Curhat Seller tentang Kualitas CS dan IT Tokopedia, Seperti Mau Bangkrut

Mau curhat dulu sebelum saya bercerita soal Tokopedia yang mau bangkrut. Jadi sesuai pengalaman saya menghadapi setiap persoalan di marketplace, jika customer service sudah gak benar, maka itu tanda-tanda suatu usaha sudah tidak baik-baik saja alias mau bangkrut.

Seperti CS marketplace Buk***ak. Dulu CS-nya ramah, setiap masalah ada solusinya. Namun saat Buk***ak mau bangkrut, CS-nya arogan, bodoh, ngeselin, dan tidak memberikan solusi. Dan pada akhirnya tutup juga.

Dan sekarang, kualitas CS Tokopedia seperti itu saat ini: arogan, bodoh, ngeselin, dan tidak memberikan solusi pada setiap masalah yang ada. Seller terpaksa menerima kenyataan pahit jika sudah menghadapi masalah.

Mereka semua seperti karyawan yang tidak digaji. Jadi mereka hanya menjawab-jawab saja, walaupun jawabannya tidak relevan. Yang penting gak di-PHK, mungkin itu dalam pikiran mereka, dan berharap gaji yang belum diterima akan mereka terima walaupun mereka tidak ada manfaatnya buat seller dan perusahaan Tokopedia.

Kebodohan ini tidak hanya di customer service-nya saja, tapi juga di karyawan yang menangani IT-nya Tokopedia. Sistemnya amburadul. Mungkin dia belum digaji juga kali ya, atau mungkin Tokopedia menerima orang magang untuk menangani sistemnya, sehingga sistem yang tadinya bagus jadi rusak.

Diperparah lagi dengan adanya sistem integrasi Tokopedia ke TikTok. Sistem makin hancur. Saya rasa, dengan sistem yang hancur sekarang, bukan hanya seller yang rugi, tapi perusahaan TikTok pun pasti rugi. TikTok sudah beli mahal Tokopedia-nya, tapi untungnya tidak ada, karena sistem sudah rusak dan akhirnya banyak seller menutup tokonya.

Dan status Tokopedia sekarang gak jelas banget sama seller. Ini marketplace mau ditutup atau gimana? Kayak hidup segan, mati tak mau.

Tokopedia malu buat pengumuman kalau Tokopedia mau tutup saja. Sehingga seller dipaksa integrasi ke TikTok dengan sistem yang amburadul dan tidak jelas.

Selain karyawan dan sistem Tokopedia yang bermasalah saat ini, ternyata keuangannya juga bermasalah. Buktinya, penarikan dana jadi lama. Kalau dulu 2 hari sudah bisa cair, tapi kalau sekarang harus nunggu 6 hari kalau sistemnya normal. Namun sistem bisa diatur sama IT untuk tidak normal, sehingga uang cair akan lebih lama, bahkan tidak jelas cair atau tidak cair. Seperti yang saya alami ini.

Status paket saya di J&T dari tanggal 3 sudah diterima pembeli, tapi sistem Tokopedia berhenti di status terkirim saja sampai sekarang. Sistem dibuat tidak normal (tidak jalan) agar seller tidak bisa menarik uang hasil penjualannya.

Ditanya CS-nya, jawabnya sangat di luar angkasa. Ditanya apa…, dijawab apa… Kayak kurang gizi atau kurang makan. Iya, pokoknya 11-12 lah antara kurang gizi atau kurang makan lah. Saya sudah bilang “sudah diterima,” tapi dia jawab “dalam proses pengiriman.” Sudah saya jelaskan ulang lagi, tapi tetap dijawab “dalam proses pengiriman.”

Antara tolol, ngeselin… itulah ciri-ciri customer service yang gak dibayar karena Tokopedia sudah bangkrut.

Ranti
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

40 komentar untuk “Curhat Seller tentang Kualitas CS dan IT Tokopedia, Seperti Mau Bangkrut

  • 7 Juli 2025 - (16:15 WIB)
    Permalink

    Bulan lalu sebelum integrasi saya mengalami kendala serupa, dua pesanan, satu belum sampai, satu belum update.
    tapi di tanggal 26 kemarin, saya terpaksa integrasi, karena balasan cs di apps lama udah ga nyambung.
    pas udah selesai integrasi, saya coba buat tiket laporan di tiktok, dan sekarang udah selesai keduanya.
    jadi saran saya buat kamu, coba integrasi aja dulu, bikin laporan di seller center baru itu. karena di apps lama itu yang jawab pun bukan cs manusia lagi, tapi bot aja. nanti setelah selesai kendala ya terserah mau lanjut jualan apa kagak di tiktok.

    • 8 Juli 2025 - (12:33 WIB)
      Permalink

      saya juga merasa terpaksa untuk dialihkan ke tiktok shop sampe CS tokped telp,WA,email supaya migrasi ke tiktokshop di hari hari terakhir tetapi setelah saya migrasi ke tiktok shop akun saya di tokopedia di batalkan sepihak oleh tiktok shop dengan alasan beda nama karena di Tokopedia pake nama pribadi dengan KTP sedangkan di tiktokshop pake nama perusahaan yang lengkap data datanya. jadi asumsi saya memang tokopedia sudah BANGKRUT !!

      • 8 Juli 2025 - (14:13 WIB)
        Permalink

        Di paksa pindah ke tiktok shop, setelah pindah di hajar abis oleh tiktok shop, tiktok shop aplikasi MP paling sadis ke seller yang ada di indo, selamat menikmati 🤣🤣🤣
        Mungkin sengaja agar bangkrut perlahan di tinggal penjual dan pembeli

        • 12 Juli 2025 - (17:35 WIB)
          Permalink

          pdhl pengguna tokped itu beda bgt sama tts..malah dijadiin satu.. ***** emang.. udah bagus2 sistem tokped malah jd acakadul n gede bgt lg biaya adminnya di tts..mana jasa kirimnya ga bs pilih…jan**********

        • 12 Juli 2025 - (17:37 WIB)
          Permalink

          pdhl pengguna tokped itu beda bgt sama tts..malah dijadiin satu..setan emang.. udah bagus2 sistem tokped malah jd acakadul n gede bgt lg biaya adminnya di tts..mana jasa kirimnya ga bs pilih…dja*****

    • 8 Juli 2025 - (19:04 WIB)
      Permalink

      Saya sebagai seller juga mengalami hal yg sama, memang belum di integrasi ke tiktok alasannya males karena banyak regulasi² yg tidak memihak seller, memang masih ada beberapa pesanan yg sudah terkirim dan sudah diterima konsumen tinggal nunggu seminggu lagi pencairan dananya (lama banget, pengen segera tutup toko), setelah dana cair saya pastikan toko ditutup saja 👌

      • 14 Juli 2025 - (20:47 WIB)
        Permalink

        Benar kak, saya juga ada transaksi udah sampai 1 mgg lebih tapi dana belum cair, saya juga sudah menonaktifkan tokped hanya menunggu dana cair saja.
        Tiktok shopp aplikasi parah penjajah, sadis sama seller semua pasti di bebankan ke seller walaupun seller benar.

  • 7 Juli 2025 - (21:07 WIB)
    Permalink

    Seller Center lama sudah mulai tinggalkan oleh it nya. Jadi Seller harus integrasi ke Seller Center TikTok

  • 8 Juli 2025 - (01:14 WIB)
    Permalink

    Setelah integrasi pun juga tetep cs nya tiktok juga oneng. Jd ya anggap aja jualan tapi tanpa cs 😄 apalagi masalah yg berhubungan dgn kesalahan system. Menurut gue cs shopee masih mending 😁.

    • 8 Juli 2025 - (09:10 WIB)
      Permalink

      Minta bantuan CS untuk ubah status dgn cara memberikan bukti screenshot dari website kurir ( itu berdasar pengalaman saya, ya tetap sabar utk tunggu 2hari baru dibalasnya). Untuk pencairan dana 6 hari dari barang sampai kalau tidak integrasi. Pengalaman saya menunggu semua proses dari yg minta update status sampai dana cair masuk rek (seabank) ada 1 bulan start dari barang dikirim. Yang mental baja bisa lanjut berdagang disana.

      • 10 Juli 2025 - (01:59 WIB)
        Permalink

        Ada yang janggal sistem tiktok setelah integrasi.

        Toko ditokopedia yg sudah integrasi
        Dari awal toko tokopedia berusia 8 tahun berjualan dan 6 tahun berjualan berubah jadi 1 tahun berjualan usia nya. Knapa bisa gitu ya?

        Saya perhatiin semua toko lama orang lain kita liat toko nya yg sudah di integrasi kan ke tiktok begitu semua. Apakah kalian juga sama?

        Saya masih punya 1 toko lagi di tokopedia yang tidak saya integrasikan tetap usia toko nya 5 tahun. Tidak berubah menjadi 1 tahun berjualan.

        Jadi hanya yg sudah integrasi berubah jadi berusia 1 tahun berjualan semua. Jika seperti ini nanti bagian perpajakan akan menilai transaksi dari sekian banyak 6-8 tahun atau sekian tahun di hitung jadi 1 tahun berjualan? Bukan kah ini jadi jebakan betmen ya integrasi ini? Knapa jadi berubah tahun toko berjualan-nya?

        Saya baru aja perhatiin ini….. Ada yg sama?

  • 8 Juli 2025 - (08:27 WIB)
    Permalink

    sistemnya kaco sejak gabung sama tiktok kayaknya sikronisasi sistem toped sama tiktok belum mateng tapi dipaksakan jalan karna banyak driver sameday yg mengeluh.batas waktu penjemputan sama jarak tempuh tidak sesuai jadi banyak yg dicancel otomatis sama sistem.

  • 8 Juli 2025 - (08:52 WIB)
    Permalink

    Kalo menurut saya stlh nyoba migrasi toko, migrasi itu cuma gimmick dr tiktok buat formalitas kemendag. Karna nyatanya setelah saya bongkar2 sistemnya, itu sistemnya tiktok semua. Dr sistem sampe regulasinya. Jauh melenceng dr konsep awal regulasi pemerintah. Jd klo soal bangkrut, saya bilang iya atau lebih tepatnya dibunuh sama tiktok sendiri. Jargon perluasan pasar jg cuma gimmick aja karna faktanya jg udah ga ada penghuninya di tokped….

    • 8 Juli 2025 - (11:08 WIB)
      Permalink

      Betul, Tokopedia dibeli cuma dijadikan keset untuk memfasilitasi ijin ecommerce di Indonesia setelah selesai semua, lalu dibunuh lah seperti sekarang,
      padahal Tokopedia punya segmen nya sendiri, sangat berbeda dengan buyer tiktok (banyak bocil dan buyer penjahat marketplace) ditambah si Tiktok ini memfasilitasi untuk mengorbankan seller jika terjadi kendala..

    • 14 Juli 2025 - (20:50 WIB)
      Permalink

      Benar sekali ini kak, mungkin ini cara tiktok shop bunuh diri, agar shopee jadi ramai semua pindah ke shopee, baik juga tiktok shop mau ningkatin shopee agar semua pindah ke shopee wkwkkwkwwk

  • 8 Juli 2025 - (11:04 WIB)
    Permalink

    Tiktok tokopedia itu kebanyakan dedemitnya. Percuma aja tanya ke cs. Yang jawab juga dedemit. Komen di video tiktok malah komentar di hapus dan akun di batasi. Komen di youtube yang jawab juga dedemit.
    Potongan makin gede, tambah komisi dinamis yang gak masuk akal. Penjual harepin keuntungan 10 persen malah kena palak 13 persen. Pencairan dana penjualan sampai 6 hari dari pesanan diterima.
    Jd bagi para penjual di toped pikir ulang lagi mau lanjut jualan di platform dedemit itu. Kita jualan tujuannya kan cari keuntungan. Klo jualan bikin rugi percuma aja kan.
    Platform ini gak berpihak kepada penjual. Penjual jadi sapi perah saja. Konsumen klo mau komplin 100 kali pun bisa dalam transaksi yang sama.

    • 8 Juli 2025 - (12:36 WIB)
      Permalink

      Bukan, transaksi listrik 2x ketagih sama sistem tokped, Ga besar sih om tp lumayan . Sampe skrg belum dikembalikan cs gitu² aja jawabnya kayak ga niat beresin mau samperin ke cengkareng office nya belom sempet jauh bgt

  • 8 Juli 2025 - (12:05 WIB)
    Permalink

    Gabung nya Tokopedia ke TikTokShop kan hanya untuk “mematuhi” aturan pemerintah. Yang penting terlihat patuh, itu aja. Karena sekarang Tokopedia yg punya juga TikTok. Kalo dia mau matikan Tokopedia ya itu hak dia. Nanti lama kelamaan slogannya juga berubah ga lagi ShopXTokopedia, bisa jadi nanti kembali ke TikTokShop.

    • 9 Juli 2025 - (00:01 WIB)
      Permalink

      Iya betul itu awal 2024 juga tokopedia udah nongol di tiktok produk2nya udah bisa jalan tanpa di acak2, sekarang malah di acak2 ya terpaksa kabur lah dari pada rugi gede.

  • 8 Juli 2025 - (13:26 WIB)
    Permalink

    Sangat di sayangkan TOKOPEDIA di akuisisi Tiktok. Padahal sudah banyak Seller UMKM yang ikut membesarkan Tokopedia tetapi tidak dipertimbangkan dalam akuisisi tersebut sehingga Tokopedia bukan lagi menjadi kebanggaan “Karya Anak Bangsa” Indonesia. Sulit menemukan NASIONALISME dalam hal bisnis di negara ini. satu kata untuk pendiri Tokopedia “Selamat menikmati uang penjualan Tokopedia” dan “Kasihan Seller UMKM di Tokopedia”.

    1
    1
  • 8 Juli 2025 - (13:57 WIB)
    Permalink

    Sama persis seperti saya kasus ini
    Ditanya bolak balik jawabannya BOT. .ketika nanya hal lain. Jawabannya tetep copas seperti atasnya..
    Dan uang sy keliatannya ga akan cair nih..
    Parahnya ngga bisa dipake belanja…
    Hanya bisa untuk beli paket iklan
    Sy relakan saja deh uangnya…

    Bisnis sunset
    Selamat tinggal burung hijau…

    • 8 Juli 2025 - (15:39 WIB)
      Permalink

      Salah sendiri sih, udah disuruh gabungin toko dari jauh² hari malah nggak dilakuin, akhirnya dana penjualan ketahan lama. Kalo udah digabungin, dana hasil penjualan masuk normal 2 hari setelah pesanan selesai

  • 8 Juli 2025 - (16:30 WIB)
    Permalink

    Bossque,sy coba gabungin akun ke tiktok ternyata tidak bisa.
    Nah itulah intisari komplen media konsumen ini
    CS nya bot
    Ditanya apa… Jawabnya apa
    Kalo memang company transparan. Mestinya cs nya ada human dong.
    Udah pernah coba telp ke hotline?
    Hanya mesin penjawab yg nyuruh kita tanya le CS online.
    Silahkan simpulkan saja sendiri

  • 8 Juli 2025 - (17:48 WIB)
    Permalink

    Saya lebih milih tidak berjualan LG di Tokopedia dan di tiktok kebanyakan sarang nya maling , fokus di shopee saja masih lebih waras

    • 10 Juli 2025 - (05:34 WIB)
      Permalink

      Padahal tempat belanja online favorit saya, bahkan sudah berkali² beli laptop dgn harga yg lumayan di toped, kepercayaan banget pokoknya. Tapi semenjak tiap belanja barang yg tiba rusak, lama, sobek juga pesanan seringkali diabaikan, jadilah saya tinggalkan. Ngeri lah transaksi yg mahal. Harapan saya semoga toped bisa berbenah dan kembali spt dulu. Krn sy sdh dipercaya sistem gopay later dgn angka yg lumayan. Tapi cuma bisa di toped dan itu semua spt tidak ada gunanya jika toped begini. Ironi sih 😭

  • 9 Juli 2025 - (07:17 WIB)
    Permalink

    tetap lanjut dengan segala konsekuensi atau benefitnya, atau tinggalkan pindah ke lain, sembari menunggu MP baru sekelas toped. jujur, karakteristik toped paling kena untuk buyer middle-middle up. seharusnya ada si biru, tapi ntah kenapa, tidak banyak seller perseorangan. lebih mirip2 si merah dulu (JD). mudah2an nasibanya tidak mirip seperti si merah.

  • 9 Juli 2025 - (07:22 WIB)
    Permalink

    Tokopedia memang uda ga lagi uda tamat.Semua dikendalikan bot dari negeri tirai bambu.Mau ngomong apa juga percuma,kalau duitnya lama dicariin mah dibawa dulu ke negeri tirai bambu.Dihitung manual,nanti bos nya disana setor manual ke bank bawa kantong kresek.Ga masuk akal dunia Uda digital duit pencairan bisa setor dalam hitungan detik ini 6 hari kalau ga dibawa ke negeri tirai bambu apalagi alasannya.

  • 9 Juli 2025 - (19:33 WIB)
    Permalink

    Toped emang dah kolaps, dah jadi setan duit. Pesanan gue dibatalin seller, terus dana refund gue tarik, 1x24jam aja masih belum masuk. Emang pantes dijulukin setan duit, ga cuma duit penjual, duit pembeli pun ditahan tahan. Gimana toped ga tambah ancur, tiap hari disumpahin jutaan penjual dan pembeli.

    • 10 Juli 2025 - (21:14 WIB)
      Permalink

      Bener bgt. Si Hitam ini sudah mengambil alih untuk merusak nya bukan dikembangkan.

  • 10 Juli 2025 - (21:13 WIB)
    Permalink

    RIP tokopedia
    Selamat datang wajah baru di tiktok Dan tokopedia seller / shop by tokopedia yg sudah dikelola penuh oleh tiktok shop.

    Selamat datang dgn prose’s penyatuan ke tiktok Dan tokopedia seller center ini.

    Selamat datang juga NERAKA Buat seller seller termasuk Affiliator seperti saya 🙈.

    Selamat Datang Customer Service yang tidak ber otak untuk tiktok & tokopedia seller center. Termasuk semua keluhan yg ditangani mereka failed.

  • 14 Juli 2025 - (23:32 WIB)
    Permalink

    Catatan: Pembaruan kebijakan ini berlaku untuk produk yang dipesan melalui Tokopedia.

    Mulai 21 Juli 2025, pembeli kini dapat memilih alasan “Tidak Lagi diperlukan” saat mengajukan pengembalian untuk pembelian yang memenuhi syarat di Tokopedia.
    Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja pembeli dan memastikan konsistensi kebijakan pengembalian di seluruh platform.

    • 15 Juli 2025 - (11:40 WIB)
      Permalink

      dan semua ini karena MP ini mau menahan uang penjual selama minimal 6 hari (MINIMAL)
      jangan pernah menyepelekan dana yg ditahan selama minimal 6 hari, hitung sendiri bunga dr 6 hari dr ratusan miliar, ini bukan uang kecil

      kenapa tidak dibuat 1 hari begitu produk sampai, harusnya sudah diputuskan barang masih diperlukan atau tidak oleh pembeli, bisa sampai 6 hari? WHAT A JOKE!!

      silakan menikmati uang yg ditahan lama jikalau ketemu pembeli BOTOL + MALAS klik selesai, dan jumlah pembeli spt ini tidaklah sedikit, banyak sekali pembeli yg tidak menekan tombol selesai

      ini diharapkan oleh pihak MP agar penjual kehabisan modal ( utk UMKM) agar bisa pinjam modal lagi ke mereka, cuan double, sudah dpt bunga dr penahanan dana selama MININAL 6 hari + bunga jika umkm pinjam modal

      drmn dana pinjaman modal berasal?
      ya salah satunya dr dana yg ditahan itu, hitung sendiri berapa bunganya

    • 15 Juli 2025 - (12:01 WIB)
      Permalink

      https://money.kompas.com/read/2025/06/12/174551026/tokopedia-buka-bukaan-soal-pencairan-dana-lama-usai-migrasi-ke-seller-center

      kalau ditanya kenapa dana ditahan 6 hari, karena produk bisa dikembalikan setelah 6 hari jd dana ditahan 6 hari dulu

      yg HARUS menjadi pertanyaan sebenarnya adalah : kenapa produk bisa dikembalikan setelah 6 hari, kenapa harus selama itu?

      jawabannya : KARENA MP mau “mainin” uang, lumayan 6 hari, bisa di”puter”in ke usaha “pinjol”, kalau usaha “pinjol” nya tidak laku, masuk deposito 7 hari saja masih dpt uang

      sebuah omong kosong bila pembeli, katakanlah, membeli kaos kaki lalu mengembalikan setelah 6 hari, lucu?
      beli baju dengan banyak model dr beberapa toko, dipilih, sisanya dikembalikan setelah 6 hari, lucu?
      beli garam dapur, setelah 6 hari dikembalikan, lucu?
      beli payung, dikembalikan setelah 6 hari, lucu? tidak butuh payung lagi karena sudah tidak hujan😜

      ane katakan sekali lagi, TUJUAN UTAMANYA ADALAH : “muterin” duid yg ditahan selama 6 hari

      • 24 Juli 2025 - (17:50 WIB)
        Permalink

        wah bener bgt nih, sama kayak ane bro.
        emang sih begonya gue adalah percaya sama si gopay yg sama sama 1 induk yaitu GOTO

        jadi kemaren gue topup dari shopeepay ke gopay dan gopay gue kena limit
        toh di janjiin 2 hari kerja bakalan balik, tapi tadi gue di chat bakalan di balikin 7 hari kerja WTF
        emang ngehek ini perusahaan GOTO, sama sama 1 induk demen nahan duit Customer. gila kan

  • 23 September 2025 - (11:34 WIB)
    Permalink

    refund balik 19 hari plus kurang dan seliish ongkir tidak diterima, ya sudahlah, ga usah beli lagi disini selamanya

 Apa Komentar Anda?

Ada 40 komentar sampai saat ini..

Curhat Seller tentang Kualitas CS dan IT Tokopedia, Seperti Mau Bangkr…

oleh Ranti dibaca dalam: 2 menit
40