Janji Tokopedia Tinggal Janji, Buntutnya Cashback Dibatalkan Juga

Beberapa waktu lalu saya menulis surat pembaca mengenai cashback pembelian istri saya yang dibatalkan oleh Tokopedia. Hal ini terjadi karena “menurut Tokopedia” ada pemakaian kode promo yang sama lebih dari 1x. Padahal yang satunya pakai adalah akun saya dengan nomor kartu kredit dan alamat yang berbeda.

SINGKAT CERITA, tidak lama kemudian cashback-nya cair (jadi sebenarnya manual approval itu BISA loh, pembaca) dan “katanya” (katanya loh ya) akun saya dan istri akan dipisah secara manual dan tidak akan di-flag sebagai akun yang sama lagi. Sejauh ini baik-baik saja.

Akhir bulan, Januari saya dan istri melakukan pembelian di merchant official store yang sama dengan kode promo yang (kelihatannya) sama dan lagi-lagi cashback akun istri saya dibatalkan, alasannya sama.

Loh KATANYA sudah dipisah manual? Loh KATANYA sudah dikasih tanda kalau akunnya beda? Kok ini dibatalkan lagi? Sebenarnya ini yang inkompeten siapa? Apakah agen yang handle masalah yang lalu, yang katanya mau memisah tapi batal (berarti tukang bohong) atau gagal (berarti inkompeten)? Ataukah sistemnya Tokopedia, yang meskipun sudah diberi tanda kalau akun saya dan istri beda tapi MASIH dianggap orang yang sama? Yang screwed up ini siapa?

Ini snippet bagian penutup surat pembaca saya yang lalu, yang menurut saya masih layak untuk ditulis lagi di sini:

Alasan “1 pembeli pakai promo berulang kali” itu tidak benar, karena pembelinya berbeda-beda. Masalah alamat sama? Saat itu alamat kirim pembelian istri dengan pembelian saya sudah BERBEDA (jadi alasan penolakan tidak cocok), TAPI sebenarnya kenapa alamat tidak boleh sama kalau sesama anggota keluarga? Aneh. Alasan yang Anda berikan untuk menolak memberikan cashback yang merupakan hak saya adalah tidak benar, jadi istri saya seharusnya tetap menerima cashback tersebut. Pembelian pun dilakukan di toko yang reputable dan sudah buka lama, bukan di toko ecek-ecek yang baru kemarin sore. Menuduh pembeli asli melakukan fraud harus disertai bukti, tidak bisa hanya “by system” karena sistem Anda terbukti tidak mampu membedakan transaksi asli dan palsu. Kami juga bisa memberikan bukti sanggahan (KTP, CC, dll) kalau yang membeli adalah benar 2 orang yang BERBEDA kok, tapi apakah Anda mau terima?

Besar harapan saya agar masalah ini segera terselesaikan dan semoga ke depannya tidak terulang lagi.
Terima kasih.

Teddy Hermanto
Solo, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:32    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

28 komentar untuk “Janji Tokopedia Tinggal Janji, Buntutnya Cashback Dibatalkan Juga

  • 11 Februari 2022 - (13:26 WIB)
    Permalink

    salah satu ganti hp, nomernya juga, alamat dibedain dikit, bayar2 selalu pake gopay/ovo, dijamin dua2nya dapat cashback, no drama lagi

    1
    2
    • 11 Februari 2022 - (23:09 WIB)
      Permalink

      Saya tidak setuju dengan anda pak Herwin Herwin. Contohnya pada kasus saya saja, metode pembayaran selalu memakai gopay dan alamat pun dari awal transaksi selalu sama. Tapi fakta yang terjadi ada transaksi saya yang dilancarkan cashbacknya dan ada yg dijegal cashbacknya. Masalahnya ada pada sistem Tokopedia yang seolah ‘pilih kasih’. Dan melihat pada kasus saya, saya yakin tim Tokopedia Care tidak akan menanggapi keluhan pak Teddy. Mungkin Tokopedia sudah yakin punya banyak konsumen loyal yang rutin belanja di sana dan tidak mempedulikan keluhan konsumen2nya.

      3
      4
      • 12 Februari 2022 - (15:04 WIB)
        Permalink

        Nah itu dia, System yang dijalankan oleh ToPed itu bukan system komputerisasi , tapi dengan system manual alias pakai orang.

      • 14 Februari 2022 - (12:42 WIB)
        Permalink

        yakin 2 hp ga pernah saling berinteraksi? sekali saja si A bayarin tagihan si B via virtual account, di system udah otomatis dikenal sebagai 1 pengguna yg sama

        • 14 Februari 2022 - (15:30 WIB)
          Permalink

          Saya malahan hanya punya 1 hp saja pak. Dan pada kasus saya sebelumnya, saya memakai metode pembayaran yang sama yaitu gopay dan identitas pengiriman juga sama. Makanya saya berikan perbandingan 3 invoice transaksi kepada tim Tokopedia dan menanyakan kenapa yang satu dianggap melanggar, tapi dua yang lain tidak melanggar. Mereka tidak bisa menjawab dan malah mengacu pada sistem kembali. Kalau begini bagaimana konsumen bisa paham dan tahu dimana kesalahannya?

  • 11 Februari 2022 - (14:27 WIB)
    Permalink

    pak Teddy punya grup cashback? kok saya jadi tertarik apa2 semua kok rasanya pak Teddy pake cashback dimana mana

    saya juga mau hidup borju tapi hemat ala pak Teddy

    • 12 Februari 2022 - (10:52 WIB)
      Permalink

      Dapat alhamdulillah, kalau gak dapat gak masalah… Kadang enak kalau belanja dengan nominal hingga 10 juta dan dapat cashback 400k

    • 14 Februari 2022 - (17:03 WIB)
      Permalink

      Saya sih sendiri saja pak Ivan. Istri saya hobi cari promo makanya ada beberapa e-commerce. Saya pernah baca sih di media massa kalau ada grup cashback yang ketangkap rame2, dari situ baru tau ada yang namanya grup cashback.

  • 12 Februari 2022 - (00:53 WIB)
    Permalink

    Jangan belanja di toko yang sama kalau kode kuponnya sama. Bisa kena flag juga akibat ip address atau histori yang lalu lalu

  • 12 Februari 2022 - (04:16 WIB)
    Permalink

    Bang.. kalo kau post begini di group Facebook para pencari cashback pasti diketawain.. system tokped itu udah gak kayak dulu lagi.. dua device kau koneksikan ke satu WiFi terus kau pake buat belanja dan alamat sama tapi metode bayar beda auto kena begal kode promo mu itu.. hehehehe

    • 12 Februari 2022 - (13:47 WIB)
      Permalink

      Setau gw nih katanya klo pakai jaringan internet sama juga bakalan batal CB nya. Yg 1 kantor sama2 belanja pakai 1 jaringan wifi kantor ya gt deh nasibnya sama katanya loh yaa ga tau bener atau ga sih. Gw lebih interest cari gratis ongkir aih ketimbang CB. Apalagi skrg2 yg cm belanja 10rb udh dapet gratis ongkir udah seneng bgt gw. Biasanya min 50k baru freeong.

    • 14 Februari 2022 - (12:44 WIB)
      Permalink

      kata siapa, sy punya 2 hp, tp 1 wifi aja, lancar2 aja pake kode promo yg sama.

  • 12 Februari 2022 - (05:12 WIB)
    Permalink

    Ngeri kali pemburu cashback ini apa apa dimasukin ke MK
    Padahal banyak cara yg bisa dilakukan buat menghindari aturan cashback ini tapi sayang aja situnya ga smart lalu dikit dikit lapor bikin customer laen gregetan dan kena imbasnya ntar kalo tokped berubah aturan lagi soal cashback
    Ini aja udah sistem udah diperkuat gara gara ulah para pemburu cashback
    Yg tadinya masih boleh 1 alamat asal device berbeda lalu dirubah ama tokped ga boleh 1 alamat walau device berbeda lalu dirubah lagi ga boleh 1 alamat ga boleh pake rekening yg sama saat pembayaran

    Udahlah cukup jangan mentingin ego dan jangan lebay sendiri karena ngebet ngejar cashback yg make tokped tuh ada banyak bukan cuma anda doang jadi ga semua keluhan anda wajib dituruti

    9
    2
  • 12 Februari 2022 - (07:42 WIB)
    Permalink

    Drama lagi… drama lagi…, dia pakai wifi yg sama, biarpun akun beda, alamat beda, tetekbengeknya beda, ya tetap aja dianggap fraud sama sistem, prusahaan macam tokped pasti membangun sistem seaman, seketat, dan seadil mungkin buat penggunanya sob. Tokped bikin cashback itu untuk umpan balik. Bukan kok khusus untuk diburu dan diexploitasi cashbacknya doang, bisa bangkrut mreka. Kasih cashback, promo, free ongkir, itu berarti mereka bakar2 uang, ente pikir mreka gak akan selektif untuk hal yg brpotensi merugikan mreka sendiri?

    6
    3
  • 12 Februari 2022 - (08:31 WIB)
    Permalink

    Saya rasa wajar kalau sebagian besar surat konsumen yang masuk ke Media Konsumen mempermasalahkan cashback yang tidak masuk terhadap suatu toko online. Karena bagaimanapun daya tarik suatu toko online ada pada promo yang diberikan.
    Terlepas dari apakah konsumen tersebut curang atau tidak pada saat memakai kode promo cashback, sudah sebuah tanggung jawab dari layanan pelanggan perusahaan manapun untuk menanggapi keluhan pelanggannya. Dan saya lihat Tokopedia SANGAT BURUK dalam menangani keluhan pelanggannya. Banyak yang memberikan komplain di Media Konsumen, tapi rasanya hingga saat ini belum pernah CS Tokopedia memberikan tanggapan untuk menyelesaikan komplain dari konsumennya.

    Mungkin bakal ada yang berkomentar, pelanggannya sudah banyak, ngapain juga Tokopedia ngurusin konsumennya yang berlaku curang. Well, bagaimanapun ini adalah bentuk tanggung jawab sebuah perusahaan untuk menangani keluhan pelanggannya. Dan harus diingat, tidak semua masalah terjadi karena kecurangan pelanggannya. Perusahaan bisa besar karena konsumennya. Ketika konsumen merasa tidak puas, dia pasti enggan membeli di tempat yang sama lagi dan pindah ke tempat lain.
    Saran saya sebaiknya cari tempat lain untuk berbelanja yang lebih memberikan kenyamanan. Tidak usah mempertahankan belanja di tempat yang dirasa memberikan layanan pelanggan yang buruk. Ketika toko sudah sepi, baru toko tsb sadar seberapa pentingnya konsumen bagi toko mereka.

    7
    2
    • 14 Februari 2022 - (06:04 WIB)
      Permalink

      Pak, tokopedia itu sudah decacorn, mereka punya cs sendiri untuk menangani keluhan2 customer asalkan sesuai rulesnya, yg begini harusnya gak perlu masuk ke MK, karna toped sndiri sudah punya sistem sndiri untuk menangani msalah2 spt ini, lagian para pencari CB ini barbar bgt, sistem toko online sekelas toped atau shoppee mereka punya kebijakan sistem sndiri yg bisa melacak kecurangan2, kl pake kartu yg beda alamat beda no hp beda tapi ip nya sama ttep akan kebaca curang, ini makanya penting untuk baca term & condition sblm register akun..,

      • 14 Februari 2022 - (15:19 WIB)
        Permalink

        Bukankah semakin besar perusahaan maka semakin besar pula tanggungjawabnya ya pak? Apalagi jika seperti yang bapak sebutkan kl tokopedia kelasnya sudah decacorn. Harusnya bisa memberikan layanan konsumen yang top class. Banyaknya surat yang masuk ke Media Konsumen artinya banyak yang ga puas. Ini terlepas dari curang atau tidaknya user ybs lho ya. Memang toped punya sistem sendiri, tapi apakah ada jaminan sistem tidak pernah salah?

        • 14 Februari 2022 - (15:42 WIB)
          Permalink

          pemikiran yang g masuk sama sekali dalam dunia bisnis, coba dulu belajar ekonomi mikro, makro sama manajemen bisnis, nanti kabari lagi

          dia ada bilang kah sistem tidak pernah salah? sudah jelas ditulis sama orang nya ada CS yang menghandle masalah-masalah seperti ini, boro2 belajar ekonomi, belajar baca dulu deh bang

          • 14 Februari 2022 - (17:44 WIB)
            Permalink

            Lho kok bawa-bawa ilmu ekonomi pak Ivan? Saya hanya menyoroti tanggung jawab perusahaan. Tokopedia boleh punya CS yang menghandle permasalahan2 seperti ini. Pertanyaannya, puaskah konsumen dengan cara mereka menghandle masalah konsumennya? Kalau CSnya bisa mengatasi masalah konsumennya dan memberi penjelasan yang sesuai, rasanya tidak akan ada banyak konsumen tokopedia membuat surat disini.
            Kalau anda paham ekonomi, harusnya paham tentang perilaku konsumen dan bagaimana perilaku konsumen bisa berubah. Semua kembali ke persepsi masing-masing. Anda puas dengan CS Tokopedia, itu pilihan anda. Tapi kenyataannya banyak yang tidak puas.

    • 14 Februari 2022 - (08:24 WIB)
      Permalink

      TOKOPEDIA “masih banyak org yg diuntungkan dgn cashback mulai puluhan ribu sampai ratusan ribu… walaupun aturan cashback dipersulit, kehilangan 1 customer kgk masalah”

      • 14 Februari 2022 - (15:21 WIB)
        Permalink

        Wah, tanggapan pak Mario persis seperti yang sudah saya prediksi pada tanggapan sebelumnya. Kehilangan satu memang tidak masalah. Kita lihat bagaimana kalau satu itu bertambah menjadi 100 atau bahkan 1000.

        • 14 Februari 2022 - (16:44 WIB)
          Permalink

          dr tahun 2013 saya udah pakai tokpedia, tidak pernah dpt keluhan, proses refund jg gampang jika barang yg diterima tdk sesuai dgn deskripsi seller… (itu sih yang paling penting dr belanja Online)

          kalau dpt cashback / voucher belanja anggap ajh hadiah jika beruntung

  • 12 Februari 2022 - (15:43 WIB)
    Permalink

    Saya di Tokped udah Diamond, tapi belanja juga printilan. Barang kebutuhan sehari²,garam pun saya beli di Tokped. Kalau soal cashback saya ga pernah ngarep, tahun kemarin belanja 1500X cuma dapat cashback 280rb.
    Tapi saya pemburu free ongkir, khususnya melalui Gosend karena sangat membantu usaha saya untuk beli barang banyak dan berat. Cuma Tokped yang bisa ngasih free ongkir Gosend sampai 48X sebulan.
    Program apapun khususnya cashback, semakin banyak yang pakai semakin diketatin juga aturannya. Semenarik apapun janji dan promosinya, itu gimmick yang aturannya bisa berubah sewaktu². Ga ada perusahaan mau rugi. Sah² aja sih ngejar cashback,wong memang ditawarkan. Tapi jika peraturan terus berubah masa terus tulis surat keluhan, gpp sih tapi kurang elok kalau menurut saya.

  • 13 Februari 2022 - (01:36 WIB)
    Permalink

    Garap vouchernya jangan barbar agan, kasih jeda waktu, belinya dari toko berbeda.
    jangan karena dipisahin, lalu di dor semuanya dari toko sama dan voucher yang sama. Ngga gitu juga cara mainnya.
    Daripada nulis di media konsumen, mending anda gabung ke grup para pencari cashback, banyak tuh di sosmed, nanti biar belajar gimana caranya supaya bisa tetap cair
    Gampang kok sebenernya, daripada tiap gagal dapat cashback nulis di media konsumen, nanti situs ini penuh sama keluhan anda karena gagal dapat cashback dari Tokopedia. Beruntung kalau anda belanjaannya ga diusut, nah kalau diusut gimana? Udah ada loh orang / kelompok yang dipenjarakan Tokopedia karena sengaja panen cashback dengan cara barbar macam anda. 😄

    • 13 Februari 2022 - (22:04 WIB)
      Permalink

      Yg dipenjara itu order fiktif selama kita belanja Real bisa kasih bukti foto/video barang harusnya CB cair bukan berdasarkan alasan sistem yg suka error itu

  • 14 Februari 2022 - (16:21 WIB)
    Permalink

    Lama2 tokped uda kyak investasi bodong yg mengiming-imingi keuntungan dapat CB agar orang terpancing utk belanja tetapi setelah transaksi selesai malah CB dibatalkan dgn alasan macam2 dan tdk ada buktinya sama sekali.
    Kalau budget utk CB terbatas sebaiknya tdk usahlah tawarin voucher macam2 diawal dan jika memang itu ada kuotanya sebaiknya saat mau transaksi itu sudah diberitahu bahwa kuota sudah habis (seperti kuota bebas ongkir), jadi pembeli tau bahwa dia sudah tdk mungkin dpt CB. Kalau ini kan dijegal ketika transaksi diselesaikan jadi akhirnya pembeli merasa ditipu mentah2 alias dicurangi oleh toped karena saat transaksi semua berjalan lancar seolah-olah tdk ada masalah sama sekali

  • 23 Februari 2022 - (21:16 WIB)
    Permalink

    saya pakai 1 akun aja dibatalin cashbacknya.
    kena pasal M poin 9.
    poin ini bikin toped gak bisa di ganggu gugat soal CB.
    niatnya biar murah karena CB malah dicancel sepihak

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 28 komentar sampai saat ini..

Janji Tokopedia Tinggal Janji, Buntutnya Cashback Dibatalkan Juga

oleh Teddy H dibaca dalam: 1 menit
28