Tanggapan perihal “Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Bank Mandiri”

Menanggapi pengaduan Bapak Gunadi Budiono melalui Surat Pembaca media konsumen.com terkait sanggahan Kepemilikan Mandiri Kartu Kredit, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

Menindaklanjuti pengaduan Bapak, pada tanggal 11 Juli 2025 kami telah menghubungi Bapak Gunadi Budiono untuk menyampaikan penjelasan dan penyelesaian atas sanggahan Kepemilikan Mandiri Kartu Kredit. Pada kesempatan tersebut, Bapak telah menerima dengan baik penjelasan yang kami sampaikan sehingga permasalahan Bapak telah selesai.

Apabila terdapat pertanyaan ataupun saran kepada Bank Mandiri, Bapak dapat menghubungi Mandiri Call 14000 (24 jam) atau website www.bankmandiri.co.id dengan memilih menu contact us atau email mandiricare@bankmandiri.co.id.

Demikian kami sampaikan, terima kash atas perhatian dan kerjasama Bapak Gunadi Budiono.

M. Ashidiq Iswara
Corporate Secretary PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Plaza Mandiri, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36 – 38, Jakarta Selatan 12190

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Bank Mandiri

Saya adalah nasabah Bank Mandiri, yang menjadi korban dari sistem perbankan yang tidak aman dan tidak akuntabel. Saya sedang menghadapi...
Baca Selengkapnya

41 komentar untuk “Tanggapan perihal “Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Bank Mandiri”

  • 11 Juli 2025 - (20:51 WIB)
    Permalink

    Terus ending nya gmn? Kalo cm klarifikasi template mah semua juga bisa. DAN JELAS INI MELUKAI KEPERCAYAAN KAMI SAMA BANK MANDIRI. Gw juga lagi mikir out dr MANDIRI kl kek gini modelan nya.

    9
    1
    • 12 Juli 2025 - (07:57 WIB)
      Permalink

      SELESAI bagaimana yang jelas biar pembaca dan nasabah tau endingnya sprt apa? Jgn pake cara cara komunis dgn menekan nasabah yg terbukti tidak bersalah dalam hal ini. Jelaskan ke publik selesai sprt apa, jgn pakai bahasa ABU ABU seperti itu.

      7
      1
    • 12 Juli 2025 - (09:13 WIB)
      Permalink

      Betul sekali, tanggapan dari bank yg bersangkutan sangat tidak jelas dan transparan, mikir² lagi deh buat jadinasabahnya jika begini

    • 12 Juli 2025 - (19:41 WIB)
      Permalink

      dicek dong itu apakah karna oknum pegawai kalian yang main bobol kartu kredit pakai nama orang

    • 16 Juli 2025 - (18:11 WIB)
      Permalink

      ia GA JELAS

      Cari AMAN Kita pindahin aja semua SALDO Ke BCA

      Bank SWASTA Lebih AMAN

      Dan Pelayanan nya Lebih RAMAH dan TERPERCAYA

  • 11 Juli 2025 - (21:46 WIB)
    Permalink

    Klu emang merasa TDK pakai tuntut aja lewat jalur hukum Yar jls yg malu siapa…nanti dipersidangan akan terbukti semua jawabannya…

    7
    1
      • 12 Juli 2025 - (20:43 WIB)
        Permalink

        Gue tau masalah ini karena ini pernah terjadi sama gue,,,, biasanya kartu kridit terbit otomatis saat kita mengajukan KSM(pinjaman ke mandiri) dan buruknya program ini berlaku otomatis tanpa persetujuan,,, tetiba dateng kartu dikirim kerumah kita setelah uang ksm pinjaman kita cair dr bank,,,,, tapi sebenarnya itu bisa di cegah dengan cara di nomor aktifkan langsung setelah kartu sampe ketangan kita,,,, ga tau kasusnya sama atau beda sama gue,,, yang jelas terbitnya kartu kridit dr bank itu ada kaitannya dengan pinjaman dan kartu kridit salah satu syarat otomatis kalau kita melakukan pinjaman, terimakasih

      • 13 Juli 2025 - (14:44 WIB)
        Permalink

        Bank mandiri jangan kayak toko orange deh hobi jadi tukang garong dana nasabah. Selesai pala lu peyang . Lu tetap jadi tersangka garong selama gak ada penjelasan yg detil terkait teknis penyelesaian masalah

    • 12 Juli 2025 - (05:20 WIB)
      Permalink

      Kurang jelas dan lengkap, apakah ada solusi trs nasabah skg gimana nasibnya, atau hanya jawaban yg sangat standard begitu saja

      4
      1
  • 11 Juli 2025 - (22:52 WIB)
    Permalink

    Jalur hukum aja biar jelas.bia ada bahan berita buat di baca juga sy dan ilmu pengetahuan semangat biar oknum oknum bank nya di pecat

    5
    1
  • 11 Juli 2025 - (23:14 WIB)
    Permalink

    PERCAYALAH…SAMA SAYA ..JANGAN JALUR HUKUM ..KALO MAU PINGIN MISKIN..
    PERCUMA MELAWAN BANK GAK BAKAL MENANGGGGGGGGG……
    SOLUSINYA ..BIARIN AJA
    DAN SESEKALI TERUS DATANGI BANKNYA JANGAN MENYERAH TERUS UNGKAPKAN KESALAHAN INI…
    MEMANG RESIKONYA ANDA DIBLACKLIST BI
    TAPI SISI NEGATIFNYA ANDA GK AKAN BISA CARI PINJAMAN DIBANK DAN ITULAH SISI POSITIPNYA…MENDING HIDUP TANPA PINJAMAN DI BANK…KALO TOH MASALAH MASIH BERLANJUT ..YA UDAH ANGGAP INI SEBAGAI “KECELAKAAN” DALAM HIDUP ANDA..
    YG PENTING ITU BUKAN ANDA YG MELAKUKAN…SEBENARNYA PIHAK BANK TAHU MASALAH INI..TAPI SEKALI LAGI BANK BEKERJA BERDASARKAN MESIN….BUKAN BERDASARKAN KOMPROMI…

    5
    2
    • 15 Juli 2025 - (11:08 WIB)
      Permalink

      dia memperjuangakan hak nya ****!! bukannya langsung pasrah gitu aja, enak aja lo bilang sudah sudah… dia ga make ***** ya hak dia bwt kejar terus!! lo ngomong kaya gitu karena elo ga ngehadapin langsung dan lo bukan org yg di teken… ****** lo kalau kasih saran

  • 11 Juli 2025 - (23:26 WIB)
    Permalink

    Terima kasih Media Konsumen.

    Karena tanpa Media Konsumen saya yakin Bapak tersebut masih pusing sampai hari ini bahkan sampai puluhan tahun atau mungkin sampai akhir hayatnya karena pikirkan kasus ini koq bisa terjadi pada dirinya.
    Dan kronologi yg sdh dijabarkan oleh Bapak tetap hanya diabaikan begitu saja oleh Bank Mandiri yg menuntut pembayaran walau bukan Bapak yang menggunakan kredit tersebut.

    8
    1
    • 12 Juli 2025 - (06:39 WIB)
      Permalink

      Wkwkwk, tanggapan yg ga ada titik terang, tanggapan yang masih dinilai bahwa bank ini tidak punya standart ACC pengajuan kartu kredit
      Yang penting pengajuan keliatan mempunyai duit gede, mau siapapun yg mengajukan ACC aja, KLO emang ga di bayar ya bekukan saja rekeningnya
      Yuuu ahh, cabut dari mandiri….

      1
      1
  • 12 Juli 2025 - (03:26 WIB)
    Permalink

    Tuntut aja lewat jalur hukum, krn perintah pengadilan nantinya dapat memaksa bank tsb untuk membuka proses dimaksud secara terang benderang..😃😃

    4
    1
  • 12 Juli 2025 - (04:50 WIB)
    Permalink

    Bank sampah ya bank milik pemerintah macam Bank Mandiri *** b*s*k ini. Klarifikasi terb*d*h tapi tidak ada solusi yang fair dan clear!!!!!

    6
    1
  • 12 Juli 2025 - (05:04 WIB)
    Permalink

    Dari semua perusahaan yg dikomplain disini, jawabannya hanya template……malas jadinya jika saya membaca tanggapan dari perusahaan… membosankan

    2
    1
    • 12 Juli 2025 - (07:56 WIB)
      Permalink

      Sudah fix ya keterlibatan oknum orang dalam Mandiri kayak BNI wondr kemarin.Kalo saya jadi Bapak Gunadi,sudah pasti bakal tutup rekening+minta bantuan LBH buat nuntut balik (soalnya yg dilawan Plat Merah).Yakin sih Mandiri bakal lepas tangan,dengan memberhentikan oknum yg bersangkutan.Lalu kasih pernyataan “Oknum yg bersangkutan sudah tdk lagi sebagai bagian dari Bank Mandiri,segala bentuk tuntutan dan lain sebagainya bukan lagi menjadi tanggugjawab Bank Mandiri”
      Lalu lama banget kalo bank BUMN kena kasus,kampret emang.

      5
      1
  • 12 Juli 2025 - (08:23 WIB)
    Permalink

    Saya sebagai nasabah Mandiri juga pernah di tagih pembayaran via kartu kredit mana kartu tsb belum saya aktifkan sama sekali.Tapi pernah suatu kali datang sms ke saya agar melakukan pembayaran tagihan kartu kredit atas pembelian suatu barang yg mana selama ini saya hanya menggunakan aplikasi QRis .Karena merasa tidak pernah mengaktifkan dan menggunakan kartu kredit sebagai pembayaran maka saya cuekin saja sampailah suatu ketika saya harus membayar denda atas keterlambatan saya membayar tagihan tersebut.Merasa di rugikan dengan denda tab saya lantas menemui cs Mandiri di kota saya dan mengajukan komplain atas aktif nya kartu kredit saya dimana sebelumnya pihak Mandiri sendiri mengabarkan bahwa kartu tsb hanya saya yg bisa meng aktifkan nya . Dengan kejadian tab lalu saya telah melakukan pembatalan atas kartu kredit saya.pertanyaan saya dimanakah letak “ profesionalisme “ kinerja Bank Mandiri ? Jgn menjebak nasabah dengan produk yg tidak diperlukan oleh nasabah ..itu akan mengurangkan rasa percaya diri para nasabah …

  • 12 Juli 2025 - (09:01 WIB)
    Permalink

    Halo Pak M. Ashidiq Iswara (Corporate Secretary Bank Mandiri),

    Saya nasabah Mandiri dari akhir tahun 90-an sampai saat ini tanpa CC dan Hutang Bank.
    Hanya menggunakan jasa sebagai tempat penyimpanan/transaksi Tabungan dan Deposito.
    Kaget dan “shock” baca kasus yang terjadi pada Bp. Gunadi Budiono.
    Kecewa atas tanggapan resmi dari Corporate Secretary Bank Mandiri.

    Kasus ini menimbulkan beberapa pertanyaan, antara lain:
    – Apakah disebabkan oleh oknum di dalam Mandiri?
    – apakah ada lobang sistem (backdoor) yang harus ditutup?
    – apakah ada kelalaian dari sisi user?
    – Apakah prosedur sistem pengajuan CC yang gampang disalahgunakan oleh oknum?
    – dan pertanyaan lainnya yang sangat butuh jawaban sebagai nasabah

    Kalau baca penjelasan akhir Pak Gunadi Budiono di bagian komentar Thread-nya, sepertinya kasus ini bukan karena kesalahan Nasabah ya.

    Saya yakin manajemen Mandiri sadar bahwa kasus ini bukan “ecek-ecek” karena menyangkut “trusted” bank Mandiri.
    Dengan kesadaran tersebut, seharusnya Manajemen memberikan informasi yang lengkap kepada para nasabah, karena kasus ini membuat nasabah menjadi bimbang (cemas).
    Ada kewajiban profesionalisme atas kasus ini.

    Berikan jawaban yang bisa memberikan ketenangan, toh kasus ini terjadi karena ada faktor internal.
    Berikan keyakinan kepada nasabah bahwa kasus serupa tidak akan terjadi lagi.

    Kepada Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas mohon untuk lebih peduli terhadap kasus ini.

    Terima Kasih

    • 12 Juli 2025 - (16:33 WIB)
      Permalink

      Betul setuju sekali, seharusnya pihak bank mandiri memberikan penjelasan atas hal yang dialami nasabah, sehingga tanggapan tidak berkesan template.
      Dari cerita yang dialami nasabah, sepertinya kasus ini sudah berlarut-larut baru ada tanggapan resmi setelah dimuat di media konsumen.
      Penjelasan terbuka dari bank mandiri saya yakin akan memberikan dampak trust ke nasabah lainnya, karena kasus ini sudah menjadi konsumsi publik, tidak hanya menyangkut nasabah yang bersangkutan, tapi juga nasabah lain secara umum.

  • 12 Juli 2025 - (10:07 WIB)
    Permalink

    Tunjukkan profesiaonalisme anda. Kalo ingin bertahan dalam perbankan dr kompetitor lainnya. Jgn asal2an, mengelola seenaknya dan menjadikan nasabah sbg korban atas kesalahan dan kelalaian manajemen anda. Saya lgsg close rek saya disitu. Itu saja saya msh dpt SMS “yth nasabah mandiri, pulsa anda tidak mencukupi BLA BLA BLA ” setiap saat pdhl sy TDK melakukan transaksi apapun wong SDH sy close rek saya di tempat anda. Berikan jawaban yg jelas dan tepat bila ada masalah. Shg para pemirsa disini jg puas atas pelayanan anda.

  • 12 Juli 2025 - (11:22 WIB)
    Permalink

    Pada kurang update atau malas baca ya…
    Ybs sudah case closed.
    Kesalahan ada pada pihak bank mandiri.
    Seperti yang sudah2 juga, kalo kasus sudah naik media, langsung cuci tangan, clear masalah 😂.

    Viral dulu baru ditangani.
    Begitulah konsep dinegeri konoha.

  • 12 Juli 2025 - (12:11 WIB)
    Permalink

    Mau ada nasabah atau tidak plat merah gak takut, rugi ditanggung negara, nasabah cuma jd sasaran empuk ordal

  • 12 Juli 2025 - (13:34 WIB)
    Permalink

    @M. Ashidiq Iswara
    Diq, penyelesaiannya gimana? Kita sebagai warga punya hak untuk tau.
    Kecuali emang elu makan gaji buta

  • 12 Juli 2025 - (14:45 WIB)
    Permalink

    jawaban ga jelas loe bank……. ending nya cemana???? nasabah tetep bayar ???? yg jelas eyyy

  • 12 Juli 2025 - (19:22 WIB)
    Permalink

    Ya, tanpa persetujuan nasabah, mandiri bikin peraturan seenak jidatnya. Jatuh tempo tgl 7 , tabungan dibekukan mulai tgl 1 … Dgn alasan ini itu… Buat apa perjanjian tgl 7 disepakati klo begitu? Makan tuh riba kaga bakal berkah kerja di bank… disumpahin orang melulu

  • 12 Juli 2025 - (20:07 WIB)
    Permalink

    Pernah mengalami kedholiman yang mirip². Rekening di blokir. Diiming² pelunasan dengan bayar 50% tagihan sama orang batak bagian collection. Tapi kenyataannya dikibulin. Utang dibayar, tapi taguhan tetep jalan. Bis itu semua saya abaikan. Dah saya blacklist ini bank. Sumpah ga akan lagi buka rekening di bank zolim

  • 13 Juli 2025 - (10:30 WIB)
    Permalink

    Saran untuk redaksi Media Konsumen sebaiknya jangan mengunggah tanggapan yang tidak jelas begini…
    Kasusnya sangat detail diceritakan, tanggapannya tidak bermutu begini. Minimal harus menjawab apa yang terjadi dan tindakan nyata, bukan cuma klaim bahwa sudah menghubungi penulis surat…

  • 13 Juli 2025 - (18:17 WIB)
    Permalink

    Kejadian yang mirip dengan istri saya., untungnya begitu ketahuan semua dana ditarik dan pindahkan ke bank BCA. Tagihan CC 48 juta di pakai di tokped. Dari bulan Maret 2025 sampai July 2025 sekarang masih tidak ada penanganan yang jelas dari MANDIRI. selalu suruh tunggu dan tunggu investigasi, balasan email lah. Harus bagaimana lagi Mandiri????

    • 15 Juli 2025 - (01:17 WIB)
      Permalink

      Jangan mau dibayarkan pak. Masukan laporan ke kepolisian aja kasusnya. Bahkan tuntut ganti rugi selain penyalahgunaan data , perlindungan data juga tuntutan membuat ketidaknyamanan akibat teror penagihan.

 Apa Komentar Anda?

Ada 41 komentar sampai saat ini..

Tanggapan perihal “Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan…

oleh Bank Mandiri dibaca dalam: 1 menit
41