Isi Paket dengan Label “BARHAL” (Barang Mahal) Hilang

Pada tanggal 02 September 2022, saya melakukan transaksi pembelian barang berupa Processor AMD Ryzen 9 5950x di Tokopedia, dengan nilai transaksi Rp8.150.000. Barang tersebut dikirim melalui ekspedisi SiCepat, dengan nomor resi: 003081995807.

Ketika barang sampai, diterima oleh Ibu saya pada tanggal 06 September 2022 sekitar pukul 11.04 WITA. Lalu barang tersebut diletakan di meja ruang tamu.


Pukul 18.00 WITA saya pulang dari tempat kerja dan langsung membawa paket tersebut untuk dilakukan unboxing disertai dengan Video Unboxing. Tanpa sadar dan curiga dengan paket tersebut telah di-repack oleh oknum ekspedisi, saya lakukan proses unboxing.

Resi SiCepat pada saat itu telah diisolasi berkali-kali dan tidak rapi. Dalam hati kecil saya, kok ini paket berbeda dengan paket-paket yang saya terima sebelumnya? Karena biasanya tidak pernah ada isolasi pada resi ekspedisi mana pun, dari pengalaman saya sebelumnya. Setelah paket terbuka 80%, barulah muncul kecurigaan kalau barang di paket tersebut tidak ada isinya atau kosong, karena boks segel telah terbuka.

Ketika waktu magrib telah selesai, mulailah saya buat pelaporan pada pusat resolusi Tokopedia. Saat itu juga direspons langsung oleh penjual, bahwa paket yang penjual kirim telah melalui proses QC yang baik dan paket tersebut telah di-packing dengan sangat rapi. Bukti CCTV pun dilampirkan oleh penjual untuk memperkuat kepada pihak Tokopedia.

Saya pun sebagai pembeli turut melampirkan bukti CCTV, mulai dari paket diterima sampai saya melalukan proses unboxing paket untuk memperkuat bukti kepada pihak Tokopedia. Saya juga telah menghubungi pihak SiCepat regional maupun pusat. Namun responsnya sangat lambat dan proses investigasinya pun sangat lama. Saya sebagai pembeli, tentunya hal yang wajar selalu menanyakan update terkini kasus tersebut. Karena uang 8 juta lebih sangat banyak bagi saya.

Saya berharap kasus ini bisa segera diselesaikan oleh pihak SiCepat, karena durasinya sudah lama sekali tidak ada kejelasan dari pihak SiCepat. Tentunya saya tidak terima kalau harus merelakan isi paket tersebut begitu saja. Tolong pihak SiCepat agar segera ditindaklanjuti!

Seharusnya barang/paket itu tidak perlu diberi label BARHAL (BARANG MAHAL), karena akan menjadi incaran oleh oknum. Saya baru tahu istilah itu dari kurir yang mengantarkan. Saya tunggu update dari Anda (SiCepat).

Terima kasih.

Frandi Prameiditya
Mataram, NTB

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kurir SiCepat di Tokopedia:
[Total:112    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan SiCepat Ekspres atas Surat Bapak Frandi Prameiditya

Dengan Hormat, Sehubungan dengan surat Bapak Frandi Prameiditya dengan judul “Isi Paket dengan Label “BARHAL” (Barang Mahal) Hilang” pada tanggal...
Baca Selengkapnya

33 komentar untuk “Isi Paket dengan Label “BARHAL” (Barang Mahal) Hilang

  • 20 September 2022 - (17:40 WIB)
    Permalink

    Ekonomi sedang buruk. Makin banyak orang yang gelap mata, kerja halal sambil ‘sampingan’ tidak halal.
    Saat-saat ini kalau mau beli eletronik secara online sangat was-was. Sport jantung.

    Semoga bisa cepat diganti oleh asuransi pengiriman Tokopedia.

    26
  • 20 September 2022 - (18:26 WIB)
    Permalink

    Tolong sampaikan kepada penjualnya cara packing barang mahal begitu sangat miris dan sederhana banget, wajar kalau mudah direpack / dibungkus ulang lalu dimaling dan dibawa kabur isinya.

    Minimal untuk seller barang mahal itu harus modal:
    1. Dus + Bubble wrap
    2. Lakban fragile (lebih bagus lakban khusus yang ada tulisan segel / seal)
    3. Stiker unboxing

    Cara packingnya pun harus aman dan rapi:
    1. Masukin barangnya ke bubble wrap, taruh di dus lagi (bukan dus barangnya)
    2. Lakban fragile dusnya menyeluruh (sisi kanan, sisi kiri, sisi atas, sisi bawah) sampai tidak ada celah untuk kurir yang niat maling buka itu paket.
    3. Setelah di lakban fragile rapi dan menyeluruh, pasang stiker unboxing di sisi atas dan sisi bawah dus, tempat pembeli biasa cutter untuk buka barangnya.
    4. Baru setelah itu ditaruh resi pengiriman dari marketplacenya.

    Modalnya juga gak seberapa, lakban fragile paling 10 ribuan, udah dapet yang 100 yard, stiker unboxing 100 perak / pcs, 1 packingan butuh 2 jadi 200 perak / paket. Gak sebanding sama harga barangnya kan?

    Kalau cuma packingnya begitu sih ketemu seller yang sesama jualan barang mahal paling dibilang pelit, gak ada modal banget. Karena emang rawan direpack dan dilakban ulang. Beruntung pembelinya cerdas tau kalau ada yang janggal sama paketnya, kalau ketemu pembeli yang main asal tuduh seller, abis itu dicap penipu dan dimaki-maki tokonya, bisa pula direfund ke pembeli.

    Jadi buat seller yang jualan barang mahal, tolong modal buat packingannya, jangan pelit sama lakban fragile + stiker unboxing, supaya maling pun berpikir berkali-kali untuk bongkar paketmu. Karena pasti akan ketahuan bekasnya dengan mudah.

    51
    1
    • 20 September 2022 - (21:08 WIB)
      Permalink

      Kenapa tidak usut tuntas saja bila memang Anda tau itu perbuatan kurir nakal ? Bisa di laporkan juga ke pihak berwajib, agar di kemudian hari tidak ada lagi kejadian barhal di ambil si kurir nakal. Jaman lagi susah begini, pasti kurir pun banyak yg iseng liat barhal pasti langsung jadi inceran, nanti alasannya bilang, “ohh maaf paketnya hilang, atau bla bla” pdhl mereka sendiri yg mengambil paket trsebut..

      • 21 September 2022 - (00:31 WIB)
        Permalink

        Bro, usut tuntas itu tidak semudah kamu ketik komentar.

        Paket lewat ekspedisi reguler itu pindah lewat banyak tangan, dari kurir pickup -> agen pengirim -> hub pengirim -> hub pusat -> hub transit ke penerima -> hub tujuan penerima -> agen penerima -> kurir pengantar -> penerima.

        Kamu mau lacak ini satu persatu? Bongkar semua rekaman CCTV-nya? Dan kamu yakin prosesnya gak akan lebih lama daripada nunggu hasil klaim asuransi?

        Daripada usut tuntas, lebih baik si pengirim inisiatif sendiri.
        Dia tau jualan barang mahal kan, dia juga tau harganya gak murah dong pastinya, dan pasti dia juga tau potensi di maling selama perjalanan itu ada. Makanya komentar saya, mendingan packingnya dari si pengirim diperbaiki lagi, lebih safety, lebih aman, lebih rapi.

        Saya biasa kirim handphone, pake cara packing yang saya tulis diatas. Belum pernah ada kasus kemalingan.
        Kenapa? Karena kurir liat packingan saya aja udah ribet bro cara bongkarnya.

        Sekalipun dia maksa mau bongkar itu paket, saya jamin dia gak akan bisa repack ulang 100% persis sama dengan yang saya packing, karena akan terlihat jelas bekasnya.

        Kan ada peribahasa “mencegah lebih baik daripada mengobati”
        Kalau kamu sebagai penjual bisa mencegah maling untuk ambil paket kamu, kenapa kamu harus tunggu malingnya ambil paket kamu terlebih dahulu? Nah begitu. Sekarang, dari kasus penulis diatas liat aja, cara packing barang mahalnya miris, ketahuan penjualnya gak menghargai barang jualannya sendiri. Barang harga 8 juta lebih, packingnya cuma kayak barang harga 50 ribuan. Dari sini aja udah gak niat bikin aman paketnya sendiri.

        21
        • 21 September 2022 - (09:17 WIB)
          Permalink

          Paket ditimbang, discan dan difoto si agen pengirim sicepat. Apakah hal yg sama pasti dilakukan di tiap hub dan agen penerima? Apakah sistem sicepat bisa mendeteksi ketika hal2 di atas tidak dilakukan. Apakah sistem sicepat bisa mendeteksi ketika packing berubah (bentuk, berat dimensi, warna, posisi label)? Jika tidak apakah ada cek manual utk memastikan semua itu? Apakah “packing yg baik, safety dan rapi” merupakan faktor penentu paket mudah dimaling atau tidak?

          Utk transaksi di hari yg sama, Alfamart dan Indomaret bisa mendapatkan informasi rekaman CCTV dalam waktu kurang dari 30 menit. Asalkan ada resi yg menunjukkan waktu transaksi. Jadi tidak sesulit yg dipikirkan.

          • 21 September 2022 - (15:25 WIB)
            Permalink

            Transaksi pake kurir ekspedisi kok disamain dengan transaksi di alfamart & indomart. Ingin ketawa tapi takut dosa, sudahlah.
            Transaksi pake kurir ekspedisi = Lebih banyak tangan, lebih banyak transit, lebih banyak waktu, belum lagi kemungkinan stuck. Dan kamu masih bisa bilang tidak sesulit yang dipikirkan. Tapi bener sih, mikir itu gak sulit. Yang sulit itu melakukan. Kalau cuma mikir, semua orang juga bisa. 🙃

            9
            1
        • 21 September 2022 - (09:40 WIB)
          Permalink

          Bener sekali. Saya aja kirim barang 200rb itu saya beli box kardus nya, item di dalam dus full bubble, lalu kardusnya dibungkus stretch film warna hitam dan lakban fragile. Label sticker pengiriman ditempel ditengah menutupi bekas sambungan lakban. Kalo dibongkar pasti ketauan krn ga mungkin label nya bisa dipake ulang. Dan setelah packing selalu saya foto (biar ada bukti bentuk kemasan kalo ada apa2)

        • 21 September 2022 - (16:19 WIB)
          Permalink

          Lebih banyak tangan dan lebih banyak transit = tidak aman = pasrah = lempar aja dosanya ke pengirim. Kok enak. Yg buat sistem yg digunakan sicepat itu orang pinter. Jauh lebih pinter dari kamu. Sistem didesain supaya data keluar masuk barang di tiap hub bisa masuk ke database. Shg ketika ada masalah target interval waktu pencarian informasi dalam database dan CCTV bisa disimpulkan. Kalau gk tertib terus datanya bolong2 / tidak lengkap artinya kesempatan untuk repack dan maling terbuka lebar2. Sesimpel itu.

          Tracking sicepat bahkan tidak menunjukkan status transit. Barang diterima, barang dikirim, barang tiba. Selesai. Coba deh sesekali cek tracking JNE atau Anteraja.

          Sekarang kamu ngotot dengan pendapat kamu bahwa cara aman dari kemalingan adalah pakai stiker unboxing dan lakban fragile. Baca ini banyak maling mau ketawa. Tapi gpp deh ketawa lebar2 sana kan maling sudah banyak dosa 🤣

          • 21 September 2022 - (22:29 WIB)
            Permalink

            Masih aja ngeyel, saya kasih tips demikian karena saya seller, yang tau gimana caranya packing barang mahal sebagaimana mestinya, bukan seperti seller tempat penulis belanja yang packing barang mahal layaknya barang receh harga 50 ribuan. Atau kamu sellernya? Soalnya cuma kamu yang ngeyel dikomentar saya dan dapat banyak feedback negatif. Hehehe.

            Mengenai status transit Sicepat, ada kok keterangannya.
            Contoh: Paket telah diterima di Jakarta Sortation, Paket telah keluar dari Jakarta Sortation.

            Atau cuma aplikasi saya aja yang begitu? Nggak deh. Kayaknya justru kamu yang kudet tapi sok tau. Barang diterima, barang tiba, barang dikirim apaan tuh? Kebiasaan pake Shopee ya yang status trackingnya gak jelas? Kasian.

            Silakan tertawa, karena belum pernah ada satu pun maling dari ekspedisi yang berhasil bongkar / repack barang packingan dari toko saya. Dengan cara yang saya jelaskan diatas. Kenapa? Karena 100% tidak akan terlihat sama. Saya kirim handphone senilai puluhan juta pun aman sentosa. Kamu udah merasakan? Silakan berbagi pengalamanmu jualan disini.

            Atau kamu tipe seller yang sama seperti penulis tempat belanja? Kasihan, lain kali modal dikit buat packingnya ya.

            Barang harga 8 juta, packingnya kalah aman sama yang jualan kerupuk. Gak kepake seller model begitu kalau buyernya saya, saya akan cecar dari packingannya yang kebangetan medit bin kikir bin pelit. 😚🙃

          • 21 September 2022 - (22:31 WIB)
            Permalink

            Dan tentu, yang buat sistem sicepat itu orang pinter.
            Makanya orang bodoh tidak akan tahu kalau di status tracking sicepat juga ada status transit nya, yang dia tau cuma barang dikirim, barang diterima, dan barang tiba.
            Sesimpel itu untuk mengetahui perbedaan orang pinter dan bodoh di balasan komentar saya. 😚✅

          • 22 September 2022 - (21:28 WIB)
            Permalink

            Duh saya ko jd kezel baca komentar ini ya, sudah tahu si bapak note komentar ke penjual biar lebih hati-hati dalam mengirimkan barang mahal biar ga terjadi hal seperti ini lg, eh malah dibalesnya ga nyambung banget malah bagus dong dikasih masukkan supaya mencegah hal buruk terjadi lg. Jangan-jangan bapak satu ini penjualnya lgsg lg makanya ga terima di komen.

        • 22 September 2022 - (11:02 WIB)
          Permalink

          Biasa aja. Jempol ke bawah hanya ekspresi perasaan. Baper tidak mengubah yg salah jadi benar. Faktanya TS adalah penerima/ pembeli. Judul dan maksud tulisan juga jelas “LABEL BARHAL”, barang hilang, minta refund. Eh ada yg menulis “cek CCTV itu susah lama karena bla bla, tidak perlu diusut tuntas kmdn malah memberi kuliah cara bungkus hape”. Kemampuan membaca anda rendah? Daya analisa kamu jeblog? Komentar jenis ini yg saya tunggu2 dan sengaja balas biar rame.

          Saya mulai percaya kok mungkin kamu itu pembungkus hape yg handal. Sesuatu yg dilakukan tiap hari pasti membuat tangan jadi terampil tanpa memandang tingkat inteligensi. Kamu pasti bangga sekali dengan keahlian mu satu itu. Kenapa gak dijual aja di marketplace / sosmed. “Packing anti maling diadaptasi dari teknik membungkus hape. Dgn fitur2 canggih seperti bubble wrap, stiker unboxing, lakban fragile yg telah terbukti berkali2 menggagalkan upaya repack dan pencurian. Pokoke garansi barang tidak akan dimaling!” Gitu.. Pasti laku keras dan untung besar ketimbang jualan hape 🤣🤣🤣

          Buat saya yg penting masalah TS sudah selesai dengan baik. Utk baca tulisan kamu lagi jujur aku males. Sempit, monoton, gk berbobot. Membuat orang kesal itu tidak perlu pakai makian. Coba deh baca lagi tulisan saya di atas. Betul kan? 😆

          Ketahuan kamu gak cek status pengiriman yg terlampir dalam komplain ini. Kelihatan banget kamu itu gk membaca tulisan TS dengan lengkap. Mulai sekarang harus lebih banyak latihan membaca supaya lancar. Akibat kurang membaca hasilnya ya produk seperti kamu ini sekarang.

          • 22 September 2022 - (19:49 WIB)
            Permalink

            Loh, saya kan komentari cara packing sellernya yang terlihat sangat miris. Karena bungkus pesanan 8 juta cuma modal bubble wrap + lakban putih, mirip kayak bungkus pesanan 50 ribuan doang. Makanya saya kasih tips untuk packing aman. Minimal, jadi seller jangan medit bin kikir gitu loh. Terus kenapa ada netizen sewot sama komentar saya? Satu-satunya pihak yang berhak sewot setelah baca komentar saya cuma sellernya, karena dia yang saya “kuliahi” cara packing yang bermodal. Atau kamu sellernya? Ini aja belum dijawab. 🙃

          • 22 September 2022 - (19:55 WIB)
            Permalink

            Saya ga perlu diajari latihan membaca artikel oleh netizen yang bahkan nggak tau asalnya label barang mahal darimana dan nggak tau kalau status tracking sicepat ada transitnya.

            Minimal, sebelum kamu menganjurkan ke orang lain, kamu harus latihan membaca status tracking resi sicepat dulu ya. ✅

    • 21 September 2022 - (03:21 WIB)
      Permalink

      Semenjak kurir sistem cashles jd bnyk maling karna isi paket tertulis disistem jd mudah dipilih barang mahal utk dimaling sangat tdk dibenarkan kalo kurir harus tau isi pkt sampe detail harusnya ditulis secara umum aja misal barang elektronik jd bkn jenis/type barang apa

  • 20 September 2022 - (19:15 WIB)
    Permalink

    Pelajaran buat konsumen yang lain untuk hati hati memilih kurir.
    Semoga masalahnya cepat tersolusikan.

  • 21 September 2022 - (05:39 WIB)
    Permalink

    Saya pernah mengalami di kirim barang laptop second oleh adik saya,beli di tok*** juga,dengan kurir yg sama yaitu si ce**t,terus di tanya oleh adik apakah barang sudah di terima?Karena ada notice ke adik yg di jogja bahwa barang sudah di terima di teras rumah,saya yang merasa belum terima langsung ke agen kurir terdekat,saya tanyain dan katanya kurir sudah taruh barang di teras rumah dengan bukti foto rumahnya,yang ternyata foto rumah orang,beda perumahan dan jaraknya 4 km dari rumah saya,saya komplain keras dan nggak lama barang di kirim ke rumah saya dengan alasan yang nggak masuk akal,saya berfikir positif aja,mungkin kurirnya coba berbuat curang,kalo ketahuan dan ada komplain baru di balikkin,sedih kalo ingat jasa kurir ini,jika adik saya tidak tlp mungkin hilang juga paketnya karena nggak ada pesan dan tlp apapun dari pihak ekspedisi ke no hp saya yang tercantum jelas di resi paket…..

  • 21 September 2022 - (08:01 WIB)
    Permalink

    Membaca beberapa komentar di bawah. Saya kok tdk melihat bagaimana stiker unboxing dan lakban fragile bisa menghalangi oknum utk repack. Apalagi 2 barang itu bisa didapat dgn mudah dan murah. Packing dgn boks dan bubble berlapis memang membuat proses pembongkaran sedikit lebih lama tp bukan jadi mustahil utk repack atau paket hilang sama sekali. Yg jadi pertanyaan label BARHAL itu dapat dari mana? Apakah penjual sengaja memasang label itu supaya kurir lebih berhati-hati? Utk kasus2 barang hilang selama ini bagaimana para oknum bisa menargetkan sasarannya? Padahal barang begitu buanyak dan bervariasi. Apakah bongkar random aja atau menggunakan “kriteria atau sandi2 tertentu”?

    Saya malah berpikir oknum maling justru tahu persis 1000% bahwa pada akhirnya penerima akan tahu bahwa paketnya direpack dan hilang isinya. Tapi kenapa masih dilakukan? Apakah mungkin oknum masih melihat ada peluang untuk lolos? Itu yg hrs dijawab dan diperbaiki oleh perusahaan kurir ybs.

    Sicepat yg pernah hebat di masa lalu itu akhir2 Ini sedang berusaha keras untuk memperbaiki citranya. Walau sudah dimaki2 banyak orang. Kecepatan tanggapan terhadap komplain2 di media konsumen lumayan dan dalam kasus2 tertentu pengawalan dan bentuk pertanggungjawabannya kelihatan. Tapi sepak terjang oknum terus menghapus upaya2 yg positif sicepat dlm memperbaiki citra. Sayang sekali.

    Buat TS. Mudah2an segera mendapat pencerahan mengenai estimasi durasi waktu investigasi dan estimasi durasi waktu proses klaim asuransi. Sebelum pada akhirnya mendapat full refund. Karena terkatung katung dalam ketidakpastian itu gak enak.

    1
    3
    • 21 September 2022 - (08:32 WIB)
      Permalink

      label BARHAL itu dari pihak expedisinya kak..kalau dari penjual hanya tempelan Nama Penerima dan alamat saja

    • 21 September 2022 - (13:03 WIB)
      Permalink

      Menurutku alangkah bagusnya jika barang muahal2 di tangani oleh Tokopedia pasti aman dan terkendali….aku beli sabun sampo dan susu yg harganya relatif murah Tokopedia yg langsung tangani ..pengemasan bagus dan di antar kurir dalam waktu yg tak lama…aman dah

  • 21 September 2022 - (10:24 WIB)
    Permalink

    Untuk pihak siCepat, perlu ada tindakan tegas, tidak hanya pemutusan hubungan kerja tapi juga pelaporan kepada pihak yang berwajib. Jika dari pihak siCepat masih tidak ada kabar dan hasil maka pihak e-commerce yg ambil tindakan, hilangkan ekspedisi yg bermasalah dari menu. Mulai jalin dan perkuat hubungan dengan ekspedisi yg lebih bertanggung jawab dan berkomitmen.

    3
    1
    • 21 September 2022 - (10:44 WIB)
      Permalink

      Saya setuju dengan masukan kakak ini. Expedisi yang bermasalah harus di review dan tindak tegas oleh e-commerce. Kalaupun asuransi yang menggantikan tetap saja sudah korban waktu, tenaga, pikiran.

  • 21 September 2022 - (16:09 WIB)
    Permalink

    Saya sebagai TS sangat berterima kasih dengan TOKOPEDIA telah membantu proses komplain dari awal sampai proses klaim asuransi yang tercover 100% dananya oleh asuransi. Saya percaya dan yakin TOKOPEDIA bisa menyelesaikan masalah buyer/seller dengan adil dan sangat menghargai setiap prosesnya walaupun tetap membutuhkan waktu lebih.

    Untuk expedisi silahkan di nilai dari sudut pandang masing2 oleh para netizen yth.

    Demikian informasi yang saya sampaikan semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua.
    Sekali lagi saya ucapkan terima kasih TOKOPEDIA telah membantu.

  • 22 September 2022 - (02:24 WIB)
    Permalink

    Di keluarga saya sendiri pernah bermasalah 2x dengan kurir sicepat. Petama bapak saya yang memesan celana saat paket diantarkan diterima dalam keadaan ada yang tersobek. Beliau merasa celana yang diterima tidak sesuai pesanan.

    Saya sendiri memesan sepatu, bubble wrapnya sudah sobek besar sampai keliatan kardus sepatu (MAP simpel banget packagingnya *facepalm*) namun untungnya sepatu saya tetap aman..awalnya udh panik bakal hilang karena harga sepatu menurut saya cukup nguras kantong juga (1 jutaan).

    Dan kebetulaaan banget ada yang cerita ke saya, dia liat segerombolan kurir si cepat lagi buka2in paket di suatu daerah dekat ruko2.

    Walaupun harga ekspedisinya sicepat sedikiiit lebih murah dibanding beberapa ekspedisi lainnya..fix saya gak akan pernah mau pilih sicepat lagi.

  • 22 September 2022 - (13:51 WIB)
    Permalink

    baru tau sekarang kalo barang mahal di tempel LABEL BARHAL, ini khusus si cepat aja ?
    justru ditempel label gini malah ngundang niat jahat menurut saya..

  • 23 September 2022 - (17:43 WIB)
    Permalink

    Kalaupun laporan disetujui, enaknya pihak ekspedisi cuma ganti rugi 10x ongkir wkwk wkwk mentok2 400rb aja..
    Enak bngt jadi oknum ekspedisi..
    Sy yakin gk akan ada penyelidikan/evaluasi dari pihak ekspedisi..

 Apa Komentar Anda mengenai Kurir SiCepat di Tokopedia?

Ada 33 komentar sampai saat ini..

Isi Paket dengan Label “BARHAL” (Barang Mahal) Hilang

oleh Frandi Prameiditya dibaca dalam: 1 menit
33