Produk Bermasalah, Seller Diblokir, Dana Ditahan, Pembeli Dikecewakan oleh Shopee!

Sebagai generasi millennial, saya sangat gemar melakukan belanja online, dari awal mula munculnya marketplace Bukalapak, Tokopedia, sampai Shopee. Pada mulanya saya sangat suka berbelanja di Bukalapak dari tahun 2017. Sampai pada masanya, muncul dua marketplace yaitu Tokopedia dan Shopee, yang sangat gencar memberikan promosi-promosi menarik kepada pengguna atau customer. Sehingga saya mulai meninggalkan Bukalapak dan beralih menggunakan Tokopedia, juga Shopee.

Jika dijumlahkan, mungkin total ada lebih dari 500 item yang saya beli, mulai dari yang murah sampai yang mahal sekalipun. Bahkan saya membeli treadmill dan mesin cuci juga menggunakan aplikasi marketplace, ketimbang membeli secara offline di toko retail. Karena harga di marketplace sudah bisa dibilang harga final dan saya tidak perlu capek-capek tawar menawar lagi dengan penjual, dikarenakan saya tidak pandai dalam tawar menawar harga.

Dalam semua transaksi yang pernah saya lakukan, saya tidak pernah sekalipun memiliki transaksi bermasalah atau meminta bantuan customer service dari setiap marketplace di atas. Beberapa transaksi memang ada produk yang tidak sesuai, seperti Oxy Pulse Meter (Alat tes SpO2) yang saya beli di Shopee pada tahun 2020. Dimana produk tersebut rusak tidak dapat discharge, setelah produk sudah saya klik diterima.

Namun pihak penjual sangat welcome dan setuju untuk mengirimkan produk pengganti. Bahkan saat produk penggantinya juga terdapat kerusakan di layarnya, pihak seller sampai mengirim untuk yang ke-3 kalinya. Transaksi pun aman dan nyaman, kedua belah pihak sama-sama merasa diuntungkan. Terima kasih untuk penjual @happycollection28.

Namun hal yang sangat mengecewakan saya alami beberapa hari ini, yaitu ditanggal 28 Februari 2022 tepatnya pukul 19:31 WIB dengan ID Pesanan: 220228NU4JWXU8.Sehari sebelumnya, yaitu tanggal 27 Februari 2022, saya datang ke tokonya (tidak bisa disebut toko juga, karena hanya sebuah rumah kecil dengan banyak produk-produk di dalamnya, mungkin sebuah gudang tapi perorangan). Saya sepakat membeli 8 pcs baju wetsuit atau inner yang biasa digunakan untuk menyelam, snorkeling, atau surfing dari tempat tersebut.

Seller menjual produk tersebut dengan harga yang terbilang miring, dikarenakan produk tersebut ada cacat noda yang beragam, disebabkan atap gudang yang bocor. Seller tidak mau mencuci produk-produk tersebut, dikarenakan jika produk selam atau sejenisnya jika sudah terkena air ,maka sudah dianggap bukan barang baru lagi (make sense bagi saya). Sehingga seller menjual produknya secara apa adanya dengan harga yang sudah didiskon sampai dengan harga cost produk tersebut.

Namun seller memberikan tips untuk menghilangkan noda tersebut dan memberikan saya garansi jika noda yang ada tidak hilang, maka boleh tukar selama stok atau ukuran masih ada atau melakukan refund uang. Total produk tersebut berjumlah setidaknya 22 pcs, tapi saya hanya mengambil 8 pcs.

 

Dikarenakan penjual tidak dapat menerima pembayaran menggunakan kartu kredit (penjual tidak memiliki mesin EDC atau debit kredit) maka saya meminta melakukan transaksi via marketplace. Saya meminta membayar menggunakan kartu kredit dikarenakan sedang tanggal tua, gajian baru esok hari jadi tidak ada cash. Oh ya, total harga untuk 8 produk adalah Rp6.000.000. Sekedar informasi, baju yang saya beli adalah merk Fourthelement dengan model Hydroskin (Rashguard) dari UK, dimana untuk produk tersebut per-pcs-nya masih di range harga Rp899.000 (jika ada diskon) – Rp1.500.000.

Pada saat itu, kurang lebih pukul 7-8 malam, saya berada di tempat si seller di daerah Jakarta Selatan. Seller menawarkan untuk menggunakan marketplace Shopee, lalu menunjukkan judul produk yang dimaksud dan segera saya tambahkan ke keranjang belanjaan saya di Shopee.

Anehnya, saat saya mau checkout saya justru mendapatkan error F01, sehingga saya tidak dapat melakukan checkout produk tersebut. Setelah saya coba hapus produk tersebut dan mencoba memasukkan ke keranjang produk yang lain, error yang sama saya dapatkan. Setelah kurang lebih 10 menit saya mencoba login dan logout beberapa kali, masih sama. Di sini saya beranggapan akun saya yang bermasalah, tetapi saya dapat ide untuk mencoba membeli produk di toko lain dan ternyata berhasil sampai ke menu pembayaran. Berikut gambarnya:

Karena sudah malam, saya meminta si seller untuk membuat akun yang baru karena saya beranggapan toko dialah yang bermasalah. Seller menginformasikan akan membuat akun baru dan memberikan link produknya di keesokan hari (make sense karena mungkin untuk membuat toko baru membutuhkan waktu untuk mengisi data diri dan produk, jadi saya meng-iyakan).

Tanggal 28 Februari 2022 pukul 9:32 WIB, seller menghubungi dan memberikan link tautan produknya. Namun baru saya checkout di malam hari dikarenakan saya sedang liburan dengan keluarga sehingga saya tidak baca chat dari si seller. Saya meminta seller mengirimkan paketnya menggunakan Grab Sameday, karena jarak dengan rumah saya yang tidak begitu jauh karena saya tinggal di sekitar Depok.

Karena saya membelinya malam hari, seller baru memproses kirimnya keesokan hari tanggal 1 Maret, dan produknya diterima oleh adik saya di hari yang sama sekitar pukul 11:02 WIB. Pukul 15:05 WIB saya memutuskan untuk mengklik “Pesanan Diterima”, karena untuk membersihkan atau mencuci membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 harian dan saya juga sudah mulai kenal dengan si seller karena mereka ada tempat offline-nya. Tidak hanya itu, saya juga diberikan garansi eksklusif dari pihak seller, jika terdapat masalah maka bisa diselesaikan secara langsung (datang ke toko untuk retur/refund).

Di sini saya tidak paham maksud seller menambahkan Rp23.000 dari kesepakatan jual yang hanya Rp6.000.000, tapi saya tidak ambil pusing dan checkout saja.

Tanggal 4 Maret 2022 pukul 20:42 WIB, saya menghubungi seller, menginformasikan jika produk yang saya beli terdapat 3 pcs dari 8 pcs yang masih rusak dan saya berniat untuk retur ke size yang lain. Namun yang saya dapati adalah, seller meminta saya untuk membatalkan transaksi dikarenakan uang yang sudah saya bayarkan ke Shopee tidak dapat diteruskan ke akun mereka. Seller menginformasikan bahwa akunnya dibatasi/diblokir/dihapus error F02.

Pada saat itu juga saya hanya read WhatsApp si seller dan langsung meminta bantuan pihak Shopee terkait permasalahan ini dengan kode laporan: 14997466544841798705, tepat pukul 21:00 WIB dengan memberikan kronologi singkatnya.

Di Tombol yang saya lingkari merah tersebut saya tidak dapat mengklik untuk menulis pesan. Sehingga saya tidak dapat berkomunikasi dengan seller melalui tombol percakapan Shopee. Dan ketika Lihat Toko di klik maka akan ada tulisan “Toko ini telah dihapus/diblokir, dibatasi dari Shopee”

 

Tanggal 5 Maret 2022 pukul 7:56 WIB, pihak Shopee menjawab permasalahan saya dengan meminta data-data seperti :

  • Bukti video/foto unboxing produk
  • Bukti foto kemasan produk
  • Bukti percakapan saya dengan seller di fitur chat
  • Nama produk dan harga produk

Data-data yang dibutuhkan sudah saya berikan. Namun bukti percakapan saya dengan seller di fitur chat tidak ada, dikarenakan tokonya sudah diblokir, sehingga saya tidak bisa chat, dan hanya melampirkan bukti yang dari percakapan WhatsApp. Untungnya bukti foto kemasan sempat difoto oleh adik saya sebagai penerima produk. Namun untuk foto atau video unboxing tidak saya lakukan, karena saya sudah pernah lihat produk tersebut sebelumnya di toko secara langsung.

Tanggal 6 Maret 2022 pukul 11:42 WIB, pihak seller membalas keluhan saya dan meminta data-data lanjutan seperti :

  • Foto produk yang rusak dengan berjejer ketiga-tiganya dalam 1 tangkapan layar.
  • Bukti percakapan seller kepada saya yang mengklaim telah memberikan garansi refund atau retur barang

Email baru saya balas keesokan harinya tanggal 7 Maret 2022 10:54 WIB dengan mengirimkan semua bukti atau data-data yang diminta. Karena saat itu hari Minggu, jadi saya tidak melihat email masuk dan tidak langsung membalas email pada hari yang sama.

Tanggal 8 Maret 2022 pukul 10:01 WIB, saya mengirimkan email kembali ke pihak Shopee dengan menanyakan update atau perkembangan kasus saya, tapi tidak ada balasan.

Tanggal 10 Maret 2022 pukul 9:06 WIB, saya kembali mengirimkan email ke pihak Shopee dengan menanyakan update atau perkembangan kasus saya, tapi masih tidak ada balasan.

Tanggal 11 Maret 2022 Pukul 8:33 WIB, saya email kembali ke pihak Shopee dengan menanyakan update atau perkembangan kasus saya. Namun dibalas pukul 17:10 WIB dengan jawaban template bahwa laporan saya akan disampaikan ke tim terkait.

Di sini saya mulai kecewa dengan jawaban pihak Shopee yang seperti mulai malas menanggapi laporan keluhan saya. Padahal saya merupakan member Platinum di Shopee, dimana dalam kurun waktu 6 bulan saya melakukan transaksi lebih dari 75 transaksi di Shopee. Dan di bagian tombol “Saya” terdapat tombol tulisan “Chat Prioritas Platinum” berbeda dengan yang ada di HP adik saya.

Akhirnya, 13 Maret 2022 pukul 14:25 WIB, pihak Shopee bernama Melia memberikan tanggapan dan keputusan yang membuat saya geram dan kecewa dengan apa yang dilakukan Shopee. Saya berharap mendapatkan jalan keluar dari kasus saya, tapi pihak Shopee hanya membalas dan memberikan keputusan, dimana kata-kata tersebut hanya sebuah template yang isinya persis atau mirip dengan balasan tanggal ke 5 Maret 2022. Lalu untuk apa pihak Shopee meminta saya memberikan data-data di atas dan membutuhkan waktu berhari hari (10) hari? Hal tersebut sungguh menguras energi dan pikiran saya.

Jika member Platinum seperti saya saja diberlakukan seperti ini, lantas bagaimana dengan member-member Classic, Silver ataupun Gold? Di sini saya menuntut keadilan untuk saya pribadi, bagaimana bisa pihak Shopee menginformasikan dana saya sudah diteruskan ke seller. Sedangkan seller mengklaim tidak menerima dana dan justru akunnya di-banned atau dihapus, dengan alasan yang tidak diketahui. Saya akan berhenti menggunakan Shopee dan beralih ke marketplace lain jika tuntutan saya tidak diindahkan.

 

Bagaimana tanggapan rekan-rekan Media Konsumen, apakah ada yang memiliki permasalahan yang persis atau mirip-mirip dengan yang saya alami? Ataukah ada yang memiliki pengalaman mengecewakan saat bertransaksi di Shopee?

Terima kasih.

Mukhammad Khafid Bakhtiar
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pusat Resolusi Shopee:
[Total:78    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

40 komentar untuk “Produk Bermasalah, Seller Diblokir, Dana Ditahan, Pembeli Dikecewakan oleh Shopee!

  • 15 Maret 2022 - (16:27 WIB)
    Permalink

    Senasib dengan saya,. 2 kasus Produk saya Hilang dan resi tidak valid pbyaran menggunakan CoD kesalahan saya karna tdk mengirim sesuai kodebooking, jd tidak bisa merubah status paket menjadi terkirim,. Minta bantuan ke admin telp dan chat sudah, trus diminta data ini itu dan lain sebagai nya bukti resi juga smua sudah diberikan, tapi ujung ujung nya setelah penantian ber hari hari ber minggu minggu sampai ber bulan bulan,. hasil nya Nihil Nol Besar,. ketika di tanyak jawaban nya Baik akan kita bantu dan lanjutkan,. trus sperti itu stiaap kali di taya,. akhir nya dengan terpaksa sdikit kasar dengan bilang Begoo,. siapa jiga yg tidak kesal stiap di taya update nya bagaimana jawaban nya hal yg sama sperti itu,. dan yg aneh nya minta bukti ini itu tp Nihil,. Nohope

    6
    4
    • 15 Maret 2022 - (20:39 WIB)
      Permalink

      Iyah yang saya sesalkan respon dari pihak Shopee yang memberikan jawaban yang terkesan hanya seperti template dan kurang serius dalam menanggapi permasalahan tersebut Dimana seharusnya sebagai pihak mediator yang menjembatani penjual dan pembeli bertransaksi secara online.

      5
      3
      • 16 Maret 2022 - (02:22 WIB)
        Permalink

        Betul pak…saya pun begitu…di aplikasi saya tdk ada histori pembelian 15 jt…dan shopee bukan membela korban..
        Dan saya sdh beritahu di awal…
        Intinya sebenarnya pada moralitas kinerja ..kr sistem sdh baik …berpulang pada nurani shopee…percuma konsumen lapor ..tdk di gubris ..hny org tau hukim dan punya nyali utk ini ..bawa wartawan ..polisi di viral sekuat tenaga ..itu pun kasusnya blom tentu clear…hari ini hari konsumen sedunia..just slogan.. konsumen ttp tdk berdaya ..baik bank dan -comemerse…miris kiat mental pekerja klo begini…kyk di negeri bar bar

        6
        2
  • 15 Maret 2022 - (17:13 WIB)
    Permalink

    Sebagai generasi millennial, anda seharusnya sudah tahu bahwa kalo klik konfirmasi bahwa anda telah menerima pesanan, itu artinya anda sudah MENGONFIRMASI bahwa produk telah anda terima, dengan keadaan baik dan sesuai

    apabila tidak, ya jangan dikonfirmasi

    terus, transaksi oxy meter anda itu, untuk pengganti nya bukan lewat shopee, tapi lewat wa, dalam arti transaksi penggantian anda itu pun BUKAN tanggung jawab shopee lagi, sebaik apa pun tokonya tersebut

    “Tidak hanya itu, saya juga diberikan garansi eksklusif dari pihak seller, jika terdapat masalah maka bisa diselesaikan secara langsung (datang ke toko untuk retur/refund).”
    sama hal nya dengan garansi ekslusif(?) anda ini, itu diluar shopee, anda transaksi sendiri

    kenapa kok ada banyak error di shopee nya dan toko nya di blokir, ya jelas, itu akun baru, lsg transaksi 6 juta, dan pakai kartu kredit
    itu jelas INDIKASI GESTUN, kenapa kok komplain anda tidak diindahkan?
    1. jelas indikasi gestun
    2. anda sudah klik konfirmasi
    3. anda bertransaksi diluar shopee, melalui WA

    terlepas dari anda gestun atau tidak, terlepas dari seller nya gimana, pengalaman anda komplain seperti apa
    intinya adalah, salah anda sendiri, bertransaksi seperti itu caranya, terimakasih

    37
    4
    • 15 Maret 2022 - (20:50 WIB)
      Permalink

      Halo mas Ivan terimaksih atas masukannya,
      Disini saya melakukan konfirmasi penerimaan barang karena saya sudah lama menggunakan shopee dan tidak pernah mengalami masalah dan kendala, dan ketika ada kendala seperti yang saya jelaskan diatas, pihak Seller sangat welcome membantu mengatasi masalah saya walaupun tanpa ada kesepakatan / garansi sebelumnya.

      Untuk point “itu toko baru dan transaksi 6 juta menggunakan cc”, sudah saya informasikan bahwa akun yang biasa digunakan oleh seller ketika saya beli mendapatkan error F01 yang membuat saya tidak dapat melalukan checkout (terlampir diatas nama akun yang lama dan error), sehingga saya menunda transaksi malam itu,dan saya meminta pembelian secara konvensional ke seller (dengan tunai) tapi dalam 30 hari lagi jika memang tidak dapat menggunakan cc. Namun si Seller menawarkan akan membuat akun baru agar transaksi tetap berjalan. Dan dibuatlah akun baru dengan username “saczuto” seperti yang ada diatas. 🙂

      3
      7
      • 15 Maret 2022 - (21:18 WIB)
        Permalink

        “Anehnya, saat saya mau checkout saya justru mendapatkan error F01, sehingga saya tidak dapat melakukan checkout produk tersebut”
        Penyebabnya anda menggunakan wifi yang sama dengan penjual dan juga anda di lokasi yang sama dengan penjual sehingga terdeteksi anda dan penjual dianggap orang yang sama.

        10
        1
        • 15 Maret 2022 - (21:25 WIB)
          Permalink

          Well informasi yang sangat membantu,
          Sangat make sense karena memang saat transaksi terjadi saya berada di store seller dan menggunakan wifi penjual.

          2
          7
      • 16 Maret 2022 - (09:21 WIB)
        Permalink

        masalahhnya adalah anda sama sekali tidak konsisten

        anda memaksa memakai CC, kenapa?

        tanggal 27 anda mau memakai CC, karena belum gajian, anda bilang baru gajian besok(tgl 28), tapi gagal transaksi hari itu dan anda TULIS SENDIRI DIATAS, anda yang minta seller bikin akun baru, seller info baru bisa besok, anda MENGIYAKAN

        bukan seperti narasi anda dikomentar ini, yang bener yang mana?

        terus 28 kan km gajian nih, buat apa harus nunggu 30 hari baru beli secara tunai ke seller nya? katanya km pake CC karena belum gajian? udah gajian kok ngotot lewat shopee lagi?

        ketidakkonsistenan anda ini, mengindikasikan gestun

    • 16 Maret 2022 - (07:14 WIB)
      Permalink

      Setelah membaca, saya sebagai pengamat mengindikasikan transaksi tersebut adalah fiktif untuk dapat melakukan GesTun CC. Saya menyimpulkan demikian karena transaksi mendapatkan kode eror untuk akun seller pertama dan tidak ada error untuk transaksi ke toko lain. Jika percobaan transaksi di akun seller yg pertama sudah menunjukkan error, berarti antara kedua akun sudah beberapa kali berhubungan dan ada kesamaan, entah pernah login pada 1 perangkat yg sama (beberapa aplikasi dapat membaca mac address dan imei), sering sharing connection (memakai jaringan yang sama) sehingga terdeteksi lokasi dan IP address yg sama. Atau mempunyai alamat atau kebiasaan yg sama (telah dipelajari oleh Algoritma Shopee). Pengiriman dengan instans (GOJEK GRAB) juga memperkuat indikasi adanya GESTUN.

      Kerugian Anda sebagai buyer tentunya hanya sebatas baju yg bernoda yg berjumlah 3 pcs. Hal ini justru membuat Shopee curiga saat anda dengan paniknya dan dengan sepenuh tenaga membombardir shopee dengan keluhan yg mana konfirmasi barang telah diterima dengan baik sudah Anda setujui. Sehingga dugaan GesTun semakin besar dan kuat.

      Algoritma Shopee mempelajari beberapa kebiasaan seseorang saat menerima paket. Kecenderungan untuk meng KLIK Terima dalam kurun yg singkat setelah barang diterima akan membuat curiga, terlebih itu menggunakan CC atau paylater.

      Mengapa saya berpikir demikian? Karena saya pernah diposisi ini. Anda tidak perlu panik, dana akan dikembalikan entah di seller atau di CC, tetapi memaksn waktu 30 hari kerja.

      Jgn gunakan akun buyer untuk komplain, tapi gunakan akun seller, jika akun Shopee tidak bisa maka via email atau tlpn.

      10
    • 17 Maret 2022 - (06:39 WIB)
      Permalink

      Intinya ini penulis adalah buyer yg aneh.

      kalo uang ga masuk yg panik kan mustinya seller.

      kecuali ya memang ada indikasi gestun

    • 15 Maret 2022 - (19:52 WIB)
      Permalink

      si paling milenial & paling e-commerce

      kalau ngerasa udah pengalaman di dunia jual beli online,

      ngotak dikit lah,
      transaksi 6 juta pakai cc,di akun baru

      ga cuma syopii kayanya,
      tokped dll pun pasti bakal terdeteksi transaksi mencurigkan,

      dan wajar,buat melindungi perusahaan dari kemungkinan kerugian akibat gestun,main angin,mainin cashback dll

  • 15 Maret 2022 - (21:29 WIB)
    Permalink

    P[ada saat itu, kurang lebih pukul 7-8 malam, saya berada di tempat si seller di daerah Jakarta Selatan. Seller menawarkan untuk menggunakan marketplace Shopee, lalu menunjukkan judul produk yang dimaksud dan segera saya tambahkan ke keranjang belanjaan saya di Shopee.

    Anehnya, saat saya mau checkout saya justru mendapatkan error F01, sehingga saya tidak dapat melakukan checkout produk tersebut. Setelah saya coba hapus produk tersebut dan mencoba memasukkan ke keranjang produk yang lain, error yang sama saya dapatkan. ]

    kesalahan yg cukup fatal dimana titik lokasi pembeli dan penjual berada di satu tempat yang sama. oleh sistem dianggap manipulasi. dan ditambah lagi nilai transaksi cukup besar menggunakan kartu kredit.

  • 15 Maret 2022 - (21:30 WIB)
    Permalink

    Hadah panjang lebar segala harga barang disebutin, untung nga baca dah klik aja dah kya novel,,, INTINYA AJA NGPA

  • 15 Maret 2022 - (22:27 WIB)
    Permalink

    Kata pengantar dan pendahuluanmu sangat panjang. dan membosankan. Kamu kehilangan akal. Katanya punya CC dan Debit tidak bisa cash. Lha. kan ada tarik tunai di ATM .Terlalu manja . Tebar pesona aku platinum. Nyruh seller buat akun baru.berujung di banned.

    6
    4
      • 16 Maret 2022 - (04:03 WIB)
        Permalink

        Buyer sudah terima barang, cuma cacat dikit, dengan catatan harga miring mestinya ga rugi rugi amat.

        Seller udah kirim barang, tapi ga terima duit karena di banned, ini yang rugi banyak.

        Mustinya malah seller yang lebih pusing sih.

  • 15 Maret 2022 - (22:36 WIB)
    Permalink

    Kalau mau gestun pake hp yg belum pernah konek ke wifi yg sama, dan pergi dulu agak jauhan dari rumah, misal ke indomaret/alfamart terdekat ka.

    1
    2
    • 16 Maret 2022 - (07:20 WIB)
      Permalink

      Dan akun Shopee tidak sering digunakan dalam 1 perangkat yg sama, dan tidak mempunyai histori pembelian dengan alamat yg sama,

      Kesalahan yg lebih fatal, jika seller yg di banned, maka yg lapor harusnya si seller. Karena tanggungjawab Shopee ke buyer sudah selesai saat klik konfirmasi barang diterima telah dilakukan.

  • 15 Maret 2022 - (23:17 WIB)
    Permalink

    Kompleks sekali ya, buyernya sepertinya orang pintar dan percaya diri, sepertinya juga penulis, tapi sayang kurang membaca, dalam hal ini mengenai syarat dan ketentuan layanan.

    Tidak perlu sampai buka halaman soal term of service, bahkan membaca warning ketika checkout pun tidak, padahal sudah dikasih warning yang dengan kata lain “awas, kamu mencurigakan, kalo lanjut checkout maka kami banned”, tapi kok masih lanjut.

    Jangan hanya jago nulis, tapi jangan males baca juga ya.

    8
    1
  • 16 Maret 2022 - (00:44 WIB)
    Permalink

    Intinya si Om ini menggunakan Shopee agar bisa pakai CC..
    Dan Om tersebut mungkin tidak / belum mengerti bahwa cara tersebut terbaca di sistem adalah “Orderan Fiktif” atau seakan2 seller yang order sendiri barangnya untuk mendapatkan reward / point.

  • 16 Maret 2022 - (01:03 WIB)
    Permalink

    buyer n sellernya sama” salah dlm kasus ni.. keduanya melakukan trx shopee dgn koneksi internet yg sama pd orderan pertama. lsg za terdetect trx mencurigakan. ditambah buat akun baru pada trx ke 2. dgn CC lg.. dgn alamat dan nama yg sama.. jd double trx mencurigakannya.. uda pasti di banned akun si sellernya dan dananya pasti ditahan semuanya

  • 16 Maret 2022 - (01:39 WIB)
    Permalink

    Wajar si gimana gak curiga pake akun baru .. terus pake cc 6 juta lagi .. di kira gestun pasti

  • 16 Maret 2022 - (07:27 WIB)
    Permalink

    Pada awal2 saya jualan di shopee dulu juga gitu, saya pernah nawarin barang jualan saya ke teman2 saya, waktu mereka berminat saya arahkan belinya via shopee.
    Kalau yang alamatnya agak jauhan berhasil, tapi pas ada teman yang jarak rumahnya sekitar 100m dari alamat toko saya langsung terdeteksi aktifitas toko yang mencurigakan padahal waktu itu tidak pakai wifi, padahal itu mau beli beneran, cuma saya arahkan lewat shopee biar di shopee ku ada transaksi. Saya kasian sama sellernya disuruh2 sampai buat akun kedua.
    Jadi buat pengalaman:
    -Jangan belanja menggunakan wifi yang sama, atau posisi seller dan buyer berdekatan karena terlacak ip nya.
    -Jangan klik terima pesanan sebelum di check barangnya.

  • 16 Maret 2022 - (08:15 WIB)
    Permalink

    Ini Keluhan ya?? Kirain iklan generasi milenial yang gemar belanja online 😁
    Sorry… Hehe.. intinya transaksi anda dianggap FRAUD… Terlepas benar atau tidak penjelasan anda. Bisa saja penjual itu teman/famili anda. Yang pasti sistem telah membaca kalau anda pernah login di jaringan yang sama dan lainnya sesuai algoritma sistem termasuk pembuatan akun baru untuk transaksi.

    Diluar konteks nih … Kalo kasus jenis FRAUD/Gestun gini sebenarnya siapa yang dirugikan ya?? Anggap aja ngga ada voucher dari market place yang di pakai .. apakah pihak marketplace atau Bank/kartu kredit??

    • 17 Maret 2022 - (07:55 WIB)
      Permalink

      Pihak bank yg rugi karena kalau gestun kan dianggap (seolah-olah) beli barang, jadi pembayarannya dengan bunga rendah atau bahkan bisa cicilan 0% kalau lagi ada promo. Sementara tarik tunai menggunakan CC bunganya tinggi.

  • 16 Maret 2022 - (09:19 WIB)
    Permalink

    Panjang lebar, tapi nyatanya salah sendiri klik terima pesanan. Ngaku sudah pengalaman member shopee sampai platinum. Sekarang mewek wwkwkkw

  • 16 Maret 2022 - (10:00 WIB)
    Permalink

    Update 16 Maret 2022,

    Terimakasih untuk seluruh rekan-rekan yang sudah membaca dan berkomentar juga memberikan informasi-informasinya terkait postingan saya.

    Pada tanggal 15 Maret 2022 pukul 18:08 WIB, pihak sosial media Shopee dengan nomor telepon 1500702 dengan atas nama yang saya lupa namanya (pria – bernada lembut) menghubungi saya selama kurang lebih 9 menit (bukti sudah saya kirim ke pihak Mediasosial untuk proses update) setelah melihat postingan saya di Mediakonsumen. Pada saat saya dihubungi saya diminta untuk menjelaskan secara detail kronologi yang terjadi dan akan menyampaikan ke pihak terkait dan menannyakan apakah saya bersedia memberikan klarifikasi nantinya setelah mendapatkan titik terang. Pihak sosial media juga menginformasikan bahwa pihaknya tidak dapat menjanjikan apa-apa.

    16 Maret 2022 pukul 8:57 WIB seller menyetujui untuk memberikan refund sejumlah produk yang dinyatakan rusak (bukti sudah saya kirim ke pihak Mediasosial untuk proses update). Seller mengaku mengikhlaskan dana dan tidak memberikan refund dalam bentuk tunai melainkan penukaran ke produk yang sama atau ke produk lain dengan nominal sejumlah ketiga produk tersebut dan kami sepakat untuk menyelesaikan transaksi secara offline seperti kasus sebelumnya yang diselesaikan secara personal via Whatapp langsung dengan pihak seller.

    Terimaksih atas bantuan Mediakonsumen 🙂

    4
    1
    • 17 Maret 2022 - (06:28 WIB)
      Permalink

      TERIMAKASIH kak sudah bercerita, karena saya jadi paham betul kenapa seller selama ini kalau di mintain alamat toko kadang ga mau ngasih tahu, ada yang mau ngasih tahu dan kita mau datang kesitu dan transaksi nya pakai shopee biar lbh lebih murah/ cashback pun tdk di ijinkan sma penjualnya. Berarti mmg penjualnya paham betul dgn snk olshop manapun krna takut di BANNED tokonya. Kita mau ngelakuin percuma psen nya deket2kan bgtu pasti di curigain di bilang indikasi gestun, hal in psti bakal di gagalkan sma shopee. Dan mnrt saya kedua olshop oren dan ijo ini customer service nya selalu bagus menanggapi, bahkan saya berkali2 mendapat masalah sma si oren selalu di selesaikan dgn cepat apabila saya murni tdk mencurigakan. (Pernah saya smpe berkali2 bermasalah di 1 produk smpe 2x sya pengembalian produk, 1x cepat jg kembalian danany krna saya lengkap memberikan bukti dan yg terakhir ke 2x ny itu saya smpe di telpon dgn nada lembut si laki2 gtu krna curiga saya ngaku2 in barang rusak smua
      sbnrnya saya cmn ngebuktiin 2 mcam yg rusak, malah lgsng pgembalian dana aj bknny buktiin smua nya rusak dan di foto smua ke shopee dan alhasil ketika sdh aaya beri foto smua nya terbukti dan pda hari itu juga pengembalian di terima)
      Apabila kita terlihat mencurigakan, pasti proses masalah kita juga akan lama, saya aj bs seminggu pda waktu itu dan tanggapannya bakalan sama kyk BOT klo di tnya2 terus, karna yg saya pahami ternyata butuh waktu cukup lama mengurus beribu2 akun apa lg kasus kk ini yg ckup sulit krna ad indikasi gestun, saya sangat memahami betul kerja keras mrka tuk menyelesaikan masalah kasus semacam ini dan saya hargai memang butuh memakan waktu lama krna perlu cek segala histori, data2 akun, sampe ke akar2nya seler buyer sedetail mgkn untuk paham apakah transaksi fraud atau tdk.

  • 16 Maret 2022 - (11:39 WIB)
    Permalink

    anak milenial yg sombong beli di toko offline,malah memakmurkan toko online luar negri yg menyengsarakan toko offline,dimana toko offline anak bangsa karena sewa mahal jadi harag sedikit lebih mahal ,dan ingat orang orang yg sombong ke toko offline akan kena batunya suatu saat nanti ,wkwkwk

    5
    2
  • 19 Maret 2022 - (15:36 WIB)
    Permalink

    Thanks sharing infonya. Baru tau ada kejadian begini ya. Indikasi gestun.

    Pantes dulu pernah gagal transaksi juga spt ini, kalo saya beli barang dari temen tapi transaksi via si ijo, kalo di toped, kalo ada indikasi begini, langsung gagal transaksi by system.

 Apa Komentar Anda mengenai Pusat Resolusi Shopee?

Ada 40 komentar sampai saat ini..

Produk Bermasalah, Seller Diblokir, Dana Ditahan, Pembeli Dikecewakan …

oleh Khafid dibaca dalam: 6 menit
40