Keluhan Surat Pembaca Customer Service atau TikTok Service? 27 Desember 2025 Charles Winarto 7 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, dispute, e-Commerce, Jual beli online, Jualan Online, Marketplace, Potongan hasil penjualan, Shop Tokopedia, ShopTokopedia, SOP, Standard Operating Procedures, TikTok Business Center, TikTok Seller, TikTok Shop, TikTok Shop by Tokopedia, Tokopedia Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah menerima dan memposting tulisan kecil saya ini. Pada tanggal 20 Desember 2025, kami menerima pesanan baru berupa satu pasang busa pad warna hitam dengan nomor pesanan 581734074158515345. Keesokan harinya, pesanan tersebut langsung kami proses dan serahkan kepada pihak JNT. Pada tanggal 22 Desember 2025 pukul 11.40, paket dinyatakan telah diterima. Namun, pada pukul 18.33 di hari yang sama, pembeli mengajukan pengembalian dana dengan alasan hanya menerima satu sisi. Keesokan harinya, kami mengecek pengajuan pengembalian tersebut. Pihak TikTok meminta kami memberikan bukti. Setelah kami cek melalui CCTV, terlihat jelas bahwa kami mengirim satu pasang busa pad. Prosesnya dimulai dengan memasukkan busa pad ke dalam plastik bening, lalu ke plastik hitam. Kami menyiapkan video CCTV saat proses packing untuk diberikan kepada pihak TikTok. Namun, pada kolom “Hubungi TikTok”, kami tidak dapat mengunggah video. Oleh karena itu, kami mengirimkan screenshot bagian penting CCTV, yang memperlihatkan kedua tangan admin masing-masing memegang satu busa pad, proses memasukkan ke plastik bening, serta beberapa foto pendukung lainnya. Total ada enam foto yang kami unggah. Pada kolom penjelasan, kami juga sudah menyampaikan bahwa kami tidak bisa mengunggah video dan meminta diberikan tautan agar dapat mengunggah video secara lengkap. Namun, pada malam harinya, pengembalian pembeli justru disetujui, setengah dana dikembalikan ke pembeli, dan kami diminta mengajukan banding dalam waktu 48 jam. Kami langsung mengajukan banding, dan pada tahap banding tersebut kami berhasil mengunggah video packing. Namun keesokan paginya, banding kami ditolak dengan alasan kami tidak memberikan bukti valid pada tiket sengketa. Di sini kami benar-benar bingung. Apakah yang dimaksud tidak memberikan video saat dispute sebelumnya, atau video yang kami unggah saat banding dianggap tidak valid? Tidak ada penjelasan yang jelas. Video yang kami berikan memang berupa CCTV, sehingga resi tidak terlihat dengan jelas. Namun, terdapat rekaman CCTV panjang yang memperlihatkan paket tersebut di-pick up oleh pihak JNT pada sore harinya. Pesanan TikTok kami pada tanggal 20 Desember 2025 yang menggunakan JNT khusus hanya berjumlah tiga pesanan. Seluruh paket JNT kami letakkan di meja depan dan terekam jelas saat di-pick up oleh pihak JNT. Kami juga keberatan karena dari pihak kami, barang dikirim satu pasang dan dimasukkan ke plastik bening. Sementara foto dari pembeli tidak memperlihatkan adanya plastik bening tersebut. Oleh karena itu, kami langsung menghubungi customer service TikTok. Percakapan tersebut memakan waktu hampir 30 menit, yang akhirnya kami akhiri karena tidak ada solusi. Sebelumnya, pihak customer service menyampaikan bahwa mereka mengerti kendala kami, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena keputusan final ada di tim sengketa atau keterbatasan informasi. Saya juga menanyakan bagaimana cara menghubungi tim sengketa, namun dijawab bahwa tiket sudah ditutup dan bersifat final. Lalu, saya bertanya, di mana letak “mengerti” yang dimaksud? Jika Kak Ju*** sebagai customer service sudah mengerti permasalahan kami, lalu apa yang bisa dibantu kepada penjual? Saya benar-benar tidak memahami maksud pernyataan “mengerti kendalanya” tetapi tidak ada satu pun solusi yang diberikan. Bahkan pada akhirnya, kami justru disalahkan karena dianggap tidak memberikan bukti, padahal kami sudah menjelaskan dan memberikan bukti, termasuk video saat banding. Apakah kata “mengerti” tersebut hanya sekadar formalitas? Sebagai customer service atau TikTok Service, seharusnya yang dijelaskan adalah apa yang dimaksud dengan “bukti valid”, bukan hanya mengulang-ulang jawaban yang sama. Permintaan follow up ke tim terkait pun selalu dijawab dengan alasan keterbatasan. Keterbatasannya di mana? Membuat laporan saja seharusnya bisa. Pembeli hanya memberikan satu foto produk di samping resi paket. Apakah itu bisa membuktikan bahwa produk tersebut dari kami dan kami hanya mengirim satu buah? Plastik bening yang kami gunakan juga tidak terlihat pada foto pembeli. Apakah bisa dipastikan orang yang memfoto tersebut adalah orang yang membuka paket? Tujuan paket juga ke kos-kosan. Apakah bisa dipastikan paket langsung diterima oleh yang bersangkutan? Bahkan foto dari jasa kirim pun terlihat berbeda dengan paket dari kami. Ini adalah dispute pertama kami selama berjualan di TikTok, termasuk sejak integrasi dari Tokopedia ke TikTok. Namun, pengalaman customer service seperti ini sangat mengecewakan. Setelah kami cek, kami juga baru mengetahui bahwa kami dikenakan biaya ongkir sebesar Rp20.000, sementara harga produk hanya Rp13.250, sehingga penjualan kami menjadi minus Rp16.227. Luar biasa, berjualan di TikTok dengan harga barang Rp13.250 bisa berakhir minus Rp16.227. Padahal belum tentu ini kesalahan kami, dan paket pun sudah sampai ke pembeli. Selama saya berjualan online, ini pertama kalinya penjualan bisa menjadi minus seperti ini. Pihak “TikTok Service” yang katanya mengerti permasalahan kami, nyatanya tidak mau tahu. Semua hanya dijawab dengan keterbatasan. Jika semuanya terbatas, lalu apa fungsi customer service? Pesanan kami per hari masih di bawah 10, tetapi sudah mengalami masalah seperti ini. Saya membayangkan jika suatu hari pesanan sudah di atas 100 per hari, pasti permasalahan juga akan semakin banyak. Sementara untuk satu masalah saja, penanganannya seperti ini. Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dihabiskan hanya untuk chat dengan TikTok Service yang ujung-ujungnya tidak bisa membantu penjual sama sekali. Di titik ini, kami mulai mempertimbangkan untuk mematikan penjualan di TikTok atau tidak lagi mengunggah produk baru. Apa gunanya rajin memposting produk jika ada risiko produk diblokir, diberikan poin penalti, keuntungan semakin tipis, dan ketika ada masalah seperti ini, tidak ada penyelesaian yang jelas? Kami harus menjual berapa pasang busa pad hanya untuk menutup kerugian satu pesanan ini? Jika ada pihak manajemen TikTok yang membaca tulisan kecil saya ini, mohon diperhatikan bagaimana kualitas customer service untuk penjual. Bukan satu atau dua kali saya menghubungi customer service TikTok untuk permasalahan yang berbeda, tetapi jawabannya hampir selalu “keterbatasan”. Silakan dicek log chat kami selama ini. Apakah ada masalah yang benar-benar bisa dibantu? Yang ada justru rasa kesal dan jengkel, serta waktu yang terbuang hanya untuk satu sesi chat. Akhir kata, saya berharap TikTok mau membaca keluhan ini. Menurut saya, penjual adalah partner TikTok. Jika penjual mengalami masalah dan sulit mendapatkan bantuan, bagaimana masalah tersebut bisa diselesaikan? Seiring peningkatan penjualan, tentu masalah juga akan semakin banyak. Jika tidak bisa ditangani, saya yakin banyak penjual yang akan mundur, dan mungkin saya salah satunya. Saya berharap hal tersebut tidak terjadi. Terima kasih kepada teman-teman dan siapa pun yang telah meluangkan waktu membaca tulisan kecil saya ini. Charles Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Shin Chan27 Desember 2025 - (16:18 WIB)Permalink STOP jualan di platform jogat joget! Jelas merugikan seller, potongan admin sangat besar dibandingkan marketplace lain. Banding pun percuma karena seller pasti kalah. Tidak pernah ada tanggapan di MK. 2 Login untuk Membalas
Charles WinartoPenulis artikel7 Januari 2026 - (12:50 WIB)Permalink siap terima kasih tanggapannya Login untuk Membalas
Andi ANdi7 Januari 2026 - (10:55 WIB)Permalink 1 tahun lebih jualan, kasus nya banyak dan bermacam2, HANYA DITIKTOKSHOP, penjual tidak banyak, TAPI TIKET LAPORAN PALING BANYAK, DAN SEMUANYA DI MENTAHKAN KE SELLER SEMUA,, WALAU SUDAH ADA YANG PUNYA KEPUTUSAN AKAN DIKEMBALIKAN DANANYA, ITUPUN 1 BULAN LEBIH GAK ADA KEJELASANNYA, 1 Login untuk Membalas
Charles WinartoPenulis artikel7 Januari 2026 - (12:52 WIB)Permalink iya memang sulit di tiktok saya merasakan begitu cs nya sudah mengerti katanya tetapi tidak bisa bantu apa apa konyol banget terima kasih 1 Login untuk Membalas
Andi ANdi7 Januari 2026 - (22:49 WIB)Permalink yang kami alami, proses kronologi sebelum pengembalian barng,, 1. sudah lapor dahulu ke pusat bantuan, menanyakan rating dll, nanti ada apa2 saja, hasilnya adlaah disuruh menunggu brng kembali, bkin banding dll, 2. proses banding, sebelum kirim bukti di proses banding, sudah tanya pusat bantuan, apa2 saja, ITUPUN HARUS DIPANCING, dari alasan banding dll, jawaban mereka melempar keseller, suruh kasih bukti dan bandingnya alasan menurut seller (MELEMPAR SELLER YANG BIKIN KEPUTUSAN)bla bla bla, UNTUK ALASAN SAJA, mereka tidak mau kasih tahu, dipaksa dan ditanya terus menerus, baru kasih tahu alasannya, LANJUT BUKTI YANG DIKIRIMKAN APA SAJA,, ditanyakan buktinya apa saja, ITU PROSES LAGI MANCING LAGI, pusat bantuan tidak pernah mau jawab, YANG PUNYA SISTEM koq tidak mau kasih tahu TATA CARA DETAIL YANG BENAR?? (PADAHAL DIKASIH TAHU, KAMI ADA BUKTI DLL, DARI PACKINGAN DLL, SAMPAI FOTO KIRIM DI JASA KIRIM, CUSTOMER TIDAK MERESPON DLL),, sampai akhirnya baru mau jawab (1 JAM BUAT NGURUSIN PROSES BANDING DIPUSAT BANTUAN), 1 RESI DAN BUKTI LENGKAP SAJA, PUSAT BANTUAN JAWABNYA NGASAL TEMPLATE SEMUA, 3. Setelah proses banding, akhirnya banding MENDUKUNG SELLER KEPUTUSANNYA, itupun masih KENA BEBAN BIAYA PENGIRIMAN RETURN KE SELLER, 4. BANDING PROSES PENGIRIMAN YANG DIJAWAB DARI 3 TIKET BERULANG, ADA 1 TIKET YANG DI BALAS TERUS DI TANTANG TERUS, DENGAN BUKTI2 LENGKAP DIATAS, YANG DIJAWAB adalah, KEPUTUSAN FINAL BLA BLA BLA BLA,, Kami mohon maaf bla bla bla bla, KETIKA DIMINTA PERNYATAAN APAKAH PLATFORM MENDUKUNG PENIPUAN? TIDAK DIJAWAB2, padahal sederhana, jika TIDAK MENDUKUNG, koq bisa ada sistemnya NGACO, semua PROSES DIATAS ada bukti screenshoot, DARI AWAL CHAT PUSAT BANTUAN DAN TIKETNYA2ANYA , SEMUA DISCREENSHOOT ULANG, KHAWATIR BISA2 TIKETNYA TIBA2 NGILANG DARI PLATFORM, (DIHILANGKAN BUKTINYA OLEH PLATFORM), , setelah 3 bulan itu, kami up lagi ke AM tiktok, Baru ada follow up baru lagi, Keputusannya ada dari AM< dan disuruh bikin tiket baru lagi, dan tiket nya akhirnya menyatakan AKAN DIGANTI DALAM XX HARI KERJA, dan ketika sudah 1 bulan MELEWATI BATAS HARI KERJANYA, tiketnya MASIH GANTUNG, INVESTIGASI INVESTIGASI, JAWABANNYA BANYAK YANG BERBANDING TERBALIK SEMUA, KASUS 2025, untuk 1 kasus BUKTI FULL NYATA SAJA, 2026 masih INVESTIGASI, bearti apa ini? SISTEM TIKTOK MENDUKUNG PENIPUAN (TIDAK BISA TRANSPARAN DAN ACCOUNTABLE), menurut keyakinan saya , sebagai logika umum jual beli, SISTEM TIKTOK SHOP SANGAT MENUDKUNG PENIPUAN, 2023-2025, SEMUA TIKET GANTUNG, jawaban TEMPLATENYA, KAMI MOHON MAAF, KENDALA KK AKAN KAMI JADIKAN MASUKAN, mohon maaf ketidaknyamananya,, mohon maaf , nanti kami evaluasi, nanti kami bla bla bla, kami heran, YLKI dan OMBUDSMAN belum ada yang turun tangan, Platform lain ada CALL CENTRE untuk dihubungi, KHUSUS TIKTOKSHOP TIDAK ADA CALL CENTRE, TIDAK DISEDIAKAN PROSES PENYELESAIAN SENGKETA YANG ADIL DAN TRANSPARAN, 1 Login untuk Membalas
Abdurrahman Abdurrahman5 Februari 2026 - (12:11 WIB)Permalink NGOBROL SAMA CS TIKTOK HARUS PAKE BAHASA HEWAN, NGAK NGERTI BAHASA MANUSIA, HARUS KELUAR KATA2 CACI MAKI FLORA DAN FAUNA, KARENA MEREKA “BISU” DAN JUGA “TULI” UNTUK TICKET2, CSNYA JUGA BELOON NGAK KAYAK DI SHOPEE, SAYA INI UDAH 3TAHUN JUALAN DI TIKTOK, SERING KELUAAR CACI MAKIAN, BAHASA KEBUN BINATANG SERING JUGA TAPI KALAU SHOPEE, SAYA SUDAH 10TAHUN LEBIH, SANGAT PROFESIONAL DAN SOLUSINYA LEBIH BAIK Login untuk Membalas
Abdurrahman Abdurrahman5 Februari 2026 - (13:53 WIB)Permalink TIKTOK NGAK MUNGKIN BERANI BALAS DI MEDIA KONSUMEN INDONESIA.. KARENA MEREKA TAHU KEJELEKAN MEREKA SEHINGGA TIDAK MEMPUNYAI ARGUMEN UNTUK MENJAWAB SELLER.. TIKTOK MEMANG NGAK COCOK UNTUK BERJUALAN.. CUMA UNTUK HIBURAN DAN IKLAN COCOKNYA CSNYA JUGA NGAK SEHEBAT CS SHOPEE Login untuk Membalas