Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

50 komentar untuk “Apakah Gojek Memihak kepada Pelaku Orderan Fiktif?

    • 17 Juli 2023 - (09:53 WIB)
      Permalink

      Salah anda bro knp di selesai kan Klo order ga di jalan kan…mending cancel Klo emg punya filing order fiktif….gagu mah udh biasa brooo

      39
      8
      • 17 Juli 2023 - (21:02 WIB)
        Permalink

        Mungkin bs jd bro pemikiran si driver klo order di cancel driver itu order bs gentayangan.. Mksd si driver tlpn cs mungkin utk dibatalkan by system agar order tdk ke driver lain mungkin tujuan nya seperti itu… Driver pun salah main selesaikan saja orderan tsb tanpa melakukan pengantaran,, dl saya pernah di posisi seperti itu.. Next ada order goshop dan di suruh beli plsa mending auto cancel saja.. Masalah gentayangan orderan ga nya itu bkn urusan kita lg sbg driver… Semoga cpt beres bro…

    • 18 Juli 2023 - (14:53 WIB)
      Permalink

      Aplikator harusnya netral, mereka harus jadi mediator apabila ada permasalahan antara konsumen dgn mitra driver tapi kenyataannya justru mereka mengutamakan laporan konsumen dan langsung memberikan sanksi terhadap mitra driver padahal baik konsumen maupun mitra driver sama² memberikan keuntungan bagi aplikator, kenapa hal ini bisa terjadi? Karena aplikator lebih takut kehilangan konsumen daripada mitra driver

  • 16 Juli 2023 - (19:36 WIB)
    Permalink

    Banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh para orang iseng dalam sistem Pesanan Makanan, mesti diperbaiki sistemnya jangan seperti sekarang. Hapus saja sistem COD, ngapain pesan makanan main pesan saja, harus ada uang ada barang. Alias DP dulu lah sebagai jaminan bahwa bener-bener customer tersebut order. Yang rupi drivernya bukan admin-admin gojeknya yang duduk duduk di kursi di depan komputer.

    60
    4
  • 16 Juli 2023 - (19:57 WIB)
    Permalink

    kaum pelangi cowok yg doyan meraba raba driver aja selalu mengancam akan ngasi bintang 1 ke driver kalo ga dituruti
    dan kadang sistem bantuan di gojek malah mendukung orang orang kaya gitu dan mensuspend driver
    emang sistem gojek mah parah

    41
    1
  • 16 Juli 2023 - (20:39 WIB)
    Permalink

    Parah siih. Cs penipu. Kasian driver nya. Dah jelas itu order fiktif. Cm msu nipu aja

    14
    3
    • 17 Juli 2023 - (06:19 WIB)
      Permalink

      Pengalaman saya sih , kalau memang orderan terindikasi fiktif call customer service , pake pulsa swadaya biar gratis pulsanya. Biar sistem yang cancel. Atau langsung cancel dari aplikasi walau resikonya gagu.
      Sistem membaca orderan sudah diselesaikan driver dan ada laporan dari customer belum menerima orderan . Jelas itu kesalahan driver .
      Karena penyelesaian order fiktif tidak seperti itu.

      17
      7
    • 20 Juli 2023 - (15:28 WIB)
      Permalink

      Menurut saya sebagai driver jg, itu terlalu sayangnya kamu dengan akun. Sebenarnya lebih bahaya di report costumer daripada performa turun. Artinya gojek tidak juga d salahkan. Karena kamu udah tau konsekuensi daripada menyelesaikan orderan tanpa ada barang. Itu jebakan costumer dan kamu kena. Maaf ya saya melihat begitu sihg.. Kalau saya bodo amat performa turun tapi akun tetap aman.

  • 16 Juli 2023 - (21:00 WIB)
    Permalink

    Untuk sementara istirahat dulu, admin gojek mana suara km sudah jelas2 ada fakta dan bukti, kenapa mitra banding di tolak, sistem gojek yang tidak manusiawi banyak sekali mitra gojek hanya di manfaatkan sama sistem gojek yang tidak jelas dan menguntungkan customer, Mana suara dari pihak gojek jangan diam saja kayak penjahat yang berdasi

    22
    1
    • 17 Juli 2023 - (10:01 WIB)
      Permalink

      Ditolaknya karena diselesaikan.. Cb klo di cancel gk akan berpengaruh… Harusnya cancel dulu .. Trs email ke gojek … Insya Allah tetep lancar orderan. Itu pengalaman saya

      9
      1
  • 16 Juli 2023 - (21:27 WIB)
    Permalink

    ya tetep salah lah kenapa orderannya di selesaikan bukanya di cansel aja…biarpun di laporkan order fiktif juga tetep itu orderan ga bakal tercansel…karena saya juga pernah ngalamin. Mau ga mau emang harus di cansel, kalau di selesaikan ya driver yg salah! Cansel trus udah jngan ngambil orderan goshop…goshop banyak masalahnya. Setel jumlah uang 100rb atau 50rb biar goshop ga masuk

    12
    7
  • 16 Juli 2023 - (21:31 WIB)
    Permalink

    klo orderan aneh”jngn smpe di selesain.kenapa di selesain??duh.sistem pasti nge deteck orderan tidak smpe.ujung” y suspen.cancle lbih baik.ane jga driver.

    18
    1
  • 16 Juli 2023 - (21:53 WIB)
    Permalink

    Lebih hati hati pak jika menjalankan order.jika menerima order kelihatan mencurigakan mending cancel laporkan ke customer service biar ditindak.performa turun hari itu ga masalah daripada kena masalah yang lebih merugikan lg

    15
    1
  • 16 Juli 2023 - (23:08 WIB)
    Permalink

    LAIN KALI TOLONG KALO UDH TAU KAYAK GITU MENDING DI CANCEL AJA PERFORMA TURUN LEBIH BAIK DARIPADA SUSPEND LU UDH RUGI WAKTU RUGI KEUANGAN LAGI JANGAN BEGO” GITU SUDAH DIJELASKAN KALO ADA GOSHOP DENGAN TUJUAN PEMBELIAN /TOP UP VIRTUAL MONEY CANCEL GK USH ANEH” AMBIL DAN SELESAIKAN .

    7
    8
  • 16 Juli 2023 - (23:37 WIB)
    Permalink

    Menurut saya System aplikator angkutan online tidak bijak. Justru menurut pengamatan saya lebih berpihak kepada customer yg belum tentu kebenaranya. Kalau mau adil dan berani adakan System croscek sebelum ada tindakan yg merugikan driver. Jangan asal suspend. Disini semua saling membutuhkan satu sama lain,aplikator butuh mitra dan customer. Jangan seolah olah jadi penguasa. Jelas itu indikasi orderan fiktif,kalau sudah ditop up,kebanyakan susah dihubungi bahkan tidak bisa sama sekali,dan alamatnya pun ketika sudah sampai tujuan nama customer tidak ada. Dan sering pakai alamat hotel. Dan ordernya biasanya di minimarket yg jauh dari titik customer. Biaya ongkirnya mahal supaya banyak yg terpancing. Contoh: orderanya awalnya makanan ringan,tapi setelah dihubungi oleh driver customer minta top up cvo,sp ,isaku dll, kalau tidak mau dia mengancam akan laporin kita ke aplikatort api ada jga yg terus terang order liwat aplikasi,mungkin aplikasi selain ijo jga ada yg fiktif kayak begitu. Kalau ada filter lebih baik matikan aja orderan shop. Biar tidak masuk ke kita.i. bagi saya pribadi sudah tidak pakai slogan pembeli adalah raja. Tapi pembeli adalah orang yang butuh layanan kita dan barang kita. Itu slogan saya. Dan System komputer bukan sesuatu yang canggih canggih amat,karena tidak bisa membedakan mana yg bener dan mana yg bohong.Tergantung otak siapa yg memprogram System itu. Salam untuk Driver online seluruh Indonesia. Ingat banyak Driver yg jadi korban pembegalan sampai nyawa melayang,bagaimana tindakan pengusaha untuk menghindari tindak kejahatan dari customer ..?

    23
    3
    • 17 Juli 2023 - (10:17 WIB)
      Permalink

      Ente yg salah broo, jika dpt orderan goshop seperti yg di ceritakan tersebut lebh baik di cancel atw telp call center jojek minta pembatalan order karena order tsb terindikasi fiktif, memang tdk disarankan menjalankan orderan dengan pembeian pulsa topup wallet atw pun pembayaran virtual account..😅

      7
      3
    • 17 Juli 2023 - (16:13 WIB)
      Permalink

      Iya, sekarang apa-apa sudah dikendalikan robot, mulai dari layanan pelanggan, belanja, pengiriman, bank, apalagi “cuma” ojek online, ya memang konsekuensinya seperti ini (kehidupan seorang mitra Gojek bisa berubah drastis gara-gara beberapa aturan/variabel kaku di komputer/robotnya terlepas adil/baik/benarnya hal tersebut).

      Perhatikan dalam kasus ini mitra Gojek di-suspend murni karena komputer/robot, sama sekali tidak ada intervensi manusia. Apa kita bisa dengan mudahnya memberhentikan pegawai karena output sebuah komputer/robot? Tentu saja tidak bukan?

      Ngeri membayangkan dampak ke depannya kalau semuanya diatur robot. Semoga saja masih ada admin manusia dari Gojek yang berbaik hati membetulkan kesalahan sistem/robotnya sehingga semuanya menjadi adil/baik/benar kembali.

    • 17 Juli 2023 - (07:09 WIB)
      Permalink

      Wah jelas cari masalah sendiri ini mending gagu dari pada nanti bisa ke PM… Bukan aplikasinya yg salah…. Sudah tau fiktif di selesaikan… Apakah anda tidak berpikir dampaknya bisa lebih parah klo dicancel…

      3
      3
  • 17 Juli 2023 - (00:55 WIB)
    Permalink

    Lu aja yg ******, perkara susah order malah lebih rela di selesai in. Udah tau selesai in order tanpa kerja malah jd taruhan bintang 1, malah lebih milih yg pasti drpd yg KATANYA kalo cancel order anyep. Gw pernah dulu ketipu ginian jaman awal 2015, setelah itu yaudah tinggal gw cancel ga ada tuh anyep2nya. Makan tuh cancel bikin anyep, cm org **** aja yg percaya gituan

    2
    8
  • 17 Juli 2023 - (04:29 WIB)
    Permalink

    Kok aneh. Nyuruh orang beli pulsa? Emang gak punya kaki buat ke toko depan gang. Kayak gak ada penjual pulsa dekat rumahnya. Bisa juga beli pulsa langsung di apk gojek. Apakah setan yg pesan. 🤦
    Ini kayaknya orang gila yang iseng ganggu hidup orang. Sangat disayangkan pihak Gojek. Treatment ke mitra driver kayak gini ya pantes pada pindah. Sering kupesan ojol kuning tapi baju dipake sama helem gojek. Alasannya baru pindah. Kayak kasian aku liatnya. Sabar bang. Pindah aja ke grab atau maxim. Si kuning di kotaku malah rame banget keliling kota.

    9
    1
  • 17 Juli 2023 - (05:28 WIB)
    Permalink

    Tahu orderan fiktif bukan di batalin dari orderannya malah di selesaikan takut akun anyep saya juga driver bro tapi enggak polos kek kamu ini percaya anyep segala lagi hadeh.

    6
    3
      • 17 Juli 2023 - (15:21 WIB)
        Permalink

        Kesalahan yg fatal dr driver ini,menyelesaikan tanpa mengantar.Di sini udh jelas,costomer mencoba mencampur adukan orderan normal sperti pesen pocari sweat,pesen sari roti dan orderan E.Comerce sprti beli pulsa.Hrs nya driver konfirmasi ke costomer,pesen e.comerce gak bs lwt driver,apapun alasan nya.Jdi ada edukasi bwt costomer.Tp sistem membaca,driver sdh melakukan kecurangan,menyelesaikan tanpa mengantar ( ini fatal ).Jadi kan ini pembelajaran Bro dan bwt temen di Banda Aceh.Jangan se-kali²,menyelesaikan tanpa mengantarkan orderan,kecuali klo sdh di belanjakan tp trnyata fiktif ,bisa di reimburse ke aplikator sprt di GRAB.

        2
        2
    • 17 Juli 2023 - (05:40 WIB)
      Permalink

      Parah emamng CS gojek pusat seakan2 nga mw mnerima masukan dr driver dia sllu memenangkan orderan fiktif kaya bgni…pdhl udh nyata memang fiktif kita melpor eh malah kita kna suspend…bru kantor gojek nya cuman d pusat aja nga da d kota2 kencil mcm kalimantan utara..paling sbuk sdh klo dpt orderan kya bgni

      6
      4
      • 17 Juli 2023 - (07:31 WIB)
        Permalink

        Seharusnya pihak gojek lebih bijak dlm mengambil keputusan….harusnya dengar banding dr driver..

        2
        3
    • 18 Juli 2023 - (03:36 WIB)
      Permalink

      Kalau tau fiktif knp diselesaikan? Emg nyari penyakit. Call center kan udh nyaranin cancel.
      Lebih plilih akun di suspend daripada perform turun.
      Itu ss gambar kedua sama gambar pertama juga ga sinkron kayaknya, beda jam/beda ss orderan?
      Gambar ss kedua sakti cuma semenit dari dapet order sampai selesai, Ditugaskan 08:42 Jemput 08:42 Selesai 08:43. Terus kapan ngubungin call center kalo orderanny cuma semenit?
      Itu gambar ss pertama jam di hp nya 08:15, orderan nya beda itu yg di ss.
      Seharusnya Ditugaskan 08:15 karena pas awal bid order itu.
      Coba yg udah suhunya dikomen mungkin aja saya salah…

      1
      1
  • 17 Juli 2023 - (07:01 WIB)
    Permalink

    Harusnya di menu screenshot pilih “Constumer tidak bisa dihubungi”, karena itu orderan fiktif. Jangan diambil

  • 17 Juli 2023 - (07:56 WIB)
    Permalink

    Busyet daah… Udah tau ordean fiktif masih aja di selesaikan… Cancel sendiri… Performa turun langsung email cs… Ya klo begini bukan salah dr pihak aplikator.. Krena pihak aplikator melihat orderan selesai.. Lalu ada komplain dr penilaian.. Ya udah di tunggu aja 7 hri suspend.. Biasanya langsung gacor… Karena fresh akunnya

    5
    3
  • 17 Juli 2023 - (09:18 WIB)
    Permalink

    Saya berhenti jadi mitra driver online. Setelah diperhitungkan menjadi mitra driver online saat ini sudah bukan merupakan opsi yang menguntungkan. Cenderung merugikan mitra driver. Semenjak itu saya berhenti dan tidak akan menggunakan aplikasi semacam itu yg manapun dan layanan apapun.

    8
    3
  • 17 Juli 2023 - (13:08 WIB)
    Permalink

    ANDA salah….sama aja menyelesaikan pesanan tanpa pengantaran. Kalo Saya
    ya langsung saya censel. Dari aplikasi. bukan lewat CC

    2
    4
  • 17 Juli 2023 - (15:54 WIB)
    Permalink

    Bingung juga ya, tapi lebih baik performa anda turun daripada suspend.. Anda salah memilih prioritas.. Dan semoga CS GoJek juga lebih clear dalam melayani driver, kasihan driver kalo begini.. Satu-satunya yg dirugikan disini adalah Driver, bukan GoJek dan bukan Customer..

  • 17 Juli 2023 - (17:29 WIB)
    Permalink

    Menyuruh driver mengisikan pulsa 200 ribu dengan alasan nanti diganti, sudah jelas penipu. Entah gimana ini kerjanya customer service dari Gojek. CS ini yg disuspend atau dipecat harusnya. Semoga akun nya cepat kembali bang.

  • 17 Juli 2023 - (19:34 WIB)
    Permalink

    Klo orderan fiktif mah lbh baik dicancel sendiri aja bang, performa emang akan turun tp ga terlalu berpengaruh bgt, klo meminta bantuan ke Customer Service utk mengcancelkan malah ribet dan cuma akan ngabis2in pulsa utk menelpon aja, jgn pernah menjalankan orderan fiktif apalagi sampai menyelesaikan orderan tsb tanpa mengantarkan karna itu akan menjadi peluru lg buat senjata si pelaku utk menyerang lg akun abang dgn cara memberikan bintang 1 seperti yg menimpa akun abang ini. Inget tatib gojek yg tdk memperbolehkan driver menyelesaikan orderan tanpa melakukan pengantaran bang, driver tetap akan kena sanksinya meskipun itu orderan fiktif karena yg diliat itu menyelesaikan orderan tanpa melakukan pengantarannya bkn orderan fiktifnya. Klo abang ga ingin mengcancel karena takut performanya turun lbh baik abang jalanin orderannya itu dgn membelikan pesanannya lalu mengantarkan ke tujuannya, sesampainya ditujuan barulah abang komplain dan menghubungi Customer Service dgn memberitahukan bahwa abang terkena orderan fiktif dgn memberikan bukti klo si customer tdk ada dan jg bukti dr stuk belanjaannya, nanti uang abang pasti akan dikembalikan oleh Gojek, sama aja kyk klo terkena orderan fiktif gofood yg nantinya driver harus memberikan makanannya ke panti asuhan gitu.

    1
    0
    • 18 Juli 2023 - (13:15 WIB)
      Permalink

      Iya tp ini ada top up pulsa, bukan cuma belanja barang. kenapa anda menyarankan untuk dijalankan dulu dan stlhnya br call cs. gojek. Ini jelas2 opik alias order fiktif. Saya jg prnh dpt order spt ini dan lgsg saya cancel dgn konsekuensi performa turun. Sekedar info ciri2 opik.. Pertama, customer belum cukup rating(krn selalu gonta-ganti akun untuk melancarkan aksinya), kedua, pembayaran dipastikan tagih tunai, ketiga, jika belanja di alfa/indo… pasti campur2 antara barang/makanan/minuman dgn top up pulsa, token ato e-wallet krn yg disebutkan terakhir itulah tujuan utamanya. keempat, jarak pengantaran/tujuan sengaja diambil yg jauh untuk memancing mitra driver menjalankannya krn ongkosnya dirasa agak lumayan besar dan yg terakhir, nama di alamat yg dituju tdk sesuai dgn yg ada di apk/orderan tsb alias fiktif.

 Apa Komentar Anda mengenai Gojek?

Ada 50 komentar sampai saat ini..

Apakah Gojek Memihak kepada Pelaku Orderan Fiktif?

oleh Mrza dibaca dalam: 1 menit
50