Perbedaan Ongkir Tokopedia dan SiCepat Sering Merugikan Penjual

Saya menuliskan surat pembaca ini karena sudah kecewa berkali-kali dengan ekspedisi ini dan banyak penjual mengalami hal yang sama dengan saya. Jadi saya mencoba menarik data saldo per bulan untuk menemukan pemotongan saldo yang berasal dari berat aktual yang tidak sesuai dengan di invoice.

Saya menemukan kasus, ekspedisi ini banyak melakukan pemotongan yang terjadi pada banyak invoice, yang saya rasa berat yang saya tampilkan di iklan sudah sesuai. Ada satu kasus lucu seperti pada transaksi ini: INV/20201104/XX/XI/667674486. Harga aktual: Rp25.000, berat aktual: 1,05 Kg, tapi nyatanya di invoice tertera berat paket sebesar 1,2 Kg, yang artinya berat di invoice yang dibayarkan pembeli malah melebihi berat aktual. Namun pihak SiCepat dengan sengaja melakukan pemotongan terhadap saldo saya sebesar Rp25.000 lagi. Dari sini saja sudah tidak benar ini ekspedisi ini.

Itu baru satu contoh invoice, ada banyak invoice yang ganjil lagi. Tolong segera dicek pemotongan beberapa bulan belakang, banyak pemotongan saldo secara sepihak dari pihak SiCepat. Padahal komplain sudah sering saya lakukan.

Hansen
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai SiCepat:
[Total:77    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan SiCepat Ekspres atas Surat Bapak Hansen

Dengan hormat, Sehubungan dengan surat Bapak Hansen dengan judul “Perbedaan Ongkir Tokopedia dan SiCepat Sering Merugikan Penjual“ 14 November 2020,...
Baca Selengkapnya

24 komentar untuk “Perbedaan Ongkir Tokopedia dan SiCepat Sering Merugikan Penjual

    • 22 November 2020 - (08:28 WIB)
      Permalink

      sy sudah beberapa kali komplain di CS Tokopedia, bahkan ada WA dari Sicepat namun tidak dibalas pada akhirnya. Auto Off pengiriman ini. Jujur bertahun tahun sy jualan dengan produk yg sama, berat yang sama, lucu tiba tiba di timbangan sicepat yg 1.05 kilo menjadi 1.35 kilo (jadi 2 kilo). Sy bukan seller yg baru buka toko, dan punya timbangan yg baru beli. Sy juga rutin cek berat produk sy di counter Jne yg timbangannya rutin di kalibrasi. Mohon stop tipu tipu berat paket

      • 6 Desember 2020 - (02:13 WIB)
        Permalink

        Yuk rame2 cabut pengiriman sicepat di toko online kita, saya udah cabut dan gak pusing, masih banyak kurir lain yg jujur.

    • 22 November 2020 - (08:31 WIB)
      Permalink

      masalah nya keseringan, jadi kebiasaan bro, jangan dukung unsur penipuan lah bro. untuk amal sudah banyak penyaluran via yayasan

  • 14 November 2020 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Saya jg pernah jualan kiripik 15 rb,
    Kebetulan yg order kaka saya dia order 10 bungkus kiripik, nah saya dusin deh dan saya nambahin bonus 4 keripik (otomatis berat beda kan)
    Nah di app shoopee tertera 28 ribu ongkirnya (j&t)
    Nah pas ke j&t pas di notanya 48 ribu. ( Ya udah lah salah gw jg nambahin 4 keripik)
    Eh pas di shopeenya saldo yg ke tarik dari hasil jualnya kepotong ongkirnya bujan 48 ribu tapi 148 ribu. Dalem hati ini salah input shoopeenua gitu atau j&t. Tp pas lapor udah 3 kali jawabnnya di proses tim terkait terus gitu aja pdhl ngelapor di minggu2 yg beda. Al hasil ya udah lah gajadi jualan keripik di online deh

  • 14 November 2020 - (22:52 WIB)
    Permalink

    Sama, saya juga baru menyadari setelah sekian lama jualan. Tapi pakai jasa kirimnya via jne. Ongkir 43rb tapi saya dipotong 56rb beda dengan invoice. Saya sudah lapor katanya adanya pemotongan biaya asuransi. Lah ini pakai jne cashless dan pembeli juga bayar asuransi sesuai invoice. kenapa begitu? Berarti sekian lama saya jualan terjadi demikian yang tidak saya sadari.

    • 15 November 2020 - (02:59 WIB)
      Permalink

      Jne cashless menjebak seller. Bahkan agen jne sendiri bilang ke saya, banyak komplain di jne cashless. Saya pertama x dan sekali aja tuh pakai jne cashless, kirim ke alamat sesuai yg diberi pembeli dan sudah sesuai di aplikasi, berat dan ongkir di app juga sudah benar. Begitu pembeli sudah terima barang, dana diteruskan dan……. taaarraa… ongkir nombok sampai 100ribuan. Setelah komplain bolak balik jne dan mp, tetap aja saya disalahkan krna dibilang mengirim gak sesuai alamat. Padahal alamat sama persis dengan yg dikasih pembeli via MP. Saya juga mengkonfirmasi pembeli apa betul itu alamatnya dan betul dia terima dialamat tsb, dan dibenarkan oleh pembeli, gak ada yg salah. Ternyata, jne yg ngirim bukan jne yg ada di wilayah pembeli. Hebatnya, salah jne tapi seller yg disuruh nanggung biaya. Kapok pake jne cashless

    • 15 November 2020 - (05:57 WIB)
      Permalink

      Anda ini bego atau gimana?
      1.Sicepat ga punya akses untuk potong dana anda di Tokopedia.
      2. Selisih berat aktual dengan tarif ongkir yg dibayarkan ke sicepat ga ada selisih.
      Karena 1-1300gr tarifnya masih tarif 1kg. Anda seller kok ga tau masalah ginian.
      3. Anda dipotong 20.000 karena anda mengaktifkan bebas ongkir, bebas ongkir sekarang udah g ditanggung lagi Tokopedia, tapi ditanggung penjual.
      Kesimpulan, pemotongan itu bukan dipotong sicepat secara sepihak, bukan karena selisih berat, tapi karena anda mengaktifkan bebas ongkir. BACA YG BENER!!!!

      3
      6
      • 15 November 2020 - (09:25 WIB)
        Permalink

        Saya rasa saya harus membela seller dalam kasus ini. Saya akan coba jawab pertanyaan anda.
        1. Betul sicepat tidak punya akses untuk memotong dana seller. Tapi mereka bisa klaim bahwa berat paket lebih berat dari seharusnya. Dengan melakukan klaim seperti ini, maka selisih ongkos kirim akan dibebankan ke seller dan dipotong langsung ke dana seller. Apa anda tahu akan hal ini?
        2. Justru ini kan yang OP protes? Seharusnya kalau masih dalam batas toleransi maka seharusnya tidak ada selisih ongkir. Tapi nyatanya sicepat tetap klaim bahwa ongkos kirim nya kurang. Bahkan ada kasus dimana berat paket aktual malah LEBIH BERAT drpd berat paket yang dilaporkan. Tapi sicepat tetap minta ongkos tambahan. Ini ditulis di post diatas. Apa anda membacanya?
        3. Apabila benar potongan itu dikarenakan potongan biaya bebas ongkir, maka di laporan Excel yang diberikan Tokopedia akan tertulis “potongan biaya gratis ongkir”. Bukan “berat aktual lebih tinggi” seperti di Excel yang OP lampirkan. Apa anda baca lampiran tsb diatas?

        Sesudah semua itu saya klarifikasi, saya ingin balik tanya, apa anda seller? Kalo anda seller seharusnya semua jawaban diatas anda sudah tau kan?

        • 15 November 2020 - (15:09 WIB)
          Permalink

          Betul.. saya mengalami beberapa kali dari sicepat di MP Orange, karena diinput berat atau volume yang melebihi dari paket. Setelah mengajukan komplain dan bukti” bahwa berat dan volume paket saya itu sesuai yang di aplikasi, barulah dana saya dikembalikan.

      • 15 November 2020 - (19:09 WIB)
        Permalink

        Benar sekali anda. Yang di omongkan A, yg di screenshoot B. Ini aneh. Di screenshoot jelas itu pemotongan karena biaya ongkir ditanggung seller. Mau ditulis 1.2 kek, 1.05 kek, itu tetap 1 kilo, msh dlm batas toleransi 1.3kg. anda mengambil contoh harga barang 25rb, berat 1.05 aslinya. Harusnya invoice itu yg anda screenshoot, bukan malah invoice yg lain.

      • 18 November 2020 - (21:40 WIB)
        Permalink

        Justru yang bego itu anda, apakah anda membaca semua yg ditulis seller diatas?
        anda marketing tim sicepat / dibayar berapa anda sampe sebodoh itunya anda komentar tapi ga baca yg diatas?
        Sekarang yang kena beban biaya tambahan bukan cuma 1 org 2 org, tapi sudah banyak yg kena.
        anda yang harus baca ! klo perlu kukirimkan kacamata ke rumah anda wahai makhluk bego

  • 14 November 2020 - (23:13 WIB)
    Permalink

    Si cepat emang ga beres,saya komplain ada 1 bulan yg lalu tiap telpon lagi diurus ke pihak terkait bla bla bla bla… beberapa hari ke belakang ada yg telpon dari sicepat katanya mau ada yg survey kerumah,preeettt mana sampe sekarang ga ada yg datang tuh,saya udah males pake si cepat,ribet

  • 15 November 2020 - (19:34 WIB)
    Permalink

    1.05 atau 1.2 kg akan tetap dihitung sebagai 1 kg. Pembeli tidak akan kena membayar ongkos yg berbeda. Trs masalahnya apa ya?

  • 15 November 2020 - (21:07 WIB)
    Permalink

    Pernah ,rasanya kesalahan seller dlm mengisi kolom berat diskrepsi paket jadi tak punya timbangan cuma kira2.pembelian PC kena mark up 3kg over rupiah ada 60rb.saya photokan berat aktual ke seller lagi dlm ulasan.terus dia ubah 6kg dr awal 9kg tapi tak ada etikad mengembalikan kelebihan ongkir.Saya kasih masukan email ke toped bagaimana sistem mengatasi masalah tsb..Satu lagi seller ditoped bisa menghapus katalog yg udah diulas.Beli hp second hrg 1jt, ternyata battrey drop level 30% hp sudah off sendiri saya kasih rating minus diulasan.Berapa hari saya buka sudah hilang dan ganti kataloq baru dgn spek,item yg sama pula wah kok enakmen.Saya kasih masukan lagi yg kedua.Untuk yg pertama mungkin udah ada pembenahan.

  • 16 November 2020 - (08:46 WIB)
    Permalink

    Wah kasusnya sama, tapi kalo saya dari J&T yg notabene J&T cashless. Customer bayar pengiriman berat 22kg cuma 394.000 saya sebagai seller setelah selesai dipotong 1.456.000 alasan berat aktual 22kg , kan padahal sama beratnya. Jadi saldo saya habis dipotong sama ongkir J&T cashless yg gak sesuai sama sistem tokopedia.

    Hampir selisih 2.650.000 setelah saya hitung saldo keluarmasuk tokped. Dan syukurnya tanggapan tokopedia cepat sekali, sehingga saldo saya sudah kembali.

    Semoga complainnya segera ditanggapi tokopedia ya

  • 18 November 2020 - (22:00 WIB)
    Permalink

    Sicepat gak beres nih, sy juga mengalami di Tokopedia, sering di potong seenaknya, tau tau saldo saat masuk di akun tokped berkurang. Harusnya systemnya di perbaiki lagi, lama lama pada kabur pindah ke yang lain. Bikin rules yang Fair donk …komplen di permudah aksesnya, hitungan menit selesai, uang balik cepat. Saya Curiga karyawannya ini yang pada ngasal, kalo emang melebihi berat, pas PICK up barang di check lagi, jadi sama sama enak, Jangan asal potong!!! Skor Sicepat Buruk Bintang 1 dari Bintang 5

    • 19 November 2020 - (17:58 WIB)
      Permalink

      Kan pas pick up tidak bawa timbangan, gmn mau nimbang? Sicepat di toped sama di shopee beda. Di shopee ada opsi antar ke counter, di toped hanya ada opsi pick up. Kalau antar ke counter kita bisa cek langsung beratnya. Dan menurut saya sicepat ini bagus, kl ada error ya krn msh baru. Saya order barang dr jkt/sby ke johja, diatas 5kg pakai sicepat halu, dlm 24 jam pasti sampai. Saya sendiri smp heran.

  • 19 November 2020 - (16:08 WIB)
    Permalink

    wah sama nih emang brengsek nih jasa ekspedisi ini, udah ratusan ribu melayang gara2 perbedaan ongkir dan saya sudah komitmen untuk selamanya tidak memakai jasa ekspedisi ini kembali

  • 2 Desember 2020 - (08:30 WIB)
    Permalink

    wahh .. saya juga baru sadar ternyata selama ini sicepat juga sering potong dana ongkir dengan keterangan harga aktual lebih tinggi dari invoive dan langsung dipotong dari saldo toped . Ga cuma sekali setelah saya cek selama ini uda berkali2 dan bener2 ngerugiin pihak penjual dong kalo seperti ini . kalau seperti ini bakalan auto di nonaktifin aja nih pengiriman nya . enakan jg anteraja , dari segi pelayanan nya juga lebih bagus . Dulu awal2 sicepat juga sangat bagus pelayanannya .. tapi semakin kesini sepertinya makin menurun .

    • 2 Desember 2020 - (16:29 WIB)
      Permalink

      Kalau disini sicepat rada merugikan penjual ea mbak, tapi di lapak lain Anteraja merugikan konsumen banyak yang komplen barang lama sampai tujuan… Banyak yang stuck…

  • 4 Desember 2020 - (15:45 WIB)
    Permalink

    ternyata bukan sy doang yg kena potongan sepihak seperti ini….

    belakangan ini orderan selalu kena potong sama kurir satu ini. padahal di kurir lain selalu aman2 aja. cara packing pun selalu sama.

    kapok deh , sementara non aktifin dulu aja sampe ada perbaikan kinerja.

 Apa Komentar Anda mengenai SiCepat?

Ada 24 komentar sampai saat ini..

Perbedaan Ongkir Tokopedia dan SiCepat Sering Merugikan Penjual

oleh Hansen dibaca dalam: 1 menit
24