Kecewa dengan Shopee yang Mendiamkan Penipu

Saya menulis ke Media Konsumen karena tidak ada tanggapan dari Shopee dan Shopee mau lepas dari tanggung jawab begitu saja.

Pada tanggal 25 Mei saya mengupload barang dagangan, setelah barang diupload, langsung ada yang beli. Saya langsung respon dan kirim. Sampai di sini salah seller di mana? Lalu pembeli bilang kalau untuk pembelian voucher COD harus diaktifkan. Ok saya aktifkan. Mungkin ada pembaca yang berpikir macam-macam soal COD, sampai sini saya percaya pada Shopee makanya saya tidak ada kekuatiran apapun.

Saya berani, karena COD itu tidak bisa dibatalkan dengan begitu saja. Pembeli tidak bisa membatalkan pesanan secara sepihak atau menolak pembayaran kepada kurir. Kurir harus meminta pembayaran saat itu juga, terlepas barang itu cacat atau tidak sesuai pesanan. Tugas dan tanggung jawab kurir dengan sistem pembayaran COD adalah menerima pembayaran dari pembeli. Kalau misal ingin menolak/ merefund ada caranya lagi. Pembeli harus menyertakan bukti.

Lalu lihat jawaban kacrut Shopee ini.

Dengan seenaknya jawab begitu????

FYI : kerugian saya adalah sebesar 800 ribu. Juga ini yang anda dapatkan ketika anda mendapat masalah di Shopee. Anda harus menjelaskan bolak-balik, dan dibalas dengan email copy paste disuruh menunggu 3×24 jam; untuk kasus penipuan uang, sungguh waktu yang sia-sia. Di Media Konsumen ini malah ada kasus yang tertipu 10 juta di Shopee karena diminta nunggu 3×24 jam.

Setelah nunggu 3×24 jam pun akan dapat jawaban CS yang tidak mengerti apa-apa, padahal kronologis kejadian telah dikasih beserta screenshot; dan harus cerita ulang lagi, diminta menunggu 3×24 jam lagi dan berulang seperti itu. Lalu ini jawaban final Shopee kepada saya, begini??

Mohon kejelasannya pihak Shopee sebagai pihak penghubung. Mohon kembalikan yang sudah menjadi hak saya, karena uang Rp 800.000 sangat berarti bagi saya dan merupakan seluruh modal saya! Juga saya tidak ada melanggar apa-apa, malah langsung melayani pembeli, dan begini jawaban sekenanya dari Shopee?

Melanie
Purwokerto, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:27    Rata-Rata: 3.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

87 komentar untuk “Kecewa dengan Shopee yang Mendiamkan Penipu

  • 7 Juni 2020 - (10:17 WIB)
    Permalink

    Saya memang bukan konsumen marketplace ini, karena itu saya mau tanya, memangnya segala prosedur/fitur yang ada di marketplace ini, sebetulnya aman/terjamin oleh marketplace atau tidak sih? Atau marketplace membuat segala prosedur maupun fitur, tapi lepas tangan dalam arti (1) tidak benar2 diperiksa/diatur sedemikian rupa supaya aman & tidak merugikan semua pihak baik seller maupun buyer; serta (2) tidak menjamin bahwa seller ataupun buyer akan sama2 aman maupun tidak dirugikan; sehingga dengan demikian (3) pokoknya marketplace gak boleh mengalami kerugian, urusan seller ataupun buyer resiko ditanggung masing2 (marketplace gak mau tahu prosedur aman atau tidak, setiap user mesti ngerti & paham sendiri untung rugi setiap fitur yang ada)
    ???

    Saya tahu kalau hacking itu *kadang* kecerobohan user. Saya tahu kalau asal klik pesan WA/SMS itu namanya “bodoh.” Saya tahu kalau transfer langsung ke rekening pribadi tertentu itu “bego.”

    Nah, kasus yang di SP ini bagaimana? Jadi ada fitur COD, tapi tidak boleh diaktifkan (seller mesti tahu)?
    Ini saya serius nanya.

    • 7 Juni 2020 - (13:08 WIB)
      Permalink

      ย (3) pokoknya marketplace gak boleh mengalami kerugian, urusan seller ataupun buyer resiko ditanggung masing2 (marketplace gak mau tahu prosedur aman atau tidak, setiap user mesti ngerti & paham sendiri untung rugi setiap fitur yang ada)
      ???

      Nah, ini dia, pasti ada jawaban kejutan dari shopee yang tidak kita sangka sangka

    • 8 Juni 2020 - (10:45 WIB)
      Permalink

      Buat mbak jamal, dari awal anda komen, anda yang terparah, sampai sampai ada yg mencurigai anda adalah buzzer shopee. Anda dari awal suka menambah nambahkan fakta. Dari awal COD, tidak ada yang berubah, saya juga pernah beli pulsa dan keluarnya cod. Kalau anda bilang saya beramal, buktinya Shopee mengembalikan dana di kasus yang sama persis seperti ini, silahkan dibaca, dipelototi dan yang paling penting dalam membaca adalah memahami https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

      • 9 Juni 2020 - (05:49 WIB)
        Permalink

        Ada kejanggalan dsini, barang baru diupload tapi sudah ada pembeli,,apa lagi nominal transaksi lumayan besar senilai 800rb,,,saya tidak tahu itu murni orderan atau manipulasi order untuk memalsukan informasi penjualan,,,yang jelas pihak shopee ada jaminan dana masih dalam masa garansi ,,jika pembeli belum mengkonfirmasi penerimaan barang, dana akan otomatis diteruskan ke penjual secara otomatis dalam waktu yg telah ditentukan ,,jadi tdk ada ceritanya pembeli menipu / pihak market place gk mau rugi,,,shopee sudah punya sistim seperti itu tdk merugikan ke 2 pihak ( pembeli dan penjual ),,,dan kurir tdk mungkin memberikan barang jika pembayaran tdk dilakukan ( metode COD ) dan barang akan di return kepenjual,,,

        • 9 Juni 2020 - (09:13 WIB)
          Permalink

          Bagus! Lu pinter keblinger tong! Sekarang kalau lu bilang itu kejanggalan. Suruh Shopee show up sini! Sana suruh tong! Suruh shopee show up di sini! Bukti masih banyak! Karena Saya tahu bakal ada orang pintar keblinger yang menyimpulkan demikian! Ini teori semacam teori yg itu itu kan? Tapi kali ini lu sok pintar keblinger tong! Sono lu suruh shopee show up dulu!

        • 9 Juni 2020 - (09:47 WIB)
          Permalink

          Tong tong tong kayanya lu gak bisa baca deh, “kurir gak akan memberikan barang” emangnya apa yg dibeli pembeliii ituuuuu? Ini orang asal jeplak, dan gak lulus dalam membaca!

          • 9 Juni 2020 - (10:13 WIB)
            Permalink

            Nama tokonya di shopee apa,,,?? Saya cari nathallieschultz kok gak ada,,,aku pingin lihat produknya, siapa tau klo saya tertarik bisa order.

        • 9 Juni 2020 - (11:38 WIB)
          Permalink

          Atau gini aja deh mas, dibalik aja, mas aja yang upload pulsa, setelah itu mas kasih tahu toko mas di sini, nanti kita kita yang di sini maupun penipu penipu yang sudah pasang mata beramai ramai beli di toko mas pakai cod. Terus mas buktikan sendiri teori mas itu, yang shopee tidak mungkin bla bla bla, shopee sudah punya system bla bla bla, garansi shopee, tdk mungkin ada penipuan, kalau ada penipuan berarti belum begitu mengenal, I DARE YOU to buktikan teori mas itu sendiri

          • 9 Juni 2020 - (18:19 WIB)
            Permalink

            Dari awal diberi pendapat bukannya evaluasi malah ngatain pinter keblingerlah ,,,ini bukan teori tapi saya memberi tahu kenyataannya,,,saya cuma ingin tahu toko sampean seperti apa,,,jika ini bukan postingan komplain belaka,,,jika shopee tdk menguntungkan terus kenapa banyak orang sukses berjualan d shopee banyak toko mereka ribuan menggapai predikat star seller,,,jika saran selalu ditolak bagaimana anda bisa berkembang,,,selalu merasa sok bnar,,,anda tidak peantas berbisnis e commerce,,,memberi informasi nama toko saja sudah merasa takut dan mikir yg nggak nggak,,,ngomong sama mindset bukan pebisnis seperti anda tidak akan ada ujungnya karena bagaimanapun saran dan kritikan tidak akan menjadikan diri berevaluasi karena selalu merasa sok benar.

          • 10 Juni 2020 - (01:35 WIB)
            Permalink

            Kenyataan apa mas??? Kalau mas mencurigai saya memanipulasi, mengapa shopee yang sudah saya laporkan besar besaran di sini tidak berani melapor ke polisi? Ini kasus bukan kali ini saja lho, saya juga telah berbicara dengan korban korban lainnya, saya harap mas bukan orang shopee. Kalau mas ingin tahu, mas coba upload deh item pulsa, nanti mas akan tahu yg kami alami. Terus saya bukan tidak ingin memberi tahu mas toko saya, tapi saya takut mas sengaja membeli barang saya untuk sengaja merate bintang 1, pertimbangan saya benar kan? Saya tidak jualan voucher lagi sejak ketipu kasus ini. Tadi saya ditelepon oleh shopee, dia bilang, waktu kamu upload barang, kamu telpon cs shopee ngak? Saya jawab ngak, terus saya tanya balik, kalau kamu upload barang di shopee emangnya kamu telpon cs dulu? Dia jawab iyalah, kalau tidak, fungsi cs buat apa? Cs shopee 24 jam lho, Dia ngomong ke saya kaya gitu. Menurut mas gimana?

    • 7 Juni 2020 - (14:40 WIB)
      Permalink

      Yg nipu pembeli/buyer sedangkan Slogan di shopee itu belanja aman, nyaman dan jaminan uang pasti kembali. Jika pembeli tidak mengklik menerima barang, maka uang balik ke penjual, dan sebaliknya jika penjual tidak mengirimkan barang, maka uang pasti kembali ke pembeli dan transaksi otomatis terbatalkan. Di sini saya selaku penjual, telah mengirimkan barang, tetapi pembeli dengan sengaja tidak mengklik terima. Padahal barang telah diterima. (Semua bukti telah ada di shopee) pembeli juga mengaku sendiri telah menerima. Tapi siapa sangka untuk mencairkan dana ke penjual, pembeli harus klik terima dulu? pembeli sendiri pun mengaku telah menerima, kronologis tersebut mmg belum saya upload di sini, karena telah capek saya komplain pontang panting dari kemarin ke shopee. Dan ujung ujungnya cuma dijawab itu, shopee menyuruh saya tingkatkan komunikasi ke pembeli. Sedangkan pembelinya dengan sengaja tidak klik terima. Jadi yg saya komplain sekarang, jawaban shopee yg seadanya. Padahal slogannya belanja aman, nyaman dan jaminan uang kembali. Bahkan penipu tersebut juga bilang kepada saya, tenang , uang pasti cair, kan udah dibayar. Dan di sini shopee tidak berbuat apa2, padahal penipu tersebut menipu dengan memanfaatkan aturan shopee dan menipu di plattform shopee

      • 9 Juni 2020 - (05:55 WIB)
        Permalink

        Anda penjual baru kayaknya d shopee,,,jika pembeli tdk konfirmasi penerimaan barang,,,dana masih dalm masa garansi,,,akan tetap diteruskan kepenjual dlm waktu 2 – 3 hari sejak barang ditrima ( resi tatus pegiriman terakhir ditrima ),,,belanja dishopee memang aman dan nyaman,,,anda saja yg belum paham,

    • 7 Juni 2020 - (15:30 WIB)
      Permalink

      Tadi belum saya upload secara lengkap, karena ingin melihat sejauh mana niat baik shopee, karena shopee juga telah tahu masalah ini, bukti pembeli telah menerima telah ada di shopee

  • 7 Juni 2020 - (14:24 WIB)
    Permalink

    Bingung juga, nipunya gmn emang. Kurir gk akan kasih barang klo blm dibayar, seller gk akan dpt bayaran klo kurir gk dapat uangnya. Klo buyer gk mau bayar, barang dikembalikan ke seller dan kena denda pengiriman. Setau saya gitu, dan cenderung merugikan seller jk buyer nakal.

    • 7 Juni 2020 - (15:06 WIB)
      Permalink

      Barangnya itu telah diterima, Pembeli telah menerima. Nah sewaktu saya bilang ke cs shopee bahwa pembeli telah menerima, (dengan menyertakan bukti pembeli telah menerima barang), cs shopee menyarankan saya untuk mengirimkan lagi, ya sudah saya turuti, supaya pembeli dapat mengklik penerimaan barang, sesuai saran cs shopee, tapi pembeli tidak mau klik. Kasus serupa ini juga pernah dilaporkan di media konsumen. Saya akan upload part 2 nya berupa bukti telah mengirimkan barang ke si penipu, pengakuan si penipu yg telah menerima barang, perkataan si penipu yg bilang uang pasti cair, karena telah dibayar (di sini si penipu memanfaatkan sistem shopee) dan jawaban shopee yang enteng saja, padahal saya berani kirim 800rb itu karna percaya pada shopee dan penipu tsb juga bilang uang pasti cair krn telah dibayar

      • 7 Juni 2020 - (15:15 WIB)
        Permalink

        Di Shopee Jika pembeli tidak mau klik terima, secara otomatis akan terselesaikan dlm jangka waktu sktr 2 hari.
        Nah, skrg status pengiriman d Shopee apa? Delivered atau apa.
        “Mengirimkan lagi” ini maksudnya apa yg dikirim lagi? Notifikasi konfirmasi penerimaan ke buyer??

        • 7 Juni 2020 - (15:56 WIB)
          Permalink

          Barangnya itu telah diterima gan, makanya saya aneh apanya lagi yg musti dikirim? Lalu saya kasih tahu ke cs shopee, dan screenshot pengakuan pembeli yg telah menerima barang. Lalu shopee bilang barang tetap harus dikirim untuk menghindari pembatalan, ya sudah saya turuti untuk menghindari pembatalan. (Saya mengirimkan voucher lg, utk formalitas penghentian pembatalan) Seperti yang telah diduga duga, pembeli sengaja menolak, (karena barang telah dia terima) dan penipu tsb bilang kepada saya uang pasti cair karena telah dibayar (di sini dia menipu memanfaatkan system shopee) yg anehnya shopee is okay, padahal data si penipu ini ada di shopee lho. Artikel surat pembaca ini mmg belum saya upload selengkap lengkapnya gan, pertama, karena shopee telah mengetahui masalah ini, saya mau lihat seberapa niat baik shopee jika kita sengaja tidak upload lengkap lengkapnya, kedua, saya juga ingin memperlihatkan ke pembaca bahwa korban penipuan di shopee yg sdh menjadi korban harus bersusah payah menggugat, menulis, mengscreenshot, mengcapture, & menjelaskan secara bolak balik ke shopee yg ditanggapi secara enteng sampai harus ke media konsumen, padahal kronologis dan screenshot kejadian telah ada di shopee, kalau ada niat baik, tentu saya selaku korban penipuan tidak perlu capek capek seperti ini, hilang uang, waktu & tenaga karena percaya dgn iklan aman, nyaman dan jaminan uang kembali. Jika ada masalah anda akan capek setengah mati. (Kronologis & screenshot telah ada di shopee) tapi saya akan upload part 2 nya. Jadi korban penipuan di shopee cape banget kan? Slogannya mmg belanja aman, nyaman & uang pasti kembali, tapi ketika anda jadi korban penipuan, gugatnya capek setengah mati #publikwajibtahu

          • 20 Juni 2020 - (01:03 WIB)
            Permalink

            Tapi memang begitu prosedur nya kan mba. Memang penangannya shopee lebih ribet dan sangat lama di banding ecommerce sebelah. Cuma emang shopee minta siapa yg punya bukti paling banyak dan kuat. Mohon maaf bukan nya mau nyudutkan. Tp saya juga baru kena tipu salah satu seller nakal di shopee dan hampir 3 minggu saya berjuangnya.

    • 7 Juni 2020 - (15:30 WIB)
      Permalink

      Tadi belum saya upload secara lengkap, karena ingin melihat sejauh mana niat baik shopee, karena shopee juga telah tahu masalah ini, bukti pembeli telah menerima telah ada di shopee

    • 8 Juni 2020 - (08:08 WIB)
      Permalink

      Pusing baca kronologi cerita di atas. Puanjang tapi kurang jelas. Kebetulan saya juga seller. Dulu memang 2×24 jam pembeli tidak klik di terima tanpa komplen dana akan di teruskan ke penjual. Bukannya udh sejak akhir tahun lalu atau awal tahun ini jadi 4 hari ya dana baru bisa cair kalau pembeli tidak klik terima.
      Jualan voucher bayarnya COD nominal 800rb. Pembeli bilang udh di terima di tunggu aja dana pasti cair.
      Penjual g sabaran komplen trus. Yang g masuk akal ngapain kirim ulang 2 kali. Sungguhan baru baca di media konsumen paling sulit saya mengerti komplen ini

      Seharusnya alurnya pembeli beli,, barang di kirim, (hoki”an dpt Pembeli yang langsung klik terima kalau g di klik ya sabar nunggu max 4 hari dana otomatis masuk) udh gitu kn?

      Trus ngapain kirim voucher ke 2? Asli g paham hahahha

      Ini penipunya siapa si ๐Ÿ˜‚

      • 8 Juni 2020 - (08:28 WIB)
        Permalink

        Dibaca baik baik mbaaaakeeee, Ini dari tanggal 25 MEI jadi udah hampir 3 mingguan, kalau saya yang menipu si Shopee udah muncul di sini mbaaaaaakeeeee, dan ini bukan kasus pertama mbaaaaaakeeeee, ini kasus sebelumnya yang persis sama mbaaaaakeeee https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

        Mbakeeee sulit mengerti lalu mbake ngatain orang penipu? Tolol kuadrat

        • 8 Juni 2020 - (09:26 WIB)
          Permalink

          Siapa suruh upload setengah”. Komplen kok setengah”. Orang kasih respon di kata tolol. Gila kali ya. Pantes shope males ngurus. Toxic nya kelewatan. Bales sekali di timpukin berkali” wkwkwk
          Siapa yang ngatain lu nipu? Ada jalur hukum buktiin di mata hukum kalau gw ngatain lu penipu. Kalau enggak sama aja fitnah. Masuk pencemaran nama baik. Siap” aja

          Seemosi”nya gw g bakal tolol”in org. Di sini jg banyak yg g paham sama penjelasan lu yg belibet. Kalau alurnya jelas org jg langsung nangkep. G perlu nanti” bakal di upload part 2 wkkwkwk

          Moga masalah lu segera kelar. Biar g makin toxic ๐Ÿ’ƒ

          • 8 Juni 2020 - (09:33 WIB)
            Permalink

            Setengah setengah gimana? Itu singkat, padat, dan jelas! Kalau gua upload lengkapnya, kamu bisa tambah gak jelas lagi, itu sudah saya perkirakan! Sekarang yang mau saya komplain itu shopee, bukan penipunya! Penipunya itu urusan shopee! Walaupun tidak seluruhnya itu sudah sangat jelas, kalau mbak baca baik baik. Di awal kalimat saya ada bilang pada tanggal 25 mei, itu awal lho! Dan mbak bilang saya tidak sabaran, mbak juga bilang saya penipu! Saya jawab mbak logika dan otak dipakai, kalau saya nipu, shopee sudah muncul di sini, apa saya salah?

          • 8 Juni 2020 - (09:42 WIB)
            Permalink

            Gua kasih respon lu juga katain gua nipu! Iya gua tau lu mau ngeles lu cuma tanya, ya saya juga tanya balik yg tolol siapa? Gua di kalimat pertama dah bilang tanggal 25 mei, lalu ada yg tanya di sini penipunya siapa? Dan saya dibilang gak sabaran, Ya saya tanya balik yg tolol siapa? Mau mbak dikatain penipu sama org yang membaca tapi tidak ngerti apa yang dibaca?

          • 8 Juni 2020 - (09:43 WIB)
            Permalink

            Kalau saya g teliti baca tanggalnya. Seharusnya kamu juga teliti bedain kalimat ngatain sama tanda tanya

            Kalau mau ngatain saya logika dan otak di pakai g masalah tp jgn ngatain tolol udh g sopan bgd
            Apakah km setiap mediasi suatu masalah jika beda pendapat langsung keluar kata” mutiara itu??

            Kita debat jg g nyelesein masalah mu. Moga shope segera kasih respon atas komplen km

            Dah gw mau kerja lagi orderan overload

            Selamat hari senin, semoga sehat selalu

          • 8 Juni 2020 - (09:48 WIB)
            Permalink

            Yah ayo kita ke jalur hukum mbak! Saya ada bukti saya komplen ke shopee dengan sopan! Semua email masih saya simpan! Ayo kita ke buktikan ke jalur hukum kalau saya toxic! saya tanya shopee baik2, saya org yg teliti dan tahu cara claim! Jadi ayo kita buktikan ke pengadilan kalau saya toxic! Saya jg emosi karna mbak bilang saya gak sabaran terus mbak tanya yg nipu siapa? Ya saya tanya balik yg tolol siapa? Kenapa saya timpuk mbak berkali kali? Kalau saya timpuk mbak dalam 1 paragraf, saya takutnya mbak gak ngerti!

          • 8 Juni 2020 - (11:36 WIB)
            Permalink

            Oke mbak di tunggu. Data” saya lengkap. Kalau mau jalur hukum monggo. Saya tunggu

      • 8 Juni 2020 - (08:37 WIB)
        Permalink

        Dibaca baik baik mbuaaaakkkeee, voucher ke 2 itu suruhan cs shopee! Kalau lu tanya yg nipu siapa? Sekarang saya tanya balik mbuakeeeee yg tolol siapa????? Voucher ke 2 itu suruhan cs shopee! Nih kasus yg sama persis kalau kamu sulit memahami https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

        Di situ juga diminta kirim fisik mbuaaaaakkkkkkeeeeeee, sana baca dulu, sekarang yang tolol siapa hah? ๐Ÿ˜‚

      • 8 Juni 2020 - (08:52 WIB)
        Permalink

        Gak sabaran???? Ini dari tanggal 25 Mei mbuaaaaakeeee, lu baca ngak sih? Dan lu baca ngak tanggapan shopee? Logika saja, kalau mmg akan terkonfirmasi otomatis, shopee gak akan bilang tingkatkan komunikasi dengan pembeli. LOGIKA DIPAKAI !

      • 8 Juni 2020 - (09:07 WIB)
        Permalink

        Gak sabaran? Ngapain dikirim 2 kali? Itu sudah dari tanggal 25 Mei , ngapain dikirim 2 kali???? Tuh sudah dijelaskan atas permintaan cs shopee! Kalau gua nipu, tuh shopee sudah nongol di sini, LOGIKA & otak dipakai. Ada marketplace besar yg mau dikata katain sampai dimasukkin ke media gitu kalau gak salah? LOGIKA & OTAK DIPAKAI

  • 7 Juni 2020 - (15:29 WIB)
    Permalink

    Tadi belum saya upload secara lengkap, karena ingin melihat sejauh mana niat baik shopee, karena shopee juga telah tahu masalah ini, bukti pembeli telah menerima telah ada di shopee

    • 7 Juni 2020 - (18:23 WIB)
      Permalink

      Skrg status pengirimannya di app sopi apa?? Dn sblmnya diceritakan harus mengirim ulang, pdhl tdk mungkin resi yg sama digunakan 2x?
      Status delivered itu pemberian kurir.
      Jk kurir menyatakan belum terkirim maka status msh dlm pengiriman. Saran datangi kurir yg digunakan utk klarifikasi status pengiriman.

      • 7 Juni 2020 - (19:04 WIB)
        Permalink

        Sekarang status di shopee barang dikembalikan ke penjual (entah apa yg dikembalikan/karena barang telah diterima) tunggu part 2, yang bukti barang telah diterima, terima kasih atas pertanyaan pertanyaannya, semua akan diupload ke part 2. Jika ada pertanyaan, silahkan komen (biar tidak kelupaan diupload di part 2) terima kasih atas tanggapannya

      • 7 Juni 2020 - (20:34 WIB)
        Permalink

        Skrg status pengirimannya di app sopi apa?? Dn sblmnya diceritakan harus mengirim ulang, pdhl tdk mungkin resi yg sama digunakan 2x?
        Status delivered itu pemberian kurir.
        Jk kurir menyatakan belum terkirim maka status msh dlm pengiriman. Saran datangi kurir yg digunakan utk klarifikasi status pengiriman.

        Resinya sama. Resi yang tidak sesuai dengan yang tertera di nomor pemesanan mana mau Shopee ngurus. Resi yang sama untuk pemesanan yg terkait. Status dalam pengiriman, dan bisa dibalikkan jika pembeli tidak mau terima. Coba saja sis upload voucher biar bisa mengetahui pengalaman yg saya alami. Kasus yg persis serupa ini juga telah ada di media konsumen

  • 7 Juni 2020 - (16:08 WIB)
    Permalink

    Brrti ngirim pertama COD diluar sistem Shopee (alias resi manual)?? Jk dluar sistem tentu sopi tdk ada tnggung jawab. Klo sesuai prosedur Shopee status pengiriman pasti delivered dan nnti dana masuk ke akun.
    Skrg jk sdh kirim ulang sesuai prosedur pengiriman sopi, tinggal tunggu status delivered aja (di aplikasi sopi).
    Maaf ya, kronologis transaksi kurang sy pahami.

    • 7 Juni 2020 - (18:04 WIB)
      Permalink

      Kalau resi manual, saya pasti sudah di skak shopee bahwa mrk tdk bertanggung jawab atas transaksi di luar shopee. Dan pembeli tsb bisa ngomong dana pasti cair karena sudah dibayar karena Itu resi resmi shopee. Jika pembeli tidak klik menerima, walau barang telah diterima, maka tdk delivered, inilah yg menjadi masalah, dan shopee hanya menyarankan tingkatkan intensitas komunikasi dengan pembeli, saya selaku penjual mana mungkin nyangka ada surprise seperti ini? Semua org pst menyangka status akan delivered, tapi ini pembeli hrs klik terima dulu (walau barang telah diterima) Kasus yg persis sama ini juga pernah masuk di media konsumen sebelumnya

    • 7 Juni 2020 - (18:21 WIB)
      Permalink

      Akan saya upload part 2 gan, terima kasih atas tanggapannya (saya mmg capek bgt kemarin stlh komplain pontang panting ke shopee jadi saya komplain jawaban shopee yg seadanya dulu ke media konsumen, juga ingin memperlihatkan ke pembaca bahwa jika ada kasus di marketplace anda akan capek komplain setengah mati, cape capean mengcapture screenshot pun tak guna, anda sudah rugi uang, anda harus rugi tenaga dan waktu lagi. Iklannya mmg jaminan uang kembali, tapi proses pengklaimannya itu lho, kasus yg sama persis ini juga telah pernah dimuat di media konsumen, tunggu part 2 nya

  • 7 Juni 2020 - (19:56 WIB)
    Permalink

    Yg sy tangkap :
    โœ“ Pengiriman pertama (resi resmi shopi), jk saat itu status kurir delivered, brrti sdh diterima, dan tdk mungkin bisa kirim yg kedua dgn nmr resi yg sama.
    โœ“ Namun jika pengiriman pertama status “msh menunggu pengiriman”, tp agan mengirimkan lagi yg kedua kalinya dgn resi yg sama, maka pengiriman yg kedua yg dianggap. Seharusnya ini tdk bs terjadi jk tdk ada error sistem di kurir.
    โœ“ Jk Barang yg dikembalikan adlh kiriman kedua, tentu saja penerima menolak, karena harus membayar lagi 800rb. Namun jk yg dikembalikan adlh kiriman pertama brrti penerima menolak membayar.
    โœ“ Tentunya dikurir ada Cctv dan tracking pengiriman yg pertama dn kedua, semua pasti ketahuan dimana “salah” nya, jaman ini semua jejak digital terekam.
    โœ“ Pelapor harus bisa menunjukkan nomor resi pengiriman pertama dan kedua, karena klarifikasi utama adalah dipihak kurir selaku pengantar dan penerima dana COD. Keputusan Sopi pun mengacu pada status kurir, Krn sopi pun tdk menerima dana COD jk status kurir tdk delivered.

    Diteliti lagi alur transaksi nya, Semoga ketemu salahnya dan segera terselesaikan.

    • 7 Juni 2020 - (20:57 WIB)
      Permalink

      Kalau DELIVERED, berarti kasus saya sudah selesai dan tidak berakhir di media konsumen. Kalau sudah diterima (dalam artian dia klik) , berarti kasus telah selesai dan saya tidak perlu bersusah payah komplain lagi. Resinya 1 sesuai dengan nomor pemesanan . Benar soal rekam jejak digital, tapi kenapa penipu blm ditindak? Ini kasus yg sama di media konsumen dan dana dibalikkan Shopee. Kasusnya jg sama kaya ini. Soal resi yg ditanya mbak, resi sesuai dengan nomor pemesanan. Dan tidak ada yg di luar itu. Saya tidak mungkin komplain resi lainlah. Nanti saya upload semua yg diminta mbak di part 2, kalau bisa bantu saya teruskan ke shopee lagi itu lebih baik lagi.

      • 7 Juni 2020 - (21:08 WIB)
        Permalink

        Soal resi, barang dll yg ditanyakan itu, semua terkait dengan nomor pemesanan dan tidak ada komplain di luar itu. Dibaca baik baik, ini adalah pembelian voucher dgn tipuan cod

    • 7 Juni 2020 - (21:03 WIB)
      Permalink

      Jk Barang yg dikembalikan adlh kiriman kedua, tentu saja penerima menolak, karena harus membayar lagi 800rb. Namun jk yg dikembalikan adlh kiriman pertama brrti penerima menolak membayar.

      Barang 1, resi 1 (sesuai nomor pemesanan). Ini adalah pembelian pulsa

    • 7 Juni 2020 - (21:19 WIB)
      Permalink

      Siapa yg bilang sudah delivered? Pembeli tidak klik terima, makanya status tidak bisa delivered. Kalau sudah delivered, tidak mungkin saya susah payah nulis di media konsumen

      • 8 Juni 2020 - (09:46 WIB)
        Permalink

        Ceritamu mbulet dn tdk transparan. Awal cerita bilang barang dagangan (pasti by kurir), skrg vocher, vcherpun ada fisik n elektrik. Pengiriman pun tdk dijelaskan rinci nth pke kurir / tanpa kurir.
        Malah yg kasih tanggapan di”gila2″in krn gagal paham. Suwun awkmu sing paling waras, pinter & bener ๐Ÿ™‚

        • 8 Juni 2020 - (09:59 WIB)
          Permalink

          Di shopee semua dikatakan barang dagangan, saya juga bilang bahwa barang langsung dikirim dan pembeli sudah menerima, terus saya bilang ke cs bahwa pembeli sudah menerima, ini gimana? Terus cs bilang dikirim lagi untuk menghindari pembatalan, yah dari situ harusnya ketahuan ini elektrik

          • 8 Juni 2020 - (10:32 WIB)
            Permalink

            Semua olshop sebutnya “produk” ada digital dn fisik dan Ini media konsumen bukan sopi.
            Paham alur dana COD olshop??? (Awalnya pelapor blng COD, gk tau klo cerita berubah lgi).
            Vcher elektrik pake COD ya kepinteren, aplg jk vcher elektrik sdh diisi dluan, pembeli/penipu tinggal tolak kiriman kurir + penjual kena ongkir pengembalian.
            Dan terakhir yg saya tangkap :
            Pelapor hanya 1x mengirim secara resmi menggunakan resi sopi ke kurir sebagai syarat COD bukan 2x sprti yg diceritakan.

            Jika dongeng sy benar, brrti selamat anda sudah bersedekah ๐Ÿ™‚
            Jk sy keliru, ya maaf kn “gila” ๐Ÿ™‚

  • 7 Juni 2020 - (21:21 WIB)
    Permalink

    โœ“ Tentunya dikurir ada Cctv dan tracking pengiriman yg pertama dn kedua, semua pasti ketahuan dimana โ€œsalahโ€ nya, jaman ini semua jejak digital terekam.

    Tanggapan :

    Duh, sudah diceritakan ini pembelian voucher

  • 8 Juni 2020 - (02:24 WIB)
    Permalink

    Jadi mbak molly ini jual voucher, voucher apa kah
    Emang jika beli voucher bisa COD
    Bukannya biasanya langsung kirim kode voucher nya..

    • 8 Juni 2020 - (06:35 WIB)
      Permalink

      Yah makanya itu kak, saya ketipu. Kode voucher sudah langsung kukirim, voucher pulsa. Nah, si pembeli/penipu itu bilang, kalau untuk pembelian pulsa, cod harus diaktifin. Karena saya pernah membeli pulsa di shopee juga, saya pikir itu cuma metode pengiriman, toh untuk penjualan pulsa kan yang penting kita sudah kirim dan pembeli sudah terima, sistem & slogan shopee kan begitu, jaminan aman, nyaman, dan uang pasti kembali, itu kan iklannya, saya juga pernah beli pulsa, terus keluar cod, tapi saya klik terima, tapi pembeli saya ini tidak mau klik terima, di sinilah masalahnya, dan shopee cuma menyuruh saya tingkatkan intensitas komunikasi dengan pembeli. Kasus yang persis sama ini juga pernah dikomplain di media konsumen sebelumnya, ini kak, kasus sebelumnya https://www.google.com/amp/s/mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu/amp

      • 8 Juni 2020 - (06:52 WIB)
        Permalink

        Itu ribet sebenernya.
        Soalnya hal yg paling rawan kena d shopee itu soal jual voucher, top up dan sejenisnya

        Tp yg jadi heran juga bukannya 2×24 jam pesanan harusnya ter terima otomatis.

        Kecuali kalo pembeli pun melakukan hal yang sama komplen ke shopee misal pesanan tak sampe, kode voucher salah dan sejenisnya

        Tp si mbak nya komplen ke shopee cuma d suruh nunggu dan nunggu bahkan di jawab pake robot..

        • 8 Juni 2020 - (07:18 WIB)
          Permalink

          BENER KOMENTAR MAS ZAIN, ini juga yang ada di pikiranku waktu itu, makanya gua gak masalah waktu itu, pembeli mau minta jne kek, jnt kek, cod kek, it’s ok, karena ini yg di pikiran gua dan mayoritas pengguna shopee juga berpikiran seperti ini

          “Tp yg jadi heran juga bukannya 2ร—24 jam pesanan harusnya ter terima otomatis.”

          Ini yang jadi pemikiran saya juga, makanya saya berani jualan di sana, toh setelah 2×24 jam pembeli tidak komplain, dana langsung lepas. Pembeli di screenshot percakapan juga mengaku bahwa barang telah diterima, dan bilang ke saya dana pasti cair karena sudah dibayar. (Berarti dia nipunya ini pakai system & nama shopee) & shopee it’s ok saja dikatain gitu, apakah shopee menyediakan wadah? It’s ok nipu kaya gitu? Semua pengguna shopee tuh taunya system shopee system kaya gitu, siapa nyangka ada kejutan tambahan bahwa pembeli harus klik terima dulu baru dana bisa cair? Siapa menyangka kejutan mengejutkan seperti ini?

          • 8 Juni 2020 - (14:38 WIB)
            Permalink

            Tp yg masih mengganjal

            Bagaimana pembeli melakukan itu semua,
            Terlebih cs Shopie nyuruh kirim ulang..

            Mungkin kah pembeli berpura-pura jadi korban
            Dengan mengadu ke cs Shopie pula,

            Trus pengiriman kedua di tolak pembeli, sebab dah dapat yg pertama’

            Ouh ya soal sistem shopee kadang eror emang
            Kadang beli ovo, diamond dan sejenisnya bisa muncul fasilitas COD,namun ketika aplikasi d refresh sistem COD hilang lagi

            Bahkan ketika melakukan pembelian pun terkadang harganya tak sesuai ketika cek out,
            Kadang voucher pembelian pun tak bisa d klik’…

            Seperti nya pembeli kala itu gerak cepat ketika sistem COD mbak aktif

          • 8 Juni 2020 - (14:49 WIB)
            Permalink

            Dan saya pernah baca di situs apa aku lupa intinya sama seperti media konsumen
            Di situ banyak keluhan seller yg memakai sistem COD,,

            Aku sih jarang pake COD lebih seneng pake saldo jika melakukan transaksi,d samping lebih banyak voucher diskon juga,,

          • 8 Juni 2020 - (16:56 WIB)
            Permalink

            Saya yakin byk kasus serupa kasus ini yg korbannya malas lapor, kalau kita tdk lakukan seperti yg disaranin, nanti pasti dijadikan kesempatan nyalahin kita, ya sudah kita lakuin, kita kirim lagi sesuai saran cs shopee. Hasilnya tetap disarankan tingkatkan komunikasi dengan pembeli. Makanya saya lapor ke media konsumen. Masa perusahaan sebesar ini, asal banget? Link yg di sini juga diminta kirim ulang lagi berupa fisik, ini kasus yg serupa https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

        • 8 Juni 2020 - (16:44 WIB)
          Permalink

          Tidak mas zain, akun pembeli tersebut sudah di non aktifkan shopee, artinya shopee sudah mengakui akun tersebut nipu

          • 8 Juni 2020 - (16:58 WIB)
            Permalink

            Kalo cuma di nonaktifkan sih masih bisa bikin lagi..
            Lalu gimna dengan dana yg harusnya masuk ke akun mbaknya
            Trus kelanjutannya gimna

        • 9 Juni 2020 - (08:20 WIB)
          Permalink

          Yang penting shopee telah menonaktifkan, artinya shopee telah mengakui akun akun tersebut mmg fraud. Dananya belum dikembalikan sampai sekarang, tapi ylki bilang, semua yang terjadi di marketplace tersebut adalah tanggung jawab marketplace tersebut, jika tidak, berarti menyediakan wadah penipuan, saya yakin banyak yang mengalami kasus serupa ini mbak, tapi susah komplainnya, karena shopee beranggapan itu cod, tapi yg jadi pertanyaan, mengapa shopee meminta saya mengirimkannya secara fisik? Setelah dituruti pun percuma, saya yakin banyak kasus serupa ini, cuma susah komplainnya, makanya saya menulis di media konsumen ini

  • 8 Juni 2020 - (06:03 WIB)
    Permalink

    Namun jika pengiriman pertama status โ€œmsh menunggu pengirimanโ€, tp agan mengirimkan lagi yg kedua kalinya dgn resi yg sama, maka pengiriman yg kedua yg dianggap. Seharusnya ini tdk bs terjadi jk tdk ada error sistem di kurir.

    Ini voucher, barangnya sudah sampai

  • 8 Juni 2020 - (09:50 WIB)
    Permalink

    Ini saya juga ngalami, kerugian 1 jt lebih. Pulsa juga, Seharusnya kalau cod tidak boleh dipakai kan tidak bisa diaktifkan untuk penjualan pulsa. Ini kita sdah jual lewat jalur yang tepat dan fasilitas yang disediakan.

    • 8 Juni 2020 - (10:12 WIB)
      Permalink

      Terima kasih atas tanggapannya. Turut simpati atas kehilangan kak steve juga, semoga bisa selesai dan uang kak steve dapat kembali. Ngomong ngomong cerita saya cukup jelas kan? Soalnya ada yang bilang tidak jelas. Tidak saya upload seluruhnya karena cuma percakapan dari penipu tsb yg minta cod, sedangkan yg saya komplain adalah shopee yg seolah olah lepas tangan. Benar kata kakak, kita sudah menjual di jalur yang benar, kalau misalkan tidak boleh, kan otomatis tidak bisa diaktifkan. Saya juga sering beli pulsa, pernah dapat yg cod juga, tapi saya klik terima berhubung pulsanya sudah sampai, tapi pembeli saya kali ini ngak, dan saya diminta tingkatkan komunikasi dengan pembeli

      • 8 Juni 2020 - (10:38 WIB)
        Permalink

        Sama sama. Saya sudah malas komplain, saya juga diminta komunikasi dengan pembeli. Kalau caranya memang begitu harusnya shopee tidak menyediakan jasa pengiriman yang begini

    • 8 Juni 2020 - (10:23 WIB)
      Permalink

      Tambahan lagi, Walau itu barang elektrik yg tidak dipahami sebagian orang, tapi di shopee itu ttp dikategorikan barang dagangan. Mmg tidak saya tulis dengan jelas, tapi shopee yg saya komplain, pastinya tau kan? Benar ngak kak steve?

        • 8 Juni 2020 - (11:02 WIB)
          Permalink

          Antara buzzer atau emang rada, oh iya untuk korban penipuan untuk kasus serupa ini, gak usah dibaca postingan jamal, ini adalah kasus persis serupa yang pernah dimuat di media konsumen dan dananya akhirnya dikembalikan shopee https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

          Seperti yg stevenv bilang kita sudah menjual di jalur yang benar dengan fasilitas yang disediakan. Kalau dari saya sendiri berpendapat dan ini didukung oleh ylki juga, semua kejahatan yang terjadi di marketplace yang bersangkutan adalah tanggung jawab marketplace tersebut, jika marketplace tersebut menolak bertanggung jawab, artinya marketplace tersebut menyediakan wadah penipuan

        • 8 Juni 2020 - (12:32 WIB)
          Permalink

          Keterangan tambahan : kata kata untuk pembelian voucher itu adalah kata pembeli. Pembeli bilang untuk pembelian voucher cod harus diaktifkan, ini juga untuk menjawab pertanyaan bagi yg bertanya nipunya di mana?

  • 8 Juni 2020 - (13:50 WIB)
    Permalink

    halloo ka molly, kk baru jual dishopee ?? kenali dulu shopee, maka tdk terjadi kesalahpahaman…

    sy paham dengan permasalahan kk, sistem COD hnya via JNT saja dan itu sudah ada resi otomatis dr shopee.

    kalau barang sudah dikirim pasti berubah status “kirim” dan disitu juga ada resi dan tracknya kan? jd bs dilacak, apabila pesenan sudah diterima pasti ada notifnya juga. permsalahan kk ini COD dan uangnya masih ada dishopee sedangkan barang sudah diterima dengan konsumen. yang penting itu ada notif “pesan diterima” itu artinya barang sudah diterima dan sudah dibayar via kurir, kalau pembeli tdk mengklik pesenan diterima jangan khawatir uang tdk masuk dishopeepay. karena semua pesenan dikirim dan diterima, walaupun pembeli tdk mengklik terima barang, uang akan tetep masuk ke shopee pay krna setiap pesenan ada jatuh temponya masing2 masuk ke shopee pay. dan pembeli tdk mengklik terima barang bukan berarti uang tdk masuk ke shopee pay. jd pembeli mengklik terima pesenan itu agar uangnya cepat masuk ke shopee pay dan bikin modal alias dimuter2in.

    jangan khawatir shopee tdk ada nipu2, sy jualan 4thn tdk ada namany penipuan dishopee, kalau ada yg blg penipuan itu kurang mengenali shopee saja. terima kasih semoga bermanfaat dan apabila ada kesalahan dlm penulisan mohon maaf.

    • 8 Juni 2020 - (14:28 WIB)
      Permalink

      Ini sudah 3 mingguan, untuk COD resi tidak bisa berubah otomatis, sedangkan barang telah diterima, dan shopee tidak mau tahu, padahal ini bukan kasus pertama kali. Kalau seperti yang kakak katakan, shopee pasti sudah jawab saya supaya tidak usah khawatir, dana pasti dicairkan, shopee tidak ada bilang gitu, justru shopee menyuruh saya berkomunikasi dengan pembeli supaya dana dapat dicairkan, sedangkan penipu tersebut menipu memanfaatkan system shopee seperti yang kita kita sudah tahu, penipu tersebut juga bilang, jangan kuatir, dana pasti cair, kan udah dibayar. Semua orang yang mengenal shopee pasti berpikir begitu kan? Saya yakin korban serupa masalah ini banyak, tapi mereka tidak tahu bagaimana harus melapor, ini sudah 3 minggu dan shopee lepas tangan. Ditunggu saja part 2 nya yang pembeli telah menerima. Saya kmrn capek soalnya. Semua yg terjadi di marketplace adlh tanggung jawab marketplace sbgi penyedia jasa, kalau menolak bertanggung jawab apalagi si penipu tsb bilang jgn kuatir uang pasti cair krn sudah dibayar (dia nipu pakai aturan shopee yg kita kita semua tahu aturan shopee seperti itu) siapa pun bakal ketipu dan shopee cuma menyuruh saya tingkatkan komunikasi dengan konsumen

      Kasus yang sama telah dimuat di sini sebelumnya (saya yakin korbannya banyak) https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

  • 8 Juni 2020 - (14:14 WIB)
    Permalink

    Begini kak, saya jelasin lagi, barangnya sudah diterima konsumen, tapi status di jnt, barang dibalikkan kepada saya, dan pembeli menolak barang tersebut. Saya juga telah berjualan 5 tahun di shopee dan paham system shopee. Dan seperti yang kakak bilang, di shopee tidak ada penipuan. Itu juga pikirku kak, tapi kasus yang sama pernah dimuat di media konsumen, dan banyak korbannya di situ, silahkan dibaca kak
    https://mediakonsumen.com/2020/02/10/surat-pembaca/kecewa-dengan-pihak-shopee-yang-seolah-membiarkan-konsumen-penipu#comment-42566

  • 8 Juni 2020 - (16:12 WIB)
    Permalink

    harus nya memang pihak shopee mulai menindak tegas seller spt itu, karna saya pun sudah beberapa kali tertipu oleh seller2 shopee. sepertinya ini kesalahan pihak shopee yg kurang ketat dalam menyeleksi seller nakal

  • 6 Juli 2020 - (12:00 WIB)
    Permalink

    Sebelum berkomentar dan menulis di Media Konsumen, sebaiknya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa berjualan Token Listrik, Voucher Pulsa, Uang Digital seperti OVO, DANA, DLL di Shopee itu tidak boleh dan dilarang. Jadi penjual yang menjual pulsa, topup uang virtual itu sudah melanggar aturan Shopee terlebih dahulu.

    Kenapa penipuan ini bisa terjadi ? Karena Sistem di Shopee dibuat untuk mengikuti alur pengiriman barang berupa “Pesanan Masuk oleh Pembeli” โ€“ “Pembuatan Kode Booking oleh Penjual” โ€“ “Penyerahan Paket ke Ekspedisi” โ€“ “Pengiriman Paket Oleh Ekspedisi” โ€“ “Penerimaan Paket Oleh Konsumen” โ€“ “Konfirmasi Penerimaan Paket Oleh Konsumen” โ€“ “Dana diteruskan ke Penjual”.

    Sedangkan Anda justru mengirimkan langsung nominal topup ke pembeli, sebelum melalui proses “Penyerahan Paket ke Ekspedisi” โ€“ “Pengiriman Paket Oleh Ekspedisi” โ€“ “Penerimaan Paket Oleh Konsumen”. Anda sebagai penjual seharusnya menunggu paket (dengan Kode Booking JPxxxxxxxxxx) diatas untuk sampai sebelum mengisi Saldo Pembeli Anda.

    Penulis artikel ini jelas merupakan penjual baru, dimana dia tidak paham peraturan di platform Shopee. Pelajaran yang bisa kita petik dari tulisan ini adalah, sebelum masuk ke ranah bisnis, utamanya di Shopee, pahami dulu bagaimana sistemnya bekerja agar Anda tidak menjadi korban kepintaran orang lain.

    Dalam kasus ini jelas Shopee tidak akan menanggapi dan berkomentar, justru akun Anda yang kemungkinan akan diblokir karena Anda melanggar peraturan Shopee. Di Platform manapun jika Anda berjualan Voucher, Token Listrik, dll dengan cara seperti itu justru akan jadi sasaran empuk para penipu.

    Not Only Be a Smart Buyer, But Also Be a Smart Seller ya ๐Ÿ™‚

 Apa Komentar Anda?

Ada 87 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Shopee yang Mendiamkan Penipu

oleh Molly dibaca dalam: 1 min
87