Menunggu Pengembalian Dana terkait Transaksi Penipuan oleh Seller di Blibli.com

Saya sudah menjadi pelanggan setia Blibli.com dan sudah melakukan puluhan (mungkin lebih dari 100) transaksi di blibli.com. Sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan Blibli.com, sampai pada kejadian yang saya alami pada 16 Desember 2022.

Saya memutuskan untuk membeli 1 unit Motor Listrik Viar Akasha 1 di Blibli.com, dengan nomor pesanan: 12120184988. Pembelian dilaksanakan pada Jumat 16 Desember 2022 pukul 13:17 WIB, dengan metode pembayaran cicilan kartu kredit

Di notifikasi ada informasi bahwa diperlukan waktu pengiriman maksimal 10 hari dari tanggal pemesanan sampai produk sampai di tangan saya. Berikut gambaran kronologi kejadian antara tanggal 16 – 19 December 2022:

  • Pesanan in process dari seller pada 16 Desember 2022 pukul 13.17 WIB.
  • Pesanan dikirimkan pada tanggal 16 Desember 2022 Pukul 14:02 WIB (di sini saya berasumsi perhitungan 10 hari akan dimulai dari waktu pengiriman).
  • Pesanan terkirim pada tanggal 19 Desember 2022 pukul 19:20 WIB (klaim dari penjual).

Namun pada kenyataannya, pada tanggal 19 Desember 2022, saya tidak pernah menerima pesanan saya diantar oleh penjual. Ketika mendapat notifikasi bahwa pesanan saya sudah diterima, saat itu juga saya mencoba untuk mengklarifikasi melalui aplikasi. Namun karena dikategorikan sebagai BIG item, maka opsi klarifikasi via aplikasi tidak dapat dilaksanakan, hanya bisa melalui call center.

Oleh karena itu saya langsung telepon ke call center Blibli dan menyampaikan info bahwa pesanan saya belum diterima. Saya minta tolong dicek ke penjual untuk diinvestigasi, dengan nomor laporan: 1367430213 pada pukul 20:37 (1 jam setelah mendapat notifikasi pesanan diterima – klaim penjual).

Malam itu saya coba chat ke penjual. Pihak penjual meminta maaf dan meminta saya menunggu sampai tanggal 22 Desember 2022 (hari Kamis) karena barang masih dalam proses pengiriman.

Keesokan harinya, saya kembali menelepon CS Blibli.com pada pukul 10.44, menginfokan bahwa penjual berjanji akan mengirimkan barang pada hari Kamis. Saya juga menyampaikan ke CS untuk tidak memproses pembayaran ke penjual sampai barang diterima oleh saya (berikan red flag). CS menjawab mengerti dan akan memprioritaskan karena nilai transaksi cukup besar.

Hari itu saya cukup tenang karena informasi saya sudah disampaikan ke CS Blibli.com. Tidak lama setelah telepon saya selesai, saya mendapatkan email konfirmasi dari CS Blibli.com untuk menunggu 7 hari kerja. Hal yang cukup aneh berdasarkan historical tracker, laporan saya ditutup (selesai) ketika email dari CS Blibli menginfokan untuk menunggu 7 hari kerja.

Berlanjut ke tanggal 21 Desember 2022, malam hari saya chat ke penjual untuk konfirmasi waktu pengiriman barang. Namun penjual tidak menjawab. Esok harinya saya chat kembali untuk meminta update, karena tidak ada respons dari penjual, saya khawatir akan adanya modus penipuan di transaksi yang saya lakukan. Segera saya kirim email dan mengontak CS Blibli via telepon dan kirim email untuk bantu mengklarifikasi dan membatalkan transaksi, karena gelagat dari penjual cukup mencurigakan.

Sekitar pukul 13.22 siang, saya dapat email dari Blibli premium care menginfokan bahwa dana sudah dicairkan ke penjual dan saya disarankan untuk menghubungi polisi untuk membuat BAP. Blibli di sini memosisikan dirinya sebagai saksi jika diperlukan.

Saya sudah berbicara dengan perwakilan dari Blibli premium care pada hari Kamis, 22 Desember 2022 pukul 17:54 sore. Yang mana yang bersangkutan meminta waktu untuk koordinasi internal untuk membahas kasus yang menimpa saya kali ini. Permintaan saya hanya agar pembayaran dan transaksi dibatalkan, karena barang tidak pernah saya terima.

Setelah komunikasi terakhir saya pada tanggal 22 Desember 2022, saya belum mendapat kabar (update) dari Blibli Premium Care, baik via email ataupun WA dari PIC yang menangani kasus saya sampai hari ini, 03 Januari 2023. Berikut saya lampirkan respons default dari CS Blibli.com setiap kali saya meminta update mengenai case saya (template default)

Di sini dapat kita lihat bahwa:

  1. Seller assessment Blibli.com tidak terkoordinir dengan baik, apalagi untuk seller yang menjual barang-barang premium (paling murah 1 juta rupiah – 14 juta rupiah) dan kategori big product. Yang mana diperlukan upload KTP dan KK sebelum bisa transaksi. Di level yang seperti ini saja penipuan masih bisa terjadi (sangat disayangkan).
  2. Pembeli sudah menginfokan bahwa barang tidak diterima oleh pembeli dan minta tolong untuk hold pembayaran (informasi barang tidak diterima oleh pembeli di hari yang sama dengan konfirmasi barang diterima oleh pembeli yang klaim oleh penjual). Pihak Blibli.com tetap melaksanakan pembayaran ke penjual walaupun informasi dari pembeli bahwa barang belum diterima sudah disampaikan. Apakah tidak ada koordinasi dari internal Blibli dan di sini konfirmasi dari pembeli seperti tidak ada artinya? (hanya menggunakan konfirmasi dari penjual saja secara sepihak untuk meneruskan pembayaran)
  3. Assurance dari call center kepada pembeli untuk tetap tenang, karena tim Blibli sedang bekerja untuk mem-follow up kasus saya dari tanggal 19 Desember 2022 hingga 22 Desember 2022 tidak terbukti. Intinya tetap saja pembayaran diteruskan ke seller.
  4. Tidak ada update dan follow up baik dari call center premium ataupun tim CS Blibli. Saya email tiap hari, tetapi tidak ada jawaban (terlampir bukti email dan chat saya ke Blibli Premium Care).
  5. Seller sudah tidak aktif di Blibli.com (barang jualan hilang, tapi ID masih ada).

Demikian surat pembaca dari saya. Besar harapan saya kasus ini dapat terselesaikan dan hak saya sebagai pembeli dapat dikembalikan (transaksi dan pembayaran kartu kredit dibatalkan). Karena jika tidak, saya harus membayar cicilan sampai tuntas, walaupun barang tidak pernah saya terima. Semoga tim Blibli bisa memberikan solusi terbaik.

Salam,

Ryan Ariefasa
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Blibli.com:
[Total:77    Rata-Rata: 1.5/5]
Surat Tanggapan Menunggu Pengembalian Dana terkait Penipuan oleh Seller Blibli

Menanggapi surat keluhan penipuan oleh oknum seller yang dikirimkan Bapak Ryan Ariefasa, yang diunggah pada Media Konsumen pada 6 Januari...
Baca Selengkapnya

69 komentar untuk “Menunggu Pengembalian Dana terkait Transaksi Penipuan oleh Seller di Blibli.com

    • 6 Januari 2023 - (13:38 WIB)
      Permalink

      Ini sudah jelas kesalahan Blibli yg mencairkan pembayaran padahal pembeli sudah komplin barang belum diterima. Apa ada kong-kalikong dgn seller ?

      41
      1
      • 6 Januari 2023 - (18:31 WIB)
        Permalink

        Iyah betul, kalo saya sebagai seller, pihak ekspedisi salah tempel resi, paket terkirim kepada pembeli yg lain, pembeli saya w.a saya, dan dia mengajukan retur dengan alasan barang yg diterima tidak sesuai, di seller center kasus masuk sebagai retur dan sedang diproses. Gak sampek 2 hari dana cair kepada saya padahal pembeli belum terima barangnya. Untung pembeli pengertian, dan pihak ekspedisi koordinasi secara internal mereka mengantarkan paket kepada pembeli yg sebenarnya (butuh 1 mingguan, karena paket yg keliru sama pembeli saya terlanjur dibuka). Statusnya sampek sekarang di seller center masih retur on proses 😀

      • 8 Januari 2023 - (21:56 WIB)
        Permalink

        Fix itu sekongkol,.tanpa bukti foto penerima, langsung ngeklaim sepihak dan pihak blibi langsung menyerahkan pembayaran ke pihak penjual, padahal pihak pembeli udh membuat laporan, untung saya ga pernah pake blibi

    • 6 Januari 2023 - (15:29 WIB)
      Permalink

      Ditunggu ya Kak Bonny follow up nya, kalo boleh dikasih tau estimasinya butuh berapa lama akan lebih bermanfaat :), terima kasih.

      3
      1
    • 6 Januari 2023 - (20:13 WIB)
      Permalink

      Makannya tiap ada keluhan cs jangan cuma bisa kasih jawaban template.

      Keluhan urgent itu harusnya langsung di proses, bukan cuma tnggu proses sekian hari, tunggu tim terkait, dan jawaban tetek bengek yg lain.

    • 7 Januari 2023 - (06:52 WIB)
      Permalink

      Belom pernah nyobain
      Selalu pakai Tokopedia 👍

      Selain Seller nya jelas. Adminnya juga lumayan Gercep…

      7
      2
      • 13 Januari 2023 - (09:14 WIB)
        Permalink

        Sama. Kalo barang2 yang nominalnya besar di atas satu juta, saya prefer belanja di Tokopedia. Ada pilihan asuransi yang melindungi pembeli (sekarang otomatis auto centang asuransi tiap belanja dan gratis asuransinya sekarang). Dana selalu balik kalo ada masalah kayak barang ga diterima. Beli TV, kulkas, yang nominalnya lumayan besar saya beli di Tokopedia.

      • 10 Januari 2023 - (09:06 WIB)
        Permalink

        bli bli kadang harga nya over price. indo Dana pun di hold sampai krg lebih 2 bulan karena proses maintenance. aneh ya bli bli masih bagian dari BCA seharus nya mereka bekerja se bijak bca.

  • 6 Januari 2023 - (09:38 WIB)
    Permalink

    Walaupun korban termasuk orang yang cerdas dan paham, ternyata masih bisa ketipu juga,
    Hari sial memang tidak ada dalam kalender :v

    18
    1
    • 6 Januari 2023 - (12:39 WIB)
      Permalink

      Padahal mau transaksi beli laptop harga 28 JT.di @blibli lihat kasus ini mending cari e-commerce sebelah atau offline aja deh….

      24
      3
      • 7 Januari 2023 - (00:18 WIB)
        Permalink

        toko sebelah juga sama, dana saya sebesar Rp.5.140.000,- atas transaksi pembelian notebook di tokopedia dg kode INV/20221031/MPL/2780630934 sejak 31 oktober 2022 juga belum dikembalikan. kasusnya mirip, barang dibilang terkirim padahal saya blm terima.
        Bermasalah dg marketplace spt ini selqin media konsumen ngadunya kemana ya?

      • 10 Januari 2023 - (09:08 WIB)
        Permalink

        offline aja pak jauh lebih Aman dan unit langsung di trima. hati hati pak duit nya cukup besar.

    • 6 Januari 2023 - (15:31 WIB)
      Permalink

      Halo Kak Batman, Kasus per 6 Januari 2023 pukul 15:30 WIB masih menunggu update dari pihak blibli.com Kak 🙂

      2
      1
      • 8 Januari 2023 - (21:53 WIB)
        Permalink

        Parah kalo gitu kan harus menyertakan foto penerima, lah pihak blibi malah langsung menyerahkan pembayaran ke pihak penjual,.

    • 6 Januari 2023 - (17:38 WIB)
      Permalink

      Mending laporin sekalian Blibinya. Karena bukti email. Setahuku namanya marketplace status barang terkirim ga langsung dana dikirim ke penjual. Minimal 3 hari. Apalagi ada email komplain barang belum diterima. Lagian harga ga masuk akal ya dibeli. Lain kali mending kalo beli online ke si ijo lebih bagus cs nya

      4
      1
  • 6 Januari 2023 - (12:20 WIB)
    Permalink

    Blibli bobol karena aturan sendiri. Hikmah untuk yang lain agar tidak transaksi nominal besar di Blibli yang memiliki prosedur dan SOP transaksi berbeda.

    17
    1
    • 6 Januari 2023 - (12:55 WIB)
      Permalink

      Toko online paling aman yang non COD cuma Tokopedia menurut saya,karena jika complain,dana tidak tersampaikan ke seller selama masih bermasalah, kalau COD yang the best Lazada dan JD.ID sih.

      6
      4
      • 6 Januari 2023 - (19:16 WIB)
        Permalink

        Setuju, saya pernah mengalami barang kualitas barang tidak sesuai, langsung info ke Tokped dan penjual, pembayaran di hold dulu sampai saya menerima barang pengganti yg sesuai, baru dibayar setelah saya nyatakan transaksi selesai…

        2
        1
      • 7 Januari 2023 - (02:18 WIB)
        Permalink

        Iya betul tokped untuk transaksi non cod dia cukup bagus dan pelayanan cs nya pun responsif
        Kaya kemarin saya saya belanja di official store elektronik tokopedia nominal cukup besar ada keterlambatan pengiriman di pihak kurir sampai 2 hari saya kontak cs tokopedia minta di antar hari itu juga benar di antar dan di respon , kalo utk cod lebih bagus lazada dan jd.id,zalora

        1
        1
    • 6 Januari 2023 - (15:25 WIB)
      Permalink

      Sy jg seller di blibli, bs jd karna beberapa kali kejadian penipuan begini, bulan lalu ada peraturan baru soal barang yg dikirim oleh seller seperti BIG PRODUCT, hrs dikonfirmasi penerimaan oleh pembeli. Baru tau kalo selama ini seller yg akan klik selesai (ngeri jg kalo kena seller nakal), apalagi skrg pembayaran blibli cm 1 hari setelah paket delivered, kalau dulu msh ada jeda beberapa hari utk pengecekan. Semoga masalah segera selesai ya kak, jgn kapok belanja online, msh bnyk seller jujur yg bnr2 jualan gak pake nipu2 kok. Kita yg hrs pinter2 pilih seller.

      5
      1
      • 6 Januari 2023 - (15:39 WIB)
        Permalink

        Terima Kasih support dan Insight nya Kak Aya, Insya Allah TS tidak kapok untuk belanja online dan menjadikan pengalaman yang TS alami sekarang jadi pelajaran yang baik walaupun pahit. Semoga tim dari blibli.com dapat segera memberikan solusi yang pasti, amiin

    • 6 Januari 2023 - (15:32 WIB)
      Permalink

      Halo Kak Teguh, terima kasih sharing nya ya kak, semoga informasi dari kak Teguh bisa bermanfaat buat teman-teman yang lain juga 🙂

  • 6 Januari 2023 - (12:43 WIB)
    Permalink

    Harus buyer Klick brg yg sdh terkirim bermasalah..otomatis masuk pusat resolusi otomatis dana ga bisa cair ke penjual..

    • 6 Januari 2023 - (12:56 WIB)
      Permalink

      Kenapa nama penjual nya masih di sensor kak?
      Bukak saja biar semua orang tau siapa penjual nya, biar tidak ada korban lagi

      CS biru ini memang sukak meng-close percakapan secara sepihak
      CS nya tidak professional punya, sepertinya freelance yang gaji nya di bayar perjam gitu

      10
  • 6 Januari 2023 - (13:08 WIB)
    Permalink

    Bibli emang aneh sih. gak ada pilihan konfirmasi barang. pokoknya tb2 statusnya selesai. beda sama orange n ijo. Gada maksimal pengemasan seller juga. jd pengiriman bisa lamaaaa bgt. CS nya pun robot. makanya udh unistall bibli

    10
  • 6 Januari 2023 - (14:26 WIB)
    Permalink

    Kurir yg ngirim mungkin sudah dibayar seller nya suruh laporan bahwa no resi yg dikirim seller ke buyer sudah diterima dan wahasilnya brg terkonfirmasi terjual….

  • 6 Januari 2023 - (16:53 WIB)
    Permalink

    Bukannya yg klick barang sampai ditujuan adalah kurir dari expedisi ya…???..kejadian barang sudah diterima costumer dilaporan padahal belum diterima oleh costumer sering kali terjadi…..dan marketplace sendiri kadang juga justru meminta seller menghubungi expedisinya..marketplace TDK bertanggungjawab untk followup kasusnya dengan baik….padahal sellerpun TDK bisa merubah status pesanan Krn smua berdasarkan status update dr expedisi…….kalau menurut saya….yg mesti dikejar adalah kurirnya yg pertama Krn memberikan laporan palsu….yg kedua Blibli harus bertanggungjawab dengan ketidaktelitiannya Krn sudah menerima laporan komplain dari costumer dalam masalah ini ttp tetap mencairkan dana tanpa investigasi dgn benar…….mudah2an kasusnya cepat selesai dan menjadi pelajaran bagi seller dan buyer untk bisa memilih marketplace dan expedisi yg lebih bertanggungjawab.

  • 6 Januari 2023 - (17:13 WIB)
    Permalink

    Murni kesalahan blibli dan harus bertanggung jawab, dah tau transaksi bermasalah harusnya blibli menahan dana sampai masalah clear dari kedua belah pihak, klo harus dilaporin polisi ya blibli tu yg harus dilaporin,

  • 6 Januari 2023 - (17:13 WIB)
    Permalink

    jngn kan di bli bli, kadang sering di e-commerce lain, beli 3 barang, dikirim cuma satu, dikomplain karena barang gak lengkap, trus gak lama case di tutup dan uang diteruskan ke penjual, padahal bukti sudah cukup dan pelapak mimta maaf, tapi tetap penjual yg gak amanah lah yg dimenangkan, jadi kalau mau ada barang ada uang maka beli offline jauh lebih safety

  • 6 Januari 2023 - (17:29 WIB)
    Permalink

    Pihak Blibli maupun e-commerce lain sebaiknya mendengar pelanggan. Saya terkena pelecehan secara verbal (chat) di salah satu e-commerce. Bukannya di ban karena ucapan yang sangat tidak sopan dan, mengungkapkan data pribadi secara publik di e-commerce tersebut dan sudah menggunakan bahasa binatang, toko tersebut masih beroperasi. Bahkan saya yg langganan di toko tersebut dan sudah jutaan total transaksinya, tidak menyangka saya diperlakukan seperti itu.

    Di kasusu ini, TS sudah curiga, lebih baik Blibli hold saja. Kalau sudah seperti ini, kita-kita yang dirugikan bisa ambil langkah hukum. Bukan ke arah seller saja, ke arah penyedia layanan. Mengapa bisa? Karena penanggungjawab transaksi adalah penyedia layanan (pihak ketiga) dan penyedia layanan lah yang harusnya membantu, bukan meneruskan dana. Kalau alasan sistem, sistem bisa di ketik ulang (overwrite). Tidak ada alasan sistem tidak bisa diubah. Masalah gampang atau tidak, dana besar atau tidak, ingat, itu risiko punya/menjalankan usaha, bukan risiko pembeli

  • 6 Januari 2023 - (17:55 WIB)
    Permalink

    Sekedar Nostalgia ke era sebelum maraknya marketplace, ketika ada produk yg hendak diperjualbelikan via internet (d/h yang top sih via IRC atau via forum2) biasanya kedua belah pihak baik penjual dan pembeli akan mencari pihak ketiga atau middleman atau sering juga disebut RekBer. Nah tanggung jawab sang Rekber ini ada 3 menerima pembayaran dr pembeli, memverifikasi bahwa barang yg dijual sesuai dan sudah dikirim oleh penjual, dan akhirnya meneruskan uang dari pembeli pada penjual.
    Nah marketplace yg ada sekarang seharusnya adalah otomatisasi dari middleman jaman dulu itu. Dimana sang Rekber pada jaman dulu itu bersikap netral, tidak berpihak pada penjual maupun pembeli, tugasnya adalah mengawasi bahwa transaksi yg terjadi, terlaksana dengan Fair, memastikan si Pembeli pasti bayar, dan juga memastikan si penjualnya amanah (barangnya benar, tidak barang rusak, dan dikirim dengan benar ke alamat pembeli).
    Marketplace harus memiliki SDM internalnya sendiri untuk menyelidiki kasus2 yang berbau penipuan, tidak hanya oleh penjual (barang salah, rusak, tidak dikirim, dll.) namun juga oleh pembeli (Klaim palsu, penipuan kartu kredit, dlsb.)
    Dari sekian banyak marketplace yang hadir di indonesia .. sekira saya belum ada satupun yang serius untuk menghidupkan kembali semangat RekBer jaman dulu itu. Mereka cuma sibuk jualan asuransi, reksadana, kartu kredit, sambil memantau harga saham mereka yg sdh listed di BEJ.
    Kiranya pemikiran kecil ini bisa didengar oleh para dev di marketplace sehingga kedepannya marketplace indonesia bisa menjadi layanan marketplace yang berkelas tanpa banyak keluhan bahkan kebanjiran pujian. Maturnuwun

    • 6 Januari 2023 - (19:25 WIB)
      Permalink

      Yg paling aman menurut saya belanja onlai cuman di #lazada alhamdulillah saya belanja mukin udh habis ratusan ribu dan jutaan klo d kumpulin. Klo barang gak sesuai dan rusak atau seler nipu mudah sekali mengklaim y dan poko nya #lazada top banget. Respon admin lazada y juga baik dan sopan banget. Dan dana sllu balik

  • 6 Januari 2023 - (19:38 WIB)
    Permalink

    100% salah sistem blibli barang blm diterima uang bisa cair ke penjual pantes disana bnyk buka jasa gestun sistem aja mudah dikadalin

  • 6 Januari 2023 - (19:41 WIB)
    Permalink

    Kebetulan saya pengguna Blibli, dan belum pernah kecewa belanja disana
    Hanya saran aja untuk penulis, lebih baik cari toko yang disediakan Blibli langsung, karena dari segi keamanan lebih terjamin, pengiriman dan stok produk langsung di handle sama tim mereka, bukan seller perorangan lagi.
    Pengalaman saya beli kulkas, AC, mesin cuci, sampai kemarin TV di Blibli belum pernah mengecewakan sih, dikirimnya juga lewat kurir internal Blibli, memang harganya lebih mahal sedikit, tapi seenggaknya barangnya nyampe bukan goib. Hehehe.

    • 7 Januari 2023 - (07:57 WIB)
      Permalink

      setuju, saya juga urusan barang elektronik dan hp selalu di blibli, harga biasa lebih mahal, tapi saya merasa lebih aman di blibli aza dan biasa saya memilih barang yg dihandel blibli atau kalo ga, saya pilih seller diamond atau gold.

    • 7 Januari 2023 - (07:54 WIB)
      Permalink

      Wah, kalo ini, jelas jelas Blibli sangat teledor, terkesan menanggapi komplain buyer untuk formalitas aza. Selama ini, blibli adalah yang paling saya percaya untuk belanja barang barang elektronik dan belum pernah ada masalah. Semoga kedepannya blibli dapat lebih serius menghadapi seller nakal sehingga bisa memberi rasa nyaman dan aman untuk kita kita sebagai buyer. Buat ts, semoga dana cepat kembali, dan itu mestinya kembali karena ini salah blibli. Walau ts membeli barang dengan harga yang mungkin tidak masuk akal, tapi ts sudah melaporkan ke blibli sebelum dana dilepas, jadi tanggung jawab blibli untuk menggantiny.

  • 6 Januari 2023 - (22:10 WIB)
    Permalink

    Blibli knp lgsung mencairkan.Karna dia memburu fee 5 persen dari transaksi berhasil.Saya seller di bli2 setiap berhasil transfer pasti di potong 5 persen dari penghasilan.Parah bgt Ambil untung sampe 5 persen.

    • 6 Januari 2023 - (22:46 WIB)
      Permalink

      kalau masalah komisi semua MP juga ada gan.
      nilai persen juga tergantung kategori.
      gak semua dipukul rata 5%

      • 11 Januari 2023 - (18:25 WIB)
        Permalink

        Ya aku Paham Bambang.Klu Toped sama shopee ada pembelian 100 kali baru kena fee.Ini Bli2 baru buka toko.sekali ada pembeli lgsung di getok potongan 5 persen.Parah Bgt Bli2

  • 7 Januari 2023 - (07:09 WIB)
    Permalink

    Blibli aneh sudah ada komplain
    Bahwa barang blm di terima…
    Knp dana di cairkan ???
    Semoga masalah nya cpt slesai kak
    Amiiin🤲

  • 7 Januari 2023 - (10:18 WIB)
    Permalink

    Wahh..BLIBLI kerjasama dengan Penjual Untuk menyusahkan Pembeli,,,Kok Aneh ya barang belum diterima..Dana diserahkan ke Penjual oleh BLIBLI padahal dah di Komplain. Sepertinya sengaja mengulur waktu agar barang otomatis diterima setelah pengiriman.
    Bursa Efek Indonesia (BEI) Awasi tuh Emiten yang di izinkan ikut masuk ke pasar bursa. Menjalankan Usaha yang merugikan konsumen. Sentimen Negatif $BELI.

  • 7 Januari 2023 - (18:11 WIB)
    Permalink

    Kutipan dari thread TS:
    “Sekitar pukul 13.22 siang, saya dapat email dari Blibli premium care menginfokan bahwa dana sudah dicairkan ke penjual dan saya disarankan untuk menghubungi polisi untuk membuat BAP. Blibli di sini memosisikan dirinya sebagai saksi jika diperlukan.”

    SADIS (menurut saya) pernyataan dan saran dari Blibli ini…

    Tugas Marketplace (MP) antara lain melakukan pencegahan penipuan, baik dari sisi seller maupun buyer.
    Dalam kasus ini penipuan (paling tidak indikasi) terjadi pada buyer.
    Hilangnya duit pembeli (TS) ini kan karena sistem Blibli meneruskan dana ke penjual tanpa menunggu konfirmasi dari pembeli (trigger klik konfirmasi).

    Untuk pencegahan penipuan transaksi sebetulnya kan sederhana tapi penting!!
    Kurir pickup ke seller, status langsung update (digunakan sebagai bukti perlindungan seller bahwa barang sudah berada di kurir).
    Barang sampai di pembeli, status “barang sampai” langsung update (bukti untuk kurir bahwa barang diantar ke tujuan).
    Sampai tahap ini, transaksi kan belum selesai…
    Harus nunggu konfirmasi barang sudah diterima oleh pembeli untuk mencegah status palsu dari kurir.
    Sebetulnya itu saja prosedurnya, diatur melalui sistem aplikasi.

    Nah, pada kasus TS ini ada 1 prosedur yang terlewatkan (penyimpangan sistem) dan akibatnya fatal, yaitu konfirmasi terima barang dari pembeli.
    Penyimpangan bisa disebabkan human error (kesalahan CS merespon komplain), error system, atau kesalahan desain sistem sehingga ada celah penipuan transaksi.

    Apapun itu, seharusnya pihak yang punya sistem yang harus bertanggung jawab.
    Kalau Seller nya dianggap melakukan aksi tipu, ya pihak MP yang harus melaporkan bukan malah pengguna MP nya….
    Kecuali kalau terjadi transaksi di luar MP, barulah MP nya bisa lepas-tangan…

    Buat TS (Ryan Ariefasa) semoga kasusnya cepat terselesaikan dan uang anda bisa kembali.
    Salam 🙏

    • 8 Januari 2023 - (10:26 WIB)
      Permalink

      Terima kasih untuk supportnya Kak Yubi, semoga kasusnya bisa segera selesai dan diberikan solusi terbaik dari pihak blibli.com

  • 7 Januari 2023 - (18:42 WIB)
    Permalink

    Sepertinya kena jebakan seller. Terlihat di screenshot chat, ada history sblm menanyakan status perubahan terkirim. Kek nya 16 digit code settlement yg seharusnya dirahasiakan, terlanjur diberikan ke seller (seller dgn sistem pengiriman non kurir/BOPIS) perlu minta kode ini ke pembeli untuk menyelesaikan transaksi/merubah status. Setidaknya itu pengalaman saya bbrp kali checkout jasa di blibli (utk barang gede belum pernah, tapi mestinya sama saja prosedurnya selama pakai “kurir sendiri“ atau pickup oleh pembeli langsung.

    Jika memang transaksi ini TANPA ada kode settlement, sudah semestinya para cs tim resolusi yg menangani laporan, mulai dr pertama lapor hingga saat menjelang pelepasan dana, dimintain tanggung jawab dgn cara patungan potong gaji utk mengembalikan dana kerugian pembeli. Jangan mau direpotkan harus lapor ke polisi, blibli pegang info rekening pencairan seller, tugas mereka untuk mengurus sampai tuntas.

    • 8 Januari 2023 - (09:33 WIB)
      Permalink

      Setelah saya telusuri lebih teliti, ada percakapan email antara kamu ke cs blibli, di sana kamu bilang sempat memberikan KTP dan KK ke seller (karena seller beralasan bahwa dokumen tsb dibutuhkan utk dilampirkan saat proses pesanan/pengiriman). Nah, ternyata ini biang keladinya, kenapa kejadian pencairan dana berhasil (dipegang seller sbg bukti pesanan terkirim). Ibarat OTP, sudah anda berikan ke penipu. Mestinya bisa menghubungi cs blibli utk menanyakan perihal ini, jangan begitu aja percaya. Susah kalau posisinya demikian, yang tertipu itu sebenarnya ya anda. Blibli bisa lepas tangan krn pencairan sudah mengikuti prosedur.

      • 8 Januari 2023 - (10:24 WIB)
        Permalink

        Pagi Kak Iwen,

        Terima kasih tanggapannya Kak, upload KTP dan KK diperlukan di blibli.com untuk syarat pembelian / transaksi kategori Big Item. Tanpa upload data tersebut transaksi tidak dapat dilakukan dan uploadnya lgsg di aplikasi blibli.com (bukan ke seller ya). Mungkin penjelasan saya bisa di cek dan di klarifikasi ke pihak blibli.com (ketentuan persyaratan transaksi Big Item). terima kasih

        • 8 Januari 2023 - (23:38 WIB)
          Permalink

          Syukur lah kalo begitu, sebab kaget aja pas nge zoom kalimat email ada “1 hal yang saya khawatir adalah seller meminta data saya berupa KTP dan KK sebagai syarat pemesanan (harus di attach di template blibli.com)”. Barusan saya coba ke halaman produk gede, iya ternyata memang dimintai pihak blibli dan itu dilakukan saat sblm pembayaran lunas. Kalau begitu dan bukan dr klik link dr seller atau serahkan kode settlement (kalo ada), kamu di posisi kuat, kejar terus pertanggungjawaban nya. Bukti kuat kamu ditipu, seller menghilang toko nya stlh cair transaksi ini. Ditunggu update kabar baiknya nanti, semoga lekas ada titik terang.

      • 8 Januari 2023 - (10:49 WIB)
        Permalink

        mas @iwen, bisa jadi seperti itu ya.

        Kalau memang skenario kejadiannya seperti itu, berarti desain aplikasi Blibli memang harus diperbaiki.
        Seharusnya closing transaksi harus dari konfirmasi tombol “Sudah Terima”.

        Siapapun tidak bisa melakukan closing kecuali pembeli sebagai penerima barang.
        Bahkan CS Bibli pun divalidasi supaya tidak bisa mengubah Status Closing.
        Tujuannya untuk mencegah CS nya khilaf juga (baik khilaf dari niat negatif maupun salah operasional aplikasi), salah satu tugas/target sistem.
        Kalau CS saja divalidasi, apalagi kurir dan seller (tidak boleh walaupun ada dokumen KK atau KTP pembeli atau dokumen lainnya).
        Seharusnya seperti itu dari sudut desain sistem.

        Closing transaksi seharusnya HANYA bisa dilakukan melalui AKUN Pembeli dan….. toleransi tenggat waktu.
        Jika lewat tenggat waktu untuk closing, pembeli tidak melakukan konfirmasi (terima atau komplain) maka sistem otomatis menganggap transaksi sudah selesai (Closing).

        Jika terjadi penyimpangan seperti closing tanpa sepengetahuan pembeli, maka trouble-shooting nya menjadi lebih mudah.
        Cukup trouble-shooting di akun nya, apakah ada kemungkinan akun di hijack orang lain, atau kemungkinan lainnya yang terkait akun saja…

        Dari kejadian TS di atas, saya tetap menganggap tanggungjawab ada di pihak Blibli.
        Hilangnya duit ini, bukan duit pembeli tapi duit yang dititipkan ke brankas Blibli. Brankas Blibli yang dibobol.
        Blibli harus tanggung jawab untuk pengembalian duit yang dititipkan, jika perlu lapor Polisi maka Blibli yang harus lapor dengan aduan Penipuan Transaksi di Blibli.
        Karena di beberapa kasus, ada juga penipuan yang dilakukan oleh Penjual kerjasama dengan Pembeli.
        Jadi, tidak tepat kalau Bibli menyarankan Pembeli untuk lapor ke polisi.
        🙂

        • 8 Januari 2023 - (10:55 WIB)
          Permalink

          Terima Kasih Kak Yubi & Kak Iwen,

          TS senang sekali dapat banyak informasi baru dari diskusi dan insight yang di share oleh Kakak berdua, mengenai KTP dan KK saya sudah check ke pihak blibli.com bahwa data pribadi saya aman (tidak diteruskan ke penjual – tetap di keep oleh blibli.com). Semoga bisa segera selesai dan diberikan solusi yang terbaik ya kak,

          salam,
          ryan

          • 8 Januari 2023 - (11:00 WIB)
            Permalink

            Sama2 Mas Ryan, saya juga tercerahkan dari kasusnya dan juga feedback atas kasus ini dari Iwen. Semoga kasusnya cepat selesai.
            Salam.

    • 8 Januari 2023 - (10:31 WIB)
      Permalink

      Halo Kak Iwen,

      Terima kasih supportnya ya Kak, semoga ada solusi terbaik dari blibli.com dan case nya bisa segera selesai. Mengenai chat saya ke seller sebelum nanya status pengiriman, itu chat saya sebelum transaksi, nanya apakah unit ready stock untuk warna yang saya inginkan, jadi informasi mengenai kode settlement seharusnya belum ada karena waktu saya chat transaksi belum terjadi.

      • 9 Januari 2023 - (17:55 WIB)
        Permalink

        Ngeriiiii…ini jelas penipuan dasar seller kampret semoga cepat bangkrut..pihak Blibli juga bodoh udah jelas ada laporan hold pembayaran ke seller ini malah dibayarkan emang sama sama kampret..kasihan yg jadi korban mana harus nyicil CC

 Apa Komentar Anda mengenai Blibli.com?

Ada 69 komentar sampai saat ini..

Menunggu Pengembalian Dana terkait Transaksi Penipuan oleh Seller di B…

oleh Ryan Ariefasa dibaca dalam: 3 menit
69