Keluhan Surat Pembaca Ekspedisi SiCepat Tidak Tembak Resi Sehingga Pesanan di Tokopedia Batal Sistem dan Tidak Bisa Ajukan Klaim 20 Juli 20246 Agustus 2024 ACHMAD-FEBRIAN-SYAH 2 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Drop point, e-Commerce, Jualan Online, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, Pick-up Paket, SiCepat, SOP, Standard Operating Procedures, Status kiriman paket kurir Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Halo semua para pembaca di Media Konsumen, Perkenalkan, saya Achmad Febriansyah. Saya bekerja sebagai tim aftersales di reseller online shop dan ingin menceritakan pengalaman buruk dengan ekspedisi SiCepat. Kasusnya adalah paket yang sudah dibawa oleh kurir pick up SiCepat sampai di gerai tidak ditembak resi sehingga status pesanan di marketplace menjadi batal sistem. Bukan hanya itu saja, mari saya perjelas kronologinya. 1. Pada tanggal 28 April 2024, kami mendapatkan orderan dari Tokopedia di nomor pesanan INV/20240428/MPL/3876463300. Kami proses pesanannya pada esok hari pada tanggal 29 April 2024 karena pada tanggal 28 adalah hari Minggu di mana operasional kami off. Jadi, setelah kami sudah menyiapkan pesanan dan paket di no resi: TKSC-000005X7JF2 sudah kami serahkan ke kurir pick up SiCepat Gerai Pejagalan. Untuk bukti surat serah terima bisa dilihat pada (bukti foto 1). 2. Customer kami memesan unit modem MiFi K300 + tambahan bubble wrap dengan nominal pesanan sebesar Rp251.500 menggunakan ekspedisi SiCepat dengan layanan BEST/NEXTDAY (bukti foto 2). 3. Tipe pengiriman layanannya BEST/NEXTDAY masa expired-nya jadi lebih cepat dan paket yang sudah diberikan ke SiCepat tidak ditembak resi hingga tanggal 30 April 2024. Alhasil, pesanan di marketplace Tokopedia jadi batal sistem (bukti foto 3). 4. Karena pesanan di Tokopedia sudah batal sistem dan tidak bisa dilanjut kirim, tim kami follow up ke grup yang bekerja sama dengan SiCepat Pejagalan pada tanggal 2 Mei 2024 untuk dibantu hold barangnya jangan sampai dikirim untuk dikembalikan ke kita lagi. Namun, oleh admin SiCepat Pejagalan, Nur Pebianah, tidak merespon (bukti foto 4). 5. Pada tanggal 5 Mei 2024, kami follow up kembali ke grup menanyakan apa sudah dihold untuk paket di no resi: TKSC-000005X7JF2 yang batal sistem akibat kelalaian SiCepat, tapi tetap saja hasilnya nihil. Pada tanggal ini juga kami sudah langsung ke gerai SiCepat Pejagalan untuk menanyakan paket tersebut, tetapi jawaban karyawan di sana tidak tahu menahu. Kami tunjukkan juga bentuk paketnya kecil, mereka hanya bilang akan dicari terlebih dahulu (bukti foto 5). 6. Selanjutnya sudah tidak ada kejelasan lagi paket batal sistem tersebut sampai pada tanggal 21 Juli 2024. Admin dari SiCepat Pejagalan, Nur Pebianah, bilang sudah tidak bekerja lagi di sana. Setelah kami cari tahu langsung dan datang, ternyata gerai Pejagalan sudah ditutup dan tidak beroperasi lagi (bukti foto 6). 7. Sebelumnya, pada tanggal 10 Juli 2024 sempat kami follow up kembali paket batal sistem di no resi TKSC-000005X7JF2 (bukti foto 7). 8. Lalu pada tanggal 11 Juli 2024, dijawab tetapi karena admin dan gerai SiCepat Pejagalan-nya sudah ditutup, dibantu jawab oleh orang SiCepat Pusat, Ibu Lilik. Jawabannya hanya bilang akan di-follow up serta diarahkan untuk menunggu (bukti foto 8). 9. Kami juga ada chat pribadi ke orang SiCepat Pusat, Ibu Lilik, perihal update-nya bagaimana. Dia meminta bukti handover kurir tanda tangan pengambilan fisik dari seller dan kami sudah memberikan bukti fotonya seperti pada FOTO 1 (bukti foto 9). 10. Pada tanggal 30 Juni 2024, kami menanyakan perihal update-nya setelah kami memberikan bukti serah terima ke kurir. Namun, jawabannya sangat tidak membantu. Bu Lilik bilang sudah dibuatkan pelaporannya ke tim tapi closed karena sudah lewat estimasi (bukti foto 10). Kurang lebih kronologinya seperti itu. Saya dan tim sudah berusaha semaksimal mungkin untuk follow up ke sana dan ke sini yang padahal berawal dari kesalahan SiCepat Pejagalan yang lupa tembak sehingga membuat pesanannya batal. Jadi, sampai saat ini paketnya belum ada di kami dan kami tidak bisa ajukan klaim ke Tokopedia, dikarenakan paket tersebut belum diupdate resi oleh SiCepat sehingga tidak tercatat dari Tokopedia-nya. Sekian pengalaman buruk saya dengan SiCepat terutama dengan gerai cabang di Pejagalan. Saya yakin juga banyak yang mengeluhkan seperti saya atau mungkin lebih parah makanya gerai tersebut tidak beroperasi lagi. Harapan saya kepada SiCepat, bisa lebih tegas lagi menerapkan SOP ke karyawan, agar kendala seperti ini tidak banyak terulang dengan nilai-nilai yang lebih besar. Dan untuk tuntutan kami ke SiCepat, dapat mengganti rugi senilai barang yang tidak dikembalikan ke kami. Terima kasih. Hormat saya, Achmad Febriansyah DKI Jakarta Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bob20 Juli 2024 - (14:50 WIB)Permalink Sayangnya lagi trend kurir2 begini input resi lama banget. Kalau saya ngak salah ngerti abis ngomong ke mereka, kan jadi nilai performa mereka bagus. Mulai dari waktu “ngaku” terima barang sampai ke tujuan jadi lebih cepat dari seharusnya. Jadi mereka input udah deket waktu truk yang ngambil buat terusin ke gudang selanjutnya. Dipepet2in. Hasilnya begini dah. Bisa telat masuk. Bisa lupa. Bisa hilang. Ngak bisa dibetulin. Kan atasan mereka bikin aturan juga biar performa lebih bagus, malah dipermainkan sistemnya. Ujung2nya kalau mau aman yah antar sendiri ke gerai dan todong sampai mereka input dan kasi tanda terima. Cuma banyak yang ngak mau sebelum truk mereka yang saya disebut di atas datang. Ini bisa malam. Dan jadi ongkos dll. lagi. Solusi baik2in dengan kasih sesuatu, THR, dll. menurut saya bukan solusi. 1 2 Login untuk Membalas
Amalul20 Juli 2024 - (15:57 WIB)Permalink Kenapa sicepat infonya akhir-akhir ini rusak amat. Saya baru aja mau retur barang pake pickup sicepat udah 2x request selalu susah. Pertama alasan gak logis alamat tidak valid. Padahal sudah lengkap tok. kedua gaada respon update, chat cs cuma ngomong bakal dijemput padahal udah mau malam. Pokonya wajib di blacklist ini ekspedisi buat pickup. 2 Login untuk Membalas