Surat Pembaca

Tokopedia dan Pihak Pelapor Menuduh Saya Menjual Produk Palsu/Imitasi Tanpa Bukti

Saya ucapkan terima kasih kepada mediakonsumen.com yang telah menampilkan artikel keluhan saya.

Saya salah satu penjual di Tokopedia dengan nama toko: sumber rezeki (lampiran pada gambar email). Saya mendapat email dari Tokopedia tentang penghapusan produk yang diduga menjual produk palsu. Dalam email tersebut sudah tertera pihak pelapor, dan ternyata nomor tercantum adalah berasal dari Indonesia. Karena sudah lama dan banyak email penghapusan produk pelanggaran tersebut yang mana pihak pelapor berasal dari luar negeri, nomor telepon luar negeri dan tidak bisa dihubungi dan email juga tidak ada balasan sampai tahunan dan ya sudah saya biarkan saja.

Produk tersebut saya beli dari Ginsela Official Shop, saya ada bukti invoice. Silakan chat saya jika ingin melihatnya (nomor invoice juga sudah dikirim ke nomor terlampir). Saya hanya menampilkan salah satu, dan saya menjual kembali, tetapi dituduh menjual produk palsu. Saya punya 2 iklan produk tersebut, produk pertama dihapus dan kemudian saya chat ke nomor terlampir pada email, dan hanya dibaca dan saya upload ulang saja.

Saya balas besok paginya “cuma dibaca”. Siangnya produk 2 dan 3 dihapus dan 10 menit kemudian WhatsApp juga dibalas, berarti ini dia mengetahui saya upload ulang dan dia lapor ke Tokopedia. Dari chat nomor tersebut saya bingung, tertulis dia tidak berjualan, dan ditanya toko dia tidak tahu dan akhir chat tertera “Apa keuntungan saya kasih tau anda” dan “Sorry saya gak ada waktu” dan kemudian diblok. Kendalah di awal sudah ditulis, tapi ditanya pertanyaan lain dia gak bisa jawab atau main-main.

Saya di sini merasa kesal, karena dia menuduh saya menjual produk palsu dan melapor ke Tokopedia dan Tokopedia juga hanya melihat berdasarkan dokumen lisensi merek yang tertera pada layar monitor, tidak ada investigasi secara fisik atau kunjungan fisik terhadap saya yang dituduh. Silakan tarik tuduhan palsumu itu.

Roy
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Dari kasus yang udah-udah sih yang melaporkan itu paling pihak official store tempat kamu beli itu barang.
    Mereka gamau ada "saingan".
    Mengenai nama "pusat toko barokah" ya cuma trik aja biar gak "ketahuan" ?

  • Saya pernah jual 1 buah barang i*ea karena ga jadi pake. Padahal asli beli di i*ea tapi dihapus sama Tokopedia dibilang palsu. Intinya pemegang merek gamau ada reseller. Mereka mau memonopoli pasar.

  • Tokopedia mau namanya saja, jadi tidak melakukan konfimasi barang yg di permasalahkan, seharusnya ada bagian khusus yg menangani itu..

  • Karyawan tokopedia itu yg sableng main blokir posting barang tanpa cek ricek TKP.
    Investigasi dulu, interogasi pihak pemilik.. gitu kan enak. Deuh kenapa tokopedia hampir sama kelakuannya dengan shopee sih sekarang-sekarang ya? apa karena William Tanuwijaya gak jabat lagi CEO tokped jadi ngelos gitu ya?

    • Setuju.
      Pihak marketplace harus hati2 juga menanggapi laporan barang palsu.
      Karena penjualan barang palsu merupakan tindakan kriminal.

      Tidak bisa seenaknya menuduh barang palsu walaupun yang melaporkan adalah pemegang lisensi Merk produk.
      Jangan karena pemegang lisensi, langsung disetujui saja.
      Karena tuduhan barang palsu berbeda dengan tuduhan penggunaan Hak lisensi produk (merk, desain logo, dsb)
      Yang dituduh berhak untuk memberikan sanggahan.

      Tokopedia harus menyediakan tempat untuk sanggahan dari pihak terlapor (dalam forum resolusi), bukannya laporan diterima kemudian produk langsung dihapus dan pihak terlapor disuruh menghubungi yang melapor melalui media diluar aplikasi.
      Kalau seperti ini, Tokopedia bisa disebut langsung mendukung tuduhan tanpa pembuktian.
      Salah satu fungsi marketplace adalah sebagai mediator jika terjadi persoalan.

      Gimana kalau yang terjadi seperti kasus TS ini? Pihak yang melapor langsung menutup komunikasi.
      Yang terjadi, ada orang dituduh menjual barang palsu tanpa ada kesempatan untuk membuktikan tuduhannya salah.
      Padahal barang yang dijual adalah barang milik seller yang dibeli secara legal melalui market resmi (bukan black-market atau selundupan).

      Kalau memang Laporan tuduhan karena barang hanya dijual eksklusif oleh pemegang lisensi, berarti tuduhannya tidak tepat (bukan Barang Palsu), pihak terlapor pun harus diberi ruang untuk melakukan pembelaan.

      Tokopedia HARUS memberikan perlindungan juga buat Seller dari tuduhan yang sembrono!!

  • Tidak semua barang bebas dijual dan ada juga barang yang bebas dijual, misal jualan indomie atau kopi sachet bebas dijual sbb di toko bahkan warung kecil juga banyak dijual, tapi beberapa produk seperti produk IK*A hanya di toko IK*A saja barang tsb dijual. Tidak menutup kemungkinan barang yang dijual oleh TS adalah barang yang tidak bisa diperjual belikan secara bebas, jadi jangan langsung menyalahkan toped tapi kenali dulu barang yang dijual tsb

    • Itu barang apa yg ga boleh di perjual belikan bebas??? Narkotika??? Klo bukan knp ga boleh?

    • @Dea Wah ini menyebarkan info yg gak benar. Dakwah siapa klo ikea hanya boleh dijual ditoko officialnya sj? Itu mah mainan tmn2 sy.
      Tp iya benar tdk bisa bebas dijual d eccmerce krn musti izin daftar jadi reseller terlebih dahulu krn nyantumin merk ekslusif. Sbnarnya malah dulu gk perlu perizinan tp makin k sini makin bnyak aturan, tp mmg perlu sih utk perlindungan hak produsen. Si TS lagi sial aja direport.
      Dan sepakat klo tokped gk 100% salah, selain itu TS ini gak pandai komunikasi terkait perizinan penggunaan merk dagang yg dicantumkn pd etalase penjualannya.
      Bertele2 d wa, padahal yg butuh kan si TS dan gk kenal scr personal dgn yg dihub, malah diajak berteka-teki. Ujungny ya rugi sendiri, pdhal masih bisa menang izinny kok krn yg dijual adlah real produk..
      Ada2 sj

  • Intinya bagi semua yg ingin jd reseler harus ijin dulu ke pemegang merek atau tanagn pertama. Untuk jaga² dan menghindari hal² yg merugikan kedua belah pihak.

    • Wah ga boleh gitu main tutup gitu aja.
      Investigasi dulh dong. Masa main tutup aja.
      Tokopedia harus lebih jeli mencermati aduan seperti itu.
      Trus klo yg laporin pemegang merk, kenapa ga pske akun asli aja??? Knp harus pake akun yg lain??
      Trus klo itu yg punya merek & punya toko, emangnya kenapa ga boleh? Melanggar UU yg mana??? Atau PP.
      Ini Indonesia, semua yg berdiri di tanah Indonesia harus mematuhi aturan yg berlaku di Indonesia. Termasuk tokopedia.
      & Klo tokopedia mau bikin aturan soal jual beli dan sebagainya, tidak boleh bertentangan dgn peraturan perundang2an yg berlaku di Indonesia

  • Komen yang bawah maaf ni sebelumnya. Kalau gak paham gak usah komen kayak bodoh jadinya.

    Kalau tidak boleh di jual kembali lapornya bukan barang palsu tapi lapornya ya tidak boleh dijual kembali oleh selain pemegang license.

    Catat ni di kasus ini laporannya barang palsu jadi beda kontek dengan di larang dijual kembali.

    Di sini saya agak keberatan dengan keputusan tokopedia, seharusnya bisa memberikan solusi atau arahan ke seller yang dituduhkan. Ya maklum sdm karyawan tokopedia mungkin tidak semua paham dan bijak.

  • Berarti kalo mau jadi reseller harus ada izin dulu dari yang punya barang, biar ga ilegal, karena bisa saja menjadi reseller ilegal itu merugikan yang punya barang, kalo pemegang merk punya aturan ya ikuti aja aturan nya, sesimpel itu

    • Kasus TS ini sepertinya bukan Penjual yang mengaku distributor resmi produk itu. Kalau seperti ini, berarti penipuan.
      Kasusnya adalah:
      TS ini orang yang menjual barang miliknya dengan merek produk tersebut. Produk tersebut dijual bebas dan seller membeli juga melalui perdagangan bebas secara legal.
      Seller dituduh menjual barang palsu tanpa diberikan kesempatan membuktikan. Nah tuduhan ini yang jadi persoalan.. :)

  • ya di maklum aja, namanya marketplace suka2 dia mau apapun aturan nya.

    intinya jika masih senang ya lanjutin jualan di sana, jika sudah tidak suka ya cabut..

    gak ada kontrak kan dalam berjualan di online marketplace, jadi yg punya market bebas membuat aturan dan kitapun bebas memilih.. itusih point nya

    • Saya sdh sering barang recehan dihapus saya makkumi saja, males ribet. karena macam item hampir 700 san saat itu, ilang 1 atau 2 halaman msh bisa jualan product lain. Apa yg dihapus, contoh, jilbab, dress dgn judul motif burberry. harga 30 rb-100 rb. Jd kata burberi di sini dan pengakuan motiv yg dianggap melanggar hukum dagang padahal jilbab dress beli di tanah abang dijual lagi, memang motiv nya garis burberi. Saya revisi menjadi motif garis garis atau kotak kotak laku saja. Ikea juga pernah jual brg bekas punya saya rak asli Ikea, tertulis nyata asli dan bekas, tetep dihapus juga karena harga bekas ya pasti miring nilai mungkin 100 ribuan, terus neck pillow juga dihapus.harga sekitar 50rb Santai saja bos.... Upload lagi di market lain spt Olx dan ganti judul n tampilan poto, kan tdk niat jualan brg haram/palsu jadi hanya mind set isi upload nya yg harus mengikuti aturan. Kdg malah ngakak ada jilbab 15 rb bekas pun dihapus, sempet2nya yg lapor dikira saya saingan apa bgmana yg dijual jg sebiji doang 15 rb itu, msh saja kepikiran nutup rejeki org senilai 15 rb. So untuk penulis tetap semangat, kl item yg anda maksud kategori mahal emang sayang kl tdk laku, saran saya, banyakin saja upload terus dgn judul beda2 dan poto brg angle beda2 dgn kamera sendiri dan di market place lbh dr 1 smg laku nantinya ya. Tetap semangat.