Shopee Melindungi Pembeli yang Merugikan Penjual

Pembeli di Shopee dengan akun kurniasih*** telah membeli beberapa produk di toko saya. Setelah barang sampai pembeli memberi bintang 3 tanpa ada keterangan atau alasan apapun. Saya sudah coba chat pembeli untuk menanyakan kendala apa, tapi sampai 1 minggu berlalu tidak ada balasan sama sekali, padahal setiap hari pembeli statusnya online.

Oleh sebab itu saya buat laporan ke pihak Shopee dengan no laporan 90366808 untuk menghapus penilaian yang tidak otentik dan tidak beralasan tersebut.

Setelah beberapa hari saya dapat email jika saya disuruh menunjukkan bukti percakapan kalau pembeli mengizinkan penghapusan penilaian tersebut padahal sudah saya kirimkan bukti chat 1 minggu tidak dibalas sama sekali. Tetapi tetap pihak Shopee berkali-kali memaksa saya mengemis ke pihak pembeli. Padahal seharusnya saya yang menuntut apa alasan pemberian nilai buruk itu???? Tapi justru saya terus dipaksa mengemis. Saya juga berkali-kali sudah sampaikan ke agen live chat tapi hasilnya tetap sama.

Tolong pihak Shopee bersikap bijak, tidak semena-mena terhadap penjual dan mendewakan pembeli.

Yudi Ekasari
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:56    Rata-Rata: 3.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

22 komentar untuk “Shopee Melindungi Pembeli yang Merugikan Penjual

  • 3 September 2020 - (11:02 WIB)
    Permalink

    Maaf, bukannya ngasih bintang berapa pun itu hak masing2? & memang sudah “resiko” kalau ketemu orang yang “model begitu”?
    Contoh saja, kalau Anda user ojol, siapa yang bisa & boleh memaksa Anda harus ngasih bintang 5 ataupun tidak?
    Sebaliknya kalau Anda driver ojol, emang bisa Anda memaksa customer untuk ngasih bintang 5?
    Sebagai pembanding saja, apa Anda tahu kalau sebetulnya driver juga disuruh ngasih rating buat konsumennya? Jadi sebetulnya Anda sebagai pemakai ojol, ketika Anda order, keluar tuh rating bintang Anda di layar driver. Nah Anda gak bakalan ngerti/tahu kan, bintang Anda berapa. Siapa tahu ada driver yang sentimen ke Anda, sehingga ngasih bintang 1 sekalipun Anda sudah sangat sopan ke driver, ngomong makasih, bahkan ngasih tips. Sehingga akibatnya nilai total rating Anda juga turun.

    Perasaan di mana2 memang begitu yang namanya anonimitas.

    Sama aja di MK ini nih, tuh ada bintang penilaian, kan suka2 orang mau ngasih berapa.
    Demikian juga komen saya ini, ada orang kasih jempol atas ataupun bawah, emang saya bisa & boleh protes?

    14
    4
    • 3 September 2020 - (17:17 WIB)
      Permalink

      Pembanding tapi tak sebanding. Rating ojol&customer tidak terlihat di publik hanya one by one. Rating di market terlihat publik dan berpengaruh kepada kepercayaan terhadap toko dan barang.
      Saya pun kalau mau beli pasti lihat ratingnya dulu…supaya saya yakin barang yg saya dan service’nya tidak mengecewakan.

      Silahkan di coment sob!!!

      7
      2
      • 3 September 2020 - (19:45 WIB)
        Permalink

        Membandingkan ojol dan penjual memang tidak sebanding tapi Pembeli punya hak memberi berapa bintang. Penjual tidak bisa memaksa harus bintang 5. Bintang diliat oleh publik itu sudah konsekuensi. Penjual gk punya hak mendikte pembeli. Penjualnya ini aja yang cenggeng.

    • 3 September 2020 - (18:53 WIB)
      Permalink

      Terus terang agak geli tangan saya kalau komen begini tidak di tanggepin!

      Ini masalah publik + one by one ! Ayo silahkan debat! Bales!

    • 3 September 2020 - (22:28 WIB)
      Permalink

      @Samuel Wijaya

      Dalam SP ini, penjual bukan tidak mau terima di kasih bintang 3.

      Tidak ada indikasi yang menyatakan penjual tidak terima di kasih bintang 3.

      Namun yang menjadi persoalan adalah tidak adanya Alasan yang menyertainya.

      Tidak ada Alasan otentiknya.

      Secara manusiawi, wajar jika seseorang tidak mau di marahi tanpa alasan.

      Alasan itu penting, sebagai bahan intospeksi demi perbaikan di kemudian hari.

      11
    • 5 September 2020 - (09:52 WIB)
      Permalink

      Sepertinya orang-orang pada komentar ini tidak pernah berpengalaman menjadi penjual di online marketplace. Hey perlu kalian ketahui, bahwa reputasi itu adalah senjata para penjual online untuk bisa bersaing. Akibatnya banyak persaingan tidak sehat (misal penjual lain beli di toko anda lalu memberi anda reputasi buruk, tentunya untuk menjatuhkan toko anda), nah ini yg memang seharusnya dibasmi oleh pihak marketplace. Maka segala reputasi buruk yang tidak beralasan perlu ditindak tegas, demi keadilan penjual dan pembeli.

      3
      1
  • 3 September 2020 - (19:11 WIB)
    Permalink

    cengeng amat kau jd penjual lay
    ane pernah dikasih bintang 1
    pas ane tanya kok bintang 1 apa ada yg salah ya bang
    dianya ngejwb tuh nggak kak cm brgnya gk jd dipakai
    lah anjay gk tuh

    3
    3
    • 3 September 2020 - (22:46 WIB)
      Permalink

      @ mitsaluna

      Kita tidak tahu seberapa seriusnya permasalahan seseorang. Jangan samakan dengan masalah anda.

      Coba bayangkan bila seperti ini kejadiannya.

      Penjual di SP ini hanyalah pelayan toko yang sedang di tanya tanya oleh bos yang punya toko, mengapa penjualan online atas pelayanannya mendapat bintang 3.

      Jadi penjual ini ingin menemukan ‘alasan’ agar bisa menjelaskannya kepada pemilik tokonya.

      Pemilik toko yang bertanya kepada pelayan tokonya. Dan pelayan toko yang bertanya kepada pembeli.

      Pembeli yang diam seribu kata walaupun tiap hari online.

      Sungguh ini bukan masalah biasa seperti anda itu.

      Coba bayangkan jika

      3
      1
  • 3 September 2020 - (20:03 WIB)
    Permalink

    @ Yudi Ekasari

    Tugas anda memang harus menunggu jawaban dari pembeli, tentang alasannya memberi bintang 3 ke produk anda.

    csShopee sudah benar memberikan arahannya. Memang anda sendiri yang harus menghubungi pembeli.

    Beragam alasan pembeli memberi rating rendah, mulai dari,
    1. Kekecewaan kepada respon penjual,
    2. Kekecewaan pada produk,
    3. Kekecewaan pada jasa pengiriman,
    4. dan bahkan hanya semata mata sebagai strategi untuk menjatuhkan toko anda (ini terjadi bila pembeli adalah penjual juga, menjual produk serupa seperti yang anda jual).

    Semua itu tak bisa di hindari. Karena diantara kekecewaan tersebut juga dipengaruhi mood seseorang.

    Agar anda tidak penasaran, jalan satu satunya adalah menunggu jawaban dari pembeli. Dengan menge-chat nya terus menerus.

    Saya mendukung rasa ‘tidak terima’ anda itu, karena memang benar pasti merugikan anda.

    Namun secara pribadi, saya memandang rating 3 tidak terlihat begitu buruk, masih termasuk nilai bagus.

    Menurutku nilai buruk itu di toko yang rating produknya di kisaran 1 sampai 2. Itupun masih bisa tertutupi jika persentase rating 5 sebesar > 80%.

  • 3 September 2020 - (21:13 WIB)
    Permalink

    Kalau saya pribadi harus Instropeksi diri, wah berarti pelayanan saya kurang baik. Tapi kalau memang niat menjatuhkan, whatever lah.
    Yang jelas saya melayani siapa aja dengan semaksimal mungkin.

  • 4 September 2020 - (05:16 WIB)
    Permalink

    Misalkan anda / anak anda sekolah, ada ujian, soalnya sangat mudah (packing orderan juga sangat mudah, pekerjaan sehari-hari). Anda sudah merasa menjawab benar semua pertanyaannya. Tapi guru anda kasih nilai 50 dari 100 (hak guru kan kasih nilai). Dan ketika anda tanya ke guru anda jawaban mana yg salah tapi tidak dihiraukan guru anda. Bagaimana perasaan anda?

  • 4 September 2020 - (06:31 WIB)
    Permalink

    Tandanya barang yang anda kirim kurang sesuai sama yang dia inginkan kalo pengem bintang full playanan juga harus baik

    1
    1
  • 4 September 2020 - (07:09 WIB)
    Permalink

    Mohon maaf nih, ada beberapa pembeli itu yg tergolong “bodoh” dimana dia tidak mau membaca atau memahami deskripsi produk, sudah dijelaskan secara chatpun, nah saat barang sampai tiba-tiba dikasih rating dg alasan yg bodoh pula. Penjual disini posisinya sudah melakukan pelayan yg terbaik loh.
    Bahkan sampai ada yg ngasih rating jelek ke penjual karena kurir, padahal kurir sudah diluar kuasa penjual.

    Disini kalau ada marketplace yg mau membuat sistem yg lebih baik itu bisa jadi nilai plus.

  • 4 September 2020 - (09:43 WIB)
    Permalink

    Sabar bang.
    Saya sebagai penjual di MP juga sering ngadepin seller yg niat menurunkan rating.
    Sore orderan masuk. Langsung proses, dipacking rapi. Dikirim sore itu juga. Tp dikasih bintang 4 tanpa penjelasan.

    Saran aja buat MP, kolom komentar gak boleh kosong

  • 4 September 2020 - (13:36 WIB)
    Permalink

    bingung jg y klo kasih bintang 3 tapi ga coment.
    ga ketahuan masalah apa.
    di chat ga di respon.
    yg ada pengaruhi penjualan.

  • 4 September 2020 - (19:21 WIB)
    Permalink

    Saya pernah dikasih bintang satu … Pembeli beli barang hari rabu sekitar jam 4 pagian masuk notifikasi ke saya … Saya kirim barang antar sendiri ke jne sesuai aplikasi pengiriman yang diminta hari kamis … Biaya pengiriman 7000 karena satu kota … Setelah saya teliti ternyata pembeli salah menuliskan alamat … Harusnya kabupaten tetapi ditulis kota … Saya harus membayar 11.000 ongkirnya (tak apalah)… Barang sudah masuk ke jne hari kamis jam 1 … Saya tak punya kewenangan lagi … Nggak tahu kenapa mungkin barang diterima hari sabtu atau minggu … Endingnya bintang 1 … Saya sabarin saja … Walau rasanya lapak saya jadi sepi …

  • 5 September 2020 - (17:16 WIB)
    Permalink

    Oiya saya belum jelaskan disini tapi ke shopee sudah saya jelaskan,
    Pembeli ini membeli 6 produk berbeda masing2 1 pc dengan total belanja 16.900 untuk 6 produk tersebut dengan free ongkir.
    Order tgl 17 pkl 21.19
    Saya kirim tgl 18
    Sampai bandung tgl 20
    Dan ke 6 produk saya diberi bintang 3 semua, jadi bukan cuma 1 saja, 6 x bintang 3.

  • 6 September 2020 - (08:23 WIB)
    Permalink

    Sebagai salah satu penjual di Platform Shopee, Tokopedia, Lazada dan JD ID, kita cukup berpengalaman dengan hal seperti ini. Masalahnya adalah bagaimana respon kita sebagai penjual setelah kita diberikan bintang 3 atau bahkan bintang 1 tanpa alasan.

    Kembali ke masing-masing toko lagi apakah kita perlu menanggapinya secara berlebihan atau itu merupakan kebebasan dan hak dari konsumen kita. Kenyataannya, pemberian bintang di Platform Jual Beli Online memang adalah hak dari masing – masing customer.

    Di toko kami berapapun bintang yang diberikan oleh pelanggan, kita akan selalu mengulas balik dengan jumlah bintang yang sama ke akunnya. Bisa dilihat beberapa akun pembeli “Bermasalah” akunnya memiliki banyak bintang 1 dari toko – toko lain karena memang ada tipe – tipe orang seperti itu.

    Tetapi kita sebagai toko online harus menekan ego kita demi customer kita, meskipun dengan kesalahan dan ketidakpahaman oleh customer kita. Ada jg indikasi persaingan bisnis seperti yang diungkapkan salah satu akun diatas. Adalah hal yang wajar dalam berbisnis baik di ranah Offline maupun Online

  • 31 Oktober 2020 - (02:26 WIB)
    Permalink

    Initinya gk ngaruh mau bintang bagus/jelek intinya selaku penjual wajib chat comentar..
    Dr yg good and no good…
    W aja beli olshop gk liat bintang intinya di chat fast respon itu yg terbaik..
    Bintang di urusin, yg penting komunikasi u sm pelanggan agar jadi langganan..

  • 23 Juli 2021 - (08:34 WIB)
    Permalink

    ITU YANG PADA JULID BILANG UDH RESIKO LAH, CENGENG LAH GABACA AMPE BERES APA GAK BISA NGERESAPIN MAKSUDNYA SIH? RESAPIN ATUH SI CUSTOMER GAK NGASIH TAU ALESAN BINTANG 3 TEH APA, COBA KALAU DIKASIH TAU JUGA BISA JADI BAHAN EVALUASI BUAT TOKO DIA. JANGAN CUMAN SELLER YANG DISURUH NANGGUNG RESIKO. SURUH CUSTOMER JUGA BELAJAR JANGAN SEENAKNYA KASIH PENILAIAN TANPA ALESAN. KALAU DIWAJARIN TRS CUSTOMER KEK GT GAK AKAN BELAJAR TRS AJA YG DISURUH NANGGUNG RESIKONYA SELLER. MIKIR NETIZEN HERAN.

 Apa Komentar Anda?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Shopee Melindungi Pembeli yang Merugikan Penjual

oleh Yudi Ekasari dibaca dalam: 1 menit
22