Ilustrasi via Gemini AI Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Transaksi Fraud Rp150 Juta di Kartu Kredit Masterworld & JCB Bank Danamon: Tanpa OTP, Tanpa KYC, Tidak Ada Fraud Detection, dan Kolektibilitas Nasabah Dijadikan NPL 4 November 20257 November 2025 Andita 37 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, D Bank Pro, Fraud, Fraud Kartu Kredit, Investigasi transaksi, Kartu Kredit JCB Danamon, kartu kredit Masterworld, Keamanan kartu kredit, Kolektibilitas Kredit, Notifikasi transaksi, One Time Password, OTP, pembobolan kartu kredit, Sanggahan Transaksi Kartu Kredit, SLIK OJK, Standard Operating Procedures, Tagihan kartu kredit Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya ingin menyampaikan pengaduan dan keberatan terhadap penanganan kasus transaksi fraud pada kartu kredit milik saya di Bank Danamon (jenis Masterworld dan JCB) yang terjadi pada 3 Maret 2025. Pada hari tersebut terjadi serangkaian transaksi tidak sah dengan total sekitar Rp150 juta, berupa dua transaksi pencairan dana (money transfer) dan dua transaksi “cetak akuntansi” yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab (fraudster) melalui sistem D-Bank Pro. Yang sangat mencurigakan, seluruh transaksi tersebut berhasil dilakukan tanpa adanya OTP (One Time Password) yang dikirim ke nomor ponsel saya yang resmi terdaftar di sistem Bank Danamon. Tidak ada pula verifikasi ulang (KYC) atau konfirmasi dari pihak bank, padahal transaksi tersebut bernilai besar dan dilakukan dalam waktu yang sangat cepat — hanya dalam hitungan menit setelah perubahan nomor ponsel dilakukan oleh pelaku. Berdasarkan hasil investigasi dari pihak Bank Danamon, disebutkan bahwa perubahan nomor handphone dilakukan melalui D-Bank Pro versi web menggunakan software token dan mPIN. Namun saya dengan tegas menyatakan tidak pernah mengakses D-Bank Pro versi web maupun mengaktifkan software token. Lebih aneh lagi, setelah kejadian fraud ini, tampilan D-Bank Pro kini telah berubah, di mana fitur software token dan web service sudah tidak tersedia lagi. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya kelemahan dan kegagalan sistem keamanan Bank Danamon, yang memungkinkan fraudster mengubah data pribadi nasabah dan melakukan transaksi tanpa izin. Yang paling meresahkan, tidak ada sistem fraud detection yang berfungsi pada saat kejadian. Padahal transaksi-transaksi tersebut dilakukan dalam waktu yang berdekatan — selang hanya beberapa menit antar transaksi dengan nominal yang besar dan pola yang sangat tidak wajar dibandingkan riwayat pemakaian kartu saya. Tidak ada tindakan preventif dari sistem Bank Danamon, seperti pemblokiran otomatis, verifikasi lewat telepon, atau pemberitahuan tambahan. Akibat kegagalan sistem dan kelalaian fraud detection ini, seluruh transaksi fraud berhasil diproses hingga pencairan dana selesai dilakukan. Lebih parah lagi, transaksi money transfer tersebut berhasil mencairkan dana melebihi limit kartu kredit, sesuatu yang seharusnya tidak dapat terjadi bila sistem pengawasan dan pembatasan limit berfungsi dengan baik. Saya sudah menyampaikan keberatan resmi terhadap hasil investigasi Bank Danamon, namun hingga kini belum ada kesepakatan atau penyelesaian akhir. Tanpa menunggu proses sengketa selesai, Bank Danamon justru menurunkan kolektibilitas kredit saya menjadi NPL (Non-Performing Loan) dan melaporkannya ke SLIK OJK. Tindakan ini jelas merugikan nasabah dan bertentangan dengan prinsip perlindungan konsumen, karena sengketa masih berjalan dan tanggung jawab sistem belum diakui pihak bank. Saya baru mengirimkan surat ke media konsumen sekarang meski kejadian pada 3 Maret 2025, karena saya masih berusaha untuk melakukan negosiasi dan mediasi ke Bank Danamon dan OJK namun tidak ada penjelasan transaparan dan mediasi yang clear terkait case saya. Sehingga sangat merugikan saya sebagai korban transaksi fraud ini. Saya meminta agar: Dilakukan investigasi ulang secara menyeluruh, termasuk aktivitas D-Bank Pro versi web, alamat IP, lokasi login, dan penggunaan software token oleh pihak tidak berwenang. Kolektibilitas kredit saya di SLIK dikembalikan ke status semula sampai investigasi selesai dan ada kesepakatan bersama. Bank Danamon melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan fraud detection-nya, karena terbukti terjadi kegagalan sistem, tidak ada deteksi dini, dan lemahnya perlindungan terhadap data nasabah. Saya berharap Media Konsumen dapat membantu menyuarakan kasus ini agar Bank Danamon bertanggung jawab dan memperbaiki sistem keamanannya, demi keadilan dan perlindungan nasabah lainnya. Hormat saya, Andita Bogor, Jawa Barat Update (7 November 2025): Surat pembaca di atas kembali mendapat tanggapan dari pihak Bank Danamon sebagai berikut: Tanggapan Lanjutan perihal “Transaksi Fraud Rp150 Juta di Kartu Kredit Masterworld & JCB Bank Danamon: Tanpa OTP, Tanpa KYC, Tidak Ada Fraud Detection, dan Kolektibilitas Nasabah Dijadikan NPL” Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Arief4 November 2025 - (13:00 WIB)Permalink Koq banyak terjadi masalah gini..akhir akhir ini…kemarin yg curhat 2 orang transaksi bank BCA ..kasusny sama spt ini…ada apa sebenarnya 3 2 Login untuk Membalas
Halilu4 November 2025 - (14:36 WIB)Permalink Saya curiga maling duitnya oknum ordal Krn pernah juga mengalami 2 tahun yg lalu waktu bekerja sebagai TKI di timur tengah dan pada saat renewed kartu debit yg baru dimana dikenakan fee atas pergantian kartu tersebut saldo direkening saya berkurang alias terpotong Tampa ada notif OTP ke nomer hape saya.lalu saya iseng tanya ke petugasnya kok bisa saldo saya berkurang tanpa ada kirim otp, lalu di jawab iya bisa 5 2 Login untuk Membalas
Hery Mulyanto4 November 2025 - (15:05 WIB)Permalink Halah, terpotong berapa? 10rb, 20rb? Ya memang segitu biayanya. 1 2 Login untuk Membalas
Halilu4 November 2025 - (17:48 WIB)Permalink Bukan masalah terpotong dan biayanya berapa, tapi kok semudah itu memotong biaya dari saldo rekening Tampa ada notif SMS OTP.artinya kalo pegawai bank tidak jujur dan amanah bisa aja dipermainkan nominalnya sesuai duit yg ada di rekening kita tapi baiknya pegawainya langsung konfirmasi kalo langsung di debet dari saldo yg ada di rekening 1 1 Login untuk Membalas
Soni 5 November 2025 - (08:49 WIB)Permalink biaya admin pergantian kartu debit sama seperti biaya admin bulanan tdk pernah menggunakan OTP. yang menggunakan OTP biasanya transaksi belanja debit online 2 Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel5 November 2025 - (13:54 WIB)Permalink Terimakasih atas sarannya. tidak ada perubahan nomor handphone pada sistem kartu kredit dan sistem perbankan lain yang terdaftar di Bank Danamon melalui aplikasi apapun yg saya lakukan Hal ini terbukti secara jelas dmn saya masih menerima SMS OTP dan notifikasi transaksi untuk kartu kredit yang sama di nomor handphone saya yang terdaftar resmi pada sistem kartu kredit Danamon. Artinya, nomor saya tetap aktif dan terhubung dengan sistem OTP Danamon. Maka, jika dalam transaksi fraud senilai Rp150 juta tidak ada OTP yang dikirimkan ke nomor saya, ada dua kemungkinan besar: 1. Sistem Danamon tidak konsisten atau mengalami kegagalan dalam proses pengiriman OTP, 2. Atau, transaksi tersebut diproses tanpa mekanisme OTP sama sekali, yang berarti kegagalan sistem keamanan kartu kredit Danamon (baik pada tahap KYC maupun fraud detection). ini adalah transaksi kartu kredit bukan transaksi perbankan lain. Maka, setiap transaksi seharusnya melalui lapisan keamanan OTP yang dikirim ke nomor ponsel nasabah yang terdaftar. Oleh karena itu, saya menilai bahwa kesalahan ini berasal dari kegagalan sistem keamanan Bank Danamon 1
Rudi9 November 2025 - (10:48 WIB)Permalink 😆😆😆 tumben megang kartu ATM ya.😆😆😆 OTP itu muncul utk beberapa transaksi saja, dan biasanya diatas 500rb / 1 juta tergantung setingan. Login untuk Membalas
dedy5 November 2025 - (11:13 WIB)Permalink Tafi Dijelaskan ada sistem web untuk mengubah data nasabah, salah satunya adalah no hp. Sistem security trx mmg sdh benar , dgn tambahan OTP ya, tapi kemungkinan otp itu terkirim ke no hp baru milik penipu. Coba laporkan lewat surat resmi ke OJK mengenai case ini. Smoga semua pihak berhati hati akan kejadian ini . Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel5 November 2025 - (13:55 WIB)Permalink Terimakasih atas sarannya. tidak ada perubahan nomor handphone pada sistem kartu kredit dan sistem perbankan lain yang terdaftar di Bank Danamon melalui aplikasi apapun yg saya lakukan Hal ini terbukti secara jelas dmn saya masih menerima SMS OTP dan notifikasi transaksi untuk kartu kredit yang sama di nomor handphone saya yang terdaftar resmi pada sistem kartu kredit Danamon. Artinya, nomor saya tetap aktif dan terhubung dengan sistem OTP Danamon. Maka, jika dalam transaksi fraud senilai Rp150 juta tidak ada OTP yang dikirimkan ke nomor saya, ada dua kemungkinan besar: 1. Sistem Danamon tidak konsisten atau mengalami kegagalan dalam proses pengiriman OTP, 2. Atau, transaksi tersebut diproses tanpa mekanisme OTP sama sekali, yang berarti kegagalan sistem keamanan kartu kredit Danamon (baik pada tahap KYC maupun fraud detection). ini adalah transaksi kartu kredit bukan transaksi perbankan lain. Maka, setiap transaksi seharusnya melalui lapisan keamanan OTP yang dikirim ke nomor ponsel nasabah yang terdaftar. Oleh karena itu, saya menilai bahwa kesalahan ini berasal dari kegagalan sistem keamanan Bank Danamon Login untuk Membalas
Pendi4 November 2025 - (14:59 WIB)Permalink Di screenshot ada sms OTP masuk dulu, jujur apakah menerima telpon yang mengaku bank setelah itu dan menerima link di email/wa? Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel4 November 2025 - (16:08 WIB)Permalink Untuk transaksi yang berhasil sebanyak 6 transaksi dengan total nilai sekitat 150jutaan tidak ada sms OTP. Seluruh transaksi yang ada sms OTP justru dinyatakan gagal transaksi Login untuk Membalas
Pendi4 November 2025 - (16:10 WIB)Permalink Bukan itu hanya saya tanyakan, apakah menerima telpon pihak yang mengaku bank? Soalnya modus ini sepertinya sama seperti yang saya alami Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel4 November 2025 - (16:16 WIB)Permalink Tidak ada telp masuk yang mengaku dr pihak bank Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel4 November 2025 - (16:10 WIB)Permalink Tidak ada telp masuk atau link wa/email Login untuk Membalas
Pendi4 November 2025 - (16:19 WIB)Permalink Oh, jika begitu mungkin berbeda modus. Jadi beberapa saat lalu ramai di facebook modus Vishing menggunakan pancingan OTP, jadi penipu tau nomor kartu cuma tidak tau exp data dan CVV dan itu sudah cukup memicu permintaan OTP, saya ikuti alurnya penipu itu sampai mengirimkan link dan saya buka dan memang ada beberapa pilihan metode yang berbeda yang mereka gunakan, salah satunya login akun internet banking/mobile banking tapi selama tidak isi harusnya sih aman. Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel4 November 2025 - (16:53 WIB)Permalink Iya pak, ini tdk seperti itu Login untuk Membalas
Lai4 November 2025 - (17:16 WIB)Permalink Wah ngeri sekali. Harusnya sistem bisa mendeteksi perilaku transaksi berdekatan dan jumlah besar patut di hold dulu dan konfirmasi via telpon ke customer. Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel4 November 2025 - (18:55 WIB)Permalink Iya, ubtuk case ini juga ada 2 kali transaksi money transfer sebesar 86juta dan 43 juta, total 129juta diluar transaksi lain cetak akuntasi sebanyak 4 kali masing 5juta dengan waktu sangat berdekatan yg melebihi limit gabungan. Transaksi berhasi tanpa adanya otp ke no hp yang terdaftar di cc danamon dan tanpa ada verifikasi atau kyc untuk pencairan dari cc. Namun notif transaksi berhasil dikirimkan ke sms no hp saya. Dan ada beberapa otp yg masuk. Namun seluruh transaksi dengan otp yg masuk ke hp saya dinyatakan gagal transaksi. 1 Login untuk Membalas
Lai5 November 2025 - (14:08 WIB)Permalink Walaupun pakai otp kalau ada transaksi berturut turut kalau bca atau mega yg sy punya dulu pasti ditelpon bank dan ditanyakan apakah melakukan transaksi tersebut Login untuk Membalas
Sunarti5 November 2025 - (14:47 WIB)Permalink Benar sekali saya juga punya kartu kredit bank Mandiri klu ada transaksi ditelpon pihak bank untuk memastikan apakah ibu benar kita sendiri yang bertransaksi . Tapi itu dulu pas baru2 punya kartu kredit. Sekarang gak pernah lagi ditelpon klu ada transaksi biarpun transaksi berturut2. Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel5 November 2025 - (14:55 WIB)Permalink Iya benar, Sebagai perbandingan, saya memiliki pengalaman di Bank Permata. Ketiganya memiliki sistem fraud detection yang sangat proaktif. Apabila terjadi transaksi berturut-turut, terutama dalam nominal besar atau dengan pola yang tidak wajar, pihak bank selalu melakukan konfirmasi melalui telepon untuk memastikan apakah transaksi tersebut benar dilakukan oleh nasabah. Artinya, meskipun transaksi menggunakan OTP, sistem keamanan tetap melakukan lapisan verifikasi tambahan berupa panggilan langsung apabila terdeteksi aktivitas mencurigakan. Hal ini terbukti efektif dalam mencegah potensi penyalahgunaan kartu kredit atau pencurian data nasabah. Dengan demikian, apabila di Bank Danamon terjadi transaksi beruntun tanpa OTP dan tanpa ada konfirmasi dari pihak bank, maka hal ini menunjukkan adanya kegagalan sistem keamanan (fraud detection) yang seharusnya mencegah transaksi tidak sah sejak awal. Untuk transaksi money transfer atau pencairan kredit dr limit CC juga melampui batas limit ketentuan bank danamon itu sendiri dan tanpa verifikasi dan KYC ke nasabah
AnditaPenulis artikel5 November 2025 - (14:54 WIB)Permalink Iya benar, Sebagai perbandingan, saya memiliki pengalaman di Bank Permata. Ketiganya memiliki sistem fraud detection yang sangat proaktif. Apabila terjadi transaksi berturut-turut, terutama dalam nominal besar atau dengan pola yang tidak wajar, pihak bank selalu melakukan konfirmasi melalui telepon untuk memastikan apakah transaksi tersebut benar dilakukan oleh nasabah. Artinya, meskipun transaksi menggunakan OTP, sistem keamanan tetap melakukan lapisan verifikasi tambahan berupa panggilan langsung apabila terdeteksi aktivitas mencurigakan. Hal ini terbukti efektif dalam mencegah potensi penyalahgunaan kartu kredit atau pencurian data nasabah. Dengan demikian, apabila di Bank Danamon terjadi transaksi beruntun tanpa OTP dan tanpa ada konfirmasi dari pihak bank, maka hal ini menunjukkan adanya kegagalan sistem keamanan (fraud detection) yang seharusnya mencegah transaksi tidak sah sejak awal. Untuk transaksi money transfer atau pencairan kredit dr limit CC juga melampui batas limit ketentuan bank danamon itu sendiri dan tanpa verifikasi dan KYC ke nasabah Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel5 November 2025 - (13:52 WIB)Permalink Terimakasih atas sarannya. tidak ada perubahan nomor handphone pada sistem kartu kredit dan sistem perbankan lain yang terdaftar di Bank Danamon melalui aplikasi apapun yg saya lakukan Hal ini terbukti secara jelas dmn saya masih menerima SMS OTP dan notifikasi transaksi untuk kartu kredit yang sama di nomor handphone saya yang terdaftar resmi pada sistem kartu kredit Danamon. Artinya, nomor saya tetap aktif dan terhubung dengan sistem OTP Danamon. Maka, jika dalam transaksi fraud senilai Rp150 juta tidak ada OTP yang dikirimkan ke nomor saya, ada dua kemungkinan besar: 1. Sistem Danamon tidak konsisten atau mengalami kegagalan dalam proses pengiriman OTP, 2. Atau, transaksi tersebut diproses tanpa mekanisme OTP sama sekali, yang berarti kegagalan sistem keamanan kartu kredit Danamon (baik pada tahap KYC maupun fraud detection). ini adalah transaksi kartu kredit bukan transaksi perbankan lain. Maka, setiap transaksi seharusnya melalui lapisan keamanan OTP yang dikirim ke nomor ponsel nasabah yang terdaftar. Oleh karena itu, saya menilai bahwa kesalahan ini berasal dari kegagalan sistem keamanan Bank Danamon. Login untuk Membalas
anton11 November 2025 - (22:09 WIB)Permalink Sepertinya orang dalam yang bisa merubah data seperti ini Login untuk Membalas
John Batubara4 November 2025 - (18:04 WIB)Permalink Di Indonesia bank tidak pernah salah. Cari – cari alasan menyalahkan nasabah. Lapor polisi saja dulu, biar dapat informasi lebih detail. Semoga bisa ada solusinya. 1 1 Login untuk Membalas
yenna5 November 2025 - (13:36 WIB)Permalink saya jadi percaya keamanan danamon memang sangat rentan dan lemah karena tahun ini sudah 2x kartu danamon sya di scam juga , tiba2 ada sms msuk bhw ada transaksi terjadi , dan otp masuk juga pdhl sya tdk melakukan transaksi tersebut, buru2 lgsg saya blokir kartu danamon saya ,tapi bisa kejadian 2x dalam setahun itu berarti hacker msi blm berhenti mencoba dan pastinya mungkin sdh banyak korban juga… semoga danamon bisa lebih hati2 dalam keamanan nasabah Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel5 November 2025 - (17:14 WIB)Permalink Pada saat kejadian saya juga langsung call hello danamon untuk blokir seluruh kartu saya di bank danamon. Namun beberapa bulan kemudian tepatnya di bulan mei masih ada percobaan transaksi tidak dikenal dengan OTP ke kartu yg telah diblokir. Login untuk Membalas
Windu5 November 2025 - (17:51 WIB)Permalink Buat laporan Polisi dulu, kemudian bawa ke Ojk dan bank danamon Menurut pengalaman saya cepat di proses oleh ojk dan bank, Karena fihak bank biasanya malas berurusan dengan polisi Login untuk Membalas
Ludi6 November 2025 - (16:44 WIB)Permalink Saya juga seperti itu. 4x dari 4 bank Bank Mandiri (Jebol) Bank BCA (Jebol) Bank BTN (hampir jebol) UOB (hampir jebol) Saya udah ke kepolisian tapi nihil Kalau dibawa ke kepolisian kalau hoki ya bakal diusut tuntas tanpa uang, kalau kebanyakan sih mereka kalau gak ada uang gak akan kerja tuh polisi. Harus diingat jika tinggal diindonesia jangan berharap sistem canggih dan aman. Diindonesia manusianya kebanyakan ambruk. Login untuk Membalas
Bryan6 November 2025 - (19:16 WIB)Permalink bulan lalu kartu saya juga ada percobaan transaksi. dari SP ini saya baru tau ada dbank pro versi web. barusan saya googling dan cek web danamon gak nemu2 dbank pro versi web Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel8 November 2025 - (08:38 WIB)Permalink Terima kasih atas informasinya. Memang benar, setelah kejadian ini saya juga melihat bahwa tampilan software token pada aplikasi D-Bank Pro sudah tidak ada, dan layanan web service juga sudah dihapus. Terkait money transfer berdasarkan email dr Hello Danamon saat ini hanya utk nasabah tertentu yang diundang secara khusus. Hal ini justru menunjukkan bahwa memang sebelumnya terdapat kelemahan pada sistem keamanan Danamon, sehingga bank kini melakukan perbaikan pada sistemnya. Namun sangat disayangkan, untuk kasus saya, pihak Danamon tidak memberikan hasil investigasi yang transparan dan justru membebankan tanggung jawab kepada nasabah, padahal jelas terdapat kelemahan dari sisi sistem bank Login untuk Membalas
Kang-Asep6 November 2025 - (22:32 WIB)Permalink Untuk menghindari hal2 yg tidak di harapkan berusahalah untuk menghindari kartu kredit.. 3 Login untuk Membalas
Tania Zoldig7 November 2025 - (14:56 WIB)Permalink Bank-nya sudah menanggapi, terus hasilnya apa? Disuruh tetap bayar apa sanggahannya diterima mereka? Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel7 November 2025 - (19:23 WIB)Permalink Saya keberatan dan melakukan penolakan atas tanggapan tersebut karena tidak menjawab inti permasalahan dan permintaan investigasi saya secara jelas dan substansial. Adapun poin-poin keberatan saya sebagai berikut: 1. Tidak ada jawaban substansial atas permintaan saya mengenai: Mengapa transaksi senilai total ±Rp150 juta bisa dilakukan tanpa OTP ke nomor resmi saya yang masih aktif dan terdaftar pada sistem kartu kredit Bank Danamon. Mengapa tidak dilakukan verifikasi ulang (KYC), padahal transaksi bernilai besar, dilakukan beruntun dalam waktu sangat singkat, dan berbeda dari pola penggunaan normal. Mengapa sistem fraud detection Bank Danamon gagal mendeteksi pola transaksi tidak wajar tersebut. Bagaimana fraudster dapat mengubah nomor handphone pada sistem tanpa izin saya, dan apa dasar bukti teknis (log, IP address, lokasi login, atau bukti penggunaan web service) yang menunjukkan bahwa perubahan tersebut benar dilakukan oleh saya. 2. Bank hanya merujuk pada sejumlah surat tanggapan sebelumnya (delapan surat sejak April hingga September 2025), tanpa memberikan penjelasan baru atau pembaruan hasil investigasi teknis. Ini menunjukkan bahwa penyelidikan tidak dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada aspek keamanan sistem D-Bank Pro versi web yang sudah berubah setelah kejadian (fitur software token/web service kini tidak lagi tersedia). Termasuk fasilitas money transfer yang berdasarkan informasi dr hello danamon bahwa bahwa layanan money transfer saat ini hanya dapat diajukan oleh nasabah yang terundang saja. 3. Tindakan Bank Danamon yang menurunkan kolektibilitas kredit saya menjadi NPL dan melaporkannya ke SLIK OJK, padahal proses sengketa dan investigasi belum selesai dan belum ada kesepakatan bersama, merupakan tindakan merugikan dan melanggar prinsip perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam POJK No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. 4. Saya menegaskan bahwa saya tidak pernah mengakses D-Bank Pro versi web, tidak pernah mengaktifkan software token, dan tidak pernah mengubah nomor ponsel terdaftar. Oleh karena itu, setiap perubahan data atau transaksi yang dilakukan melalui mekanisme tersebut tidak dapat dibebankan kepada saya sebagai nasabah. Sehubungan dengan hal tersebut, saya meminta agar: 1. Dilakukan investigasi ulang yang independen dan komprehensif, mencakup: Log aktivitas D-Bank Pro versi web, IP address dan lokasi login, Bukti aktivasi software token, Bukti pengiriman (delivery log) OTP pada saat transaksi berlangsung. 2. Status kolektibilitas kredit (SLIK) saya dikembalikan ke posisi semula hingga sengketa dinyatakan selesai dan ada kesepakatan tertulis antara kedua belah pihak. 3. Bank Danamon menyampaikan laporan hasil investigasi teknis secara tertulis dan transparan, bukan hanya rujukan ke surat-surat terdahulu tanpa analisis baru. 1 1 Login untuk Membalas
BIG8 November 2025 - (06:50 WIB)Permalink Saya juga pernah mengalami hal serupa kak. KK BCA dan transaksisi terjadi tanpa membutuhkan otp. Sms notifikasi transaksi masuk via sms pada tengah malam. Langsung hub ut blokir. Saat telp pun sms transaksi terus masuk hingga saya over limit. Bersyukurnya pihak bank BCA menerima sanggahan saya. Karena stl di check pemakaian ada di luar negeri. Menurut pengalaman saya, hal tersebut terjadi setelah tidak lama saya menggunakan wifi umum dan di bandara. Memang sangat berbahaya jika menggunakan wifi bandara. Karena cakupan luas..berbeda jika hanya wifi ut penggunaan rumahan/resto². Jadi mereka bisa melihat kode cvc kita yg nempel di hp. Kasus di saya hanya transaksi online smp over limit. Tp tidak ad transaksi pencairan dana dll. Sejak saat itu tidak pernah sy aktifkan wifi di bandara. Dan aman sampai saat ini . Kejadian sudah 7 tahun lalu. Untuk kejadian di kk, sy tidak tahu apakah sblmnya ad penggunaan wifi umum. Mohon maaf tanpa ad maksud sok tahu ataupun menggurui. Hanya berbagi pengalaman. Semoga segera selesai persoalannya ya. Login untuk Membalas
AnditaPenulis artikel8 November 2025 - (08:19 WIB)Permalink Terima kasih atas sharing pengalamannya. Informasinya sangat membantu dan menambah wawasan mengenai risiko penggunaan WiFi publik, terutama di area bandara. Namun, dalam kasus saya dengan Bank Danamon, saya tidak pernah menggunakan WiFi umum untuk akses mobile banking maupun aktivitas perbankan lainnya. Nomor ponsel yang terdaftar di sistem kartu kredit Danamon juga tidak pernah berubah, dan saya tetap menerima SMS OTP serta notifikasi transaksi dari nomor resmi bank. Namun, untuk transaksi yang sedang dipermasalahkan ini, tidak ada OTP yang masuk ke ponsel saya. Selain itu, transaksi berlangsung secara berturut-turut dalam waktu sangat singkat tanpa adanya deteksi fraud dari sistem Bank Danamon. Tidak ada verifikasi dengan menghubungi nasabah, tidak ada proses Know Your Customer (KYC), maupun pengiriman OTP untuk setiap perubahan nomor handphone. Kondisi ini menunjukkan adanya kelemahan pada sistem keamanan Bank Danamon yang perlu diinvestigasi lebih dalam. Login untuk Membalas
budi adinata13 November 2025 - (10:50 WIB)Permalink Sy juga pegang beberapa jenis KK danamon mulai dr MCworld, jcb n Amex.nya, belakangan ini sering sekali adanya percobaan scam di kartu danamon ini beruntungnya ketahan di OTP, anehnya lagi setiap kali adanya percobaan scam pasti selalu ada yg telp via WA mengaku sebagai cs dari bank danamon mau konfirmasi transaksi.. Pernah sekali jebol di airbnb nominalnya 3jtan, mrk minta surat sanggahan, butuh waktu cukup lama akhirnya direversal transaksinya Login untuk Membalas