Jangan Sampai Seperti Saya! Modus Penipuan di Tokopedia yang Jarang Diketahui

Halo, pembaca sekalian.

Saya ingin berbagi pengalaman pahit yang baru saja saya alami saat berbelanja di Tokopedia. Sebagai pengguna setia marketplace ini, saya selalu merasa aman dan percaya bahwa semua transaksi akan berjalan lancar. Namun, siapa sangka, kali ini saya justru menjadi korban penipuan. Saya menulis ini agar Anda tidak mengalami hal yang sama.

Awal Mula: Tergiur dengan Penawaran Menarik

Semua bermula ketika saya menemukan iPhone 14 Pro Max dengan harga yang sangat menarik di Shopee. Berdasarkan foto produk dan deskripsi yang menyatakan bahwa barang 100% asli, bukan HDC, saya pun tergoda dan memutuskan untuk membelinya.

Namun, setelah saya melakukan pemesanan pada 29 Desember 2024, hingga 2 Januari 2025, barang belum juga dikirim. Saya kemudian menghubungi penjual dan meminta nomor WhatsApp-nya untuk menanyakan lebih lanjut mengenai pesanan saya.

Dalam percakapan melalui WhatsApp, penjual menjelaskan bahwa ia memiliki tagihan SPayLater yang belum dibayarkan, sehingga dana hasil penjualan otomatis digunakan untuk membayar tagihan tersebut. Karena itu, ia menyarankan saya untuk melakukan transaksi di Tokopedia dan mengirimkan link produk agar saya bisa membeli melalui platform tersebut.

Proses Pembelian di Tokopedia

Karena percaya dengan penjual, saya mengikuti instruksinya dan membeli barang melalui Tokopedia menggunakan metode pembayaran Bank Jago. Barang pun langsung dikirim pada 2 Januari 2025, dan saya menerima paket tersebut pada 4 Januari 2025.

Namun, betapa terkejutnya saya ketika membuka paket—yang saya terima bukan iPhone asli, melainkan iPhone 14 Pro Max HDC (KW/palsu).

Upaya Pengembalian Barang dan Permasalahan Pick-Up

Menyadari bahwa saya telah tertipu, saya segera mengajukan komplain melalui Tokopedia, dan untungnya, penjual menyetujui pengembalian barang. Pada hari itu juga (4 Januari 2025), saya langsung melakukan packing ulang agar barang bisa segera dikirim kembali.

Namun, ada masalah lain:

  • 4 Januari 2025 → Kurir gagal pick-up barang.
  • 5-6 Januari 2025 → Kurir kembali tidak datang untuk mengambil paket, padahal batas waktu pengembalian semakin dekat.
  • 7 Januari 2025 → Saya akhirnya mendatangi langsung tempat drop-off SiCepat untuk mengirimkan barang retur.
  • 10 Januari 2025 → Barang akhirnya sampai ke alamat penjual.

Modus Penipuan: Klaim Barang yang Sampai Tidak Sesuai

Di sinilah keanehan terjadi. Setelah barang sampai, penjual tiba-tiba mengklaim bahwa barang yang ia terima berbeda dari yang saya kirim. Dia bahkan membuat video unboxing untuk membuktikan bahwa isi paket bukan barang yang ia kirimkan sebelumnya.

➡️ Video unboxing penjual: YouTube Link

Beruntungnya, saya sudah merekam proses packing sebelum mengirim barang. Jika tidak, bisa saja Tokopedia percaya sepenuhnya pada klaim penjual dan uang saya otomatis dikembalikan ke penjual.

Investigasi Tokopedia yang Berlarut-larut dan Permintaan Tindakan Tegas

Pada 11 Januari 2025, Tokopedia menyatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi pengiriman. Namun, hingga hari ini—saat saya menulis postingan ini—belum ada kejelasan mengenai kasus ini, dan uang saya masih tertahan.

Saya sangat yakin bahwa:

✅ Barang yang saya kirimkan sudah sampai ke tangan penjual dalam kondisi yang sesuai.
✅ Penjual ini memang memiliki modus penipuan untuk mengelabui pembeli yang awam.
✅ Penjual mencoba mencari celah agar uang tetap masuk ke kantongnya, meskipun dia yang mengirim barang palsu.

Karena itu, saya meminta pihak Tokopedia untuk segera menginvestigasi penjual ini lebih dalam. Tidak hanya kasus saya, tetapi juga kemungkinan ada korban lain yang mengalami hal serupa. Penjual dengan modus seperti ini bisa merugikan banyak orang jika terus dibiarkan berjualan di platform Tokopedia.

Saya juga berharap:

  • Tokopedia lebih tegas dalam menindak seller yang terbukti menipu.
  • Proses investigasi tidak berlarut-larut, agar uang saya bisa segera dikembalikan.
  • Sistem pengembalian barang dan investigasi sengketa bisa lebih adil bagi pembeli.

Kerugian yang Saya Alami

  • Barang yang saya terima → iPhone 14 Pro Max HDC/KW seharga berkisar Rp500.000
  • Uang yang saya bayarkan → Rp4.672.400
  • Uang saya masih tertahan, tanpa kepastian dari Tokopedia.

Saya pun melakukan investigasi lebih lanjut dan menemukan bukti tambahan bahwa penjual ini adalah penipu:

➡️ Bukti tambahan investigasi saya:
Dokumen 1
Dokumen 2

Kesimpulan: Waspadalah Saat Berbelanja Online!

Dari pengalaman ini, saya ingin berbagi beberapa pelajaran penting agar Anda tidak mengalami hal yang sama:

  1. Hindari transaksi di luar platform resmi!
    Jika memungkinkan, tetap gunakan fitur chat dalam marketplace untuk komunikasi.
  2. Selalu rekam video saat unboxing & packing barang retur!
    Ini bisa menjadi bukti kuat jika terjadi sengketa.
  3. Jangan mudah tergiur harga murah, bahkan jika terlihat masuk akal!
    Modus penipuan sering kali menawarkan harga menarik agar korban tergoda.
  4. Perhatikan review dan reputasi seller!
    Jangan hanya melihat bintang, tetapi baca ulasan dengan detail.

Saat ini saya masih menunggu kejelasan dari Tokopedia terkait kasus ini. Saya sangat berharap pihak Tokopedia segera bertindak tegas terhadap penjual ini dan memastikan kasus ini terselesaikan dengan adil. Jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya!

Aziz Muttaqin
Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

34 komentar untuk “Jangan Sampai Seperti Saya! Modus Penipuan di Tokopedia yang Jarang Diketahui

  • 3 Februari 2025 - (16:49 WIB)
    Permalink

    Modus yang jarang diketahui ??? situ aja bang yg mainnya kurang jauh, polos amat jadi orang, semoga cepet beres deh urusannya

    5
    24
    • 3 Februari 2025 - (18:19 WIB)
      Permalink

      Iya kah, berarti cuma saya yang baru tau. Soalnya baru kali ini penjual mau ngakalin klaim asuransi pengiriman. Aamiin semoga cepet beres,

      27
      2
    • 3 Februari 2025 - (21:19 WIB)
      Permalink

      Berdasarkan beberapa pengalaman saya, saya lebih nyaman berbelanja di lazada, karena ketika menemukan seller tidak baik mengirimkan pesanan seenaknya dia, dan kita akan melakukan pengembalian barang dan dana, uang langsung di kembalikan ke kita pada hari itu juga kurang dari 24 jam, ketika kita sudah membuat jadwal penjemputan barang yang akan di return mau di pickup atau tidak sama kurir kita sebagai pembeli merasa tenang karena uang sudah kembali. itulah kelebihan Lazada,

      4
      11
      • 3 Februari 2025 - (21:33 WIB)
        Permalink

        Pengalaman saya juga gitu bang dishopee, ajukan pengembalian, trus kurir datang. Galama uang kembali. Tapi di Tokopedia kurirnya sampai hampir 3hari ga ada kabar. Berakhir datengin dropship langsung

      • 7 Februari 2025 - (18:51 WIB)
        Permalink

        sama saja bang di semua platform jual-beli ada penipu, khusus di lazada waspadai label Penjual Baru atau nama toko yang terkesan asal-asalan, untuk Choice selalu pastikan cek ulasan sebab penipu biasa bermain di choice (kita tidak dapat mengecek toko dalam choice). Semua seller yang melakukan aktivitas percakapan diluar platform bisa terindikasi penipu, jadi harus berhati-hati sekali, jangan mudah tergiur harga murah / label toko sebab itu semua bisa dibeli oleh siapapun.

  • 3 Februari 2025 - (17:02 WIB)
    Permalink

    Paragraf pertama saja sudah suspicious
    “Semua bermula ketika saya menemukan iPhone 14 Pro Max dengan harga yang sangat menarik di Shopee. Berdasarkan foto produk dan deskripsi yang menyatakan bahwa barang 100% asli, bukan HDC, saya pun tergoda dan memutuskan untuk membelinya.”

    Paragraf ke tiga sudah jelas ini fishy
    “Dalam percakapan melalui WhatsApp, penjual menjelaskan bahwa ia memiliki tagihan SPayLater yang belum dibayarkan, sehingga dana hasil penjualan otomatis digunakan untuk membayar tagihan tersebut. Karena itu, ia menyarankan saya untuk melakukan transaksi di Tokopedia dan mengirimkan link produk agar saya bisa membeli melalui platform tersebut.”

    Penjual complicated masih aja di lanjutkan transaksinya…
    Yang seperti ini banyak sekali mau di eCommerce, atau OLX, Facebook, IG ….

    Goodluck untuk upaya Banding dengan Tokopedia dan Sicepat .. (Kombinasi Mauuttt)

    3
    19
    • 3 Februari 2025 - (18:21 WIB)
      Permalink

      Benar juga sih, memang kesalahan saya juga kurang kesadaran, karena terpancing harga murah. Iya aamiin semoga selesai urusan😞

      7
      2
    • 3 Februari 2025 - (21:25 WIB)
      Permalink

      Bang, sudah jelas penjual bermasalah seperti ini, Kok ya Anda masih tetap melanjutkan transaksi, kesalahan Anda di sini.

      • 3 Februari 2025 - (21:31 WIB)
        Permalink

        Iya memang, saya kira lewat marketplace aman ternyata ada celah kaya gitu, ya buat pelajaran kedepannya. Ada saran ga bang selanjutnya saya harus gimana?

  • 3 Februari 2025 - (17:24 WIB)
    Permalink

    Sekalian salahin Shopee dong, kan liat barang pertama disitu. Kalo ga liat kan ga ketipu.

    2
    25
    • 3 Februari 2025 - (18:22 WIB)
      Permalink

      Kalo menurut saya ya, shopee terlalu memanjakan pembeli si, beda sama Tokopedia

      21
      1
  • 3 Februari 2025 - (19:46 WIB)
    Permalink

    Saya bingung kenapa toko jual barang palsu dan KW dipelihara ama marketplace2 ini. Apalagi yang jelas2 niat nipu kaya gini. Biar orang jadi takut, dan bakal cuma belanja di official store? Coba aja laporin kalau ngak percaya, ngak bakal ditutup tokonya.

    Ngomong2, ini waktu yang sangat buruk untuk kena masalah di Tokopedia. CS TokopediaCare sudah tidak seresponsif dulu. Kelihatan dipecat semua, dan mungkin diganti mayoritas robot. Boro2 pantau Media Konsumen dan media sosial, yang lewat chat aja sering ngak dibalas dan ngak jelas solusinya. Jago banget yah Tiktok Shop hancurin marketplace buatan negara orang lain.

    4
    1
    • 3 Februari 2025 - (20:48 WIB)
      Permalink

      Bener banget, semua bukti sudah saya teruskan di fitur komplen tapi ga ditanggepin, chat cs juga rata² jawabannya template semua kaya chat sama bot

      2
      1
  • 3 Februari 2025 - (22:35 WIB)
    Permalink

    Baru sekarang ada penyesalan. tergiur dg harga murah. terlalu percaya sama penjual, gak pakai otak, Mana ada iPhone 14 Pro Max asli di jual dengan harga 4 jutaan? Anda pintar2 bodoh aja sih.Mau ketawa takut dosa.

    1
    1
  • 4 Februari 2025 - (05:17 WIB)
    Permalink

    Menarik ya di poin nomor 3 ini “Jangan mudah tergiur harga murah, bahkan jika terlihat masuk akal!
    Modus penipuan sering kali menawarkan harga menarik agar korban tergoda.”

    Serius nanya sama penulis, harga iphone 14 pro max 4 juga masuk akal?
    Lalu kenapa kamu juga tergiur harga murah?
    Karena kalau dilihat dari video recorder yg dilampirkan di dokumen 1 & 2, terlihat juga sekilas kalau kamu sering beli iphone di marketplace.

    Berarti emang kamu pun kemungkinan bukan user alias pengguna, tapi penjual juga alias tengkulak, yang cari barang harga murah di marketplace lalu bisa dijual dengan harga lebih tinggi lagi.

    Jadi ya sebenarnya himbauan itu juga berguna untuk dirimu sendiri, demi cuan banyak, harga murah asal dia gassskaaan.

  • 4 Februari 2025 - (07:23 WIB)
    Permalink

    Poin 3 hanya saran, dan juga history pembelian juga itu benar tapi yang lain aman, cuma baru kalin ni baru tau ada modus yang mencoba untuk klaim asuransi

  • 4 Februari 2025 - (09:22 WIB)
    Permalink

    ada bbrp kemungkinan
    1. penjual memang polos gak tau asli dan HDC, jadi ketika diberi tau itu palsu langsung terima retur barang dan tidak mengulur waktu
    2. paket yang diterima kemungkinan bisa saja ditukar oleh oknum kurir gudang, tau sendiri kan banyak kasus seperti itu
    3. penjual melakukan manipulasi seolah olah barang yang dikirim itu beda dengan yang dia kirim..disini pembeli dan penjual harus benar memerikan vidio yang sedetail mungkin, atau bahkan seharusnya ada bukti juga ketika pembeli memberikan paket itu kepada jasa, jadi buktinya itu double, ketika di kemas dan diberikan.

    • 10 Februari 2025 - (22:52 WIB)
      Permalink

      Klu dlogika jg hrusnya jlas, mna ad iphone type sekian wlaupun wifi dg hrga sgtu ka

  • 4 Februari 2025 - (09:31 WIB)
    Permalink

    Poin 1 ga bang, penjual emang pelaku penipuan, ada di dokumen 1 dan 2, kalo poin 2 aneh si, soalnya ketauan jelas kalo itu HDC soal dari tampilan udah ada play store, juga hpnya juga ga bisa internet, tapi emang ada kemungkinan si. Dan untuk poin 3 memang harusnya begitu cuma permasalahan kurir sudah 3hari ga datang, waktu pengembalian juga susah sisa beberapa jam lagi

    • 5 Februari 2025 - (10:31 WIB)
      Permalink

      Perihal pickup lambat itu memang terjadi. Udah 2 tahun ini bahkan paket yang kita jual gak pernah kita harapin pickup dateng mau itu anteraja/sicepat/spx dll. Karena intinya ongkir trll murah sehinga tidak ada untungnya untuk counter kurir menambah karyawan untuk pickup.

      Kalau soal modus penipuan memang banyak kemungkinan.

      1) memang di tuker kurir waktu pengembalian barang

      2) bisa jadi mau makan uang asuransi

      Di sini 2 pihak memiliki bukti sangat kuat yaitu unboxing video sebelom dan sesudah menerima. Jadi kalau Tokopedia memerlukan bukti tambahan dari pihak expedisi (kurir) itu jg wajar sih. Kemungkinan besar, Tokopedia lagi meminta expedisi untuk memberikan bukti barang saat mereka terima atau saat kurir menerima job pengiriman nya, makanya memakan waktu lama

      • 5 Februari 2025 - (10:34 WIB)
        Permalink

        Berita buruk bang, asuransi menyetujui, dan dana sudah diteruskan penjual😭

        • 5 Februari 2025 - (10:46 WIB)
          Permalink

          Pinter ya penjual, hp seharga 500rb bisa cair 4.9jt
          Dana saya sudah diteruskan ke penjual, karena klaim sudah disetujui oleh pihak angsuransi😭

  • 5 Februari 2025 - (00:24 WIB)
    Permalink

    Cuman mau blng…. “Disini intinya pembeli sama penipunya harus sama sama upgrade otak….” kwkekekwkwkwk

    • 5 Februari 2025 - (10:32 WIB)
      Permalink

      Salah bang, yang perlu upgrade hanya buyer, update terbaru asuransi menyetujui, dan dana diteruskan ke penjual

  • 8 Februari 2025 - (21:34 WIB)
    Permalink

    Apakah uang anda kembali.. Truzz barang statusnya return ato masih dipegang.. Kalo dichat d luar sistem oleh penjual udah lgsg cancel ajaa barang.. Malas kalo ada masalah d belakang.. Toh cr seller lain banyak..

    • 8 Februari 2025 - (21:36 WIB)
      Permalink

      Hasil investasi, uang saya diteruskan ke penjual.
      Dan uang saya balik nunggu proses angsuransi,
      Keterangan paling lambat tanggal 7. Namun hingga sekarang belum diterima

  • 8 Februari 2025 - (22:28 WIB)
    Permalink

    Kalo gk balik dr asuransi klaim kemana.. Bs dilaporkan k Polisi gk kalo penipuan online kyak gitu..

  • 11 Februari 2025 - (02:51 WIB)
    Permalink

    Anda tidak melampirkan video unboxing ketika barang sampai dan video packing di artikel media konsumen ini? Itu data penting sebagai pembanding. Apa saya aja yang gak liat?

    Soalnya sebanyak2nya penjual yang tuker barang, masih banyakan pembeli yang melakukan itu. Alasannya? Simpel. Penjual biar bagaimanapun untuk menjual butuh yang namanya reputasi, entah dalam bentuk review atau jumlah penjualan, dan dia TIDAK MUNGKIN dapatkan itu dari menipu orang. Memangnya ada orang yang mau belanja sama toko yang tanpa reputasi dan tanpa penjualan? Apalagi nominal gede, bisa nunggu sampe jamuran dia. Sedangkan pembeli? Nggak perlu reputasi apapun untuk beli kan?

 Apa Komentar Anda?

Ada 34 komentar sampai saat ini..

Jangan Sampai Seperti Saya! Modus Penipuan di Tokopedia yang Jarang Di…

oleh Aziz Muttaqin dibaca dalam: 3 menit
34