Rekening BRI Diblokir karena Laporan IASC OJK

Saya ingin menyampaikan keluhan mengenai pemblokiran rekening Bank BRI saya, yang mengatasnamakan IASC (Indonesia Anti Scam Center) OJK, yang sering disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mengintimidasi kami sebagai pelaku usaha. Saya adalah pedagang toko bahan bangunan, dan dengan sebagian besar pembeli yang datang, kami tidak saling mengenal.

Kronologinya, pada tanggal 12 November 2025, rekening BRI saya dengan nomor rekening 2116-0108-****-*67, diblokir oleh pihak BRI yang mengklaim bahwa pemblokiran ini disebabkan oleh laporan IASC (OJK). Tanggal 13 November 2025, saya sudah melakukan verifikasi ke bank BRI dengan melampirkan bukti transaksi dari toko bangunan milik saya, serta surat pernyataan klarifikasi. Namun, hingga saat ini blokir rekening saya belum dibuka, padahal di dalamnya terdapat uang sebesar Rp27.000.000.

Sebagai pedagang, kami tidak mungkin menanyakan sumber dana dari pembeli atau meminta identitas mereka. Semua bukti faktur transaksi dan legalitas juga telah saya lampirkan saat melakukan klarifikasi.  Sebagai wirausaha, saya juga harus memenuhi segala kewajiban seperti gaji, cicilan, dan pembayaran kepada supplier.

Ketika saya mengklarifikasi masalah ini ke pihak Bank BRI, mereka menyatakan bahwa rekening saya diblokir karena adanya laporan dari IASC (OJK), yang menyebutkan bahwa rekening saya menerima dana dari penipu. Setelah saya melakukan klarifikasi ke BRI dengan menyertakan bukti faktur dan NIB usaha saya, proses klarifikasi dari pihak BRI memakan waktu yang sangat lama.

Sudah tiga minggu lebih saya menunggu sejak klarifikasi, tanpa ada kejelasan dari pihak perbankan. Apakah BRI juga ingin memanfaatkan IASC ini untuk menahan dana nasabah tanpa memberikan bunga? Toko bangunan Putra Harapan milik saya juga mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dari BRI, Maybank, dan Danamon, silakan cek SLIK saya. Apakah saya ini nasabah penipu? Setiap tahun, orang-orang dari perbankan datang ke tempat usaha saya.

Saya berharap OJK dapat mengeluarkan program dengan batas waktu penanganan yang jelas. Hal ini sangat mengganggu aktivitas saya sebagai pedagang, karena kami tidak mungkin menanyakan identitas pembeli, apalagi menanyakan apakah uang mereka bersih atau tidak.

Sejak adanya program IASC ini, saya sebagai wirausaha sangat terganggu, karena setiap saat harus melakukan klarifikasi ke bank. Untuk bank swasta, minimal membutuhkan waktu tujuh hari kerja, sedangkan untuk bank BUMN bisa memakan waktu berbulan-bulan. Saya jadi bingung, bagaimana saya bisa menjalankan usaha jika diperlakukan seperti ini terus?

Ini adalah keluh kesah yang ingin saya sampaikan dengan sejujur-jujurnya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Piter Wongso
Pekanbaru, Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Rekening BRI Diblokir karena Laporan IASC OJK”

Sebelumnya kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BRI dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak Piter...
Baca selengkapnya

25 komentar untuk “Rekening BRI Diblokir karena Laporan IASC OJK

  • 10 Desember 2025 - (11:55 WIB)
    Permalink

    Itu kan diblokirnya atas instruksi IASC kemungkinan karena ada transaksi yang dilaporkan sama orang, coba diingat lagi Pak apa ada transaksi yang belum terselesaikan, misalnya barang pesanan yang belum datang atau lainnya

    • 11 Desember 2025 - (08:41 WIB)
      Permalink

      Baru tau ada program baru dari ojk.coba laporkan surat resmi ke OJK cc yayasan perlindungan konsumen perihal pemblokiran.

      • 11 Desember 2025 - (09:09 WIB)
        Permalink

        Sudah pak.. sy sudah email ke ojk, ombudsman bahkan ig menkeu.. hahaha.. u know i know laa ga ada balasan.. ampun dah

  • 10 Desember 2025 - (16:08 WIB)
    Permalink

    Sudah sy klarifikasi smua nya, faktur belanja legalitas usaha.. skrg yg jadi prob kami pedagang di tuduh menerima duit dari penipu.. yaa mana kita tau sumber duit orang dari mana, nanya identitas saja ga punya kewenangan kami nya.. silakan bank kalo mau klarifikasi, tetapi jangan sampai sebulan juga.. duit mesti mutar kewajiban gaji supplier juga harus kita bayar

  • 10 Desember 2025 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Kalo merasa bukan penipu ataupun penadah transaksi penipuan lapor polisi aja pak. karena pemblokiran dari iasc melalui pelaporan polisi, verifikasi bank, dan disetujui ojk.

    • 10 Desember 2025 - (17:20 WIB)
      Permalink

      Sudah pernah tes lapor IASC belum pak? Sangat gampang membuat laporan IASC itu, ga perlu laporan polisi.. justru sy memang mau nya melapor balik yg membuat laporan palsu.. tidak di berikan identitas pelapor, dan sudah sy bilang ke bank kalo memang sy pidana sudah suruh yg melapor laporkan polisi saja, lbih baik ketimbang di blokir2.. susah sy mau usaha.. alamat no.hp sy lengkap tidak pernah ganti

      • 11 Desember 2025 - (09:49 WIB)
        Permalink

        Sudah kalau tidak ada laporan kepolisian laporan ditolak, dan tidak bisa diteruskan untuk blokir ke bank 🙂

        • 11 Desember 2025 - (10:56 WIB)
          Permalink

          Bank nya sy tanya ga ada pak.. bahkan sy tantangin koq kalo memang ada kan sy ga kemana2 alamat dll smua jelas.. mereka pihak bank juga pusing dengan iasc ini, terlalu gampang buat iasc nya

          • 11 Desember 2025 - (15:11 WIB)
            Permalink

            Sama dengan saya di BANk PERMATA, di blokir karena ada pengaduan ke ISAC bahwa rekening daya penipuan, pihak bank juga bingung gak bisa jelasin nunggu sebulan baru ada laporan mereka selidiki ada perorangan yg membuat pengaduan, dan sampai sekarang dari bulan 6 gak ada kejelasan saldi 5 jt lebih,

          • 11 Desember 2025 - (15:53 WIB)
            Permalink

            laporan ke kepolisian di submit nya ke IASC pak. Pihak bank hanya menjalankan perintah IASC karena itu salah satu divisi OJK. Jadi klarifikasinya bapak lapor kepolisian saja kemudian menghubungi OJK atau IASC. Disini memang bank tidak tau karena mereka hanya tunduk pada otoritas jasa keuangan. Sedangkan dari IASC proses pemblokiran jika dokumen disertai pelaporan polisi juga

  • 10 Desember 2025 - (17:16 WIB)
    Permalink

    Bisa jadi itu transaksi segitiga. Ts transaksi dengan A, A transaksi dengan B, B membayar transaksi ts dengan A. Penipu sebenarnya adalah A. B melaporkan rekening ts karena sudah membayar tp tidak dapat apa2 dari A.

    • 10 Desember 2025 - (17:23 WIB)
      Permalink

      Iyaa benar pak.. kebanyakan case nya segitiga pak, bahkan sy membayar ke supplier sy.. supplier sy juga kena blokir, hahahaha malu kita pak.. alasan nya indikasi menerima aliran dana dari penipuan, bagaimana kita mau berdagang jika begini..

      • 11 Desember 2025 - (08:20 WIB)
        Permalink

        Menarik dan penting penjelasannya, apa ada kemungkinan sebenarnya sumber dana Bapak (customer Bapak) itu juga tidak masalah, tetapi masalah ada di sumbernya (atau sumber dari sumbernya dsb.) customer Bapak, terbukti supplier Bapak juga terblokir karena menerima aliran dana dari Bapak padahal transaksi itu 100% legal dan tidak ada masalah.

        • 11 Desember 2025 - (09:07 WIB)
          Permalink

          Yaa mesti bagaimana yaa kita sebagai pedagang? Masa iya kita jualan bertanya ini duit nya bersih ato kotor? Rusuh yg ada di lapangan ntar pak..

  • 10 Desember 2025 - (17:30 WIB)
    Permalink

    Itu transaksi 200 juta pasti barangnya dikirim oleh penjual kan? Gak mungkin pembeli ngangkut sendiri semen 500 zak, bata 60.000 buah, besi beton, dan pasir 100 m3. Datangin aja orangnya langsung ke alamat kirim barang tersebut.

    • 10 Desember 2025 - (17:37 WIB)
      Permalink

      Sudahh.. terus kita mau napaen? Dia bilang dia ga ada prob.. ga mungkin sy angkut lagi barang2 nya, justru sy yg pidana, orang sudah bayar lunas masa sy ambil barang nya lagi

      • 11 Desember 2025 - (08:43 WIB)
        Permalink

        Minimal dimintai identitasnya dan dibuktikan kehalalan/legalitas transaksinya, jadi feeling saya ada uang haram di aliran dana yang diblokir: uang haram -> A -> B -> C -> D -> pembeli -> Bapak -> supplier -> ???, bank tahunya memblokir semua rekening di alirannya (A, B, …, sampai Bapak dan supplier).

        Kalau kita pas apes jadi salah satu pihak yang terblokir (termasuk Bapak dan supplier) ya harus dibuktikan uang yang diterima itu 100% halal/legal (transaksi barang dan jasa apa, sudah Bapak serahkan barang/jasanya, termasuk identitas lengkap pembelinya).

        Dari tulisan awal kesan saya Bapak sama sekali tidak mengetahui/memberi tahu bank identitas pembeli tersebut “tidak mungkin…meminta identitas mereka”, “diantara kami (toko) dan pembeli tidak saling mengenal”, dsb. tetapi dari balasan terbaru di atas sebenarnya Bapak bisa mengetahui/menelusuri siapa pembelinya.

        Setahu saya ini informasi penting yang dicari bank, bawa pembelinya ke bank atau minimal membuat surat keterangan bahwa ybs. telah melakukan transfer Rp 200.000.000 ke rekening Bapak untuk pembelian bahan bangunan, dan penyerahan barang tersebut sudah dilakukan oleh Bapak (bukti delivery order, foto barang, foto lokasi, foto bangunan, dsb.)

        Semoga masalahnya cepat terselesaikan.

        • 11 Desember 2025 - (09:04 WIB)
          Permalink

          Iyaa seharus nya memang bank lebih memiliki kewenangan di bandingkan sy, untuk bertanya kepada pembeli(yg mentransfer duit).. kalo sy yg pergi ketempat pembeli bertanya.. mereka cuma menjawab seadanya dan merasa bukan urusan mereka.. apalagi kalo tempat nya agak terpencil, sy juga takut untuk menekan.. dan tidak memiliki hak buat menekan juga.

  • 11 Desember 2025 - (10:58 WIB)
    Permalink

    Thanks smua nya, rekening sy sudah di buka blokiran nya.. thanks

  • 11 Desember 2025 - (11:01 WIB)
    Permalink

    Agak melenceng komen saya pak,jga turut prihatin semoga lekas terselesaikan.
    Dulu saya ketika diceritain seorang pemilik toko mebel besar di Jawa Timur,saya tidak percaya bahwa beliau tidak punya rekening bank manapun,jadidilakukan secara manual semua. Akhirnya sadar jga kalau ada masalah bikin ribet,penyelesaiannya mbulet,blum yg lain.
    Jadi intinya laporin aja rekening keluarga koruptor biar diblokir.. wkwkwk
    Salam sehat dan waras

    • 11 Desember 2025 - (11:59 WIB)
      Permalink

      Sudah terselesaikan prob sy pak.. sy kurang paham pak kronologis yg bapak sampaikan.. mohon maaf, tapi kalo sy cuma fokus berdagang saja pak.. berdangan sudah pusing ditambah ngurus2 klarifikasi bank lagi, sy cuma ngebayangin kasian kepada pedagang yg kalo cashflow nya pas2an terus kena blokir, bagaimana mau membayar kewajiban2

 Apa Komentar Anda?

Ada 25 komentar sampai saat ini..

Rekening BRI Diblokir karena Laporan IASC OJK

oleh Piter Wongso dibaca dalam: 2 menit
25