The Worst Experience with CS Gojek

Tanggal 8 Desember 2025 saya beli GoFood sekalian bayar Gojek Plus paket 30 hari. Biasanya saya tidak pernah hold money di GoPay karena seringnya saya transaksi pakai GoPayLater dan debit/credit card.

Kok ya ndilalah tanggal 6 Januari 2026 saya top up GoPay karena mau beli GoFood yang total transaksi Rp51.500, di mana saya top up saldo sesuai nominal, tapi tidak bisa cover total transaksi. Akhirnya saya top up sekitar Rp251.500. Kemudian setelah completed payment, sisa saldo GoPay Rp200.000.

Saya sudah aware kalau paket Gojek Plus saya berakhir tanggal 7 Januari 2025, namun saya lalai mengosongkan saldo GoPay saya. Biasanya kalau saldo saya insufficient funds, Gojek Plus akan otomatis berhenti di hari berikutnya (H+1) setelah tanggal recurring.

Namun di saat saldo GoPay saya ada Rp200.000, di tanggal 7 Januari 2025 jam 1 pagi dini hari saldo saya deducted otomatis untuk recurring. Lalu saya effort call CS Gojek minta tolong untuk proses refund dan pembatalan subscription.

Unfortunately, service yang saya terima sangat-sangat tidak helpful dan tidak address ke customer concern. Di mana benefit paket Gojek Plus yang sama sekali tidak saya gunakan di tanggal 7 Januari, bertepatan dengan tanggal paket yang sudah habis masa berlakunya.

Moreover, saya juga mencoba untuk contact di hari yang sama agar bisa dibantu proses refund. Namun pelayanan yang saya dapat dari agent CS Gojek menolak mentah-mentah permintaan refund dan bersikeras ini unrefundable. Hingga saya insisted untuk bicara dengan leader atau supervisor, lalu call saya dieskalasi ke agent lain yang claim dirinya sebagai supervisor.

Feedback yang saya dapat juga sama, justru mereka bersikeras untuk menolak permintaan refund karena sudah based on SOP. Sampai saya tanya, “Lantas kenapa ketika kondisi GoPay tidak ada saldo, baru terima notifikasi recurring failed di H+1? Sedangkan ketika ada saldo, dideduct di hari H di awal-awal jam dini hari?”

Dia jawab, “Ini karena by system.” Bahkan paket Gojek Plus-nya belum ada pemakaian sama sekali juga tidak membuat mereka bergeming untuk membantu customer.

Intinya mereka tidak punya soft skills bagaimana bernegosiasi dalam dealing with customer. Malah mereka yang ngotot ini tidak bisa di-refund. Lalu gunanya ada customer service apa? Kalau ternyata mereka have no empathize with customer dan no effort untuk resolve the problem. Yang bisa dilakukan cuma jawab template dan kaku layaknya autobot AI.

Sangat beda experience ketika contact Grab customer support, setidaknya mereka masih punya customer-oriented service. Lain hal dengan CS Gojek, justru selama conversation malah keep running in circles, kaku, dan tidak ada positive outcome, juga giving no resolution at all dan mereka malah semakin adamant untuk tidak address customer concern.

Bahkan level agent yang claim sebagai supervisor pun tidak ada empowerment sama sekali buat problem solving. Benar-benar really bad experience yang pernah saya alami dengan mereka. Sampai 29 menit call, si supervisor baru effort dan inisiatif create case untuk resolving the issue.

Gak habis pikir dengan workaround mereka ini, di mana tidak ada empowerment, bahkan untuk high-level agent, dan effortlessly untuk membuat isu ini selesai dengan win-win solution.

Jikalau terlalu strict on the rule, zero empathetic dan tidak helpful, ya tidak usah pakai manpower buat customer service. Pakai AI saja, jadi tidak perlu humanis dan personalized jika pada akhirnya tidak membantu customer sama sekali.

Sulistiowati
Yogyakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

13 komentar untuk “The Worst Experience with CS Gojek

  • 9 Januari 2026 - (19:04 WIB)
    Permalink

    Baca artikelnya bikin pusing, sampai tulisan di artikel banyak yang dibuat tulisan miring sama tim redaksi. Karena perkara langganan 9900 rupiah.

    • 11 Januari 2026 - (02:12 WIB)
      Permalink

      Gw emang kikir, masalah buat lo? Klu gw kikir, trus impactnya ke elu bisa bikin lu makin melarat ya? Ini duit gw dan hak gw, mo berapapun nominalnya tetep duit gw dan gw berhak dispute recurring ini. Lu mo bilang gw kikir, miskin dll, bodo amat gak ngaruh jg ke hidup gw. Gak semua hal yg terjadi pada org lain itu salah dari sudut pandang lo.

      1
      2
  • 9 Januari 2026 - (23:13 WIB)
    Permalink

    Itu kan sdh ada tgl. perpanjang kalo takut perpanjang otomatis ya unreg sblm tgl. Mengenai refund itu kebijakan PT gak bisa disamakan

    • 10 Januari 2026 - (16:01 WIB)
      Permalink

      rugi atuh masbroo

      org macam TS ini tidak akan mau kalo disuruh unreg, merasa rugi walau sisa waktu beberapa menit pun tidak akan mau unreg, lbh baik saldo dikosongkan, biar batal otomatis perpanjangan karena tidak ada saldo, ternyata kali ini kecele sendiri, isi saldo berlebih (bisa dibaca dr tulisannya, ts ngaku sadar jika paket akan berakhir, alih2 unreg, ts malah milih opsi akan mengosonglan saldo yg juga lalai dilakukan)

      sekarang ts itu ngotot minta dana dikembalikan padahal di s&k nya ada aturannya

      TSnya lg mempermalukan diri sendiri

      • 11 Januari 2026 - (00:02 WIB)
        Permalink

        🙂 iya ya, mungkin TS menganggap kalo unreg, Subscription yang lagi jalan langsung stop (hangus).
        Padahal, kalo pengen langganan hanya satu periode, abis bayar langsung Cancel/unreg aja.

        Cancel tidak berarti menghanguskan langganan yang sudah dibayar, tapi hanya membatalkan subscription periode berikutnya (non aktifkan auto-renewal).

        Subscription yang sudah dibayar bersifat non-refundable (ada dalam S&K).
        Keputusan Subscription Renew ada ditangan konsumennya.
        Kalau Auto-renew masih aktif, sistem otomatis akan memotong ke metode pembayaran yang dipakai.

        Ini berlaku hampir di semua layanan berlangganan seperti netflix, Vidio, Disney+, Prime Video, dll.

      • 11 Januari 2026 - (02:15 WIB)
        Permalink

        Gw gak merasa malu tuh. Lagian gw gak peduli apa kata lu yg merasa opini lu si paling benar dan sok tau. Ini duit gw dan hak gw, mo berapapun nominalnya tetep duit gw dan gw berhak dispute recurring ini. Lu mo bilang gw mempermalukan diri sendiri, dll, bodo amat gak ngaruh jg ke hidup gw. Gak semua hal yg terjadi pada org lain itu salah dari sudut pandang lo.

        1
        3
        • 11 Januari 2026 - (09:08 WIB)
          Permalink

          TS: …bodo amat gak ngaruh jg ke hidup gw.
          Menurut pendapat saya ada pengaruhnya ke hidup TS, terindikasi bahwa TS menjawab balasan komen dengan marah2.

          Sekali lagi, itu menurut pendapat saya yah.

    • 11 Januari 2026 - (02:19 WIB)
      Permalink

      So what? Does it matter for you in personally? Who tf you think you are?? Ini duit gw dan hak gw, mo berapapun nominalnya tetep duit gw dan gw berhak dispute recurring ini. Lu mo bilang ini soal duit receh remeh temeh bodo amat gak ngaruh jg ke hidup gw. Gak semua hal yg terjadi pada org lain itu salah dari sudut pandang lo.

      1
      3
  • 11 Januari 2026 - (10:55 WIB)
    Permalink

    Anak Jaksel cabang Jogja. Vibes bahasanya udah mendekati Jaksel tapi kikir bin meditnya masi Mbak2 kabupaten lol

  • 11 Januari 2026 - (11:04 WIB)
    Permalink

    Dari nama dan bahasa sepertinya TS Mbak2 Gunung Kidul yang berhalusinasi tinggal di Kemang or Senopati.

  • 11 Januari 2026 - (11:12 WIB)
    Permalink

    Sepertinya TS cocok jadi duta “Bahasa Elit Ekonomi Sulit.” Mari kita dukung!

 Apa Komentar Anda?

Ada 13 komentar sampai saat ini..

The Worst Experience with CS Gojek

oleh Miss dibaca dalam: 2 menit
13