ke Google drive.

Tanggal 28 Mei 2021
Saya menghubungi kembali tim CS Akulaku karena masih belum mendapatkan kontak dari Akulaku yang katanya akan menghubungi saya untuk proses retur. Namun alangkah kagetnya saya ketika customer service yang menjawab hanya menyatakan bahwa klaim retur saya ditutup karena saya tidak mengirimkan bukti email yang diminta.

Saat saya meminta dilakukan verifikasi, telepon saya langsung ditutup. Saya tetap mencoba berpikir dingin dan menelepon ulang CS Akulaku. Kali ini diterima CS yang lebih baik, tapi tetap diinformasikan hal yang sama. Saya ngotot meminta mereka memeriksa ulang karena saya masih memiliki bukti email yang sudah saya kirimkan.

CS yang menerima meminta waktu melakukan verifikasi. Namun sayangnya tetap kembali dengan hasil yang sama, bahwa klaim retur saya tidak bisa diproses Akulaku tanpa mau meminta verifikasi email yang saya kirimkan dan langsung menginformasikan bahwa saya harus menghubungi seller langsung. Diinformasikan alamat seller TEKNO GARAGE di Jl. Budi Mulia RT 14 RW 10 no. 4, Bioskop Kim Ampera 7, Pademangan Barat dengan nomor HP 087887997222.

Di sini saya melihat Akulaku sudah mulai menolak bertanggung jawab. Saya kemudian melakukan pengecekan aplikasi dan ternyata pemesanan saya sudah dilakukan penerimaan otomatis. Saya benar-benar merasa kesal dan tertipu.

Saya berharap OJK bisa melakukan penindakan terhadap platform yang menyalahgunakan kepercayaan customer-nya seperti ini.

Stephanus Kurnianto
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku Indonesia:
[Total:40    Rata-Rata: 1.6/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Stephanus

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Bapak Stephanus Kurnianto pada tanggal 31...
Baca Selengkapnya

23 komentar untuk “Seller Akulaku Wanprestasi, Pihak Akulaku Lepas Tangan

  • 31 Mei 2021 - (11:32 WIB)
    Permalink

    @stephanus

    [Alangkah kagetnya saya saat menemukan informasi bahwa ternyata saya bukanlah korban pertama]

    [Karena saya sedang dinas saya menginformasikan CS Akulaku akan mengirimkan email paling lambat besoknya.]

    Sangat di sayangkan, anda sebagai aparat pemerintahan yang seharusnya lebih dulu tahu tentang beginian, eh malah terkesan sangat jauh ketinggalan.

    Rugi negara menghidupi anda.

    5
    1
    • 31 Mei 2021 - (11:41 WIB)
      Permalink

      Kemudian, istilah ‘Wanprestasi’ yang anda pakai memperjelas bahwa anda adalah orang yang jauh ketinggalan.

      Wanprestasi adalah untuk orang yang telat bayar hutang. Kok seller akulaku malah anda sebut Wanprestasi.

      Apa maksudnya itu?

      5
      5
      • 31 Mei 2021 - (13:18 WIB)
        Permalink

        Wanprestasi adalah tidak dilaksanakannya suatu prestasi atau kewajiban sebagaimana mestinya yang dibebankan oleh kontrak terhadap pihak yg terlibat didalam kontrak. Pengikatan jual beli di akulaku merupakan kontrak, seller tidak mengirimkan barang sesuai dengan spesifikasi yang ditampilkan merupakan tindakan wanprestasi.

        • 31 Mei 2021 - (14:05 WIB)
          Permalink

          Anda seenaknya mengartikan istilah Wanprestasi. Keliru banget.

          Wanprestasi yang sebenarnya yaitu:

          1. Anda meminjam uang, alasan anda pinjam untuk modal usaha. Usaha untung berlipat anda bisa bayar. (Prestasi)

          2. Anda meminjam uang, alasan untuk modal usaha. Usaha merugi, anda tak bisa bayar (Wanprestasi)

          6
          2
        • 31 Mei 2021 - (14:32 WIB)
          Permalink

          ini juga betul si Umur sih, mungkin lebih cocok langsung anda sampaikan penipuan saja, dimana anda memang diberikan sesuatu yang tidak semestinya

          6
          1
    • 31 Mei 2021 - (13:15 WIB)
      Permalink

      Maaf saya klarifikasi dulu, saya bukan aparat negara, kondisinya saya sedang dinas kantor. Saya justru menyayangkan komentar anda karena anda juga melakukan penghakiman tanpa klarifikasi, sama seperti yg dilakukan platform.

      • 31 Mei 2021 - (14:06 WIB)
        Permalink

        Anak SD pun tahu kalau Dinas adalah istilah jika anda kerja di kantor Pemerintahan. Coba anda pahami dulu arti Dinas.

        5
        3
        • 1 Juni 2021 - (10:44 WIB)
          Permalink

          Nah ini ketahuan bukan pekerja kantoran.. Karena baik perjalanan dinas/perjalanan tugas dianggap sama saja di swasta..tidak ribet seperti cara pikir anda

      • 31 Mei 2021 - (14:29 WIB)
        Permalink

        ya kalau ini anda yang salah sih, dinas itu bukan artinya bekerja diluar kantor/wilayah kerja, secara artinya dinas itu hubungan nya dengan pemerintahan

        sebelum anda mengelak, coba lihat dlu lagi di KBBI

        https://kbbi.web.id/dinas

        orang jelas akan mengira anda aparat pemerintahan, saya sangat menyayangkan komentar anda yang keliru mengartikan dinas

        6
        2
        • 1 Juni 2021 - (10:47 WIB)
          Permalink

          Padahal, bagi orang yg kerja shift, sudah biasa bilang “saya dinas Malam” besok untuk menyatakan dia masuk malam. Tidak berfikir bahwa dia seorang aparat pemerintah.. Baku banget hidup loe yah…

    • 3 Juni 2021 - (17:12 WIB)
      Permalink

      Saya barusan saja mengalami kembali kekecewaan.
      Pengembalian dana yg pertama saja belum dapat di claim sekarang pembelian barang di merchant akulaku yg terpaksa di batalkan karena mereka secara sepihak menaikan harga setelah proses kesepakatan di setujui bersama.
      Dan dengan tenang nya mereka mengatakan pesanan di batalkan dan uang masuk di tangguhkan selama 14 hari.
      Padahal ini semua kesalahan mereka namun saya yg harus menanggung kerugian karena uang pembelian mereka tahan

  • 31 Mei 2021 - (14:16 WIB)
    Permalink

    Adalagi,

    [Saya berharap OJK bisa melakukan penindakan terhadap platform yang menyalahgunakan kepercayaan customer-nya seperti ini.]

    Istilah ‘Platform’ juga salah banget.

    Akulaku – Platform – OJK

    Maksudnya apa?

    1. Apakah OJK yang mendirikan Akulaku?

    2. Apakah OJK pernah promosi seperti ini? Ayo semua penduduk Indonesia, pinjamlah Uang di Akulaku.

    3. Apakah OJK yang menyuruh anda berhutang di Akulaku.

    4. Kalau Akulaku Bangkrut, apakah OJK rugi? Apakah OJK ikutan Bangkrut.

    Seharusnya kalimatnya seperti ini,

    [Saya berharap Akulaku bisa melakukan penindakan terhadap platform yang menyalahgunakan kepercayaan customer-nya seperti ini.]

    5
    1
  • 31 Mei 2021 - (14:20 WIB)
    Permalink

    kalau anda disalahi seller nya, sudah pasti tidak bisa meminta pertanggung jawaban akulaku, akulaku bisa apa?

    -akulaku paling banyak bisa memblokir seller, apabila memang terindikasi penipuan ya

    tapi kalau masalah anda ditipu, uang nya butuh kembali, lapor ke polisi, ya tetap anda..

    akulaku sudah memberikan anda jalan, dan peringatan, yang anda tidak tepati..

    5
    3
    • 1 Juni 2021 - (11:06 WIB)
      Permalink

      Akulaku bisa tahan pencairan dana ke sellere lah kok aku laku tidak bisa lakukan apa-apa?, begitu juga sebaliknya..

      Kalau semua lapor polisi lalu dimana peran marketplace dalam membangun ekosistem jual beli yang sehat..yg penting gw dapat potongan biaya admin, ada masalah lapor aja polisi.. Lah logika pikir yg lucu

      Jalan yg diberikan akulaku ya hubungi sendiri seller.. Nah itu kan namanya lepas tangan…

    • 1 Juni 2021 - (11:27 WIB)
      Permalink

      anda selalu mengacu ke KBBI..sedangkan anda sendiri pakai kata yang tidak ada di KBBI..mana ada kata seller di kbbi…malu

      • 3 Juni 2021 - (17:12 WIB)
        Permalink

        Saya barusan saja mengalami kembali kekecewaan.
        Pengembalian dana yg pertama saja belum dapat di claim sekarang pembelian barang di merchant akulaku yg terpaksa di batalkan karena mereka secara sepihak menaikan harga setelah proses kesepakatan di setujui bersama.
        Dan dengan tenang nya mereka mengatakan pesanan di batalkan dan uang masuk di tangguhkan selama 14 hari.
        Padahal ini semua kesalahan mereka namun saya yg harus menanggung kerugian karena uang pembelian mereka tahan

    • 20 Agustus 2021 - (02:05 WIB)
      Permalink

      Turut prihatin pak , semenjak banyak nya kebocoran data di sekian banyak nya orang ini pertanda bahwa akulaku sudah bkn sesuatu yg aman untuk di jadikan teman , lebih baik hapus data permanent sebelum menyesal dehh 👍 salam sehat

  • 31 Mei 2021 - (19:01 WIB)
    Permalink

    Seram sekali komentar2 disini malah banyak yg nyalahin korban. Ini buzzer2nya akulaku apa pihak seller nih? Atau orang2 yg pernah gagal jadi pns jadi sentimen dgn pns. Intinya kan korban ditipu karena kalau seller berniat baik pasti membalas chat korban. Saya sendiri berterimakasih karena berkat ini saya jadi tahu seller2 penipu. Semoga kasusnya cepat selesai ya Pak.

    15
    • 31 Mei 2021 - (23:06 WIB)
      Permalink

      Bisa jadi sih masa namanya ada yg umur dan lagi seperti saling tolong sama Ivan.. padahal kalau gak bisa kasih solusi ya mending diem

      4
      1
  • 31 Mei 2021 - (19:19 WIB)
    Permalink

    Walaupun dengan berat saya katakan bahwa kemungkinan besar tak akan ada solusi nya lagi seperti kasus kasus Akulaku sebelum sebelumnya. Menurut saya Akulaku bukanlah Perusahaan Besar, karena baru saya tahu setelah adanya kasus kasus nya marak di Platform MK ini. Terviralkan karena reputasi buruknya, baik marketplacenya maupun kebanyakan seller nya.
    Patut disayangkan bahwa Pak Stefanus tidak mencari informasi reputasi Akulaku terlebih dahulu.
    Sebenarnya seperti dari kasus kasus yang ada, kalau bapak sempat baca, indikasi ‘penipuan’ mulai nampak pada kata kata ‘kalau di display ada, berarti barang nya ada’, lalu kemudian info barang habis / stok kosong’, menyusul, tawaran ‘type berbeda tapi spesifikasinya sama’, seharusnya bapak tahu bahwa type beda pasti spek beda, dan harga juga beda. Ini barang digital lho, Pak. Dan ternyata yang dikirim kemungkinan barang reject atau barang bekas display di toko fisik yang kondisi secara fisik masih 100 %. Dari nama toko nya aja Tekno Garage – mungkin bisa diterjemahkan dengan Garage Sale atau jual barang bekas. Harga segitu memang dapat nya barang bekas / rekondisi, seperti Lenovo ThinkPad type 20D yang saya beli tahun lalu untuk keperluan WFH, ( mungkin saja saya lebih beruntung karena beli di Marketplace yang lain bukan di Akulaku).
    Sudah menjadi kewajiban pembeli online untuk merekam / mem-video-kan unboxing barang yang diterima yang menggambarkan kondisi saat barang diterima sampai dihidupkan atau dioperasikan, agar proses klaim memenuhi syarat. Itupun harus dikirimkan ke admin sesuai batas waktu yang mereka tentukan.
    Akulaku sudah menutup jangka waktu klaim retur. Dan dengan memberikan alamat seller, Akulaku mempersilahkan bapak mengurus langsung ke tempat seller. Mungkin bisa dilakukan dengan klaim bahwa ternyata yang diterima adalah type yang berbeda. Dicoba saja, Pak, semoga mendapatkan solusi terbaik.
    Semoga ini menjadi pelajaran untuk masuk dalam dunia online shopping.
    Salam Sukses.

  • 1 Juni 2021 - (00:09 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin atas kejadian yg mas alami, semoga diganti oleh Allah rizki dan kesehatan yg berlimpah yah.. Amin.. Solusinya, udahlah gk usah belanja di akula.. Sellernya banyak yang akunipu atau akutipu… Mudah2an banyak yg baca komennya yah biar jadi pelajaran konsumen baru. Konsumen cerdas tidak belanja di aku lagi atau akusapa.. Hehehhehee

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku Indonesia?

Ada 23 komentar sampai saat ini..

Seller Akulaku Wanprestasi, Pihak Akulaku Lepas Tangan

oleh Stephanus dibaca dalam: 3 menit
23