Kecewa dengan Layanan Grapari Telkomsel Solo

Perkenalkan, saya Warih Sugiarta. Pada hari Sabtu tanggal 3 September 2022 sekitar pukul 9 pagi, saya datang ke Grapari Telkomsel Solo di Jl Slamet Riyadi Solo, dengan nomor antrean G007. Saya sebagai konsumen Kartu Halo Corporate dengan nomor kartu +62811-1633-***. Keluhan saya, sinyal bermasalah, tidak mendapat 4G ketika berada di daerah, sedangkan di area perkotaan seperti Solo bisa 4G.

Sebelumnya saya kesulitan menghubungi call center, karena harus melampirkan NIK PIC yang register kartu tersebut. Sedangkan yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi. Setelah sampai di Grapari, petugas menyarankan ganti fisik kartu, karena ini kartu lama. Saya sudah persiapkan dokumen saya seperti ID Card Perusahaan, KTP, dll. Bahkan saya share nomor Kartu Halo Corporate lainnya ataupun nomor perusahaan untuk bisa di-crosscheck selain fisik SIM card.

Namun petugas tetap menyampaikan SOP, harus dengan surat resmi dari perusahaan, meskipun saya sendiri penanda tangannya. Kami ini instansi swasta, untuk hari ini Sabtu kami sudah kehilangan waktu kerja untuk datang ke Grapari. Namun malah diminta bolak balik dengan dalih SOP, yang menurut kami sangat tidak logis ini ,karena saya sudah sampaikan point untuk crosscheck-nya.

Apakah layanan dari Telkomsel memang seperti ini? Ini kartu corporate yang tagihannya rutin kami bayar. Jika tidak maksimal pemakaiannya, ya lebih baik kami berhenti berlangganan, tetapi pasti dengan cara tidak bayar tagihan, karena prosedur closing-nya pasti kurang lebih sama seperti di atas.

Harusnya bisa menjadi perhatian jajaran manajemen Telkomsel untuk hal ini. Untuk sekedar ganti fisik SIM card, sudah bawa SIM card dan kelengkapan identitas dokumen juga, masih tidak bisa. Zaman sudah serba digital seperti sekarang, tapi  masih harus dilakukan offline ke kantor Grapari???

Warih Sugiarta
Karanganyar, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Telkomsel:
[Total:54    Rata-Rata: 2.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

35 komentar untuk “Kecewa dengan Layanan Grapari Telkomsel Solo

  • 6 September 2022 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Menurutku tetap harus ada surat resmi dari perusahaan dan di tanda tangan sih, gk menutup kemungkinan, ada oknum ingin memanipulasi kartu sim card tersebut, makanya harus ada surat resmi atas nama perusahaan..

    masih untuk gk disuruh buat surat kuasa, kalau ngurus sim card ktp orang lain biasanya perlu surat kuasa..

    • 6 September 2022 - (13:10 WIB)
      Permalink

      kalau tidak lengkap sih ok ok saja.. saya sudah info no telp kantor yang register waktu itu di Jakarta .. dan kami masih 1 group… bisa di verifikasi langsung. jadi kartu itu dulunya di bantu open dari Jakarta office dengan tujuan dipakai di wilayah Sragen.. bisa di tracking juga. terlebih lagi pembayaran sudah dengan auto debet dari nama perusahaan yang ada di Sragen. bisa di tracking juga. Lha kalau harus tunggu surat hard file dll terlebih harus datang bolak balik ke grapari berapa lama prosesnya? hari gini loh.. sekelas Telkomsel

      • 6 September 2022 - (15:11 WIB)
        Permalink

        SOP nya seperti itu pak hehe.. pada dasarnya kan bapak perwakilan/dikuasakan dari perusahaan untuk mengurus itu, nah buktinya apa? perlu surat hardcopy hitam diatas putih dari perusahaan.. simple aja sih..

        coba deh bapak mau ngurus sim card milik ortu atau saudara yg lain, pasti diminta surat kuasa..

        3
        1
  • 6 September 2022 - (10:17 WIB)
    Permalink

    sama bro dulu saya mau ganti kartu punya mertua,di buat repot sama cs butuh ini itu.
    jadi saya lebih memilih cetak kartu langsung di mesin yg disediakan ga perlu ke cs.
    cukup bawa ktp dan nomor nya masih aktif untuk otp nya
    kl sekarang ga tau deh mesinnya masih tersedaia atau enngga

    2
    1
  • 6 September 2022 - (10:20 WIB)
    Permalink

    sama bro dulu saya mau ganti kartu punya mertua,di buat repot sama cs butuh ini itu.
    jadi saya lebih memilih cetak kartu langsung di mesin yg disediakan.
    cukup bawa ktp dan nomor nya masih aktif untuk otp nya
    kl sekarang ga tau deh mesinnya masih tersedaia atau enngga

    2
    3
    • 8 September 2022 - (20:15 WIB)
      Permalink

      @Edy
      Klo saya pas SIM Card TELKOMSEL hilang kemarin,Pihak CS mengarahkan dan membantu saya membuat SIM Card baru dari mesin pencetak otomatis……Tapi karena sidik jari saya tak terbaca….maka dilakukan secara manual….biasa deh verifikasi bla….bla…..eh pas diberitahu gak ada yang lolos….maka saya protes….lah saya bilang bukankah e-ktp dan finger print dari e-ktp reader malah bisa membuktikan bahwa saya pemilik sah nomor hp tersebut….tapi gara2 mesin pencetaknya gak bisa baca sidik jari saya ….kok saya dirugikan….Syukur Alhamdulillah setelah sedikit ngotot dan sedikit tegas….Pihak CS memberikan solusi bahwa wajah saya dan KTP difoto secara bersamaan…..akhirnya no.hp tersebut berhasil

  • 6 September 2022 - (10:21 WIB)
    Permalink

    kalau anda adalah instansi perusahaan, anda harusnya pasti paham SOP harus dijalankan

    kalau dari awal SOP nya tidak selaras dengan cara kerja nya perusahaan anda ya jangan dipakai dari awal, tapi apabila hanya tidak selaras dengan cara kerja anda ya beda lagi(kecuali anda pemegang keputusan)

    anda pelanggan nya sana kok, bukan sebaliknya, apabila anda(kembali lagi asumsi anda pemegang keputusan) ya cabut aja, ganti yang lain, ngapain bingung, udah ancem gt jalanin aja ngapain nulis surat media konsumen? wwkwkwkk

    6
    2
    • 6 September 2022 - (13:12 WIB)
      Permalink

      hahaha memang mudah kok menyalahkan… tahu nggak ini untuk putus juga tidak bisa harus dari PIC yang buka waktu itu tahun 2012… PIC nya sudah keluar… hahahaha. via call center tidak bisa karena harus masukkan NIK sesuai PIC yang open kartu waktu itu… harus datang langsung…. jadi intinya mudah sekali untuk open tapi sulit sekali ketika ada masalah solve nya.

      3
      1
      • 6 September 2022 - (13:18 WIB)
        Permalink

        bukannya anda tidak peduli prosedur putus nya gmn? bukannya anda bilang tinggal tidak bayar? ngapain bingung PIC anda sudah keluar? coba sih sana g usah dibayar sesuai gertakan anda sendiri, pingin tahu saya hasilnya gmn, kecuali anda g berani sih, dari artikel ini saya tahu anda bukan pemegang keputusan🤣

        1
        2
        • 6 September 2022 - (13:22 WIB)
          Permalink

          sudah tuh… kartu sim sudah saya tinggal di kantor telkomsel … dan sudah info tidak akan lanjut bayar 😀 berani kan? atau mungkin saya orang pertama yang berani seperti itu ke telkomsel?

          7
          4
          • 6 September 2022 - (13:30 WIB)
            Permalink

            lah terus buat apa nulis surat di media konsumen? terus buat apa seolah mengancam di surat nya? seolah belum dilakuin? yang bener yang mana bang jangan ngayal wkwkwk

            3
            5
          • 6 September 2022 - (13:33 WIB)
            Permalink

            ini saya tulis surat nya hari Sabtu… dan Senin saya datang lagi ke kantor Telkomsel untuk serahkan kartu nya jika memang prosedur pengurusan kartunya sangat ribet

            4
            1
          • 6 September 2022 - (21:52 WIB)
            Permalink

            Van van…. Makanya elu jangan jadi komentator terus. Hampir semua artikel MK ada elu. Yang namanya nulis di MK gak langsung dimuat. Ada jeda waktu. Malah kadang bisa beberapa hari sejak dikirim. Hidup elu kayak gak pernah ada masalah aja. Makanya doyan ya urusin masalah orang lain even elu gak ada kapasitas.

  • 6 September 2022 - (11:03 WIB)
    Permalink

    Woalaa pak harusnya jauh lebih gampang itu prosedurnya kalau bpk penandatangan.
    Buat saja surat tugas penggantian fisik kartu tersebut . Ada kop surat, tanda tangan, cap perusahaan dan kasih ke CS. Dijamin beres itu pak

    3
    1
  • 6 September 2022 - (11:38 WIB)
    Permalink

    Ini masalah yang sangat -sangat sepele, tinggal buat dan lampirkan surat kop perusahaan, beres. Apalagi anda sebagai penanda tangan, tinggal bikin saja langsung GraPARI. Biasanya sebagai penanda tangan perusahaan selalu bawa laptop, tinggal bikin, tanda tangan digital dan stempel digital, selesai. Justru anda telah buang -buang waktu tidak mau melampirkan surat keterangan perusahaan seperti yang diminta petugas GraPARI.

    Sudah tepat petugas GraPARI tidak mau menuruti permintaan Anda karena Anda tidak melampirkan surat keterangan perusahaan, karena itu melanggar SOP. Coba dibalik, bagaimana jika staf Anda melanggar SOP perusahaan, apakah itu anda benarkan? Jika anda seenaknya merubah SOP perusahaan seperti yang diinginkan oleh klien Anda, perusahaan Anda bakal hancur.

    Sebagai seorang profesional, seharusnya Anda berpikir profesional, tidak melanggar SOP perusahaan lain. Masing-masing perusahaan punya SOP, bukan? Untuk apa dibuat SOP jika seenaknya dilanggar?

    • 6 September 2022 - (13:15 WIB)
      Permalink

      iya sepele tapi ribet… sekali lagi kartu ini di open oleh kantor pusat di Jakarta .. PIC yang open kartu tsb sudah keluar karena kartu di open sejak 2012. Telkomsel untuk rubah ataupun sampai putus mengharuskan dari PIC yang sama… sepele menurut anda? ya silakan 😀 😀 kartu di open memang tujuan awalnya untuk kantor dengan nama PT lain di Sragen… posisi kartu juga actual di sragen.. bayar juga auto debet dengan rek PT yang ada di Sragen.. sudah dikasih nomor kantor PT yang di Jakarta untuk verifikasi.. tapi tidak bersedia. SOP memang tidak boleh dilanggar tetapi harus ada solusi jika memang ada yang terkendala SOP yang sangat masuk akal. terus maunya anda sebagai profesional saya terus bayar tagihannya sedangkan kartu nya bermasalah dengan sinyal?

      1
      2
  • 6 September 2022 - (13:44 WIB)
    Permalink

    Tidak memenuhi sop yok ditolak lah, dari mau melampirkan data apapun tapi yang diminta tidak ada yg pasti ditolak, CS pun kerja sesuai SOP mba. nanti kalo ada apa apa kan cs juga yang akan di salahkan.

    Coba seandainya nurut dan ikuti sop yang berlaku di perusahaan tersebut ga nyampe sejam pun beres apalagi corporate.

    cmiw

    • 6 September 2022 - (14:09 WIB)
      Permalink

      iya ditolak kemarin.. tapi barusan pihak dari telkomsel kontak saya mau dibantu. memang efektif media konsumen ini. sangat berbeda dengan jawaban dari CS kemarin.

      5
      2
      • 6 September 2022 - (15:06 WIB)
        Permalink

        allhamdulillah kalo gitu semoga beres mba, cs gerai ikuti sop aja jaga2 kenapa kenapa toh biar sama sama enak.

      • 6 September 2022 - (17:11 WIB)
        Permalink

        Memang begitu. Harus viral dulu baru bergerak. Maka dari itu gunanya media konsumen. Tentang komentar negatif abaikan saja. Anggap saja itu hiburan atau angin lalu.

        4
        1
  • 6 September 2022 - (17:00 WIB)
    Permalink

    Media konsumen ini kadang jadi ajang komentator yang keminter dan sok tau segalanya. Apalagi yang komentar orangnya itu2 aja. Apa jangan-jangan buzzer buat meramaikan suasana ya? Hahah

    7
    3
    • 6 September 2022 - (17:06 WIB)
      Permalink

      semua orang punya pemikiran, punya logika dan akal sehat masing-masing. jadi selalu ada pro dan kontra. hal yang biasa tidak perlu dicap buzzer ini itu. seperti kasus diatas ada yang merasa SOP harus diikuti , ada yang merasa tidak perlu terlalu ketat.

      2
      10
    • 6 September 2022 - (17:10 WIB)
      Permalink

      Nah ini dia buzzer nongol. Komentator setia sejak pandemi 2019 lalu. Mungkin udah jadi profesi.

      11
      3
    • 7 September 2022 - (08:18 WIB)
      Permalink

      gak apa apa di komen kok… yang jelas dari penulis surat merasa kesulitan dan Media Konsumen juga pasti ada filter kan? kalau tidak layak posting ya tidak di posting tapi kalau di posting berarti layak tayang? bener kan? anggapan dari pembaca lain merasa konyol dsb itu hak mereka masing masing karena mungkin mereka tidak mengalami yang penulis alami.. contoh dari tempat tinggal ke kantor telkomsel itu lumayan jauh dsb. tetapi dengan di posting di MK ini fakta yang terjadi CS langsung menghubungi penulis untuk membantu segala sesuatunya bisa dengan submit by WA/email tanpa harus bolak balik ke kantor Telkomsel. dan memang itu tujuan utamanya pengurusan sesuatu di jaman yang serba digital ini masih sangat sulit di lakukan dengan online malah harus datang langsung ke lokasi.

  • 6 September 2022 - (17:53 WIB)
    Permalink

    Telkomsel emang malesin, mereka intercept koneksi dan pasang iklan pop up di website yg kita buka kalo lagi browsing. 👎 Padahal pake Kartu Halo. 👿

  • 6 September 2022 - (18:44 WIB)
    Permalink

    Yang menuduh orang lain sebagai buzzer adalah orang “bodoh”. Kenapa bodoh? Karena kebebasan berpendapat adalah dilindungi undang-undang.

    Mengutip komnasham.go.id, kebebasan itu tercantum dalam Pasal 28 dan Pasal 28E ayat (3) Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.

    Begitu juga di MK ini, telah disediakan kolom untuk memberi pendapat dan berkomentar. Setiap orang bebas berkomentar secara bijak. Soal pro atau kontra dengan surat penulis, itu hal biasa, namanya juga pendapat. Gak perlu nge-cap orang lain sebagai buzzer atau orang dalam, dsb.

    Jika ada pendapat yang tidak sependapat dengan Anda (untuk yang menuduh orang buzzer), tanggapi aja dengan bijak, kasih argumen yang logis, kalau menurut Anda bagaimana. Gitu aja!

    Kalau cuma bisa nuduh orang lain buzzer, yang komentar cuma orang -orang itu aja, itu gak penting, justru menandakan Anda “bodoh “, karena cuma bisa nuduh tapi gak bisa komentar. Hahaha

    4
    13
  • 6 September 2022 - (21:39 WIB)
    Permalink

    Coba aja MK ini ikuti sistem di Kompas. Hanya pihak bersangkutan langsung yang memberikan tanggapan dan solusi. Toh dengan komentar pro dan kontra gak akan membantu penulis kecuali pihak yang bersangkutan. Karena banyak manusia usil di dunia yang seringkali kepo padahal tidak tau kronologi dan kasus per kasus.

    7
    2
    • 6 September 2022 - (21:46 WIB)
      Permalink

      MK=Media Komentator. Lebih miris lagi kalau ada artikel yang bertopik pinjol atau kartu kredit. Dijamin langsung muncul komentar-komentar sinis dan membully. Agak kocak sih. Orang menulis di media ini sebagai keluhan tapi malah diejek dan dicaci. Padahal gak semua orang paham kendala teknis dan sistem.

      6
      1
  • 6 September 2022 - (22:08 WIB)
    Permalink

    TELKOMSEL itu ribet. Suruh ngapalin nomer yang sering dihubungi lah, tgl terakhir isi pulsa lah, ini lah itu lah 🤢🤢

    1
    1
  • 7 September 2022 - (03:11 WIB)
    Permalink

    Sangat tidak disarankan memakai telkomsel,sy pernah ke grapari solobaru hartono mall karena kehabisan masa waktu pasif dengan kartu sendiri nama sendiri untuk menghidupkan lagi diminta ktp ,karena ktp sy retak tidak bisa discan, katanya harus sesuai prosedur, padahal jelas jelas kartu terdaftar atas nama nik sendiri dan fisik simcard saya bawa punya saya sendiri,sampe saya bawakan fotokopi kk pun gak bisa, apa gak ****** ini operator? akhirnya saya pergi ke grapari slamet riyadi bisa tapi disuruh bayar 100ribu EMANG ****** INI TELKOMSEL LAH

    1
    1
  • 7 September 2022 - (16:09 WIB)
    Permalink

    Dear Media Konsumen

    terima kasih atas dimuatnya surat saya, setelah dimuatnya surat saya sudah ada follow up dari team Grapari Telkomsel sehingga per hari ini Rabu 7 September 2022 kendala yang saya hadapi sepenuhnya sudah bisa teratasi baik itu penggantian fisik simcard ataupun perubahan atas nama kartu tersebut. sekali lagi terima kasih atas bantuan Media Konsumen dan juga buat para pihak yang ikut berkomentar di surat ini, terima kasih atas perhatiannya. surat ini bisa di close/arsipkan/take down karena sudah terselesaikan. sekali lagi terima kasih kepada Media Konsumen, pembaca dan juga pihak Corporate Grapari Telkomsel yang sudah follow up case ini. salam

 Apa Komentar Anda mengenai Telkomsel?

Ada 35 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Layanan Grapari Telkomsel Solo

oleh Warih dibaca dalam: 1 menit
35