Keluhan Surat Pembaca Promo GoFood Ads Aktif Sendiri 17 Agustus 2025 Faisal Mundir 1 Komentar aktivasi layanan, Aktivasi sepihak, Biaya Iklan, Biaya Promosi, Customer complaint handling, Customer Service, GoAds, GoBiz, GoFood, GoJek, Iklan, Iklan pop up, Kemitraan bisnis, Konfirmasi ulang, Makanan dan minuman online, Merchant GoFood, persetujuan keikutsertaan produk, Persetujuan pengguna, Potongan hasil penjualan, Promo, Promosi, Restoran, Sistem bermasalah, Tawaran Promosi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya adalah pemilik restoran di Kabupaten Cirebon. Saya tidak mengerti kenapa tiba-tiba restoran saya jadi ikut dalam promo iklan GoFood. Saya sudah menjadi mitra GoFood selama lebih dari 5 tahun dan belum pernah mengalami hal seperti ini. Screenshot Kenapa saya tiba-tiba mengikuti promo iklan? Jika saya secara tidak sengaja mengklik iklan, seharusnya tidak hanya sekali klik untuk mengonfirmasi partisipasi dalam program ini. Kok bisa hanya dengan satu klik langsung terdaftar? Iklan ini selalu muncul sebagai pop-up setiap kali saya membuka aplikasi? Ini sangat mengganggu, terutama karena potongan harian yang besar, misalnya ada satu hari potongan sebesar Rp69 ribu, sementara saya cek anggaran harian saya hanya maksimal Rp40 ribu. Ini benar-benar memberatkan. Bahkan ketika saya sudah menghentikannya pada tanggal 13 Agustus 2025, potongan tetap terjadi di hari-hari berikutnya. Ini sangat merugikan bagi saya sebagai merchant kecil yang sudah memiliki program diskon sendiri. Program iklan GoFood Merchant ini benar-benar menjebak dan meresahkan. Saya sudah melaporkan masalah ini, tetapi mereka bilang itu adalah aktivasi dari ponsel saya. Masa iya, hanya dengan satu kali salah pencet langsung aktif tanpa persetujuan lebih lanjut? Itu sama saja menjebak, persis seperti kasus konten berbayar di provider telekomunikasi yang sudah terjadi jauh-jauh hari. Faisal Mundir Kab. Cirebon, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bob18 Agustus 2025 - (10:35 WIB)Permalink Menurut saya sih ini berhubungan dengan rumor mau dijual ke Grab. Mungkin mereka mau cari duit sebanyak mungkin halal tidak halal sebelum gojek pindah tangan ke Grab. Cuma seberapa persentase restoran yang kena pastinya, sudah diperhitungkan. Biar bisa berdalih lagi error, kesalahan pengguna, dll. Dan biar pengguna lain bisa bela mereka, “Saya ngak alami tuh!”. Login untuk Membalas