Tokopedia Mem-banned Produk Saya dengan Tuduhan Pelanggaran Merek, dan Di-sanksi Penalti Tanpa Ada Mediasi

Terima kasih sebesar-besarnya kepada media konsumen yang telah menayangkan surat saya. Saya di sini masih pemula, apabila ada kesalahan mohon dimaklumi.

Di sini pertama saya ingin menceritakan pengalaman saya sebagai penjual di Tokopedia. Sudah sejak tahun 2015 saya jualan di Tokopedia. Dan selama ini tidak pernah ada masalah. Tapi pada tanggal 8 Maret 2024 kemarin 2 produk di toko saya di-takedown Tokopedia dengan tuduhan pelanggaran merek.

Produk yang di-takedown adalah TWS Vivan Sport X 5.0 dan 5.3. Dan toko kita dijatuhkan 2 penalti yang berdampak pada turunnya rating penjualan. Dan akhirnya saya menghubungi Tokopedia Care disambut CS Virtual Tanya lalu terhubung Tokopedia Care dan disuruh email 3x dalam 7 hari kepada pihak pelapor.

Saya sudah email 3x dalam 7 hari dan tidak pernah dibalas pihak pelapor. Setelah 7 hari saya kembali menghubungi Tokopedia Care. Namun pihak Tokopedia mengulang lagi dan menyuruh saya email 3x dalam 7 hari ke pelapor.

Saya minta kontak lain pelapor atau mungkin bisa dimediasi, Saya lampirkan isi email saya dan menceritakan bahwa pihak pelapor tidak pernah merespon saya. Namun tetap saja diulang-ulang dan diminta untuk email 3x dalam 7 hari ke pelapor. Akhirnya saya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Di sini saya sangat kecewa dimana sudah 9 tahun jadi mitra bisnis Tokopedia. Tapi tidak ada solusi yang pasti buat kendala saya. Produk VIVAN SPORT X bisa teman-teman cek di Tokopedia masih banyak toko-toko yang jual. Dan juga kita sudah ceritakan bahwa produk saya masuk langsung dari pihak Wook selaku distributor VIVAN. Lantas kenapa hanya toko saya yang dituduh pelanggaran merek?? Padahal saya tidak pernah dan tidak akan mungkin bisa meniru merek tersebut.

Dan akhirnya kemarin kita dengar info bahwa pihak brand sedang melakukan kontrol harga jual. Kita mendapati hal yang sama di Shopee. Tapi diselesaikan hanya dengan melampirkan foto pembelian produk. Dan kemudian diinfokan perihal price control lewat chat dari pihak Wook.

Saya rasa sumber masalahnya di sini pihak brand melapor dengan pelanggaran merek, untuk mengontrol harga jual, dan tidak merespon karena adanya aturan lapor balik apabila menggunakan sarana laporan pelanggaran merek untuk kontrol harga di Tokopedia. Bagus sih apabila harga bisa dikontrol, sebagai penjual pasti senang malahan, bisa profit lebih banyak Tapi ya harusnya diinfokan dulu ya lewat distributornya kepada semua pelanggan, biar semua tahu, bukan langsung takedown dan di-sanksi penalti.

Kesimpulannya Tokopedia tidak profesional dalam menanggapi keluhan sanksi penjual atas laporan brand. Dan pemegang brand sangat mudah untuk memanipulasi toko-toko online di Tokopedia dengan dalih pelanggaran merek. Harusnya hal seperti itu fatal ya. Karena berupa tuduhan, ibaratnya seperti kita belanja di brand tertentu, dan kemudian digugat pihak brand itu.

Semoga tidak ada lagi kasus seperti saya ini. Terima kasih.

Nieky
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

10 komentar untuk “Tokopedia Mem-banned Produk Saya dengan Tuduhan Pelanggaran Merek, dan Di-sanksi Penalti Tanpa Ada Mediasi

  • 23 Maret 2024 - (08:59 WIB)
    Permalink

    Masih untung cuma produknya yg di takedown, coba kl tokonya yg di moderasi permanen, akn sangat2 sulit dikembalikan lagi.

    • 23 Maret 2024 - (23:28 WIB)
      Permalink

      Iya, kalo sampai terjadi seperti itu. Kita juga gak bisa berbuat apa2.๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ.

      • 24 Maret 2024 - (08:12 WIB)
        Permalink

        @nicky
        Kalo brand aslinya yg melapor susah.. Dulu saya juga di lapor brand asli nya design tas anak ๐Ÿ˜. Dan yg di laporkan semua penjual juga. Pasrah deh kalo brand yg asli udah melapor soalnya disertai bukti juga hakiki, markrtplace harus tunduk kalo ga marketplace nya yg dituntut brand tersebut ๐Ÿ˜. Tp kalo pelanggaran diluar hak paten/hakiki kita masih bisa perjuangkan di tokped maupun shopee.

        Tp itu mengenai peraturan keseragaman harga ya? Coba aja mas di lobby lobby lagi untuk no contact si distributor nya.. Tp yg lapor beneran dari pihak brand kan?

    • 27 Maret 2024 - (08:30 WIB)
      Permalink

      Halo kak, bs jadi karna gambar produk kak. Sblm ini sy jg kena 2x produk serum rambut, dilaporkan pemilik merk dgn alasan pelanggaran hak cipta atau merk. Setelah sy browsing2 ternyata beberapa seller kena jg karna gambar produk yg kita pakai sama dgn gambar di Official Store. Akhirnya daripada ribet email ke pelapor, sy bikin item baru dgn foto yg sy buat sendiri, dan sampai skrg aman2 aja. Jadi menurut aturan di toped gambar milik official store gak bs dipakai oleh seller lain karna mengandung hak cipta gambar produk. Walaupun sy lihat bnyk seller lain msh pake gambar yg sama tp msh aman2 aja, males debat jd mending ngalah dan urusin penjualan aja.

  • 23 Maret 2024 - (21:04 WIB)
    Permalink

    Mereka itu (tokped) minim literasi hukum, wah pokoknya mah dibawah normal pengetahuannya.

    Saya juga dulu ditakedown hampir 50% total produk, akhirnya daripada ngekor ke marketplace, bikin sendiri website yang domainnya dilegitimasi pemerintah. Alhamdulillah konsumen banyak yg order.

    Tips dari saya, jangan pernah menggantungkan nasib di marketplace orang lain.

  • 23 Maret 2024 - (23:32 WIB)
    Permalink

    Gak gampang juga, saya masih kecil2an dan gak punya banyak modal.
    Moga saja pihak toped kedepannya bisa lebih cermat dalam menanggapi sebuah masalah.
    Saat ini cuma bisa pasrah aja.

  • 24 Maret 2024 - (07:16 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami hal sama, namun di marketplace Shopee. Ada 7 produk brand ORICO dihapus. Setelah komplain ke CS Shopee, satu hari kemudian mendapat balasan bahwa ke-7 produk saya menggunakan nama brand ORICO. Saya jadi bingung juga. Ini memang produk dengan brand ORICO, masak di judul produk harus ditulis menggunakan brand asal-asalan, misalnya SONGONG. Ini justru melanggar HAKI.

    Setelah mengkontak supplier, akhirnya dijelaskan untuk tidak menjual harga yang terlalu murah dan usahakan judulnya juga diubah. Setelah saya searching di Shopee untuk beberapa produk yang dihapus, ternyata ada juga pesaing yang menjual dengan harga lebih murah. Namun akhirnya tetap saya terima. Mungkin lagi apes saja. Meskipun beberapa produk sudah memiliki ulasan bagus, namun penjualannya di toko saya juga tidak signifikan.

    Di Shopee, saya fokus pada produk yang ada saja. Untuk 7 produk yang sudah dihapus Shopee, saya fokuskan ke marketplace lain dan platform sosial media. Kawan, masih banyak jalan menuju ke Roma.

    • 27 Maret 2024 - (00:01 WIB)
      Permalink

      Iya kadang bingung juga, kayak brand Vivan aja kadang diofficial store nya bisa jual harga dibawah modal klo promo. Soalnya pernah beli di officialnya buat dijual lagi.
      Belom lagi mereka jual produk yang sama nanti dikasi nama tipe yg beda atau model sedikit beda dan hanya tersedia di official store aja Mereka kontrol harga jual ok2 aja. Tapi gak bercermin pada officialnya sendiri.
      Skrg emg musim sebuah brand main jualan direct selling lewat official store ,yg seharusnya gak boleh ya. Smoga aja kedepannya ada kebijakan dari pemerintah untuk mengontrol official store. Sering kita lihat ada tipe2 dan brand tertentu yg khusus dijual diofficial store saja.

      • 27 Maret 2024 - (00:29 WIB)
        Permalink

        @nicky
        Yg melaporkan akun pesaing bisnis ga?
        Akun pesaing bisnis sudah mulai pinter loh.

        Kalo pemilik brand / resmi pasti bisa di hubungi.

 Apa Komentar Anda?

Ada 10 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Mem-banned Produk Saya dengan Tuduhan Pelanggaran Merek, danโ€ฆ

oleh NICKY dibaca dalam: 2 menit
10