Keluhan Surat Pembaca Status ONT IndiHome Diubah Sepihak dari BYOD ke Sewa, Telkomsel Akui Tak Punya Bukti Persetujuan Saya 30 Juni 2026 Sri Beri komentar BYOD, Customer Service, IndiHome, Internet Service Provider, Komplain, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, MyTelkomsel, Pengembalian dana, Refund, Sewa ONT, Sistem bermasalah, Syarat dan Ketentuan, Tagihan, tagihan internet, Telkom 147, Telkom Indonesia, Telkomsel, Telkomsel Indihome, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya pelanggan IndiHome sejak sekitar empat tahun lalu dengan status modem Bring Your Own Device (BYOD), artinya perangkat ONT yang saya gunakan adalah milik saya sendiri, bukan sewa dari Telkomsel/IndiHome. Saya menulis surat ini karena status tersebut berubah menjadi paket reguler dengan biaya sewa ONT, tanpa pemberitahuan maupun persetujuan dari saya. Saya baru menyadari hal ini saat memeriksa rincian tagihan dan menemukan komponen biaya sewa modem sebesar Rp30.000/bulan yang sebelumnya tidak pernah ada. Setelah saya tanyakan ke layanan pelanggan 147, pihak Customer Service menjelaskan bahwa ada riwayat transaksi pada tanggal 19 Januari 2026 melalui aplikasi MyTelkomsel dengan status “Completed“. Namun saya tidak pernah membuka, mengisi, maupun menyetujui transaksi tersebut. Saya kemudian mengajukan komplain berulang kali hingga eskalasi ke level Priority Customer Care, dan secara spesifik meminta dua hal: (1) bukti OTP atau konfirmasi persetujuan saya atas perubahan paket tersebut, dan (2) log aktivitas digital (device ID dan alamat IP) yang digunakan saat transaksi berlangsung, untuk memastikan siapa yang sebenarnya melakukan perubahan ini. Melalui email resmi, pihak Priority Customer Care mengakui bahwa data log OTP periode Januari 2026 sudah tidak tersedia karena telah melewati masa penyimpanan data pada sistem. Sayangnya, hingga balasan terakhir yang saya terima, permintaan saya terkait log aktivitas digital (device ID/IP) tidak pernah dijawab sama sekali. Sebagai tindak lanjut, pihak Telkomsel menyampaikan bahwa program BYOD sudah tidak dapat diberlakukan kembali, sehingga status saya akan tetap mengikuti paket reguler dengan biaya sewa ONT. Mereka hanya menawarkan kompensasi untuk tagihan periode Februari dan Maret 2026 saja, padahal biaya sewa tersebut sudah berjalan sejak Januari 2026 hingga sekarang. Saat menelusuri histori tagihan tiga bulan terakhir yang masih tersimpan di aplikasi (Maret, April, dan Mei 2026), saya menemukan komponen “Sewa ONT Dualband Basic” untuk nomor layanan yang sama justru ditagihkan dengan cara berbeda-beda setiap bulan. Pada Maret 2026 ditagih penuh Rp60.000 tanpa diskon apa pun. Pada April 2026 ditagih Rp60.000, namun dikurangi diskon Rp30.000 sehingga efektif menjadi Rp30.000. Pada Mei 2026 langsung tertera Rp30.000 tanpa rincian diskon. Tagihan Maret 2026 ini penting karena merupakan salah satu dari dua bulan yang disebut akan “dikompensasi” oleh pihak Priority Customer Care, namun nyatanya tagihan tersebut sama sekali tidak menunjukkan adanya kompensasi apa pun. Saya juga baru menyadari bahwa harga sewa sebenarnya (Rp60.000) adalah dua kali lipat dari angka yang selama ini saya sampaikan dalam komplain saya (Rp30.000), sehingga total kerugian saya kemungkinan lebih besar dari yang sudah saya ajukan. Sayangnya saya tidak lagi memiliki salinan tagihan Januari dan Februari 2026 karena aplikasi hanya menyimpan histori tagihan untuk tiga bulan terakhir, dan saya baru mulai mengarsipkan bukti tagihan sejak menulis surat ini. Menurut saya, penghapusan program BYOD untuk pelanggan baru tidak seharusnya membatalkan status kontrak BYOD pelanggan lama yang sudah berjalan, apalagi tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan tersebut. Tanpa bukti OTP maupun log aktivitas yang bisa menunjukkan saya menyetujui perubahan ini, saya menilai perubahan status tersebut tidak sah dan merupakan pelanggaran terhadap kontrak berlangganan saya. Melalui surat ini, saya berharap pihak Telkomsel/IndiHome dapat: Mengembalikan status modem saya ke BYOD seperti sebelum 19 Januari 2026. Mengembalikan (refund) seluruh biaya sewa ONT yang telah terpungut sejak Januari 2026 sesuai jumlah riil yang tertera pada setiap tagihan, termasuk bulan yang ditagih penuh Rp60.000, bukan hanya estimasi Rp30.000/bulan. Memberikan jawaban tertulis atas permintaan log aktivitas digital yang sudah saya ajukan sejak beberapa minggu lalu. Demikian surat ini saya sampaikan sebagai bentuk keberatan resmi. Saya berharap ada tindak lanjut yang jelas dan terukur dari pihak Telkomsel/IndiHome. Sri Kab. Karanganyar, Jawa Tengah Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.