Headline Keluhan Surat Pembaca Tokopedia Mengambil Hak Saya Secara Paksa dengan Berdalih Tidak Sesuai Syarat & Ketentuan 19 Juli 2024 Husen 35 Komentar Customer Service, e-Commerce, Jualan Online, Marketplace, Pembatalan pesanan, Promo, Promosi, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia, Voucher, Voucher Belanja Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Media Konsumen karena telah bersedia menerbitkan keluhan saya. Singkat cerita, saya terpilih sebagai salah satu pemenang kuis Tokopedia periode 8 Januari – 30 April 2024. Saya menjadi juara pertama dengan perolehan skor tertinggi dan berhak atas voucher belanja senilai 10 juta rupiah yang diberikan dalam 5 voucher masing-masing 2 juta rupiah. Masa berlaku vouchernya tidak lama, hanya sekitar 2 minggu setelah diterima di akun saya, yaitu berakhir tanggal 14 Juli 2024. Karena satu dan lain hal, saya baru berkesempatan menggunakan vouchernya pada tanggal 13 Juli. Namun, alangkah terkejutnya saya ketika selesai melakukan pembayaran, ternyata pesanan saya dibatalkan otomatis oleh sistem Tokopedia dengan alasan tidak sesuai syarat & ketentuan. Namun, tidak dijelaskan lebih rinci ketidaksesuaiannya di bagian mana. Waktu itu saya belanja di toko “Sinar Cemerlang Jaya 88” dengan nomor invoice INV/20240713/MPL/4023664043. Karena hal tersebut, voucher saya pun berkurang satu, jadi tinggal 4 lagi. Satu voucher yang digunakan pada transaksi yang terbatalkan ternyata tidak dikembalikan ke akun saya. Saya pun mulai cemas dan khawatir akan nasib keempat voucher saya yang lain, apakah semuanya tidak bisa digunakan dan akan hangus begitu saja? Oleh karena itu, saya menghubungi Tokopedia Care via Twitter untuk mengutarakan kendala saya dan meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi pada transaksi yang terbatalkan dan bagaimana solusinya. Namun, jawaban dari Tokopedia Care ternyata tidak memuaskan. Mereka hanya menjawab bahwa transaksi saya tidak sesuai S&K Tokopedia pada poin M nomor 9 tanpa bisa menjelaskan di bagian mana ketidaksesuaiannya. Karena saya merasa tidak melakukan pelanggaran apapun, saya tidak terima pesanan saya dibatalkan secara sepihak dan voucher saya tidak dikembalikan. Bunyi dari poin M nomor 9 yaitu: “TOKOPEDIA BERHAK, tanpa pemberitahuan sebelumnya, MELAKUKAN TINDAKAN-TINDAKAN YANG DIPERLUKAN termasuk namun tidak terbatas pada menarik subsidi atau cashback, membatalkan benefit Rewards, pencabutan Promo, membatalkan transaksi, menahan dana, menurunkan reputasi toko, menutup toko atau akun, melakukan pembatasan metode pembayaran serta hal-hal lainnya JIKA DITEMUKAN ADANYA MANIPULASI, PENGGUNAAN RESI yang TIDAK VALID pada mayoritas transaksi, MANIPULASI BERAT BARANG pada deskripsi produk (aktual berat barang dan berat barang pada deskripsi Produk harus sesuai), PELANGGARAN maupun PEMANFAATAN PROMO UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI Pengguna, maupun INDIKASI KECURANGAN atau PELANGGARAN PELANGGARAN SYARAT DAN KETENTUAN TOKOPEDIA dan ketentuan hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia.” Berulang kali saya tanyakan di bagian mana ketidaksesuaiannya, namun jawabannya itu-itu saja dan saya tidak puas akan hal itu. Tadinya saya mau coba hubungi call center Tokopedia, tapi setelah saya cari-cari ternyata tidak ada nomor call center yang bisa dihubungi. Lalu, saya coba menghubungi Tokopedia Care lagi namun kali ini via Live Chat di aplikasinya langsung. Ternyata jawabannya tetap sama dan tidak memuaskan, masih menggunakan tameng poin M nomor 9 tanpa bisa menjelaskan ketidaksesuaiannya di bagian mana. Saya jadi ragu dan khawatir untuk mencoba melakukan transaksi lagi dengan keempat voucher yang tersisa, takutnya dibatalkan lagi seperti sebelumnya. Yang ada malah zonk. Keesokan harinya, tanggal 14 Juli, hari terakhir di mana masa berlaku vouchernya akan habis, mau tidak mau saya harus memberanikan diri melakukan transaksi dengan menggunakan sisa voucher yang saya miliki. Saya transaksi di toko berbeda dengan transaksi pertama, nama tokonya “yogaswara_cell” dengan nomor invoice INV/20240714/MPL/4024532879, dan hasilnya alhamdulillah kali ini berhasil tanpa adanya pembatalan. Sayangnya, transaksi tersebut dibatalkan penjual karena stoknya kosong, tapi meskipun dibatalkan, voucher 2 juta rupiahnya dikembalikan ke akun saya jadi bisa saya belanjakan lagi. Transaksi ketiga saya lakukan di toko yang lain lagi, nama tokonya “Inmey Shop Tech” dengan nomor invoice INV/20240714/MPL/4024535864 dan hasilnya berhasil juga, sisa voucher saya tinggal 3. Untuk transaksi keempat, karena pikir saya sudah berganti hari dan transaksi kedua dan ketiga juga tidak ada masalah, tidak ada pembatalan otomatis oleh sistem. Saya pikir mungkin sistemnya sudah dibenahi, jadi saya coba transaksi lagi di toko yang sama saat transaksi pertama dilakukan yaitu di toko “Sinar Cemerlang Jaya 88” dengan nomor invoice INV/20240714/MPL/4024539880, namun ternyata saya salah, transaksinya kembali dibatalkan dan saya hanya bisa gigit jari. Voucher saya kembali hilang tanpa adanya pengembalian voucher ke akun saya, sisa voucher saya pun hanya tinggal 2. Saya berpikir sepertinya ada kesalahan pendeteksian oleh sistem Tokopedia terhadap transaksi saya sehingga menyebabkan transaksinya ditolak dan dibatalkan otomatis oleh sistem, namun saya tidak tahu penyebab pastinya karena CS Tokopedianya sendiri tidak bisa menjelaskannya pada saya. Transaksi kelima saya lakukan di toko yang lain lagi, nama tokonya “iStuffOriginal” dengan nomor invoice INV/20240714/MPL/4024548387, hasilnya berhasil juga tanpa ada masalah. Transaksi keenam dan terakhir saya lakukan di toko yang sama dengan transaksi ketiga yaitu “Inmey Tech Shop” dengan nomor invoice INV/20240714/MPL/4025296520, karena saya trauma dan takut transaksinya dibatalkan otomatis oleh sistem lagi, jadi saya tidak mau ambil risiko cari toko lain, lebih baik order di toko yang sudah jelas berhasil. Alasan saya melakukan transaksi di toko pertama “Sinar Cemerlang Jaya 88” murni karena harga produknya lebih murah dari toko yang lain, bukan karena alasan lain seperti manipulasi transaksi atau apapun itu seperti yang disebutkan pada poin M nomor 9. CS Tokopedia sempat menyarankan agar memperhatikan reputasi toko (rating & cancel rate) dan review yang baik pada toko sebelum melakukan transaksi, namun saya rasa hal tersebut tidak ada korelasinya pada kasus saya karena jelas-jelas reputasi toko baik, rating toko bahkan sempurna di 5.0, ulasan produk pun bagus, 99% pembeli puas. Bisa dicek sendiri kalau tidak percaya. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya berasumsi bahwa tokonya lah yang bermasalah. Namun, saya bertanya-tanya bagaimana cara pembeli tahu kalau tokonya bermasalah atau tidak? Karena di S&K vouchernya juga tidak ada limitasi toko secara spesifik. Yang ada hanya “voucher tersebut berlaku di toko Official Store, Power Merchant & Power Merchant Pro” dan toko “Sinar Jaya Cemerlang 88” termasuk Power Merchant Pro, jadi saya makin bingung sebenarnya apa penyebab pembatalan otomatis tersebut? Setahu dan sepengalaman saya, jika memang tidak sesuai syarat & ketentuan harusnya vouchernya tidak akan bisa dipakai untuk transaksi. Anehya, ini bisa dipakai transaksi namun setelah dibayar malah dibatalkan oleh sistem. Yang ingin saya tanyakan dan minta penjelasan dari pihak Tokopedia, jika memang benar transaksi saya tidak sesuai syarat & ketentuan poin M nomor 9, tolong dijelaskan di bagian mana ketidaksesuaiannya dan saya juga minta bukti-bukti ketidaksesuaiannya. Jika memang terbukti transaksi saya tidak sesuai syarat & ketentuan tentu saja saya akan menerimanya dengan lapang dada. Namun, jika kalian tidak bisa membuktikannya maka saya berhak mendapatkan kembali voucher saya yang hilang karena pembatalan transaksi secara sepihak. Cukup adil bukan? Yang perlu digarisbawahi dalam kasus ini, pertama, saya mendapatkan reward voucher tersebut tidaklah mudah, bahkan tidak mudah sama sekali karena selama beberapa bulan harus rela begadang untuk mengumpulkan skor dan juga harus terus belanja setiap hari untuk menjaga perolehan skor. Bisa dicek juga ada berapa puluh bahkan mungkin mencapai ratusan transaksi di periode 8 Januari – 30 April 2024 pada akun saya. Kedua, jika menurut kalian saya melakukan transaksi dengan terdapat unsur pelanggaran, manipulasi atau apapun itu di dalamnya, apakah kalian sudah melakukan crosscheck secara manual? Setahu saya pembatalan oleh sistem itu karena pendeteksian secara otomatis sesuai algoritma yang diterapkan pada sistem. Namanya juga buatan manusia pasti ada saja salahnya, tidak ada yang sempurna. Apakah kalian malas atau kalian memang tidak mampu melakukannya? Atau bahkan mungkin kalian bebal tidak mau mengakui kesalahan dan dengan mudahnya mengambil tindakan sesuai keinginan kalian karena merasa kalianlah yang berkuasa? Ketiga, saya minta kebijaksanaannya agar voucher saya yang hilang senilai 4 juta rupiah dalam bentuk 2 voucher masing-masing 2 juta rupiah bisa dikembalikan ke akun saya. Masalahnya voucher ini kan didapatkan dengan susah payah dan harus berkompetisi dengan pengguna Tokopedia lainnya di seluruh Indonesia, bukan voucher yang kalian kasih secara cuma-cuma dan mudah didapatkan kapan saja. Masa dengan mudahnya kalian rebut secara paksa tanpa alasan yang jelas. Kalian tahu kan apa sebutan orang yang suka mengambil hak orang lain? Aku kasih tahu ya, namanya dzolim dan hukumnya haram! Husen Munazar Kab. Bogor Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bob19 Juli 2024 - (19:26 WIB)Permalink Deteksi kecurangan marketplace ini memang lumayan cacat. Kayanya yang bikin dulu ngak lulus kelas Computer Networking atau dapat kerjaan hasil nepotisme. Sebenarnya kalau salah deteksi dapat false positive wajar2 saja. Tinggal diselesaikan dengan baik, komunikasi antara CS dan pelanggan. Cuma anda tau lah kualitas customer service di sini. 3 1 Login untuk Membalas
Muhamad Saiful19 Juli 2024 - (21:35 WIB)Permalink Itu tokonya yg bermasalah,kalo akun pembeli yg bermasalah harusnya semua voucher tidak bisa dipake.Tapi kenapa voucher gak balik ya,padahal yg salah akun tokonya.Saran saya kalo dpt voucher banyak jgn dibelanjakan produk yg sama terus.Takutnya akun kena softban.Pernah ada kasus pembeli sudah langganan plus dan order terus2an barang yg sama.Pihak Tokped lalu membekukan akun ybs dgn alasan penyalahgunaan promo dan menilai sbg reseller/dijual kembali gitu,padahal ybs order banyak buat dibagiin di panti asuhan. 4 Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel19 Juli 2024 - (22:22 WIB)Permalink Itu kan pas pertama pake voucher langsung kena pembatalan otomatis, jd kayanya bukan karena membeli barang yg sama berulang-ulang, lagian barangnya beda beda, memang ada yg sama dan dari toko yg sama jg, tapi malah aman, g kena pembatalan otomatis, klo saya sih yakin sistem Tokopedianya yg salah mendeteksi, soalnya klo tokonya bermasalah harusnya g bisa pake voucher. 1 1 Login untuk Membalas
Tjahya20 Juli 2024 - (04:02 WIB)Permalink Kalo bkn toko yg bermasalah Anda kedetek kenal sama toko itu Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel20 Juli 2024 - (06:17 WIB)Permalink Entahlah, tp klo dari saya, saya jamin 100% g kenal sama sekali sama tokonya dan sebenarnya g ada yg tahu jg penyebab pembatalan transaksi tersebut, semuanya hanya spekulasi dikarenakan pihak Tokopedianya sendiri yg g mau ngasih tahu atau mungkin sebenarnya mereka jg g tahu apa alasan pembatalannya. Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel20 Juli 2024 - (06:15 WIB)Permalink Entahlah, tp klo dari saya, saya jamin 100% g kenal sama sekali sama tokonya dan sebenarnya g ada yg tahu jg penyebab pembatalan transaksi tersebut, semuanya hanya spekulasi dikarenakan pihak Tokopedianya sendiri yg g mau ngasih tahu atau mungkin sebenarnya mereka jg g tahu apa alasan pembatalannya. Login untuk Membalas
Alan20 Juli 2024 - (09:58 WIB)Permalink Sinar Cemerlang Jaya 88. Apakah toko itu terindikasi Tokopedia tempat Gestun? Soalnya tokonya luar pulau Jawa. Dan TS nya di Bogor. System mendeteksi ngapain pakai voucher gede beli barang antar pulau. Kan yang deket ada? Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel20 Juli 2024 - (12:32 WIB)Permalink Tokonya kan bergabung sejak Oktober 2019, berati sudah hampir 5 tahun, klo memang tokonya terindikasi tempat gestun tentunya toko tersebut g akan bertahan selama ini. Login untuk Membalas
Alan20 Juli 2024 - (16:48 WIB)Permalink Apa anda ga nyoba beli di Jabotabek aja? Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel20 Juli 2024 - (17:30 WIB)Permalink Itu kan ada yg beli di jabotabek, di Jawa Timur jg ada dan g ada masalah, harusnya sih g masalah mau dibeli dimana aja, kan di S&K voichernya jg g ada limitasi klo harus beli di Jabotabek, coba bacanya secara keseluruhan jangan setengah2. Login untuk Membalas
Lisianto20 Juli 2024 - (12:17 WIB)Permalink Tambah ketat sekarang Tokped deteksi fraudnya. Dulu cuma lewat metode pembayaran,alamat atau jaringan internet. Sekarang lihat kontak di HP juga. Teman dulu sering minta tolong, kl ada tmn dia yg mau beli di toko dia tapi ga punya akun Tokped. Suruh aq beliin, kirim k teman dia. Ga pk promo n cuma jual baju murah. Bisa dulu. Sekarang ga bisa, minta tolong teman lain juga ga bisa. Akhirnya pakai akun suami teman, yg tidak ada kontak dia di HP seller. Bisa akhirnya. Ini saya yakin Anda kenal dgn pihak toko,maaf ya. Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel20 Juli 2024 - (12:28 WIB)Permalink Ya, semua berhak berpendapat, tapi kembali lagi, yang tahu saya kenal atau tidak sama penjualnya hanya saya dan penjualnya, dan saya berani menjamin 100% klo saya g kenal sama sekali dengan penjualnya, saya juga sudah katakan klo pihak Tokopedia bisa membuktikan dan memang terbukti saya melakukan tindakan manipulasi atau apapun itu, saya rela vouchernya hangus, tapi ini kan saya merasa tidak melakukan kecurangan apapun, tentu saja saya tidak terima. Login untuk Membalas
Bob20 Juli 2024 - (13:51 WIB)Permalink Gampang yah fitnah sembarangan tinggal minta maaf. Bisa mengada2 bilang tokped cek kontak hp segala lagi. Cara pikir aneh. 1 Login untuk Membalas
dhan20 Juli 2024 - (12:39 WIB)Permalink Pak, terlepas dr alasan apapun. Itu si tokped berhak melakukan pembatalan. Jadi suka-suka mereka. Kalau mood mereka lagi bagus ya dikabulkan vouchernya. Kalau mood mereka lg gak bagus, ya dibatalkan. Rata2 pegawai tokped itu dibawah 25th, jd masih labil alias swingmood. Otak depannya belum terbentuk sempurna. Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel20 Juli 2024 - (12:56 WIB)Permalink Memang Tokopedia berhak melakukan tindakan apapun termasuk pembatalan transaksi, namun perlu digarisbawahi, mereka berhak melakukan tindakan tersebut JIKA ditemukan adanya manipulasi, pelanggaran, indikasi kecurangan atau apapun itu sesuai yang disebutkan pada poin M nomor 9, tapi dalam kasus saya pihak Tokopedia tidak bisa membuktikan kalau transaksi yg saya lakukan termasuk kedalam hal2 yg disebutkan diatas. Login untuk Membalas
William22 Juli 2024 - (09:31 WIB)Permalink Saya juga pernah mengalami. Bahkan saya pernah diban tokopedia gara2 belanja menggunakan voucher diskon, padahal saya belanjanya di official store sebuah brand yang sangat ternama. Aneh bener Tokopedia sistemnya. Ya mau gimana lagi, ini perusahaan yang sama yang mempopulerkan “diskon 90%, maks 5.000, minimal transaksi 100.000” emang rada gimana gitu Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel22 Juli 2024 - (15:46 WIB)Permalink Iya, memang banyak gimmick nya, padahal harusnya bukan ditulis diskon 90% tp diskon 5%, biasa lah biar narik pembeli buat belanja, biar kelihatan diskonnya gede, padahal cuma diskon 5%. Login untuk Membalas
rudi22 Juli 2024 - (13:29 WIB)Permalink ga ada aturan tokopedia harus menjelaskan / membuktikan kecurangan dari transaksi, waktu install app pasti sudah setuju s&k dari marketplace, ada indikasi memang sistem mencium adanya gestun dari transaksi tsb, entah si toko punya si pembeli, jadi dianggap fraud, anehnya si pembeli sudah tau fraud ditoko tsb malah dicoba lagi, kalau bukan toko sendiri ngapain ngotot transaksi di toko tsb wkwkwkw 2 1 Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel22 Juli 2024 - (15:40 WIB)Permalink Ya harus ada pembuktian dong, buat apa ada aturan klo g harus ada pembuktian? Mending sekalian aja g ada aturan, jd suka2 mereka, memang kamu mau dituding ini itu terus dipaksa mengakui sebuah kesalahan tanpa adanya bukti2 yg kuat padahal kamu tidak pernah melakukannya? Coba dijawab! Justru saya tidak tahu klo itu fraud makanya saya coba belanja lagi di toko tersebut karena pikir saya sudah berganti hari dan transaksi kedua & ketiga jg tidak masalah, jd mungkin setelah saya komplain kemarin sistemnya sudah dibenahi, makanya baca dulu deh secara keseluruhan, disana sudah saya jelaskan secara rinci. Login untuk Membalas
rudi22 Juli 2024 - (16:33 WIB)Permalink skarang saya tanya, kamu yang punya tokopedia? kamu belanja ditokopedia ya ikut aturan yang punya, kalau ga suka ya ga usah belanja disana. ga usah ngerengek ngerengek kayak anak kecil om.. udah gede masa baca s&k ga bisa.. udah tau promo kuis gituan itu gratisan jadi kalau ada zonk ya terima aja jadiin pembelajaran bahwa promo kuis itu gimmick belaka 5 Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel22 Juli 2024 - (17:13 WIB)Permalink Pertanyaan “kamu yg punya Tokopedia?” Saya rasa itu pertanyaan bodoh yg g ada korelasinya sama sekali, terus saya jg belanja udah ikut aturan mereka koq, justru karena saya sudah ikut aturan mereka tapi malah kena pembatalan yg g jelas apa alasannya, makanya saya komplain, dan g ada tuh saya ngerengek2 kaya anak kecil, situ aja kali yg baperan, sekarang coba jawab dulu pertanyaan saya sebelumnya, mau g kamu dituduh melakukan kesalahan yg tidak pernah kamu lakukan? Klo g mau maka janganlah kamu menuduh orang lain seperti itu, karena kamu tahu sendiri kan bagaimana rasanya? Login untuk Membalas
rudi22 Juli 2024 - (17:37 WIB)Permalink lah orang lebih bodoh lagi sudah dijelaskan ada indikasi kecurangan masih minta bukti, begitu ditanyain mana aturan tokopedia wajib menjelaskan bukti kecurangan langsung jawab kemana mana. minimal sekolah dulu om biar tau apa itu s&k yang buat promo tokopedia dan aturan sudah jelas, masih ngemis ngemis promo gretongan hahaha 1
HusenPenulis artikel22 Juli 2024 - (18:07 WIB)Permalink Lah kocak, Coba sebutkan dibagian mana indikasi kecurangannya? Lagian itu kan baru indikasi belum terbukti, ngerti g arti kata “indikasi”? Klo g ngerti searching dulu sana di google. Tentu harus ada bukti, segala sesuatunya harus ada bukti, kamu dituduh maling, terus kamu mau terima gitu aja tanpa ada bukti? Makanya klo sekolah yg bener, jangan bolos terus, situ sendiri yg ngalor ngidul, nanya kemana jawabnya kemana, g jelas.
rudi23 Juli 2024 - (12:01 WIB)Permalink Ngomong ama orang primitif haus promo gratisan ya gini, ga bisa masuk otaknya 😂😂 padahal aturan sudah jelas ya tokopedia aturannya berhak membatalkan promo tanpa pemberitahuan, tapi si bodoh ini minta bukti bukti mulu padahal ga ada kolerasi antara bukti sama hak tokopedia untuk membatalkan promo, dia nyuruh orang lain ngertiin indikasi tapi dia sendiri kaga paham apa itu indikasi, liat aja noh transaksinya aja janggal semua, masa orang belanja hp semua 😂😂 emang dasar manusia primitif salah tapi kaga mau ngaku
HusenPenulis artikel23 Juli 2024 - (12:59 WIB)Permalink Koq baru bales sekarang, padahal ditungguin dr semalam lho, kenapa? Udah habis argumennya ya? Jd g bisa berkata2 lg, wajar sih klo orang sok pinter komen memang seenaknya tanpa tahu arti & maksud dari komenannya tersebut, disuruh cari tahu arti kata indikasi aja g bisa, atau mungkin memang g mau tau arti sebenarnya karena nanti dia malu sendiri, sok2 ngatain orang primitif & bodoh padahal dianya sendiri yg seperti itu, ucapanmu itu mencerminkan dirimu yg sebenarnya. Indikasi itu baru dugaan belum terbukti, untuk tahu benar atau tidaknya tentu harus ada bukti, koq bisa sih orang SEPINTER kamu g ngerti arti indikasi? Promo gratisan tentu saja semua orang mau, memang siapa yg g mau promo gratisan, hanya orang bodoh yg g mau, bener g? Lagian gratisan pun bukan kamu yg ngasih dan untuk dapetinnya pun g mudah, butuh perjuangan dan saya yakin klo kamu g bakalan mampu mendapatkan promo gratisan seperti saya. Memang apa yg salah dengan belanja HP? Ini kan voucher eksklusif yg tidak semua orang bisa dapet, dan tentu saja hanya pemenang kuis Tokopedia Seru yg bisa dan berhak menggunakannya termasuk saya, jd suka2 saya dong mau beli HP kek mau beli Laptop kek atau apapun itu sesuai keinginan saya, kenapa kamu yg ngatur? KECUALI promo dari Tokopedia yg bisa semua orang akses seperti sebelumnya pernah ngasih cashback 20% hingga 500rb, itu banyak yg g dapet cashbacknya karena terdeteksi melakukan pelanggaran, klo ini kan beda vouchernya eksklusif, ups lupa, kayanya kamu g bakal ngerti deh arti eksklusif, tapi masa iya sih orang SEPINTER kamu g ngerti, iya g?
HusenPenulis artikel22 Juli 2024 - (17:13 WIB)Permalink Pertanyaan “kamu yg punya Tokopedia?” Saya rasa itu pertanyaan bodoh yg g ada korelasinya sama sekali, terus saya jg belanja udah ikut aturan mereka koq, justru karena saya sudah ikut aturan mereka tapi malah kena pembatalan yg g jelas apa alasannya, makanya saya komplain, dan g ada tuh saya ngerengek2 kaya anak kecil, situ aja kali yg baperan, sekarang coba jawab dulu pertanyaan saya sebelumnya, mau g kamu dituduh melakukan kesalahan yg tidak pernah kamu lakukan? Klo g mau, maka janganlah kamu menuduh orang lain seperti itu, karena kamu tahu sendiri kan bagaimana rasanya? Login untuk Membalas
Power Glue22 Juli 2024 - (17:49 WIB)Permalink Gede, amat dapet voucher 100% hingga 2 juta minimal 0rder 100 ribu? Wow saya blum pernah dapet voicher segede gitu 😭 Login untuk Membalas
Dandi Sahrotul25 Juli 2024 - (10:24 WIB)Permalink Itu tokonya bermasalah semua makannya cancel sistem Coba ente co ke official gak bakal cancel sistem Lagian kenapa dpt voucher 100% malah di buat co ke toko power gak sekalian ke official aja Login untuk Membalas
HusenPenulis artikel25 Juli 2024 - (11:54 WIB)Permalink Entahlah, saya masih g tau apa penyebab sebenarnya pembatalan transaksi tersebut, klo misalkan tokonya bermasalah harusnya vouchernya dibalikin ke akun saya, karena saya kan g tau apa2, tp klo akun saya yg bermasalah harusnya semua transaksi kena pembatalan jg, saya g tau bakal kejadian kaya gitu, saya pikir vouchernya bisa dipake dimana aja karena di S&K nya jg g ada limitasi, ya mungkin memang rezeki saya cuma 6jt, bukan 10jt, jd pasti ada aja halangannya, yg paling mengecewakan itu pelayanan dari CS nya, masa g ada tindak lanjut apa2, minimal cross check dulu lah secara manual, seakan2 mereka tuh menutup mata & lepas tangan. Udah saya ikhlaskan koq, mau gmn lagi, kita kan g punya kuasa apa2, yg penting udah usaha, mau dibalikin atau nggak itu urusan nanti. Login untuk Membalas
Will30 Juli 2024 - (17:18 WIB)Permalink Jangan terlalu berharap banyak bang…kalau emg dapat sukur nggak ya sudah. Tokopedia memang rada cacat kalau memberi hadiah jangan kan tokopedia, saya yakin di lapak lain sebelah juga sama. Banyak yang bermasalah dan ada permainan orang dalam, saya ingat kok istri saya kerja di e-commerce banyak orang dalam main curang sendiri memenangkan saudara atau segala macam nya. Login untuk Membalas
Bob30 Juli 2024 - (17:30 WIB)Permalink Bikin depresi bacanya. KKN sudah jadi budaya. Login untuk Membalas
Will30 Juli 2024 - (17:37 WIB)Permalink bukan jadi budaya mas….sudah jadi keharusan dan sudah jadi hak mereka. Ibarat rejeki dari Tuhan yang harus di dapat, punya kuasa punya duit , punya kuasa bisa malak, punya kuasa bisa memanfaatkan. PElajaran dari Belanda di bawa mati sampai sekarang, mending di Jajah Inggris kan negara-negara nya masih tau diri commonwealth tergolong maju. Login untuk Membalas