Keluhan Pertanyaan Surat Pembaca UOB Menolak Mengkreditkan Pembayaran Penuh Tagihan Kartu Kredit Saya 20 Juli 202420 Juli 2024 Djunadi 9 Komentar Bank UOB Indonesia, Billing Statement, Billing System, Bunga kartu kredit, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Denda, Kartu Kredit Bank UOB, Kartu Kredit UOB, Pemakaian minimum, pembayaran kartu kredit, Pembayaran tagihan, Sistem penagihan bermasalah, Syarat dan Ketentuan, Tagihan kartu kredit, Transparansi Informasi, UOB Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya memiliki kartu kredit UOB dengan nomor 4726 *** 7*28 dan 5193 *** 5*33 (baru dibuka kisaran 3 – 4 bulan lalu). Pada tanggal 15 Juni 2024, saya melakukan pembayaran tagihan kartu kredit melalui bank transfer, dengan nominal Rp4.275.000 dan Rp2.060.000 ke masing-masing rekening, sebagai pembayaran PENUH untuk tagihan berjalan. Namun pada saat billing statement berikutnya datang, ternyata pembayaran tidak dimasukkan ke rekening sesuai transfer, malah dimasukkan ke rekening 5*33. Sementara untuk rekening 7*28, oleh UOB dilakukan pembayaran minimum, yang kemudian menyebabkan munculnya bunga. Saat saya konfirmasi, CS menyatakan ini adalah kebijakan UOB, bahwa jika ada lebih dari 1 pembayaran akan dimasukkan ke 1 rekening, sementara ke rekening yang lain akan dibayarkan nominal minimum payment. Saat ini dana saya tertahan di salah satu kartu kredit, sementara di kartu kredit yang lainnya terjadi tunggakan dan timbul bunga berjalan. CS menolak mentransfer dana yang tertahan agar terjadi pelunasan, karena hal tersebut tidak dimungkinkan per aturan UOB. Saya menuntut penjelasan dengan menghubungi CS sedari tanggal 12 Juli 2024 sekitar pukul 13.40 (dengan CS a.n. G*a, nomor kasus: 240712113008) dan kembali menghubungi CS pada tanggal 17 Juli 2024 sekitar pukul 9.30 (dengan CS Yul*). Pertanyaan saya: Mengapa transfer yang dilakukan untuk melunasi tagihan kartu kredit tidak dimasukkan ke rekening tujuan, malah dimasukkan ke nomor rekening lain? Ini dilakukan tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan nasabah. Jika ada policy bahwa semua pembayaran, tidak peduli rekening tujuan, dimasukkan ke salah satu rekening, mengapa policy ini tidak diberitahukan secara gamblang kepada nasabah saat membuka rekening? Alih-alih semua dilakukan diam-diam. Jika benar ada policy yang sama, mengapa dana yang sudah diterima (dan cukup untuk melakukan pelunasan di semua rekening) tidak digunakan untuk melakukan pembayaran penuh? Kenapa hanya dilakukan pembayaran minimum? Apakah ini dilakukan untuk menjebak nasabah sehingga timbul bunga?! Mengapa dana yang tertahan saat ini tidak dapat digunakan untuk melunasi tagihan yang ada? Sehingga nasabah diharuskan mengirimkan dana tambahan untuk melakukan pelunasan. Hingga saat surat ini ditulis, saya masih belum dihubungi kembali oleh pihak bank untuk mendapatkan penjelasan. Djunadi Satrio Jakarta Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Alan20 Juli 2024 - (10:05 WIB)Permalink Kurang paham saya. Bukannya kalau bayar Kartu Kredit. Bayar ya tinggal bayar ya ke nomor Kartu Kreditnya? Rekening – rekening ini buat apa? Autodebt? Kok jadi muter muter gini… Login untuk Membalas
RENI20 Juli 2024 - (11:07 WIB)Permalink Terkadang ada CC yg Limitnya gabungan tapi bayarnya masing2 nomor kartu, tapi ada juga yg cjkup gayar ke 1 nomor CC misal BCA.. agak ribet ya kalo byrnya pisah2 Login untuk Membalas
Devi20 Juli 2024 - (11:49 WIB)Permalink Kelihatannya ini error sistemnya dan di tambah lagi CS nya menjawab asal2 saja. Sistem mengira ini pembayaran sebagian untuk keduanya(gabungan), tidak melihat ada beda no KK. Sejatinya kalau satu sudah lunas, pembayaran selanjutnya di masukin ke no.KK yg satu lagi. Tapi karena pembayaran pd waktu yg hampir bersamaan, sistemnya nggk ‘ngeh’. Harusnya CS ngerti tp mungkin anda dapatnya yg magang… 2 Login untuk Membalas
RENI20 Juli 2024 - (12:07 WIB)Permalink Iyaa betul, BRI gitu misaknya kita bayar di 1 kartu nanti kalo kartu kain ada tagihan otomatis dikonversi 1 Login untuk Membalas
5Lim20 Juli 2024 - (12:22 WIB)Permalink Untuk UOB tidak disarankan transfer dari bank lain, mending buka tmrw atau langsung transfer ke 1 kartu utama yang sering dipakai. Nanti dia split sendiri, udah dari dulu ini mah UOB. Login untuk Membalas
Firman20 Juli 2024 - (12:26 WIB)Permalink Udah dari dulu dan tidak diperbaiki? Mesti dihindari ga sih model2 bank yg nyusahin customer? Login untuk Membalas
Bunga20 Juli 2024 - (18:07 WIB)Permalink Kesalahan sistem bank ini. Silahkan bapak lapor ke CS UOB dan lapor jg ke ojk, via online. Login untuk Membalas
Bunda22 Juli 2024 - (09:02 WIB)Permalink BCA emang terbaik sih. Cukup masukin 1 nomor customer udh bisa kebayar semua kartunya 👍 Login untuk Membalas