Kredibilitas Putusan Admin Pusat Resolusi Tokopedia

Salam Sejahtera,

Hai Tokopedia, kenapa Anda membiarkan pembeli “nakal” berkeliaran di Tokopedia dan membuat keputusan salah, walau sudah saya tunjukkan pembelaan saya via video?

Ijinkan saya mengutarakan kritik dan keluhan terhadap penanganan admin Tokopedia (admin Cahya). Dimulai ketika saya memposting barang jualan saya di Tokopedia berupa Asus ROG Phone 5 dengan kondisi normal dan mulus. Lantas buyer Ade chat ke saya dan menawar harga. Kami membuat kesepakatan dan transaksi dengan permintaan agar dikirim hari yang sama via ojol.

Ketika barang sudah sampai keesokan harinya, pembeli tanya soal tombol navigasi di bawah yang kurang sensitif. Saya bilang mungkin itu kotor, dibersihkan kalau terasa kurang dan silahkan coba aktifkan glove mode. Sampai saat itu buyer tidak respon.

Sampai batas waktu selesai otomatis sistem Tokopedia (5 jam selesai) pembeli tidak ada chat. Namun tiba-tiba dia mengajukan komplain. Seperti biasa saling tektok dan peran admin Tokopedia terlihat memenangkan buyer, karena buyer kasih video soal terkadang miss touching tombol navigasi. Namun saat diminta video unboxing, dia tidak dapat unjukin.

Proses pun menjadi panjang, sampai terpancing emosi saya. Solusi saat itu adalah retur barang. Saya merasa dan yakin tombol tidak masalah, lalu saya buktikan ketika barang sampai, saya videokan dan test tombol normal. Sudah saya sanggah juga di pusat resolusi Tokopedia, tetapi admin Cahya tidak menggubris. Padahal dia lihat, ketika tersentuh normal gak ada yang “terkadang” seperti dipermasalahkan.

Kemudian admin tanya ke pembeli “Apakah pembeli bersedia terima barang yang diinfokan penjual tidak bermasalah?”. Pembeli menolak, alasan lihat chat diskusi awal. Lalu admin menuruti kata pembeli dan meminta penjual untuk menerima barang yang diretur.

Lhoo, memang begitu penanganan admin Tokopedia? Kalau mau bukti yang benar, kan sudah dipastikan ulang kalau barang tersebut memang tidak bermasalah. Sudah dikasih video test ulang tetapi kok tidak digubris? Malah menuruti pembeli, dan lucunya menanyakan/meminta persetujuan pembeli mau atau tidak terima barang yang dia beli lagi.

Kalau di peradilan hukum pasti bisa ajukan banding ini. Sudah membuktikan saya benar, tetapi seolah admin tidak menanggapi. Kredibilitas admin Tokopedia bagaimana ya? Kok soal keputusan saja bisa memihak, seolah “pembeli adalah Raja”. Tidak hanya itu, dalam memberikan waktu keputusan dari 1×24 jam berubah menjadi 2×24 jam, inkonsistensi dalam menindak putusan juga tidak kredibel.

Saya sebagai penjual merasa dirugikan dengan proses resolusi yang lama, berbelit dan keputusan admin Tokopedia yang tidak kredibel. Semoga di tempat lain penjual merasa dihargai, dilindungi dan dibutuhkan. Karena tanpa ada penjual, tidak akan membangun keberhasilan bersama. Hati-hati ketemu buyer “nakal” dan “licik”.

Wassalam.

Seto Karunia Utama
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pusat Resolusi Tokopedia:
[Total:9    Rata-Rata: 2.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

16 komentar untuk “Kredibilitas Putusan Admin Pusat Resolusi Tokopedia

  • 4 Juni 2021 - (16:22 WIB)
    Permalink

    Buyer liciknya di mana ya ??
    Dia juga menunjukkan lewat video kan kalo tombol tersebut bermasalah ?
    Dan dia juga akhirnya retur barang tersebut (dan mestinya dgn biaya buyer kan ?)
    Sebenernya buyer rugi karena sudah habis waktu dan biaya retur dan bagi buyer hpnya dia yakin bermasalah ditombol navigasi… jadi walau agan sudah menunjukan balik via video kalo tombol pas agan coba ga papa ya wajar sih kalo dia sudah merasa ‘males’ duluan untuk terima barang yg bagi dia problem.

    Tapi setidaknya, barang dikembalikan dgn lengkap kan…

    Maaf, itu pendapat saya …

    • 6 Juni 2021 - (08:03 WIB)
      Permalink

      Itulah kalau beli barang electronic ( hp,tv,lapto dll) via online,,,,contoh kasus diatas,,tombol navigasi menutur seller no problem,,menurut buyer ber masalah,,,,itukan selere masing2 waktu di pencet tombolnya,,( ada yg mau cuma sentuh,,tekan,lgs aktif) apalagi kalau barang second

  • 4 Juni 2021 - (16:40 WIB)
    Permalink

    Saya memang pernah menghadapi “pengadilan” begini, walaupun saya di posisi dimenangkan. Kenapa ini saya sebut pengadilan yang karena prosedur nya seperti pengadilan. Ada hakim ada dua pihak yang berperkara, ada bukti bukti dan ada keputusan hakim. Lucunya dari pengalaman saya, saya melihat bahwa orang yang bertindak sebagai hakim (dalam hal ini dari Marketolace) itu nggak ngerti barang. Tidak mengerti barang. Video dan Foto yang dikirimkan tidak dipahami atau seenaknya menyimpulkan sesuatu, atau berasumsi tanpa dasar yang bagi saya tidak masuk akal. Kita jadi gemes dan geregetan sendiri.

  • 4 Juni 2021 - (16:58 WIB)
    Permalink

    Produk baru apa second gan? Kalo produk baru, harusnya arahkan pembeli buat klaim garansi. Kalo bukan produk baru, yah at least barang agan kembali dengan selamat, gak dituker atau diapa2in ini sama pembelinya.

  • 4 Juni 2021 - (17:38 WIB)
    Permalink

    Resiko jualan produk bekas. Mungkin bagi penjual semua normal. Tp bagi pembeli kl dia merasa cacat, tidak semestinya ya mau gimana lagi. Coba nama tokonya di posting biar pembaca tahu.

  • 4 Juni 2021 - (21:04 WIB)
    Permalink

    Ga ada yang salah dengan putusan Tokopedia, dari sudut pandang kita ya. Barang udah diretur ke penjual, sudah semestinya dana direfund ke pembeli. Alternatif lainnya ya dikirim lagi barang sejenis yang tidak cacat.
    Tidak bermaksud menyudutkan ya, semoga jadi pelajaran dan ditambah rejekinya

  • 5 Juni 2021 - (13:02 WIB)
    Permalink

    emang si buyer yang kamu bilang licik ini untung apa?
    habisin waktu dan tenaga iya adanya

    terus kalau dibalik anda jadi pembeli gimana? anda yakini memang bagian tombol navigasi kurang responsif, tapi ketika sudah diretur, tokopedia memutuskan untuk harus anda terima kembali, karena seller menunjukkan bukti bahwa berfungsi baik

    emang keyakinan anda tombol nya kurang responsif hilang? kan tidak, makanya itu si tokopedia memberi opsi, kalo merasa udah yakin, ya silahkan ambil kembali, kalau masih mengganjal ya jangan

    posisikan diri anda di posisi orang lain, jangan egois

  • 5 Juni 2021 - (18:49 WIB)
    Permalink

    Saya seller double diamond di Tokopedia. Saya rasa masalah ini jadi concern selama 6 bulan terakhir. Banyak buyers yg sudah menyelesaikan transaksi atau transaksi sudah selesai setelah 2x 24 jam, dan for some reason meninggalkan ulasan buruk, tapi kemudian membuka komplain lagi di Tokopedia Care dan meminta refund, for many reasons. Saya dah komplain beberapa kali ke Tokopedia tentang loophole ini dan kasi tau Tokopedia untuk training dan employing more competent CS. Banyak CS tsb yg memang malas untuk membaca atau mencoba mengerti fakta dan akhirnya cuma jadi jembatan dispute antara buyer dan seller tanpa bisa mencerna yg terjadi dan menunggu aja siapa yg akitnya jafi malas atau tidak bisa kasi bukti yg diminta (yg memang kadang juga ga masuk akal).
    Setelah beberapq saat saya menyadari bahwa ada buyers memang memanfaatkan loophole ini, dan akhirnya saya mengancam akan membawa Polisi dan menyeret buyer tsb ke Polsek untuk gelar pekara langsung di sana. Dari 10 kasus, 9 memang akirnya mundur setelah di sounding tentang konsekuensi hukum. Intinya:
    1. Buyer memiliki 2 hari untuk membuka komplain dan have a feel about the products. Kalo tidak sreg, segera komplain. Kalo buyer menutup transaksi (tidak ada komplain), secara hukum dia sudah menerima barang tsb dan sebenarnya tidak bisa diganggu gugat.
    2. CS Tokopedia sendiri juga banyak yang tidak mengerti hal di atas, dan saya berkali2 mengancam CS juga dan memberikan aduan dengan cc @liamtanoe agar CS tsb dapat perhatian atas ketidak kompetent nya.
    3. Make sure barang sesuai dengan soecs yg anda jual dan jika buyer terkesan susoicious dari pertanyaan2 atau daerah lokasi tinggalnya, semua di dikumentasi. This will save you a lot of hassles.
    4. Menurut saya, di dunia online, pembeli bukan raja lagi. Itikad pembeli tidak bisa dilihat langsung, jadi treat everything fair saja. Ga jamannya pembeli get everything the want. Harga murah kok dan tidak ada biaya servis di sana. Ga suka cara kita, cek aja toko sebelah.
    Itu aja sih. Semoga membantu sharing saya ini. All the best. Stay safe and healthy.

    • 5 Juni 2021 - (20:39 WIB)
      Permalink

      Saya setuju bahwa pembeli bukan lagi raja untuk zaman modern ini. Karena banyak yg menjadi sewenang-wenang. Saya pernah ketika berada di suatu toko, ada anak pembeli yang tidak sengaja menjatuhkan barang jualan dan barang tsb pecah. Oleh pemilik toko, pembeli diminta untuk mengganti/membeli barang tsb, namun malah pembeli marah dan membentak-bentak, menyalahkan kenapa barang itu kalau jatuh bisa pecah. Dia mengatakan bahwa pembeli adalah raja, tidak sepantasnya disuruh mengganti barang yg tidak sengaja dijatuhkan.
      Setelah itu pembeli langsung kabur dengan anaknya. Pemilik toko sudah sepuh dan itu hanyalah toko kecil. Kok ya tega sekali pembeli seperti itu?

      • 5 Juni 2021 - (21:08 WIB)
        Permalink

        50:50 antara penjual nakal vs pembeli nakal.
        di media konsumen juga kadang ada buyer dan kadang seller yang bikin SP bahwa ecommerce tidak memihak mereka.
        jadi memang dibutuhkan petugas mediasi yang cakap dan mumpuni di tiap ecommerce untuk menangani setiap komplain/perselisihan.

        • 5 Juni 2021 - (22:43 WIB)
          Permalink

          Benar. Ecommerce platform providers need to invest more di area CS ini. Banyak dari para CS ini incompetent dan have no willingness to understand what happened.

      • 5 Juni 2021 - (22:47 WIB)
        Permalink

        True. Motto ‘Pembeli adalah raja’ is merely a marketing gimmick. Saya rasa actually tidak ada yg berpikiran menjadikan pembeli nya raja. Hyperbola aja. ‘Respect each other and treat the business in fairness’. Itu aja sih.

    • 9 Juni 2021 - (23:39 WIB)
      Permalink

      Ini betul sekali pak.
      Ada CELAH ini, yg banyak di manfaatkan buyer nakal.
      Transaksi sudah selesai, masi bisa di sengketakan. Dan notifikasi nya di email pulak. Kalau penjual yg ga pernah lihat email ya sudah deh.

      Oia, saya punya cara ampuh menghadapi CS tokped yg seperti ini, saya cuma bilang satu kalimat:
      “Semua kelucuan tingkah laku anda , kronologi dan chat dgn anda akan saya screenshot dan saya bagikan di media-konsumen atau media sosial lain nya”

      Langsung case closed tuh, yg tadi nya semisal CS tokped Nama ariel, langsung ganti CS nama nya ” First Squad team” Atau apalah. Yang jelas tetep ga penting, dan yg penting buat saya case closed. Haha.

      Saya ada cctv, tapi emang nyariin rekaman di jadiin bukti apa ga makan waktu??, trus sambil harus mengedukasi CS tersebut tentang detail barang dll nya, yg mana mereka kebanyakan lemot, atau gagal paham.

      • 9 Juni 2021 - (23:44 WIB)
        Permalink

        Dan jangan lupa, cc @liamtanoe. Biar beliau gerah kalo banyak CS2 di sana yang tidak kompeten. 😊

 Apa Komentar Anda mengenai Pusat Resolusi Tokopedia?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

Kredibilitas Putusan Admin Pusat Resolusi Tokopedia

oleh Myblue dibaca dalam: 2 min
16