Penalti Sepihak oleh Tokopedia Sampai -210 Poin

Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah menampung unek-unek saya jualan di Tokopedia. Kronologinya, setelah saya upload produk, seminggu kemudian dapat notifikasi bahwa 2 produk yang saya jual melanggar HAKI. Namun anehnya produk tsb tidak dihapus oleh sistem.

Yang bikin kaget adalah, varian dan size juga dinyatakan ikut melanggar, dan masing-masing varian kena -5 poin. Sehingga totalnya saya kena -210 poin penalti. Malah lebih rendah poin penipuan yang hanya -15 poin.

Ketika saya komplain ke Tokopedia Care pada tanggal 25, CS mengakui kesalahan sistem, yang mana varian dan size harusnya tidak ikut kena poin. Namun setelah saya tunggu 3×24 jam, performa toko saya tidak berubah juga. Saya komplain lagi tanggal 28, ketemu CS bernama Jarot. Dia berkata bahwa produk yang melanggar, semua varian ikut kena poin pelanggaran. Jadi jika ada produk yang melanggar, seolah-olah semua varian itu adalah bagian dari produk berbeda, karena ikut kena -5 poin dari tiap varian.

Ketika saya cek di Syarat dan Ketentuan Tokopedia, produk yang melanggar HAKI hanya terdapat -5 poin. Tidak ada bacaan beserta variannya ikut kena. Katakanlah produk tsb melanggar, tapi produk tersebut masih terpampang di etalase, tidak dihapus oleh sistem. Jadi kesannya Tokopedia seperti menjebak seller, ketika upload produk melanggar HAKI dibiarkan, lalu penalti menanti.

Tidak seperti Shopee dan Lazada, ketika ada kata-kata melanggar HAKI, produk berhenti di QC sistem dan disuruh memperbaiki judul karena melanggar hak intelektual. Saya jualan sandal dapat penalti sampai -210, melebihi penalti pelaku penipuan yang hanya -15. Begini buruknya kah sistem Tokopedia? Bukti percakapan dan detail masalah ada saya lampirkan sebagai berikut:

Sampai detik ini performa toko saya masih sama (52) tanpa perubahan. Chat nongol 1 sudah nangkring seminggu, tiap diklik gak ada karena sudah dibalas semua. Tetap saja seller yang kena dampak balas chat 360 menit. Gak ada profesionalnya sama sekali, mengakui kesalahan sistem tapi performa toko diabaikan begitu saja tanpa perubahan. Chat Tokopedia Care bernama Jarot malah jawaban muter-muter kek keong.

Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah memberi ruang publik, biar seller lain tahu betapa buruknya sistem Tokopedia yang sangat merugikan seller. Habis transaksi berhasil, semua akun akan saya delete secepatnya. Di Shopee dan Lazada lebih gacor, tidak pernah ada masalah. Maaf tulisan ambyar, soalnya emosi lagi muncak ke ubun-ubun.

Lastoro
Karawang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan online di Tokopedia:
[Total:88    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

27 komentar untuk “Penalti Sepihak oleh Tokopedia Sampai -210 Poin

  • 1 Mei 2022 - (18:41 WIB)
    Permalink

    Lagi marak nih pelanggaran haki, siapa sih yang lapor, jadi yang punya merek yang boleh jual sendiri? lalu yang beli barang merek dia terus mau jual kembali di lapor karena pelanggaran haki, kan konyol.

    9
    5
    • 1 Mei 2022 - (22:15 WIB)
      Permalink

      di shopee dan lazada jika terindikasi judul melanggar haki akan berhenti di QC sistem krn ada warning yg harus di ganti bagian judul yg kira2 melanggar,klo di Tokopedia sistem nya seperti menjebak seller, upload berhasil setelah itu penalti menanti bejibun beserta varian dan size nya,saya ajukan moderasi drpd cuma penalti segitu nanggung, jualan sandal serasa jualan bom nuklir, penalti nya gx kira2

      8
      6
  • 2 Mei 2022 - (02:51 WIB)
    Permalink

    Iya, yang anehnya banyak yg jual produk yang sama, tapi adem ayem aja tuh dibiarin jualan.

    7
    1
  • 2 Mei 2022 - (07:50 WIB)
    Permalink

    Saya pernah mengalami terkena HAKI sebuah Brand Merk dari Luar negeri kemudian produk tsb dihapus oleh pihak Tokopedia. Tapi yg aneh nya adalah selang beberapa waktu setelah kejadian tsb Pemegang lisensi Merk tsb yg berada di Indonesia menawarkan kerjasama penjualan tsb dengan Jaminan kedepan nya tidak akan terkena HAKI. Drpd ambil resiko besar mending saya tidak ambil

    2
    2
    • 2 Mei 2022 - (08:47 WIB)
      Permalink

      Klo di shopee bila terkena haki cuma di hapus dan disuruh upload dokumen jika punya lisensi tanpa adanya penalti,yg benar saja 2 produk kena pelanggaran sampai beranak Pinak penalti nya ke varian dan size, comerse lokal rasa penjajah,makanya lihat produk fashion gx bergairah di Tokopedia

      6
      2
    • 2 Mei 2022 - (19:07 WIB)
      Permalink

      Saya sendiri sudah berhenti berjualan di Tokopedia, dan membuat marketplace sendiri. Saat ini masih pengembangan, bisa dicek di warehouse.tokoteknologi.com
      Tersedia aplikasi Android, dan akan menyusul versi iOS.

      3
      4
  • 2 Mei 2022 - (12:23 WIB)
    Permalink

    Seumur umur jualan di tokopedia ga pernah ngalamin kayak gini. Profesional dan cepat tanggap tokopedia care nya kok. Justru di shopee sy diperlakukan ga adil. Jadi ya mgkn koreksi diri masing masing aja.

    1
    3
    • 2 Mei 2022 - (15:59 WIB)
      Permalink

      Dari isi percakapan dengan cs bernama umni dan jarot bisa ambil kesimpulan kak,Profesional kah begitu?

  • 2 Mei 2022 - (12:56 WIB)
    Permalink

    Saya jualan di tokped sdh 3 thn jualan barang baru n bekas spt tas, buku, baju ada 1000 an halaman. terjual di tokped sekitar 500 san item masih kecil memang. 1. pernah kena warning penghapusan item notifikasi katanya ada buku toefl melanggar hak cipta dr judulnya. saya ketawain CS nya. Sejak kapan kata toefl jd hak cipta seseorang/company. Buku asli/original penerbit, baru n bukan copy.Akhirnya tdk terjadi penghapusan krn memang tdk ada pelanggaran. 2. Saya jualan jilbab, tas corak burbery beberapa kali lolos n selesai transaksi eh sdh 3 thn item ada di etalase itu dress belum laku, kata nya melanggar hak cipta karena ada kata2 burberry, notifikasi minggu ini. Saya paham krn baju bekas asal usul juga saya tdk pasti, jd saya coba akan edit judul nya eh tdk ada menu edit. adanya masuk item pelanggaran. Y sudah saya biarkan saja males ruwet, point performa toko dari di atas 80 drop ke 60. Karena jualan hasilnya buat melihara kucing kampung, masih receh pendapatan saya juga santai menanggapi. Intinya saya msh bisa jualan di tokped saya msh bersyukur, krn upload n edit perlu waktu n fokus saya tdk jualan online tempat lain. Harapan saya smg ada perbaikan menu edit u item yg dianggap melanggar n komunikasi dr CS yg lbh baik dalam memberitahukan pelanggaran yg dimaksud jd lbh semangat memperbaiki. Jgn langsung dijudge setelah 3 thn tiba2 spt dpt gledek eh kaget hehe …. krn disuruh baca SK doang, item juga msh ada di sistem, tdk dihapus tokped tapi tdk bisa aktif, n tdk bisa diedit. jadinya spt memberi efek males buat saya komunikasi sama cs u chit chat agar bisa aktif lagi tuh item dress, n point toko bisa pulih. Hanya kl dari saya, sy tdk perduli mo point 50, 60, 90. Yg saya pentingkan tetep ada barang yg beli n kucing saya bisa terjamin makanan n kesehatannya. Krn saya tdk merasakan perubahan ketika point pernah di atas 90 dgn point sekrg 60. Sebulan dapat sekitar 1 juta rupiah begitu2 saja…. Jadi… u penulis menurut saya agak slow saja, semakin banyak pintu jualan semakin baik krn rejeki dr mana2 akan lbh menjamin pendapatn lbh baik, selama msh ada item yg terjual jgn terlalu baper sama point toko. Mhn maaf kl opini saya kurang sreg buat yg lainm Salam damai.

    2
    2
    • 2 Mei 2022 - (15:42 WIB)
      Permalink

      Kita beda marketing ya kak,buat apa bakar duit jutaan buat iklan kalau imbas ke perfoma toko minus,di shopee dan lazada emg sudah mencukupi buat bayar karyawan 2 masih ada sisa,yg saya tulis disini adalah tentang keadilan supaya pihak Tokopedia tidak semena-mena sama seller terkait penalti, akun toko di Tokopedia memang tidak terlalu di fokuskan krn disebelah kadang sudah kewalahan,tpi klo semena-mena kasih penalti sepihak kita wajib protes, kita diem semakin di jajah,jualan di Tokopedia tanpa iklan jangan ngarep ada penjualan,coba jualan di lazada tanpa iklan pengunjung dan pembeli tetap stabil,3 th jualan di tiga comerse menurut saya Tokopedia paling matre,lihat penjual yg maju rata2 pemodal gede,umkm kecil maju lewat Tokopedia jangan ngarep 😁

      3
      1
      • 2 Mei 2022 - (19:25 WIB)
        Permalink

        Menurut sy yg paling matre tuh buk*lapak. Kalau gak setor duit buat iklan, lapak kita gak tau disembunyikan di mana. Udah coba search dengan tag sesuai judulpun gak ketemu lapak kita. Jd gak bakal ada yg beli. Begitu setor duit iklan tiba2 habis entah siapa yg klik. Barang blm terjual deposit iklan sdh ludes

        • 3 Mei 2022 - (13:32 WIB)
          Permalink

          Dari awal jualan nggak ada minat sama sekali dengan Bukalapak,krn banyaknya kasus seller nakal dan sepinya minat pembeli di lapak tsb 😁

      • 2 Mei 2022 - (19:59 WIB)
        Permalink

        Sering sering lah baca media konsumen, belum pernah ketemu sama yg ngamuk-ngamuk ke Sopi dan Lajadut ya? Wkwkwkkk,

        • 3 Mei 2022 - (13:23 WIB)
          Permalink

          Nggak ada ceritanya shopee lazada kena komplen haki
          *Shopee bila awal upload ke detect melanggar haki akan ada warning untuk ganti judul(tidak ada penalti)
          *Bila sudah lama ter upload ada yg melaporkan maka produk akan di hapus, seller bisa banding dengan menunjukkan dokumen resmi apabila produk mau di munculkan kembali (tidak ada penalti jg)
          Lazada hampir mirip seperti shopee tpi tanpa ada banding
          Cuma denger curhatan media konsumen tpi gx ada pengalaman jualan?

  • 2 Mei 2022 - (15:07 WIB)
    Permalink

    Customer Care Tokopedia jago nya copas, jawaban sama pertanyaan gak nyambung. Apa yang ditanya, bisa beda sama yang dijawab. Pengalaman saya berhadapan sama CS, 80% tidak nyambung sama sekali. Payah!

    • 3 Mei 2022 - (20:18 WIB)
      Permalink

      Baru tau yah. System juga ga dijalankan secara komputerisasi. Yang sudah di jalankan komputerisasi ( by sytem), eehh di manualkan sama orang ToPed nya. serius!!!, Permainan penjual yang licik lick juga ga bisa terdeteksi. Sengaja digituin. Sampe sekarang begitu kok. Makanya kalo ada kasus, minta di telponin sama Toped. Baru nyambung langsung gue damprat tuh operatornya. Pusat resolusi orangnya juga ga 24 jam, cuma kerja 8 jam sehari, semua komplain, dialihkan ke besok paginya.

  • 2 Mei 2022 - (16:34 WIB)
    Permalink

    Buat toko baru aja dah, kalo dari pengalaman agan yang dah paham Haki disebelah, besok lagi hindari kata2 merek2 punya orang.
    Karena yang kedetect awal pasti kata2 bukan foto.
    Jualan di toped dah hampir 4th, benar sistem masih banyak memberatkan, notifikasi chat paling parah, udah di bales masih aja seringnya nyala merah.
    Lama2 saya biarin aja, mau drop mau naik, bodo amat, masih laku juga ternyata.

    4
    1
    • 3 Mei 2022 - (13:39 WIB)
      Permalink

      Skrg jg sudah saya tutup permanen toko nya,cuma nambah beban pikiran fokus Oren sama biru saja

      • 4 Mei 2022 - (08:16 WIB)
        Permalink

        Ga mgk bisa melawan system dan punishment Tokopedia.. kata banding itu cm 1% bhkan 0% kl sdh mereka yg tentuin terlepas salah benarnya.. Habisin waktu.. dipertahankan bikin ngeri kedepan.. Yg pasti toko/ pembeli yg sdh diginiin sdh di tandai…

    • 3 Mei 2022 - (13:52 WIB)
      Permalink

      Perlu di garis bawahi pelanggaran haki di comerse lain cuma di hapus tanpa adanya penalti beranak Pinak,memang tidak ngaruh di penjualan asal bakar duit terus2an,dengan kejadian begini apakah yakin mau bakar duit terus sedangkan kita komplen saja muter-muter gx jelas?
      Kalau saya sih mending lsg off in toko nya

    • 3 Mei 2022 - (13:28 WIB)
      Permalink

      Kalaulah kena haki harusnya produk tersebut di hapus kan?,masih terpampang di etalase sampai skrg,dan belum ada cerita pelanggaran produk penalti nya beranak Pinak ke varian dan size
      Baca ss nggak gan? Di lazada aman2 aja tuh sebut kata dior

      • 3 Mei 2022 - (20:26 WIB)
        Permalink

        Lha itu diah masalahnya. begitu aja kena HAKI???, artinya SOP nya ga beres. Yang dicari pelanggan juga masukan kata kunci nama “merek” kan. Kalo begitu caranya, itu mah yang bikin SOP, ga bisa pikir, ga pernah lihat orang jualan di luar negeri.

  • 4 Mei 2022 - (13:43 WIB)
    Permalink

    Seumur hidup paling enak jualan di Tokopedia dr PD di bl, lazadut, maupun sopir, kenapa karena ada asuransi nya jd brg hilang/rusak baik proses kiriman, BS di ganti jd seller gak rugi, trs biaya potongan jualan di toped murah cmn 1.5% dibandingkan sopir saya jualan kena potongan 5%, trs klu brg rusak/hilang pas proses pengiriman gak di ganti Shopie cmn di ganti rugi 10xhrg ongkir, jika jualannya macam saya jualan HP dah kena potong gede dan jika ada brg ilang di proses krm dishopee bisa rugi bandar klu diganti 10x ongkir,
    Mknya saya jualan ditoped saja. Itu lah ke enakan nya bukan membela tp ini real pengalaman saya, cek aja lapak saya ditoped 69CELL gk pnh ada masalah selama jualan ditoped.

  • 4 Mei 2022 - (14:18 WIB)
    Permalink

    Terus aja om gas CS nya. Biar ga makan gaji buta. Klo memang om merasa ga bersalah ya jgn takut tp sblm itu coba baca peraturannya dan cek lg yg salah dmna nya. Klo betul tidak salah tp dpt sanksi baru harus di perjuangkan keadilannya

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan online di Tokopedia?

Ada 27 komentar sampai saat ini..

Penalti Sepihak oleh Tokopedia Sampai -210 Poin

oleh Sandal dibaca dalam: 1 menit
27