Kompensasi Tidak Adil atas Paket Retur yang Dianggap Hilang karena SPX Overload, Harga 8 Juta Diganti 94 Ribu

Mohon bantuannya mengenai kasus yang saya alami.

Saya adalah seller HP di Shopee. Saya menerima order iPhone 13 dengan harga sekitar Rp8 juta tanpa asuransi tujuan Kendal, Jawa Tengah, pada tanggal 10 Februari 2026. Barang saya kirim tanggal 11 Februari 2026 dan sampai di buyer tanggal 16 Februari 2026 dengan baik dan aman.

Namun dengan berbagai alasan, buyer meminta retur, akhirnya saya terima pengajuannya.

Barang dikirimkan kembali tanggal 18 Februari 2026 dan batas akhir sampai tanggal 3 Maret 2026 harus sampai di saya, serta saya harus memberikan konfirmasi penerimaan.

Tanggal 2 Maret 2026 pukul 16.33 tiba-tiba barang dinyatakan hilang. Akan tetapi pada tanggal 2 Maret 2026 pukul 22.40 status barang diproses di DC (yang artinya barang masih ada).

Namun karena SPX overload, akibatnya barang terlalu lama di ekspedisi. Akhirnya sampai estimasi batas akhir penerimaan barang, barang belum sampai di saya, tetapi secara otomatis dinyatakan hilang. Uang dikembalikan ke buyer penuh, dan saya diganti kompensasi Rp94.000 (10x ongkir).

Saya mencoba mengajukan banding ke CS Shopee, tetapi ditolak dan tidak ada balasan berhari-hari. Sampai detik ini, saya sudah mencoba menelepon tetapi tidak bisa.

Karena status resi terakhir di DC Malang, saya mengejar ke DC Shopee Malang. Dicek oleh admin DC-nya di sistem DC Shopee, ternyata status resinya “liquidating”. Artinya karena kompensasi sudah diberikan (secara otomatis ke saldo penjual saya), barang dikirim ke kantor pusat Shopee Jakarta.

Jujur saja, saya tidak terima kompensasi hanya Rp94.000, padahal barangnya masih ada dan status barang sebenarnya tidak hilang.

Pertanyaan saya selanjutnya, kenapa sistem Shopee secara otomatis menganggap barang hilang hanya karena melebihi estimasi akibat kondisi overload SPX? Dan seenaknya saja mengklaim kepemilikan atas barang yang sebenarnya bukan miliknya karena kesalahan sistem Shopee sendiri.

Apa yang harus saya lakukan? Mohon bantuan dan masukannya.

Terima kasih Media Konsumen.

Monica Lestari
Kota Batu, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

32 komentar untuk “Kompensasi Tidak Adil atas Paket Retur yang Dianggap Hilang karena SPX Overload, Harga 8 Juta Diganti 94 Ribu

  • 9 Maret 2026 - (18:30 WIB)
    Permalink

    Nah karena alasan overload ini SPX enak manipulasi barang mahal dengan alasan overload. Itu semua paketan banyak yang sudah dicancel. Tinggal buat status hilang.

    SPX lagi mode zaman batu. Kepala batu, kebijakan batu, Managernya batu, Kepala gudangnya batu, serba batu lah SPX.

    2
    1
    • 11 Maret 2026 - (16:49 WIB)
      Permalink

      Masalahnya kita seperti tidak bisa berbuat apa2 meskipun sudah banyak sekali kejadiannya serupa 🙁

      • 11 Maret 2026 - (16:53 WIB)
        Permalink

        SPX memang banyak malingnya. Apalagi manager SPX, Supervisor, dan Kepala Gudang SPX. Barang mahal lebih enak dimanipulasi dan ongkir mahal juga.

      • 12 Maret 2026 - (08:13 WIB)
        Permalink

        Saya pernah retur barang. Dari pihak spx gak di cek. Apakah benar barang itu sesuai atau tidak. Bisa juga dari pembeli yang…..

  • 9 Maret 2026 - (19:12 WIB)
    Permalink

    Terlepas dari tanggungjawab ekpedisi untuk menjaga keamanan paket customer baik diasurasi mau pun tidak diasuransikan, tapi saran saya sebaiknya asuransi diaktifkan. Ini berdasarkan pengalaman saya. Sebagai penjual saya juga mengerti jika ada beban asuransi keuntungan penjual akan berkurang dan sulit bersaing, tetapi saat ini pengiriman paket itu sangat rawan dan beresiko. Banyak sekali oknum2 nakal. Adanya asuransi sedikit banyak bisa membuat hati lebih tenang. Dengan asuransi saja proses sudah cukup sulit apalagi tidak ada asuransi. Saya doakan semoga ada jalan keluar bagi TS

    • 11 Maret 2026 - (08:00 WIB)
      Permalink

      Bukannya klo elektronik atau barang belah harus asuransi ya, cm yg jd pertanyaannya ini kan barang return , pakah masih berlaku asuransinya?tapi bagaimanapun mang expedisi tidak punya rasa tanggung jawab.. cm mikirkan banyak barang masuk tapi g pduli apakah sdm cukup atau ga

    • 11 Maret 2026 - (16:50 WIB)
      Permalink

      Terimakasih kak..
      Memang salah saya asuransi tidak di aktifkan. Yg saya per masalahkan adalah kenapa sistemnya seenaknya sendiri mengklaim kepemilikan atas bobroknya sistem ekspedisi mereka.

    • 11 Maret 2026 - (16:51 WIB)
      Permalink

      Nah itu kak.. Parah banget Dan masalahnya banyak banget kasus serupa ternyata..

      • 14 Maret 2026 - (18:52 WIB)
        Permalink

        kalo alasan overload berarti ada kemungkinan resi udah kegesek jadi ga bisa di scan

        bukan gamau di cari juga sih, pengiriman paket lebih dari ribuan paket kalo buat nyari 1 paket sama aja buang-buang waktu

        emng buat pelajaran aja sekarang biar kedepannya kalo terulang lagi pergantiannya sesuai

        walaupun klaim asuransi emng nunggu lama, awal pergantian 10x ongkir dari jasa kirim baru nantinya pihak asuransi bantu ngeklaim

  • 10 Maret 2026 - (08:22 WIB)
    Permalink

    Asli saya juga sama cuma bedanya saya buyer, barang sih engga seberapa cuma 60rb tapi pihak SPX nge return ke seller dengan alasan overload. Padahal gw udah di depan SPX nya langsung. Next emang jasa kirim SPX ini WAJIB dihindari. Udh nunggu 5 hari taunya barang di return alasannya sama kaya anda terlalu lama di dc.

    • 11 Maret 2026 - (16:52 WIB)
      Permalink

      Apa bole buat tapi kak..
      Sebagai seller saya sudah coba non aktifkan SPX tapi lgsg traffic turun Dan ga dapat orderan.. Seperti nya memang kita terjebak oleh sistem yg mau ga mau kita harus ikuti, klo ga ya terima aja nasibnya..

      • 13 Maret 2026 - (08:23 WIB)
        Permalink

        Iya kak betul memang turun, tapi kalau mau mental kakak sehat lebih baik di nonaktifkan. Temen saya juga gitu, awal memang turun tapi kesananya normal dan tentram kak.

  • 10 Maret 2026 - (08:54 WIB)
    Permalink

    Berarti yang ambil hp nya itu orangnya sudah diketahui dan masih orang di perusahaan itu??

  • 10 Maret 2026 - (17:13 WIB)
    Permalink

    Pakai asuransi gak kak, kalau di asuransikan di ganti full sampai 100jt kak, bisa di komplaint kak kalau barang nya di asuransikan

    • 11 Maret 2026 - (16:54 WIB)
      Permalink

      Iya kak.. Pelajaran ke depannya..
      Yg saya per masalahkan adalah kenapa barang dianggap hilang padahal Ada barangnya..

      • 11 Maret 2026 - (17:24 WIB)
        Permalink

        Karena banyak maling nya kak di ekspedisi, saya jualan barang murah saja seratus rebu di ambil kak di tukar di ekspedisi di tukar batu apa lagi hp yang jutaan kak, mereka ambil cuma ganti 10x ongkir kak

  • 11 Maret 2026 - (16:15 WIB)
    Permalink

    kita senasib kak
    sepertinya pihak spx sengaja melakukan ini demi mendapat untung dengan menyalahkan sistem dan aturan mereka sendiri
    sangat tidak bertanggung jawab

    • 11 Maret 2026 - (16:55 WIB)
      Permalink

      Setuju banget kak.. Menurut kakak kita harus diam aja gt di permainkan sistem ga jelas mereka?

      • 11 Maret 2026 - (17:01 WIB)
        Permalink

        mau komplain ke spx ditolak kak, komplain shopee disuruh koordinasi ma spx pasti ditolak lagi
        mau lapor polisi pasti biaya sangat mahal
        di negara ini orang miskin cuma buat mainan kak susah

        • 11 Maret 2026 - (17:07 WIB)
          Permalink

          dm terus atau chat badan perlindungan konsumen kak siapa tahu negara tergerak hatinya pas bulan ramadhan, dan membantu praktek curang spx ini diberantas

  • 11 Maret 2026 - (17:26 WIB)
    Permalink

    Saya berharap pihak shopee membaca artikel ini dan perbaiki bebenah di SPX nya agar lebih ketat, sdm nya, terutama di DC bekasi banyak yang nuker barang, mohon di perketat, buang sdm yang gak berguna

  • 11 Maret 2026 - (19:28 WIB)
    Permalink

    bisa dilaporkan polisi itu kak dengan nominal segitu
    sudah termasuk modus penggelapan itu
    atau bisa konsultasi dengan lbh di daerah kakak biar dibantu proses hukumnya

  • 12 Maret 2026 - (07:53 WIB)
    Permalink

    Saya lebih ngak masuk akal lagi, hp dijual dinyatakan ditolak penerima, penerima sangah dikirim saja tidak. Status berubah kendala operasional, saya hub cs kendala opreasional apa hilang 4jt. Dan cs bilang akan diganti penuh, Tapi saya ada asuransi. Ajaibnya hp dinyatakan ditemukan digudang. Karena saya jualnya murah pembeli malah samperin gudangya spaya bisa dia terima tapi ditolak. Terlalu banyak permainan di sp* hati2 sja. Terakhir sampe saya, terpaksa jual lbh mrah lgi. Kalau saya pribadi lbh percya asransi jne, soalnya spx 2 kali tolak klaim asuransi saya. 1 hp , 1 layar hp rusak.

  • 13 Maret 2026 - (06:43 WIB)
    Permalink

    Terimakasih kak atas artikelnya jadi pengingat kita supaya lebih berhati-hati saat bertransaksi online.saya juga sebagai konsumen merasa proses return shopee tidak fair karena tidak melibatkan ketiga pihak yang bersangkutan,seolah terkesan sepihak.yang mana barang belum sampai kepihak pengirim tapi dana refund sudah dikembalikan.terus suarakan ke medsos-medsos juga kak mudah-mudahan masih banyak orang-orang baik yang respect dan ada yang mau menanggapi kejadian-kejadian seperti ini.

 Apa Komentar Anda?

Ada 32 komentar sampai saat ini..

Kompensasi Tidak Adil atas Paket Retur yang Dianggap Hilang karena SPX…

oleh Monica Lestari dibaca dalam: 1 menit
32