Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Bank Mandiri

Saya adalah nasabah Bank Mandiri, yang menjadi korban dari sistem perbankan yang tidak aman dan tidak akuntabel. Saya sedang menghadapi kasus serius: Saya ditagih atas kartu kredit Bank Mandiri yang tidak pernah saya ajukan, tidak pernah saya terima, tidak pernah saya aktivasi, dan tidak pernah saya gunakan.

Kronologi Singkat

Pada tanggal 10 April 2025, saya dihubungi oleh nomor 0811106***22, yang mengaku dari tim collection Bank Mandiri. Mereka menyatakan saya menunggak kartu kredit senilai lebih dari Rp55 juta. Saya tidak pernah merasa memiliki kartu kredit Mandiri, dan awalnya saya kira ini penipuan.

Kemudian saya diminta mengecek aplikasi Livin’ by Mandiri. Betapa kagetnya saya, saat melihat ada tagihan kartu kredit yang muncul di aplikasi saya, padahal saya tidak pernah mengajukan apapun.

Transaksi pertama tercatat 21 Januari 2025 senilai Rp698.200, lalu terus diikuti transaksi senilai Rp55 juta. Namun, saya tidak pernah menerima notifikasi di aplikasi Livin, email, atau SMS, baik tentang aktivasi, tagihan, maupun transaksi.

Saya segera menghubungi call center Mandiri 14000 dan mulai menemukan kejanggalan, yaitu:

  • Nomor HP yang tercatat berbeda.
  • Email berbeda.
  • Alamat pengiriman kartu juga berbeda.

Namun anehnya, pihak penagih bisa menghubungi nomor pribadi saya (sesuai data di rekening Bank Mandiri), yang berbeda dengan nomor telepon dalam data kartu kredit Bank Mandiri tersebut.

Saya diminta mengirim surat sanggahan, KTP, dan tangkapan layar Livin, karena saya bahkan tidak pernah menerima kartu fisiknya. Hari itu juga saya kirimkan email sanggahan resmi ke Mandiri Care.

Karena tidak ada respons, saya kembali menghubungi call center. Saya diminta menambahkan dokumen pribadi lainnya: KK, akta lahir, surat domisili, dan surat keterangan kerja/usaha.

Tanggal 14 April 2025, saya datang ke cabang Bank Mandiri Kalideres, tapi diarahkan tetap mengirim via email. Lalu saya kirim ulang semua data.

Tanggal 20 April 2025, saya baru mendapat balasan email pertama dari Mandiri Care. Mereka menyatakan investigasi akan berlangsung 10 hari kerja hingga 6 Mei 2025. Namun mereka tetap menekan saya untuk melakukan pembayaran, dan menyebut sanggahan hanya berlaku 30 hari sejak transaksi—padahal saya tidak tahu kartu itu ada! Saya balas email tersebut dengan tegas, menolak semua tagihan dan menyampaikan keberatan atas sistem yang tidak masuk akal.

Namun, penagihan via WhatsApp tetap terus berlanjut, bahkan hingga hari ini. Saya terus diminta membayar tagihan minimum, padahal saya bukan pemegang kartu tersebut.

Tanggal 6 – 11 Mei 2025, saya kembali mengirim dokumen dan kronologi yang sama berulang kali. Tanggapan yang saya terima? Sama saja: dijanjikan investigasi, tanpa kepastian.

Tanggal 3 Juni 2025, tim investigasi Bank Mandiri datang langsung bertemu saya. Saya menjelaskan semua dengan terbuka, lengkap, dan detail. Namun hingga surat ini saya tulis, belum ada kabar apapun.

Lebih parah lagi, rekening pribadi Bank Mandiri saya diblokir secara sepihak, padahal rekening itu tidak ada kaitannya langsung dengan kartu kredit misterius ini.

Pertanyaan saya sebagai korban:

  • Bagaimana bisa kartu kredit dengan data berbeda (nomor HP, email, dan alamat) terbit dan muncul otomatis di aplikasi Livin saya?
  • Siapa yang menerima kartu fisik tersebut?
  • Siapa yang aktivasi kartu?
  • Kenapa tidak ada notifikasi transaksi atau tagihan?
  • Dan atas dasar apa rekening pribadi saya diblokir, padahal saya sedang mengajukan sanggahan?
  • Apakah nama saya sekarang sudah tercatat negatif di BI Checking (SLIK)? Jika ya, apakah Bank Mandiri akan bertanggung jawab?

Saya sudah lebih dari 2 bulan bersabar dan kooperatif, bahkan menerima kedatangan tim investigasi. Tapi yang saya dapat hanyalah jawaban robotik, copy-paste, dan teror penagihan yang terus-menerus.

Saya hanya minta satu hal: keadilan.

Saya tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya kelalaian sistem, tapi potensi pelanggaran perlindungan data pribadi dan perusakan reputasi kredit saya. Dalam kasus ini saya bukan peminjam. Saya korban, dan saya akan melawan.

Hormat saya,

Gunadi Budiono
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Bank Mandiri”

Menanggapi pengaduan Bapak Gunadi Budiono melalui Surat Pembaca media konsumen.com terkait sanggahan Kepemilikan Mandiri Kartu Kredit, kami mohon maaf atas...
Baca selengkapnya

103 komentar untuk “Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Bank Mandiri

  • 9 Juli 2025 - (10:31 WIB)
    Permalink

    Kemungkinan ada penyalahgunaan data masnya oleh pihak tertentu.Coba diingat lagi kira2 pernah nyerahin dokumen ektp,cv,dll semisal lamar kerja/pengajuan apa gitu?.Kasus ini pernah terjadi di bank BNI yg mana ada pelamar kerja,datanya dipake pihak HRD buat ajuin kredit padahal pelamar kerja gak punya produk apapun di BNI,ketahuan disalahgunakan pas instal wondr punya BNI.

    6
    1
      • 10 Juli 2025 - (15:01 WIB)
        Permalink

        Kebanyakan bank plat merah selalu bermasalah keamanan data nasabah jg ndk dilindungi..diindonesia yang terbaik masih bank BCA walaupun swasta tapi tinggkat keamanan cukup bagus..

        • 25 Juli 2025 - (05:57 WIB)
          Permalink

          BCA itu rawan, buktinya dulu mau hampir bangkrut, untung untung pemerintah bantu suntikkan dana.
          Itu sbbnya yg punya uang puluhan milliar ngak bakalan mau milih bank swasta.

      • 15 Juli 2025 - (23:30 WIB)
        Permalink

        Klo merasa benar bagusnya lapor polisi aja deh, usut tuntas.. krna jika dianggap berespun BI chekingnya tetap bakal jadi masalah bakalan ada jejak.. krn klo memang krna klo liat transaksi kan bs dilacak krna jelas itu ada tempat dimana transaksinya.. pokoknya asal yakin benar aja

    • 9 Juli 2025 - (19:47 WIB)
      Permalink

      Kalau soal e-KTP aja sih pasti pernah diminta, tapi selalu ke pihak resmi atau yang jelas. Justru anehnya, kalau memang dari KTP doang bisa diajukan kartu kredit, kenapa data beda bisa tembus.
      Kan Mandiri udah punya data lengkap saya dari rekening mandiri: nomor HP, email, alamat. Harusnya bisa langsung cocokin dong?

      Dulu apply kartu kredit susah banget, sekarang kok kayaknya gampang banget asal ada NIK 😅
      Itu yang bikin saya makin heran.

      • 9 Juli 2025 - (19:55 WIB)
        Permalink

        Itu karena dibantu oknum orang dalam mas.Yang kasus BNI itu,bener pihak HRD kerja sama oknum BNI nya buat lolosin pengajuan kredit,termasuk pemalsuan tanda tangan.

        • 9 Juli 2025 - (22:11 WIB)
          Permalink

          Kayanya internal mandiri lagi nyari tumbal kemungkinan ada fraud di internal mereka, klo ada yg telpon suruh ke rumah ajah, siapin parang, ngobrolnya di pager sj, jgn kasih masuk.

          • 10 Juli 2025 - (11:24 WIB)
            Permalink

            Saya setuju ini

          • 10 Juli 2025 - (14:48 WIB)
            Permalink

            Betul. sedia Parang sebelum Hujan merah

          • 12 Juli 2025 - (12:39 WIB)
            Permalink

            Saya sepakat ini, internal mereka baru cari kambing hitam

          • 14 Juli 2025 - (12:49 WIB)
            Permalink

            Ah setuju pisan euy

        • 9 Juli 2025 - (22:19 WIB)
          Permalink

          Ngeri juga baru bikin livin online.. kalo gitu mending pengajuan tutup aja lah .. org bank skrg docleng2 ternyata bnyk oknum.

        • 10 Juli 2025 - (18:05 WIB)
          Permalink

          Saya pernah salah transfer ke sesama bank plat merah dr bank mandiri, saya melaporkan belum 1hari salh transfer, namun diminta membuat email juga setwlah saya buat jawabannya hanya mengatakan bahwa penaduan sayab sedang diproses. bulan ke bulan jawabannya selalu seperti itu hingga setahun dan akhirnya menghilang tidak terjawab dan terselesaikan, sangat parah manajemen bank plat merah tidak sesuai dengan jargon AHKLAK yg nyata2 malah tidak punya AHKLAK memalukan

      • 10 Juli 2025 - (07:03 WIB)
        Permalink

        Gak usah takut mas, itu udah jelas orang dalam mandiri, Klo butuh bantuan, Kaka saya adalah wartawan, dan punya lembaga anti korupsi, mungkin bisa bantu perang sama mandiri

        • 10 Juli 2025 - (08:23 WIB)
          Permalink

          Lawan guys. Jangan kasih sepeser pun. Lah wong kartu fisiknya saja dikirim ke orang lain, alamat berbeda, nomor hp berbeda.

      • 10 Juli 2025 - (13:01 WIB)
        Permalink

        Bikin susah saja bank ini.

        Udah kalo ke CS antrilamanya minta ampun.

        Semangat kak..walopun elu harus habis waktu dan fikiran yg membuat lu tidak nyaman.

        Ini bisa membuat nama baik dan kredit rating jadi bermasalah kesepannya.

        Nanti kalo dah beres minta kompensasi duit atau apa kek…karena sudah bijin masalah ke nasabahnya.

      • 10 Juli 2025 - (19:55 WIB)
        Permalink

        Kalo sy nyesel banget ambil kpr mandiri, bukan apa2, remindernya pakai bahasa agak gimana gitu, “ingat! janji bayar anda tanggal …”. kenapa ga, jatuh tempo gitu bahasanya. udah gitu, pdhl sy belom pernah telat bayar, masih dihubungi oleh mandiri, hidup lagi capek capek nya malah ditanya udah disediain ga dana buat pembayaran kpr? sial!

      • 11 Juli 2025 - (08:26 WIB)
        Permalink

        @gunadi : negri kU, ngeri Yoe mas..!!! Tetap satu kata ,, “JANNIO”,!!!
        ( JANGAN MAU ) bayar fake kayak bgtuan mas,! Mas bagusnya kloe ada kantor OJK” Di daerah mas., bagus datangin pertanyakan nama mas, lalu coba bawa mediasi kan gmna kedepan bagus nya,!!!
        #keepstrongMas@gunadi💪🏻
        #ojokendoer,.
        #jannio,.
        🙏🏻🤜🏻🤛🏻

      • 12 Juli 2025 - (11:13 WIB)
        Permalink

        Itu pasti ulah oknum Bank tsb. Karena CC biasa diterbitkan Dan dikirimkan ke alamat terdaftar atau yg diminta. Utk aktivasi CC biasanya gak perlu sama nmr HP atau alamat rumah. Cukup Tau NIK dan nama Ibu Kandung saja.

        Semenjak pinjol merajalela, Bank semakin gencar juga mengobral CC. Asal punya rekening yg dianggap layak, Bank akan menerbitkan Dan mengirinkan CC. Bagi yg tidak meminta Dan menolak, tetap dipaksa utk menerima dg alasan, “tdk perlu diaktifkan, cukup dibuang saja Dan tidak akan ada tagihan”. Disitulah peluang penyalah gunaannya.

    • 10 Juli 2025 - (15:29 WIB)
      Permalink

      Betul, saya mengalami hal yang sama pada bank BNI. Saya tidak pernah memiliki fasilitas apapun di bank BNI. Namun tiba tiba saya mendapat teror penagihan kartu kredit Bank BNI. Awalnya saya kira hanya penipuan, namun lama kelamaan sampai menghubungi tempat kerja saya.
      Saya pernah menanggapi untuk silahkan datangi rumah saya bila memang yang terdaftar sesuai KTP adalah alamat saya. Namun sampai saat ini belum ada petugas BNI datang kerumah saya, padahal rumah saya tidak jauh dari kantor cabang BNI.

    • 11 Juli 2025 - (07:02 WIB)
      Permalink

      Kelamaan pak… Di bikin simple aja… Dateng ke Cabang pas lagi rame, keluarin isi kebon binatang sekalian isi neraka… Cepet kelarnya.

    • 11 Juli 2025 - (13:49 WIB)
      Permalink

      Update:
      Saya sudah dihubungi langsung oleh pihak Customer Care Bank Mandiri, dan mereka menyampaikan bahwa masalah kartu kredit dan tagihan sudah diselesaikan. Saat ini saya masih menunggu dokumen resmi hasil investigasi yang dijanjikan akan dikirim dalam beberapa hari ke depan.

      Terima kasih banyak untuk tim Media Konsumen atas platformnya, serta kepada teman-teman pembaca yang sudah memberikan masukan, dukungan, dan semangat. Sangat membantu dan menguatkan saya selama proses ini 🙏

      • 15 Juli 2025 - (23:31 WIB)
        Permalink

        Balas lapor balik ke polisi pak…emang bangke bank 1 ini…saya juga jadi korbannya…emang saya punya kredit macet di mandiri tapi sy ada niatan baik angsur pokoknya perbulan 1juta…tapi collectornya main debet semua gaji saya sebulan 3,8juta…yg parah lagi pas lebaran 2024 mentang2 ada thr dan gaji total gaji 7juta di potong 4juta itu pun kartu saya di blokir dri libur H- 5 smpai H +8..bayangkan pas lebaran gak pegang uang…emang gak punya hati collectornya…sekarang sy pindah perusahaan yg payroll ya bukan mandiri aman jadi ya

      • 16 Juli 2025 - (07:32 WIB)
        Permalink

        Silakan permintaan maaf nya diterima, tp utk pembelajaran mestinya sanksi utk bank Mandiri tetap harus ada agar orang lain tdk mendapat masalah yg sama krn keteledoran bank Mandiri

    • 12 Juli 2025 - (10:13 WIB)
      Permalink

      bank mandiri memang gak aman,saya adalah nasabah bank mandiri yg udah lama,sering tiba2 uang otomatis ada mutasi debit ,itu memang dari pihak intern bank mandiri

    • 16 Juli 2025 - (07:12 WIB)
      Permalink

      Apapun alasannya, hal ini menunjukkan kelemahan manajemen bank Mandiri sbb:
      1.) Proses verifikasi calon pemegang KK yg lemah;
      2.) Respon komplain yg tdk serius dan lambat;
      3.) Egois dgn melakukan pemblokiran rekening nasabah scr sepihak tanpa alasan yg telah dipastikan valid;

      Utk sebuah bank besar hal ini mestinya tdk boleh terjadi. Bila bank Mandiri mmg keliru, penyelesaiannya tdk cukup hanya dgn minta maaf pada konsumen, tp hrs ada sanksi dr pihak yg berwenang.

  • 9 Juli 2025 - (10:58 WIB)
    Permalink

    Paling gampang bilang minta bukti form ngaju kartu kredit, biasa kalau ngaju pameran cc pasti minta foto barangan sama form apply cc. Walaupun tidak di pameran pas kasih form apply cc juga di foto. Kalau lewat aplikasi juga pasti minta foto saat pegang ktp. Di situ saja kunci nya. Bilang saja kalau sampai kapan belum beres langsung lapor ke ojk. Bisa telp 157 itu kontak ngadu ke ojk, atau email kesana. Karena kalau tidak pakai cara ini ujung² bank juga salahkan Nasabah.

    • 9 Juli 2025 - (14:43 WIB)
      Permalink

      Terima kasih masukannya. Iya, saya juga kepikiran hal yang sama—kalau memang saya pernah apply, pasti ada form dan foto saya pegang KTP. Tapi sampai sekarang nggak pernah dikasih bukti apa-apa.
      Yang ada malah saya terus ditagih dan rekening saya diblokir 😅. Tim investigasi disaat berkunjung pun memberikan informasi kalau KTP masih menggunakan KTP lama sebelum e-ktp

      Kayaknya emang harus lapor ke OJK ya. Terima kasih infonya, akan saya tindak lanjuti seandainya tidak ada progress 🙏

      5
      1
      • 9 Juli 2025 - (16:12 WIB)
        Permalink

        Iya kalau gak ancam bilang proses ojk gak bakalan mereka mau tanggung jawab. Ini kelihatan ada mantan org bank dalam atau org bank dalam pakai modus ini buat fraud uang customer. Sekarang karena ketauan, tapi pihak bank gak mau rugi makanya push customer bayar, kalau gak ancam lapor ojk bisa² nanti team investigasi closing dengan alasan aneh dan tetap minta customer bayar.

        2
        1
      • 11 Juli 2025 - (07:11 WIB)
        Permalink

        yang penting jangan bayar dulu kak, kalau sudah bayar bisa rugi 2x pula ntar uang hilang nama juga ke blacklist di bi

    • 9 Juli 2025 - (17:51 WIB)
      Permalink

      fyi, ajuin cc gk selalu selfi pegang ktp, aku tau karna punya 17cc dari 11 bank berbeda. ada yg harus ketemu, ada yg sidik jari, ada yg cuma kirim2 file udh bisa dpt kartu. tergantung sales cc nya sih. hehe.

      • 10 Juli 2025 - (15:15 WIB)
        Permalink

        setidaknya pasti ada form utk pengisian, dan ada tanda tangan juga..tinggal di cocokan saja

    • 10 Juli 2025 - (09:33 WIB)
      Permalink

      Benar kak, minta bank tunjukan awal pengajuan CC dan siapa salesnya dan dimana tempat pengajuannya,

  • 9 Juli 2025 - (12:21 WIB)
    Permalink

    Biasa ordal yg bisa acc data berbeda kaya gini, bukan mencari siapa yg input data malah menyalahkan nasabah lawak tikus plat merah

    • 9 Juli 2025 - (19:32 WIB)
      Permalink

      Klo no hp beda email beda harusnya tinggal lacak aja pihak mandiri ke no tersebut kyknya ORDAL itu, bisa jadi ORDAL

    • 10 Juli 2025 - (00:02 WIB)
      Permalink

      jadi takut mau buka rekening bank mandiri gak jadi ahh, managemennya amburadul data berbeda pun tetap yg di salahkan nasabah tertuduh tanpa bukti valid

  • 9 Juli 2025 - (13:25 WIB)
    Permalink

    Loh mas nya punya livin sejak kapan ? Dan rekening sejak kapan ? Padahal di aplikasi livin mandiri saat buka beranda tertera CC dan debit sejajar… Apa mas tidak pernah membuka aplikasi livin sama sekali? Tagihannya ga main2 berarti limit nya besar coba lihat di livin ada menu CC nya lihat kartu CC nya plus ada tagihannya di mana saja mas… Sampaikan ke mandiri ada berapa kartu juga yg di ACC

    • 9 Juli 2025 - (14:22 WIB)
      Permalink

      Pernah baca komentar yang mengaku manta pegawai bank, katanya beberapa oknum orang dalam itu memang ada yg menyalahgunakan data nasabah untuk tujuan pribadi. Memang sistem keamanan data di Indonesia ini bobrok

      2
      1
      • 9 Juli 2025 - (20:12 WIB)
        Permalink

        Seharusnya di cek ke toko yg di pakai CC tersebut dan minta rekaman cctv saat transaksi di toko itu, pasti ketauan orangnya siapa.

          • 11 Juli 2025 - (02:26 WIB)
            Permalink

            Hallo Pak Gunadi, kebetulan sy prnh bekerja di lembaga jasa keuangan (LJK) non bank yg tunduk pada OJK, setahu saya untuk dapat melakukan screening calon nasabah, semua LJK baik yg Bank atau non Bank, kita menerapkan proses KYC (Know your customer) APUPPT PPPSPM, jadi ada kewajiban calon nasabah melengkapi dokumen, mengisi formulir pembukaan dan LJK melakukan verifikasi calon nasabah tsb melalui face to face (secara langsung) atau face to face secara elektronik (video call) atau tidak face to face (lewat app atau website). Jadi saran saya mungkin Bpk bisa minta dokumen pembukaan kartu kredit, bukti verifikasi face to face baik berupa dokumen / bukti video call / bukti foto liveness saat nasabah selfie dengan KTP. Jika dokumen pembukaan kartu kredit tsb bisa didapat pasti bisa sangat membantu proses sanggahan Bpk.

          • 12 Juli 2025 - (09:09 WIB)
            Permalink

            Mohon dibantu bang kasus sprt ini banyak terjadi Krn orang dalam yg pakai tapi nasabah yg di tagih

    • 9 Juli 2025 - (14:49 WIB)
      Permalink

      Saya udah pakai Livin dan rekening bank mandiri cukup lama. Nggak pernah muncul notifikasi soal kartu kredit, apalagi aktivasi atau transaksi. Lebih seringnya rekening hanya untuk topup e-money.

      Baru tahu ada tagihan setelah ditelepon penagih 10 April. Saya cek Livin, ternyata ada di bagian pinjaman, bukan beranda utama. Kalau ingat versi livin sebelum update ini, bagian kartu kredit harus di slide ke kanan & memang tidak pernah ada kepikiran saja karena tidak merasa apply kartu kredit.

      Data email, no HP, dan alamat yang dipakai juga bukan milik saya. Tapi anehnya, tetap bisa nyambung ke akun livin saya.

      Udah minta bukti ke Mandiri, tapi jawabannya muter-muter terus 😓

      2
      1
      • 9 Juli 2025 - (15:51 WIB)
        Permalink

        Kak aku berdoa semoga kamu di permudah dalam kasus ini nyaaa… Sejatinya nyesek bngt loh puluhan juta. Dan mandiri harusnya tau loh kalau ini memang bukan kesalahan nasabah. Dulu aku pernah terjadi di BCA pas di reseveral aku langsung ajukan tutup

        • 9 Juli 2025 - (18:36 WIB)
          Permalink

          Bahkan BCA aja bisa kena..? Gila, bener-bener gila. Terus Bank mana lagi yg bisa Kita percaya Coba kalau gini..
          Padahal Kita masalah, tapi tetep aja jadi pihak yg dirugikan padahal posisi Kita gak Salah..

        • 10 Juli 2025 - (11:40 WIB)
          Permalink

          Diduga pelaku sindikatnya orang mandiri aja, yang anehnya korban sudah mendatangi kantor cabang, kenapa kantor cabang tidak bisa menyelesaikan saat itu, dan kenapa harus mengirim semua bukti via email, yang akan memakan waktu penanganan, ini di yakini, pelakunya diduga orang mandiri dan mgkin ini cara untuk menutupi kerugian bank mandiri, sekarang semua bank untuk alat penyimpanan tudak aman lagi, di tambah adanya sistem digital yang begitu rumit di negara ini keamanan tidak ada jaminan

          • 12 Juli 2025 - (10:14 WIB)
            Permalink

            saya juga pernah mengalami hal yang sama,ketika saya telpon ke call center mandiri malah nomor saya sepertinya diblokir karena tiba2 waktu saya telpon ada pemberitahuan jika nomor ini tidak menghubungi

        • 11 Juli 2025 - (13:56 WIB)
          Permalink

          Dilawan aja Pak itu orang dalam Bank mandiri sendiri yang bermain jadi jangan didiemin karena nanti makin kurang ajar. Kalau ada depkolektornya berani datang ke rumah jangan banyak ngomong langsung aja teriakin maling. Kalau kasusnya jadi besar kemudian ke polisi malah tambah bagus pak biar kebongkar semua di sana bahwa bank mandiri lah oknumnya ada yg jadi penipu, biar viral juga. Pokoknya bapak jangan takut kalau ada depcorder berani macam-macam ke rumah bapak atau kata bapak langsung aja teriakin garong biar rame sekalian biar viral kayak kasus mas mas pelayaran kemarin

      • 11 Juli 2025 - (07:18 WIB)
        Permalink

        kalau tidak sabar bisa darah tinggi kalau berkomunikasi dgn cs nya karena email selalu dibalas oleh cs yg berbeda, dan begitu juga mereka selalu berulang minta kita verifikasi data padahal sudah diverifikasi sebelumnya dengan nomor tiket yg sama

  • 9 Juli 2025 - (14:22 WIB)
    Permalink

    banyak jebol LIVIN cm ga kesini (mediakon) aja soalnya banyak buzzer, sudha pasti penyalahgunaan data pribadi ini. ngeri juga ya bs sampe di pake segala ampe jafi banyak begini

    turut prihatin om semoga lekas selesai masalah nya

    1
    1
  • 9 Juli 2025 - (17:42 WIB)
    Permalink

    parah nih mandiri, jangan mau bayar kalau emang uangnya gak dipakai. ditunggu update selanjutnya

  • 9 Juli 2025 - (19:12 WIB)
    Permalink

    Kalo tidak merasa menggunakan pantang untuk mundur om, kasus ini sama kaya saya.
    Cuma beda versi aja.
    Saya pengguna CC mandiri juga udah lama dari tahun 2010.
    Pada th 2013 saya mengalami masalah finansial dan akhirnya gagal bayar.
    Akhirnya ada tim kolektor dari cc mandiri dateng kerumah lengkap dengan id card untuk membantu menutup CC mandiri saya.
    Dari total tagihan 5jt cukup bayar setengahnya Rp 2.5 Juta.
    Dan didepan kolektor cc saya digunting, dan mengisi form penghapusan.
    Saya fikir semua sudah clear.

    Dari 2013 ke 2019 ( 6 tahun berlalu )
    Tiba2 ada kolektor lagi menagih pembayaran cc dengan nominal yang berkali-kali lipat karna ternyata tagihan kartu masih berjalan beserta dendanya. Tapi sudah saya jelaskan bahwa cc saya sudah ditutup dari 2013.
    Sampe rekening mandiri saya diblokir sepihak.
    Dan konyolnya kolektor mengancam dengan kata2 kasar bahkan ada ancaman kriminal.
    Tapi saya gak gubris. Bahkan saya tantang untuk datang langsung kerumah.
    Nyatanya tidak ada yg datang.

    Dari 2019 ke tahun 2025 ( 6 tahun berlalu lagi)
    Tiba2 ada kolektor lagi menagih.
    Kali ini tagihan saya mencapai diatas 40 juta 🤭.
    Dan ditawari keringan untuk membayar pokok saja sesuai limit awal 5 juta rupiah.
    Tapi gak pernah saya gubris / ladenin.
    Karna saya anggap masalah cc sudah selesai.

    Ternyata kasus ini bukan saya aja yang mengalami, tapi ada beberapa rekan saya juga yang mengalami hal serupa.

    Kesimpulannya data privasi kita dibank tidak sepenuhnya aman.
    Karna masih ada oknum orang dalam yang bermain2 untuk mencari keuntungan pribadi.

    Kalo saya jadi om, saya akan lapor ojk, LPS.
    Semoga masalahnya cepet terselesaikan.

    3
    1
    • 10 Juli 2025 - (09:14 WIB)
      Permalink

      harusnya mas minta surat lunas pertama , kedua sampaikan ke mandiricare kalau saya sudah lunas tagihan per tanggal sekian … oleh kolektor A lalu selfie bareng , atau mas telpon ke bagian card centre benar tagihan saya sekian sudah di lakukan pelunasan saya dulu gitu ga macet sih cuman penutupan dan mastiin g ada tagihan kembali. lalu surat lunas datang melalui email resmi mandiri , kemudia 2 bulannya saya cek di slik ojk. beres deh

      • 10 Juli 2025 - (11:03 WIB)
        Permalink

        Sudah om, isi form, tanda tangan dirumah, foto2 segala macem dan terakhir pemotongan kartu fisik.
        Dikasih voucher menginap juga malah sama DC. Soalnya yang menagih langsung DC internal.
        Dan setelah hari itu juga udah gak ada lagi billing tagihan, telp dari mandirinya selama 6 tahun.
        Makanya agak aneh aja tiba2 6 tahun berlalu ada tagihan muncul kembali.
        Berarti ada permainan dari orang dalam.

    • 10 Juli 2025 - (11:46 WIB)
      Permalink

      Sudah pasti palaku orang dalam mandiri, itu cara DC bekerja, DC 1 sudah dapet 2,5 juta, dengan dalih bla bla bla, nantinya akan datng lagi DC DC yang lainya, yang mana uang yang di berikan oleh dibitur ke DC tidak akan di setoran ke pihak bank, praktek seperti itu terjadi hampir di semua lembaga pembiayaan baik bank dan Leasing

  • 9 Juli 2025 - (21:30 WIB)
    Permalink

    Datang langsung aja ke ojk wisma mulia 2 langsung buat laporan nya.
    Ke bagian CC 157 lt16.
    Itu juga ada bagian iasc (Indonesia anti scam center) .
    Tanya detail disitu, soalnya bagian iasc ada perwakilan dari bank” Di Indonesia

  • 9 Juli 2025 - (22:20 WIB)
    Permalink

    Harus nya bank mandiri jangan pernah suka memaksa pelanggan nya untuk di buatkan kartu kredit…kecuali atas kemauan pelanggan.

    • 9 Juli 2025 - (22:33 WIB)
      Permalink

      Betul, bukan bank mandiri saja sebenarnya. Semua bank, memaksa marketing nya untuk ada nasabah nya membuat kartu kredit padahal nasabah tidak butuh

  • 9 Juli 2025 - (22:32 WIB)
    Permalink

    Kemungkinan besar data pribadi bapak di pakai dan di aktifkan oleh petugas marketing Mandiri. Untuk Bi cheking sudah di pastikan kol 2 keatas pak alias menunggak, klo kejadian nya Januari dan skrg sudah Juli artinya ada 6 bulan. Kondisi level bi cheking bapak kol 3 pak.

    • 10 Juli 2025 - (05:25 WIB)
      Permalink

      Penyakitnya bri menular ke mandiri seharusnya ke empat bank bumn di merger saja pilih sdmnya best of the best dari ke empat bank, masyarakat juga mengajukan kur, kpr jadinya hanya ke satu bank jadinya simpel 🤔

    • 10 Juli 2025 - (16:05 WIB)
      Permalink

      Benar sekali status terakhir saya cek waktu bulan mei itu 2 dalam perhatian khusus.

  • 10 Juli 2025 - (04:36 WIB)
    Permalink

    Wah berarti nabung di Bank Mandiri ngeri juga. Jadi ngerasa ga aman kalau kejadian seperti bapaknya.

  • 10 Juli 2025 - (05:53 WIB)
    Permalink

    Lapor ke OJK biar cpt clear… Kejahatan perbankan mengerikan bnyk hacker dan bnyk oknum bank yg tidak bertanggung jwb… Semoga masalahnya cpt selesai ya om…

  • 10 Juli 2025 - (06:23 WIB)
    Permalink

    Serem sih, kalo bank bisa dibobol pake data palsu kyk kasus gini.
    Tapi beneran kan ini? Kalo misal ada ‘oknum’ bank yg lolosin, gila aja sih.
    Jadi takut data kita disalahgunakan oleh org lain yg kerjasama sama oknum perbankan bisa seenak jidatnya cairin duit entah dipakai siapa…Jadi takut jg membedakan mana korban & mana kreditur beneran…
    Semoga masalahnya cpt selesai pak.

  • 10 Juli 2025 - (09:56 WIB)
    Permalink

    Paling benar ada lah kirim surat somasi ke Mandiri dan buat laporan Polisi, karena memblokir rekening pribadi tidak bisa semaunya sendiri.. Biar gak kebiasaan

    • 10 Juli 2025 - (10:57 WIB)
      Permalink

      Jangan mau bayar kalau tdak membuat kartu kredit, bisa jadi itu permainan bank, bila perlu laporkan ke polisi dan ojk, spya diselidiki apakah bank tersebut bermain atau teledor

  • 10 Juli 2025 - (14:27 WIB)
    Permalink

    Pernah kejadian juga dg teman saya. Ketahuan yg apply dri hrd yg prnah dilamar. Akhirnta dihapus buku juga setelah 3 tahun. Intinya terus berjuang aja.

  • 10 Juli 2025 - (15:03 WIB)
    Permalink

    Hal serupa, saya dari bank CIMB Niaga, pernah punya ATM/rekening di th 2009 untuk tranfer gaji. Th 2010 ganti Bank Permata. Jadi dari th 2010 saya sudah gag pakai rek CIMB niaga. Dan berenti kerja th 2011. Mulai th ini ada telp yg mengaku dari CS CIMB niaga, dan menagih tagihan kartu kredit. Saya tidak pernah melakukan transaksi apapun di CIMB niaga mulai dari th 2011. Mohon solusinya.

    • 10 Juli 2025 - (20:21 WIB)
      Permalink

      Selamat malam pak
      Saran saya buat pengaduan resmi ke OJK dengan menyertakan bukti2 yang ada
      Cara pengaduannya dapat dilihat di google
      Semoga membantu, terima kasih

  • 10 Juli 2025 - (22:05 WIB)
    Permalink

    Saya juga punya pengalaman buruk dengan kartu kredit bank mandiri awal tahun 2024. Kartu jebol dan terpaksa saya tutup dan bayar walaupun bukan saya yang menggunakan dengan nominal lumayan sekitar 9jt. Lapor polisi percuma gak ditanggepin. Data KTP dan nomor telepon kita sebetulnya udah bocor kemana mana.

    Saya sebagai pengguna beberapa KK karena alasan kerjaan. Dalam tahun 2024 hampir jebol 3 (mandiri jebol, BCA jebol dan BTN hampir jebol)

    Sampai sekarang masih was-was sebetulnya. Percuma juga lapor polisi gak ada gunanya. Buang tenaga, pikiran dan lain lain.

    • 11 Juli 2025 - (05:00 WIB)
      Permalink

      Nah…ketemu juga org yg senasib. Klo saya kena begini di bank bni. Tapi data alamat sama, hanya nmr hp yg beda. 4 kartu. Pusing bener dah. Org yg pake, kok saya yg disuruh bayar. Malah saya difitnah ngutang 1M dan disampaikan ke semua org2 yg berhubungan dg saya. Termasuk tetangga, teman kantor, rekanan. Kok mereka bs dpt nomor mereka ya?

  • 11 Juli 2025 - (04:25 WIB)
    Permalink

    Laporkan polisi pak.. Itu bisa jadi orang dalam yang main.. Langkah ke jalur hukum undang wartawan atau LSM.. Lalu laporkan juga ke OJK dan YLKI.. Kalau mau ikhtiar sih pak.. Jangan bilang percuma dulu yang penting usaha.. Pasti ada kejanggalan dalam hal administratif

    • 11 Juli 2025 - (15:58 WIB)
      Permalink

      Terima kasih banyak atas dukungan dan masukannya. Saya sudah dihubungi langsung oleh Bank Mandiri dan surat resmi juga sudah saya terima. Sekarang saya hanya memantau sampai bulan depan laporan BI checking diharapkan status sudah normal.

  • 11 Juli 2025 - (16:00 WIB)
    Permalink

    Update terakhir: 11 Juli 2025 pkl 15:59
    Saya sudah menerima surat resmi dari Bank Mandiri yang menyatakan bahwa seluruh tagihan dan kartu kredit yang tidak saya ajukan telah dibatalkan sepenuhnya.
    Saya mengapresiasi tindak lanjut dari pihak Bank Mandiri dan terima kasih juga saya sampaikan kepada Media Konsumen yang menjadi jembatan, serta para pembaca yang telah memberikan dukungan dan masukan yang sangat membantu. 🙏

    Semoga pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bersama dan mencegah kejadian serupa terjadi pada orang lain.

  • 11 Juli 2025 - (16:48 WIB)
    Permalink

    Semua penawaran yg bisa dilakukan via telp, sudah pasti tidak aman. Pembocoran data pribadi saat ini sudah sangat terang2an. Keamanan nasabah perbankan sudah bisa dipertanyakan.
    Like wise, if they steal your money what can you do? You’re insignificant for them.
    Talking about Mandiri? Learn about AXA and how much money they take. What can you do? Nothing.

 Apa Komentar Anda?

Ada 103 komentar sampai saat ini..

Ditagih 59 Juta Rupiah dan Rekening Dibekukan, Padahal Saya Tidak Pern…

oleh Gunadi dibaca dalam: 2 menit
103