Proses Pengajuan Pengembalian Shopee Masih Mendiskriminasi Penjual

Melalui surat ini sebenarnya saya mau mengajukan kembali (entah untuk kesekian ratus kalinya) komplain terhadap perlakuan admin pengembalian/komplain Shopee yang selalu menyalahkan penjual walaupun tanpa bukti, bahkan sering kali mengabaikan bukti dari penjual.

Kasus ini saya pilih karena dalam kasus ini sangat jelas perlakuan admin Shopee kepada penjual seperti apa. Btw, saya berjualan di Shopee sudah sejak 8 tahun lalu, bukan penjual baru yang tanpa reputasi.

Kasus kali ini simpel. Pembeli adalah dropshipper. Dia menginformasikan bahwa pembeli belum terima barang. Tapi salahnya adalah dia mengajukan pengembalian dengan alasan barang yang diterima tidak lengkap/kosong, bukannya barang belum diterima. Lalu dia lampirkan foto dari kurir, bukan foto yang dia ambil sendiri (ya iya, karena dia bilang bahwa barang belum diterima).

Dia lampirkan foto dari kurir:

Salahnya lagi, foto dari kurir tersebut memperlihatkan dus sudah terbuka, dan dia juga komplain mengenai itu. Harusnya kalau belum sampai tidak usah mempermasalahkan kondisi paket dahulu.

Lalu Shopee tanpa meminta data dari pihak mana pun langsung memutuskan sebagai berikut:

Kenapa saya bilang tanpa meminta data dari pihak mana pun? Karena pembeli juga mengakui kalau barang belum sampai kok.

Berikut chat dengan pembeli:

Berikut tracking kurir:

Sekarang dengan logika dasar saja:

  • Kalau barang sampai dengan kondisi terbuka, itu letak kesalahan di mana? Kurir pastinya.
  • Jika barang belum sampai, kesalahan di mana? Kurir.
  • Jika barang belum sampai tapi diklaim oleh kurir bahwa sudah sampai, kesalahan di mana? Kurir.
  • Jika barang sudah sampai tapi pembeli klaim belum diterima, kesalahan di mana? Pembeli.

Di semua skenario, tidak ada letak kesalahan di penjual. Terlebih di layar komplain pembeli sudah menuliskan bahwa kardus dalam keadaan terbuka.

Di sini jelas sekali diskriminasi Shopee terhadap penjual. Tanpa bertanya kepada siapa pun, langsung memutuskan penjual yang bersalah. Walaupun saya bisa banding dan sering kali menang, tapi tetap saja hal seperti ini buang-buang waktu dan membuat emosi.

Buat yang bilang, “Kalau begitu jangan jualan di Shopee lagi.” Iya, saya juga sudah tidak mau jualan di Shopee lagi. Ini cuma habisin stok barang saja, oke?

Abraham
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

5 komentar untuk “Proses Pengajuan Pengembalian Shopee Masih Mendiskriminasi Penjual

  • 13 Agustus 2025 - (16:23 WIB)
    Permalink

    Update : saya langsung ditelpon oleh shopee 3 jam setelah surat dimuat, keren media konsumen.

    Saya di infokan oleh shopee sbb :

    Bahwasanya foto yang di lampirkan pembeli berupa dus dengan tutup terbuka itu ternyata setelah dicek nomor resi di foto itu, baik yang tertempel di dus, maupun yang di tulisan kiri bawah (karna foto dari kurir maka ada keterangan nomor resi dan tanggal dan jam di kiri bawah), ternyata BUKAN NOMOR RESI UNTUK PESANAN YANG DI KOMPLAIN TERSEBUT. Nomor resi dan foto tersebut ternyata adalah untuk pesanan pembeli sebelumnya, alias pembeli antara salah lampirkan foto, atau salah komplain, harusnya dia komplain untuk pesanan sebelumnya (yang tidak sampai).

    Nah yang bikin geleng2 kepala, kok bisa2nya foto ternyata bukan foto paket sesuai dengan transaksinya, tapi pengembaliannya masih diterima?? Artinya foto asal2an, foto satwa gajah atau panda, juga bisa diterima sebagai bukti pengembalian dong?? Sungguh aneh tapi nyata.

  • 13 Agustus 2025 - (18:12 WIB)
    Permalink

    Update lagi : Saya dihubungi kembali oleh shopee, lalu di infokan bahwa banding saya diterima dan saya mendapat “penggantian penuh” untuk transaksi tsb. Ya itu sih memang hak saya..

    Dan saya juga di infokan bahwa yang menerima pengembalian pembeli tsb adalah “by system”. System yang tidak bisa mengenali dan mengkorelasikan antara bukti dengan transaksi, apalagi dengan kasus, digunakan untuk mengelola pengembalian. Bingung mau ngomong apalagi.. Ini penghematan ekstrim apa gimana, manusia2 indonesia dipecatin demi sistem model begini.. Miris.

    • 13 Agustus 2025 - (23:31 WIB)
      Permalink

      bohong besar menyatakan by system, logicnya kalau pakai ai system) itu scan semua tulisan dan angka, kalau foto tidak jelas (nomor resi tidak terdeteksi atau nomer resi berbeda) terpaksa pakai tenaga manusia, nah si manusia inilah yg paling bertanggungjawab atas komplain ini, berhubung takut menjadi masalah yg lbh besar dibuatlah skenario seolah olah system yg menentukan, coba dipikir, kalau pakai manusia dan melakukan kesalahan bodoh spt ini, ya makin terang benderang kalau kualitas SDM manusia2 shopee itu AMAT SANGAT rendah SEKALI (mungkin ketahuan makan gaji buta dengan asal2an menangani komplain)

      ane sih ga percaya ama shopee yg sudah by system utk menyelesaikan komplain

      • 14 Agustus 2025 - (00:28 WIB)
        Permalink

        Saya juga sebenarnya tidak percaya kalau itu “by system” Alias pakai AI. Soalnya inputnya terlalu abstrak (mustahil untuk ada keseragaman) kalau dipakai untuk penanganan komplain. Walaupun ada image recognition tapi pasti kan ada parameternya, contoh mengenali pola, ukuran, atau tulisan perlu di set jika pola begini, maka resultnya begitu, ya seperti coding pada umumnya. Gimana caranya ngeset parameter nya untuk hal se abstrak ini, harusnya dia malah akan minta input tambahan sampai parameter minimalnya terpenuhi. Tapi saya rasa yang dia maksud by system itu bukan pakai AI, alias semua komplain auto accept saja, asalkan ada fotonya, seperti yang saya bilang, mau foto gajah atau panda juga akan diterima. Tapi memang benar shopee kemarin itu mecat2in orang banyak kok. Sejak itu kualitas hr nya menurun drastis.

  • 14 Agustus 2025 - (12:28 WIB)
    Permalink

    Gak heran…
    Pendaftaran kurir sopi massive di bbrp kota, tanpa ada screening, tanpa ada limit kuota, account driver di sewa/jualbelikan.. customer juga sama aja, banyak fake account customer (biasanya yang COD) dah sampai tujuan ternyata pemilik rumah gak melakukan pemesanan, report barang belom diterima pdhal dah nyampe seminggu yang lalu (berharap dapat pengembalian dana dengan menumbalkan kurir), akhirnya muncul lah diluaran sana customer n driver berotak kriminal.
    kalau saya pribadi sebagai merchant maupun buyer, lebih memilih ke aplikasi ijo daripada oren, lebih MINIM dari kejadian serupa..

 Apa Komentar Anda?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Proses Pengajuan Pengembalian Shopee Masih Mendiskriminasi Penjual

oleh Abby dibaca dalam: 1 menit
5