Tokopedia Menyulitkan Konsumen untuk Pembelian Obat Keras dan Proses Bantuan Tokopedia Care Berbelit-Belit

Pada tanggal 7 Juli, saya membeli obat hipertensi dan obat tersebut tergolong obat keras. Saat itu, saya checkout bersamaan dengan beberapa produk lain dari toko/seller lainnya.

Ketika di halaman checkout, saya tidak menemukan kotak untuk melampirkan resep maupun chat dengan dokter. Saya mengira resep bisa di-upload nantinya melalui fitur chat dengan seller. Saat checkout ke halaman pembayaran pun sistem Tokopedia tidak menolak ketika resep belum di-upload. Padahal biasanya, jika belum ada resep, tidak bisa lanjut ke halaman pembayaran.

Lalu, keesokan harinya, seller mengatakan tidak bisa memproses order obat saya karena tidak ada resepnya dan meminta untuk membatalkan order. Saya pun melampirkan resep fisik yang saya peroleh dari dokter jantung saya. Namun, seller masih menolak dengan alasan takut dikenakan sanksi oleh Tokopedia karena belum ada resep digital (dari fitur chat dokter).

Saya pun segera menghubungi Tokopedia Care untuk menangani masalah ini agar segera meng-update di sistem sehingga orderan obat saya terlampir di sistem.

Dimulailah proses panjang dan berbelit-belit. Setelah saya lampirkan bukti resep dan meminta agar orderan segera dikirim, CS Tokopedia mengatakan telah menerima resep tersebut dan orderan saya sudah memenuhi syarat untuk dikirim tetapi sedang menunggu konfirmasi dari seller. Sedangkan setelah dikontak kembali, pihak seller mengatakan masih menunggu konfirmasi pihak CS Tokopedia.

Permasalahannya, saya menggunakan voucher potongan belanja untuk pesanan tersebut dan voucher tersebut akan hangus jika pesanan dibatalkan, padahal voucher tersebut berbayar. Jadi, saya tidak bisa cancel orderan tersebut.

Kenapa pihak CS Tokopedia Care tidak dapat membantu untuk update di sistem bahwa resep sudah terlampir? Padahal saya sudah kirimkan bukti konkret resep tertulis, baik resep asli maupun resep digital. Lagipula, saat checkout barang di beberapa toko lain secara bersamaan, kenapa kolom resepnya hilang? Saya jadi tidak bisa input resepnya.

Biasanya, jika belum melampirkan resep, tidak akan bisa lanjut ke halaman pembayaran. Jadi, hal ini juga kesalahan dari pihak Tokopedia yang belum memperbaiki bug pada sistem checkout obat keras. Saya sangat kecewa konsumen dirugikan karena kesalahan sistem Tokopedia dan CS tidak ada yang mau membantu permasalahan saya.

Saya harap ada itikad baik dari Tokopedia dan segera ditindaklanjuti agar orderan saya bisa segera dikirim.

Terima kasih.

Diah A.
Surabaya

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

12 komentar untuk “Tokopedia Menyulitkan Konsumen untuk Pembelian Obat Keras dan Proses Bantuan Tokopedia Care Berbelit-Belit

  • 12 Juli 2024 - (09:53 WIB)
    Permalink

    Ya mau ngga mau batalkan. Menyangkut obat jantung jangan ditunda-tunda. Segera tebus di apotik fisik, drpd ruginya bukan sekedar nilai voucher, taruhannya bisa nyawa kalo menyangkut jantung.

    Saya jg pernah hangus voucher 50rb gara” pesanan hrs masuk komplain krn ulah seller yg salah kirim tipe barang. Resiko belanja online ya ada aja, dr hal kecil sampe kerugian besar.

    1
    1
  • 12 Juli 2024 - (10:08 WIB)
    Permalink

    Mau hilang diskon apa yang nya**? Beli aja lamgsung ke apotik.

    Suka gagal paham sama fakir diskon.

    1
    1
  • 12 Juli 2024 - (12:09 WIB)
    Permalink

    Gile obat yg se penting ini berani bgt pesan lewat tokped/marketplace. Ya klo masih punya stock drumah masih oke, tapi klo gak sih nekatt bgt

  • 12 Juli 2024 - (12:34 WIB)
    Permalink

    Saya bingung salahnya di mana. Si penjual lupa aktifin wajib resep dokter? Pembeli lupa upload di halaman pemesanan? Atau dari Tokopedia error, atau kurang jelas pembeli obat keras musti upload resep di mana?

    Masalah kupon ilang emang nyesek. Apalagi kalau beli dari beberapa toko sekaligus dalam 1 pembayaran. Kalau ada toko yang batalin pesanan entah alasan apa, kupon ngak balik haha. Dianggap ngak dipake. Cari celah melulu nih marketplace.

    1
    2
    • 15 Juli 2024 - (13:16 WIB)
      Permalink

      saya baru tahu dari CS tokopedia, ternyata si penjual lupa aktifkan wajib resep pada obat tersebut sehingga saat saya checkout waktu itu bisa kelolosan tanpa resep dan kolom resep tidak ada.
      Padahal saya sudah langganan obat ini dan selalu siap resep

  • 12 Juli 2024 - (13:28 WIB)
    Permalink

    bagi saya kalau obat urgent , saya gak terlalu memikirkan diskon
    saya langsung pergi ke apotik terdekat
    kalo memang sulit ditemukan, baru saya cari di onlen dengan kurir instant

    itu kalo saya sih

    1
    1
  • 12 Juli 2024 - (14:18 WIB)
    Permalink

    Emang benar kalau obat keras tidak bisa CO kalau belum upload,ini berarti bug dari sisyem Tokped. Kalau multiple order bisa tetap checkout. Seller juga kurang paham, resep tidak harus digital,resep tertulis juga bisa kok sesuai petunjuk CS diatas.
    Ya enak beli obat online,tidak perlu keluar rumah ,kalau urgent ya pilih kurir instan lah.

    • 15 Juli 2024 - (13:17 WIB)
      Permalink

      Ini kesalahan si penjual.
      Hari ini saya baru tahu dari CS tokopedia , ternyata si penjual lupa aktifkan wajib resep pada obat tersebut sehingga saat saya checkout waktu itu bisa kelolosan tanpa resep dan kolom resep tidak ada.
      Padahal saya sudah langganan obat ini dan selalu siap resep

  • 12 Juli 2024 - (15:26 WIB)
    Permalink

    Belum pernah beli online kalau obat.
    Dan ga berani beli online. Bukan kek beli baju ini masalahnya. Ga cocok ya ga dipakai.

    • 12 Juli 2024 - (16:24 WIB)
      Permalink

      Mau juga kebalik. Obat standar. Masalahnya beli online cuma bisa palsu. Kalau baju musti ke toko liat cocok ngak.

 Apa Komentar Anda?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Menyulitkan Konsumen untuk Pembelian Obat Keras dan Proses B…

oleh dhyu20182 dibaca dalam: 1 menit
12