Lazada Menahan Uang dari Penjualan, Banding Ditolak, Datang ke Kantor Lazada di Jakarta Tidak Ada yang Bisa Ditemui

Saya pemilik toko nimshop yang menjual sembako seperti mi, beras, dan minyak. Saya buka toko baru sekitar 2 bulan lalu dan mulai berjualan baru 30 hari. Saya ikut event tanggal kembar dengan jumlah pesanan sekitar 30-an. Namun pada tanggal 8 Agustus tiba-tiba ada keterangan menunggu investigasi dan dana ditahan selama 90 hari.

Lalu pada tanggal 11 Agustus langsung ada email bahwa toko dinonaktifkan karena penyalahgunaan voucher. Toko sudah ditutup, sudah tidak bisa komplain atau sekadar bertanya ke PSC juga tidak bisa.

 

Saya mencoba chat menggunakan seller center baru dan meminta penjelasan kesalahan saya yang mana yang melanggar.

Saya juga meminta ke PSC penjelasan yang nyata mengenai pelanggaran apa, tetapi mereka tidak bisa menjelaskan apa pun. Saya sudah mencoba mengajukan banding selengkapnya, dan banding itu pun ditolak.

Saya juga mencoba mendatangi kantor Lazada di Jakarta, tetapi tidak ada satu pun orang yang bisa ditemui, tidak ada CS pengaduan untuk seller. Padahal kantornya sangat mewah dan benar-benar dijaga ketat.

Masa iya sekelas perusahaan besar seperti Lazada tidak ada tempat pengaduan untuk keluhan? Seolah memang disengaja agar para seller yang diblokir harus menerima begitu saja tanpa ada solusi terbaik. Banding pun rata-rata ditolak. Katanya kalau mau masuk ke kantor Lazada harus ada janji dan harus scan barcode.

Aneh sekali Lazada tiba-tiba memblokir toko saya, padahal baru mulai berjualan. Bukannya untung, malah jadi rugi. Saya berjualan normal dengan transaksi nyata, tetapi bisa tiba-tiba diblokir begitu saja.

Uang saya ditahan sebesar Rp4.300.000.

Mohon kepada Lazada agar secepatnya mencairkan uang saya untuk modal. Supaya uang saya cair, bagaimana ini pihak Lazada? Jangan tutup mata seperti ini, karena komplain terus-menerus ke PSC juga percuma, jawabannya selalu sama.

Firman Hidayat
Garut, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Lazada Menahan Uang dari Penjualan, Banding Ditolak, Datang ke Kantor Lazada di Jakarta Tidak Ada yang Bisa Ditemui”

Redaksi yang terhormat, Menanggapi surat pembaca di Media Konsumen pada tanggal 6 September 2025 berjudul “Lazada Menahan Uang dari Penjualan,...
Baca Selengkapnya

7 komentar untuk “Lazada Menahan Uang dari Penjualan, Banding Ditolak, Datang ke Kantor Lazada di Jakarta Tidak Ada yang Bisa Ditemui

  • 6 September 2025 - (17:01 WIB)
    Permalink

    Makanya komentar di sini, sering menganggap enteng, kalo Tokopedia / TikTok Shop bobrok, yah tinggal pindah ke Shopee ama Lazada. Padahal sama aja. Di belakangnya RRT juga. Itu semua ngak ada yang niat serius buat berbisnis dengan penjual di Indonesia. Tujuan utama yah jual barang pabrik Tiongkok di Indonesia, istilahnya dumping. Yang penjual lain yah kalau ngak dikerjain abis2an, yah diperlakukan semena-mena.

    2
    1
  • 7 September 2025 - (17:23 WIB)
    Permalink

    Lzd rungkad dgn menumbalkan seler ?
    Dr promo aja tak ada yg menarik mulai dr gratong min. Tinggi pot 10-20k, diskon koin tp hasil akhir tetep mahal kaya gimmick doang

  • 9 September 2025 - (08:24 WIB)
    Permalink

    Masukin ke YLKI aja nanti ada yang follow up dari mereka ke Lazada dan ada SLAnya juga kok.

  • 10 September 2025 - (10:32 WIB)
    Permalink

    Sejak ada kebijakan dari pemerintah mengenai pembatasan biaya ongkir serta promo gila2an dari eccomerce/seĺler, mau campaign atau gak harga barangnya mahal. Belum lagi seller ataupun customer yg disalahin eccomerce. Ya kyknya besok2x beli di offline krn harga g beda jauh perkara 1000 sd 2000.

 Apa Komentar Anda?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Lazada Menahan Uang dari Penjualan, Banding Ditolak, Datang ke Kantor …

oleh Bunny dibaca dalam: 1 menit
7