Refund Traveloka Sangat Mengecewakan dan Mengubah T&C Sesukanya

Dear Traveloka yang baru saja mendapat suntikan dana sangat besar,

Saya hanya ingin komplain di Media Konsumen karena sudah hopeless dan muak dengan customer service inbox, email, telepon, DM instagram dan twitter yang hanya memberi jawaban template dan tidak menolong sama sekali.

Kronologi kasus sebagai berikut:

1. Pada tanggal 21 Januari 2020 saya memesan tiket+hotel melalui Traveloka untuk perjalanan Jakarta-Bangkok-Jakarta yang rencananya berangkat pada bulan Maret 2020. Pesawat berangkat adalah Malindo OD-315 (transit KL) dan pulang dengan Thai Lion SL-116 direct dari Bangkok ke Jakarta, beserta hotel selama 4 malam di Bangkok.


2. Sebelum ada travel restriction dari Malaysia dan Thailand, kedua flight saya sudah mengalami rescheduling berkali-kali, sehingga tanggal menginap saya menjadi kacau dan saya putuskan untuk klaim refund. Saya segera mengajukan refund melalui Traveloka pada tanggal 17 Maret 2020 untuk semua penerbangan dan hotel yang dipesan dan saya mengajukan refund ke Credit Card. Pada saat itu, refund SLA Traveloka masih 14 hari.

3. Beberapa hari kemudian, pihak hotel setuju melakukan refund dan refund masuk tanpa kurang sedikitpun ke akun credit card saya.

4. Kejadian setelahnya membuat saya merasa Traveloka sangat tidak professional dalam menghadapi refund pelanggan, beberapa poin yang membuat saya menyatakan demikian:

Message yang hanya dibalas template response tanpa benar-benar dilakukan pengecekan, message ditutup sepihak walaupun saya masih ingin merespon.
– Perubahan SLA yang sesuka hati dan sepihak, pertama SLA refund diubah dari 14 hari menjadi 90 hari – di sini saya maklumi karena kasus COVID berimbas ke pengajuan refund yang membludak; kedua diubah lagi dari “90 hari menjadi 90 hari kerja“; ketika diubah lagi menjadi “hingga 90 hari kerja ATAU LEBIH dan refund dapat berbentuk cash ATAU TRAVEL VOUCHER“.

5. Pada tanggal 6 Juli, refund pesawat Thai Lion saya dikembalikan dalam bentuk travel voucher dengan value THB 11,980 dan yang mengejutkan ada expiry date di tanggal 25 Maret 2021 (kurang dari setahun, dan dalam keadaan masih tidak menentu!). Travel voucher ini kalau saya gunakan pun hanya akan saya gunakan di rute sama yaitu Bangkok – Jakarta, dimana kalau tahun depan harga dinaikkan dari pihak maskapai saya malah akan menombok, WTF?! Untuk mengklaim pun saya harus telepon sendiri ke Lion Air Thai – international call!

6. Sampai saya menulis surat ini, 4 September 2021 (hampir 6 bulan setelah pengajuan refund), tiket pesawat keberangkatan saya masih belum kembali.

Dari kronologi diatas, dapat dilihat dari pemilihan kata-kata pun Traveloka tidak konsisten dan tidak mengerti tata bahasa, dimana kata “hingga” dipadukan dengan kata “atau lebih”, dan lebih nya TIDAK TERBATAS LOL. Kemudian bentuk refund, saya telah mengajukan refund ke kartu kredit, tapi yang dikembalikan malah bentuk travel voucher + ada expiry date + potentially harga akan lebih tinggi pada saat pemesanan ulang. Sangat sangat mengecewakan.

Berikut tuntutan saya:

  1. Travel voucher yang menjadi bentuk refund dari Lion Air Thai diganti menjadi CASH ke kartu kredit saya atau UNLIMITED TRAVEL DATE CHANGES.
  2. Refund untuk tiket pesawat keberangkatan segera diproses karena sudah mendekati 6 bulan dan saya hanya menerima CASH ke credit card atau TRAVEL DATE CHANGES yang UNLIMITED.
  3. Mohon diperhatikan kata-kata yang digunakan dalam membuat SLA, jika memang tidak bisa berkomitmen dengan 90 hari, JANGAN UMBAR JANJI!
  4. Jangan memainkan pelanggan dengan perubahan-perubahan SLA sepihak, kami membayar menggunakan cash. Kami pun kesusahan pada saat COVID ini bukan hanya kalian, kami membutuhkan uang kami kembali kalau memang tidak jadi travelling, bukannya voucher yang dibatas. Saya yakin sekali banyak pengguna yang bernasib sama dengan saya.

Kalau tidak ada itikad baik dari pihak Traveloka kami para pelanggan yang kecewa bukan tidak mungkin akan menempuh jalur hukum!

Terima kasih.

Ronald Alexander
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Traveloka:
[Total:1    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Traveloka untuk Bapak Ronald Alexander

Kepada Yth., Bapak Ronald Alexander, Terima kasih telah menjadi pengguna setia Traveloka. Menanggapi surat yang ditujukan kepada Traveloka mengenai permintaan...
Baca Selengkapnya

Loading...

2 komentar untuk “Refund Traveloka Sangat Mengecewakan dan Mengubah T&C Sesukanya

  • 7 September 2020 - (13:55 WIB)
    Permalink

    Saya kira sudah reda surat tentang refund pesawat, khususnya terkait makelar yang 1 ini.
    Eh ternyata masih ada juga LOL.

    Saya mau komen beberapa hal:
    1. Setuju, memang benar makelar ini *ternyata* ketika mengalami “kesulitan” (karena covid, yang mempengaruhi mayoritas semua orang di seluruh dunia) tidak berlaku sesuai “gaya besar” nya yang “seperti berkelas internasional.” Khususnya terkait s & k yang bisa diubah (baca: diperpanjang) semaunya.

    2. Saya kira tidak ada 1 pun maskapai yang mengharuskan redeem voucher melalui international call. Mungkin bisa kontak langsung maskapai ybs untuk menanyakan prosedur yang berlaku. Bisa jadi bisa melakukan pemesanan lewat website mereka.

    3. Setahu saya, mayoritas voucher berlaku selama 1 tahun. Sehingga expiry date bulan Maret tersebut menunjukkan bahwa voucher tersebut telah terbit di bulan Maret 2020. Sehingga kalau kemudian konsumen baru menerimanya dari makelar di bulan Juli, menunjukkan betapa tidak bagusnya kualitas pelayanan si makelar.

    3. Dan memang sudah sepantasnya di kemudian hari konsumen2 bisa lebih mempertimbangkan untuk booking langsung melalui website maskapai ybs, untuk menghindari keruwetan2 yang tidak perlu ketika terjadi hal2 yang menyulitkan (tidak diinginkan), di mana dalam hal ini keberadaan “makelar” sebagai middle-man sangat berpotensi menambah rumit proses komunikasi antara pemegang tiket & maskapai.

    4. Sejak awal travel restriction, sampe sekarang sudah mulai ada pelonggaran, ternyata masih saja ada proses refund yang belum terselesaikan. Dalam hemat saya, tidak ada kata lain selain “inkompeten.” Tidak perlu ada lagi basa basi ribuan request dll. Mungkin memang duuluu sekali bisa jadi ada ribuan request, tapi saat2 sekarang ini kemungkinan cuma ada 1 request (baru) per jam terkait tiket pesawat. Lagian juga sudah sepantasnya untuk pemrosesan request itu sesuai urutan, bukan yang dulu2 ditinggalin demi memproses request yang baru masuk.

    Akhir kata, saya ikut prihatin & sempat juga mengalami hal yang mirip2 (walaupun makelarnya beda). Akhirnya kasus terselesaikan setelah surat saya tayang di sini. Jadi semoga hal yang sama juga terjadi pada Anda.

  • 9 September 2020 - (07:58 WIB)
    Permalink

    Untuk kasus kasus seperti ini saya juga mengalami, baik itu tiket perjalanan atau menginap. Saya melihat bahwa “makelar makelar” itu melimpahkan pengurusan ke maskapai atau pihak hotel. Saya tekankan bahwa saya tidak terima jalur begitu. Saya tidak ada urusan dengan pihak maskapai, atau pihak hotel. Saya berurusan dengan siapa saya bertransaksi, kepada siapa duit saya saya transfer. Pernah saya mengalami masalah dengan hotel yang saya booking, saat saya tiba di hotel dan mendapatkan ketidaksesuaian dengan fasilitas yang harus saya dapat, saya menelepon “makelar”, ‘Anda yang terima duit saya, jadi Anda yang urusin’. Jadi kalau saya harus hubungi maskapai, saya tidak terima, jawaban saya sama, ‘Anda yang terima duit saya, jadi Anda yang harus urusin’. Terkait Pandemi, saya juga memang ada refund, untungnya saya beli tiket dari maskapai, jadi proses pengurusannya lancar jaya.

 Apa Komentar Anda mengenai Traveloka?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Refund Traveloka Sangat Mengecewakan dan Mengubah T&C Sesukanya

oleh Ronald dibaca dalam: 2 min
2