Tokopedia Mencabut Hak Benefit Konsumen Secara Sepihak

Salam untuk pembaca Media Konsumen yth.,

Saya pengguna Tokopedia bisa dibilang lumayan lama. Dari sebelum Shopee booming pun saya sudah menjadi konsumen marketplace satu ini. Singkat cerita hari ini 9 Desember 2021, saya ada transaksi pembelian kurang lebih Rp6.000.000. Sebagai konsumen marketplace tidak lupa menggunakan kode promo. Karena akun yang saya gunakan adalah akun yang cukup lama dan memiliki kode promo yang lumayan, entah berbentuk cashback, potongan langsung, atau free ongkir.

Per Desember 2021 saja, saya sudah transaksi kurang lebih sebesar 4 juta rupiah, dengan metode pembayaran melalui VA BRI serta Indodana. Semuanya aman tanpa kendala, kode promo masih bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Selama tahun 2021, transaksi saya sudah diatas 100 kali transaksi, dengan nominal ratusan juta, dan itu tetap menggunakan kode promo, cashback, dll, tanpa ada kendala. Status member Tokopedia saya saat ini hanya Gold Member, karena saya hanya member consumer biasa, yang biasanya pake Tokopedia buat bayar tagihan kartu kredit, listrik, belanja kebutuhan rumah, dll. Notabene pengeluaran di Tokopedia gak terlalu banyak, ya mungkin di bawah Rp10 juta/bulan.

Sebagai konsumen yang haknya diambil sepihak tanpa tahu apa yang dilanggar,  ya saya tanya, saya melanggar S&K yang mana? Selama pake gak pernah aneh-aneh, payment juga jelas pake virtual account, dll, gak pernah fake order, atau ngambil profit dari penyalahgunaan kode promo, gak pernah transaksi barang ilegal, dll. Selayaknya konsumen yang biasa belanja saja.

Jangan sampai bawa-bawa media dulu baru komplain diproses. Ini sistem yang digunakan gak bener malah customer loyal jadi korban. Kalau kalian pihak Tokopedia bisa kasih bukti otentik letak di mana pelanggaran S&K yang saya lakukan baru bisa saya terima. Ini kok sepihak tanpa ada bukti otentik? Saya sendiri pun tidak merasa melakukan pelanggaran apapun.

Mungkin dicukupkan komplain saya mengenai ini marketplace. Memang akun saya bisa transaksi biasa, tanpa promo, tapi salah satu benefit menggunakan marketplace di luar rasa aman, ya dikarenakan adanya promo-promo yang bisa digunakan. Apalagi customer yang memiliki akun yang cukup tinggi tier-nya, potongannya lumayan. Benefit adalah hak konsumen, dikarenakan kode promo yang ada biasanya dari transaksi yang dilakukan sebelumnya.

Semoga pihak Tokopedia lebih care terhadap konsumen dan terima kasih kepada para pembaca Media Konsumen yth.

Muhammad Reza Pratama
Palembang, Sumatera Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:35    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

41 komentar untuk “Tokopedia Mencabut Hak Benefit Konsumen Secara Sepihak

  • 10 Desember 2021 - (13:21 WIB)
    Permalink

    masih belum jelas. Tampilan “kamu tidak bisa pakai promo” itu di section mana? apakah di daftar kupon juga pd hilang? Seharusnya kendala ini lebih diperjelas ketimbang pengeluaran2 mu yg puluhan juta (namun masih gold member?) yg digembar gemborkan. hihihi

    5
    3
    • 10 Desember 2021 - (13:47 WIB)
      Permalink

      Dibaca dan diliat baik” lagi pak, kan diatas udah ada gambar gabisa pake promo bearti ya di menu checkout dan diatas jg ada gambar kode promo saya ada 33 kupon dan semuanya gabisa dipake bukan gembar gembor masalah pengeluaran puluhan juta dll, tp diliat lg jelas” baru comment biar keliatan dikit smart nya

      4
      14
      • 10 Desember 2021 - (13:53 WIB)
        Permalink

        ya tinggal kasitau dong pas mau checkout dan mau memilih kupon/kode promo tidak ada satupun. Penyampaian di MK ini harus lah sejelas2nya dan keterangan yg tidak perlu tidak usah ditampilkan. Mau user gold/platinum/silver pun semua sama aja. Artikelnya byk muter2 ngobrolin hal lain yg tak ada hubungannya sama sekali, cobalah membuat surat pembaca yg lebih berbobot isinya biar keliatan smart sedikit

        9
        5
        • 10 Desember 2021 - (14:01 WIB)
          Permalink

          Dibaca lg pak paragraf awal “Singkat cerita hari ini 9 Desember 2021, saya ada transaksi pembelian kurang lebih Rp6.000.000″ bisa baca kan ya? kurang jelas apa lagi coba? muter” karena buat penjelasan serta kronologis dll, udah jelas sejelasnya malah yg disalahin artikel nya ga berbobot, mangkanya dibaca per paragraf, dicerna, jangan asal comment tp ga solutif

          2
          11
          • 10 Desember 2021 - (14:09 WIB)
            Permalink

            Ya jelas lah artikelnya tak berbobot, pemberian cashback itu merupakan complimentary saja, tidak wajib buat Tokopedia menyediakan cashback ke pengguna. Apa hak anda menggugat tokopedia hanya karena mencabut semua promo di akun anda? sebelum menggunakan platform macam tokopedia, shopee dll, pastikan dulu mempelajari peraturan2 yg berlaku disana. Baca lg peraturan tokopedia poin M nomor 9. Anggaplah kupon2 cashback/free ongkir/diskon itu sbg bonus, bukan sbg hak. Malulah kalo hal ginian dimuat di MK, kerugianmu sbg konsumen pun tak ada, justru sudah pernah mendapat manfaat cashback selama ini. Salam waras

            13
            4
  • 10 Desember 2021 - (13:35 WIB)
    Permalink

    Pernah bayarin teman atau sodara ga di Tokped, atau sebaliknya pernah dibayarin teman ga d Tokped ? Yang pling sering itu. Kl ga gitu ya ada kesamaan alamat, sekarang gabung Gojek bisa pula kesamaan HP. Dan selama ini baca di MK ga bakal dipulihkan akunnya. Jadi ya diterima saja.
    Kalau status Tier di Tokped ga ngefek juga ke pelayanan, pling cuma free ongkir aja yang lebih bnyk. Dan buat yang belum tahu di Tokped status Tier bisa dapat dari nominal transaksi atau frekuensi belanja, saya member Diamond walau belanja ga sampai 10 juta sebulan. Tapi sering, sebulan bisa 100X barang murah2 buat usaha dan kebutuhan rumah.

    6
    1
    • 10 Desember 2021 - (13:51 WIB)
      Permalink

      Selama pake ada bberapa trx mas ke alamat berbeda, tp yg bayar tetap saya ga pernah dibayar orang lain, iya semenjak di sambungkan ke akun gojek bbrpa bulan kemarin baru lah ini problem muncul dan saya sempat baca” juga di media konsumen perihal akun yg tidak bisa pake promo ini dengan tuduhan pelanggaran S&K tanpa kejelasan apa yang dilanggar walaupun emang gabisa pake promo lg paling ga saya udh sharing semisalkan ada pembaca lain yg problemnya sama seperti saya dan bisa di kembalikan seperti awal lagi

      Thx mas Smin Lisianto komentar nya

      2
      2
      • 10 Desember 2021 - (13:57 WIB)
        Permalink

        Ya itu, transaksi yang dikirim ke alamat berbeda. Yang dikirimi juga punya akun Tokped, terdeteksi lah akun ganda. Apalagi kl pake voucher promo. Saya juga sering minta tolong teman2 bliin di Tokped krn free ongkir saya abis. Selama ini aman, ga pernah pke voucher promo dan yang bayarin juga teman2 saya. Saya transfer ke rek mereka sebagai ganti.

        • 10 Desember 2021 - (14:29 WIB)
          Permalink

          Mungkin mas, anda sebagai user Tokopedia jg langsung ngeh problem yg saya alami jadi nyambung bukan yg sekedar comment aja tp gatau jelas akar masalah trs memberikan komentar yg sama sekali ga solutif, Terima kasih mas Salam Waras

      • 10 Desember 2021 - (15:30 WIB)
        Permalink

        Nah ini karena pernah kirim ke alamat yang berbeda jadi ada kesamaan alamat dengan akun lain. Teman saya juga kena, dimintai tolong temannya beli pakai promo kirim ke alamat temannya, jadi ada 2 akun pakai alamat yang sama dan promo (tidak tahu sama atau tidak). Setelah transaksi selesai langsung tidak bisa pakai promo lagi, solusinya teman saya bikin akun baru dengan no hp, email baru

  • 10 Desember 2021 - (18:47 WIB)
    Permalink

    Terima kasih semua pembaca Media Konsumen yth atas respon nya,

    Dan sore ini saya ditelfon oleh pihak Tokopedia Care ( Mas Irvin) bahwa benar ada kesalahan di sistem Tokopedia yg menyebabkan akun saya dibekukan/blokir dalam penggunaan promo/diskon. Dan saya konfirmasi ulang bahwa benar 100% kesalahan di sistem Tokopedia dan pihak Tokopedia pun mengiyakan.

    Untuk teman” yg merasa ga pernah melanggar s&k tp kejadian sama seperti saya bisa ajukan keberatan dahulu ke pihak Tokopedia, semoga kedepan kesalahan sistem seperti ini tidak terjadi lg.

    Thx,

  • 10 Desember 2021 - (18:54 WIB)
    Permalink

    Semenjak merger, sepertinya Toped pake algoritma AI-nya Gojek (Gojek Shield) buat deteksi fraud. Efek sampingnya, banyak user n transaksi yg sebenarnya legitimate pun ikutan kena.

    6
    2
    • 11 Desember 2021 - (23:54 WIB)
      Permalink

      Sepertinya begitu mas, sebelum akun gojek saya connect ke Tokopedia jg transaksi selama ini aman” aja

  • 10 Desember 2021 - (20:15 WIB)
    Permalink

    Kalo akun topedku setiap belanja popok pasti cashback gak dapet. Katanya transaksi mencurigakan. Lah namanya emak2 punya baby kan ya rajin belanja popok tiap saat. Cashback g seberapa tapi jengkelnya itu lho.
    Kalo shopee dulu pernah akunku disegel. Aku biarin gak belanja setahun, abis itu aku cek udah balik lagi.

    • 11 Desember 2021 - (23:54 WIB)
      Permalink

      Iya mba kadang sistem nya yg fraud, nyatanya bener akun saya yg dibekukan jg kesalahan sistem dan diakui oleh pihak Tokopedia itu sendiri

  • 11 Desember 2021 - (03:12 WIB)
    Permalink

    Saya lihat dr sudut pandang yg lain, dr penjelasannya selama 2021 belanja via toped ratusan juta masih member gold itu gak mungkin.
    Paling tidak sudah platinum.

    4
    2
    • 11 Desember 2021 - (23:49 WIB)
      Permalink

      Situ dari sudut pandang gold member. Saya dari sudut pandang pajak. Semoga SPT nya bener. Bayar pajak nya juga bener.

      10 juta loh sebulan. Gile bener

      1
      3
      • 11 Desember 2021 - (23:51 WIB)
        Permalink

        Transaksi milyaran pendapatan ratusan juta jg bearti? ga semua transaksi gambarin penghasilan jg kali, ada transaksi orang lain, payment cc orang tua, listrik rumahan, air dll itu termasuk transaksi yekan? apa semua masuk penghasilan saya? ngaku” pake sudut pandang orang pajak tp sudut pandang nya sempit wakakaka lawak

        2
        1
        • 12 Desember 2021 - (00:01 WIB)
          Permalink

          Lah iya, nanti lu jelasin aja semua nya ke orang pajak. Kok malah ngegas ke gw?

          kalau penjelasan ke orang pajak jelas, kan gak ada masalah.

          2
          5
      • 12 Desember 2021 - (08:00 WIB)
        Permalink

        Kok jadi ke pajak? Bukannya setiap kali belanja kita kena Ppn 10% yg udah di include di dalam harga produk oleh produsen?

        Hayoh weh dipajakin terus double pajak. Sekalian aja nyawa rakyat juga dipajakin…

        • 12 Desember 2021 - (08:49 WIB)
          Permalink

          @Kutu mungkin hanya butuh pengakuan publik aja sih mas itu orangnya, pembahasan udah diluar konteks artikel dan malah menggiring opini publik ya ga berdasar lagi, kena pasal perbuatan tidak menyenangkan nih dan UU ITE kalo dilaporin kali ya hahaha biarkan pembaca media konsumen aja yg nilai isi artikel saya dan komentar itu orang keliatan kok dari isi statement dia isi pemikirannya gimana yg penting saya sharing problem saya disini dengan beberapa data pendukung dan Alhamdulillah problem nya selesai

    • 11 Desember 2021 - (23:53 WIB)
      Permalink

      ratusan jt kalo belum nyampe batas berapa gt saya lupa ya belum dapet tier platinum nya gan, kalo gasalah di 150 jt baru nyampe platinum bearti trx saya blm nyampe segitu selama 2021 ini

  • 11 Desember 2021 - (11:10 WIB)
    Permalink

    Semenjak merger dengan gojek algoritma sudah kelewat wajaran bablas libas, sampai saya dikait2an pakai akun lbih dari 1 malahan tiap kali ajukan komplain selalu diberi 3 pengguna yang berbeda dan bukan di saya diantaranya, ini sih kelewatan bahkan lebih tololnya di admin toped sampai minta bukti ga kasih dulu masih open jadi kita bisa jelaskan duduk masalahnya, dan parah belum puas tuntas di tutup saja chat komplain saya. Keknya admin dan kebijakan nya sudah tidak logika akal sehat.

    • 11 Desember 2021 - (23:49 WIB)
      Permalink

      Sepertinya mas, semenjak akun Tokopedia saya sambung ke akun gojek baru ini masalah muncul dan pihak Tokopedia sendiri mengakui ada kesalahan di sistem mereka

  • 11 Desember 2021 - (23:29 WIB)
    Permalink

    “Selama tahun 2021, transaksi saya sudah diatas 100 kali transaksi, dengan nominal ratusan juta.”

    ayo laporin pajak. SPT nya dah bener gak tuh. Yang pasti penghasilan sebulan diatas 10 juta. Itu pun 10 juta belanja di tokopedia. Belum lagi ditambah belanja di merchant offline dan saving per bulan nya.

    Sepertinya penghasilan di atas 20 juta sebulan. Tinggal hitung PKP x tarif pajak.

    Muhammad Reza Pratama
    Palembang, Sumatera Selatan
    Tinggal pengaduan ke kantor pajak palembang nih.

    1
    4
    • 11 Desember 2021 - (23:48 WIB)
      Permalink

      Pajak urusan pribadi kali, wajib pajak jg tau kalo perihal pajak dan urusan anda urusin pajak orang, gw jg wajib pajak yg taat kali ga perlu lu ingetin jg gw lapor tiap tahun hahaha
      banyak yg sentimen dengan statement transaksi “ratusan juta” dibilang pamer lah, lah ini bahas pajak yg lu sendiri gatau gw bayar kagak kocak

  • 11 Desember 2021 - (23:54 WIB)
    Permalink

    Ya udah, kalo gw laporin, dan lu memang gak ada yg dimanipulasi, harusnya lancar lancar aja.

    okay….

    • 11 Desember 2021 - (23:59 WIB)
      Permalink

      Silahkan bos, gw ss dulu yak reply lu itu udah tuduhan ini “manipulasi” enteng bener nuduh orang manipulasi hahaha, dari kpp mana bos? mentang ada transaksi ratusan, trs dituduh manipulasi pajak, bener ini orang pajak? hahah

      • 12 Desember 2021 - (00:06 WIB)
        Permalink

        Kok kayak kebakaran jenggot sih mas? Apakah semua sudah transparan? Eh kok malah ngegas.

        • 12 Desember 2021 - (00:10 WIB)
          Permalink

          Kebakaran jenggot? transparan? situ orang pajak bukan? harus apa saya buka seluruh transaksi saya dgn anda di media konsumen biar transparan dengan orang yg saya jg gatau siapa? ya ga kan? saya sayangkan anda pake kata” manipulasi disini, emang ada data otentik anda kalo saya memanipulasi sampe keluar itu kata”? katanya pake sudut pandanga orang pajak bearti ngerti dong perpajakan gimana, bisa” nya dari isi artikel membuat opini “manipulasi” tanpa bukti yg otentik ya ampun

          • 12 Desember 2021 - (00:15 WIB)
            Permalink

            Lah, jelasin nya ke orang pajak, bukan gw. Gw gak butuh rincian penghasilan lu.
            kalau tidak ada manipulasi SPT, ya lancar.
            kalau ada manipulasi SPT, ya harus dipertanggung jawabkan, bisa berupa denda.

            kan gitu aturan perpajakan. Yang nuduh manipulasi siapa coba? Makanya baca aturan perpajakan. Jika ketahuan manipulasi SPT, maka bisa kena denda.

            saran saya, segera lah ikut tax amnesti jilid 2 januari besok. Biar tidur aman. Gak kebakaran jenggot lagi. Hihi

            1
            2
    • 12 Desember 2021 - (00:13 WIB)
      Permalink

      Ya tinggal laporin kalo emng ada manipulasi, tp kalo beropini yo ada bukti otentik mas hahaha semau” bilang manipulasi, pencemaran nama baik ini hahaha masa sih gara” media konsumen ada yg kena pasal UU ITE cuma gara” beropini tanpa data

      • 12 Desember 2021 - (00:20 WIB)
        Permalink

        Nanti kalau ada orang pajak yang tanya, jelasin aja sebenar nya. Semoga lancar gan. Gw yakin lu dah transparan.

        • 12 Desember 2021 - (02:51 WIB)
          Permalink

          @Reza jangan dtanggapin mas stevan itu macan sosmed semakin dtanggapi malah semakin ejakulasi halunya . hahaa td saya baca postingan org lain ga sengaja nemu komennya dia benar² menghina sekali penulis dibilang liburan cm pake kutang, padahal jelas sekali aturan berkomentar dgn bijak. , biasanya macan sosmed bgini hidupnya penuh halu butuh pengakuan (perhatian), tp dlm kehidupan nyata hanya bisa berjalan dgn kepala menunduk sepanjang jalan..kasihan sekali 😄

          • 12 Desember 2021 - (08:44 WIB)
            Permalink

            Sepertinya iya mas @Dani Albert, kok bisa” nya berasumsi dan beropini tanpa data dengan bilang “Ya udah, kalo gw laporin, dan lu memang gak ada yg dimanipulasi, harusnya lancar lancar aja” kalo orang normal kan ya baca ini statement udah menggiring opini publik bahwa saya pengemplang pajak ya kan? seolah” tau isi perut orang hanya dari isi artikel hahaha, di Tokopedia kan transaksi ga hanya keperluan pribadi dan konsumtif coba misal saya bagian purchasing sebuah perusahaan dan beli beberapa perlengkapan perusahaan di Tokopedia dengan nominal ratusan jt? terus diitung” tuh sama mas” macan diatas dengan kalkulasi dia “OH SAYA TRANSAKSI SEKIAN BEARTI BERPENGHASILAN SAYA SEKIAN DONG DAN ADA INDIKASI MANIPULASI DATA SPT” ya kan engga gitu, wong jangan pake kacamata kuda yg ambil dari 1 perspektif aja dan nyatanya dia bukan orang pajak tp lebih” seperti orang pajak, lah npwp saya ada lengkap kalo emang bermasalah jg spt” sebelumnya mungkin udah dihubungin saya dan masih saja ga ngaku kalo dia nuduh manipulasi? anda normal kan? anda tau ga sih apa yg anda ketik? isi statement anda sebelumnya? baca lagi deh disana anda udah menggiring opini publik bahwa saya memanipulasi pajak atau anda gatau apa yg anda statement? bearti disini udah keliatan kualitas pemikiran anda hahaha biar pembaca media konsumen aja yg nilai ya mas nya, ohiya satu lg nih ampe kesiangan nih karena terlalu nyenyak tidur lah itu mas kok masih sempet” nya reply comment saya semalem kenapa? banyak pikiran? ya ga heran hahaha

  • 13 Desember 2021 - (16:00 WIB)
    Permalink

    bukannya di syarat dan ketentuan sudah ditulis kalo itu memang hak nya tokopedia untuk mencabut promo anda tanpa pemberitahuan sebelumnya?

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 41 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Mencabut Hak Benefit Konsumen Secara Sepihak

oleh Reza dibaca dalam: 1 menit
41