Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Jangan Sampai Seperti Saya! Modus Penipuan di Tokopedia yang Jarang Diketahui 3 Februari 20253 Februari 2025 Aziz Muttaqin 34 Komentar Belanja Online, Customer complaint handling, Customer Service, iPhone, Kebijakan pengembalian barang, Kondisi produk tidak sesuai informasi, Marketplace, Modus Penipuan, Penipuan, Penipuan online, Produk Palsu, produk tidak sesuai spesifikasi, Pusat Resolusi Tokopedia, Retur barang, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Halo, pembaca sekalian. Saya ingin berbagi pengalaman pahit yang baru saja saya alami saat berbelanja di Tokopedia. Sebagai pengguna setia marketplace ini, saya selalu merasa aman dan percaya bahwa semua transaksi akan berjalan lancar. Namun, siapa sangka, kali ini saya justru menjadi korban penipuan. Saya menulis ini agar Anda tidak mengalami hal yang sama. Awal Mula: Tergiur dengan Penawaran Menarik Semua bermula ketika saya menemukan iPhone 14 Pro Max dengan harga yang sangat menarik di Shopee. Berdasarkan foto produk dan deskripsi yang menyatakan bahwa barang 100% asli, bukan HDC, saya pun tergoda dan memutuskan untuk membelinya. Namun, setelah saya melakukan pemesanan pada 29 Desember 2024, hingga 2 Januari 2025, barang belum juga dikirim. Saya kemudian menghubungi penjual dan meminta nomor WhatsApp-nya untuk menanyakan lebih lanjut mengenai pesanan saya. Dalam percakapan melalui WhatsApp, penjual menjelaskan bahwa ia memiliki tagihan SPayLater yang belum dibayarkan, sehingga dana hasil penjualan otomatis digunakan untuk membayar tagihan tersebut. Karena itu, ia menyarankan saya untuk melakukan transaksi di Tokopedia dan mengirimkan link produk agar saya bisa membeli melalui platform tersebut. Proses Pembelian di Tokopedia Karena percaya dengan penjual, saya mengikuti instruksinya dan membeli barang melalui Tokopedia menggunakan metode pembayaran Bank Jago. Barang pun langsung dikirim pada 2 Januari 2025, dan saya menerima paket tersebut pada 4 Januari 2025. Namun, betapa terkejutnya saya ketika membuka paket—yang saya terima bukan iPhone asli, melainkan iPhone 14 Pro Max HDC (KW/palsu). Upaya Pengembalian Barang dan Permasalahan Pick-Up Menyadari bahwa saya telah tertipu, saya segera mengajukan komplain melalui Tokopedia, dan untungnya, penjual menyetujui pengembalian barang. Pada hari itu juga (4 Januari 2025), saya langsung melakukan packing ulang agar barang bisa segera dikirim kembali. Namun, ada masalah lain: 4 Januari 2025 → Kurir gagal pick-up barang. 5-6 Januari 2025 → Kurir kembali tidak datang untuk mengambil paket, padahal batas waktu pengembalian semakin dekat. 7 Januari 2025 → Saya akhirnya mendatangi langsung tempat drop-off SiCepat untuk mengirimkan barang retur. 10 Januari 2025 → Barang akhirnya sampai ke alamat penjual. Modus Penipuan: Klaim Barang yang Sampai Tidak Sesuai Di sinilah keanehan terjadi. Setelah barang sampai, penjual tiba-tiba mengklaim bahwa barang yang ia terima berbeda dari yang saya kirim. Dia bahkan membuat video unboxing untuk membuktikan bahwa isi paket bukan barang yang ia kirimkan sebelumnya. ➡️ Video unboxing penjual: YouTube Link Beruntungnya, saya sudah merekam proses packing sebelum mengirim barang. Jika tidak, bisa saja Tokopedia percaya sepenuhnya pada klaim penjual dan uang saya otomatis dikembalikan ke penjual. Investigasi Tokopedia yang Berlarut-larut dan Permintaan Tindakan Tegas Pada 11 Januari 2025, Tokopedia menyatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi pengiriman. Namun, hingga hari ini—saat saya menulis postingan ini—belum ada kejelasan mengenai kasus ini, dan uang saya masih tertahan. Saya sangat yakin bahwa: ✅ Barang yang saya kirimkan sudah sampai ke tangan penjual dalam kondisi yang sesuai. ✅ Penjual ini memang memiliki modus penipuan untuk mengelabui pembeli yang awam. ✅ Penjual mencoba mencari celah agar uang tetap masuk ke kantongnya, meskipun dia yang mengirim barang palsu. Karena itu, saya meminta pihak Tokopedia untuk segera menginvestigasi penjual ini lebih dalam. Tidak hanya kasus saya, tetapi juga kemungkinan ada korban lain yang mengalami hal serupa. Penjual dengan modus seperti ini bisa merugikan banyak orang jika terus dibiarkan berjualan di platform Tokopedia. Saya juga berharap: Tokopedia lebih tegas dalam menindak seller yang terbukti menipu. Proses investigasi tidak berlarut-larut, agar uang saya bisa segera dikembalikan. Sistem pengembalian barang dan investigasi sengketa bisa lebih adil bagi pembeli. Kerugian yang Saya Alami Barang yang saya terima → iPhone 14 Pro Max HDC/KW seharga berkisar Rp500.000 Uang yang saya bayarkan → Rp4.672.400 Uang saya masih tertahan, tanpa kepastian dari Tokopedia. Saya pun melakukan investigasi lebih lanjut dan menemukan bukti tambahan bahwa penjual ini adalah penipu: ➡️ Bukti tambahan investigasi saya: Dokumen 1 Dokumen 2 Kesimpulan: Waspadalah Saat Berbelanja Online! Dari pengalaman ini, saya ingin berbagi beberapa pelajaran penting agar Anda tidak mengalami hal yang sama: Hindari transaksi di luar platform resmi! Jika memungkinkan, tetap gunakan fitur chat dalam marketplace untuk komunikasi. Selalu rekam video saat unboxing & packing barang retur! Ini bisa menjadi bukti kuat jika terjadi sengketa. Jangan mudah tergiur harga murah, bahkan jika terlihat masuk akal! Modus penipuan sering kali menawarkan harga menarik agar korban tergoda. Perhatikan review dan reputasi seller! Jangan hanya melihat bintang, tetapi baca ulasan dengan detail. Saat ini saya masih menunggu kejelasan dari Tokopedia terkait kasus ini. Saya sangat berharap pihak Tokopedia segera bertindak tegas terhadap penjual ini dan memastikan kasus ini terselesaikan dengan adil. Jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya! Aziz Muttaqin Bogor, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Dhodhee3 Februari 2025 - (16:49 WIB)Permalink Modus yang jarang diketahui ??? situ aja bang yg mainnya kurang jauh, polos amat jadi orang, semoga cepet beres deh urusannya 5 24 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel3 Februari 2025 - (18:19 WIB)Permalink Iya kah, berarti cuma saya yang baru tau. Soalnya baru kali ini penjual mau ngakalin klaim asuransi pengiriman. Aamiin semoga cepet beres, 27 2 Login untuk Membalas
Kang-Asep3 Februari 2025 - (21:19 WIB)Permalink Berdasarkan beberapa pengalaman saya, saya lebih nyaman berbelanja di lazada, karena ketika menemukan seller tidak baik mengirimkan pesanan seenaknya dia, dan kita akan melakukan pengembalian barang dan dana, uang langsung di kembalikan ke kita pada hari itu juga kurang dari 24 jam, ketika kita sudah membuat jadwal penjemputan barang yang akan di return mau di pickup atau tidak sama kurir kita sebagai pembeli merasa tenang karena uang sudah kembali. itulah kelebihan Lazada, 4 11 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel3 Februari 2025 - (21:33 WIB)Permalink Pengalaman saya juga gitu bang dishopee, ajukan pengembalian, trus kurir datang. Galama uang kembali. Tapi di Tokopedia kurirnya sampai hampir 3hari ga ada kabar. Berakhir datengin dropship langsung 1 Login untuk Membalas
mj7 Februari 2025 - (18:51 WIB)Permalink sama saja bang di semua platform jual-beli ada penipu, khusus di lazada waspadai label Penjual Baru atau nama toko yang terkesan asal-asalan, untuk Choice selalu pastikan cek ulasan sebab penipu biasa bermain di choice (kita tidak dapat mengecek toko dalam choice). Semua seller yang melakukan aktivitas percakapan diluar platform bisa terindikasi penipu, jadi harus berhati-hati sekali, jangan mudah tergiur harga murah / label toko sebab itu semua bisa dibeli oleh siapapun. Login untuk Membalas
tobias_boon3 Februari 2025 - (17:02 WIB)Permalink Paragraf pertama saja sudah suspicious “Semua bermula ketika saya menemukan iPhone 14 Pro Max dengan harga yang sangat menarik di Shopee. Berdasarkan foto produk dan deskripsi yang menyatakan bahwa barang 100% asli, bukan HDC, saya pun tergoda dan memutuskan untuk membelinya.” Paragraf ke tiga sudah jelas ini fishy “Dalam percakapan melalui WhatsApp, penjual menjelaskan bahwa ia memiliki tagihan SPayLater yang belum dibayarkan, sehingga dana hasil penjualan otomatis digunakan untuk membayar tagihan tersebut. Karena itu, ia menyarankan saya untuk melakukan transaksi di Tokopedia dan mengirimkan link produk agar saya bisa membeli melalui platform tersebut.” Penjual complicated masih aja di lanjutkan transaksinya… Yang seperti ini banyak sekali mau di eCommerce, atau OLX, Facebook, IG …. Goodluck untuk upaya Banding dengan Tokopedia dan Sicepat .. (Kombinasi Mauuttt) 3 19 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel3 Februari 2025 - (18:21 WIB)Permalink Benar juga sih, memang kesalahan saya juga kurang kesadaran, karena terpancing harga murah. Iya aamiin semoga selesai urusan😞 7 2 Login untuk Membalas
Mas3 Februari 2025 - (21:25 WIB)Permalink Bang, sudah jelas penjual bermasalah seperti ini, Kok ya Anda masih tetap melanjutkan transaksi, kesalahan Anda di sini. 1 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel3 Februari 2025 - (21:31 WIB)Permalink Iya memang, saya kira lewat marketplace aman ternyata ada celah kaya gitu, ya buat pelajaran kedepannya. Ada saran ga bang selanjutnya saya harus gimana? 1 Login untuk Membalas
Shin Chan3 Februari 2025 - (17:24 WIB)Permalink Sekalian salahin Shopee dong, kan liat barang pertama disitu. Kalo ga liat kan ga ketipu. 2 25 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel3 Februari 2025 - (18:22 WIB)Permalink Kalo menurut saya ya, shopee terlalu memanjakan pembeli si, beda sama Tokopedia 21 1 Login untuk Membalas
Bob3 Februari 2025 - (19:46 WIB)Permalink Saya bingung kenapa toko jual barang palsu dan KW dipelihara ama marketplace2 ini. Apalagi yang jelas2 niat nipu kaya gini. Biar orang jadi takut, dan bakal cuma belanja di official store? Coba aja laporin kalau ngak percaya, ngak bakal ditutup tokonya. Ngomong2, ini waktu yang sangat buruk untuk kena masalah di Tokopedia. CS TokopediaCare sudah tidak seresponsif dulu. Kelihatan dipecat semua, dan mungkin diganti mayoritas robot. Boro2 pantau Media Konsumen dan media sosial, yang lewat chat aja sering ngak dibalas dan ngak jelas solusinya. Jago banget yah Tiktok Shop hancurin marketplace buatan negara orang lain. 4 1 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel3 Februari 2025 - (20:48 WIB)Permalink Bener banget, semua bukti sudah saya teruskan di fitur komplen tapi ga ditanggepin, chat cs juga rata² jawabannya template semua kaya chat sama bot 2 1 Login untuk Membalas
Munzir Akbarwan3 Februari 2025 - (22:35 WIB)Permalink Baru sekarang ada penyesalan. tergiur dg harga murah. terlalu percaya sama penjual, gak pakai otak, Mana ada iPhone 14 Pro Max asli di jual dengan harga 4 jutaan? Anda pintar2 bodoh aja sih.Mau ketawa takut dosa. 1 1 Login untuk Membalas
Bece4 Februari 2025 - (05:17 WIB)Permalink Menarik ya di poin nomor 3 ini “Jangan mudah tergiur harga murah, bahkan jika terlihat masuk akal! Modus penipuan sering kali menawarkan harga menarik agar korban tergoda.” Serius nanya sama penulis, harga iphone 14 pro max 4 juga masuk akal? Lalu kenapa kamu juga tergiur harga murah? Karena kalau dilihat dari video recorder yg dilampirkan di dokumen 1 & 2, terlihat juga sekilas kalau kamu sering beli iphone di marketplace. Berarti emang kamu pun kemungkinan bukan user alias pengguna, tapi penjual juga alias tengkulak, yang cari barang harga murah di marketplace lalu bisa dijual dengan harga lebih tinggi lagi. Jadi ya sebenarnya himbauan itu juga berguna untuk dirimu sendiri, demi cuan banyak, harga murah asal dia gassskaaan. 2 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel4 Februari 2025 - (07:23 WIB)Permalink Poin 3 hanya saran, dan juga history pembelian juga itu benar tapi yang lain aman, cuma baru kalin ni baru tau ada modus yang mencoba untuk klaim asuransi 2 Login untuk Membalas
kris4 Februari 2025 - (08:54 WIB)Permalink sejak kapan ibox buka di Malaysia dari ini aja udah suspicious 1 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel4 Februari 2025 - (08:56 WIB)Permalink Itu penjual chat gitu setelah barang sampai Login untuk Membalas
Kun Anthoxy4 Februari 2025 - (09:22 WIB)Permalink ada bbrp kemungkinan 1. penjual memang polos gak tau asli dan HDC, jadi ketika diberi tau itu palsu langsung terima retur barang dan tidak mengulur waktu 2. paket yang diterima kemungkinan bisa saja ditukar oleh oknum kurir gudang, tau sendiri kan banyak kasus seperti itu 3. penjual melakukan manipulasi seolah olah barang yang dikirim itu beda dengan yang dia kirim..disini pembeli dan penjual harus benar memerikan vidio yang sedetail mungkin, atau bahkan seharusnya ada bukti juga ketika pembeli memberikan paket itu kepada jasa, jadi buktinya itu double, ketika di kemas dan diberikan. 1 Login untuk Membalas
khusmeini10 Februari 2025 - (22:52 WIB)Permalink Klu dlogika jg hrusnya jlas, mna ad iphone type sekian wlaupun wifi dg hrga sgtu ka Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel4 Februari 2025 - (09:31 WIB)Permalink Poin 1 ga bang, penjual emang pelaku penipuan, ada di dokumen 1 dan 2, kalo poin 2 aneh si, soalnya ketauan jelas kalo itu HDC soal dari tampilan udah ada play store, juga hpnya juga ga bisa internet, tapi emang ada kemungkinan si. Dan untuk poin 3 memang harusnya begitu cuma permasalahan kurir sudah 3hari ga datang, waktu pengembalian juga susah sisa beberapa jam lagi 1 Login untuk Membalas
Jonny5 Februari 2025 - (10:31 WIB)Permalink Perihal pickup lambat itu memang terjadi. Udah 2 tahun ini bahkan paket yang kita jual gak pernah kita harapin pickup dateng mau itu anteraja/sicepat/spx dll. Karena intinya ongkir trll murah sehinga tidak ada untungnya untuk counter kurir menambah karyawan untuk pickup. Kalau soal modus penipuan memang banyak kemungkinan. 1) memang di tuker kurir waktu pengembalian barang 2) bisa jadi mau makan uang asuransi Di sini 2 pihak memiliki bukti sangat kuat yaitu unboxing video sebelom dan sesudah menerima. Jadi kalau Tokopedia memerlukan bukti tambahan dari pihak expedisi (kurir) itu jg wajar sih. Kemungkinan besar, Tokopedia lagi meminta expedisi untuk memberikan bukti barang saat mereka terima atau saat kurir menerima job pengiriman nya, makanya memakan waktu lama 1 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel5 Februari 2025 - (10:34 WIB)Permalink Berita buruk bang, asuransi menyetujui, dan dana sudah diteruskan penjual😭 1 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel5 Februari 2025 - (10:46 WIB)Permalink Pinter ya penjual, hp seharga 500rb bisa cair 4.9jt Dana saya sudah diteruskan ke penjual, karena klaim sudah disetujui oleh pihak angsuransi😭 Login untuk Membalas
Andri5 Februari 2025 - (00:24 WIB)Permalink Cuman mau blng…. “Disini intinya pembeli sama penipunya harus sama sama upgrade otak….” kwkekekwkwkwk 3 Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel5 Februari 2025 - (10:32 WIB)Permalink Salah bang, yang perlu upgrade hanya buyer, update terbaru asuransi menyetujui, dan dana diteruskan ke penjual 1 Login untuk Membalas
Tjahya5 Februari 2025 - (11:14 WIB)Permalink Justru penipu lvl S3 itu beli ipon kW dpt ganti ipon Asli, hahaa Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel5 Februari 2025 - (11:16 WIB)Permalink Iya keren, udah cair uangnya Login untuk Membalas
Muhammad7 Februari 2025 - (11:20 WIB)Permalink Buakakakakakakakak Cm bs ketawa ngakak sy. Login untuk Membalas
Heru8 Februari 2025 - (21:34 WIB)Permalink Apakah uang anda kembali.. Truzz barang statusnya return ato masih dipegang.. Kalo dichat d luar sistem oleh penjual udah lgsg cancel ajaa barang.. Malas kalo ada masalah d belakang.. Toh cr seller lain banyak.. Login untuk Membalas
Aziz MuttaqinPenulis artikel8 Februari 2025 - (21:36 WIB)Permalink Hasil investasi, uang saya diteruskan ke penjual. Dan uang saya balik nunggu proses angsuransi, Keterangan paling lambat tanggal 7. Namun hingga sekarang belum diterima Login untuk Membalas
Heru8 Februari 2025 - (22:28 WIB)Permalink Kalo gk balik dr asuransi klaim kemana.. Bs dilaporkan k Polisi gk kalo penipuan online kyak gitu.. Login untuk Membalas
Abby11 Februari 2025 - (02:51 WIB)Permalink Anda tidak melampirkan video unboxing ketika barang sampai dan video packing di artikel media konsumen ini? Itu data penting sebagai pembanding. Apa saya aja yang gak liat? Soalnya sebanyak2nya penjual yang tuker barang, masih banyakan pembeli yang melakukan itu. Alasannya? Simpel. Penjual biar bagaimanapun untuk menjual butuh yang namanya reputasi, entah dalam bentuk review atau jumlah penjualan, dan dia TIDAK MUNGKIN dapatkan itu dari menipu orang. Memangnya ada orang yang mau belanja sama toko yang tanpa reputasi dan tanpa penjualan? Apalagi nominal gede, bisa nunggu sampe jamuran dia. Sedangkan pembeli? Nggak perlu reputasi apapun untuk beli kan? Login untuk Membalas