Ilustrasi via Gemini AI Headline Keluhan Surat Pembaca Baru Berlangganan WiFi ION Seperti Orang Punya Hutang, Sales Tidak Ada Etika dan Sopan Santun 17 September 202517 September 2025 Deviska 25 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Gangguan internet, Gangguan layanan, Gangguan teknis, Internet Service Provider, ION broadband, Jujungnet, Koneksi internet, Kunjungan teknisi, LOS (Lost Of Signal), Pasang Baru, Pemasangan Sambungan Baru, Pembayaran tagihan, Penagihan, penagihan ke rumah, sales dan marketing, Sikap petugas, SLA, SPAM, spam telepon Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Awalnya saya ingin berlangganan WiFi ION Network. Sales informasikan akan dilakukan kunjungan teknisi pemasangan pada 2 September 2025, namun tidak bisa dipasang karena kendala LOS pada sisi tiang. Kemudian teknisi kembali datang pada 3 September 2025, tetapi masih belum bisa dilakukan pemasangan dengan info masih LOS. Sekitar malam, sales menghubungi suami saya. Saya sudah memberi tahu bahwa belum terpasang dan saya juga menyampaikan kepada sales: “Kalau besok masih nggak bisa juga nggak apa-apa, nggak usah dipasang.” (Karena saya pikir baru mau pasang saja sudah ada kendala, bagaimana nanti kalau sudah terpasang). Jadi saya tidak memaksa untuk dipasang, namun sales tetap ingin mengusahakan. Tanggal 4 September 2025 akhirnya bisa dipasang. Selama 3 hari dari 2, 3, dan 4 September, teknisi yang datang berbeda-beda dan semuanya amat sangat sopan. FYI, sebelum dilakukan pemasangan suami sudah mengetik setuju melalui WhatsApp dengan syarat dan ketentuan ION Network. Saya pikir karena baru pemasangan sudah LOS, saya mau coba menikmati terlebih dahulu layanannya apakah akan kembali LOS lagi atau tidak. Singkatnya internet bisa digunakan hanya sampai 6 September 2025. Saya kira mungkin karena belum bayar, dan suami sudah berencana melakukan pembayaran, namun karena sibuk bekerja beliau belum sempat melakukannya. Namun pada 8 September 2025, Senin, sales menghubungi suami saya menanyakan pembayaran. Pesan itu tidak terbaca oleh suami karena sibuk bekerja, tetapi setiap hari sales itu menghubungi suami saya berkali-kali bahkan sampai berpuluh-puluh kali spam call. Suami saya amat sangat merasa terganggu dan berpikir, kok ini mau langganan WiFi malah seperti orang ditagih hutang, diteror berkali-kali, sampai membuat dia malas merespons dan malas melakukan pembayaran karena sudah sangat mengganggu. Berikut bukti spam call: Singkat cerita, karena suami saya sudah malas dan merasa terganggu, belum apa-apa baru berlangganan sudah diteror setiap hari, beliau tidak mau merespons sales itu lagi. Tanggal 12 September 2025, Jumat, sekitar pukul 11 siang saya sedang tidur bersama anak saya di rumah. Saya sempat mendengar ketukan pintu, tapi saya pikir itu rumah orang lain karena di lingkungan sini biasa ada tamu ke tetangga. Tiba-tiba listrik rumah saya mati, anak saya terbangun, dan saya kira memang mati lampu. Namun, beberapa menit kemudian saya mendengar ada yang berkata dengan nada nyolot kepada tetangga: “Belum bayar WiFi, kalau nggak mampu bayar nggak usah pasang WiFi.” Kaget? Kaget banget! Bangun tidur tiba-tiba dengar omongan seperti itu. Saya langsung keluar membuka pintu dan melihat ada 4 perempuan datang ke rumah. Saya tanya, “Siapa yang matiin listrik saya?” Salah satu sales menjawab, “Nggak tahu.” Saya bilang, “Nggak mungkin nggak tahu, masa setan yang matiin?” Lalu dia jawab, “Mungkin.” Hah? Murka lah saya! Saya bilang, “Ngapain datang ke rumah orang berempat sampai matiin listrik rumah saya? Nggak ada etika ya bertamu ke rumah orang. Orang lagi tidur listriknya dimatiin, kayak saya punya hutang. Saya ini baru langganan, bukan orang punya hutang!” Menurut saya ini amat sangat keterlaluan. Mereka malah bilang, “Udah banyak kok yang kayak gini.” Maksudnya banyak yang kalau nggak keluar rumah listriknya dimatikan. Hah? Terus hal itu bisa dibenarkan dengan lancang mematikan listrik konsumen? Ada UU Perlindungan Konsumen dan ini jelas membuat konsumen tidak nyaman. Sales bilang itu SOP dari kantor, kalau baru berlangganan dan belum bayar, disuruh datang ke rumah. Saya langsung DM ION Network dan jawabannya tidak ada SOP seperti itu, hanya saja jika belum melakukan pembayaran maka layanan internet tidak dapat digunakan. Berikut bukti DM ION Network: Sampai Minggu, 14 September 2025, sales masih meneror suami saya. Bahkan ada 1 orang lagi yang ikut menghubungi suami saya dengan spam call. Hingga 15 September 2025, sales yang berbeda ini malah mengancam akan “viralkan” jika tidak melakukan pembayaran. Hah? Saya ini konsumen baru mau langganan, tapi sudah diperlakukan tidak baik! Berikut bukti chat: Padahal saya sudah DM IG ION dan menyatakan akan segera melakukan pembayaran dengan catatan tidak datang ke rumah, tidak mengganggu jam tidur siang, tidak lancang mematikan listrik, dan tidak spam call. Tapi ternyata di hari yang sama sales malah mengancam akan viralkan. Amat sangat kecewa dengan ION Network! Belum apa-apa sudah dibuat tidak nyaman dengan sales yang tidak ada etika, sopan santun, dan adab! Apabila seperti itu, saya tidak mau berlangganan dengan ION dan tidak mau membayar penalty (karena S&K minimal berlangganan 6 bulan, apabila kurang dari itu akan dikenakan penalty Rp500 ribu). Bagaimana mau berlangganan 6 bulan kalau baru dipasang dan baru digunakan 2 hari saja sudah diteror dan listrik rumah saya dimatikan? Tidak ada persetujuan tanda tangan di atas materai, maka saya tidak akan mau membayar penalty dan berlangganan apabila sales tidak diberikan sanksi. Tolong kalau cari karyawan diseleksi yang benar, jangan asal-asalan menerima orang yang nggak ada etikanya begitu. Saya tunggu itikad baik dari pihak kalian dengan rasa tanggung jawab memberikan sanksi kepada sales-sales tersebut dan harus meminta maaf kepada saya dan suami saya! Sudah saya informasikan nomor WA dan nama sales melalui DM IG ION Network. Selain itu, setelah saya cari info di Google ternyata layanan jaringan ION memang tidak bagus dan sales memang tidak punya etika. Terima kasih. Deviska Jakarta Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
tobias_boon17 September 2025 - (11:07 WIB)Permalink Menurut saya itikad baik kita sebagai pelanggan setelah layanan ON maka keharusan untuk membayar tagihan yang disepakati. Hidup saat ini sedang sulit, mari sama2 kita saling membantu sesuai hak dan kewajiban kita. 4 1 Login untuk Membalas
Rudi22 September 2025 - (22:07 WIB)Permalink Dia & Suaminya tripikal manusia suka ribet, sdh dimiskol2 kayak gitu bukannya langsung bayar, eehhh pake nunda2 segala… Heran aku sama manusia2 model gini. Login untuk Membalas
M17 September 2025 - (12:54 WIB)Permalink Biasanya Kalau baru Pakai memang Tidak bayar dan tidak ada biaya Pemasangan. Tagihan itu dibaya kalau sudah di pakai 1 Bulan baru dibayar. itu namanya Pemakaian Terhutang.( Wajib ) Kecuali di Perjanjian nya ada biasa PASANG dan ALAT. itu memang harus di Bayar. Lain kali Pakainya yg Jelas2 aja , yg sudah ada Nama jangan asal Pasang Layanan yg ga JELAS. itu Seles nya cari tau namanya siapa Kurang ajar kalau sampai matiin Listrik Harus di kasih PELAJARAN. 5 2 Login untuk Membalas
Putra17 September 2025 - (13:05 WIB)Permalink nggak juga, biznet bayar dulu baru bisa dipakai 1 Login untuk Membalas
kris17 September 2025 - (13:38 WIB)Permalink setahu saya sistematis pakai dulu baru bayar itu cuma Telkom lainnya pasang-pakai kurleb 3 hari-ntar muncul tagihan utk 1 bulan ke depan Login untuk Membalas
kris17 September 2025 - (13:43 WIB)Permalink kalo menurut timeline TS nya Pemasangan berhasil di tanggal 4 September Tanggal 12 September , tagihan masih belum dibayarkan Berarti udah 9 hari pemakaian Memang cara sales tsb salah melanggar SOP tapi tentu sales tersebut ditekan karena hingga 9 hari, belum ada payment 1 Login untuk Membalas
indro17 September 2025 - (21:09 WIB)Permalink gimana ya, kesepakatan anda gimana dulu dengan sales. kalau dibilang pasang on langsung bayar ya dibayar lah jangan playing victim dan infonya yang lengkap biar bisa dibantu 5 1 Login untuk Membalas
Yubi17 September 2025 - (22:22 WIB)Permalink Saran saya putuskan saja langgananya. Bayar pinalty nya. itung2 rugi 500rb karena salah ambil keputusan tapi hati lebih sehat. Perusahaan seperti ini tidak dapat diharapkan memberikan pelayanan yang bagus dan nyaman. Manajemennya bobrok. Posting kasus ini di beberapa medsos supaya kena sangsi sosial. Masak tunggakan pembayaran dikelola seperti perusahaan pinjol. Provider seperti ini kan bisa putusin koneksi aja sampe ada pembayaran. 2 2 Login untuk Membalas
ach22 September 2025 - (02:47 WIB)Permalink Ya harusnya mba jg ngerti sales juga dikejar target, jika merasa memasang memakai ya bayar sesuai ketentuan. Dan memang klo pasang internet setau saya pinjem alat juga ada kontraknya harus min 1 tahun atau kena pinalti. Krna klo alasan kita sibuk atau g sempat sampai berhari2 cm buat bayar kayaknya g mgkin juga palagi anda tidak merespon wa/sms salesnya.. saya g belain salesnya tpi pikirkan aja suami anda kerja jg bagaimna klo dizolimi oleh org lain pasti g enak kan.. klo merasa g cocok ya putuskan aja tapi pasti ada tagihan yg tetap harus dibayar 1 Login untuk Membalas
Yubi22 September 2025 - (22:13 WIB)Permalink Palak lu ribet. Putusin aja, bayar pinalti. Manajemen model pinjol kayak gitu. Beress… 🙂 Login untuk Membalas
Wulandhari18 September 2025 - (17:21 WIB)Permalink saya lihat di atas anda juga tidak merespon chat sales nya , jangan playing victim seharusnya . 2 Login untuk Membalas
Cinta18 September 2025 - (17:38 WIB)Permalink Eleh eleh itu di telfon di chat kaga ibuk respon, saya selama ini pake ion baik baik aja. Ya gimana ibu itu tidak merespon. Di awal kan kita di jelaskan wifi di pasang langsung pembayaran 🤣🤣🤣 ibuk ibuk malu buk, playing victim. 1 Login untuk Membalas
Alfaiz18 September 2025 - (17:55 WIB)Permalink Saya pasang wifi ion tgl 7 saya blm ada uang , saya konfirmasi ke sales untuk pembayaran di tgl 8 sore baru bisa bayar . Sales nya mengiyakan , karna kalo tidak di bayarkan akan terblok otomatis dari kantor . Jadi menurut saya ibu kurang komunikasi dengan sales . Karna saya lihat pun ibu tidak menjawab . Tapi malah mengadukan ke pihak CS 2 Login untuk Membalas
Joko19 September 2025 - (12:47 WIB)Permalink Ini postingan sangat amat tidak penting dan kesannya playing victim. Mengerikan sekali punya pelanggan seperti anda. Ini masalah sepele yang haruskan tidak perlu diposting ke media konsumen seperti ini. Saat pemasangan wifi sudah berhasil dilakukan harusnya konsumen sudah melakukan pembayaran. Ini salesnya sudah sopan menanyakan kapan melakukan pembayaran, tapi suami anda tidak ada respon dan di telpon tidak di jawab. Harusnya anda dan suami anda merendahkan EGO nya dan balas chat nya atau telponnya bilang akan melakukan pembayaran. Ini malah tidak direspon2. Jadi manusia jangan jahat!! Gimana jika posisi anda sebagai salesnya. Anda menuduh salesnya tidak punya etika, padahal anda dan suami anda yang tidak punya etika, layanan sudah terpasang tapi tidak melakukan pembayaran. Atau jangan2 kalian tidak punya uang untuk bayar, jadinya anda playing victim. Setidaknya balas pesannya atau jawab telponnya jangan di abaikan. Sesama manusia harus saling menghormati dan menghargai! Semoga saja di jauhin oleh orang seperti anda yang EGO nya tinggi.. 8 Login untuk Membalas
Rudi22 September 2025 - (22:13 WIB)Permalink Mereka itu sangat cocok berpasangan, sama2 manusia ribet. Hal mudah malah dipersulit, model manusia gitu pasti cepat stoke 😂 1 Login untuk Membalas
Pandihidayat19 September 2025 - (13:05 WIB)Permalink Di my republik pun sistem nya sama kaya ion Harus bayar tagihan setelah wifi sudah on dan dikasi waktu 3 hari dari pemasangan untuk pembayaran Ini terpasang dari tgl 4 sampe tgl 12 masih belum dibayar ditambah kaga respon pula chat dan telpon sales ya wajar aja sales marah karena nanti dia yang disalahin Ama kantor karena Nemu pelanggan unik kaya anda 2 Login untuk Membalas
Debagus20 September 2025 - (10:05 WIB)Permalink kalo dari isi suratnya dan bukti2nya ini TS Playing Victim banget ya 1 Login untuk Membalas
Reyhan23 September 2025 - (14:31 WIB)Permalink Ts nya mau playing victim tapi malah banyak yg kontra dengan tindakan ts yg terkesan gak mau bayar dan diamkan sales selama 9 hari Login untuk Membalas
Ryhorn21 September 2025 - (15:13 WIB)Permalink yaelah, tinggal di respon aja apa susahnya sih 1 Login untuk Membalas
Tjahya22 September 2025 - (22:59 WIB)Permalink Langganan wifi emang gitu mau gangguan mau gak tetep ditagih kalo blm siap mending paket data 150rb dpt 300gb sebulan buat pekerja sdh lbh dr cukup Login untuk Membalas
Reyhan23 September 2025 - (14:30 WIB)Permalink TS ada waktu 9 hari buat bayar tapi gak ada jawab apapun dari sales cuma chat sampai harus telp. Padahal kalau belum ada uang yaa tinggal konfirmasi tgl pembayaran ke salesnya Kalau kita mau di hargai orang, belajar juga menghargai orang lain. Ingat karma itu pasti ada bu 1 Login untuk Membalas
Satrio24 September 2025 - (06:39 WIB)Permalink Kalo TS bayar setelah internet on, tentu masalah ini tidak akan terjadi. Jadi jangan terfokus dengan menyalahkan cara penagihan, tapi instropeksi akar masalahnya kenapa sampai terjadi penagihan. Di warteg anda mungkin bisa makan dulu baru makan. Di McD anda harus bayar dulu baru bisa makan. Semua tergantung akadnya di awal. Itu analogi yang tepat untuk menjawab statement anda perihal “mencoba internetnya dulu”. Semoga masalahnya ada titik temunya. 1 Login untuk Membalas
id.masigit5 Februari 2026 - (19:26 WIB)Permalink tergantung mitranya kalo mnurut saya, di bbrp daerah sop beda2, perjanjian awal bagamana? kalo di tagih bayar tinggal bayar aj, memudhkn org dikemudian waktu kita akan dimudahkan juga urusannya Login untuk Membalas